Le Dernier Arret [Chapter 5]

LDA

Le Dernier Arret

Minseok / Sehun / Reen / Runa

AU / lil!Comedy / Fantasy / Friendship / Romance / Sad / Teen

anneandreas & l18hee

We own the plot and OC

.

.

Hanya manusia kolot yang tidak sadar jika vampir benar-benar ada di sekitar mereka

.

⇓ PREVIOUS ⇓

Teaser – Chapter 1 – Chapter 2 Chapter 3 Side Story 1 “Ahn Chi” [1/2] – Side Story 1 “Ahn Chi” [2/2]Chapter 4

.

= Chapter 5 =

.

.

“Nona jus, tunggu. Mengapa kau jalan terburu-buru?” panggilan si lelaki tidak digubris, Runa tetap melangkahkan kakinya lebar-lebar di koridor sekolah. “Hoy, nona jus! Tidak perlu jalan buru-buru begitu, kenapa kau tidak teleportasi saja? Kita, kan, vam-“ Kalimat serta langkah Sehun berhenti mendadak ketika Runa sekonyong-konyong memutar tubuhnya, menatap laki-laki itu dengan pandangan menusuk, “Kau mau bilang kita, kan, apa?” jawab Runa dengan nada rendah yang terdengar mengintimidasi. Dia benar-benar tidak suka ucapan Sehun yang seringnya terlalu frontal.

Sehun menggeleng.

“Jadi, kau mau bicara apa? Kau menunda waktuku, aku mau ke kantor pusat.” Runa menyahut lagi sebelum akhirnya melangkah. Namun sekali lagi ia memutar tubuhnya karena genggaman Sehun menahan lengannya, “Kau mau apa ke kantor pusat? Kau tidak akan eummh …” Sebuah tamparan mendarat di lengan Sehun bahkan sebelum ia sempat melanjutkan kalimat.

“Kau pikir aku ke kantor pusat untuk melaporkan kejadian Reen? Aku tidak sebodoh itu, Oh Sehun. Aku ke kantor pusat karena persediaan SPA kita semakin menipis, kecuali kalau kau mau kulitmu meleleh karena terpapar sinar matahari langsung.”

Sehun terdiam sebentar, membuat Runa lagi-lagi memutar matanya jengah, “Aku tidak punya waktu untuk menunggumu berbicara di sini, jadi aku akan pergi saja.” Satu langkah ia ambil bahkan sebelum Sehun sempat menjawabnya. Runa membiarkan laki-laki itu berjalan di belakang untuk mengikutinya, seolah ia tidak menganggap laki-laki itu ada.

“Runa.” Sebuah panggilan akrab menyapa rungunya, membuat Runa menolehkan atensinya ke arah sumber suara. Rupanya Chanyeol baru saja keluar dari ruang latihan band bersama kelompoknya.

Sunbae ….”Secara otomatis rona merah menyambangi kedua pipi Runa, tentu saja benar bahwa hati tidak bisa berbohong. “Kau belum pulang?” tanya Chanyeol.

Runa menggeleng.

“Tadi katanya buru-buru, mengapa kau sekarang membuang waktu di sini. Ayo pergi.” Sehun menyela dan menarik tangan Runa sebelum akhirnya berjalan menjauhi kelompok band di koridor itu. Tidak seperti biasanya, Runa membiarkan Sehun menarik tangannya dan berjalan menjauhi manusia yang sempat sangat ia kagumi itu. “Akhir Minggu nanti, band-ku akan melakukan pertunjukan di taman pusat kota, pukul tiga sore.” Runa menoleh akibat kalimat yang diutarakan Chanyeol, ia baru hendak menjawab ketika ia merasakan Sehun semakin mengeratkan pegangannya dan menarik Runa untuk melangkah lebih cepat.

“Aku harap kau datang mendukungku!” teriak Chanyeol lagi, membuat mau tak mau Runa menoleh lagi, dan mengulas senyum tipis meskipun ia berharap Chanyeol tak menganggap senyum Runa sebagai jawaban ‘ya’ darinya.

“Dasar manusia sialan,” umpat Sehun terang-terangan ketika mereka sudah ada di depan sekolah. Sekon kemudian ia menatap gadis yang masih bediri di sampingnya, tidak biasanya Runa membiarkan dirinya menghina Chanyeol. Sehun mengernyit, tanda bahwa ia merasa ada yang tidak benar. “Kau kenapa? Tidak jadi pergi ke kantor pusat?”

