Love Contract (chapter8 end) By.PutriNami

Title : Love Contract // Author :PutriNami //Main cast : Oh Sehun (EXO), Lee Sooyun (Irene red velved), Kim Jongin (EXO),)// Length: Chapter// Genre : Comedy romantic (mungkin), AU, married life//Rating :General//

 

BJEX8611
love contract

 

 

Warning Typo bertebaran

 

 

HAPPY READING GAESS ^^

 

 

=Love Contract=

 

 

Author Pov

 

 

Waktu telah menunjukkan pukul 06.00 Am – Jongin telah meninggalkan rumah sakit. Sehun memerintahkannya untuk mengambil pakaian Sehun dan Sooyun yang ada di apartemen mereka.

 

Berkali-kali Jongin menguap di dalam mobil sambil mengerjab-ngerjabkan matanya yang masih terasa berat.

 

“Ahhh menyebalkan sekali manusia satu itu. matahari saja belum muncul , tapi sudah menyuruhku ke sana kemari”  omel Jongin sambil berdecak kesal.

 

Setelah menempuh dua setengah jam perjalanan, akhirnya Jongin tiba di Seoul dengan selamat.

 

 

Setelah memilih beberapa setelan di lemari Sehun dan Sooyun. Jongin bergegas untuk meninggalkan apartemen Sehun. Sesaat setelah pintu apartemen tertutup – ponsel Jongin bordering. Tertera nama Eomma Sehun di layar ponselnya.

 

Lama Jongin memandang ponselnya. Jongin sangat bingung. haruskah Jongin menerima panggilan eomma Sehun dan berkata jika Sooyun sedang berada di rumah sakit, atau menerima saja dan bertingkah seolah tak terjadi apa-apa??. bisa gawat Sehun jika eommanya tau. Sooyun kan menantu kesayangan eomma Sehun.

 

“Ottokhae????” gumam Jongin panik.

 

Jongin menghembuskan nafas leganya saat dering ponselnya berhenti. Jongin memutuskan untuk melangkahkan kakinya untuk segera meninggalkan apartemen Sehun. entah mengapa Jongin memiliki firasat yang buruk hari ini.

 

“YAK…. mau kemana kau?? Kau mau kabur dari ku??” suara itu – entah mengapa suara itu membuat Jongin merinding hingga Jongin menghentikan langkahnya yang baru beberapa langkah itu.

 

“O..Omoni. ba..bagaimana…s..se..jak kapan. i…itu..anu..ee..aku” tiba-tiba saja eomma Sehun keluar dari Lift apartemen Sehun. membuat Jongin sangat terkejut dan gugup. Keringat dingin kini membasahi pelipis Jongin sangkin takutnya.

 

“kau mau kemana ha??? Kenapa kau sangat terburu-buru seperti itu?? lalu mana Sehun? ia tak mengangkat panggilan ku sejak kemarin” ucap eomma Sehun sambil melipat kedua lengannya di dada. “ apa kalian menyembunyikan sesuatu dari ku??” tanya Eomma sehun sekali lagi dengan nada penuh introgasi – membuat Jongin ketakutan melihat tatapan membunuh eomma Sehun.

 

“O…Omoni. emmm…sebenarnya”

 

 

 

Daegu Hospital Center

 

Matahari belum sepenuhkan menampakkan dirinya di bumi. Setelah semalaman tertidur karena pengaruh obat, Sooyun akhirnya telah sadar. Rasanya kepalanya sangat pusing. Pengheliatan Sooyun belum sepenuhnya normal. Sooyun mengerjab-ngerjabkan matanya hingga membuat matanya beransur-ansur normal.

 

“dimana aku??” Sooyun memandangi sekitar ruangannya. Tempat ini sangat asing untuknya. Ini bukan kamarnya. “rumah sakit” gumam Sooyun baru sadar saat melihat pakaian yang ia kenakan.

 

Setelah beberapa saat. Sooyun baru sadar, seperti ada seseorang yang menggenggam tangannya. “Sehun”  Alis Sooyun terangkat heran saat melihat Sehun sedang tertidur di kursi sebelah kasurnya – sambil menggenggam lengan Sooyun dengan erat.

