[EXOFFI FREELANCE] All is Patient (Chapter 8)

Poster All Is Patient

Author:

Candyness

 

Lenght:

Chaptered

 

Genre:

Romance

 

Rating:

PG15

 

Main Cast:

Park Chanyeol (EXO)

Oh Sehun(EXO)

Son Wendy (RED VELVET)

Kang Seulgi (RED VELVET)

 

Other Cast:

EXO member

RED VELVET member

Seohyun (SNSD)

And many more

 

Disclaimer :
Fanfict ini murni karangan Author, dan fiktif belaka.Ff ini juga di publish di candynessblog.wordpress.com

Note:
Aku update cepet nih. J

Happy Reading!~

.

 

Chanyeol pulang menuju rumah dengan mengendarai mobil yang dikemudikan oleh Supir Lee. Ia merasa lelah sekali seharian ini. Bahkan Ia belum menyentuh ponsel sama sekali.

Chanyeol mencoba membuka ponselnya.

23 panggilan tidak terjawab dari Son Wendy.

Dan ada 1 pesan untuk Chanyeol dari nomor tak dikenal.

“Kau mungkin akan kehilangan istrimu”

Chanyeol membulatkan matanya. Ia langsung menghubungi ponsel Wendy.

“Chanyeol-ssi, istrimu hilang. Ia tidak ada di rumah” Tunggu, itu bukan suara Wendy. Chanyeol mengenal suara ini. “Aku Jongdae. Tadi Istrimu mengirim pesan memintaku menuju ke rumahnya. Saat Aku ke sini tidak ada Dia, hanya ada ponselnya”

“Mwo?!” Chanyeol sangat terkejut. Ia menyesal tidak membuka ponsel seharian ini. Pikirannya langsung panik.

“Saya yang akan menyetir sendiri” Ujar Chanyeol pada Supir Lee. Supir Lee mengiyakan.

Setelah Chanyeol memberikan uang taxi untuk Supir Lee, Ia langsung mencari Wendy di setiap sudut jalan yang Ia lewati dengan panik dan rasa khawatir yang campur aduk. Ia melupakan rasa lelahnya.

Ah, Chanyeol mengingat tentang hutang 150 juta won itu.

“Kurasa Aku tahu dimana Dia” Gumam Chanyeol. “Awas saja jika ada sesuatu terjadi padanya”

…………………………………………..

“Lepaskan Aku!” Wendy meronta. Tangannya di pegang oleh pria bertopeng tadi yang ternyata adalah pria kekar waktu itu. Bahkan kini Wendy ada di gang gelap yang sama seperti waktu dulu Chanyeol menolongnya.

“Mana suami kayamu itu?” Tanya rentenir.

“Mau apa Kau?!” Bentak Wendy.

“Aku akan memberimu waktu 5 menit. Jika belum ada yang mau membayar 150 juta won itu, Kau akan mati ditanganku!” Suara rentenir itu.

“Aku tidak takut” Wendy berbohong.

“Getaran tanganmu terlalu hebat untuk ukuran orang yang tidak takut” Si rentenir tersenyum miring menatap tangan Wendy yang terkepal dan bergetar hebat.

“Cepat lepaskan Aku, kalau tidak Aku akan menelepon polisi!” Mata Wendy mulai berkaca-kaca.

“5 menit dari sekarang” Rentenir itu tidak mengindahkan kata-kata Wendy.

“3 menit lagi..” katanya lagi setelah 2 menit sudah berlalu.

Wendy mulai menitikkan air mata perlahan, Ia sudah pasrah. Ia tak peduli lagi, dirinya sudah begitu lelah.

“Omo, tinggal 1 setengah menit..” Rentenir itu tersenyum. “AH tidak, 30 detik lagiii~” waktu berjalan tanpa terasa.

“Omo, bagaimana ini, 10 detik lagi”

10..

9..

8..

7..

Rentenir itu sudah mengeluarkan pisau.

6..

5..

4..

3..

2..

“Berhenti!” Akhirnya Chanyeol datang.

“Chanyeol!” Wendy berteriak dan hendak menuju ke arah Chanyeol, Wendy sudah mengeluarkan air matanya. Namun pria kekar yang memegangi tangan Wendy tidak mewujudkan hal itu.Semua menoleh ke arah Chanyeol.

“Aku akan membayarnya sekarang” Chanyeol memberikan cek sebesar 150 juta won.

“Ambil itu dan pergi sejauh mungkin! Dasar kasar!” Chanyeol berteriak pada rentenir itu.

“Ah ternyata Kau peka ya” Si rentenir tersenyum puas dan pergi bersama pria bertopeng kekar tadi.

Chanyeol langsung memeluk Wendy.“Gwencana?” Tanyanya.

Wendy menggeleng di dada bidang Chanyeol.

“Mana yang sakit?” Tanya Chanyeol lagi.

Wendy berdiri tegak dan menatap mata Chanyeol.

“Mana yang sakit?” Ulang Chanyeol.

“Semuanya” Ujar Wendy dengan mata merah dan berlinanagan air mata. Chanyeol diam dan menatap mata Wendy selama beberapa detik.

“Mianhae” Chanyeol menyesal.

Wendy memukuli dada Chanyeol. “Kau keterlaluan!”

Chanyeol diam saja.

“Kemana saja Kau! Aku rasanya mau mati tadi” Wendy masih terus memukuli dada Chanyeol. Chanyeol membiarkannya. “Kau benar-benar jahat! Nappeun! Nappeun!” Hingga akhirnya Wendy lelah dan berjongkok dengan menangkup wajahnya dengan kedua tangan.

“Maafkan Aku. Aku ada pekerjaan di Jeju sehari penuh. Maaf tidak bisa mengangkat teleponmu” Chanyeol ikut berjongkok

Wendy diam dan masih tetap menangis.

“Kau mau memaafkanku kan?” Chanyeol bertanya.

Wendy mengangkat wajahnya. “Tahukah Kau bahwa Aku sangat khawatir? Dan bagaimana bisa Kau tidak pamit padaku sama sekali? kau bohong kan? Mengenai tidur di kantor?”