Tidak ada jawaban. Barulah Sehun menyadari bahwa gadis di sampingnya ini sedang melamun. “Hey, Runa.” Sebuah panggilan lagi, kali ini disertai dengan sedikit goncangan di lengan.

E … eoh?”

Baiklah, Runa benar-benar melamun.

“Kau … tidak jadi pergi ke kantor pusat?” tanya Sehun. Dia sedikit merasa tidak enak mendapati Runa memasang ekspresi bingung sekaligus tak nyaman.

“Ah? Ya … aku akan pergi. Kau juga pulanglah sana.”

Baru satu langkah Runa ciptakan, langkahnya terhenti lagi karena genggaman tangan Sehun. Namun kali ini tidak seerat saat Sehun menariknya menjauh dari Chanyeol. Ia memutar tubuhnya, menatap Sehun malas, “Kenapa lagi?”

“Kau … mau pergi menonton pertunjukan manusia itu?”

Runa mengangkat alisnya, ini pertama kalinya ia mendengar Sehun berbicara dengan nada yang cukup putus asa. “Jangan pergi …” lanjutnya lagi.

“Kenapa aku tak boleh pergi menonton pertunjukannya?” Runa berusaha memancing jawaban, sedangkan Sehun menunjukkan gelengan.

“Aku hanya tak ingin kau pergi.”

Runa tak habis pikir. Kenapa Sehun selalu saja melakukan sesuatu tanpa dilandasi alasan yang jelas? Sesungguhnya menyebalkan, mengingat bagaimana ia menganggap ucapan yang Sehun lontar seringnya terkesan ambigu. Tidak jelas, dan seenaknya.

“Aku masih tidak mengerti jalan pikiranmu,” lontar Runa kemudian. Mencipta kerutan di kening sang lelaki di hadapan. Tak membiarkan si lelaki menayahut, gadis itu kembali berucap, “Aku juga tahu batasan antara manusia dan vampir. Memangnya jika aku menonton pertunjukan Chanyeol artinnya aku akan terus hidup bersamanya? Tidak, kan?” Dia menarik lengannya agar terbebas dari tangan Sehun, “Nikmati hidupmu, Sehun. Jangan terkungkung dalam pemikiranmu yang itu-itu saja. Kau bisa berjalan-jalan, menikmati aktivitas seperti manusia. Atau bahkan kembali ke kantor pusat. Terserah padamu.”

Nyatanya ini lebih terdengar seperti ‘aku tidak memintamu menjagaku’ di telinga Sehun.

“Kau memutar topik.”

“Tidak.” Cepat Runa menyela. Dia memutus kontak mata, memilih memandang ke arah lain, “Aku hanya ingin bilang, aku akan baik-baik saja saat menonton pertunjukan Chanyeol.”

Tahu persis ia sudah kalah telak, Sehun bisa merasakan hawa panas menyelubungi tubuhnya. Bukan kekuatan, melainkan memang amarah sungguhan, “Apa kau yang sedang bingung selalu sekeras kepala ini? Lebih dari keras kepala yang biasa jika kulihat kilat di matamu.” Dia mengembus napas cepat, “Kalau kau mau lihat, lakukan saja. Jatuh cinta sungguhan juga silakan. Tapi jangan merengek saat manusia itu menyakitimu.” Begitu saja Sehun melangkahkan kaki untuk pergi. Meninggalkan Runa yang masih berdiri sendiri.

Runa memijit pelipisnya.

Sehun memang benar, gadis itu sedang di ambang bimbang. Perasaan kagum pada sosok Chanyeol, bercampur fakta bahwa Chanyeol jugalah yang menaruh curiga pada karibnya. Bukannya Runa tidak setia kawan. Dia bahkan mencoba menekan euforianya kala melihat Chanyeol. Namun kenyataan justru menamparnya keras-keras. Park Chanyeol terlalu suka bertengger di otaknya.

Kali ini saja Runa ingin egois. Menonton pertunjukan Chanyeol walau itu artinya untuk yang terakhir. Setelahnya, dia akan mulai menjadi vampir baik-baik. Mungkin pemikiran tentang kembali ke kantor pusat dirasa lebih bagus.

Bukankah jika Runa memang benar-benar akan kembali, dunia yang sekarang ia tinggali tetap tak akan kosong nanti?

-0-

Ketika cairan SPA disuntikkan, Reen sedikit memejamkan mata. Rasanya seperti disemprot keras-keras di bagian saluran nadi. Padahal hampir sudah terbiasa, sih. Tapi nyerinya masih lumayan terasa.

