[EXOFFI FREELANCE] Holler (Chapter 5)

HOLLER chapter 05

¤

 Choi’s

¤

 Park Minah – Byun Baekhyun – Oh Sehun

¤

Ocs – EXO members – Others

¤

 Complicated-romance – School Life – Fluff

¤

 Chaptered

¤

T(eenager)

¤

The OCs and the stories are  purely mine, EXO members belong to EXO-L

¤

“Lock your eyes with mine. Awaken your sleeping heart.”

¤

Previous Chapters

Teaser and TrailerIIIIIIIV

 

¤

¤V¤

¤

 

Baekhyun kembali membungkuk dan meninggalkan namja tersebut.

Namja tersebut adalah Cho Kyuhyun.Ia terus memandangi punggung Baekhyun sampai Baekhyun masuk di pekarangan rumahnya karna tak lama tadi listrik sudah menyala.

 

Saat masuk kedalam rumah, lagi-lagi Baekhyun harus meniup satu persatu lilin yang menyala di berbagai sudut rumah. Setelah seharian belajar tubuhnya sama sekali tidak merasa lelah, ya hanya saja otaknya yang butuh istirahat. Baekhyun berjalan menuju kamar tidur.Ia mematung didepan ranjang berisi 2 manusia yang sedang tertidur dalam posisi duduk dengan kepala mereka saling menindih. Yap, Park Mina dan Oh Sehun.

 

Baekhyun masih terdiam ditempatnya, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia tidak tega untuk membangunkan Mina yang sedang tertidur meski dengan posisi yang tidak sewajarnya, tapi disatu sisi ia merasa kurang nyaman dengan pemandangan didepan matanya sekarang ini. Hey ayolah, meski Sehun adalah sahabatnya namun Park Mina adalah yeoja chingunya dan apa yang akan kalian lakukan jika kalian berada di posisi Baekhyun sekarang?

 

Baekhyun memutuskan untuk membangunkan Mina.Ia mengelus pipi Mina dan menyibakkan rambut Mina yang menutupi sebagian wajahnya, dan dengan mudahnya Mina langsung membuka matanya.

 

-Byun Baekhyun’s POV-

Aku menarik tangannya perlahan agar tak membangunkan Sehun. Mina sudah sepenuhnya membuka matanya meski ia agak terlihat bingung. Aku merapikan poninya yang terbelah.

“Tidurlah di atas.”

Ia menggeleng lalu ia berjalan keluar kamar.

 

Kali ini aku ingin tidur didalam kamar saja meskipun hanya menggunakan kasur lipat yang tipis itu lebih baik dari pada harus tidur di sofa.

 

Setelah selesai menggelar kasur lipat di lantai, aku mengambil satu bantal dari ranjang Sehun lalu berbaring diatas kasur.Aku masih belum mengantuk tapi entah mengapa rasanya tubuhku ingin berbaring saja.

 

Mina kembali masuk kekamar dengan wajah yang lebih segar. Ia melihampiriku yang sedang berbaring di atas kasur lipat di lantai dan duduk disampingku.

 

“Apa kau akan tidur disini?”

Tanyanya sambil membelai dahiku dan mengelus rambutku.Aku mengenggam tangannya yang menganggur.

“Hm.”

Mianhe.Karna aku menumpang disini, kau jadi tidur dilantai.”

Ania, gwenchana.Aku justru senang kau tinggal disini.”

Jawabku sambil melingkarkan kedua tanganku disekitar pingganggnya. Tubuh park Minah sangat kecil, itu sebabnya aku sangat senang melingkarkan kedua tanganku di sekitar perutnya. Ia bahkan masih pantas untuk memakai seragam SMP, ia benar-benar tidak terlihat seperti anak SMA.

 

“Tidurlah di atas Baek, biaraku yang tidur disini.”

Gwenchana kalau kau tidur disini?”

Mina langsung mengangguk.

“Kalau begitu kemarilah, tidur di sampingku.”

Aku melentangkan tangan kiriku dan menyuruh Mina agar meletakkan kepalanya di bahuku.Dapat kulihat wajahnya memerah lagi. Dengan gerakan perlahan dan sangat hati-hati, ia berbaring disampingku dengan lengan atasku sebagai bantalnya. Ia berbaring sambil terus menatap kedua tangannya diatas perutnya. Terlihat jari-jari kakinya yang terus bergerak-gerak.Apa dia merasa gugup? Gadis ini sungguh menggemaskan.

 

Aku menoleh kearahnya sambil menyampingkan poninya dan mengelus rambutnya, sedangkan Mina kini mengalihkan pandangannya kelangit-langit kamar.

“Baek?”

“Hm?”

“Apa aku boleh bertanya?”

“Apa saja sayang.”

“Apa alasanmu menjadikanku pacar?”

“Karna aku menyukaimu.”

“Kenapa-kau-menyukaiku?”

