[EXOFFI FREELANCE] HOLLER (Chapter 6)

HOLLER chapter 06.jpg

¤

HOLLER

¤

Choi’s

¤

Park Minah – Byun Baekhyun – Oh Sehun

¤

Ocs – EXO members – Others

¤

Complicated-romance – School Life – Fluff

¤

Chaptered

¤

T(eenager)

¤

The OCs and the stories are  purely mine, EXO members belong to EXO-L

¤

“It has already started. You will see.”

¤

Previous Chapters

Teaser and TrailerIIIIIIIVV

¤

¤ VI ¤

¤

 

“Bagaimanapun juga aku harus bertemu dengannya.”

“Apa kau yakin?”

Minah mengangguk, “Aku harus mendengarkan sendiri apa alasannya”

 

¤ H OL L E R ¤

 

Disisi lain Baekhyun dan Geumhee sedang berjalan bersama sepulang dari latihan, untung saja sonsaengnim memberikan mereka waktu untuk istirahat yaitu besok mereka tidak perlu latihan dulu untuk satu hari. Sebenarnya tadi Baekhyun ingin pulang lebih dulu agar ia tidak bisa berjalan bersama Geumhee, tapi entah mengapa lagi-lagi ia tidak tega untuk membiarkan Geumhee pulang sendirian apalagi sudah menjelang malam seperti ini.

 

Seperti biasa, Baekhyun berusaha untuk tidak memperhatikan Geumhee masih terlihat sedang berfikir. Dan seperti yang Baekhyun takutkan, Geumhee mulai membuka mulutnya.

“Baek?”

“Apa?”

“Apa aku bisa bicara denganmu sebentar.”

“Bicaralah.”

“Apa kau mau mendengarkanku?”

Aku tidak yakin, batin Baekhyun berkata. Karna Baekhyun tak kunjung menjawab, Geumhee pun melanjutkan perkataannya.

 

“Aku ingin meminta maaf.”

“Soal apa?”

“Soal kita, dulu.”

Baekhyun mengalihkan pandangannya yang semula lurus kedepan sekarang ia menoleh, membuang wajahnya menghindari Geumhee yang berjalan di sampingnya.

“Maafkan aku karna aku memutuskan hubungan kita tanpa sebab, dan sekarang aku akan memberitahumu tentang alasan itu.”

“Tidak perlu.”

Geumhee terkejut dengan perkataan Baekhyun, ia menoleh kearah Baekhyun yang kini sudah kembali menatap jalanan lurus didepannya.

 

“Aku tidak tahu, dan tidak mau tahu.”

“Kenapa? Tapi kau perlu tahu Baek.”

“Tidak!”

Baekhyun mulai mengeraskan suaranya seiring ia menghentikan langkahnya saat mereka sampai tepat di depan rumah Geumhee. Baekhyun menoleh kearah Geumhee dan memandang Geumhee tajam. Ini adalah kali pertamanya Geumhee melihat ekspresi seperti itu dari Baekhyun, ekspresi yang Geumhee sendiri tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya. Baekhyun memegang erat, atau lebih tepatnya hampir mencengkeram kedua pundak gadis yang lebih pendek darinya itu.

 

“Dengar Lee Geumhee, jangan pernah kau sebut kata ‘Kita’ lagi sekarang karna sekarang kara-kata tersebut sudah tidak ada. Dan jangan pernah kau coba lagi untuk memberitahuku tentang apa alasanmu itu, karna aku sudah lelah untuk mencari tahunya sampai kini aku bahkan tidak ingin mengetahuinya. Satu lagi, jangan pernah mengganggu kehidupanku mulai sekarang. Aku berharap ini semua segera berakhir karna aku malas harus menghabiskan hariku BERSAMAMU.”