Di bagian yang terkena bayang-bayang bangunan di sebelahnya, Minseok menunggu giliran. Hitung-hitung sekalian menatap Reen sedikit lama dalam diam. Dan ‘sedikit lebih lama’ yang Minseok rencanakan menjadi ‘lama sekali’ karena Reen tak kunjung mengulungkan SPA padanya.

“Menunggu apa?” Tak tahan diam, Reen akhirnya bicara. Lantas Minseok menyuguh senyum simpul saat manik gadisnya tertumbuk padanya, “Menunggu kau memberi jatah SPA-ku.”

“Kenapa tidak bilang?” Menyempatkan diri memutar mata malas, Reen meraih satu SPA di kotak pemberian Runa dan menyerahkannya pada sang lelaki. Mendudukkan diri sembarang adalah yang Minseok lakukan. Tak butuh waktu lama baginya untuk menyuntikkan SPA di atas kulit tangan bagian dalamnya. Ritual berguna yang sesungguhnya terasa sedikit merepotkan─juga membosankan.

“Apa Runa sudah mengirimkan losionnya juga?”

“Kau tahu dia jarang lupa di bidang antar-mengantar barang. Aku sudah menyarankannya membawa notes,” jelas Reen bangga. Dia melirik beberapa botol berisi losion SPA. Sebenarnya jika sudah menyuntikkan SPA dalam tubuh, kemungkinannya kulit vampir akan terlindungi hampir 12 jam. Namun di beberapa kasus, kulit yang terlalu lama terpapar sinar matahari secara langsung akan lebih cepat menghabiskan efek suntikan SPA. Jadi kantor pusat mengatasinya dengan perlindungan tambahan berbentuk losion. Lumayan repot, tapi tentu bermanfaat. Tinggal menunggu produk terbaru yang lebih canggih saja.

“Kau sudah ke kantor pusat untuk membersihkan lambungmu?” Minseok berucap seraya mengusap pelan bekas suntikan. Sebuah jawaban kemudian terlontar, “Tidak perlu. Aku sudah tidak apa-apa, kok.”

Memicing tak yakin, Minseok membuat Reen mengerucut sebal, “Percaya padaku. Aku sungguh-sungguh. Oppa tahu aku vampir paling kuat di dunia.” Sontak si lelaki menarik pipi gadis di depannya. Membuat sang gadis meringis, “Aw! Kenapa, sih?”

“Katanya vampir paling kuat?” Kekehan Minseok menyadarkan Reen jika dirinya baru saja dikerjai. Sebelum mendapat pukulan di lengan, Minseok lebih dulu melanjutkan, “Sehun dan Runa sepertinya sedang bertengkar.”

Benar saja, Reen lekas mengurungkan niat untuk melayang pukulan dan memilih menanggapi apa yang kekasihnya ucapkan, “Bukannya setiap hari begitu, ya?” Sebuah gelengan mematahkan persepsinya. “Kali ini beda. Bahkan Sehun selalu mengalih topik jika aku menyebut nama Runa. Sejak kemarin mereka aneh.” Dia meraih botol keringat palsu dan menyerahkannya pada Reen seraya menunjuk dahinya. Seakan mengerti kode yang Minseok beri, si gadis mengerucut diam-diam. Tapi, toh, ia meraih botol kecil itu juga.

Minseok sedikit mendekat, membiarkan Reen masuk dalam jangkauan. Sementara sang gadis membuat seni keringat palsu di kening Minseok, lelaki ini kembali melanjutkan, “Apa Runa menceritakan sesuatu padamu? Kurasa mereka serius bertengkar. Mungkin salah satu─atau malah keduanya─melontar argumen keras kepala.”

Masih fokus pada tetes keringat yang ia buat, Reen sempat menjawab, “Runa tidak bercerita apa pun. Kurasa ada hal yang membuatnya tetap bungkam. Padahal biasanya dia bersemangat jika sudah masuk sesi bertukar cerita.”

Minseok manggut-manggut. Setelah dirasanya cukup banyak, ia mengambil alih botol keringat dari tangan Reen. Lantas meneteskannya di beberapa titik pada kening Reen. “Setelah acara jogging pura-pura ini, temui anak itu. Jika belum mau bercerita, setidaknya tetap berada di dekatnya. Dia masih kecil.”

Membiarkan Minseok bermain dengan keringat palsu di dahinya, Reen mengguman setuju. “Aku akan melakukannya, kok. Omong-omong, kau selalu saja menganggap Runa masih kecil.” Seusai melakukan pekerjaannya, Minseok menyimpan botol keringat buatan di saku celana olahraganya. “Dia memang masih kecil. Umur 18 tahun saja baru berapa tahun.”