Chanyeol tertunduk selama sedetik lalu menatap muka istrinya. “Maafkan Aku. Aku sungguh menye—”

“Berhenti mengatakan maaf!” Potong Wendy. “Aku hanya butuh penjelasan”

Chanyeol menghela nafas. “Baiklah, Aku tidak izin padamu karena kukira Kau marah dan terus menghindariku kemarin. Aku ingin bersikap biasa, namun rasanya canggung. Akhirnya Aku tidak pulang ke rumah dan tidur di rumah Sehun. esoknya Aku langsung berangkat ke Jeju” Jelasnya.

Wendy mendengarnya dengan baik, setelah suaminya menyelesaikan kata-katanya, Ia menatap mata Chanyeol selama beberapa saat, Ia kembali teringat dengan insiden parkiran kemarin pagi. Tiba-tiba, Ia langsung berdiri. “Aku mau pulang” Ujarnya.

Chanyeol terkejut dan langsung ikut berdiri. Tanpa memakan waktu lama, dirinya langsung bisa menangkap tangan Wendy dan langsung memeluk wanita itu lagi. “Kau memaafkanku kan?” Tanyanya.

Wendy diam, dan selanjutnya, Ia melepas pelukan Chanyeol. “Aku lelah”.

Chanyeol menghela nafas dan menatap Wendy. Dalam hati, Ia lega karena Wendy tidak apa-apa.

Tanpa Mereka ketahui, beberapa meter dari mereka ada Jongdae yang menatap sendu mereka.

………………………………………..

Di rumah..

Chanyeol dan Wendy duduk di sofa depan televisi. Tadi, Chanyeol mendapat pesan dari Seulgi yang berbunyi “Direktur Park, tolong jaga Son Wendy-ku dengan baik. Ia sudah mencintaimu. Tadi Ia bilang merindukanmu di kantor dan mendapat tatapan tajam dari semua pegawai”Chanyeol tersenyum senang saat mengingatnya.

“Wendy-ssi, mianhae” Chanyeol duduk di sebelah kanan Wendy.

Wendy bergeser ke kiri untuk memberi jarak dirinya dengan Chanyeol.

“Aku benar-benar minta maaf. Tolong jangan marah” Chanyeol berujar kembali.

Wendy masih tetap diam dan terfokus dengan televisi. Sebenarnya, Ia sudah memaafkan Chanyeol sejak tadi. Ia sudah mengerti pria itu. Namun Ia ingin mengerjai suaminya.

“Wendy.. Tolong maafkan Aku” Chanyeol berucap.

Wendy terdiam dan menoleh ke arah Chanyeol yang sedang menunjukkan tatapan memohon itu. Setelah di pikir, Chanyeol imut juga.

“Yeobo, maafkan kelakuanku kemarin eo?. Aku tidak akan mengulanginya lagi” Chanyeol berjanji.

“Yeo.. Yeobo?”Ujar Wendy geli.

“Kau kan istriku, dan wajar pastinya Aku memanggilmu begitu” Kata Chanyeol. Wendy menoleh sedikit pada Chanyeol dan kembali melihat acara televisi.

“Hey, Kau mengacuhkanku” Chanyeol merajuk.

Wendy hanya menahan senyum masih menatap televisi.

“Sebenarnya, Kau mencintaiku kan?” Tanya Chanyeol. Wendy hanya melirik sedikit dan menahan senyum tanpa mengeluarkan kata-kata.

Chanyeol geram, ia benar-benar merasa di cueki. Ia langsung mematikan televisi dan menyembunyikan remote di belakangnya.

“Hey, acaranya masih seru” Ujar Wendy dan hendak merebut remote di belakang Chanyeol.

Chanyeol berdiri mengangkat remote nya dengan tangannya. Chanyeol yakin Wendy pasti tidak akan bisa menjangkaunya.

“Kau harus memaafkanku dulu” Ujar Chanyeol.

“Yaa!” Wendy pura-pura berkata sinis.

“Yasudah. Aku akan menyembunyikan remotenya selamanya”

Wendy mencoba menjangkaunya. Ia terus melompat-lompat untuk menjangkaunya, namun gagal. Bagaimanapun tinggi badannya selisih jauh dengan tinggi badan suaminya yang jangkung.

Mereka asik sekali berebutan remote televisi. Dan wendy masih bertahan untuk melompat-lompat demi menjangkau remote.

Chanyeol mengehentikan gadis itu yang masih melompat-lompat dengan memegangi pinggangnya. Wendy langsung membeku. Tangannya yang masih mengulur ke atas langsung di turunkannya secara perlahan. Ia merasa sangat berdebar-debar sekarang. kakinya masih berjinjit. “Chan..chanyeol..” Wendy berkata tidak nyaman.

“Saranghae” Bisik Chanyeol di telinga kiri Wendy.

Wendy mendongak menatap mata Chanyeol yang hanya berjarak sekitar 30 senti dengan matanya.

Dan… Chanyeol mengecup bibir Wendy tanpa aba-aba.

Masih belum mengerti dengan kondisi, Wendy hanya mengerjapkan matanya dan “Yaa!” Wendy merona dan terlihat malu sekali.

“Benar, Kau memang mencintaiku. Kau gugup” Ujar Chanyeol.

“Ani” Wendy menggeleng dan menunduk.

“Kau imut saat gugup begitu” Chanyeol terus menggoda Wendy.

“Yaa!”

“Kenapa palah membentakku? Aku tak akan tinggal diam” Chanyeol tersenyum nakal.

“K..kau mau a..apa?” Wendy bertanya gugup sekali saat lagi-lagi Chanyeol mendekatkan wajahnya.

“Terserah Aku” Chanyeol menyeringai.

“Yaa Park Chanyeol! Berhenti, kau membuatku takut” Wendy berjalan mundur sebentar dan langsung lari menuju ke ruang lain.

“Mau kemana Kau!” Chanyeol menangkap Wendy dari belakang, memeluknya.

“Aaaaa” Teriak Wendy. Chanyeol terkekeh melihat Wendy yang seperti anak kecil itu.

“Aku tidak ingin tidur terpisah lagi” Aku Chanyeol.

“Mwo!”

“Kenapa? Salah ya?”

“Tidak. Maksudku, Aku tidak mau ada hal yang tak di inginkan”

“Memangnya apa?” Chanyeol mengerutkan alisnya.