 

Baekhyun memberikan sedikit tekanan suara pada kata terakhirnya sambil mengguncang kecil tubuh gadis bermaraga Lee tersebut, dan saat itu juga air mata gadis tersebut langsung mengalir begitu saja. Baekhyun berusaha mati-matian agar ia tidak menjatuhkan perisainya dan memeluk gadis di depannya ini sambil mengapus air matanya. Ya, Baekhyun memang masih sedikit menyimpan perasaan terhadap Geumhee namun ia juga berjuang keras untuk menghilangkan perasaan tersebut. Sekali lagi Baekhyun ingin menguatkan perisai hatinya dengan terus menatap Geumhee yang sudah mulai terisak dengan tangisannya karna selain hati Geumhee terasa sakit dengan perkataan Baekhyun barusan, cengkeraman tangan Baekhyun di pundak Geumhee juga semakin kuat.

 

Tidak sampai lima detik, Baekhyun tidak kuat lagi. Baekhyun melepas cengkeraman tangannya dari Geumhee dan pergi meninggalkannya begitu saja. Geumhee menangis tersedu-sedu begitu pula dengan Baekhyun yang tanpa diketahui oleh Geumhee, Baekhyun juga menangis saat ia mulai melangkah pergi.

 

Baekhyun benar-benar membenci dirinya sendiri saat ini, ia tidak sanggup jika harus menatap muka Geumhee yang sedang menangis. Ia merasa lemah.

 

¤ H OL L E R ¤

 

tuut

tuut

Yeobuseo?”

Mina berusaha keras untuk tetap mengendalikan dirinya saat ia kembali mendengar suara Kyuhyun dari seberang telefon. Mina masih memiliki nomor Kyuhyun karna ia belum menghapus riwayat panggilannya.

 

Ada apa kau menelfonku Nona muda? Apa kau merindukanku?”

Menjijikkan. Itulah yang ada difikiran Mina saat ini.

“Aku ingin bertemu denganmu.”

Tentu saja, when and where?”

“Sekarang. Jemput aku sekarang dimana aku tinggal saat ini.”

Dengan senang hati, Nona muda. Aku takkan membuatmu menunggu lama

tut tut tut

 

Mina meletakkan ponselnya lalu mencengkeram rambutnya sendiri. ‘Kuatkan dirimu Park Minah’.

 

Mina dan Sehun sudah rapih menggunakan seragam olah raga dan blazer sekolah di depan rumah Baekhyun, mereka memutuskan untuk sekalian berangkat menuju sekolah bersama Kyuhyun nanti.

“Apa kau yakin kita akan berangkat sekarang? Baekhyun bahkan belum pulang.”

“Justru karna Baekhyun belum pulang, apa yang akan kukatakan nanti jika ia melihat Cho disini?”

“Terserah kau saja.”

 

-Oh Sehun’s POV-

Tunggu sebentar, mengapa aku harus ikut dengan gadis ini? Sekarang ini masih terlalu awal untuk berangkat menuju sekolah karna sudah pasti disana masih belum ada orang. Aku bisa berangkat sendiri nanti.

 

Tapi tidak. Aku tidak bisa meninggalkan gadis ini sendirian bersama laki-laki itu. Lagi pula Baekhyun pasti juga akan bertanya kepadaku nanti kemana perginya Mina. Entah mengapa rasanya aku ingin terus menggaruk kepalaku padahal tidak terasa gatal disana.

 

din

din

 

Kami menoleh kearah mobil Range Rover hitam yang terlihat dari jauh dan seketika berhenti tepat di hadapan kami. Aku berjalan menuju bangku penumpang semantara Mina justru duduk bibangku depan, tepat disebelah namja itu. Apa yang dia pikirkan?

 

“Apa kalian berdua akan lari bersama?”

Komentar pria itu setelah kami berdua masuk kedalam mobil bersama tas besar kami.

“Antarkan kami ke sekolah.”

Namja itu lebih memilih diam lalu mengangguk mematuhi perkataan Mina sebelum akhirnya ia mulai menjalankan mobilnya. Setelah mobilnya berjalan tak jauh dari rumah, aku melihat Baekhyun berjalan di trotoar sambil menunduk. Untung saja dia masih dijalan. Tapi sepertinya ia juga terlihat sedang memiliki masalah.