 

Merasa adanya pergerakan dari Sooyun – Sehun terbangun dari tidurnya. “kau sudah sadar?? ” Sehun kini bernafas legah saat melihat Sooyun tersenyum simpul ke arahnya.

 

“aku akan memanggil dokter” ucap Sehun bersiap untuk memanggil dokter yang merawat Sooyun. Namun buru-buru Sooyun memegang legan Sehun. Sooyun menggeleng, bertanda Sehun tak usah memanggil dokter. Menurut Sooyun, Sehun tak perlu memanggil dokter. Sooyun baik-baik saja.

 

Sooyun bangkit dari tidurnya, tak lupa Sehun ikut membantu. Dengan penuh kehati-hatian. “apa kau yakin kau baik-baik saja??” tanya Sehun lagi. wajah Sehun tampak sangat khawatir. Sooyun mengangguk mengiyakan.

 

“sejak kapan kau berada di sini?? Apa semalaman kau tidur seperti itu??” tanya Sooyun sedikit khawatir . Sehun bisa sakit jika tidur seperti itu. Sooyun tak ingin melihat Sehun sakit karenanya – ataupun karena apapun.

 

“Gwenchana. Asal aku berada di dekat mu, tidur seperti itupun aku tak masalah” jawab Sehun lembut. “jangan mengkhawatirkan ku. aku hanya ingin kau cepat sembuh” sambung Sehun membelai lembut pipi Sooyun.

 

Mata Sooyun berkaca-kaca. Rasanya air mata kebahagian Sooyun siap tumpah. Namun sebisa mungkin Sooyun menahannya. Mengapa?? Mengapa Sehun sebaik ini padanya??? Ada apa dengan Sehun?? haruskan Sooyun terlena dengan kata manis itu??.

 

Sooyun tertunduk. Sehun mengangkat alisnya bingung. wajah Sooyun sangat murung, membuat kekhawatiran Sehun bertambah. “ada apa?? mana yang sakit???” tanya Sehun khawatir . Sooyung lagi-lagi hanya menggeleng tanpa memandang Sehun.

 

“ada apa hmm??” tanya Sehun sambil mengangkat wajah Sooyun ke arahnya dengan selembut mungkin. Sehun kini duduk di sisi kasur Sooyun. Sehun duduk sedekat mungkin dari Sooyun. Seakan tak ingin meninggalkan Sooyun lagi.

 

“maafkan aku” ucap Sooyun tertunduk di hadapan Sehun. Sooyun sangat menyesali perbuatannya. Hingga membuat semuanya khawatir dan kesusahan. “maafkan aku. aku sungguh menyesali perbuatanku. Harusnya aku tak melakukan semua ini. harusnya aku tak semarah itu kemarin. Aku tak memiliki hak untuk marah. Semua ini adalah kesalahanku. Aku hanya terbawa perasaan yang seharusnya tak kumiliki, aku mohon maafkan aku. kedepannya aku tak akan berbuat seperti ini lagi. aku tak akan mengganggumu lagi” sambung Sooyun dengan senyum simpul di akhir kalimatnya.

 

Mendengar perkataan Sooyun itu, membuat hati Sehun teriris. Ingin rasanya Sehun segera memeluk Sooyun saat itu juga. Namun Sehun pikir ini bukanlah waktunya. Dengan wajah penuh penyesalan, Sehun menggenggam erat lengan Sooyun. Sooyun menatap genggaman Sehun padanya, dan menatap Sehun dengan tatapan penuh tanya.

 

Sooyun ingin memulai untuk melupakan perasaannya. Namun disaat seperti ini, di saat Sooyun ingin melupakan semuanya, mengapa Sehun memperlakukan Sooyun selembut ini???  ini sungguh tak adil.

 

“aku mohon. Jangan memperlakukan aku seperti ini. aku tak ingin perasaan ini terus tumbuh. Aku takut. Aku sangat takut” Sooyun melepas genggaman Sehun.

