Stuck On You! (Chapter 5) – Shaekiran & Shirayuki

Stuck on You!

Stuck On You!

A Colaboration FanFiction By Shaekiran & Shirayuki

Main Cast

Bae Irene, Oh Sehun, Park Chanyeol, and  Son Wendy

Genres

School life, romance, funny, friendship, AU etc.

Length: Chapetered

Rating: Teenagers

Disclaimer

Ada yang kenal dengan author dengan pen name Shaekiran atau Shirayuki?

Cerita ini adalah hasil buah pikiran kami berdua.Merupakan sebuah kerja keras dari dua buah otak yang terus saja bersinergi untuk merangkai ratusan kata demi kata hingga menjadi sebuah cerita utuh.Hope you like the story. Happy reading!

Previous Chapter

Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | [NOW] Chapter 5 |

“It’s Okay, It’s Love.”

 

[ CHAPTER 05 ]

 

Author’s Side

Suasana ruangan tertutup itu masih sama. Instrument band menghentak berdampingan dengan suara powerfull dan aksi panggung sang idola dari atas panggung. Ratusan manusia yang melompat dan berteriak, kecuali 2 manusia yang terdiam kaku di antara kerumunan itu.

Chanyeol dan Wendy sama-sama membulatkan matanya. Selama sedetik mereka berada dalam posisi itu dan selama sedetik itu pula waktu seakan berhenti diantara mereka, hanya menyisakan keheningan dari bibir yang saling menempel tanpa sengaja itu. Sensasi yang tak bisa mereka ungkapkan  tercipta dalam detik itu. Hanya sedetik, lalu detik berikutnya mereka sama-sama sadar lalu reflek mundur ke belakang hinga menabrak manusia di belakangnya yang asyik melompat-lompat.

“Ma..maaf.”, Hanya kata itu yang meluncur dari bibir kedua manusia itu, namun naas, terlalu banyak manusia disana. Tak ada yang terdengar, tak ada yang mengerti ataupun saling peduli, bahkan kini raga mereka berdua terseret arus manusia yang asyik dengan dunianya sendiri itu.

“Wendy, wen…wen..Aish..”

“Chan…Chanyeol, kunyuk…eugh

Detik selanjutnya mereka terpisah, termakan kerumunan orang yang tidak menyadari kejadian selama beberapa detik itu.

^^

“Bagaimana ini?”, gumam Wendy pelan sambil mondar-mandir di pintu keluar. Ya, setelah usahanya berdesak-desakkan dengan fans lainnya setelah konser selesai akhirnya gadis itu bisa sampai di pintu keluar. Sudah 15 menit gadis itu mondar-mandir di sana tapi dia belum juga melihat batang hidung Chanyeol. Malahan yang nampak di mata gadis itu adalah banyak fans yang kehabisan tiket atau bahkan  tidak punya cukup uang membeli tiket  berdiri di luar gedung sambil memegangi stand yang berisi pujian untuk Yesung, “sepertinya mereka menunggu Yesung keluar.”, batin Wendy yang kini teralihkan karena banyaknya fans yang berteriak dan blitz kamera disana-sini.

“Jangan bilang kalau dia pulang duluan dan meninggalkanku sendirian disini. Kunyuk itu benar-benar..”, batin Wendy gelisah saat fokusnya kembali, dia terus saja mondar-mandir dan sesekali celingak-celinguk ke dalam gedung tanpa memperdulikan suara dan kilatan blitz kamera yang bersaut-sautan.

“Ah, Chan..”

Trakk!

“Eh?”

Belum selesai dia menyelesaikan kekagetannya karena melihat Chanyeol yang berlari ke arahnya, kini Wendy harus kaget untuk kedua kalinya karena kini Chanyeol sudah menarik tangannya untuk ikut berlari dengannya. Belum lagi blitz kamera yang membuat aksi mereka menjadi semakin dramatis.

Wae?”, tanya Wendy ngos-ngosan karena jujur olahraga adalah kelemahan gadis itu dari dulu.

“Pokoknya jangan lihat ke belakang.”, jawab Chanyeol sambil terus berlari. Bukan Wendy namanya kalau penurut.S edetik kemudian gadis itu sudah memalingkan wajahnya sambil terus berlari dan nampak baginya kerumunan gadis berseragam SMA ataupun baju bebas mengejar mereka. Gadis itu mengenalinya. “Jadi daritadi dia dikejar fansnya?”, batin Wendy sambil memalingkan wajahnya cepat. Bisa mati dia kalau mereka sadar kalau Chanyeol datang dengannya ke konser.

“Pantas saja kau bilang jangan lihat ke belakang.”, lanjut Wendy kemudian sambil terus berlari di belakang Chanyeol, tentu saja dia kalah cepat dengan lelaki yang terbiasa mendribble bola sambil berlari itu.

“Pokoknya aku tidak akan melepaskan tanganmu lagi.”, kata Chanyeol kemudian sambil berbelok ke sebelah kiri dan bukannya ke arah gerbang yang masih berisi banyak fans Yesung itu.

“Maksudnya?”, lanjut Wendy tak mengerti.

“Maksudnya kau harus memanjat tembok sekarang.”, balas Chanyeol sambil menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah tembok setinggi 2 meter.

Mwo?!”, pekik Wendy kemudian sementara Chanyeol hanya tersenyum masam.

“Kalau tidak bersiaplah dibunuh fansku.”, kata Chanyeol yang membuat Wendy langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.

Arasseo, ayo memanjat.”, putus gadis itu pasrah.

 

^^

 

Sehun’s Side

“Se-Sehun, kau masih kuat lari?” , aku hanya mendenguskan nafasku kesal saat Irene dengan seenaknya kembali menarik tanganku. Sebenarnya terbuat dari apa badan gadis ini sehingga dia tidak capek juga setelah lari begitu jauh dan sekarang berlari lagi?