“Berarti kau tua, ya?” Mendengar lolos kekeh dari gadis di sampingnya, lantas membuat Minseok berpura kesal. Lelaki itu menggunakan tangannya untuk mengungkung leher Reen yang malah makin terbahak. “Kau minta digelitiki, ya?”

“Kukira kalian sedang berolahraga.”

Sebuah suara membuat keduanya sontak berhenti tertawa. Kala menoleh, Sehun sudah menyedekapkan tangan di depan dada. “Hyung, sebaiknya bermesraannya saat apartemen sudah bersih saja, deh.”

“Oh Sehun, sejak kapan kau berani mengatur hyung-mu ini, hm?” Sebenarnya tatapan kesal Minseok hanya untuk bercanda. Namun dengan santainya Sehun menjawab, “Sejak hyung dikatai tua oleh Reen.”

Sebelum Minseok menyesal telah memancing perdebatan, Sehun lebih dulu angkat kaki dan menghilang dari pandangan.

Baik, Minseok mungkin harus cari tempat sembunyi lebih bagus minggu depan. Dengan alasan yang lebih masuk akal daripada jogging di waktu siang.

-0-

“Runa!”

Mendengar namanya disebut, Runa menghentikan langkah. Dia baru saja selesai berganti baju, baru akan berangkat ke taman pusat kota. Melihat pakaian rapi Runa, si pemanggil nama─Reen─mengeryit heran. “Tumben hari Minggu pergi. Biasanya setelah mengantar jus atau SPA yang kurang kau lebih suka tidur.”

Runa menggaruk tengkuk tak gatalnya, sedang mencoba mengarang alasan. “Itu … aku hanya ingin jalan-jalan sebentar.”

“Benarkah? Aku ikut, ya? Aku juga bosan di rumah,” pinta Reen. Dia langsung mendapat gelengan hanya dalam dua detik. “Aku lama. Jalan-jalanku tidak asyik. Kalau kau ingin main lebih baik jangan ikuti aku, karena tempat yang kudatangi jelek-jelek semua.” Jika sudah berkata tidak jelas seperti ini, tandanya Runa sedang menyembunyikan sesuatu. Dan Reen paham itu.

“Oh, ya sudah, deh.” Jawaban ini bukan berarti Reen menyerah. Kala Runa sudah melangkah jauh, bukannya menuju rumah, Reen justru melangkahkan kakinya untuk mengikuti sang karib. Tak disangka, sangat mudah. Mungkin karena Runa yang hanya menatap ke depan. Hal yang aneh, mengingat Reen ingat biasanya Runa suka mengamati sekitar jika mereka sedang jalan-jalan.

Reen terus melangkah, menjaga jaraknya dengan Runa. Dia berpikir, mungkin Runa akan datang ke suau tempat yang sunyi atau sejenisnya untuk melampiaskan emosi. Tapi nyataya, ketika kakinya menyambah daerah taman kota, Reen tersadar. Gerombolan gadis dan beberapa orang di suatu sudut taman menyadarkannya.

Runa pergi untuk menonton pertunjukan band Chanyeol.

Pantas saja gadis itu tidak mau Reen ikut. Eh, tapi, ada yang aneh. Jika biasanya Reen melihat Runa sangat bersemangat meneriakkan nama Chanyeol jika si lelaki tampil di sekolah, kali ini berbeda. Seorang Kwon Runa justru berdiri paling belakang, hampir mengambil jarak yang lumayan dengan kerumunan. Menatap Chanyeol yang sedang bermain drum dalam diam.

Di bawah terpaan langsung sinar matahari, Reen bisa melihat Runa sekilas mengusap wajah.

Ada apa sebenarnya?

Di sisi lain, band Chanyeol sukses membuat beberapa gadis yang sudah bisa disebut penggemar berseru heboh. Bagaimana tidak? Para anggotanya bahkan tak berhenti menyuguh pesona. Empat anggota berparas menarik. Chanyeol pada drum─tentu, Baekhyun di bagian vokal dan bass, Yixing untuk gitar, dan Chen yang juga memegang vocal disertai jemari yang lincah menari di atas keyboard. Lengkap bukan? Ditambah beberapa cover lagu yang melantun indah dari gaya musik mereka. Hampir menyentuh sempurna, kecuali di bagian mereka yang belum berani menciptakan lagu sendiri.