 

Dan lagi. hati Sehun lagi-lagi teriris saat mendengar ucapan Sooyun padanya. Perasaan bersalah itu, kebodohannya selama ini. mengapa, mengapa Sehun melakukan semua ini pada Sooyun??

 

Sehun menghembuskan nafas beratnya saat Sooyun melepas genggamannya. Sehun menatap lekat  Sooyun yang tertunduk dengan perasaan bersalah. “aku tak ingin menjadi penghalang cinta mu padanya” ucapan Sooyun yang tiba-tiba itu membuat Sehun tak tahan lagi untuk segera memeluk istrinya itu.

 

“maafkan aku. maafkan aku” ucap Sehun lirih memeluk Sooyun. Ingin rasanya Sooyun mendekap dan membalas pelukan Sehun. namun urung Sooyun lakukan. Ia tak ingin dirinya semakin terluka. Kata maaf Sehun sudah cukup memberikan jawaban atas segala pertanyaanya selama ini. Sehun lebih memilih cintanya di banding Sooyun. Sungguh Sooyun tak memiliki harapan lagi.

 

“ceritakan padaku tentangnya” ucap Sooyun lirih dalam pelukan Sehun. Sehun melepas pelukannya, dan menatap lekat Sooyun – lagi.

 

“waktu itu, usianya 6 tahun. tiba-tiba saja ia muncul seorang diri di taman rahasia kami. Aku dan jongin” Sehun memulai ceritanya. Saat ia pertama kali bertemu dengan cintanya.

 

“dulu, selain Jongin, aku tak memiliki siapa-siapa untuk di ajak bermain. Karena orang tuaku selalu meninggalkan ku sendiri, aku tumbuh menjadi seorang yang dingin, tak ada seorang anak pun yang ingin bermain bersamaku selain Jongin.”

 

“Taman itu sangat sepih, hanya ada aku dan Jongin yang bermain di taman itu. dan soreh itu seperti biasa, aku dan Jongin  ingin bermain di taman rahasia kami. Dan di sanalah aku melihat gadis kecil itu. ia seorang diri, ia tampak sangat kesepian. Dan mulai saat itulah aku berjanji untuk selalu menjaga dan menemaninya”

 

“saat itu, untuk pertama kalinya aku merasakan ada yang aneh dalam diriku. Dan aku berjanji jika aku besar nanti, aku akan menikahi gadis itu, mencintainya, dan hidup bahagia selamanya. namun tak lama setelah janji itu kami buat, gadis kecil itu tiba-tiba menghilang”

 

 

“ bertahun-tahun aku mencarinya. Namun selama itu pula aku tak menemukannya. Karenanya, Sehun menjadi anak yang ceria, namun karenanya pula, Sehun yang ceria itu hilang, kembali menjadi Sehun yang dingin” Sehun tertunduk llirih.

 

“entah takdir apa ini. di tengah-tengah kelelahanku mencari dan menunggunya kembali. Aku malah menikah dengan seorang gadis yang terjabak dalam sandiwara yang telah kami ciptakan.sendiri” lagi-lagi Sehun tertawa di akhir kalimatnya.

 

Saat ini Sooyun menyadari, jika kali ini Sehun membicarakan dirinya. Namun Sooyun lebih memilih diam dan terus mendengarkan kelanjutan cerita Sehun.

 

“kehidupan pernikahanku sangat kacau, setiap hari kami bertengkar hanya karena masalah sepele” kali ini Sooyun ikut tertawa saat mendengar cerita Sehun ini. ini memang aneh, mereka selalu memperdebatkan hal yang tak penting.

 

“walau ia sangat menyebalkan, namun terkadang ia jadi sangat manis. Terlebih saat ia sedang serius memasak masakan untuk kami makan. Masakannya sangat enak. Aku mengakuinya” ucap Sehun tersenyum ke arah Sooyun, yang di sambut oleh Seyum Sooyun.