Wendy menggeleng. “Aah.. Tidak usah di pikirkan”

“Kau tidak ingin jadi Ibu ya?” Tanya Chanyeol.

Wendy diam saja. Sebenarnya, Dia sih biasa saja, namun setelah tadi Ia melihat tayangan return of superman benar-benar membuatnya ingin memiliki momongan.Tapi, bisakah Ia mewujudkannya? Pasalnya, pernikahannya dengan Chanyeol tidak umum. Mana bisa begitu?

“Lihatlah wajahmu. Aku tahu apa jawabanmu, Kau ingin cepat menjadi Ibu”

“Tidak, Aku tidak bilang”

“Wajahmu yang bilang”

“Aish Kau ini!” Wendy memukul lengan Chanyeol.

Chanyeol terkekeh.

…………………………………………….

Keesokan harinya, Chanyeol dan Wendy berangkat ke Kantor bersama, dan Mereka berdua terlambat karena menonton film bersama semalaman. Dan banyak sesuatu yang tak terduga terjadi.

Semua orang di Kantor juga memandang Mereka heran. Chanyeol menggenggam tangan Wendy di sepanjang jalan.

Siang harinya, Chanyeol menggandeng Wendy menuju ke restoran langganannya untuk makan siang.

“Hey, Direktur Park Chanyeol menggandeng Son Wendy. Menurutmu ada apa?” Tanya pegawai 1.

“Benarkah? Waah, apakah Son Wendy selingkuhan Direktur?” Pegawai 2 menimpali.

“Ey, seolma. Katanya istri Direktur Park sangat cantik. Pasti Direktur Park bodoh bila menduakan istrinya” Pegawai 3 kini buka suara.

“Ya, Son Wendy sangat cantik. Sebenarnya Aku kagum dengan wajahnya. Cantik sekali. aku suka. Dia juga pintar” Pegawai 1 kembali bicara.

“Jangan-jangan….” Pegawai 2 terlihat berpikir.

“Jangan-jangan apa Tuan?” OMG! Ternyata Chanyeol dan Wendy ada di belakang pegawai-pegawai tadi.

Kkamjjagiya” Haha, 3 pegawai tadi mati kutu tak bergeming. Dalam hati Mereka merutuki diri sendiri yang suka bergosip sembarangan.

“Terima kasih telah memuji istriku. Son Wendy adalah istriku dan milikku selamanya. Kau boleh menyukainya, tapi jangan berlebihan. Dan juga, Aku tidak sebodoh itu untuk menduakan Son Wendy-ku ini” Chanyeol berkata dengan senyum yang dibuat-buat di depan 3 pegawai tadi. Wendy hanya menahan tawa melihat Mereka, tangannya juga masih di genggam Chanyeol.

“Jeosonghabnida… Maafkan Kami… Jeosonghabnida” Mereka bertiga membungkuk meminta maaf berkali-kali.

Chanyeol hanya tersenyum miring lalu kembali berjalan bersama Wendy.

“Hey, Kau membuatku malu Oppa!” Ujar Wendy pada Chanyeol.

“Omo, Kau sudah siap memanggilku Oppa?”

“Terpaksa. Atau Aku akan tetap memanggil Chanyeol saja ya?” Wendy pura-pura berpikir.

“Aigoo” Chanyeol mengacak rambut Wendy gemas. “Terserah” Ujarnya.

Wendy tersenyum lebar pada Chanyeol.

Dari kejauhan, Sulli melihat itu semua, dalam hati Ia berkata “Aku harus bertindak”

…………………………………….

Seulgi menghampiri Wendy disela-sela kerjaan.

“Ey, yang sedang kasmaran” Seulgi menggoda Wendy dengan mencolek pipi perempuan itu. Wendy hanya menanggapi dengan senyuman.

“Ah ya, Kau dan Direktur terlambat sekali pagi tadi. Ada apa?” Tanya Seulgi penasaran.

Wendy hanya nyengir kuda. Pipinya merona.

“Mm, itu… Aku dan Oppa, maksudku Chanyeol terlambat bangun”

“Ah begitu, Kau tidur jam berapa memang? Lalu kenapa pipimu merah begitu? OMO! Jangan-jangan tadi malam Kau…..” Seulgi membulatkan matanya sambil menunjuk muka Wendy.

“A..apa yang Kau pikirkan? A.. Aku hanya menonton film bersama Oppa”

“Dan Kau memanggilnya Oppa? Aku curiga” Seulgi menyipitkan matanya.

Wendy hanya nyengir lagi.

………………………………….

.

.

.

Hari-hari terus berlalu, tanpa terasa, kini tibalah hari pernikahan Sehun dan Seulgi. Seulgi berjalan menuju Sehun yang sudah tampan dengan tuxedo hitam, berdiri menunggu Seulgi untuk segera menyatakan janji suci yang dilakukan sekali seumur hidup itu. Sehun dan Seulgi, mereka berdua sama-sama gugup.

Seulgi terlihat sangat cantik. Memakai gaun pernikahan warna putih sebatas mata kaki dan Ia membawa bunga yang cantik pula.

Sehun tersenyum saat menerima tangan Seulgi dari sang wali.

Sejujurnya, Sehun ingin cepat-cepat memuji kecantikan Seulgi. Namun, entahlah. Ia tidak bisa berkata-kata, Ia terlalu gugup mungkin. Seulgi tersenyum manis sekali pada Sehun, cukup sekali untuk membuat Sehun menahan nafas.

Mereka mengucapkan janji suci itu, hingga tibalah waktu Mereka menjadi sepasang suami istri yang sah.

Sehun dan Seulgi membungkuk pada semua hadirin. Dan hadirinpun bertepuk tangan meriah saat itu juga, termasuk Wendy dan Chanyeol.

“Mereka sangat cocok” Puji Wendy dengan senyum.

“Bukankah Kita juga?” Chanyeol bertanya pada Wendy di sebelahnya.

“Tidak juga. Kau terlalu tinggi untukku” Wendy pura-pura cemberut.

“Kalau begitu kau harus memakai high heels setiap waktu, agar kita terlihat cocok”

“Andwae!” Seru Wendy dengan gelengan cepat. Chanyeol menahan senyum melihat reaksi Wendy.