Perasaan Runa kali ini sedikit berbeda ketika menonton band yang sejak masuk SMA sudah menjadi kesukaannya. Rasanya dia ingin menyimpan setiap nada yang mampu ia dengar sekarang. Semua yang ia lihat kalau perlu. Bermenit-menit ia habiskan untuk terdiam. Sesekali menahan mati-matian matanya yang mulai memanas. Lagu demi lagu dimainkan, hingga sesi istirahat dilakukan.

Hampir saja Runa berbalik untuk pergi jika saja manik Chanyeol tak menemukannya. Dengan semangat si lelaki melambaikan tangan yang masih menggenggam stick drum. Sebuah tunggu-di-sana tanpa suara sukses membuat kaki Runa membatu di tempatnya. Hingga pada akhirnya kaki Chanyeol berhenti satu meter di hadapannya.

“Kenapa tidak maju ke depan?”

Runa menggaruk tengkuk dan sedikit menunduk, “Terlalu ramai.” Mendengarnya membuat Chanyeol menggores senyum kecil, “Penggemar kami makin banyak, hehe.” Seakan teringat sesuatu, ia merogoh kantung celana, mengulungkan ponsel tepat di depan wajah Runa, “Aku belum punya nomormu.”

Sebenarnya Runa tahu ini percuma. Dia bahkan sudah berniat akan kembali ke kantor pusat saja dan meninggalkan dunia sekolah ala manusiaya. Tapi mungkin bertukar nomor bukan masalah besar. Setidaknya dia tidak menolak permintaan Chanyeol. Walau kemungkinan ponselnya yang sekarang akan dibuang jika Runa kembali ke kehidupan dalam kandang. Bukan lantas dia tidak punya ponsel, yang barusan itu sebenarnya lebih mengarah pada ponsel baru yang akan ia miliki nantinya. Membingungkan, ya? Ah, sudahlah.

“Maaf, sunbae, mungkin akan sedikit lama.” Runa merogoh tas selempangnya seraya berkata, “Mendadak aku lupa nomorku sendiri, hehe.” Mau tak mau Chanyeol ikut terkekeh sebentar. Dia sama sekali tak berniat mencari jalan yang lebih mudah dengan mengetikkan nomornya sendiri di ponsel Runa. Biar saja acara bertukar nomor ini berlangsung sedikit lebih lama.

Di kala Runa sibuk mengaduk isi tas yang sayangnya ia isi dengan beberapa hal tak penting, Chanyeol menebar pandang. Mengamati beberapa penggemar yang mengulungkan botol minum pada anggota band. Dia baru akan kembali menaruh atensi pada Runa ketika seorang gadis menarik perhatiannya. Gadis yang sepertinya ia kenal. Gadis yang sedang bersungut menggosok-gosok tangannya. Seperti terlihat menahan sakit.

Bukannya itu Reen?

Chanyeol menyipitkan mata. Dia bisa melihat Reen berjalan ke tempat yang lebih rindang, mengeluarkan sesuatu dari dalam tas. Ada hasrat kuat yang membuat Chanyeol begitu saja mengambil langkah lebar untuk menghampiri Reen. Berkat kaki jenjang yang dipunya, lelaki ini berhasil sampai tepat saat Reen mengoleskan sesuatu di tangannya.

Dengan tiba-tiba Chanyeol menarik lengan si gadis yang terlihat memerah.

“Akk!”

Reen rasa jantungnya hampir jatuh ketika mendapati sosok Chanyeol di sana. “Apa yang kau oleskan?”

Kegelisahan kuat langsung mencengkram Reen erat-erat. Seberapa cepat ia mencoba mencari alasan, Reen berakhir dengan tangan gemetar. Cengkraman berimbuh tatapan Chanyeol yang terkesan mengintimidasi semakin membuatnya merasa kecil. Tepat saat Reen mecoba menepis tangan sang lelaki, sebuah suara terdengar.

Sunbae!” Jelas suara milik Runa. Gadis ini lantas menyingkirkan tangan besar Chanyeol dari milik karibnya.

“Eh, aku hanya … bertanya apa yang ia oleskan.” Lekas Chanyeol mencoba memberi penjelasan. Sepertinya belum pernah melihat kilat marah dalam manik Runa. “Tidak pernah dengar namanya losion untuk melembabkan kulit, ya?” Runa lantas meraih telapak tangan Chanyeol, meletakkan ponsel si lelaki di sana. Tahu jika Runa akan berbalik, Chanyeol cepat meraih lengan sang gadis, “Kau tidak curiga ada yang aneh dengannya?” Dengan cepat pula Runa menepisnya, mendorong dada lelaki di hadapannya tanpa sungkan, “Kau yang aneh!”