 

Sepanjang perjalanan pria ini terus melirik kearah Mina yang terdiam menatap jendela di sampingnya. Ada apa lagi dengan gadis ini, mengapa ia tak kunjung membuka mulutnya? Padahal dia sendiri yang berkata bahwa ia perlu bicara dengan pria itu. Apa aku juga yang harus menjelaskan kepada mereka? Menyusahkan saja.

 

“Apa ada yang ingin kau bicarakan Nona muda?”

Baru saja aku ingin membuka mulutku, pria itu sudah lebih dulu memecah keheningan diantara kami.

“Mina, panggil aku Park Minah. Aku ingin tahu mengapa kau menerima perjodohan ini?”

“Hmm, apa kau menerimanya?”

“Tentu saja tidak!”

“Aku tidak bisa menolaknya, Nona.”

“Apa maksudmu?! Kau benar-benar akan menikahiku?”

Aku hanya bisa menoleh kearah Mina saat ia berbicara, lalu menoleh kearah Kyuhyun saat ia menjawab dan seperti itu seterusnya.

 

“Hmmm apa kau tidak mau menikah denganku?”

Aku bisa melihat tubuh kecil Mina sedikit bergetar setelah mendengar perkataan Kyuhyun barusan.

“Aku ingin kau membatalkannya.”

“Aku tidak bisa Nona muda, karna aku-….”

“Pokoknya aku ingin kau segera membatalkannya!”

Mina berteriak setelah mobil Kyuhyun berhenti di depan gerbang sekolah, lalu Mina segera turun dan membanting pintu mobilnya.

 

Aku melihat Kyuhyun yang justru tertawa melihat tingkah laku Mina.

 

“Apa kau tidak turun, pria kecil?”

“Berhenti memanggilku seperti itu.”

“Tidakkah dia begitu lucu? Dia sama sekali tidak berubah dari dulu.”

“Apa kau tau siapa dia?”

“Tentu saja, bagaimana bisa aku tidak mengetahuinya.”

“Lalu mengapa kau tidak menjelaskan kepadanya?”

“Aku ingin dia sendiri yang menyadarinya.”

Ya Tuhan Kyuhyun benar-benar gila, ia juga masih sama seperti yang dulu, suka mengerjai gadis ini. Setidaknya sekarang dia sudah ingat siapa itu Mina. Tidak, lebih tepatnya ia selalu ingat.

 

“Bagaimana denganmu? Apa kau masih menyukainya?”

“Apa maksudmu?”

Aku mengalihkan pandanganku dari Kyuhyun, apa yang sedang dia bicarakan.

“Bukankah kau menyukai Mina saat kalian sering bermain bersama?”

“Itu saat kami masih anak-anak Cho! Lagi pula sekarang dia sudah mempunyai namjachingu.”

“Jadi benar bahwa namja pemilik rumah yang kalian tempati adalah pacarnya?”

“Hm.”

“Tapi apa kau masih menyukainya?”

“Tidak.”

“Benarkah?”

“Eo! Lagipula itu bukan urusanmu.”

“Tentu saja itu akan menjadi urusanku pria kecil.”

“Terserah kau saja.”

 

dok dok dok dok dok

Aku terkejut dan menoleh ke sampingku saat Mina mengetuk-ngetuk kaca mobil dari luar. Aku tidak bisa mendengar suaranya namun gerak bibirnya berkata untuk menyuruhku segera keluar.

“Cepat temani dia, kau tahu kan dia selalu benci jika dia harus menunggu.”

Arra (tau)!”

 

Aku mengambil tas punggungku dan baru saja aku ingin membuka pintu, Kyuhyun menahan lenganku.

“Jangan pernah bersembunyi pria kecil, aku tidak akan pernah berhenti memanggilmu pria kecil sampai nanti kau tidak bersembunyi lagi.”