 

“entah mengapa, keributan dan kemanisan yang ia ciptakan, membuatku menjadi aneh. Terlebih saat ia resmi menjadi staff kantor di perusahaan ku. belakangan aku sangat mengkhawatirkannya. Pertama, karena ada banyak kariyawan pria yang menyukainya. kedua, alasan kedua ini yang lebih membuatku khawatir, banyak kariyawan yang iri padanya”

 

“ia selalu membuat ku khawatir. Namun aku bisa apa?? aku tak bisa, aku takut. Aku menjadi pengecut saat melihatnya”

 

“apa kau menyukainya??” tanya Sooyun lirih. Sehun mengangguk mengiyakan.

 

“sangat, aku sangat menyukainya”  Sehun memberi sedikit jedah pada kalimatnya “ aku bahkan mencintainya” sambung Sehun lirih menatap Sooyun. Seketika Sooyun menumpahkan semua air yang mengumpul di pelupuk matanya sejak tadi. Sooyun tertunduk, entah ia sedih atau bahagia karena Sehun telah mencintainya.

 

“tapi aku bisa apa?? aku terus mengingkari hatiku. Aku takut melupakan kenangan masa kecil ku. aku takut mengubah perasaan yang sudah sejak lama aku jaga untuk gadis kecil ku dulu. Dan karena itulah aku memutuskan untuk tak lagi peduli pada istri ku”

 

Sooyun terisak, sungguh Sooyun tak ingin mendengar semuanya. rasanya sangat sakit. Namun Sooyun juga tak ingin semua cerita ini berhenti di sini, sooyun ingin mendengar semuanya hingga akhir. Semenyakitkan apapun itu.

 

“aku telah melukainya, aku membuat semuanya semakin kacau. Aku melukai diriku sendiri dan dirinya” Sehun lagi-lagi tertunduk lemas.

 

“mengapa?? Mengapa kau malah membicarakan kita?? kisah kita tak ada hubungan dengannya – gadis kecil mu” ucap Sooyun, mencoba untuk menghentikan tangisannya.

 

“saat aku melihatmu tidur lemah di atas kasur ini, membuatku sangat sakit teriris. Ini semua salah ku. maafkan aku. aku berdoa pada Tuhan, untuk segera menyembuhkan dan mengembalikan mu menjadi Sooyun yang ceria dan menyebalkan seperti dulu. Aku tak menyukai mu yang lemah seperti ini” Sehun membelai  dan menyeka air mata yang ada di wajah Sooyun dengan lembut.

 

“aku berdoa pada tuhan dan berjanji tak akan membuatmu menjadi lemah seperti ini. aku akan membuatmu bahagia bersamaku selamanya. Aku memutuskan untuk tak terikat pada masa lalu, Dan setelah doa itu aku ucapkan, aku malah mendengar kabar dari gadis kecil ku”

 

“ini sungguh tak adil” Sooyun lagi-lagi menangis. mengapa takdir sejahat ini padanya. Mengapa di saat Sehun mengakui perasaanya, gadis masa lalu Sehun malah datang kembali.

 

“kami telah di pertemukan kembali oleh takdir” ucap Sehun

 

“ka..kalian bertemu kembali??” tanya Sooyun terkejut. Sehun mengangguk mengiyakan.

 

“sayang, saat itu aku tak mengenalinya. konyol, kami di pertemukan dengan keadaan dan situasi yang sangat konyol” Sehun sedikit tertawa di akhir kalimatnya. Sehun merasa semua kejadian itu sangat lucu.

 

“ibu menjodohkanku dengan seseorang yang tak aku kenal, dan tentu saja aku tak mencintanya. Begitu pula dengannya. Saat itu ia juga telah di jodohkan bersama pria yang tidak iya kenali”

 

Entah mengapa, sooyun merasa ada yang aneh dari cerita Sehun ini. Sooyun jadi ingat saat ia bertemu bersama Sehun untuk pertama kalinya, saat itu Sooyun dan Sehun sama-sama bertemu dengan Jodoh pilihan keluarga mereka.

 

“lalu??” tanya Sooyun penasaran.