Yang Chanyeol lihat selanjutnya adalah Runa yang menarik tangan Reen untuk menjauh. Meninggalkan dirinya yang mengacak rambut setengah frustasi, menggumam umpat dalam hati.

“Park Chanyeol, apa yang kau lakukan?!”

.

.

to be continued.

.

.

cuap-cuap bahagia and ANNOUNCEMENT again

Chapter 5 sudah UP UP UP!!

Makasih untuk semua dukungan buat Le Dernier Arret sampai sejauh ini,
kalau bukan karena kalian, Le Dernier Arret gak bakal sejauh ini.
*berasa lagi pidato award daesang*

 = PENGUMUMAN =
Le Dernier Arret chapter 6 tidak dapat kami post Jumat Depan
Maapin……
karena seperti yang para reader kesayangan sekalian ketahui (tau nggak hayoo tau nggak? /plak), kalo kami berdua (anne sama nida maksudnya, tau kan? /iya tau) menjabat sebagai admin EXOFFI (ciyeeeee pamer) dan sekaligus saat ini sedang bertugas sebagai panitia dari Event XOULMATE yang sedang berlangsung.

So, dikarenakan antusiasme para peserta Event XOULMATE ini besar sekali (nomu nomu kamsahamnida yeorobuunnnn) sehingga sedikit banyak mengeruk waktu para panitia -termasuk kami-, belum lagi dengan segala kehidupan sok sibuk kami di dunia nyata.
/alesan aja huuuuu *terjun payung *bungee jumping

jadi Le Dernier Arret nya dipending dulu, paling lambat sampai Event XOULMATE selesai.
sekali lagi maapin, kemarin abis libur alesan lebaran sekarang libur lagi alesan nugas.
kami berjanji akan mengembalikan Sehun Runa Minseok Reen ke hadapan kalian secepatnya,
dengan lebih absurd seru pastinya!!!

Terus dukung kami dan tunggu chapter selanjutnya ya!
Kamsahamnida~ *bow*

.anne&nida.

38 tanggapan untuk “Le Dernier Arret [Chapter 5]”

  1. Sehun ama Runa berantem… Runa… Kamu sebenarnya suka sama siapa nak., jan poligami gitu dong :v pokoknya kamu mesti sama Sehun…
    Nahloh Chanyeol bikin Runa marah.. Lagi an masa gk pernah liat lotion bang? -.-
    Ditunggu nextnya yeth…

  2. runaa.. kapan kamu sadar kalo sehun itu suka kamu.. geregetan deh liat mereka berantem
    kapan ada moment sehun runa kayak minseok reen???/ngarep…
    pokoknya semangat lanjut next chapternya, aku tunggu next chapternya ya

    1. Runa sesungguhnya sadar hanya saja tehun yg terlalu gengsi menunjukkan..
      Nanti ada momen hunruna romantis kalo mereka jadian yaaa.. #eaaa #soktauu #inibukanspoiler wkwk
      Semangaaatt.. Tungguin yaa..
      Hehhe, makasih udah komen ya fifah.. ^^

  3. ahh akhirnya ada keberanian jg runa mandang chanyeol sengit…lu jg sih yeol sok kepo..hahaha
    semoga runa sehun bisa baikan…trus saling ungkapin perasaan..ehh emang vampire punya perasaan??? gk tau dehh..hahaha

    ditunggu pokoknya kelanjutan cerita ini
    xoxo

    1. Karena buat runa sahabatnya lebih pnting dripda canyool.. *pelukin runa wkwkkw
      Amin amiiinn, moga runa sehun cepet balikam yaah..
      Punya dooong, kalo vampir gapunya perasaan nanti mereka gabisa jatuh cintaa.. :3
      Wkwkkw..
      Tungguin yaaa..
      Makasi sudah komen, vee.. *seenaknya motong nama orang, maapin wkwk*

  4. mungkin cuma aku aja yah reader yg suka baca momentnya runa-chan, mereka maniss gitu hehe, si chanyeol sih baru mau pedekate ehh malah nerusin curigaannya sama si reen, lihat kan runanya menjauh halah bang ceye emang gitu lah orangnya, kepo abiss sampe dia juga gk sadar kalo runa itu vampire,
    eh mgkin udah nasib reen kali ya selalu kedapatan sama chanyeol,
    sehun kasihan nih disini jadi melankolis gitu hehe aku tahu kok perasaanmu sehun selalu dianggap kaya gk pernah ada sama runa
    daaaannn pasangan termanis kita makin mesra dan manis aja, jadi iri nih, minseokkiee ajar sehun juga tuh biar bisa dapetin runanya 😀