~

Sehundan Seulgi menyalami tamu yang datang. Mereka menyapa tamu dengan wajah yang sangat bahagia. Itu sangat terlihat. Setelah selesai dengan kegiatan itu, Seulgi duduk di sebuah ruangan.

“Hufft, Aku lelah sekali” Ujar Seulgi. Ah ya, Seulgi ingat. Ia harus mengambil selca di hari bersejarah penting ini.

Picture 1

“Tega sekali Kau selca tanpa Aku?” Sehunmenuju ke arah Seulgi yang sedang berselca.

Seulgi hanya tersenyum menatap Sehundan menyembunyikan kameranya. “Tidak perlu. Aku hanya ingin berfoto sendiri. Kita sudah puas berfoto bersama tadi” Ujar Seulgi dengan memeletkan lidahnya.

Sehunmenggembungkan pipinya, pura-pura marah. Dan Seulgi menepuk pipi yang sedang digembungkan itu dengan pelan. “Berhenti merajuk!”

“Aigoo, pengantin baru” Irene bersuara di antara Sehundan Seulgi. Disana juga ada  Suho, Wendy, Chanyeol, Yeri, dan Saeron yang datang.

“Selamat atas pernikahannya. Semoga Aku cepat dapat keponakan” Tutur Irene, membuat Sehundan Seulgi tersenyum.

“Selamat atas pernikahannya” Chanyeol menepuk pundak Sehun. Sehundan Seulgi tersenyum. Suho juga memberikan selamat.

Wendy memeluk Seulgi. “Aigoo, sahabatku sudah menikah sekarang. Chukkae!” Ujar Wendy.

Yang lain tersenyum melihat Wendy memeluk Seulgi. “Gomawo” Kata Seulgi.

Wendy mengangguk.

“Sehun Oppa! Jaga Eonniku dengan baik yaa” Yeri berkata pada Sehun.

“Eonni, Kau harus bangunkan Oppa dengan keras agar Larva ini cepat bangun” Saeron menunjuk Sehunsambil berkata pada Seulgi. Semuanya tertawa, kecuali Sehun. Seulgi mengangguk.

“Arasseo” Kata Seulgi. “Ah ya, Eonni.. kudengar Kau juga akan menikah dengan pacarmu? Kenalkan orang itu pada Kami. Siapa namanya?” Seulgi tanya pada Irene.

“Kim Suho. Aku di sini” Ujar Suho yang ada disana.

“Aah, maaf” Seulgi menunduk malu. Yang lain hanya menahan senyum “Ah ya, itu. Kapan kalian menyusul kami?” Seulgi melanjutkan.

Dan Irene palah tersenyum malu di tempatnya.

“Jangan khawatir, Ia akan segera menyusul” Wendy yang menjawab.

“Benarkah?” Tanya Yeri.

“Ehm..” Irene menjawab singkat di sebelah Suho.

“Chukhahae eonni” Ujar Yeri dan Seulgi. Irene tersenyum.

Selanjutnya, Mereka semua mengobrol ringan dan sesekali tertawa bersama, menambah kebahagiaan Sehundan Seulgi.

………………………………………………..

Malam harinya..

Seulgi dan Sehunpulang ke sebuah apartemen milik Sehun. Ternyata, Sehunsudah menyiapkan ini jauh hari sebelum menikah.

Kini, apartemen Seulgi sudah kosong, ia berniat menjualnya. Yeri diminta Irene untuk tinggal bersama. Seulgi menyetujuinya. Lagipula, Yeri pasti akan takut tinggal sendiri, dan Irene selalu kesepian setiap hari karena Wendy sudah tinggal bersama Chanyeol. Awalnya si Seulgi ragu, Ia pikir Joonmyun kan bisa menemani Irene, tapi Irene membantahnya. Ia bilang dirinya dan Joonmyun belum menikah, jadi tidak ada kata tinggal bersama. Karena itu akhirnya Seulgi setuju.

Sehundan Seulgi duduk di sofa setelah mandi dan selesai berberes rumah.

“Kenapa tidak langsung tidur?” Tanya Sehunsambil merangkul Seulgi yang duduk di sebelahnya.

“Kau sendiri?” Tanya Seulgi.

“Aku ingin duduk sebentar. Rasanya tidak asyik kalau langsung tidur”

“Lalu Kau mau melakukan apa?” Tanya Seulgi.

“Mm, apa ya? Menurutmu?” Sehunmenyipitkan matanya menatap Seulgi.

“Mm, menonton bola? Nge-game? Atau menonton film horor?” Tanya Seulgi polos.

“Aigoo, Kau salah besar Nak!”

“Anak apanya!”

“Haha, bercanda” Ujar Sehun. Seulgi terlihat tersenyum manis.“Ah ya, Aku punya sesuatu untukmu” Kata Sehunlagi.

“Apa?” Tanya Seulgi terlihat sangat penasaran dan antusias.

Sehunterlihat mencari sesuatu di saku celananya, daaan..

“Tadaaa” Sehunmemberikan simbol hati pada Seulgi dengan jarinya.

“Mwoyaa!” Seulgi menepuk punggung Sehun. “Aku kira apa” Seulgi terlihat mengerucutkan bibirnya.

“Haha, bercanda lagi. Aku punya sesuatu untukmu, tapi besok”

“Apa? Aish Kau ini! Kau membuatku penasaran! Dasar Larva!” Seulgi merengut.

Sehun mengusap rambut Seulgi. Si pemilik rambut masih pura-pura marah.

“Aigoo, berhenti begitu, atau Kau mau Aku gelitiki?”

“Apa? Jangaaan” Seulgi menggeleng keras.

Belum sempat Seulgi menghindar, Sehunsudah menggelitiki Seulgi tanpa ampun. Membuat Seulgi tertawa karena kegelian.

“Kyaaaa! Berhenti sekarang juga! Akan kubalas Kau Oh Sehun! dasar larva nakal!” Seulgi masih menghindari gelitikan Sehun.

“Silahkan kalau bisa”

Sehundan Seulgi terus tertawa bersama malam itu.

…………………………………

07.10 KST

Esok paginya, Seulgi membangunkan Sehunyang tidur dengan sangat pulas itu. Mungkin terlalu lelah tertawa tadi malam.

