[EXOFFI FREELANCE] Hi, The One (Chapter 5a)

hi-the-one

a fanfic by drixya

HI, THE ONE

with Allena Wu (OC), Oh Sehun and find by yourself.

Genre(s) : Romance, Friendship, Hurt || Rating : PG-15 || Length : Chaptered || Warning! Work in progress.

I own nothing, but storyline and OC. Beautiful poster credits to Xyoblue.

Prev : [1] Do You Miss Me? || [2] Something Has Changed || [3] Too Confusing || [4] Caused of Me

Piece 5a : I know, I can’t leave him

E—X—O

Sehun is calling.

Untuk kesekian kalinya kalimat itu tertera di layar ponsel Allena. Untuk kesekian kalinya pula Allena mengabaikannya. Sudah hampir sepekan semenjak hari dimana Seungwan menjelaskan sebuah kebenaran padanya, Allena tak melakukan kontak apapun dengan Sehun.

Tak peduli seberapa sering Sehun menelpon serta mengiriminya pesan singkat. Pun Sehun berusaha menemuinya di kampus, Allena selalu berhasil dengan alasan ‘aku masih ada kelas’ atau ‘aku sedang banyak tugas’. Bila Sehun mengunjungi rumah Seungwan, Allena akan meminta sahabat sekaligus tuan rumah untuk berdalih ‘Allena tertidur, sepertinya dia kelelahan’, atau ‘Allena tidak di rumah, dia mengerjakan tugas kelompok’.

Terdengar jahat memang, tapi Allena juga tak bisa memikirkan cara lain untuk menetralisir perasaannya kembali. Dan menghindari Sehun adalah jalan terbaik bagi Allena untuk sementara ini. Ia harus dapat berpikir jernih dulu untuk menentukan tindakannya yang selanjutnya.

Setelah mengetahui itu, apa kau masih akan bertahan dengannya?

Pertanyaan Seungwan tempo hari yang menjadi dasar sikapnya kini. Tak hanya Seungwan yang bertanya, dirinya pun menanyakan hal serupa. ‘Apa kau masih akan bertahan dengannya?’ Allena tidak tahu atau mungkin…tidak berani untuk tahu. Walau ia memang penyebab atas perubahan seorang Oh Sehun. Tapi hati wanita mana yang tidak sakit setelah melihat lelaki yang dicintainya bermesraan dengan wanita lain?

Di tengah rasa bersalah dan rasa sakitnya itulah, Allena mencoba mencari jawabannya sendiri.

“Apa ada yang menarik di bawah sana?”

Kesadaran Allena ditarik tiba-tiba oleh suara lelaki di sampingnya. Ia menoleh, mendapati Jaewon tengah menyapanya dengan seulas senyum.

“Entah…Hanya sedang memikirkan sesuatu.” Netra Allena kembali teralih pada halaman depan kampus, sementara lengannya tertumpu pada pembatas balkon lantai dua gedung A kampusnya. Tak ada yang menarik di sana, kecuali hilir mudik penghuni kampus.

Jaewon mengangguk mengerti. Yakin bahwa Allena masih memikirkan soal kebimbangannya akan Sehun. Sejujurnya, Jaewon masih tidak tahu hubungan semacam apa yang Allena dan Sehun jalani. Pasalnya, sepanjang yang ia tahu, Sehun adalah tipikal lelaki yang tak pernah menjalin ikatan serius dengan seorang gadis. Sehun cenderung menganggap gadis-gadis yang ia kencani sebagai kesenangan belaka.

Semua mantan teman kencan Sehun—yang menurut Jaewon bodoh—pun tak peduli soal itu. Bagi mereka yang terpenting hanyalah dapat berkencan dengan lelaki setampan Sehun meskipun harus dicampakkan juga pada akhirnya. Mungkin mereka pikir, menyandang status sebagai ‘mantan-teman-kencan-Oh-Sehun’ merupakan sebuah kebanggan tersendiri.