“Hei manis, kenapa lari?”, dan sekarang aku bisa melihat sekumpulan pria itu juga berlari mengejar kami. Asih, sialan. Bagaimanapun juga aku tidak mungkin melawan 8 orang bertubuh kekar itu, apalagi Irene. Sepertinya segila-gilanya gadis ini pun tetap tidak mungkin dia bisa megalahkan manusia-manusia sialan yang berlari di belakang kami itu.

“Hun, kau tidak bisa beladiri? Pukul saja bagaimana?”, aku mendecakkan lidahku saat Irene dengan seenaknya mengeluarkan ide gila yang bisa membuatku tinggal nama. Bagaimanapun juga aku ini anak rumahan, bukan berandalan. Bagaimana bisa aku memukul orang sebanyak mereka?

‘Sudahlah, pokoknya lari.” Kataku kemudian sambil menarik Irene berlari semakin kencang. Semoga saja gadis kurang waras ini masih kuat. Aku benar-benar tidak mau bonyok padahal besok aku harus maju ke podium dan memberikan pengumuman perihal pentas seni yang baru saja disetujui kepala sekolah. Tidak, itu tidak boleh terjadi.

“Hah..hah…”, sekarang aku bisa mendengar suara ngos-ngosan Irene sementara aku sendiri juga sebenarnya ngos-ngosan. Dimana kami sekarang? Ku lirik ke belakangku dan syukurlah, mereka tidak mengejar kami lagi. Dengan cepat aku segera menghentikan langkahku yang otomatis membuat Irene juga ikut berhenti.

Wae?”, tanyanya dengan keringat bercucuran dari pelipisnya. Huh, bahkan sekarang Irene terlihat cantik. Apakah mataku rabun saat malam hari? Sepertinya sekarang aku mengidap rabun senja karena merasa Irene semakin cantik saja.

“Ki..kita..hosh.. sudah aman. Hosh..”, kataku sambil menstabilkan nafasku. Aish, aku benar-benar capek sekarang.

“Syukurlah.”, kata Irene kini sambil mendudukkan badannya di jalan. Sepertinya dia benar-benar kelelahan. Mau tak mau aku kemudian melakukan hal yang sama dengannya, duduk sambil meregangkan otot-ototku. Biarkan saja orang yang lalu lalang menganggap kami gila, toh badan kami minta istirahat. Berlari terus menerus itu benar-benar melelahkan.

Tes..tes

Ya! Hujan!”, pekik Irene kemudian sambil berdiri dari duduknya. Dengan cepat gadis itu langsung meletakkan tasnya di atas kepalanya.

“Mau ke café sebentar?”, tawarku kemudian sambil menunjuk sebuah café tak jauh di depan kami. Dan dengan secepat kilat gadis itu langsung menarik tanganku menuju tempat yang ku maksud.

Kajja, aku yang traktir. Lagipula aku pulang les jam 7.” Lanjutnya yang membuatku mau tak mau melirik jam yang bertengger di tangan kiriku. Setengah 7? Jadi gadis ini memanfaatkanku agar dia bisa pulang ke rumah seperti baru saja pulang les? Dasar!

^^

 

Chanyeol’s Side

Ya Park Chanyeol, dimana kita sekarang?”, tanya Wendy saat kami sudah menghentikan aksi kejar-kejaran kami. Hah, dimana? Sepetinya ini di dekat Namsan Tower. Ah, benar saja. Kini aku bisa menangkap sebuah benda berwarna-warni berkelap-kelip menjulang tinggi tak jauh dari tempat kami sekarang.

Gwenchana. Aku tau kita ada dimana dan aku tau jalan pulang.” , jawabku kemudian yang langsung membuat Wendy lega. Gadis itu kemudian menekuk kedua kakinya karena kelelahan.

Tes…Tes…

“Oh, hujan.”, pekikku kemudian saat sadar beberapa tetes hujan kini membasahi bajuku. Hei, ini menyenangkan. Aku sangat menyukai hujan, apalagi hujan di Seoul. Hujan ini datang di saat yang tepat.

Ya! Apa yang kau lakukan? Kemarilah.” perintah Wendy kemudian yang ternyata sudah memegang sebuah payung berwarna biru muda. Aku mendecakkan lidahku, gadis ini benar-benar tidak asyik.

“Kenapa kau memakai payung?”, tanyaku kini yang sudah berdiri di depan Wendy dan mengambil alih memegang payungnya. Bagaimanapun juga dia pasti kesulitan memayungiku yang jelas lebih tinggi darinya.

“Tentu saja agar kita tidak sakit.”, jawab Wendy polos. Aku tersenyum miring, dia tidak tau cara menikmati hujan.

Trakkk!

Kini bisa kulihat mata kaget Wendy saat payungnya sudah tergelat begitu saja di tanah sementara air hujan kini menghujamimnya bertubi-tubi.Dalam hitungan detik kini Wendy basah kuyup.

Ya! Kenapa kau melempar payungnya?”, tanyanya yang kini berusaha mengejar payungnya yang kini bergelinding di jalan karena aku baru saja usil melemparkan payung itu, dan dengan secepatnya pula aku langsung menahan tangan Wendy, membuatnya kini menatapku dengan tidak bersahabat, seperti biasanya.

Ya!”, pekiknya kesalnya.

“Kau harus tau menikmati hujan.”, kataku kemudian sambil menarik Wendy menari di bawah guyuran hujan malam  di Seoul.

 

Author’s Side

Mata Sehun dan Irene terpaku di tempat. Secangkir cappuccino panas dengan asap yang masih mengepul-ngepul di depan mereka buktinya tak bisa membuat 2 pasang mata itu memalingkan pandangannya dari luar café. Nampak disana dua orang berseragam SMA dengan tas yang masing terpasang sempurna di punggung mereka  tengah menari-nari tak jelas di tengah hujan tanpa memperdulikan pandangan orang lewat yang dominan memakai payung.  Mereka terlalu menikmati hujan, hingga tak sadar kalau ada 2 pasang mata yang menatap mereka tanpa berkedip dari dalam café.

