Job’s Goal : Finding Love [Chapter 2]

Finding Love-anneandreas

JOB’S GOAL : FINDING LOVE

.

.

a chaptered fiction with Romance feel in Family and Works life rated by T

staring by

EXO’s Byun Baekhyun, Kim Minseok, Kim Jongdae and Do Kyungsoo

INFINITE’s Lee Howon and Nam Woohyun

OC’s Do Kyungrin and Do Ahrin

.

.

thanks for this cute Poster >> l18hee <<

I own the plot

all cast except OC belong to their real life

.

.

⇓⇓ PREVIOUS CHAPTER ⇓⇓

Teaser – Chapter 1

.

.

-2-

PERKENALAN

.

©anneandreas2016

.

Reen menghela napas ringan, sesekali ia masih merutuki sifat penakut yang seringkali menghantui dirinya -biasanya pada saat seperti ini. Tapi sebagai anak tertua keluarga Do, ia bertekad tidak akan membuat ayahnya malu. Sekali lagi ia menghela napas sembari mengecek penampilannya, lalu berjalan mantap ke lobby sebuah perusahaan, Byun Electrics.

Pintu kaca otomatis terbuka dan Reen masuk. Tegakkan kepala dan berjalan dengan lurus, jangan lupa senyum harus terpahat rapih di wajah.

Annyeonghaseiyo.” sapa dua orang resepsionis serentak setelah Reen masuk. Oke, baiklah Reen. Sekarang sudah dimulai.

Annyeonghaseiyo. Saya Do Kyungrin. Dan mulai hari ini saya akan bekerja di sini.”

 

Satu detik. Dua detik. Tiga detik.

Reen melihat sekilas kedua resepsionis itu mengangkat alisnya. “Maaf sebelumnya, kami tidak menerima informasi apapun tentang penerimaan karyawan baru, jadi…”

Sedikit rasa kesal sekaligus malu sempat menyambangi hatinya, bagaimana cara ia menjelaskan kepada kedua resepsionis yang sedang berdiri di hadapannya ini bahwa dirinya adalah…

“Do Kyungrin!”

Sebuah panggilan yang terdengar asing menyapa rungu Reen tepat setelah dentingan halus tanda lift terbuka terdengar, disambut dengan bungkukan hormat kedua resepsionis di hadapannya.

“Kau Do Kyungrin, kan? Saya Byun ahjussi.”

“Oh, annyeonghaseiyo Byun ahjussi. Maafkan saya tidak mengenali ahjussi.”

Pria paruh baya yang baru saja keluar dari lift itu berjalan mendekat ke arah mereka lalu tertawa -suara tawa yang terdengar seperti bos di drama pada umumnya tentu saja. “Tidak apa-apa. Terakhir aku bertemu denganmu kau masih sangat kecil, tentu saja kau tidak akan mengenaliku.”

Reen membungkuk sopan sambil tersenyum, kikuk.

 

” Kau sudah mulai bisa bekerja hari ini, kan?” tanya laki-laki paruh baya itu lagi.

Reen mengangguk.

“Seulgi, antarkan dia ke ruangan. Lantai dua, ruang accounting. Dia ini, anaknya CEO Do Company.” Kali ini Byun ahjussi berbicara pada salah satu resepsionis yang ada di hadapannya, dan langsung disambut sigap oleh si gadis rambut sebahu itu. “Silahkan ikut saya.”

Reen mengangguk dan mengikuti resepsionis bernama Seulgi itu setelah sebelumnya menunduk pamit pada Byun ahjussi.

.

.

.

“Ruang accounting ada di lantai dua, lantai tiga adalah ruangan audit dan marketing, lantai empat ruangan pajak, lantai lima ruang finance -dan ruangan CEO Byun juga. Kalau ada kesulitan atau butuh bantuan, telepon aku saja. Tekan 100 dari telepon yang nanti ada di mejamu. Namaku Kang Seulgi, tadi namamu Do Kyungrin ya? Senang berkenalan denganmu.” tutur gadis itu panjang lebar, cocok sekali rasanya untuk bekerja sebagai resepsionis.

Reen tersenyum, “Senang berkenalan denganmu juga Seulgi-ssi.”