Apa lagi yang sedang dia bicarakan. Aku hanya berdecak kesal kearahnya lalu turun dari mobilnya. Dan benar saja belum ada seorangpun disekolah ini, bahkan bis yang akan kami tumpangipun belum datang. Untung saja masih ada 2 satpam sekolah yang masih berjaga. Aku dan Mina memutuskan untuk menunggu yang lain di pos satpam sekolah.

 

-Park Minah’s POV-

“Kenapa kau lama sekali? Apa ada sesuatu yang kau bicarakan dengannya?”

Aku langsung saja menginterogasi Sehun yang baru saja masuk ke pos satpam dan duduk di depanku.

“Tidak. Aku hanya ketiduran.”

Aku tidak tahu apakah yang Sehun katakan itu benar atau tidak karna ia tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, aku tidak bisa membaca wajahnya yang selalu datar tersebut.

 

Satpam tadi memperbolehkan kami untuk tidur terlebih dahulu jika kami mengantuk, karna bis sekolah masih akan datang 1 jam lagi.

 

Are you ready kids?

Aye aye Captain

I can’t hear you

Aye aye Captain!

Oooouu

Aku mengambil ponselku di saku tas dan melihat layarnya, ‘SpongeByun is calling

 

“Yeobuseo?”

Eodiya (Dimana)?”

“Aku-….”

Apa kau sedang pergi bersama Sehun?”

“Iya, kami-….”

Kalian berdua pergi kemana?!”

Aku tersentak saat Baekhyun berteriak dari seberang telefon, sedari tadi ia terus memotong kata-kataku yang belum selesai. Ini kali pertamanya aku mendengar suara Baekhyun yang berteriak, ia terdengar sedang kesal. Bahkan Sehun sampai menoleh kearahku, mungkin suara Baekhyun di telefon terdengar oleh Sehun.

 

“Kami ada disekolah ka-….”

Disekolah? Malam-malam seperti ini?! APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN DISANA?!”

“Baek! Dengarkan aku!”

Aku terpaksa mengeluarkan suara kerasku karna Baekhyun yang terdengar sudah diluar kendali, aku mengerti bahwa dia pasti sedang berfikir yang tidak-tidak mengenai aku dan Sehun sekarang ini. Dan itu sukses membuat Baekhyun terdiam.

 

“Besok kelas kami ada jadwal kunjungan ke luar sekolah dan malam ini kami harus berangkat. Maaf aku tidak sempat menuliskan pesan untukmu, percayalah.”

Baekhyun masih membisu diseberang sana, aku hanya bisa mendengar satu hembusan nafasnya yang terdengar berat. Apa dia sedang ada masalah? Atau dia kelelahan?

 

“Ada apa denganmu? Ini kali pertamanya kau membentakku Tuan Byun.”

Sekali lagi hanya terdengar satu hembusan nafas yang berat dari Baekhyun diseberang sana.

 

Mianhae…

Ia pun mulai besuara dan suaranya jauh berbeda dengan suaranya yang tadi, bahkan aku hampir tidak mendengarnya.

“Apa?”

Walau aku masih bisa mendengarnya, namun aku bertanya untuk memastikkan apa yang ia katakan.

Maafkan aku.

“Apa kau sedang ada masalah? Apa kau kelelahan? Apa kau sudah makan? Makanlah, kalau perlu mandi setelahnya lalu pergilah tidur.”

Aku melirik kearah Sehun karna aku mendengar ia berdecak kesal, dan benar saja ia sedang menatapku sambil bibirnya bergerak tanpa mengeluarkan suara. Gerakan bibirnya mengatakan padaku ‘Dasar ce-re-wet’

Aku membalas tatapannya dan menjulurkan lidahku.

 

“Baek apa kau mendengarku?”

Aku kembali memanggil Baekhyun karna ia terus saja membisu.

Tentu saja sayang, maafkan aku. Aku hanya sedang merindukanmu

“Apa?”

Kali ini aku mendengar jelas perkataannya, namun entah mengapa aku ingin mendengarkan dia mengucapkannya lagi. Ayolah Tuan Byun, kita baru saja berpisah belum ada satu hari lebih tepatnya hanya tidak bertemu selama 14 jam dan kau sudah merindukanku?