 

“demi menggagalkan rencana perjodohan ku, aku memanfaatkannya. Begitu pula dengannya, ia memanfaatku dengan tujuan yang sama”

 

Sooyun semakin aneh mendengar cerita Sehun, bukankah cerita ini sangat mirip dengan kisah mereka?? Apa hanya kebetulan saja?? Sooyun hanya diam, menunggu kelanjutan cerita Sehun.

 

“tak ada yang berjalan sesuai rencana. Masalah semakin rumit. Takdir ini seolah mempermainkan kami. Setelah sekian banyak kejadian yang kami lalui, aku dengan bodohnya tak menyadari jika gadis itu adalah gadis kecilku dulu”

 

Ahhh lucu sekali, pertemua mereka sama seperti pertemua Sooyun dan Sehun untuk pertama kalinya. Sungguh kejam.

 

“siapa nama gadis itu??” tanya Sooyun.

 

“Irene. Nama yang sangat cantik bukan??” jawab Sehun.

 

“I…Irene??” sungguh ini sangat keterlaluan. Bahkan nama mereka sama. Sebelumnya, nama sooyun adalah Irene, namun karena adanya sesuatu, nama Irene telah berubah menjadi sooyun.

 

“Irene tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar. Mungkin karena itulah aku sampai tak mengenalnya. Ahh aku benar-benar bodoh”

 

“apa yang terjadi padanya?? Apa ia juga tak mengenalimu??” tanya sooyun lagi.

 

“karena ada satu kejadian yang sangat serius. Irene mengalami amnesia. Irene merupakan korban penculikan anak”

 

 

Flashback

 

“apa maksudmu?? Sooyun adalah Irene?? Bagaimana mungkin??”

 

“bagaimana mungkin kau tak mengenalinya?? Aku bahkan mengenalinya saat pertama kali aku bertemu dengannya” jawab jongin kesal.

 

“apa kau yakin?? Tapi dia adalah Sooyun, bukan Irene. Mereka memiliki nama dan prilaku yang berbeda”

 

“aku telah menyelidiki semuanya. aku menyewa seseorang untuk menyelidiki Sooyun. Dan hasilnya tak mengecewakan. Dugaanku benar, Sooyun adalah Irene. Irene berubah nama saat setelah kejadian penculikan itu”

 

“penculikan??”

 

“kau tau, ayah Sooyun adalah seorang jendral. Saat itu, sebelum ayah Sooyun di angkat sebagai jendral, ada banyak musuh yang ingin menghalangi pengangkatan ayah Sooyun. Saat itu nama Sooyun adalah Irene. Irene telah di culik oleh musuh ayahnya saat Irene pulang dari taman rahasia. Apa kau ingat, saat kita bertemu dengan Irene terakhir kali?? Bukankah saat itu sudah gelap?? Saat itulah kejadiannya.”

 

Sehun menatap Jongin tak percaya. Bagaimana mungkin??. Sehun diam, menanti kelanjutan cerita Jongin.

 

“selama masa penculikannya, Irene di siksa namun tak di buat mati demi menyiksa batin keluarga Irene. Dan untung saja, seminggu kemudian Irene di pulangkan ke keluarganya. Namun kondisinya sangat mengenaskan. Jiwa Irene sangat kacau, selama berbulan-bulan Irene tak pernah mengeluarkan suaranya  lagi”

 

“setelah beberapa lama, keluarga Irene mengirim Irene ke Jepang bersama kakek dan neneknya. Dan saat itulah nama Irene berubah menjadi Sooyun. Kakek dan nenek Sooyun tak ingin mengingat kejadian yang menimpa Sooyun saat masih bernama Irene, dan sejak saat itu juga Irene melupakan semua masa lalu saat ia bernama Irene”

 

Flashback end

 

“Irene mengalami masa-masa yang sulit. Irene mengalami amnesia”

 

“ba..bagaimana mungkin??” apa ini??? mengapa Irene sangat mirip dengannya?? Dulu saat Sooyun kecil juga mengalami amnesia, Sooyun melupakan semua kenangannya saat berumur 6 tahun.