“Kau tidak bertanya tentang lantai satu? Aku tidak menjelaskan tentang lantai satu.” sela Seulgi lagi. Reen menggeleng, “Kupikir aku tidak boleh tahu karena kau tidak memberitahuku.”

Seulgi tersenyum cerah, nyaris tertawa. “Aku tidak memberitahumu karena tidak ada siapa-siapa di lantai satu. Ruangan itu kosong melompong, biasanya kita pakai untuk acara internal. Huh, aku berharap CEO Byun membeli alat-alat fitnes dan kursi pijat untuk fasilitas kita di sana.” jawabnya sambil tertawa. Reen ikut tertawa, senang rasanya mendengar gadis di hadapannya ini berbicara, seolah sedang berbincang dengan teman lama. Dan perbincangan mereka terhenti karena bunyi dentingan halus tanda lift sudah sampai di lantai dua terdengar.

“Ayo, kuantarkan kau ke ruangan.”

 

Reen bukannya tidak punya pengalaman bekerja sama-sekali. Namun tetap saja setiap kali memasuki lingkungan baru jantungnya akan berdegub kencang, seperti apakah sambutan orang-orang di sana? Mampukah ia berbaur dengan baik? Dan pertanyaan-pertanyaan retorik lainnya terus berkelebat di kepalanya seiring dengan langkahnya yang sudah memasuki sebuah ruangan.

Yang hanya berisi satu orang laki-laki.

 

Annyeonghaseiyo. Jongin-ssi, ada karyawan baru.” sapa Seulgi.

Laki-laki yang baru saja dipanggil Jongin itu menampakkan dirinya dari balik komputer, bangkit dan tersenyum cerah.

Oh baiklah, sepertinya ini bukan awal yang buruk bagi Reen.

Annyeonghaseiyo. Kau, yang katanya anak CEO Do Company itu, ya?”

Oh sepertinya bukan awal yang sebaik itu juga, Reen.

 

“Saya Do Kyungrin.”

Reen memilih mengabaikan kalimat menohok dari calon partnernya itu, lebih baik langsung memperkenalkan diri saja.

“Do Kyungrin-ssi, aku kembali ke bawah ya. Kalau ada apa-apa, jangan segan telepon aku, oke?” Seulgi berucap ramah.

“Memangnya aku akan macam-macam pada karyawan baru, huh?” sela laki-laki di hadapannya itu sambil tertawa ke arah Seulgi. Setidaknya ia humoris, Reen.

 

“Jadi, kau masuk ke sini tanpa tes? Mengapa tidak kerja di perusahaan ayahmu saja? Pasti lebih enak dan menyenangkan.” Pertanyaan demi pertanyaan diterima Reen dari Jongin yang katanya bermarga Kim itu, membuatnya ingin menulis biografi saja rasanya.

“Jika aku bekerja di perusahaan ayahku, aku mungkin tidak diperlakukan sebagai karyawan.” jawab Reen singkat, membuat Jongin mengangkat alisnya lantas tertawa, “Wow, sungguh berkarisma. Seperti Tuan Do.”

“Kau pernah melihat ayahku?”

Pertanyaan Reen lagi-lagi memancing tawa menghambur dari pihak Jongin, “Tentu saja. Ayahmu suka datang kemari. Mungkin beliau tidak mengenal kami tapi kami di sini semuanya mengenal beliau. Dan, apakah kau berniat untuk berdiri saja di situ sampai sore?”

Reen mengerjap menyadari dirinya hanya berdiri di ambang pintu ruang accounting sejak ditinggal oleh Seulgi. “Mengapa kau hanya sendiri, Kim Jongin-ssi?” tanyanya sambil berjalan mengikuti Jongin ke sebuah meja kosong, yang Reen perkirakan akan menjadi meja kerjanya.

“Manajer accounting -sekaligus anaknya CEO Byun- sedang keluar, ia memang masuk keluar sesuka hati. Pastikan saja laporanmu tanpa cacat jika kau berhadapan dengannya. Sedangkan wakil manajer, yang mejanya bersebelahan dengan mejamu itu, sedang pergi ke Beijing memantau kantor di sana. Aku, staff accounting juga. Namun, aku mengurus gudang sedangkan kau rencananya akan mengurus pabrik. Jadi kita akan sering bekerja sama nanti.”