Itu Chanyeol dan Wendy ‘kan? Bagaimana bisa?”, batin Irene tak bisa menutupi keheranannya, bahwa dia tidak peduli kalau sekarang jam sudah menunjukkan pukul 7 yang berarti dia harus segera pulang ke rumah.

“Sepertinya mereka menikmatinya, padahal setauku Wendy membenci hujan.”, kata Sehun kemudian sambil meneguk Cappucinonya , membuat manik Irene kini  terfokus ke Sehun.

Dia cemburu?”, batin gadis itu dalam diam, memperhatikan setiap gerak-gerik gelisah Sehun yang meneguk cappucinonya cepat-cepat, tak peduli kopi itu mulai membakar lidahnya sendiri karena masih terasa panas.

“Irene, kau tidak mau pulang? Sekarang sudah jam 7.”, lanjut Sehun setelah meletakkan cangkir kopinya di meja. Irene hanya mengangguk ringan.

“Baiklah, aku pulang dulu.”, sahut Irene kemudian sambil berdiri dari duduknya.

“Tunggu, aku akan mengantarmu pulang. Setidaknya kau punya teman berlari kalau saja ada preman yang menggodamu di jalan. Ini sudah malam.”, lanjut Sehun kemudian sambil setengah tertawa. Irene mendengus, “Akhirnya dia tertawa.”, batinnya sambil meng-iya-kan ajakan Sehun.

Kajja.”, kata Sehun meski kini matanya kembali terpaku keluar café. Ke arah 2 manusia yang terlalu mencintai hujan itu. Sedetik kemudian lelaki membelalakkan matanya entah karena apa. Hingga detik selajutnya pandangan Sehun sepenuhnya gelap.

“Jangan, kau jangan melihatnya Sehun-ah.”, pinta Irene yang kini meletakkan tangannya menutupi kedua manik Sehun hingga lelaki itu tidak bisa melihat.

Irene mencelos, entah kenapa hatinya menyuruh dia melakukan ini meski otakknya ingin bersikap masa bodoh. Yang ada di pikirannya adalah membiarkan Sehun, namun hatinya menolak. Dia tidak ingin Sehun terluka.

^^

Wendy tertawa lepas, menyadari tingkah bodohnya sekarang.Ingin rasanya dia berlari menembus hujan dan berteduh karena payungnya yang sekarang sudah terbang entah kemana, tapi kakinya menolak untuk pergi. Gadis itu mendengus kesal. Bisa-bisanya kakinya berkhianat dengan mengikuti ajakan Chanyeol, si pecicilan yang sering dia panggil kunyuk itu untuk menari berbasah-basahan di bawah hujan.

Raga Wendy bergerak bebas ke kiri dan kanan, bahkan tak jarang dia mengikuti gerakan-gerakan konyol Chanyeol yang menurut logika sungguh kekanakan. Lelaki berperawakan tinggi itu tak nampak seperti kelihatannya, sepertinya suara beratnya tak bisa menjamin kalau tingkah Chanyeol masihlah kekanak-kanakan. Orang waras mana yang rela bermain hujan di malam hari di kota metropolitan bernama Seoul? Jawabannya hanya satu, Chanyeol dan seorang gadis yang sukses dia hasut, Son Wendy.

“Bagaimana? Kau menikmatinya ‘kan? Hujan tak semembosankan presepsimu.”, terang Chanyeol yang kini menggenggam tangan Wendy sambil berjalan memutar membentuk lingkaran. Wendy tersenyum masam, mengakui kalau perkataan Chanyeol yang dibencinya itu benar adanya. Hujan tak semembosankan itu.

Arraseo. Kali ini aku mengaku kalah.”, aku Wendy kemudian sambil mengikuti gerakan Chanyeol yang sudah masuk putaran ke-2.

“Wendy-ah.”, lirih Chanyeol kemudian sambil menghentikan gerakannya yang otomatis membuat gerakan Wendy ikut berhenti.

“Kau tahu, kau membuatku gila akhir-akhir ini.”, aku Chanyeol kemudian sambil menatap Wendy intens, membuat gadis yang dimaksud hanya balas menatap lelaki itu bingung.

Wae? Bukankah kau memang gila sejak dulu?”, balas Wendy tak mau kalah. Chanyeol lantas tertawa kecil, kemudian memperdekat jaraknya dengan Wendy.

“Masalahnya kegilaanku berbeda dengan  biasanya.”, lanjut lelaki itu sambil tersenyum misterius yang semakin menimbulkan tanda tanya di kepala Wendy.

“Awalnya aku sangat membencimu karena kau dengan tidak bertanggung jawab sudah menurunkan pamorku, yah..kau ingat kejadian di kantin kan? Aku benar-benar kesal denganmu saat itu. “

Ya! Tapi itu..”, perkataan Wendy lantas terhenti karena Chanyeol kini meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Wendy.

“Biarkan aku bicara sampai selesai. Bisa?”, lanjut Chanyeol yang kini dibalas anggukan singkat dari Wendy. Lelaki itu kemudian menurunkan jari telunjukknya, lalu kembali menggenggam kedua tangan Wendy seperti semula.

“Tapi sejak kau menangis di kantin, presepsiku yang semula ingin membullymu berubah. Kau tak sekuat yang kelihatannya. Kau hanya menyembunyikan kelemahanmu dibalik semua sifat angkuhmu selama ini. Yah, itu membuatku sedikit tertarik denganmu. Asal kau tahu, aku selalu memperhatikan setiap gerak-gerikmu, setiap ekspresi wajahmu, setiap kata yang keluar dari mulutmu setelah kejadian di kantin itu.” Chanyeol kemudian menghela nafasnya sejenak. Gugup. Lalu detik selanjutnya dia kembali melanjutkan kalimatnya.

