[EXOFFI FREELANCE] Overdose (Chapter 3)

fierce__background__by_vincent_zack_fanfic

OVERDOSE ‘중독’

(Lady Killer)

By Laxy Fan

Oh Sehun – Song Ga Yeon

Chaptered

Romance,AU,Hurt

PG-17

This Fanfiction is MINE!!!

Chapter 3

PRANK!!!

Selalu seperti itu. Gelas kaca tercecer dilantai dalam bentuk kepingan. Tidak ada kata harmonis dalam rumah itu. Setiap jam, setiap hari tidak ada ketenangan sama sekali. Ga Yeon sering merasa sedih dengan keadaan keluarganya yang hancur berantakan.

Sejak ayah-nya meninggal dan kedudukan-nya digantikan oleh ahjumma ‘ayah tirinya’ ia tak pernah merasa bahagia sedikitpun. Untuk tersenyum saja susah. Eomma Ga Yeon selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah tirinya, begitupun dengan Ga Yeon.

Meskipun ia pandai bela diri, tapi kemampuan-nya tak sebanding dengan kemampuan ayah tiri-nya. Bahkan Ga Yeon sering melindungi eommanya dari pukulan ayah tiri-nya.

“Appa gumanhae. Apa appa tidak lelah melakukan ini pada kami. Harusnya appa malu dengan sikapmu itu appa. Kau sudah menumpang dirumah kami! Kau sudah menghabiskan uang eommaku, dan sekarang kau malah memperlakukan kami sebagai sampah dirumah kami sendiri!” Ga Yeon menatap ayah tirinya dengan penuh amarah dan benci.

“Ga Yeon sudah. Gwenchana. Jangan bentak appamu seperti itu.” Eomma Ga Yeon menarik-narik lengan gadis itu.

“Anniya eomma. Ahjussi ini harus tahu malu eomma.”

“Hah! Hya neo, anak ingusan! Apa kau sudah bosan hidup eoh?!” Ayah tiri Ga Yeon mulai menantang. Tangan-nya perlahan menarik kerah seragam kerja Ga Yeon.

“Wae? Kau parasit dihidup kami! Kau menyusahkan kami! Kau membuat eommaku sengsara! Enyahlah dari hidup kami!!!”

BUGG!!!

Hantaman keras mendarat dengan kasarnya dipelipis Ga Yeon, membuat tubuh gadis itu tersungkur dengan otomatis. Tidak ada kata ampun kali ini untuk gadis itu. Tidak ada nurani dari appa tirinya sama sekali. Itu adalah kosekuensi membangunkan harimau tidur. Sekali membuatnya marah, tanpa henti ia akan menyerang mangsanya.

Gadis itu sudah berkali-kali limbung dan merintih. Ujung matanya sudah membengkak dan membiru memar. Wanita paruh baya yang ada disampingnya hanya merontai meminta ampunan pada ‘harimau’ itu agar melepaskan mangsanya hidup-hidup.

“Yeobo jebal-yo, hentikan.” Tetesan airmata tak dapat dihentikan eomma Ga Yeon. Hatinya teriris melihat anak gadisnya tersiksa.

“Ajarkan anakmu itu untuk lebih sopan padaku. Jika tidak, aku akan membunuhnya didepan matamu sendiri.” Ahjussi itu pergi begitu saja meninggalkan anak dan istrinya.

Keluarga yang sangat menyedihkan.

.

.

.

Susah payah kakinya menopang tubuhnya. Dengan sisa tenaga, berjalan menelusuri lorong sekolah. Jika bukan karena eomma-nya, gadis itu tidak akan masuk sekolah. Jika bukan karena eomma-nya yang menyuruhnya agar menjadi sukses kelak, gadis itu tidak akan sudi menginjak-kan kakinya kesekolah.

Semua karena eommanya. Ga Yeon akan melakukan apa saja yang membuat eommanya bahagia. Bahkan jika eommanya menyuruhnya terjun dari namsan tower, gadis itu dengan senang hati akan melakukan-nya asalkan eommanya bahagia.

Ga Yeon sudah terlalu sering melihat eommanya menangis, tersiksa, tidak bahagia semenjak menikah dengan appa tirinya. Ia sering melihat eommanya terbebani dengan semua yang dilakukan suaminya itu. Terlebih eommanya menangis karena sering melihat Ga Yeon selalu membelanya ketika suaminya itu mulai main tangan. Alhasil, Ga Yeon yang mendapat imbasnya. Seperti yang terjadi tadi malam.

Seragam kusut, muka pucat, luka lebam diwajah, jalan sedikit pincang. Keadaan yang sangat menyedihkan jika melihat keadaan Ga Yeon sekarang ini. biasanya gadis itu terlihat ‘sangar’ dimata orang, tapi hari ini tidak sama sekali.

