[EXOFFI FREELANCE] Miracle in December (Chapter 2)

Title                     : Miracles In December (Chapter 2)

Author                 : Kim Hazzel

Length                 : Chapter

Genre                  : Romance, Friendship, Brothership, Sad.

Rating                 : Teen

Main Cast :

     Oh Sehun

     Xi Luhan

     Choi Ah Ri (OC)

     Lee Stella (OC)

Additional Cast :

     Member EXO

     Ji Yoon Hee (OC)

     Ji Gwang Soo (OC)

     Kim Hyeri (OC)

Summary :

Suara ini. Perasaan ini. Ini hanya bisa kurasakan ketika berada didekatmu.

Desclaimer          : Hello readers semua. Ini ff buatan author sendiri. Hasil karya author 100%. Ini ff lanjutan Miracles In December. Semoga masih sesuai reader semua.

^^Don’t bash. Don’t be silent readers. Tinggalkan jejak setelah membaca. Warning, typo bertebaran. Terima Kasih.

^^SELAMAT MEMBACA ^^

[Chapter 2]

 

Kyoto, Jepang
2015

 

Gempa bumi telah melanda Kyoto Jepang. Saat ini hanya ada puing-puing bangunan yang runtuh serta banyaknya tubuh yang sudah terbujur kaku. Tak lupa ada juga tangis yang menghiasi keadaan saat ini. Melihat hal itu, Luhan menatapnya miris. “Jika kau disini hanya untuk melihat lebih baik kau kembali ke Amerika saja,” kata seorang gadis yang memakai jas dokter sepertinya. Ya, saat ini ia sedang menjadi relawan di Kyoto Jepang.

 

Luhan hanya tersenyum menanggapi gadis itu. “Kenapa kau tertawa? Apakah menurutmu aku sedang bercanda?” tanya gadis itu dan lagi-lagi Luhan hanya tersenyum.

         

“Dr. Stella,” panggil salah satu anak buah gadis itu. “Ada orang yang ingin menerobos masuk ke ruang operasi medicube,”tambahnya.

         

“Apa? Siapa?”

 

Laki-laki itu mengacak-acak rambutnya,”Dr. Samuel. Aku sudah memberitahunya kalau dia tidak bisa menerobos dan mengoperasi pasien begitu saja tapi…”

Belum selesai laki-laki itu menjelaskan, Stella sudah berdiri tepat didepannya sambil memegang pundak juniornya itu.

 

“Kau pikir kita ada dimana sekarang? apa kau pikir kita ada di Amerika?” katanya sambil menatap juniornya kejam, “Lihat sekelilingmu! Ini keadaan darurat. Ijinkan saja dia, lagipula dia dokter yang hebat. Lebih hebat darimu.”

         

“Stella…” panggil Luhan yang menurutnya gadis itu sudah mulai emosi. Bukannya mendengarkan Luhan, ia terus menatap juniornya seakan ingin memakannya bulat-bulat.

         

“Apa yang kau lakukan disini? Cepat periksa korban lainnya.” perintahnya.

         

“Ya profesor,” kata laki-laki itu lalu pergi secepat mungkin. Luhan hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan gadis itu.

         

“Kau! Jika kau tetap diam disini aku akan mengembalikanmu ke Amerika!” katanya pada Luhan lalu pergi memeriksa korban yang lainnya. Sepeninggalnya, Luhan masih saja tersenyum melihat gadisnya itu. Apa? Gadisnya? Bukankah itu sangat kejauhan? Memikirkannya pun ia tersenyum. Gadis yang sangat kejam menurutnya, tapi bisa sangat lembut juga. Benar-benar tipenya.

 

 

***

 

“Hyung.. kenapa kau diam saja dari tadi?” tanya Chen kepada Xiumin. Langsung saja semua member melihat ke arah Xiumin begitu juga dengan Yoon Hee dan Gwang Soo yang saat ini sedang bersama member EXO di rumah kakek Chan.

 

“Kurasa aku tadi melihat Luhan,” katanya. Mendengar hal itu semua member langsung menghentikan semua aktifitasnya, termasuk Sehun.

 

“Hya.. apa kau bercanda,” kata Baekhyun sambil melihat ke arah Sehun yang masih saja diam. Semua member tahu, sejak kepergian Luhan di EXO, Sehun lah yang paling sedih. Ia menjadi sangat sensitif.

 

“Dimana kau melihatnya?” kini giliran Suho yang bertanya.

 

“Di SM,” jawabnya singkat yang langsung dijawab tawa oleh member kecuali Sehun.

 

“Hyung, itu tidak mungkin. Memangnya ada urusan apa lagi dia ke SM?” Kata Chen,”Menurutmu bagaimana Sehun? Tidak masuk akal kan?” tambahnya.

 

Sehun meletakkan gelas yang sedari tadi dipegangnya dan berdiri dari sofa, “Mungkin saja. Tapi…” katanya menggantung, “itu bukan urusanku lagi,” tambahnya lalu meninggalkan semua member.

 

 

 

(bunyi bel rumah)

 

“Ah.. biar aku saja yang membukanya,” tawar Yoon Hee. Ia pun langsung menuju pintu yang hanya berjarak beberapa meter dari ruangan berkumpul tadi. Sementara para member sibuk menyalahkan diri mereka masing-masing karena membahas Luhan sehingga membuat Sehun sensitiv.

 

“Annyeong Hasseyo.”

 

Sehun menghentikan langkahnya ketika mendengar suara itu. Suara yang sangat sangat… Apa ini? Kenapa jantungnya berdegup dengan kencang? batinnya sambil memegang dadanya yang sangat terasa sesak.

 

 

***

 

TBC. Tunggu chapter selanjutnya dan jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Terima Kasih  ^^

 

 

8 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Miracle in December (Chapter 2)”

  1. Ikutan berenti napas cobaaa hahah. Itu luhan? Ohmayyyyy ._.
    Tapi ini terlalu singkat. Berharap bisa lebih panjang lagiihhh hehehe.
    Baca next chapter aahhh. Semangaattt!!
    -XOXO-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s