“Hey! Bangunn!!” Seulgi menepuk lengan Sehun.

“Jam berapa ini?” Tanya Sehunsetengah sadar.

“Jam 10” Seulgi menipu Sehun. Padahal ini baru saja jam 7 lebih 10 menit.

“Mwo?” Sehunlangsung terduduk di kasur dan mengucek mata lalu melihat ke arah jam dinding. Seulgi tertawa melihat ekspresi Sehun.

“Haha. Kau lucu sekali Sehun” Seulgi berkata di sela tawanya.

“Kau menipuku” Sehunmenoleh ke arah Seulgi yang masih sibuk tertawa.

“Sejak kapan ketawamu lebar begitu?” Tanya Sehun.

“Sejak Kau ada di kehidupanku” Jawab Seulgi yang sudah mulai meredakan tawanya.

Sehunagak tersentuh dengan jawaban Seulgi.“Seulgi-ya” Panggilnya.

“Hmm?”

“Apa yang akan Kau pikirkan jika bertemu dengan orangtuamu?”

“Orangtua? Mm, bagaimana ya, sepertinya Aku akan sangat senang sekali. memangnya kenapa?” Tanya Seulgi.

Sehuntersenyum mendengar jawaban Seulgi. “Tidak apa-apa, Aku hanya ingin bertanya”

“Aah begitu”

“Ah ya, dandanlah yang cantik, hari ini Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat”

“Kemana?” Seulgi terlihat antusias.

“Rahasia” Ujar Sehun.

“Aaah, baiklah kalau begitu Aku akan bersiap. Kau mandi sana!” Seulgi mendorong Sehun menuju ke kamar mandi.

“Arasseo-arasseo”

~

Sehunmenuju ke ruang penyimpanan baju di apartement nya. Disana, Ia melihat Seulgi yang sedang duduk. Terlihat sangat cantik sekali, dengan pakaian warna hitam dan high heels hitam pula.Sehunmenyadari dirinya sangat beruntung memiliki istri sebaik dan secantik Seulgi. Seulgi menoleh saat menyadari ada Sehun.

“Aku cantik sekali ya sampai Kau memandangiku begitu?” Seulgi berkata.

Sehuntersenyum dan berjalan ke arah Seulgi. “Ya, Kau sangat cantik sekali”

Seulgi tersenyum manis.

“Ah ya, jangan pernah tersenyum begitu pada sembarang pria!”Sehunmenunjuk wajah Seulgi.

“Senyum begini?”

“Iya, senyummu sangat ampuh untuk membuat jantung berdebar. Kau tahu?”

“Eih, Kau menggombal”

Sehuntersenyum dan beranjak mencari baju yang pas untuknya.

“Sebenarnya Kau mau mengajakku kemana?” Tanya Seulgi.

“Rahasia. Kau sudah siap?”

Seulgi mengangguk. Ia penasaran sekali kemana Sehunakan mengajaknya pergi, bahkan Sehunmenyuruhnya dandan yang cantik, dan Seulgi sudah menurutinya.

.

.

.

Sehun membawa Seulgi ke sebuah rumah yang sangat besar.

“Sehun, rumah siapa ini?” Tanya Seulgi yang terlihat kebingungan.

“Kau akan tahu setelah masuk ke dalam”

“Aish Kau ini benar-benar membuatku penasaran”

Sehun hanya tersenyum lalu memencet bel rumah itu.

“Ah silahkan masuk. Apakah Anda Tuan OhSehun?” Tanya seorang pelayan di rumah itu.

“Iya” Sehun mengangguk.

Seulgi benar-benar penasaran.

Sehun dan Seulgi memasuki rumah mewah itu. Mereka duduk di ruang tamu.

“Sehun, Aku benar-benar penasaran, apa yang akan Kau lakukan?” Seulgi menatap penuh Sehun.

“Ey, tunggu dan lihat saja”

Setelah beberapa saat, Seorang pria dan wanita paruh baya menuju ke arah Seulgi dan Sehun. Tatapan Mereka benar-benar aneh menurut Seulgi. Tatapan yang memperlihatkan kesedihan sekaligus kebahagiaan. Seulgi sangat penasaran dan terpaku pada Mereka.

Anyeonghaseyo” Sapa Sehun dan Seulgi.

Dan Seulgi langsung kaget begitu saja saat tiba-tiba wanita paruh baya itu memeluknya erat.

Seulgi memperlihatkan ekspresi bingung dan menatap Sehun, bertanya pada Sehun lewat tatapannya. Sehun hanya tersenyum lembut.

“Kau sudah besar sekali Nak, bahkan Kau sudah memiliki suami, Kau sangat cantik” Ujar Wanita itu. Apalagi dengan air mata.

Seulgi masih saja bingung. Ia mencoba mencerna apa yang wanita ini katakan.

“Ah ya, Kau pasti tidak ingat padaku karena ini sudah berlalu begitu lama. Aku Ibumu Nak”

Hah? Sontak saja Seulgi menaruh semua fokusnya pada wanita tadi.

“Aku Ibumu Nak, dan ini Ayahmu” Orang yang mengaku Ibu Seulgi tadi menunjuk pria paruh baya yang datang bersamanya.

Seulgi masih saja tidak percaya. Orang ini bisa saja mengaku-ngaku kan?

“Kau lihat ini” Wanita tadi berkata lagi sambil memberikan sebuah foto pada Seulgi. “Itu fotomu saat Kau masih di kelas dua sekolah dasar”

Seulgi melihatnya. Benar, yah foto ini memang benar dirinya. Ia tidak menyangka dulu pernah berfoto saat masih kecil. Setahunya, Ia adalah anak yang malang.

Dan juga, Wanita tadi mengeluarkan foto saat Seulgi bayi dan sedang di gendong olehnya.

“Kau lihat kan? Di foto ini Aku sedang menggendongmu” Wanita tadi menitikkan airmata “Akhirnya Aku bertemu denganmu”

“Benarkah?” Seulgi bertanya. ia merasa senang mendengarnya, tapi di sisi lain, Ia merasa sedih karena dulu Ia di titipkan ke panti asuhan. Dan yah, kenapa Ayahnya ini begitu diam? bahkan tidak mengatakan apapun, dan ekspresinya tidak begitu jelas dan agak sulit di baca, raut mukanya berubah-ubah.