“Aku sangat bersyukur saat kita ternyata bertetangga. Kau tahu, bukannya kesal tapi aku malah senang saat tau kau yang menarik celanaku, padahal sebelummnya aku ingin segera membunuh orang yang berani-beraninya menarik celanaku, tapi niat itu luntur saat tahu kalau kau yang menarikknya. Mungkin eomma ataupun appa-ku kini merasa aku sudah gila karena aku sering senyam-senyum sendiri di rumah. Kau tau kenapa? Karena aku selalu memikirkanmu Wendy-ah. Entah kapanpun itu, tiap detik tiap menit saat aku bosan, yang muncul selalu kejadian lucu antara kita berdua. Wendy, aku rasa, aku kecanduan kau sekarang dan itu membuatku gila.” Lanjut Chanyeol yang kini meletakkan kedua tangannya disepasang pipi Chubby gadis itu. Wendy terhenyak, tiba-tiba saja wajahnya terasa memerah saat Chanyeol memperlakukannya sedemikian  rupa, bahkan jantung gadis itu kini berdetak tak karuan, diluar rasional yang biasanya selalu dipegang Wendy.

“Son Wendy, apakah aku menyukaimu?”

^^

Wendy’s Side

Aku memasuki rumahku dengan tergesa-gesa, lelaki itu ah…jinjja! Bagaimana aku bisa bertatap muka dengannya mulai sekarang? Kau Bodoh Wendy, gadis bodoh!

“Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Kau boleh menjawabnya minggu depan, waktu pentas seni sekolah. Dan tenang saja, aku akan tetap mengembalikan buku genetikamu meski apapun jawabanmu nanti, jadi tenang saja. Kau boleh jujur kalau kau memang ingin menolakku..”

Aku memandangi kamus yang baru dikembalikan Chanyeol kepadaku itu, kamus sialan ini, astaga. Apa yang harus kulakukan sekarang? Bahkan aku sendiri tidak tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya pada Chanyeol. Aish, Ottokhae?

Drttt…drrt..

Yeoboseyo, eomma?”, sapaku kemudian sambil mengangkat panggilan dari eomma yang baru ku sadari tidak ada di rumah. Rumah ini sepi, tidak ada orang.

Wae? Aku baru saja mandi dan sedang mengeringkan rambut.”, jawabku lagi saat eomma menanyakan hal yang sedang ku lakukan seperti biasanya.

Mwo? Shireo, aku tidak mau!”, pekikku  tak terima kemudian.

Ya! Pokoknya aku tidak mau.”, jawabku sambil mematikan panggilan telfon. Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan eomma, eoh?

“Wendy-ah, datang saja ke rumah Chanyeol. Eomma sudah bilang pada eomma-nya tadi untuk menjagamu sebentar. Kau tahu, eomma baru pulang dini hari dan appa-mu masih dinas di Busan. Kau tidak apa dirumah sendirian-eoh?”Apa-apaan eomma, tidak taukah dia bagaimana canggungnya kalau aku ke rumah Chanyeol? Bahkan aku malu bertatap muka langsung dengannya.

Trek

“Baiklah eomma, aku akan ke sana.” Jawabku pasrah kemudian.

“Itu…Tiba-tiba saja mati lampu.”, akuku kemudian sambil memasang senter handphone lalu keluar rumah cepat-cepat. Demi Tuhan, aku takut gelap, apalagi hanya ada aku di rumah. Bagaimana kalau ada hantu yang usil, eoh?

^^

“Baiklah Son Wendy, kau harus berani. Jangan jadi anak penakut, arasseo?”, gumamku sambil menaiki satu demi satu anak tangga rumah si pecicilan itu. Ya Tuhan, kenapa eomma-nya menyuruhku memanggil Chanyeol? Dia tidak tau aku tidak punya muka lagi bertemu langsung dengan putranya apa? Mana sekarang sedang mati lampu.

Ottokhae? Kenapa gelap sekali, eoh? Bahkan senter handphoneku ini tidak menolong sama sekali.

“Kamar Chanyeol kah?”, batinku saat sudah sampai di lantai 2 dan berdiri tepat di depan sebuah pintu bertuliskan ‘Don’t Disturb!’. Ah, ini pasti kamar bocah raksasa itu. Baiklah, ayo masuk.

Krek..

Aku membuka pintu kamar itu perlahan kemudian mengedarkan senter handphoneku ke dalam. Loh, kamar ini kosong. Kemana si Kunyuk itu?

Trek.

Ah, syukurlah. Akhirnya lampu menyala juga. Yes, sekarang aku bisa pulang ke rumah.

“Brr, dingin sekali.”

Eh? Bukannya itu suara Chanyeol? Mati aku. Baik, pikirkan rencana Wendy, rencana. Ah, benar. Sembunyi, aku harus sembunyi sekarang. Tempat sembunyi…kolong tempat tidur. Lalu sedetik kemudian aku langsung melesat ke kolong tempat tidur Chanyeol. Tempat itu tempat persembunyiaan yang bagus. Seprainya panjang dan aku pasti tidak ketahuan. Cukup tunggu di sana sampai  Chanyeol keluar dan aku bisa keluar setelahnya. Ide bagus.

Astaga, kenapa gelap sekali disini, eoh? Bagaimana ini, aku takut gelap. Tunggu, bukankah itu instrument piano? Penasaran, aku kemudian menarik seprai yang menjulur ke bawah tempat tidur kemudian mendongakkan kepalaku. Itu Chanyeol, dia sedang memainkan sebuah organ atau lebih tepat disebut keyboard. Tunggu, apa-apaan pakaiannya itu? Kenapa dia topless hanya pakai boxer? Oke, tutup mata Wen, kau tidak boleh…

 

Aku tidak bisa mengatasi kesedihan hatiku,

Eh? Dia bernyanyi?


salah satu malam tanpa aku tertidur, Aku bertahan sekali lagi,
Aku benar-benar tidak keberatan bersedih
Linglung ini membangunkanku lagi di pagi hari.


Kalian tau apa yang kurasakan sekarang? Aku hanya bisa terdiam, memasang wajah cengo paling bodoh sedunia. Lelaki pecicilan ini ternyata bisa bernyanyi dengan sangat baik –meski pakaiannya kurang mendukung–tapi harus kuakui suaranya bagus dan permainan tangannya di tuts sempurna.