    1. Kamu satusatunyaaa.. Wkwkwk..
      Tapi aku juga suka siih, dulu.. Waktu canyol belom sekepo ini sama reen.. *author baper* wkwkw..
      Iyaaah ceye mah gituuu..
      Hooh, nasib reen ketemunya sama canyol mulu yg curiga, mgkin mereka jodooh /gakgitu
      Iyaaaahhh.. Minsok sebenernya mau ajarin tehun tp tehun gengsi gitudeeh wkwkw..
      Makasi sudah komen yaa, indri.. ^^

  5. Yahh pasangan favorit aku sehun-runa kok malah berantem sih?? Huhuu padahal moment mereka yang selalu aku tunggu tunggu hftt buat mereka baikan lagi dong kak kalau perlu romantis heheh
    Chanyeol emg terlalu deh keponya ckckck:v
    Ditunggu yaa kak kelanjutannya
    Fightingg!!

    1. Iyaahh.. Hunruna lagi berantem kali inii, tenaaaang nti mereka balikan lagii.. Aku rayu runa dulu yaa supaya mau baekan sama tehun wkwkwk..
      Sipsiiipppp, tungguin yaaa.. ^^
      Makasih sudah komen, putri.. ^^

  6. Yehet..
    Chap 5-nya d up jga^^

    Lahhh sehun sma runa kok gtuu…
    Padahal minseok sma reen kan so sweet..

    Ihh knapa sih ya chanyeol itu slalu tau klo reen yg mau berbuat tntang hal berkaitan dgn vampir?? Kan itu buat chanyeol +++ curigaa..

    Ehhh., dpending jga gpp kok kak, aku maklumi itu, kan itu udah jdi tanggung jwb kakk” semua selaku panitia event^^
    Smangat ya kakk^^..

    Next kakk dtunggu klanjutanya^^
    Fighting!! 🙂

    1. Yehheeet.. Hueheheh..
      Iyaaah tehun runa lagi mengalami pasang surut hubungan #eaaa..
      Canyol mah gituu, nemu terus tentang reen, mgkin mereka jodooh? #eaaaakkk
      Iyaaahh,, eventnya didahulukaan.. Hihihi..
      Makasih semangatnyaaa..
      Sipsiiipp tungguin yaaa. ^^
      Makasi sudah komeenn, aku bingung mo panggil kamu apaa, youngie? >.<

    2. pasang surut? kaya air laut aja kak O.o ..wkwkwk
      jangan dong kak, nanti klo reen sama chanyeol minseok oppa sama siapa?

      siipp..
      sama sama kakk^^
      eokeh..kkkk
      panggil youngie juga gpp kok kak, / kpanjangan yah?
      kalo susah panggil aja L / Ly/ LEY..hihihi
      kalo temen / org dirumah sih panggilnya Ley/ L #malahcurhatt..hihihi^^v

    3. Iyaaah.. Kisah mereka emg kaya air laut, mgkin sesungguhnya mereka adalah mermaid *apaan lagi ini*
      Minsok mau diduain kok katanya /plak
      Wkwkkw..
      Baiklah aku panggilnya Ley aja biar kaya orang rumah buahahha..
      Makasi udah komen ya Ley.. ^^

    4. ahahaha.,
      eoh., mermaid..wkwkwk

      yah kak jgn gtu dong kan ksian minseok oppa 😦
      oke., kalo aku manggilnya cukup kakak ajah / ada iming”nya?.hihihi
      cheonmanyeo eonnie^^

    5. Minsok oppa gak kasian kok, kalo minsok oppa gak sama reen kan ada aku.. :v *ditabok
      Kak aja gakpapa.. Aku menerima dipanggil apapun kok, apalagi istri umin *dilempar ke kolam lele
      Kalo staf sih biasanya manggil aku kakne di grup, biar singkat wkwkw.. Ada juga yg manggil kaknean.. Enaknya aja wkkwkw..

    6. hahaha.,
      gpp ya^^

      knapa gx di kolam susu aja kak biar tambah manis#Plakk..hehehe^^v

      uhmm., aku manggilnya kak Nean aja ya^^

  7. Wah chanyeol selalu curiga sma reen, sma runa enggak ya, ya runa-sehun malah berantem sih cma grgra chanyeol?! Tpi sehun bener jga ya, harusnya runa ga terlalu deket sma chanyeol tar malah curiga lgi.

    Next ka!