Seulgi menatap semua orang dengan mata berkaca-kaca. Sehun tersenyum dan menggenggam tangan Seulgi.

“Ini hadiah pernikahan dariku untukmu” Sehun berkata lirih pada Seulgi. Seulgi menoleh ke arah Sehun dan tersenyum tipis.

Seulgi kembali dipeluk oleh Ibunya. Kali ini Ayah Seulgi ikut memeluk Seulgi.

“Mian dulu Eomma tidak tahu kalau Kau berada di panti asuhan. Dulu Kau menghilang Nak” Ibu Seulgi berkata.

“Bagaimana bisa?” Tanya Seulgi.

Ibu Seulgi menceritakan detail masa lalu Seulgi. Seulgi belum sepenuhnya percaya, karena dulu Ia memang terasa miris dan Ia tak ingin mengingat kenangan miris itu. Ia selalu di ejek teman-temannya karena miskin dan tidak punya orangtua. Seulgi saja awalnya ragu pada Sehun yang ingin berteman dengannya, Ia pikir mungkin Sehun hanya ingin pura-pura menjadi temannya dan mengejek dari belakang, tapi nyatanya tidak. Justru Sehun adalah teman yang paling mengerti dan selalu membuat Seulgi nyaman saat bersama.

Ibu Seulgi memberikan bukti lain kalau memang Seulgi adalah anaknya, Seulgi mulai percaya pada Wanita di depannya ini. Tapi anehnya, Ia masih belum bisa membaca pikiran Ayahnya.

~

“Kau benar tidak tinggal di sini saja Nak?” Suruh Ayah Seulgi.

“Maaf, tapi Suamiku ini sudah susah-susah membeli apartemen sejak jauh hari dan kami baru saja tinggal disana tadi malam. Aku akan sering datang ke sini” Ujar Seulgi dengan senyum pada Ayah dan Ibunya.

“Kau janji harus sering kesini ya?”

“Ne Eomma” Seulgi menjawab lirih.

“Anyeong!” ‘Orangtua’ Seulgi melambaikan tangan.

“Kami pamit Eomeonim, Abeonim” Sehun membungkuk.

Ayah dan Ibu Seulgi mengangguk, namun tatapan Ayah Seulgi pada Sehun tidak bermakna, sulit untuk di jelaskan.

Sehun dan Seulgi masuk ke mobil di luar gerbang rumah mewah itu bermaksud pulang ke rumah.

“Sehun, tolong jangan jalan dulu” Ucap Seulgi tiba-tiba.

Sehun heran tapi mengangguk. Ia melihat Seulgi yang sedang menatap lurus ke depan.

“Ada apa?” Tanya Sehun.

Seulgi menoleh dan menatap Sehun penuh. Tiba-tiba Ia memeluk Sehun erat. Sehun terkejut.

“Sehun, kenapa Aku merasa aneh dengan orang itu?” Kata Seulgi di pelukan Sehun.

“Dengan orang siapa? Ayahmu? Ibumu?”

“Ayah, kenapa wajahnya begitu aneh? Ekspresinya kadang tak tertebak” Ucap Seulgi masih memeluk Sehun.

Sehun mengusap puncak kepala Seulgi.

“Kau tidak percaya pada mereka?” Tanya Sehun.

Seulgi menggeleng “Aku percaya pada Ibu, tapi entahlah dengan Ayah. Bagaimana bisa Kau mengajakku kesini dan tahu kalau Mereka adalah orangtuaku?” Seulgi berbalik tanya.

“Aku mencari orangtuamu dengan melihat berbagai data di panti dan meminta bantuan dari orang-orang panti Asuhan” Ujar Sehun jujur. Seulgi kaget, Ia langsung duduk tegak.

“Panti Asuhan? Siapa yang Kau mintai bantuan?” Tanya Seulgi.

“Kenapa Kau begitu terkejut?” Sehun menatap Seulgi.

“Tidak. Hanya  saja, Aku ragu”

“Ragu pada siapa? Kemarin Aku meminta bantuan kepala yayasan panti asuhan” Jawab Sehun.

“Mwo?”

“Kenapa? Ada yang salah?”

“Tidak, tapi Kepala panti asuhan membenciku dulu, katanya Aku selalu menjadi saingan anaknya dan anaknya juga menyukaimu” Seulgi berkata.

“Menyukaiku?”

“Iya, dulu Aku sering di ganggu oleh anak itu saat tidak ada kau, lalu saat kau main ke panti, Ia menjadi sok dekat denganku. Kau ingat Jung Soojung kan?” Seulgi menatap mata Sehun fokus. Sehun berpikir sejenak, kemarin waktu ke panti asuhan Ia memang bertemu dengan Jung Soojung itu. Bahkan Ia mengobrol ringan dengan gadis itu. Jung Soojung memang cantik. Wajahnya campuran korea-amerika, hidungnya mancung, dan badannya bagus.

“Jung Soojung? Ah ya, ingat, kemarin Aku mengobrol dengannya di panti asuhan”

Seulgi mengedipkan matanya masih menatap Sehun. “Jinjja? Lalu bagaimana ekspresinya saat bertemu denganmu?”

“Ia ramah sekali, dan wajahnya masih cantik, sama seperti dulu”

“Oh begitu” Seulgi langsung cemberut dan kembali menatap jalanan di depan. “Ayo pulang” Ujarnya.

Sehun mengangguk dan mulai melajukan mobilnya.

~

Malam harinya..

“Kenapa Kau cemberut begitu?” Tanya Sehun pada Seulgi yang sedang mengambil makanan di kulkas.

“Apa?” Seulgi bertanya cuek.

“Ey Kau marah padaku?” Tanya Sehun lagi.

Seulgi hanya terus berjalan menuju ke kamar, Ia membawa cemilan untuk menemaninya menonton film di laptopnya.

“Kau cemburu karena Aku berbicara pada Soojung ya?” Sehun mulai menggoda.

“Ani, dan Aku tidak marah”

“Lalu kenapa cemberut begitu kalau tidak marah?”

“Berhenti bertanya dan tidurlah, Aku ingin menonton film sendiri” Seulgi berkata ketus.

Sehun memandang Seulgi heran, Seulgi benar-benar sensitif.