Sakit tampaknya lebih buruk daripada yang ku pikirkan,
Rasa sakit tampaknya menyakitkan lebih dari yang kupikirkan
Di malam yang tak terhitung jumlahnya ini akumembencimu,
Rasanya seperti aku di neraka.

Tolong tinggal di sisiku, Tolong tetap di sini,
Jangan melepaskan tanganku karena aku akan selalu memegang tanganmu,
Jika ini membawamu selangkah lebih jauh dariku,
Yang harus ku lakukan hanyalah mengambil langkah lebih dekat, bukan?

Seribu kali dalam sehari,
Wajahmu berulang kali muncul dalam pikiranku,
Kata-kata tajam yang  kau katakan padaku,
Mata kosong dengan ekspresi dingin.

Kau gadis cantik yang baik hati,
Kau gadis cantik yang baik hati, kan?
Jangan lakukan ini padaku,
Anda tahu kau cukup baik, kan?

Tolong tinggal di sisiku, Tolong tetap di sini,
Jangan melepaskan tanganku karena aku akan selalu memegang tanganmu,
Jika ini membawamu selangkah lebih jauh dariku,
Yang harus ku lakukan hanyalah mengambil langkah lebih dekat, bukan?

Aku terdiam. Tak kurasakan tapi ternyata pipiku sudah berubah merah seperti kepiting rebus. Apa-apaan ini? Kenapa sekarang dia terlihat begitu mempesona?

“Wendy?” Aku mengerjap-ngerjapkan mataku pelan. Bahkan aku masih terlena dengan cara Lelaki yang duduk di kursi yang berjarak 2 meter di depanku itu memanggil namaku sambil menatap mataku intens, belum lagi wangi mint yang keluar dari…tunggu, menatapku?

Dukk.

Aw,” ringisku spontan saat kepalaku tiba-tiba saja kejedot tempat tidur Chanyeol. Astaga Son Wendy, sekarang bukan waktunya melihat 6 lekukan sempurna di dada bidang Chanyeol, bodoh! Sadarlah!

Ya Son  Wendy! Apa yang.. Ya! Jangan lari kau!”

Masa bodoh kalau kalian mengataiku penakut atau pengecut sekarang.Masa bodoh dengan kepalaku yang benjol dan Chanyeol yang sepertinya berlari mengejarku. Ottokhae? Aku malu sekali. Belum lagi mataku sempat salah fokus ke roti sobek yang bertengger di..ah sudahlah. Yang  penting aku harus kabur sekarang. Sialan, kalau begini ceritanya, bagaimana bisa aku bertemu dan sekedar bertatap muka dengan Chanyeol?

^^

Author’s Side

Irene melangkahkan kakinya riang, bahkan sesekali gadis itu bersenandung ria meski banyak mata yang menatapnya aneh, kagum, terpesona, heran, dan banyak ekspresi lainnya. Gadis itu masa bodoh. Baginya pagi ini sangat indah dan dia sangat ingin bertemu Sehun sekarang juga, entah kenapa.

“Sehun-ah, pagi~”, sapa Irene kini sambil mengamit lengan Sehun yang berdiri di depan gerbang sekolah seperti biasanya, menjalankan tugas sebagai Ketua OSIS yang baik.

“Oh, pagi Irene-ah.”, balas Sehun kini dengan embel-embel –ah di belakang nama Irene, bahkan kali ini dia tersenyum dan bukannya mengumpat penampilan gadis itu.

“Bagaimana?”, Tanya Irene kemudian sambil memutar badannya 360 derajat di depan Sehun. Lelaki itu lantas tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.

“Bukankah begini lebih bagus?”, Tanya Sehun kemudian sambil memperhatikan penampilan Irene lagi. Gadis itu menguncir rambutnya satu ke belakang, tanpa anting maupun aksesoris lainnya.Wajah Irene juga bisa dibilang polos –hanya ada polesan baby cream tipis ditambah lip balm warna bening –terbebas dari eyeliner, lipstick, mascara dan lain-lainnya yang setiap hari mampir di wajah gadis itu. Belum lagi rok Irene yang kini sesuai standar sekolah dan kemejanya yang dimasukkan kedalam rok. Penampilan Irene jauh dari kata urakan seperti biasanya.

Arasseo. Bukankah kau senang tidak perlu menceramahiku lagi sekarang?”, kata Irene kemudian sambil menyenggol bahu kiri Sehun.

YA! Jangan menggangguku. Masuk sana, aku harus memeriksa penampilan murid di sini.”, ucap Sehun kemudian pura-pura marah karena Irene menyenggolnya, sekarang bahkan dia tertawa dalam hati karena gadis itu sudah mengerucutkan bibirnya kesal.

Arasseo.”, dan sedetik kemudian Irene sudah melenggangkan kakinya memasuki arena sekolah, meninggalkan Sehun yang melongo di gerbang.

Dia marah? Jangan bilang PMS-nya belum selesai.”, batin lelaki bermarga Oh itu sambil memandangi punggung Irene yang semakin menjauh darinya, meniggalkan Sehun yang masih memasang wajah cengo seperti orang bodoh hingga beberapa murid yang melewatinya terkikik pelan. Entah apa yang terjadi semalam, namun yang pasti Irene merubah total penampilannya.

^^

“Baiklah, sesuai dengan pengumuman pentas seni sekolah tadi pagi, bapak selaku wali kelas kalian ingin kelas XII-A memberikan penampilan yang terbaik. Sekian dan pelajaran hari ini selesai.”, ucap Lee-ssaem mengakhiri pelajaran Matematika siang itu kemudian dia pergi meninggalkan kelas, membuat kelas itu tiba-tiba saja gaduh.

Brakk Brakk..

Sehun kini sudah berdiri di depan kelas sambil memukul-mukul meja guru, sontak semua murid di kelas itu diam. Sehun yang merangkap sebagai ketua kelas pun menghela nafasnya sejenak, kemudian mulai bicara.