 

“apa Irene mengubah namanya??” tanya Sooyun lagi dengan ragu. Sehun tersenyum simpul dan mengangguk. “siapa?? siapa Irene sekarang??” tanya Sooyun dengan suara bergetar .lagi, Sooyun mengeluarkan air matanya. entah karena alasan apa.

 

“Kau” jawab Sehun.

 

“…”

 

“Irene adalah istriku Sooyun” Sehun kini mengeluarkan air matanya, memeluk Sooyun yang sedang terisak. Mendekap erat tubuhnya. Kali ini Sooyun membalas pelukan Sehun – sangat erat. entah takdir apa yang mempertemukan mereka dengan cara seperti ini.

 

~Love Contract~

 

“aku tak akan memaafkan anak itu. lihat saja nanti, aku akan menghajarnya habis-habisan. Dasar Oh Sehun” dengan langkah yang sangat tergesah-gesah, ibu Sehun melangkahkan kakinya ke rumah sakit tempat Sooyun di rawat dengan keadaan sangat marah.

 

“eomoni….Jebal, eomoni harus mengendalikan emosi eomoni, walau bagaimanapun Sehun adalah anak eomoni.” Ucap Jongin merengek sambil menghalangi langkah ibu Sehun.

 

“jangan halangi langkah ku, pergi sana” tak kalah kuat, ibu Sehun mendorong Jongin hingga terlempar ke belakang.

 

“EOMONIIIIIIIIIII” teriak Jongin frustasi.

 

“awas kau Oh Sehun” gumam ibu Sehun saat tiba di depan pintu kamar rawat Sooyun. Ibu mengeluarkan Smirk andalannya. Dan bersiap untuk membanting pintu yang ada di hadapannya itu.

 

“YAK OH SE……”tiba-tiba saja mata ibu Sehun membulat sempurna saat melihat penampakan yang ada di hadapannya.

 

“astaga, bagaimana mungkin mereka melakukan itu di rumah sakit?? Apa mereka pikir ini hotel??” gumam ibu Sehun pelan, sangat pelan. Kini eomma melangkah mundur perlahan, berusaha untuk tak menimbulkan suara dan menutup pintu kamar secara perlahan.

 

Di luar ruangan, ibu Sehun tak henti-hentinya tersenyum malu. Wajahnya memerah. Sebenarnya apa yang ibu Sehun lihat tadi??

 

“Eomoni..eomoni. aku mohon jangan hajar Sehun O’. nde…nde” tiba-tiba saja Jongin mencul di hadapan Ibu Sehun, memohon. Wajahnya penuh kekhawatiran.

 

PLETAK…

 

“Eomoni. Kenapa malah aku yang di jitak?? Aku kan sudah menceritakan semuanya pada eomoni” protes Jongin sambil mengusap kepalanya.

 

“kau membongiku ha?? Kau bilang Sehun dan Sooyun menikah secara Kontrak?? Lalu apa yang aku liat tadi di dalam??”. Ucap Ibu Sehun sambil berdecak pinggang. Jongin sama sekali tak mengerti maksud ibu Sehun.

 

“memangnya Eomoni melihat apa di dalam??” tanya Jongin penasaran. Dan melihat ekspresi wajah ibu yang berubah malu membuat Jongin tambah penasaran.

 

Ibu tak mengatan sesuatu, ibu hanya terus tersenyum, membuat Jongin kesal karena penasaran. Karena sangat penasaran, Jongin mendadak masuk dalam ruangan Sooyun. Tak beda jauh dari yang ibu lakukan, mata Jongin membulat sempurna dan segera keluar dari ruangan itu.

 

“apa-apaan ini??” gumam Jongin tak percaya.

 

Kalian penasaran dengan apa yang ibu dan Jongin lihat ruangan itu?? hhahaha. Mereka melihat Sehun dan Sooyun tertidur pulas di atas kasur rawat Sooyun. Mereka tidur sambil berpelukan. Tapi bukankah itu hal yang sangat biasa??. Bukan hanya itu, masalah besarnya adalah, mereka tidur tanpa mengenakan sehelai benang pun. Baju mereka berserakah di lantai. Mereka tidur hanya di tutupi oleh selimut rumah sakit. (biarkan imajinasi kalian berkembang aja yahh haha)

 

 

~Love Contract~

 

5 Bulan kemudian

 

“Yeobo. Yeobooo” Sooyung mengguncang guncang tubuh Sehun yang telah terlelap sejak tadi.