Tapi Allena…Dia berbeda. Gadis itu tampak begitu terluka hanya karena menyaksikan Sehun bercumbu dengan gadis lain. Yang sebenarnya bukan pemandangan aneh bagi gadis manapun di kampus ini. Pasti ada yang spesial di antara Allena dan Sehun. Tapi apa? Mengapa gadis sebaik Allena dapat terikat sesuatu dengan lelaki sebrengsek Oh Sehun?

“Ayo, ke kelas.” Ajak Jaewon, memutuskan berhenti mengambil pusing hubungan Allena dan Sehun.

***

Son Seungwan berderap cepat. Masa bodo jam pelajarannya akan dimulai beberapa menit lagi. Tujuannya saat ini jauh lebih penting. Derap terakhirnya tercipta tepat di pinggir lapangan indoor. Di tengah sana, seorang pemuda jangkuk tengah tenggelam dalam dunianya sendiri. Berlari sambil memantulkan bola basket, kemudian men-shoot-nya ke net.

“Tidak bisakah kau berhenti?”

Laju si pemuda reflek terhenti. Terpaksa menoleh ke sumber suara. Begitu yang ia dapati bukan-lah Allena, ia kembali menggerakan tungkainya menuju jaring. Siapa Seungwan menyuruhnya berhenti? Ia tengah melampiaskan kekesalannya—karena diabaikan Allena—pada permainan basket. Tidak bisakah orang lain tidak mengganggunya?

“Berhenti berkencan dengan gadis-gadis murahan itu, I mean.” Sambung Seungwan seolah dapat membaca perkiraan Sehun, si pemuda.

“Apa urusannya denganmu?” Tanya Sehun tanpa menghentikan self game-nya.

Gadis Son menarik napas dalam-dalam. Berharap emosinya dapat terkendali atau kamera yang terkalung di lehernya akan menjadi korban karena ia lemparkan pada wajah si pemuda Oh. Nada suaranya ia sengaja tinggikan, “memang bukan urusanku. Tapi ini demi Allena. Dia sudah disini, apa itu tidak cukup untukmu?”

Kedua tangan Sehun menekan bola dengan kuat. Tanpa berniat menatap Seungwan. “Kau tidak tahu apa-apa, Son Seungwan.” Ujar Sehun dengan suara dalam dan penuh penekanan.

“Tidak-kah kau memikirkan perasaannya kalau dia tahu siapa dirimu sekarang?!” Seungwan berteriak, teramat kesal pada sahabatnya tersebut. Ia tidak tahan tiap hari melihat Allena terus saja termenung, memikirkan lelaki itu.

Namun ucapan Seungwan berdampak buruk bagi Sehun. Kemarahan menguasai dirinya. Ia lantas berbalik, menatap Seungwan dengan maniknya yang dipenuhi kabut gelap. Nyali Seungwan hampir menciut kalau saja ia tak teringat raut sedih Allena.

“Ku tekan-kan sekali lagi, Seungwan. Ini bukan urusanmu.” Geram amarah mendominasi vokal Sehun.

Seungwan benci sekali mendengar kekeras-kepala-an Sehun. Tadinya, Seungwan ingin menginfokan pada Sehun bahwa Allena melihatnya berciuman dengan seorang gadis. Tapi respon Sehun membuat Seungwan mengurungkan niatnya. Ia balas menatap galak Sehun, meskipun sepertinya tak berpengaruh pada pemuda Oh.

Sedikit menaikkan dagunya, Seungwan menunjukkan gestur menantang sembari berujar tegas, “baik, kalau menurutmu begitu. Tapi ingat, aku tidak akan menyalahkan Allena jika sewaktu-waktu dia meninggalkanmu lagi.”

Kemudain beranjak dari ruang olahraga tersebut dengan langkah cepat. Enggan berlama-lama melihat wajah menyebalkan Oh Sehun.

Kalimat Seungwan jelas merupakan peringatan. Sehun tahu. Dan itu membuatnya semakin kesal. Memikirkan Allena yang bisa saja meninggalkannya—jika tahu kebenaran tentangnya—terasa mengerikan. Membayangkannya saja Sehun takut.