Dengan langkah kecilnya, Ga Yeon memasuki kelasnya yang disambut tatapan aneh teman-temannya. Seperti tak percaya dengan sosok gadis yang ada dihadapan mereka sekarang. Berbeda, sangat berbeda dari biasanya. Tidak ada garang atau logat kasarnya hari ini. bungkam dan membisu menjadi topic hari ini.

Tak peduli dengan tatapan aneh dari teman-temannya, Ga Yeon segera duduk dibangkunya dan meletakkan kepalanya diatas bengku. Kepalanya terasa pening dan sekujur tubuhnya yang terasa kaku. Keringat dingin juga perlahan mendominasi keduanya. Pucat dan semakin pucat.

Tet….

Bel berbunyi dengan nyaring disetiap kelas. Jam pertama hari ini yaitu matematika. Yah siapa lagi kalau bukan Oh Saem yang mengajar. Guru ‘killer’ itu sangat tepat waktu masuk kelas.

Sehun POV

Seperti biasa, aku bertanggung jawab pada anak asuhku ‘murid-ku’. Dengan pagi yang tenang dikelas ini karena aku berhasil membuat mereka tunduk padaku, aku memulainya dengan lima soal kuis matematika. Mereka harus mengerjakan-nya sesuai dengan apa yang ku ajarkan selama ini.

Tapi satu yang mengganggu pagiku hari ini. gadis itu tidur lagi dikelasku. Apa dia tak jenuh terus-terus ku hukum atas apa yang ia perbuat. Tapi kenapa dia malah mengulanginya lagi dan lagi. selama murid lain mengerjakan kuis, kulangkahkan kakiku menuju bangku gadis itu. Ia sama sekali tak berubah dari posisinya yang keasikan tidur.

“Ga Yeon-ssi iroena, palli. Aku tidak suka saat kelasku dimulai ada yang tidur.” Tidak ada respon sama sekali.

“Apa kau tidak mendengarkanku?” Untuk kedua kalinya tidak ada respon sama sekali.

Kudekatkan wajahku untuk melihat gadis itu. Wajahnya tertutup rambut lebatnya, sampai-sampai wajahnya tak terlihat. Ada yang tidak beres dengan gadis ini.

Kusingkirkan rambut yang menutupi wajahnya. terdengar hebusan nafas yang tidak teratur. Ironisnya ketika ku singkirkan rambut yang menutupi wajahnya, sungguh membuatku terkejut. Memar merah keunguan terpampang didepan mataku. Keringat dingin-nya menetes perlahan. Wajahnya sangat pucat.

“Song Ga Yeon, ada apa denganmu?”

Seluruh murid kini memusat pada kami. Melihat keadaan-nya yang mengenaskan, ku angkat tubuh gadis ini untuk ku bawa ke UKS sekolah.

“Lanjutkan tugas kalian. Jangan ada yang berisik.”

Author POV

Sehun menggendong tubuh Ga Yeon dengan hati-hati seperti membawa barang berharga. Tidak dapat dipungkiri, jika lelaki itu sanggat cemas dengan gadis ini. pertama kali dalam hidupnya mendapati seorang gadis seperti Ga Yeon.

Dengan hati-hati pula, Sehun meletak-kan tubuh Ga Yeon diatas ranjang rawat. Mengusap keringat dingin yang menetes.

“Apa yang terjadi padamu, sayang? Kenapa seperti ini?”

Tunggu, apa dia memanggil Ga Yeon dengan sebutan ‘sayang’. Sejak kapan Sehun menyebut nama itu dalam hidupnya. Seumur hidupnya, belum ada wanita yang disebut ‘sayang’ oleh Sehun. Banyak wanita mengantri dihadapan-nya. Kaya, cantik, pintar, tapi kenapa Ga Yeon.

Cinta? apa kata itu yang membuat lelaki itu menjadi seperti ini? apa ada hal yang lain?

Ga Yeon, gadis itu tak kunjung sadar. Sehun sangat mencemaskan-nya. Bahkan lelaki itu sudah berulang kali memberi aroma terapi disekitar hidung gadis itu agar cepat sadar, namun hasilnya nihil. Seperti putri tidur yang terkena tusukan jarum.

“Cantik, cepatlah bangun. Kau bisa membuatku gila jika terus seperti ini.” Sehun terus mengelus rambut Ga Yeon dengan lembut. Tapi nihil juga. Gadis itu masih terlelap dengan sempurna.

“Bawalah dia kerumah sakit Sehun.” Suara berat terdengar diruangan itu.

“Apa separah itu, Jongdae-ssi?”