“Baiklah, siapa yang ingin mengajukan diri sebagai wakil kelas dalam pentas seni minggu depan?”, dan detik selanjutnya Sehun mendapati seluruh murid kelas unggulan itu menggeleng-geleng serentak, kecuali Chanyeol yang asyik tiduran di mejanya, Wendy yang asyik membaca buku di bangku pojok, dan Irene yang asyik merapikan kemejanya.

Ya! Kalau kalian semua tidak mau siapa yang akan mewakili kelas ini, eoh? Belum lagi kelas kita adalah kelas unggulan dan selalu meraih peringkat pertama dalam pentas seni selama 2 tahun berturut-turut sejak kita masih kelas X.”, lanjut Sehun berapi-api. Bisa gawat kalau tidak ada yang mau mewakili kelas mereka.

“Ayolah hanjang, lesku menumpuk. Sebentar lagi kita harus ujian masuk universitas, kau ingat? Kami semua sibuk belajar.”, kata Jimin yang menggunakan sebuah kacamata tebal dan murid lainnya pun ikut mengangguk seperti burung beo, kecuali ke-3 manusia langka itu.

“Lalu siapa yang…”, dan tiba-tiba semua pasang mata–kecuali Wendy yang tidak tau apa-apa–melihat ke arah Chanyeol.

“Bukankah kita menang karena selalu Chanyeol yang tampil setiap tahunnya? Lagipula yang memberikan suara 90% fans bocah itu. Bukankah semakin bahaya kalau bukan Chanyeol yang maju? Kau tahu ‘kan kalau fansnya sedikit anarkis? Lagipula kelihatanya dia tidak sibuk belajar sama sekali.”, dan kali  ini semua manusia di ruangan itu –kecuali Chanyeol tentunya– mengangguk-angguk setuju dengan usulan Jimin.

Mwo? Kenapa harus aku? Tidak, aku menolak. Pita suaraku sedang tidak baik.”, tolak Chanyeol yang tiba-tiba saja sadar dari alam mimpinya.

Wae? Kau bisa main alat musik saja kalau memang pita suaramu bermasalah.”, usul Sehun kemudian yang diikuti kata setuju oleh seluruh anak kelas itu.

“Kalau tidak ya tetap tidak, aku tidak mau.”, tolak Chanyeol kemudian dengan nada kesal.

Ya Cendol! Kenapa kau jual mahal sekali,  eoh? Cepat ikut tampil saja, daripada kau membuat kami susah.”, teriak Irene kemudian dengan mata melotot kepada Chanyeol.

Ya! Apa-apaan kau memanggil Chanyeol oppa dengan sebutan Cendol, hah? Kau mau kami jadikan Cendol apa?!”, sedetik kemudian seluruh penghuni kelas itu memilih diam dan pura-pura sibuk karena entah dari kapan ternyata sudah banyak fans Chanyeol yang mengerumuni koridor kelas XII A. Mau tak mau Chanyeol kemudian berdiri kemudian menutup semua jendela dan pintu kelas setelah tersenyum manis dan menyempatkan diri menyapa fansnya sebentar.

“Jangan mengancam seperti itu, arasseo? Tunggulah di luar dengan tenang.” Dan detik selanjutnya terdengar suara ‘ne’ serentak yang  suaranya sampai ke kantor kepala sekolah karena banyaknya murid yang  menjadi fans lelaki tinggi itu.

“Kau lihat? 90% penonton adalah fansmu dan pentas seni akan terancam gagal kalau kau tidak tampil. Tolonglah aku sekali ini saja, eoh?”, pinta Sehun kemudian. Chanyeol menghela nafasnya kasar.

“Baiklah, aku akan tampil.Tapi dengan satu syarat.” Seluruh manusia di ruangan itu kemudian mengangguk setuju.

“Sehun, Irene dan Wendy harus ikut tampil denganku.”, ucap Chanyeol kemudian yang diikuti anggukan setuju murid lainnya kecuali Sehun dan Irene.

Mwo? Kenapa kami harus ikut?”, pekik Irene dan Sehun serentak.

Ya Son Wendy, kau setuju tampil dengan bocah ini?”, Tanya Irene kemudian sambil menunjuk Chanyeol yang sedang berdiri di depan kelas. Mendengar namanya disebut, Wendy kemudian menurunkan sedikit bukunya.

“Aku? Tampil?  Memangnya penampilan apa?”, Tanya Wendy polos yang malah membuat semua warga kelas itu ingin menggorok lehernya sekarang juga. Ternyata gadis itu sama sekali tidak mendengarkan perdebatan di kelas itu karena asyik membaca atau bukan.. sepertinya ada yang menganggu pikirannya. Alhasil, Wendy sang juara umum menjadi orang ter-bloon seketika.

^^

Bel istirahat telah berbunyi sedari tadi. Menyisakan sebagian murid XII-A yang masih asyik berkutat dengan buku-buku di depan mereka. Tak terkecuali Wendy, bukan, dia bukan sibuk dengan bukunya tapi sibuk dengan pikirannya yang penuh dengan wajah Chanyeol yang dianggap kunyuk itu. Bahkan ia mengiyakan dengan cepat permintaan Chanyeol yang memintanya tampil bersama di pentas seni nanti. Sekarang dia menyesali hal itu.

“Wendy?” Wendy mendongak, mendapati Sehun dengan wajah yang tak seramah biasanya, Wendy sempat merasa suara Sehun mirip dengan suara Chanyeol, padahal Chanyeol tidak sedang berada di kelas.

“Eh? Oh? Sehun?” Wendy tersenyum kaku kepada sepupunya itu, iya sepupu. Bagi yang sempat mengira Sehun menyukai Wendy, please kalian itu salah paham.

“Kau menyukai Park Chanyeol, ya?” Sehun bertanya to the point.

“Iya! Maksudku tidak! Iya! Tidak-tidak!” Sehun mengernyit melihat reaksi Wendy yang konyol, sejak kapan Wendy menjadi orang gagu seperti ini?