“ARGH!!” Sehun menghempas bola basketnya dengan sangat keras. Berusaha mengenyahkan bayangan Allena yang menjauh dari pandangan.

Bagaimana jika Allena benar pergi dari sisinya? Sehun menggeleng. Tidak. Allena tidak akan meninggalkannya. Allena pasti akan mengerti mengapa dirinya menjadi seperti ini, pikir Sehun. Ya, pasti Allena mengerti.

***

“…minggu depan, aku ingin melihat tugas kalian sudah ada di atas mejaku.”

Sang dosen segera berlalu dari kelas, tak mau peduli gerutuan protes yang sayup-sayup terdengar olehnya. Jaewon salah satu dari mereka yang menggerutu akan deadline yang dosen tetapkan. Jika tugasnya tak banyak, mungkin Jaewon masih dapat mentolerirnya. Ya, tapi mau bagaimana lagi? Ia hanya mahasiswa yang tak diperbolehkan bersebrangan dengan ketetapan dosen.

Shit! Aku ingin sekali membenci Dosen Jung. Tapi sialnya nilaiku bergantung pada dia. Kau mau mengerjakan bersamaku, Allena?” Kata Jaewon pada gadis yang duduk di sampingnya. Berhubung mereka masih berada di kelas dan malas beranjak dari kursi.

Allena tampak berpikir sesaat. “Why not? Sekalian kita kerjakan di luar, bagaimana? Aku butuh suasana baru.”

“Ow~ Ada yang butuh suasana baru, rupanya?” Jaewon menaik-turunkan alisnya. Mengundang senyum geli Allena muncul di paras rupawannya. “Ok, aku akan mengajakmu ke tempat bagus nanti.”

Si gadis melipat dadanya, sambil menampilkan senyum miring—yang anehnya terlihat manis dipandang Jaewon. “Awas saja kalau berbohong padaku. Aku akan mencin—”

“‘Mencin’ apa? Mencintaiku?” Pemuda Jung terkekeh sendiri pada ucapannya. Namun bak es yang meleleh, kekehan Jaewon hilang perlahan kala ia menyadari terdapat sesuatu yang aneh pada Allena. Gadis itu terdiam dengan pandangan yang seolah terfokus pada sesuatu. Begitu ia mengikuti arah pandang Allena, ia tahu apa penyebabnya.

Oh Sehun.

***

Seharusnya, perasaan bahagia menjadi satu-satunya rasa yang mendominasi relung hati Allena ketika ia berhadapan dengan sosok yang sejak lama ia cintai. Hanya saja, kini ‘bersalah’ dan ‘sakit hati’ turut serta berperan di dalamnya. Tak mau kalah.

Berbanding terbalik dengan Sehun. Rindu dan takut kehilangan menjadi pemeran utama perasaannya seusai sang pujaan berada tak lebih satu meter darinya. Terkadang Sehun bertanya pada diri sendiri, seberapa dalam cintanya pada Allena? Lidahnya tak dapat menjawab, namun hati serta debar jantungnya selalu dengan suka rela memberi tahu jawabannya.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” Allena memberanikan diri memecah sunyi. Saat ini ia dan Sehun berada di ruang kelas Allena tadi yang untungnya belum akan digunakan kelas lain dalam waktu dekat. Bila kalian tanyakan dimana Jaewon, sesuai ucapannya pada Allena, ia ke kelas berikutnya terlebih dulu. Membiarkan Sehun dan Allena untuk berbicara, meluruskan keadaan yang tidak nyaman diantara mereka.

Sehun maju selangkah. “Apa aku melakukan sesuatu yang menyakitimu?”

Ya, hatiku sakit karenamu!

“Apa kau marah padaku?”

Aku hampir gila karena ingin marah padamu tapi…tidak bisa

“Jika iya…Aku minta maaf.”

Sialnya, maafku selalu tersedia untukmu

Allena mematung lantaran tanpa peringatan, si pemuda menarik tubuhnya hingga mereka berada dalam satu dekapan.  Sehun menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Allena. Perasaan takut dijauhi lagi oleh si gadis begitu kuat.