 

“ada apa sayang??” jawab Sehun dengan suara seraknya.

 

“aku mau jus kiwi” jawab Sooyun dengan nada aegyonya.

 

“malam-malam begini???” Sooyun mengangguk mengiyakan. “jangan kiwi yah. Nde..ndee..” rengek Sehun. wajah Sooyun kini berubah, bibirnya tiba-tiba manyun, menatap sinis ke arah Sehun.

 

“arrasheo..arrasheo….aku akan mengerjakannya. Tapi janji, kali ini kau yang harus meminumnya, bukannya aku” ucap Sehun akhirnya.

 

 

10 menit kemudian

 

“ini minumlah” jus kiwi pesanan Sooyun akhirnya jadi. Sehun menyodorkan gelas jus itu di hadapan Sooyun dengan sangat terpaksa. Sehun kan sangat tak menyukai Kiwi, bahkan mencium baunya saja enggan.

 

“aku sudah tak menginginkannya lagi” jawab Sooyun santai.

 

“Yakkkkkkk”

 

“Yeobo jangan salahkan aku. akukan hanya mengikuti kemauan anak kita”

 

“sayang, kau sengajakan ngerjain aku lagi??”

 

“jangan nuduh nuduh gitu dong. Ini murni kemauan anak yang ada di perutku ini” ucap Sooyun mengelus-ngelus perutnya yang sudah terlihat membuncit.

 

Saat ini Sooyun telah hamil 4 setengah bulan. Dan selama 4 setengah bulan itu, Sehun sangat menderita. Bukan gimana-gimana yah. Bukannya Sehun tak bahagia dengan kehamilan Sooyun. Tapi karena ngidam Sooyun yang tak pernah jauh dari buah Kiwi. Dan Sehun sangat membenci buah bernama Kiwi itu.

 

“hmmm…yeobo”

 

“apa lagi??” jawab Sehun masih kesal.

 

“sepertinya anak kita ingin melihat appanya meminum jus kiwi itu” ucap Sooyun dengan aegyo sambil mengerjab-ngerjabkan matanya.

 

Ya ampunnnn…belum lahir saja sudah menyebalkan seperti ini. bagaimana kalau lahir nanti hahaha. Betul apa yang di katakan Jongin minggu lalu saat Sehun curhat pada Jongin masalah ngidam aneh istrinya.

 

Flashback seminggu yang lalu

 

“Wahhh. Daebak. Anak yang ada di kandungan istrimu sudah pasti 100% adalah anak mu”

 

“YAK, tentu saja itu anak ku, kau pikir anak siapa ha??” jawab Sehun kesal ke arah Jongin.

 

“kasihan sekali anak mu itu” ucap Jongin penuh prihatin.

 

“Yak. Apa maksud mu??” tanya Sehun tak terima

 

“ karena anakmu mewarisi semua sifat buruk eomma dan appanya. Kalian berdua sama-sama menyebalkan. Maka dari itu anak mu juga menyebalkan. Bahkan belum lahir saja sudah menyebalkan. Hahahahahahahaha”

 

“YAKKKKKK KIM JONGIN”

 

“hwhahahahahahahahaa”

.

 

 

END

 

 

Waaaahhh akhirnya end juga. Maaf yah kelamaan. Soalnya author lagi liburan, karena keasikan main ehh author jadi males buka leptop. Hehehe maafkan.sebagai rasa bersalah author, author gak jadi protek ff ini ^^.