 

Reen mengangguk-angguk. Jadi, tepatnya akan ada empat orang di ruangan ini, termasuk dirinya. Sejenak hening tercipta diantara mereka sebelum akhirnya Reen memberanikan diri membuka suara, “Jadi di lantai dua ini, hanya berisi tim accounting?”

Dan lagi-lagi Jongin tertawa mendengar pertanyaannya. Kenapa sih laki-laki ini selalu tertawa, Reen ‘kan bukan pelawak. “Apa aku salah?”

“Tidak.. Tidak. Aku hanya membayangkan jika lantai dua yang luas dan banyak sekat ini isinya hanya kita berempat. Ruangan yang persis di sebelah ruangan kita -yang terlihat acak-acakan itu, yang bekerja di sana adalah staff IT, omong-omong dia hanya bekerja sendirian, mengontrol semua komputer di kantor ini. Jadi, kau harus terbiasa mendengar bunyi telepon berdering dari ruangannya dan dia juga jarang sekali terlihat di ruangan. Karena dia seringkali berkeliling mengisi tinta printer milik karyawan.”

Reen mengangguk-angguk.

“Sedangkan, yang dipojok sana ditempati oleh personalia, dan ruangan luas yang ada disebrangnya di isi oleh staff accounting dari perusahaan cabang. Kadang mereka suka merecokiku -dan kuyakin sebentar lagi kamu juga- tentang hutang piutang afiliasi. Dan selalu saja perhitungan milikku dan milik mereka tidak klop. Huh, membuat aku harus pulang lebih lama.”

Baiklah, yang ini kabar buruk.

“Kalau lantai-lantai lainnya memang hanya berisi satu atau dua departemen saja. Karena departemen mereka banyak penghuninya. Sedangkan lantai dua ini isinya departemen campur-campur. Ayo, sini aku perkenalkan dengan format laporan kita.” tutur Jongin lagi, kali ini sambil mengambil alih mouse yang ada di hadapan Reen dan memperlihatkan kelihaiannya menggunakan benda mungil itu sambil menjelaskan susunan angka-angka yang tampil di layar komputer di hadapan mereka.

 

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

 

Noona, kau masih hidup ‘kan?”

Pesan singkat dari adik laki-laki kesayangannya itu membuat Reen menyunggingkan senyum lebar. Walaupun nadanya tidak bersahabat, ia tahu adiknya itu mengkhawatirkan dirinya. Baru saja ia mulai mengetik pesan balasan, sebuah suara yang terdengar menginterupsi menyambangi rungunya.

“Kau, karyawan baru malah bermain-main dengan handphonemu? Pasti, kau anak CEO yang masuk ke perusahaan ini dengan jalur nepotisme itu, ya.”

Nada tanya yang terdengar sarkasme itu segera membuat Reen meletakkan handphonenya dan menatap ke arah sumber suara. Seorang laki-laki yang terlihat seumuran dengan dirinya, berpakaian cukup mewah, terlihat dari barang-barang branded yang melekat di tubuhnya itu, oh dan jangan lupakan jam tangan berwarna emas yang bertengger gagah di pergelangan tangan kirinya itu membuat Reen cukup yakin bahwa laki-laki itulah yang tadi disebut sebagai anak CEO Byun.

Oke, Reen. Walaupun kau juga anak seorang CEO, namun kau kemari untuk belajar menjadi seorang karyawan biasa. Reen bangkit dan membungkuk hormat ke arah laki-laki itu, “Annyeonghaseiyo, saya Do Kyungrin. Staff accounting bagian pabrik yang baru.”

Reen menangkap aura kaget sesaat di wajah anak CEO itu sebelum akhirnya ia berucap lagi, “Araso, aku sudah tahu. Dengar, aku tidak peduli siapa kau. Yang penting kau bekerja dengan benar di sini. Jongin, bawakan aku laporan gudang dua bulan yang lalu. Bukankah dua bulan yang lalu beberapa sparepart kita tidak datang tepat waktu?”

Dan seketika jawaban tegas terdengar dari bibir Jongin, laki-laki itu mengambil setumpuk berkas dari dalam lacinya dan bergegas meletakkannya di meja manajer yang baru datang itu. “Sepertinya, cara kerja di sini cukup berat.” eluh Reen dalam hati, dan mulai menyibukkan diri juga, sebelum laki-laki itu memanggil namanya.