“Hm.. kau aneh belakangan ini.” Kali ini Wendy menatap Sehun janggal, iya, perkataan Sehun ada benarnya.

“Menurutmu begitu?” Wendy membuat Sehun bergeleng-geleng dengan tingkah konyolnya.

“Kau semakin terbuka, semakin cerewet, dan banyak yang berubah semenjak kau bersama–”

NOONA! NOONA! JADILAH PACARKU!”

NOONA! JADI PACARKU SAJA!”

NOONA! AKU MENCINTAIMU NOONA!”

YA! BERHENTI MENGEJARKU! YA! JANGAN SENTUH AKU! YA MENJAUH DARIKU!!!”

YA!! PERGI KALIAN SEMUA! YA!”

“Ada keributan apa ini?”

 

[To Be Continued]

 

Catatan: Lagu yang dinyayiin Chanyeol  di ff ini adalah ‘Hug Me’, original song by Jung Joon Il dan memang di cover asli sama Chanyeol. Short version bisa dilihat di ig Chanyeol (@real__pcy), dan full version di soundcloud Chanyeol (@real__pcy). Buat yang blm dengar cover cucok versi Ceye alay dan pengen denger, tarik nafas dulu dalem-dalem sebelum klik tombol play, saran : awas baper❤

57 thoughts on “Stuck On You! (Chapter 5) – Shaekiran & Shirayuki

  1. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 06) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ngakak yaampun tetiba ada cendol disana wkwkwkwkwk.
    Ealaaahhhhh jadi sepupuan toh! Dikirain mantan jaman smp kek gitu hahah. Malah sepupuan. Terus itu irene nutupin matanya sehun ngapa? Gegara chanyeol yg pegangan sama wendy? Duh malu lah kalo irene tau yg sebenernya hahahahahah.
    Ditunggu kelanjutannya yaahhh dua author bhaday {}
    -XOXO-

    • waduh, ceye dibilang cendol :v, wkwkw, kok ngakak chingu? wkwk/plakkk/😄
      Sepup lo, sepupu, jangan salah paham , wkwk😄
      Biar sehun gak sakit hati, padahal cuman ngeliatin sepupu lagi mesra”an doang trus melongo bang sehunnya, wkwkwk, musti malu tuh irene chingu /plakkk/😄
      Duh, author bhaday? terhura kamih /plakkk/ .
      Ditunggu yaw next chapnya, cinta kamih padamuh.❤

    • terpana pada author? ga salah nih? /plakk/😄
      Makasih udah terpana pada epep abal” ini cingu, kami terhura :”)
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya😉
      Cinta kamih padamuh❤

  3. Wuaaaa chapter ini makin seruuu aku suka aku sukaa!!
    Senengnyaa bisa liat hunren akur gitu apalagi sekarang irene dandanannya uda gak senorak dulu jadi mukanya polos ahh kebayang deh mukanya sehun cengo gitu mandang irene pasti lucuu wkwkwk
    Aku suka adegan chanyeol wendy lari lari dibawah hujan uhh romantisnya pasangan ini bikin aku baper euyy :v ditunggu yaa kak kelanjutannya
    Fightingg!!

    • Syukur deh kalo suka, wkwkwk😀
      Cie..yg udah akur :V
      Irene udah tobat jadi tante menor , wkwk /plakk/😄
      Lucu dong, wkwk..XD
      Baper kan? Eki aja baper ngetik scene ujan”, jadi pengen ngegantiin Wendy deh /plakkk/ OPEN YOUER EYES EKI!/😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😀
      Cinta kamih padamuh❤

  4. Irene kenapa tiba tiba berubah ya
    Terus yang dikejar kejar itu irene kah
    Aku kira sehun sama wendy itu cuma temenan ehh ternyata sepupu
    Penasaran sama kelanjutannya^^

    • Hayoo, kenapa irene berubah?😄
      Siapa yg dikejar? Irene kah? Masih rahasia, hehehe…XD
      Sepupu lo, sepupu😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading😀
      Cinta kamih padamuh❤

  5. Waaaah, kl boleh jujur ini adalah salah satu ff yg ku tunggu buat update-an nya thor. Dan ternyata udah di update yg chap ini hehe. Td awal2 agak “sedikit ” lupa sama ceritanya. Tp akhirnya inget adegan lari2nya sehun sm irene hehe. Ini sehun-irene chanyeol-wendy mulai naksir2 yaa hihi. Suka banget thorr. Ku tunggu update-annya, kutunggu cerita selanjutnyaa, dan kutunggu konflik2 yg menegangkan(?) Hahahahaaa. Fighting thorr😚😚😚

    • waks, serius nih updatenya ditunggu? wkwk, kumawo-yo, kami jadi terhura /plakk/😄
      lupa yaw, kelamaan gak update yakan /plakk😄
      Adegan lari somplak egen yakan -,-
      hayoo, mulai naksir-naksiran disini, wkwkwk…😀
      Ditunggu yaw next chapnya, moga konfliknya makin greget /plakkk/😄
      Thanks for reading, cinta kamih padamuh❤

  6. Wuaahhh pada ketipu. Ternyata sehun wendy sepupu 😂😂… Irene salah paham donk. Kalo tau yg sebenernya bisa mencak2 dia.
    Btw, part trakir itu pasti si irene lg d kejar2 ama cowok2…

  7. halo halo ha, ada yang merindukan eki? /plakkk/
    ra, chap 6 ane masih ngutang yak, guru disini killer semua, gak nahan ane, ngerjain pr mulu , hiks :”(
    cintakuh padamuh pokoknya❤

  8. eh kak, beneran loh lagunya bikin melt banget kak *T.T* huhuhu aku senyum terus dengerin lagunya*kek orang gila gitu*abaikan* huhu ditunggu nextnya kak! Fighting ^^

  9. Huaaaa seru sekali part inii :’D
    Chanyeol sweet yaa kyk gula😀 wkwk
    Ohhh, trnyata slma ini aku slh paham, oh bukan aku aja, mungkin sebagian readers yg mengira sehun suka sm wendy, eeehhh taunya sepupunya tohh😀 aku like this part ini, next ya kak, mungkin adegannya bisa di bikin tmbh seru lagi, fighting!