Tak ada kata-kata yang terucap oleh bibir Sehun setelah itu. Namun keheningan yang mengisi di antara keduanya seakan cukup menggambarkan seluruhnya. Allena bawa lengannya memeluk punggung Sehun. Tanpa bersuara barang setitik, Allena telah mengisyaratkan pada dirinya sendiri.

Bahwa ia tidak bisa meninggalkan pemuda itu.

***

Dibalik pintu ruangan Allena-Sehun berada, seseorang bersandar pada tembok disana. Sedari tadi mencuri dengar percakapan kedua insan yang di dominasi oleh Sehun.

“Dia memang harus dihentikan.”

To be continued…

21 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Hi, The One (Chapter 5a)”

  1. Kok degdegan yaa. Kok nyesek yaaaa ._.
    Seungwan harusnya meledak gitu aja biar sehun tau rasaaaaa. Kasian allena. Nyesek banget loohhh ituh u.u
    Ditunggu chapter 5b nyaah. Semangaaaattttt!!!
    -XOXO-

  2. Ihh., sehun bikin kesel ah.
    Sehun nanti kamu nyesel loh klo gx segera di hentikan kelakuan mu yg melenceng itu.

    “Dia memang harus dihentikan.”
    Geu saram nugu?
    Jaewon or seunghwan?

    Next kak dtunggu klanjutanya^^

  3. Sehun kenapa kau keras kepala sekali, berhentilah berkencan dengan gadis gadis aneh itu, allena direbut jaewon baru taukan wkwk
    Wah siapa yang mau menghentikan siiapa? Next next thor (y)

  4. Yaaahh aku ketinggalan tau tau uda chapter 5a hftt..
    Tadi aku ngebut bacanya nyari dulu chapter4 wkwkwk
    Hmm makin kesini makin greget yaa bikin baperrr euyy kasian allena pst dia kejebak sama perasannya sendiri antara bersalah sama sakit hati dua2nya bikin dia bingung berakhir dg dia yang ngejauhi sehun tapi sayang mereka itu emg gak bisa jauh ahh seruu aku tunggu yaa kelanjutannya kak ^^
    Fightingg!!

    1. Widih sampe ngebut segala, jadi terharu /ambiltisu/ makasih ya ‘-‘/
      Cuma aku yg bisa misahin Hun-Alle /kibasrambut/ /apaansih/

      Makasih udh baca dan komen ^^

  5. Hmmm… ‘dia harus dihentikan…’
    Siapa? Alle? Sehun?
    Ngarep aja mbak sm tembok, alle sm sehun mahhh dua kutub berbeda yg kalo udh mulai berdekatan saling tarik-menarikk #tsaaahhhh

    cewek yg ditolak sama sehun tapii ttp bersikukuh itu kyknya… Kayaknya juga kmrin org yg nyuruh alle ke tmpt sehun *yg berakibat pemandangan menyakitkan terpampang jelas dimata alle* juga org suruhan di ‘oknum’ deh… #asumsiku

    Well, kita tinggal tunggu kelanjutannyaa yohohohhoho

    1. ‘ngarep aja mbak sama tembok’ walah jadi galakan kamunya ini daripada Alle wkwk 😂😂

      Boleh ditunggu tapi jgn diarepin bikos ga janji fast update heuheu

      Makasih udh baca dan komen ^^

  6. dihentikan apanya??? siapa yg mau dihentikan… ohh ya ampun segitunya yaa alle gampang maafinnya…duhhh terhura lg kan aku,,,
    ditunggu next chapternya

  7. dia memang harus dihentikan? siapa itu yah kira kira mungkinkah sahabat allena (Son Seungwan) ahh semakin penasaran,sama ini,lanjutannya, kapan balik lagi ke chapter 5 b nya?

    1. Kira2 siapa ya? 😂
      Huhu but sorry kak chap 5bnya blum bisa update minggu2 ini T-T
      Doain aja moga wb nya cepet2 minggat heuheu
      Makasih udh baca dan komen kak~ ^^

    2. Okke okke deh moga minggu ini,bisa langsung update sampai chapter 7nya kali kalau bisa bhahaha :v

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s