 

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

 

“Do Kyungrin-ssi, kau tidak ingin pergi ke kantin? Tidak makan siang? Ini ‘kan jam istirahat?” sapa Jongin ramah. Reen menatapnya sebentar sambil tersenyum lalu menggeleng, “Aku bawa sayur dari rumah, mungkin aku akan ke pantry saja memanaskan makanan ini.”

Sebuah anggukan dari pihak Jongin lalu ia melangkah pergi.

 

Tak perlu banyak sekon dipakai Reen untuk mengambil dua kotak makan siangnya sepeninggal Jongin, satu kotak nasi dan satu kotak berisi sayur. Reen tidak makan sebanyak yang kalian pikir, omong-omong.

Berbekal keberanian, ia melangkah menuju pantry yang ada di bagian belakang, dekat toilet. Menyalakan microwave, lalu mendudukan dirinya di sana sambil menunggu dentingan halus dari microwave terdengar, tanda bahwa makanannya sudah kembali panas. Sesekali ia bersenandung mengusir kebosanan sampai akhirnya dering teleponnya berbunyi dan sebuah sumringah muncul di bibir peach miliknya.

 

“Woohyun oppa! Aku senang kau menelepon. Aku sedang bosan. Ada apa?” sapa Reen ramah sementara terdengar sahutan tawa dari ujung telepon. “Aku tahu kau pasti bosan, apalagi katanya kau sekarang susah bergaul. Makanya aku meneleponmu, jadi apakah nanti sore kau mau kujemput?”

 

Sebuah dengusan disela tawa keluar dari bibir Reen, ia sudah bisa bersikap santai pada teman kecilnya yang sudah terpisah bertahun-tahun itu. “Aku tidak susah bergaul, oppa. Aku hanya menjadi gadis yang lebih tenang. Mengapa bahasamu seperti kalau aku ini manusia anti sosial saja? Dan ya, aku mau kau jemput!”

 

Araso, nanti aku jemput. Kita makan malam bersama.” Sepenggal jawaban ‘ya’ dengan nada semangat diucapkan Reen sebelum ia mengakhiri sambungan telepon mereka.

 

“Ini pertama kalinya aku mendengar suara mu.”

Kalimat bernada ramah dengan suara yang asing itu membuat Reen menoleh untuk mendapati seorang laki-laki tampan berseragam office boy yang sedang membawa nampan penuh gelas kopi kosong sedang tersenyum ke arahnya. “Annyeonghaseiyo. saya Do Kyungrin.” sahut Reen tak kalah ramahnya.

 

“Saya Kim Myungsoo. Kau yang katanya anak CEO Do Company itu, ya?”

Reen mendesah pelan, bosan rasanya ia mendengar kalimat pertanyaan yang entah sudah berapa kali ia dengar hari ini. Namun, sebagai anak baru yang diharuskan untuk ramah, Reen mengulas senyum disertai sebuah anggukan. Untung saja selanjutnya bunyi dentingan halus dari microwave terdengar, membuat Reen terburu mengeluarkan makanannya dari dalam benda penghangat berbentuk kotak itu dan mulai memindahkan makanan itu ke dalam mulutnya.

 

“Sepertinya kau bisa memakan makananmu pelan-pelan, Do Kyungrin-ssi.” komentar dilontarkan dari pihak Myungsoo sebelum disambut tawa oleh keduanya. “Kau panggil aku Reen saja. Aku merasa terlalu formal untuk dipanggil dengan nama lengkapku.”

 

Araso, Reen-ssi. Kalau kau bosan di dalam atau tiba-tiba perutmu meminta diisi oleh makanan di sela-sela jam kerja, kau boleh datang kemari, atau telepon saja aku jika kau ingin kopi. Aku akan membuatkannya untukmu.” tawar Myungsoo ramah, Reen lantas menjawab, “Baiklah. Jadi jangan mengusirku jika aku nanti akan sering datang kemari. Oke?”

 

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

 

Jam lima sore.

Reen mengangkat dagunya, melihat sekilas ke arah Jongin yang masih membenamkan kepalanya tampak sangat sibuk dengan tumpukan kertas yang ada di hadapannya, dan Byun Baekhyun -si anak CEO sombong- yang masih duduk memangku kaki dengan santainya, oh dan jangan lupakan tatapan mengintimidasi khas miliknya itu.