  10. Yaampun romantis banget chanyeol nembak wendy dibawah guyuran hujan deras wkwk
    Ternyata oh ternyata ohse dan wendy itu sodaraan, pantesan wendy ngebela ohse terus,
    Eiyyy sekarang irene sangat memperlihatkan betapa cintanya dia terhadap ohse haha

    • Ihhhh Chanyeol gentle yaa? Kok aku gak sadar?😀
      Hati babang Sehun udah goyahh.. gimana ini?😀
      Hihi istilah baru.. thankyouu yaa❤

  11. Yeheett.. Akhirnya chap 5 di Up juga..
    Ehhh ini berasa seperti film india jadinya lari”an and hujan”an..WKWKWK

    Ini giliran siapa Eki apa Yuki???

    “Kau tahu, bukannya kesal tapi aku malah senang saat tau kau yang menarik celanaku, padahal sebelummnya aku ingin segera membunuh orang yang berani-beraninya menarik celanaku, tapi niat itu luntur saat tahu kalau kau yang menarikknya.” ya chanyeol-ah bisakah hgn dbahas lagi soal CELANA itu Eohh.. Bikin aku ktawa aja klo inget soal itu..WKWKWK

    “Alhasil, Wendy sang juara umum menjadi orang ter-bloon seketika.”.. Buakakaka gila bayangin ekspresi wendi ngakak serius.. Kok bisa ya bca buku bgtu serius NYA sampe gx menyadari sekitarnya??..hahaha

    Itu siapa kok ribut” ya..
    Duh penasaran nih..
    Ughh sbl deh dari tdi bca kok baru slesai skarang#curhatt , keganggu mulu soalnya#pout

    Next ya double “S” (Shiraayuki & Shaekiran).. Daebak deh pokoknya..

    Fighting NE!!

    • Film India? Aduh kak ly, ini backsoundnya bukan kuch kuch hota hai looo~~
      Silahkan kakak ngakak ria bersama siapa? Aku ini bingung bias kakak siapa😀 wkwkwk😀
      Ini giliranku loo~~ Eki ‘kan jarang-jarang aja balas komen -.-
      Silahkan berpenasaran ria lagiii.. keganggu apa ini? kekasih hati menelpon? wkwkw
      Thankyouuu kak lyy, loveyouu❤

      • Hahahaha.. Eoh bukan ya..wkwkwk

        Bersama abang THEHUN and BAEK.. Wkwkwk^^
        Eoh giliran yuki-chan🙂 , iya eki jdi jarang😦 ., coba kalo eki pasti udah geger nih coz abang ceye menampilkan ABS nya walau tidak secara langsung sma wendy, wendy juga main nyelonong aja..wkwkwkwk

        Yuki-chan mau tau bias kakk siapa humm..kkkk bias kakk Sehun sama Baekhyun^^

        Yaps.. Itu mah kbiasaan bikin pnasaran.
        Ya ke ganggu aja🙂 , dari tdi baca gx tenang”..wkwkwk
        Mwooyaa? Kekasih hati? Ane mah masi jomblo..wkwkwk

        You’re welcome., nado saranghaee/plaakk❤ ..wkwkwk

      • Baru baca, hikss hikss hiksss😦
        Aku gak liat, rupanya kak ly balas🙂
        Lah bagian abs itu dia yang buat kak ly, paling pas ngetik dia greget sendirian, tapi chan ‘kan gak pernah pamer abs tuh, kalo aku sih sulit membayangkannya😀
        Ihh bias kita samaaa >< aku suka Sehun, Baekhyun, Chanyeol, Ten NCT, Irene red velvet, Nayeon Twice, Lisa Black Pink, /lah kok jadi pamer bias? :D/ sama kita jomblosss😀 loveyouu❤

      • Hehe, mungkin ke tutup sama chanyeol (?)/diakantinggi..kkk

        Ahahaha., gx usah dbayangkan..
        Ihh sama berarti Kita jodoh/plakkk
        Klo Nct mah Ten sma Taeyeong/lahmalahikutan(?)

      • Ah masa? Siapa tahu perutnya buncit yekan??😀 /digampar eki/ kita jodoh? Kakak masih sehat ‘kan? Maunya bukan cewek tapi cowokkan? /slapped/ Ilove Tenn!!❤

      • Hahaha.. Eki Kita minta maaf ya..wkwkwk

        Ehh masihh lah.. Sehat kok, normal, Itu kan canda candaa..hihi

        Haha#ktawacanggung (?)

  12. ahhhh chingu….kog tbc sihhh…
    paati yg dipanggil noona itu Irene…
    perbanyak sehun irene partnya dong hehe^^
    ngga sabar liat reaksinya sehun kalo mmang btul itu irene
    next part yya^^
    Fighging…..!

    • Lah.. tbc disalahin mbak?😀 hihi apa aku harus menghapuskan tbc dari permukaan bumi?😀
      siapa yaaa ??
      Iya aku banyakin di part selanjutnya, ditunggu yaaaa❤ Thankyouu❤

  13. Kirain pas lagi hujan-hujanan chanyeol sama wendy… 😥💏

    Dududuh itu yang terakhir ributin apa sih? Jangan jangan muncul cast baru uang ngejar irene

    Ucul banget story-nya 😍😍😍 aku disitu jadi ngerasa jadi irene. Sehun main kejar kejaran sama aku mau ga? Biar mesraa wkwk

    • kenapa nangis mbak?😀
      Cast baru? maybe yes maybe no!!😀
      ini kok jadi pede kebangetan yaa? Idihh aku lo yang jadi Irene bukan kamu ~~ /plak digampar/
      Sama aku aja Hun, aku padamu😀
      Thankyouu yaaa❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s