 

Aku merindukanmu Park Minah.

“Benarkah?”

Eo, dan sekarang aku tidak akan bertemu denganmu selama 2 hari. Tck, aku tidak tau apa aku sanggup hidup dalam 2 hari tersebut.”

Lagi-lagi Baekhyun membuat pipiku merekah karna perkataannya.

Tunggu, bukankah tidak diperbolehkan untuk membawa ponsel?

Astaga Park Minah! Kau benar-benar ceroboh. Kenapa kau membawa ponselmu?

“Aku lupa untuk meninggalkannya dirumah, apa yang harus kulakukan?”

Tenanglah, aku akan mengambilnya.

“Benarkah?”

Hm, tanyakan kepada Sehun dimana kunci mobilnya.

“Baiklah, aku akan mengirimkan pesan kepadamu.”

Arraseo.

 

Aku menutup telfonnya dan bertanya kepada Sehun dimana ia meletakkan kunci mobilnya lalu aku segera mengirim pesan kepada Baekhyun. Tidak sampai setengah jam, kurang lebih 15 menit Baekhyun datang kesekolah menggunakan mobil Sehun. Aku menghampirinya di gerbang ketika terdengar klakson dari mobil Sehun.

 

Baekhyun turun dari mobil dan saat melihatku berjalan kearahnya dari kejauhan, ia langsung berlari kearahku lalu memelukku. Dapat kurasakan dadaku sedikit sakit saat bertemu dengan dada Baekhyun karna ia menghempaskan dadanya kearahku. Baekhyun memelukku sangat erat, nafasnya berderu disekitar belakang leherku. Kedua tangannya melingkar disekitar perutku. Baekhyun tidak berkata apa-apa namun entah mengapa pelukkannya terasa kurang nyaman untukku. Rasanya seperti Baekhyun sedang ada masalah dan dia butuh ditenangkan.

 

Aku mengusap kepalanya dari belakang lalu mengalungkan tanganku disekitar lehernya yang agak basah karna keringat.

 

Kurang lebih selama 10 menit kami berpelukkan tanpa berkata apapun baik aku maupun Baekhyun, kini nafas Baekhyun sudah tidak terdengar seperti tadi. Merasa sudah tenang, aku melepaskan kaitan tanganku di sekitar leher Baekhyun dan mendorong tubuhnya perlahan agar kami bertatapan. Setelah tubuh kami terlepas dan Baekhyun berhadapan denganku, ia merunduk.

 

“Baek ada apa?”

Aku mengangkat dagunya karna ia tak kunjung menatap kearahku dan menjawab pertanyaanku. Setelah mata kami bertemu, Baekhyun hanya menggeleng. Ia lalu mengambil ponsel dari tanganku dan memasukkannya kedalam sakunya baru setelah itu Baekhyun menatap kedua mataku.

“Aku merindukanmu.” Katanya dengan sangat lirih.

 

Entah mengapa sedari tadi kedua mataku terpaku pada bibir Baekhyun. Baekhyun selalu menciumku terlebih dahulu dan aku belum pernah sekalipun menciumnya. Dan ide itupun muncul dipikiranku.

 

Aku tidak perlu berjinjit untuk dapat menempelkan bibirku pada bibir Baekhyun karna Baekhyun tidak terlalu tinggi untuk seorang namja namun tetap saja ia lebih tinggi dariku, aku hanya mendongakkan kepalaku dan memegang pundaknya agar ia sedikit merunduk.

 

Chu~

 

Aku menempelkan bibirku tepat pada bibir Baekhyun dan hanya mengecupnya lalu melepaskannya kembali.

Mianhae aku tidak bisa menemanimu untuk saat ini.”

Aku mengatakan hal tersebut karna aku tau Baekhyun pasti sedang ada masalah. Ia terlihat murung namun sepertinya itu bukan karna ia lapar ataupun lelah. Baekhyun masih tetap membisu sambil menggenggam kedua tanganku.