Reen sudah ingin pulang tentu saja, apalagi karena ini hari pertama dan tidak banyak yang ia kerjakan hari ini. Tapi apakah ia sudah boleh pulang sekarang?

Gelisah Reen memainkan jemari tangan yang menggenggam temali tas yang sudah bertengger di pangkuannya. Bagaimana bila ia mencoba untuk berdiri dulu lalu melihat situasinya…

 

“Kau? Sudah rapih? Sudah hendak pulang?”

Lagi-lagi nada mengintimidasi meneror seluruh ruangan, tanpa perlu menoleh Reen sudah tahu bahwa kalimat tudingan itu jelas di arahkan padanya. Dan semua bertambah jelas ketika Jongin ikut mengangkat kepalanya dan memandang Reen yang sudah siap pulang dengan tatapan nanar.

 

“Sementara manajermu masih duduk di sini, dan kau sudah berniat pulang? Karena kau juga anak CEO, begitu? Jika cara kerjamu begitu, kantor mana yang mau bekerja denganmu.” lanjutnya lagi, masih tetap dengan intonasi yang menusuk.

Rasa-rasanya semua darah Reen naik menuju ke puncak kepalanya, jika tidak menghargai Byun ahjussi yang adalah teman seperjuangan ayahnya, mungkin Reen lebih memilih untuk berdiri, menampar laki-laki menyebalkan itu lalu tidak pernah menginjakkan kakinya lagi di kantor ini.

 

“Jongin, kau bawa pulang saja pekerjaanmu itu.” ucap laki-laki Byun itu lagi, kali ini pada Jongin yang tampak merana, sebelum akhirnya ia melangkahkan kaki keluar dari ruangan mereka.

 

Kepergian Byun Baekhyun tidak serta merta membuat kemarahan Reen menyusut, ia justru semakin kesal saja jika mengingat kalimat demi kalimat yang diutarakan laki-laki tak tahu sopan santun itu. “Apakah laki-laki itu memang selalu menyebalkan seperti itu? Seperti gadis yang sedang PMS saja.” omel Reen.

 

“Tidak, biasanya Baekhyun tidak seperti itu. Biasanya ia riang. Bahkan kami bisa bercanda dan terbahak-bahak bersama, namun jika suasana hatinya sedang rundung -seperti hari ini- ya itulah yang terjadi. Kau jangan marah, Kyungrin-ssi. Baekhyun itu bos yang baik.”

Reen tertawa setengah mendengus, “Kau yang sangat baik Jongin-ssi. Setelah perlakuannya itu, kau masih saja membelanya.”

Jongin ikut tertawa, “Kau akan tahu nanti kalau ia bukan bos yang sejahat itu. Ia pemuda biasa yang lucu. Kyungrin-ssi percaya padaku!” lanjutnya sambil menepuk-nepuk dadanya, seolah menunjukkan kalimatnya benar-benar bisa dipercaya.

 

Araso.. Kau sudah selesai berberes? Ayo kita pulang. Ah! Dan, mulai besok jangan panggil aku Kyungrin, Reen saja cukup. Oke?” Pertukaran senyum perpisahan yang ramahpun dilakukan sekeluarnya mereka dari lift dan Reen melangkah keluar kantor.

 

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

 

“Aku baru pertama kali melihat ada anak CEO yang semenyebalkan dia!”

“Hyun oppa, kau juga anak CEO. Tapi kau tidak boleh seperti dia!”

“Seharusnya Byun ahjussi tahu apa yang dilakukan anaknya padaku!”

“Aaaargh! Menyebalkan!”

 

Woohyun yang memegang kemudi hanya tertawa mendengar rentetan omelan yang keluar dari bibir Reen dengan sangat lancar. Sesekali ia mengangguk mengiyakan, hanya untuk membiarkan gadis itu tahu bahwa ia menyimak semua omelannya. Setelah ia merasa intensitas omelan Reen mulai mereda, Woohyun menyela, “Mau makan apa?”

 

“Aku mau makan makanan yang paling pedas!”