“Kurasa. Seharusnya jika hanya pingsan, tidak akan selama ini. bawalah dia kerumah sakit.”

“Baiklah, terimakasih.” Sehun kembali mengangkat tubuh Ga Yeon bridal. Diangkatnya tubuh gadis itu.

Dalam perjalanan menuju tempat parkir sekolah, dimana Sehun memarkirkan mobilnya, Sehun terus mengamati wajah Ga Yeon dalam gendongannya. Begitu tersiksa dan menyedihkan. Dalam pikiran lelaki itu, rasanya ingin sekali membunuh orang yang melakukan ini pada ‘gadis-nya’.

“Oh Saem, kau berniat menculik-ku?” suara lirih itu berhasil membuat Sehun berhenti sejenak.

“Kau harus kerumah sakit, dan kau harus dirawat.” Sehun kembali melanjutkan langkahnya.

“Turunkan aku. Aku tidak ingin kerumah sakit. Aku baik-baik saja.” Tidak peduli dengan ucapan gadis itu, Sehun gigih melanjutkan langkahnya menuju mobil yang hampir sampai ia datangi.

“Diamlah.”

“Turunkan aku Oh Saem, aku tidak butuh bantuanmu.”

“Kubilang diam!”

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Ga Yeon masih tak bergeming. Mulutnya bungkam sedari tadi. Biasanya, gadis itu akan berteriak jika Sehun menyeretnya paksa, berbeda kali ini. tidak ada penolakan. Seakan tidak punya tenaga untuk melakukan-nya.

Sehun melihat tangan gadis yang ada disampingnya bergetar. Dengan suka rela, Sehun menggengam tangan Ga Yeon dengan erat. Terulang lagi, gadis itu tak menolak apa yang dilakukan Sehun. Meskipun matanya terbuka, tapi pandangan-nya terlihat kosong. Seperti mayat hidup.

Sampainya dirumah sakit, Sehun menggendong kembali tubuh Ga Yeon. Gadis itu masih membisu seperti sebelumnya. Sehun semakin cemas akan hal itu. Ia rindu ‘gadis-nya’ yang cerewet, suka membentak, dan menatapnya tajam. Bukan seperti ini.

Dokter menangani Ga Yeon dengan hati-hati. Takutnya, ada luka dalam yang diderita gadis itu. Mengerak-kan organ gerak satu per satu untuk mengecek apakah ada masalah atau tidak. Dokter juga memeriksa luka diwajah Ga Yeon. Memberi plester luka dan perban setelah disterilkan.

“Gadis ini tidak apa-apa. Hanya saja, dia sepertinya mengalami depresi ringan.” Ucap dokter pada Sehun.

“Depresi?” Sehun menatap Ga Yeon yang masih berbaring diranjang rawat.

“Ya, benar. Jadi tolong jaga dia baik-baik. Jang terlalu menekan-nya atau memberi beban pikiran. Mungkin karena trauma yang dideritanya.”

Sehun tidak tahu akan hal ini. hatinya serasa ingin berteriak karena marah dan sedih. Orang yang membuat Ga Yeon seperti ini haru ia singkirkan dari dunia ini. tangan Sehun mengepal karena menahan emosi.

‘Broken home’ tidak ada yang mau hidup didalam keluarga seperti itu bukan? Pasti semua, ah seluruh umat didunia ini ingin memiliki keluarga yang sempurna. Keluarga yang penuh kasih sayang, cinta, dan pengertian.

Tapi semua itu sulit didapatkan oleh gadis ini. gadis yang menginginkan orang tua yang sempurna. Bukan kekerasan yang setiap hari ia lihat didepan matanya semenjak ayah ‘kandungnya’ meninggal.

Sehun mengantar Ga Yeon sampai rumahnya. Rumah yang tidak terlalu besar memang. Rumah sederhana yang ‘suram’. Rumah yang tampak sepi seperti hilang penghuni. Daun kering terlihat begitu banyak dihalaman rumah. Debu terlihat dari teras rumah itu.

Namun apa yang bisa Sehun lakukan selain mengantar gadis yang seperti kehilangan nyawa ini kerumah-nya. Tidak ada yang Sehun ketahui lebih dalam tentang gadis ini.

Sehun memapah Ga Yeon berjalan menuju depan pintu dan mengetuk-nya perlahan. Sampai pintu terbuka, wanita paruh baya yang bukan lain adalah ibu Ga Yeon, terkejut melihat anak satu-satunya pucat seperti mayat hidup.

“Omo! Ga Yeon, kenapa seperti ini?” Eomma Ga Yeon segera menggantikan peran Sehun dan membawa anaknya kekamarnya.