“Apa Kau sedang PMS atau semacamnya? Kau sensitif sekali. aku hanya bercanda” Sehun berkata serius.

“Anggap saja begitu” Seulgi masih berkata tanpa memandang Sehun, Ia mulai membuka laptopnya.

“Seulgi, Aku minta maaf padamu soal kejadian tadi di rumah Ibu itu”

Seulgi melirik Sehun sedikit.

“Hmm” Jawab Seulgi singkat.

“Dan mengenai Soojung, sebenarnya Aku satu kampus dengannya di Amerika, Kami juga kadang mengobrol ringan” Sehun berkata sejujur-jujurnya.

“Lalu?” Seulgi bertanya.

“Lalu setiap saat Aku bertemu dengannya, Aku selalu bertanya padanya tentang kabarmu, karena Soojung bilang Ia sering pulang ke Korea jika ada waktu. Aku benar-benar senang saat mendengar kalau Kau baik-baik saja” Kata Sehun lagi. Seulgi mulai mengalihkan perhatiannya dari laptop pada Sehun.

“Hingga suatu hari Ia datang menyatakan perasaannya padaku, Ia ingin Aku menjadi pacarnya, tapi Aku menolaknya dengan halus. Saat itu yang Aku pikirkan hanya Kang Seulgi. Nama itu yang terngiang-ngiang di kepalaku. Saat itu juga Aku ingin cepat-cepat lulus dan bertemu denganmu”

Seulgi mendengarkan Sehun dengan seksama.

“Benarkah?” Seulgi menatap Sehun yang sedang duduk di tepian kasur.

“Apa mukaku terlihat bohong?” Sehun berkata.

Seulgi menggeleng.

“Jadi, apa Kau masih marah padaku?”

“Habis tadi Kau benar-benar menyebalkan. Kau bilang Soojung masih cantik seperti dulu, dan Kau mengobrol bersamanya di panti asuhan, padahal jelas saja hubunganku dengannya tidak baik” Seulgi menjadi malas dan beranjak menutup laptopnya.

Sehun terkekeh. “Ah, jadi karena masalah itu. Tapi menurutku Kau berkali-kali lebih cantik dan ramah senyum. Soojung kadang-kadang suka judes”

“Yah, terserah apa katamu” Ujar Seulgi.

“Kenapa tidak jadi menonton?”

“Aku mengantuk”

“Memang Kau mau menonton film apa tadi?”

“Bukan film, Aku hanya ingin menonton video Song Triplets”

“Kau menyukai Mereka?” Tanya Sehun. Seulgi hanya mengangguk.“Yah, Song Triplets memang sangat unyu”

“Aku ingin anak unyu seperti Mereka” Seulgi tersenyum membayangkan memiliki anak yang unyu seperti Song Triplets.

“Benarkah?” Tanya Sehun.

“Huum”

“Haruskah?” Sehun berkata.

“Apa?” Tanya Seulgi bingung.

“Haruskah Kita memiliki anak secepatnya?”

………………………………………..

Hari-hari terus berlalu, kini pernikahan Seulgi dan Sehun sudah berlangsung selama 3 bulan.

“Sehun, bangun” Seulgi membangunkan Sehun yang sedang tertidur begitu pulasnya.

“Eo, jam berapa ini?” Pertanyaan Sehun, seperti biasa, setiap bangun tidur Sehun selalu menanyakan jam.

“Jam setengah tujuh, cepat bangun, kita harus berangkat jam delapan, Kau harus mengantarku ke Kantor Ayah dulu” Ujar Seulgi.

Ya, akhir-akhir ini, Sehun dan Seulgi sering sekali mengunjungi kedua orangtua Seulgi. Dan karena Ayah Seulgi merupakan seorang presdir perusahaan, Seulgi bekerja di kantor Ayahnya setelah masa magangnya di perusahaan Ayah Chanyeol selesai. Dan Wendy kini bekerja di Butik milik Kakak Chanyeol, Park Yoora.

“Arasseo” Ucap Sehun terduduk lalu mengucek matanya. “Sayang, kenapa dengan wajahmu? Kau sakit?” Tanya Sehun di depan Seulgi yang terlihat pucat dan lemah, Ia memeriksa suhu tubuh istrinya dengan menempelkan telapak tangannya ke kening gadis itu.

“Aniya, Aku hanya letih. Maklum, Aku harus mengerjakan pekerjaan rumah”

“Haruskah ada pembantu?”

“Yaa, tidak perlu. Aku bi—” Seulgi tidak menyelesaikan kata-katanya, Ia merasa mual dan langsung menuju kamar mandi. Ia muntah-muntah disana. Sehun panik dan menyusulnya. Ia memijat-mijat bagian belakang leher Seulgi dengan tangannya.

“Kau sakit” Simpul Sehun.

“Tidak, Aku baik-baik saja” Seulgi mengelak sambil membersihkan mulutnya.

“Ayo Kita ke Dokter” Sehun menarik tangan Seulgi lembut.

Seulgi menahan tangan Sehun. “Tidak usah, Aku baik-baik saja”

“Benarkah?” Sehun terlihat sangsi.

Seulgi tersenyum manis dengan wajah pucatnya. Sehun mengelus kedua pipi mulus Seulgi.

“Aku sungguh baik-baik saja” Seulgi meyakinkan Sehun lagi. “Cepat mandi. Kita akan ke rumah Ibu dulu”

“Baiklah” Sehun akhirnya mengalah. Sepeninggal Sehun, Seulgi mengelus-elus perutnya dan tersenyum lagi.

~

Pukul 8 lebih 10 menit, Seulgi dan Sehun sampai di rumah orang tua Seulgi.

“Kenapa pagi sekali kesini Nak?” Tanya Ibu Seulgi.

Seulgi tersenyum manis pada Ibunya. Kini Seulgi telah menerima sepenuhnya bahwa pemilik rumah mewah ini memang orangtua kandungnya. Sebelumnya, Sehun membantu Seulgi untuk melakukan tes DNA, setelahnya, Seulgi menangis semalaman karena bahagia akhirnya Ia benar-benar bertemu Orangtuanya, karena itu suatu hal yang ingin Ia wujudkan sejak dulu. Bahkan Sehun juga membantu mengelap air mata Seulgi semalaman. Dan Yeri juga tinggal di rumah ini sekarang, Ayah dan Ibu Seulgi menganggap Yeri sebagai anak kandung Mereka. Hari ini Yeri sedang sekolah. sejak tinggal di rumah ini, Yeri menjadi pusat perhatian Siswa di sekolahnya karena berubah status, Mereka bilang transformasi dari manusia miskin menjadi anak presdir perusahaan.