Dan lagi-lagi Woohyun tertawa, sepertinya kemarahan gadis yang duduk di sampingnya ini belum sepenuhnya sirna. Namun sekon kemudian Woohyun melihat senyum sumringah tergambar di bibir gadis itu tepat setelah ia menggeser tanda hijau bundar yang muncul di layar handphonenya.

 

“Kyungsoo-ya!! Ya, aku sedang di mobil bersama Woohyun oppa, kami mau makan malam bersama. Oh? Kau juga diajak? Sedang di jalan? Oke.” Sebuah desahan singkat sebelum akhirnya Reen memutuskan sambungan telepon mereka.

 

“Jadi, kau ingin makan berdua saja denganku?”

Atensi Reen langsung saja mengarah pada Woohyun yang berbicara dengan nada menggoda, “Apa maksudmu?”

“Kau mendesah, seperti kecewa karena Kyungsoo ikut makan bersama kita. Sebenarnya tidak hanya Kyungsoo, aku juga mengajak Arin dan ia bilang ia akan membawa Jongdae bersamanya. Harusnya kau bilang dari awal ingin makan berdua saja denganku, atau aku batalkan saja dan kita pergi makan berdua?” Terselip kikikan geli pada kalimat panjang yang barusan Woohyun lontarkan, sementara Reen terlihat kehilangan kata-katanya, “Heol. Rasa percaya dirimu berlebihan sekali, Nam Woohyun-ssi.”

.

.

.

“Aku datang!” sebuah suara menggema memenuhi ruangan resto sederhana yang sedang sepi pengunjung itu. Sementara ketiga orang yang menjadi obyek panggilan tampak tidak menggubris sama sekali.

“Hey, kubilang aku datang!” suara itu mengulang kembali.

“Kami tahu, tidak usah ribut dan cepat duduk saja Arin noona.” Kyungsoo pada akhirnya menyuarakan respon panggilan dari si gadis yang baru datang.

 

Sambil berkacak pinggang karena salah tingkah Arin melontar kalimat, “Hey! Kalian mau membuat aku malu di depan pacarku, ya!”

“Kau tidak memikirkan kembaranmu yang tidak punya pacar ini, ya!”

“Ups, aku lupa kalau di sini hanya aku yang berpacaran.”

Dan akhirnya seisi meja menghambur tawa, termasuk laki-laki manis dengan senyum khas yang sedari tadi berdiri di belakang si gadis ceria.

 

“Silahkan duduk, Jongdae-ssi.” sapa Woohyun ramah sementara Reen tersenyum kikuk yang selalu ia perlihatkan pada orang yang baru pertama kali ia temui.

“Ah, ya. Terima kasih.” jawab laki-laki itu ramah lalu mengambil tempat di samping Arin yang sudah lebih dulu duduk tanpa komando.

 

“Jadi, ini eonnie kembaranku. Semua manusia di muka bumi ini berkata kalau kami identik. Namun menurutku aku jauh lebih cantik darinya, iya ‘kan?”

Tanpa mau melihat Reen yang ia yakin sedang memelototinya, Arin melanjutkan, “Kau anak laki-laki ini adikku, namanya Kyungsoo. Dia sedang mengerjakan skripsi dan bersikap seolah itu adalah akhir dunia.”

 

“Aku tidak begitu!” sela Kyungsoo.

“Biarkan saja dia bercicit, Kyung!” Reen menimpali.

 

“Kalau oppa ini, teman kecil kami. Kami baru bertemu lagi kemarin, sih. Tapi dia masih sama asyiknya seperti dulu, mungkin juga karena umur kami yang hanya terpaut setahun. Namanya Woohyun oppa.” Arin melanjutkan kalimatnya tanpa memperdulikan komentar kedua saudara kesayangannya.

 

Setelah acara bertukar salam dilakukan, mereka mulai sibuk mengisi perut mereka dengan makanan yang tersaji di meja. Sesekali tawa menghambur keluar serta kalimat saling mengejek dilontarkan, namun obrolan mereka tampak sangat seru seakan tidak pernah kehabisan bahan. Suasana hati Reen pun mulai membaik lagi, setidaknya sampai si adik kesayangan akhirnya mengucapkan kalimat terkutuk, “Jadi noona, apa yang kau lakukan seharian ini di kantor barumu? Kau sudah bertemu anaknya Byun ahjussi?”