Gimana nih chapter end nya??? maaf yah kalau endnya gak bagus. Soalnya author ngerjain ini ngebut banget. Dan terimakasih bagi pembaca setia Love Contract. Maaf juga bagi komentar yang belum sempat author balas. Dan karena ini chapter terakhir, author harap masih ada yang sudi komenin ff ini. biar bisa jadi motivasi di ff author selanjudnya ^^

 

28 tanggapan untuk “Love Contract (chapter8 end) By.PutriNami”

  1. Hai hai …
    Aku pembaca baru. Ceritanya bagus, gak mudah ketebak lg. Gak nyangka tenyata cinta pertamanya sehun ntu bininya sendiri. Ok sampe ketemu di lain waktu. Bye bye.

  2. Hahaha,,,,,baca maraton ini cerita,,,,
    Bagus critanya,manis…..aq suka :-):-)
    Ditunggu karya* mu selanjutnya kakak….

  3. Ahhh sequel sequel sequel. Ne… Authornim, sequel ne (aegyo buing” sehun).
    Supaya bisa liat ke evil.an anaknya sehun sma sooyun nanti klo ada sequel.
    Fighting authornim

  4. whoohh seru banget ceritanya!! knapa ga dari dulu si sehun sadar sii. aww sweet sekali mereka >,< duhh anaknya kek gimana yaa?? jadi pnasaran wkwkwk
    tuh kann, ga tau knapa aku lebih suka sehun-sooyun dari pada sehun-irene/sensitif/ wkwk ditunggu sequelnya yaa

  5. bbhhuuuaaahahhahahahahahaa….
    jongin emang bener bgt klo ngmng.. hahaha
    anaknya bakal senyebelin sehun dan sooyun…
    endingnya lumayanlah…

  6. Huaaaaaaa akhirnya selesai juga dan sehun bertemu cinta masa kecilnya. Yes! Berakhir bahagia yeyeye. Akhirnya ngakak daahhh. Bisabisanya belom lahir udah nyusahin bapaknya hahah. Dan yah sebagai suami yg baik harus sabar yaaahhh mas sehun hahah.
    Ditunggu karya selanutnyaa. Semangaattt!!
    -XOXO-

  7. akhirnya happy ending 🙂
    aq seneng bgt….mereka akhirnya bisa bersama dlm kebahagiaan 🙂
    bahkan sooyun jg udh hamil….senangnya….
    eh tp kasian sehun jg sih, dia jd tersiksa gitu ya gara” ngidamnya sooyun,hehehe….

    ngakak bgt waktu adegan jongin sama emaknya sehun,kwkwkwkw….
    mereka brdua bner” konyol…

    ditunggu cerita lainnya kak ^__^

  8. Njiir, mereka melakukannya di rumah sakit ‘-‘ ntar dokter/suster mendadak masuk gimana dong??
    Jongin, kau dukun ya? Kok perkataanmu tepat ?
    Btw, buat sequel dunk 😀 tentang menyebabkannya anak Sehun-Sooyun, oneshot aja /kedip-kedip mata/ /dihajar/

  9. Yeyyyy akhirnya ohse sadar kalo soohyun itu irene yeyeyeye
    Mwo? Mereka melakukan itu di rumah sakit? Masih mending cuma ketauan ibu sehun sama jongin, lah kalo ketauan dokter atau susterkan errrr gimana ya? Malu udah pasti wkwkwkwk
    Wkwk kasian anak sehun belum lahir aja udah bisa ngerjain sehun kaya gitu :v apa lagi kalo udah lahir haha

  10. aku terhura….sangat” terhura…romantis tapi lucu…
    author sukses membuat ending yg berkesan buat aku…
    prookkkkproookkkkk *clap* buat author!!!!!!!!

  11. Huaaa Ff yg ku tunggu tunggu Akhirnya di Up juga 🙂
    Eehh…Udah End? Bner bner udah END???

    Hufft.. Akhirnya sehun and irene sama” tau kalo mereka temen masa kecil.

    Hahahaha.. Irene ngidamnya bikin sehun sengsara gegara Kiwi..wkwkwk
    Duh..duh.. Endingnya bikin ngakak kak..kkk
    Aku suka loh kah^^
    Ada squel kah? Walau pendek juga gpp kak..hihihi
    Kalau ada ku tunggu ya kak.

    And ditunggu cerita yang lainnya^^
    Fighting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s