  8. hm.. jd lay, chen & baek bandmates’ny chan, apa nm band mrk? deuh.. runa sgitu’ny pas nonton perfomance chan & d’band, meresapi bgt 😦 pengen direcord baik2 dlm memory ya.. aduh, si reen ko kyny paling ‘sial’ ya, ke gep chan mulu. kirain Sehun yg bkl ‘buntutin’ runa. couple umin-reen bener2 slalu menebar bunga2 cinta whenever they are 🙂 no matter lg ngalamin apa, slalu romantis! Sehun-i, buruan ‘tembak’ runa dong, confess sejujur2ny, biar chan jaga jrk aman, ga deket2 runa lg. yah.. bkl libur aga lama ya, bwt nggu lanjutan chap ff ini 😥 Good luck u/ event xoulmate’ny 🙂 itu smcm gathering bukan? pengen ktmu para author kesayangan nih ^ ^

    1. Nama band nya masih rahasiaaaa wkwkwk..
      Nti kalo canyol bisikin aku, aku kasih tau yaa.. Wkwkkw..
      Iyaaah runa menyampingkan perasaannya demi reen, reen jadi gaenak hatii.. :”(
      Iyaaaahhh reen mah ke gep nya sama canyol mulu, apakah mereka jodoooh? /gakgitu
      Iyaaahh, uminreen membuktikan pada dunia kalo romantis bisa selalu terjadi pada segala kondisi #eaaakk
      Bukaan, event xoulmate yg lomba menulis nanti pemenangnya dibukuin itulooh.. Pengirimannya sih udah ditutup dari 23 juli kemarin, cuma proses penjurian dllnya kan dilakuin dari skrg sampe nanti pengumuman.. Paling liburnya sampe situ, semoga bahan tulisannya udah cukup buat dipost nanti abis liburan selesaai.. Hihihii..
      Waaakk kami juga pengennya ada gatheriiing hanya sayang blm ada waktuu, soalnya adminnya tersebar di banyak pulaau.. :”3
      Makasii ya uda komeen, betewe aku jawabnya pnjang amaat wkwkw..

    2. suka bgt ko sm jwbn yg pnjng lngkp bgini 🙂 ok, di tunggu bisikan ghoib dr chan klo gitu. moga someday bs trujud ya gathering exoffi ^ ^ bareng2 exo jg, trus ada smcm awards bwt para author & ff2 fave’ny msng2 mmbr exo /ngayal mode on!/

    3. Jiah belom beres udah kepencet send wkwkkw..
      Hooh nih, si chan belom bisikin juga..
      Mgkin karena dia abis gandeng2 cewek sih *baper sama teaser lotto*
      Amiiiinnnnnn..
      *lalu diaminin sama semua staff juga*
      Waaak kalo bareng2 exo aku bisa koprol dari sabang sampe merauke /plak /alay
      Mgkin kalo kami gatering acara bisa bubar, kerjanya ngobrol gaje semua, seperti yang tiap hari kami lakukan di grup.. Obrolannya lari kemanamana..
      Judulnya aja grup buat staff blog, obrolannya mah…… *lalu ditimpukin *buka kartu

  9. knp sehun-runa malah jadi berantem????
    bukannya makin sweet tp mlah makin renggang, sedih deh….
    itu si runa sbenernya suka ma siapa sih? di flashback kmren bukannya udh jelas klau sbenernya runa suka sehun, tp knp dsini dia jadi suka chanyoel sih???? sebeeeeelll deh…..
    itu xiumin dan reen aja makin hari makin romantis….masak sehun ndak sih?
    chanyoel jg nyebelin bgt, knp sih kepo bgt jadi orang???
    runa marah tuh, hahaha….

    1. Hunruna beranteem akupun sediihh.. :”(
      Tapi nanti mereka bisa baekan kook, namanya juga hunrunaaa..
      Jangan sebeel sama runaaa..
      Runa itu cuma remaja alay yang belom bisa menentukan isi hatinya sendiriii.. /plak *ditampar runa
      Sehun mo romantis tapi dia gengsian siiihh.. :v
      Canyol pasti punya alasan kook, segala sesuatu butuh alasan mottonya canyol /gak. Wkwkkw..
      Makasii udah komeeen.. ^^

  10. Eehhhmmm qrain chan vocal trnyata drum tohh ,, hahahha hunnieee ayolah lbih jujur ma perasaan sndr ,, thor ku tunggu janda muuuu ,, mksdny epep muuuu

    1. Chan drum dooong, soalnya chan paling keren kalo lagi pegang stick drun hueheheheh..
      Iyaaah si hunnie suka menutupi perasaan sendiri…
      Muehehehehhe.. Tungguin yaaa..
      Makasi sapitriiii.. ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s