 

Segera setelah kalimat itu terlontar, Woohyun melirik sepintas pada wajah Reen yang berubah sama seperti baru keluar dari kantornya tadi, dan Woohyun merasa sepertinya ia perlu mengambil headphone dari dalam tasnya sebelum Reen memulai sesi mengocehnya lagi. Sementara Reen yang mulai merasa semua otot-otot di wajahnya menegang mulai menyiapkan diri untuk menumpahkan segala emosinya, “Biarkan aku menceritakannya dari awal…….”

.

.

.

to be continued.

 

\.0./ Belajar Akuntansi \.0./
Afiliasi

=> Pertalian sebagai anggota atau cabang; perhubungan. (KBBI)
=> Merupakan salah satu cara mengembangkan bisnis dengan cara memanfaatkan
sosialisasi yang secara terarah dilakukan oleh individu, badan usaha atau
organisasi dan kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan yang sudah
disepakati bersama. (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Afiliasi)

Gampangnya, Afiliasi di dunia kantor itu terjadi di dalam dua perusahaan yang
bekerja sama. Bisa memiliki bos yang sama atau tidak,
misal seorang bos memiliki dua perusahaan dan kedua perusahaannya itu
saling terkait atau bisa juga seorang bos yang memiliki perusahaan dengan
seorang yang memiliki perusahaan lainnya memutuskan untuk bekerja sama.
Transaksi hutang dan piutang yang terjadi di antara kedua perusahaan
yang bekerja sama inilah yang disebut dengan afiliasi.

Dalam FanFic Job’s Goal : Finding Love ini, afiliasi terjadi di antara
dua perusahaan yang memiliki satu bos, yaitu CEO Byun.
Oleh karena itu, staff accountingnya berada di kantor yang sama.

.

..

Cuap-cuap bahagia:

Chapter dua nongol, yeaaayyyy!!
Yang kali ini gak lama kaya yang kemaren kan yah? Yah?

Maapin kalo chap 2 masih sama absurdnya kaya chap 1,
lebih absurd kayaknya wkwkwkw.
Masih belum masuk banget ke dunia kerja,
tapi udah mulai ada bahasa-bahsa alien yang diucapkan di sini,
itu aku ngejelasinnya pake bahasa santai bukan kaya di google,
kalo misalnya ada yang gak tau, ditanya boleh nanti aku jelasin
*berasa guru wkwkwk*

Seperti biasa makasih buat semua yang udah komen, ya.
Kalo belom komen, komen dong!
*dibalang*

Tunggu chapter selanjutnya yaaa
Nomu-nomu kamsahamnida
*bow*

 

14 thoughts on “Job’s Goal : Finding Love [Chapter 2]

  1. wah jgn2 Si reen suka sam woohyun lg,hah ad2 aj deh kelakun 3 bersaudara ini,kepribadian mreka itu lo y sllu bikin ngakan

    keep writing authornim

  2. Ping-balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 3] | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: Job’s Goal : Finding Love [Special Birthday] | EXO FanFiction Indonesia

  4. Weeeee~ first day in job’s place wkwk ini mbak reen sedikit kurang ajar banget ya kak 😂 wkwk abis dia udah dipanggil ama byun ajusi -yg otomatis gajadi malu didepan orang2- tapi malah dia gak inget wkwk untung aja dia baik kalo yoon jd byun ajusi langsung yoon suruh pulang daah wkwk
    ini sumpah yoon banyanginnya enak banget ya kalo punya rekan selgi, deket jongin, menejer bekyun dan apalagi oh ooh aah ob nya eL yaawlaah😄 gaada salahnya reen sering2 ke pantry wkwk siapa tau abang eL masuk list nya reen juga~
    soal makan bersama~ ya~ sebagai adek yg baik kyungsu dg santainya nanyain keadaan nunanya di kantor wkwkwk tp malah bikin reen…
    mangaats kak ne~ gaperlu panjang2 yg penting berisi cem hot dog wkwk /pikirannya kemana2/

    • Si mbak reen ini emang suka lupaan sama orang dia wkwkwkwk..
      Untung aja byun ahjussi baek jadi si reen ga disuruh pulang buahahah..

