Experiment

PicsArt_07-29-09.29.36

Tittle : Experiment

Author : Butterflight20

Cast : Do Kyung Soo, Jean Ashley, Park Chanyeol, Exo member

Genre : Romance, sad, sci-fi

Lenght : Multichapter

Rated : PG-16

Inspired by : Bongsun a Woman Who Dies When She Loves and Winter Woods

Blog pribadi : Butterflight20

This story is mine, please don’t be plagiator. Don’t be silent readers and please be a good reader

oOo

Seorang ilmuwan jenius dan berbakat kemarin melakukan kesalahan fatal.

Ilmuwan handal dari AS, Jean Ashley membuat produk gagal.

Robot yang dibuat oleh ilmuwan muda itu dinilai mengecewakan.

Tidak pantas dipamerkan dalam pameran besar. Jean Ashley, ilmuwan jenius  itu bersikeras memamerkan karyanya.

Ketimbang Robot menyerupai manusia, experiment Jean Ashley lebih cocok disebut boneka.

Jean merasa kepalanya pening kali ini, koran yang biasanya memaparkan berita kesuksesan tentang dirinya kali ini malah berbalik memberitakan tentang kegagalannya. Koran dan media sosial lainnya memang bisa menjadi teman atau musuh disaat yang bersamaan. Ia pun menghela napas gusar, penampilannya acak-acakkan. Memikirkan tentang kegagalan dirinya seminggu ini membuatnya tidak bisa tidur, kantung matanya menghitam, rambutnya kusut dan bahkan ia sekarang lebih terlihat seperti mayat hidup.

Tapi beberapa saat ia menyadari satu hal.

“Kenapa mereka mencaci diriku? Aku ‘kan bukan perancang robot itu, aku hanya meneruskan sesuatu yang sudah ada.” Jean pun menghela napas gusar, ia mengacak-acak rambutnya yang sudah berantakan. Kepalanya sudah berputar membayangkan banyak berita aneh dan komentar-komentar netter.

“Tidakkah itu memalukan? Dia adalah ilmuwan handal, tidak ada satupun produknya yang gagal tapi kali ini experiment robot buatannya benar-benar mengecewakan.”

“Mungkin dia membuatnya dalam keadaan mabuk haha.”

 “Bukankah lebih baik dia dikembalikan ke negara asalnya? Disini malah menjadi sampah. Tidak berguna!.”

“Ternyata ilmuwan jenius juga bisa melakukan kesalahan ya.”

“Awalnya dipuji bak seorang dewi, kali ini dicemooh seperti sampah. Kasihan sekali.”

“Tidak selalu robot karya mu itu sempurna nona.”

“Dia benar-benar membuatku kesal, bagaimana mungkin dia tetap angkuh dan berdiri bangga memasang wajahnya dengan produk gagal buatannya yang ia pamerkan dipameran besar kemarin? Kalau aku mungkin sudah tidak berani memasang wajahku.”

“Awalnya aku menyukaimu noona tapi ku rasa sekarang tidak. Mungkin ini awal dari keterpurukanmu.”

Biasanya ia mendapatkan banyak pujian yang dapat membanggakannya. Kali ini, kondisi berbalik menjadi menjatuhkannya ke dalam jurang. Ia ingin menyerah dan menenggelamkan dirinya ke sungai han. Maka, orang-orang itu akan puas melihat berita kematian tentang dirinya. Ia rasa bunuh diri adalah keputusan terbaik saat ini. Hidup di korea sangatlah sulit, orang yang sempurna lah yang akan dijunjung sedangkan yang tidak maka akan di injak.

“Dan kenapa harus aku yang menanggung semua ini? Bukan kah mereka semua yang merancang robot itu? Kenapa semua kesalahan dilimpahkan padaku? Arrghh benar-benar memusingkan.” Ia menarik rambutnya dengan keras, ia menyandarkan kepalanya disofa seraya menatap layar ponselnya. Mata Jean membulat ketika membaca komentar terakhir.

“Hey kalian manusia bodoh, tidakkah kalian berkaca apa yang dapat kalian ciptakan di dunia modern ini? Yang dapat kalian lakukan hanyalah memegang ponsel dan mengkritik orang. Dasar tidak berguna! Setidaknya Jean hanya melakukan satu kesalahan, tapi kalian sudah menghujatnya seperti dia adalah seorang penjahat. Kalian benar-benar menjijikkan.”

Jean memicingkan matanya seraya berfikir. “Usernamenya adalah rapper man?.” Ia menggelengkan kepalanya tidak percaya dan tertawa setelah memikirkannya.

Dering ponsel yang menandakan adanya pesan masuk, membuat Jean berharap bahwa itu bukan seniornya. Ia akan dibuat gila olehnya atau mungkin seniornya itu akan mengatakan, bahwa Jean sudah di depak dari kelompok ilmuwan korea maka tamat sudah karirnya, padahal ia baru satu bulan bekerja disana.

Ia bahkan sangat menyesal menerima tawaran untuk bekerja di negara ini. Ia ingin keluar dari tim ilmuwan K101 dan kembali ke negaranya, tetapi kembali saat ini bukanlah saat yang tepat. Maka para wartawan akan mengarang berita bahwa Jean Ashley telah di depak. Maka jika korea saja tidak menerimanya, bagaimana dengan AS? Mungkin akan dianggap sebagai parasit. Spekulasi tak berdasar itu membuat Jean frustasi. Daripada dirinya benar-benar gila, ia akan melihat pesan yang masuk ke ponselnya.

From : Stupid Park

Temui aku dicafe biasa oke?