 

Kami berdua hanya menatap satu sama lain sambil berpegangan tangan sampai akhirnya bus sekolah yang datang mengejutkan kami berdua.

“Aku harus bersiap sekarang.”

Baekhyun mengangguk lalu kami kembali berpelukkan sebentar dan akhirnya aku pergi meninggalkan Baekhyun.

 

Aku mengambil tasku di pos satpam dan membangunkan Sehun yang sedang tertidur lalu menyuruhnya untuk segera berkumpul di lapangan.

 

Setelah kami berkumpul di lapangan, sonsaengnim mengabsen seluruh siswa lalu menyuruh kami masuk kedalam bis. Semuanya berjumlah 30 siswa dan 5 sonsaengnim.

“Kalian bebas duduk dimana saja dan dengan siapa saja asalkan ingat selalu siapa teman sebangku kalian.”

 

Sebelum masuk kedalam bis aku sempat melambaikan tanganku kearah Baekhyun yang masih saja berdiri di samping gerbang sekolah. Dan sampai bis sekolah pergi pun Baekhyun masih berdiri di depan mobil Sehun, aku dapat melihatnya karna aku duduk di bangku belakang dengan 2 tempat duduk bersama Hani.

 

Skip. Perjalanan.

 

-Author’s POV-

Da deul ireona, ppali (semuanya cepat bangun). Jangan lupa bawa barang bawaan kalian menuju kamar kalian masing-masing, disetiap pintu kamar terdapat nama kalian dan nama teman sekamar kalian. Untuk laki-laki dipondok 1 dan perempuan di pondok 2. Setelah itu segera semuanya berkumpul di depan pondok untuk olah raga pagi. Go go go!”

 

Ocehan Ahn sonsaengnim yang menggunakan toa menggema diseluruh bus dan otomatis membangunkan seluruh penumpangnya. Sebagian dari siswa langsung turun dari bis, sebagian juga masih terduduk ditempat duduknya untuk mengumpulkan separuh nyawanya yang masih tertidur. Ada juga yang tidak merasa terganggu dengan ocehan Ahn sonsaengnim tersebut.

 

“Kalian yang dibangku paling belakang cepat bangun! Oh Sehun, Kim Jongdae, Park Chanyeol, dan yang lainnya!”

 

Merasa namanya dipanggil, namja tinggi bermarga Park tersebut membuka matanya. Menyadari keadaan sekitarnya, ia langsung saja membangunkan teman-temannya yang duduk dibangku paling belakang termasuk Sehun.

 

Setelah memastikan seluruh bis kosong, Ahn sonsaengnim pun turun dari bis menuju lapangan dimana seluruh siswa kelas A berkumpul. Keadaan sekitar masih gelap gulita, tentu saja karna sekarang ini masih jam setengah 5 pagi.

 

¤ H OL L E R ¤

 

Visit my personal blog.

21 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] HOLLER (Chapter 6)”

  1. Jadi baek masih ada sedikit perasaan sama geumhee?? Untung bisa dikendaliin. Kalo engga udah pelukan lah itu baek-hee. Baek lagi butuh mina padahal. Tapi ada keperluan. Jadi sabar aja yah mas byun~
    -XOXO-

  2. Ihh baek gmna sih, msa dia ada sdikit prasaan sma geumhee! Nanti hmna dong eon?
    Duhh aku pnasaran sama masa lalunya ke kyuhyun, sehun, and mina kakk.
    Nanti tolong jelasin ya^^

    Next juseyo..

  3. Ping-balik: Chaptered | Choi's
  4. Ahhh kenapa baek masih punya perasaan sama geumhee, aku gak rela kalo baek nantinya balikan sama geumhee, baek udah sangat sangat cocok sama mina.
    Apa lagi ini sehun juga pernah punya perasaan sma mina, kayaknya sampai sekarang juga sehun emng masih suka sama mina.
    Kumohon jangan buat baek goyah karena geumhee.
    Oh ya masa lalu minakyuhun gimana sih? Penasaran banget.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s