Sehun dan Seulgi duduk di ruang tamu.

“Eomeonim, apakah Abeonim tidak di rumah?” Tanya Sehun.

“Tidak, Ayah sedang keluar sebentar. Mungkin sebentar lagi pulang” Jawab Ibu Seulgi ramah.

Seulgi tersenyum di tempatnya, Ia tidak sabar ingin memberikan kabar baik pada semua orang di sini.

“Aku ingin memberitahu kabar baik” Seulgi tersenyum lebar.

Sehun dan Ibu Seulgi menatap Seulgi bersamaan.

“Benarkah?” Tanya Ibunya.

“Kabar baik?” Sehun mengerutkan keningnya.

“Aku pulang” Terdengar suara Ayah Seulgi.

“Nah, itu Ayah pulang” Ucap Ibu Seulgi.

Drrt.. Drrt.. Ponsel Sehun bergetar. Telepon dari Suho. Sehun langsung mengangkatnya.

“Sehun-ssi, Kami sudah menemukan pelakunya, Kami baru saja sampai di rumah tersangka dan akan menangkapnya”

“Benarkah?” Sehun bersuara dengan nada terkejutnya membuat istri dan mertuanya menatap heran. Ia tampak senang.

Ting-tong..

Bel rumah berbunyi.

Seulgi hendak bangkit membukakan pintu namun suara Ayahnya menghentikannya.

“Jangan buka!” Teriak ayahnya. Seulgi terkejut, begitupun Sehun dan Nyonya Kang(Ibu Seulgi).

Ting-tong… Lagi-lagi bel berbunyi dengan keras.

“JANGAN BUKA” Teriak Tuan Kang lagi saat Seulgi hendak membuka pintu.

Ting-Tong…

“Kenapa?” Tanya Seulgi.

“Tidak usah banyak tanya” Ucap Tuan Kang agak kasar. Seulgi terkejut dengan perkataan Ayahnya.

“PRESDIR KANG! BUKA PINTUNYA. KALAU TIDAK AKAN KAMI DOBRAK SEKARANG” Suara lengkingan dari luar terdengar.

Sehun merasa tidak asing dengan suara itu.

Keputusannya,Seulgi membuka pintu dengan cepat, Ia merasa takut sekaligus bingung, pikirannya bergumul dan akhirnya Ia memutuskan untuk membuka pintunya, membuat Sang Ayah menatap tajam Putrinya ini.

Beberapa orang dari luar masuk.

“Aku Kim Suhodari Kantor kepolisian Seoul. Anda ditahan karena menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan mobil 6 bulan yang lalu. Andamempunyai hak untuk menyewa pengacara dan diam dalam pengadilan” Ujar Kim Joonmyun di depan Ayah Seulgi. “Tangkap Dia”

Sehun dan Seulgi serta Nyonya Kang mematung di tempat.

TBC

Gimana chapter ini Guys?Alurnya kecepeten ya? Maafin Akuuuu, rasanya susah banget buat chapter ini. Apalagi aku palah iklan variety show, haha.

Di chapter ini juga ekstra Seulhun moment loh. RCL juseyo~ 😀

 

18 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] All is Patient (Chapter 8)”

  1. Badaiiii sehun??? Seulgi???
    Ternyata ayah seulgi yg nabrak ibunya sehun… Trus gimana dg mereka berdua???
    Please itu seulgi lagi hamill oyyy jangan sampe gara2 ini hub. Mereka jd berantakan

    chanyeol ku suka dirimu!!!!!!!!!!!!!! Aaa wenyeol makin berlayar

  2. 10
    9
    8
    7
    6
    5
    4
    3
    2
    1
    ….

    dan akhirnya chanyeol muncul di hitungan ke 1
    haha
    emg chanyeol pahlawannya wendy bngt ya…

    ehh..
    jd ayahnya seulgi yg udah ngebunuh ibunya sehun??
    andwaee trus entar nasib mereka gimana??

    hehe ff nya bagus author nim aku suka deh 🙂

  3. Pantess ayah seulgi ngeliatin sehun kyak gitu rupanya dia dalang dari kematian ibu sehun astaga haduh gimana reaksi sehun nanti yahhh😅😅

  4. Waaaaahh seulhun memang romantis deh ah😍
    Ternyata Seulgi anak orang kaya ya, wah Yeri jadi enak nih wkwk
    Yah yg jadi penyebab ibunya Sehun meninggal ternyata ayahnya Seulgi? Yah terus Sehun gmn?:((

  5. JADI?! AYAHNYA SEULGI DALANG DARI SEMUA INI?! nggak nyangka mbak, Chanyeol ama Wendy makin manis aja aku sampai teriak nggak jelas baca ff ini. terima kasih ya author candyness dipanggil yang singkat apa ya?

  6. Cieee chanyeol and wendy udah mulai so sweet nih.kkk

    Wuihhh disini banyakan seulhun moment, seulgi hamil ya..hihihi
    Iihhh jadi ayahnya seulgi yg ngelakuin itu semua sma ibunya sehun???
    Pantes dari pas seulgi ngedatengin rumahnya ayahnya seulgi kaya gmna gtu ya, eehh tapi alasanya knapa? Kok bisa?

    Next kak dtunggu klanjutanya^^
    Fighting!!

  7. Woahhh chanyeol wendy sumpah romantis banget, aku suka mereka berdua 😀
    Cieee seulgi hamil yeye sehun kau berhasil haha
    Wahh? Ayah seulgi yg nabrak ibu sehun? Dunia memang tak seluas yg kita kira

  8. wooo…jadi yg tersangka itu ayahnya seulgi sendiri..ihh kejamm!! apa alasannya??? semoga chap selanjutnya dijelasin…
    aku suka chanwen udah cinta”an…hahahahahahaaaaaa

    next yaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s