      Iyaaah, indah banget emang, kalo mau masuk byun electrics katanya visualnya emang kudu bagus /plak /gakgitu wkwkwk
      OBnya emang paling mantaav sejagat raya wkwk..
      Kyungsoo sebenernya hanya berniat baiik, malah disemprot sama nunanyaa..
      Yang lebih kasian Woohyun yang harus dengerin Reen ngoceh dua kali wkwkw..

      Makasiii..
      Chap 3 udah di up.. *promosi /gaksopan padahal lama balesnya
      See you.. >.<

  5. Senang ya klo punya saudara seakrab mereka,,,, Baekhyun knp ko jutek gtu ma Reen,,katanya anak yg manis,, jadi ada apa dng Baekhyun,, jng jng,Baekhyun d jodohin ma Reen ,makanya sinis gtu…???/ hehe sok tau…
    Next ya

    • Aku baru bales komenan chap 2 ketika chap 3 udah publish /digebukin
      Iyaaah aku juga ngarep punya saudara seakrab merekaa.. /lah curhat wkwkwkw
      Baekhyun kemarin itu lagi badmood aja diaa..Wkwkwk
      Akankah akankaahh?
      Wkwkwk..

  6. Huaaa.. Akhirnya chap 2 d up jugaa^^

    Wuahh ada abang BAEK.. Nmbah seruuu nih kak
    Ehh tpi baekhyun kok gtu ya? Mau liat baekhyun yg ceria and baik dong kakk..hehe
    Iya itu si Jongin klo dtanya kok ya jwbnya selalu dengan tawa?..WKWKWK

    Lahh kakk itu Myungsoo / L jdi office boy??..hihihi
    Ihh itu 3 bersodara bikin ngakak..
    Arin kek gtu.. Ehh kyungsoo malah bahas tentang kantor..hahaha pdahalkan moodnya si reen udah mulai membaik eehh kyungsoo nanya moodnya reen jadi Jeblog(?) kak.wkwkwk terima saja lah reen apa yg dkatakan sodaramu..kkk

    Next kak dtunggu klanjutanya ya^^
    Fighting!!

    • Dan sekarang chap 3 udah di up, tapi komenan dari chap 2 belum dibalees.. /plak
      Iyah ada baek jugaa hihihi.. Baek nya lagi bad mood kemarin itu makanya begitu diaa buaahahaha..
      Jonginnya mah emang gitu anaknya, dia emang suka tawatawaa..

      Iyaaah, si Myungsoo jadi office boy paling ganteng se antero Byun Electrics wkwkwkw..
      Hihihihi,, 3 sodara itu emang gabisa diprediksiii..

      Lanjutanyaa uda up yaa..
      see yoouu.. >.<

  7. Chapter 2 akhirnya keluar, sudah ditunggu2 itu..
    Seru bingo ka, si jongin klo ditanya ketawa mulu kenapa coba? Hahaha 😂
    3 saudara yg lucu ..
    Baek sombong bgt ya disitu tpi bener kan itu cmn karena mood.. semoga chap berikutnya ada moment kyungrin-baek.. hehe

    Next ka!

    • Aku lupa balesin komenan di chap 2 sampe chap 3 publiissh.. Wakwaaakk.. /ditabokin
      Si jongin humoris anaknya dia suka tawatawa, dia ga gila kok tenang aja /plak /plak /dor
      Wihiii ada yang nungguin moment kyungrin-baek.. hihihihi.. hihihihi..
      Sampe ketemu di chap 3 yaaa.. >.<

  8. akhirnya chapter 2 keluar juga..
    aku suka sama 3 bersudara itu, uh tingkah mereka itu lo.. hahaha
    oke aku tunggu next chapternya ya
    omong omong le denier arret udah sampa chapter 5 ya, tp aku belum bisa baca soalnya koneksi internet minggu ini bener-bener bikin emosi.. hehe
    see you next chapter

    • Dan aku lupa kalo aku belum bales komenan di chapter 2 sampe aku publish chapter 3.. /ditabokin
      3 bersaudara itu memang begituu, memang konyol bener mereka maah.
      Iyaaah le dernier arret baru sampe 5 dan masih stuck di sana karena kami sibuuk /alesan aja kak /dibalang
      baca chap 3 nya yaaa, see youu.. >.<

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s