Jean mendengus membaca pesan dari Chanyeol. Kenapa ia malah menyuruhnya pergi keluar? Keadaannya sangat buruk bahkan ia tidak bisa pergi dengan mengangkat kepala. Mungkin besok menemui dokter ahli bedah untuk operasi plastik lebih baik dan juga mengganti identitasnya itu benar-benar sempurna agar ia tidak dikenali semua orang. Yeah, terdengar berlebihan. Deringan ponsel adanya pesan dari Chanyeol lagi membuat Jean segera bergegas pergi.

From : Stupid Park

5 menit jika kau tidak datang, aku akan berteriak di depan rumah mu dan menari-nari seperti orang gila.

Jean mengumpat membaca pesan itu, ia menyambar jaket kulitnya, memakai kacamata serta masker. Ia menyamar agar tidak banyak yang tahu bahwa itu dirinya.

Sudah sekitar 20 menit Jean duduk diam tak mengerti tujuan Chanyeol menyuruhnya kemari. Ia hanya merutuki kebodohannya yang menuruti perintah bodoh Park Chanyeol. Pria itu hanya duduk santai seraya menunggu kopinya dingin. Pria itu meyuruhnya diam beberapa saat hanya untuk memperhatikan aquarium kosong berisikan air. Dasar gila.

Jean akhirnya mendengus merasa bodoh dengan tindakan Chanyeol. “Sebenarnya, untuk apa kau menyuruhku kemari?.” Tanyanya.

Chanyeol mengendikkan bahu, dagunya mengarah pada aquarium itu. “Menurutmu apa yang akan terjadi jika aquarium itu tetap di diamkan seperti itu tanpa dibersihkan?.” Ia menatap Jean setelahnya.

“Tentu saja orang bodoh pun tahu bahwa aquarium itu akan menjadi kotor dan berlumut.”

“Maka itu yang akan terjadi padamu.” Chanyeol menyeruput kopinya yang sudah dingin.

Jean memicingkan mata, ia masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh teman karibnya ini. “Apa maksudmu?.”

Chanyeol pun menghela napas mendengar jawaban Jean, dia fikir Jean akan mengerti. “Ayolah kau adalah ilmuwan jenius. Bahkan ini teori anak TK ck.” Chanyeol memajukan tubuhnya mendekati Jean. “Apa hanya karena masalah kemarin dapat membuat IQ mu turun?.”

Jean pun mendengus seraya menjauhkan kepala Chanyeol menggunakan telunjuknya. “Aku tidak suka basa-basi.”

“Jean dengar, jika kau hanya bersembunyi tanpa melakukan apapun maka kau akan tetap dipandang bersalah dan buruk. Kau tidak melakukan kejahatan untuk apa kau takut? Setidaknya kembalilah bekerja dan mulai lah bangkit.”

Jean mendelik, apa ia tidak salah dengar? Park Chanyeol, orang yang sering berbuat ulah mengeluarkan kata-kata bijak seperti ini? Siapapun tahu bahwa Chanyeol tidak pernah serius, ia hanya akan melakukan hal-hal bodoh. Tetapi bahkan tidak ada yang tahu bagaimana bisa ia menjadi seorang ilmuwan.

Chanyeol mengambil pensil dari sakunya dan mencoret-coret meja cafe. “Lihat, meja ini hanya akan penuh coretan jika kau tidak menghapusnya.” Ia mengeluarkan penghapus dan menghapus meja itu hingga bersih. “kau lihat ‘kan hanya satu tindakan dapat membuatnya kembali seperti semula?.” Ia pun menyunggingkan senyum manis nya seraya memegang bahu Jean, matanya menatap intens gadis itu. “Kembalilah menjadi Jean Ashley yang ku kenal, keras kepala, tegar, percaya diri dan jenius.”

Jean mengangguk, sekarang ia mengerti bahwa Park Chanyeol yang gila, bodoh dan kekanakan adalah orang yang dewasa dan pandai dalam logika. Ia berfikir realistis dan pria itu menutupi kelebihannya dengan sifat-sifat bodohnya.

“Eum, Chanyeol yang berkomentar menggunakan uname Rapper man apa itu kau?.”

Chanyeol tersenyum bodoh seraya menggaruk tengkuknya. “Kau dapat menebaknya.” Ia terkekeh kemudian. “Aku bercita-cita menjadi—“

“—Rapper. Kau sudah mengatakannya ratusan kali dan itu cukup buat ku, tapi Chanyeol aku rasanya ingin keluar dari kelompok ilmuwan K101. Menurutku, mereka berbeda dari kelompokku di AS sebelumnya. Biasanya komponen dasar robot yang kami rancang itu hanya ada manipulator, kontroler dan power.” Jean mengerutkan kening, ia pun menghela napas terbesit sedikit keraguan.”yeah, hanya bahan elektronik tapi aku tidak yakin jika fikiranku ini benar kalau…” Ia memandang manik mata Chanyeol. Sedangkan pria itu hanya tersenyum miring seakan tahu arah pikiran Jean.

 

Senyum yang membuat Jean bergidik.

 

TBC

9 tanggapan untuk “Experiment”

  1. ini mana Kyungie OppaNya belum nongol,pdhal bc ff in krna ad nm kyungie oppa ddpnx,tpi ga pp aku bklan ikutin ff in trus kok
    keep writing author

  2. Udah lama aku pernah komen, tapi ternyata ga ke kirim ya waktu itu 😞 Padahal aku komen paling pertama hiks 😢😢

    Lanjutannya dimanakah? kayanya aku belum nemu pas nyari lagi hehe…

    Karna aku ga suka dikasi leaked jadi ku menanti ya.. 😍😍

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s