Sehun duduk dilantai beralaskan karpet berwarna merah maroon. Rumah itu begitu sepi, mungkin hanya ibu Ga Yeon yang ada dirumah, pikir Sehun. Mengamati setiap sudut rumah yang tidak terlalu besar.

“Terima kasih sudah mengantar Ga Yeon.” Eomma Ga Yeon tiba-tiba muncul dan duduk bersebelahan dengan Sehun.

“Ah, ne ahjumma. Sudah kewajiban saya sebagai wali kelasnya. Saya pikir, Ga Yeon kurang sehat, apa lagi wajahnya penuh memar seperti itu.” Sehun dapat melihat wanita paruh baya itu menunduk dengan sedih.

“Ya, memang benar jika Ga Yeon kurang sehat. Sebagai seorang ibu aku tidak bisa melindunginya dan mendidiknya dengan baik. Tapi, meskipun begitu aku tetap menyayanginya. Aku sangat menyayanginya. Sebagai seorang ibu, aku gagal melindungi anak-ku sendiri.” Suara isak mulai pecah. Air mata tidak bisa dibendung lagi. Eomma Ga Yeon terisak kecil.

“Kalau boleh saya tau, kenapa bisa seperti itu?”

“Semalam, setelah Ga Yeon pulang kerja, anak itu bertengkar dengan ayahnya. Aku bahkan tidak sanggup melihat hal itu. Ga Yeon selalu melindungiku dan membelaku saat ayah sedang murka. Tapi, emosinya meluap begitu saja dan membuat ayah-nya marah besar sampai akhirnya, ayah-nya memukul Ga Yeon berkali-kali. Meskipun aku sudah menghalanginya, tetap saja aku adalah wanita lemah yang tidak berdaya. Ga Yeon selalu melindungiku, itu yang membuatku semakin bersalah padanya. Aku gagal melindunginya.”

Sehun tercengang mendengar penjelasan wanita paruh baya itu. Rasa tak percaya, mendengar aduan itu. Apa benar ayahnya yang melakukan itu semua. Setega itu-kah ayahnya memukul Ga Yeon.

“Saem-nim, bisahkah aku minta bantuan. Tapi mungkin ini sedikit merepotkan, maukah kau menjaga Ga Yeon. Lebih tepatnya menjadi wali-nya untuk sementara, sampai aku bisa bercerai dengan ayahnya.”

.

.

.

Gimana? Gaje ya.. Mmm maaf chapter ini Ga Yeon seperti putri tidur yang tak berdaya huhuu T_T, tapi next chapter aku bikin banyak fluff nya deh. SOON…. Annyeong ^^

8 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Overdose (Chapter 3)”

  1. Jahat banget yaampuunnnnnn ._.
    Dan yes! Sehun jadi walinya gayeon. Berarti kan bakalan sering bareng yaaaa. Ah makin manis pasti kaan :3
    Ditunggu kelanjutannyaahhhh. Dan kalo bisa ditambahkan biar sedikit lebih panjang hehehe. Kalo gabisa gapapa kookkk. Segini juga aku udah seneng. Semangaatt!!!
    -XOXO-

  2. aahh..sejak kapan sehun tertarik sama gayeon..udah manggil sayang” lg??? coba jelaskan pada saya yg notabene yeojachingu uri hunnie…hahahaha *skip aja

    yahh…panjangin dong..masak baru 2 suap nasi ke mulut udah kelar critanya (lg makan critanya)

    next..

  3. oh jadi ga yeon selama ini bertindak brutal disekolahnya hanya sebagai pelarian, karna kondisi keluarganya yg broken home???
    kasihan bgt hidupnya 😦
    moga sehun bisa melindungi ga yeon 🙂
    aq suka bgt di chapter ini krna sehun sweet bgt dsini 🙂 dia begitu tulus menyayangi ga yeon…
    perlakuannya ke ga yeon bner” bikin meleleh 🙂
    chapter depan dipanjangin lg ya kak ^__^
    aq tunggu ….

  4. Kasian banget hidupnya gayeon :”(
    Dirumah dipukulin ayah tiri, disekolah dikucilin temen2nya.
    Skrg sehun jd tau kenapa gayeon jd pada luka gitu, ayo hun, lindungin gayeon biar ga kesiksa lg :”D

    Next chaptnya jan lama2 eonn T.T penasaran nih wkwkwk
    Btw, boleh minta link wp nya? 😀

  5. Waaaa nggak nyangka trnyata keluarga ga yeon broken home,dan segitu menderitanya dia😢😢yaampun sedih bgt hiks😢😢
    Sehun mulai tau sisi lain ga yeon nih..hmm penasaran sm kelanjutannya
    Next kak gpl yaw😆fighting💪oiya next chapter panjangin doooong..yeth?😘

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s