Mina berkata sambil terbata-bata, ia masih enggan untuk menatapku. Aku pun menarik pipinya untuk menoleh kearahku agar kami bertatapan.Kedua bola mata yang hitam pekat tersebut terlihat sedikit bergetar setelah mata kami bertemu.

 

“’Cause you’re independent and you got my attention.”

Ia tersenyum saat aku menyanyikan sepotong lirik lagu.

“Lalu kau sendiri?Apa alasanmu menerimaku untuk sebagai pacarmu?”

Saat aku kembali bertanya kepadanya, Mina menurunkan pandangannya kearah dadaku.Ia terlihat seperti sedang mempertimbangkan jawabannya.

“Aku tidak tahu.Sejak pertama kali aku melihatmu, aku sudah menyukaimu.”

“Benarkah?”

“Ada sesuatu dimatamu yang membuatku selalu tertarik padamu, dan…..”

“Dan apa?”

“Kau memiliki jari tangan yang lentik.”

Mina kembali menatapku sambil tangannya memaikan jari tangan kananku.Aku menarik tangannya dan meletakkannya di atas perutku.

“Tidurlah.”

Mina mengangguk dan menutup kedua kelopak matanya.Aku memandangi wajahnya.Sempat kukecup kecil dahinya sebelum aku juga mulai tertidur.

 

ZzZzZzZz……

 

 

¤ H O L L E R¤

 

 

Sekolah.

-Park Minah’s POV-

Gosh, apa yang harus aku lakukan dengan deretan angka dan huruf didepan mataku ini? Kemarin aku tidak belajar, ya meskipun aku sempat menyimak Baekhyun dan Geumhee saat mereka mengerjakan soal-soal.Hanya 4 dari 7 soal yang mampu aku kerjakan sekarang ini. Yap, today is a Math monthly exam alias ulangan matematika. Aku melirik kearah Sehun yang sedari tadi terus merunduk melihat kearah soal dan lembar jawabnya, dia bahkan tidak menengok sekalipun. Sehun apa dia benar-benar bisa mengerjakan soalnya?

 

Aku menegakkan badanku agar aku bisa lebih menengok kearah lembar jawab  Sehun. Dan ternyata lembar jawabnya masih kosong! Apa yang dia lakukan selama ini, mengapa ia tidak meminta jawaban dariku. Dasar.

 

Aku berdehem untuk menarik perhatiannya agar menoleh kearahku.Karna Sehun tak kunjung menoleh kearahku, aku berdehem lagi namun kali ini lembar jawabku yang aku perlihatkan kearahnya. Sehun sempat menyadari kode dariku namun saat ia hendak menoleh, sonsaengnim lewat disampingnya dan ia kembali merunduk.

 

Gosh Sehun, aku tau kau takut tapi jangan sampai lembar jawabmu itu kosong. Aku menekan tombol jam tangan LED ku, masih sisa10 menit lagi. Lalu aku mencoba melirik sonsaengnim melalui jam tanganku, aku sengaja memakai jam tangan ini setelah menyadari bahwa hari ini ada ulangan matematika tadi pagi. Karna layar jamnya yang hitam pekat selain bisa aku gunakan untuk mengaca, aku biasa menggunakannya pantulan kacanya untuk mencari tahu dimana sonsaengnim berada saat sonsaengnim berjalan kearah belakang.Dan sekarang sonsaengnim sedang memeriksa salah satu pekerjaan temanku yang duduk dipojok ruangan.

 

Aku segera mengganti namaku dengan nama Sehun dilembar jawabku lalu dengan cepat aku menukar lembar jawabku dengan milik Sehun. Tentu saja Sehun terkejut dan melotot kearahku.Tidak ada waktu lagi untuk menjelaskannya kepada Sehun, aku segera mengerjakan kembali soal-soal yang tadi sudah aku kerjakan dilembar jawab Sehun yang sudah kuganti dengan namaku.

 

teeet teeet

 

“Ja!Waktu kalian sudah habis, sampai bertemu lagi pada pertemuan berikutnya.”

 

Huuuh… untung saja aku masih bisa mengerjakan 4 soal tadi.Aku menyerahkan jawabanku saat sonsaengnim mulai memunguti pekerjaan kami semua. Aku sangat kesal dengan Sehun karna ia tadi terus saja mengabaikanku saat aku mencoba untuk menolongnya. Setelah sonsaengnim keluar ruangan, aku segerak menarik lengan Sehun yang hendak berdiri dan membuatnya terduduk lagi.

 

“Ya Oh Sehun!Apa yang tadi kau lakukan? Mengapa kau terus mengabaikanku?Apa kau takut dengan sonsaengnim? Geurae kalau kau takut mencontek saat ulangan, bukankah lebih menakutkan lagi saat kau menyerahkan lembar jawaban yang kosong pada sonsaengnim, huh?Berpikirlah dua kali. Carilah cara untuk mencontek kalau kau tidak bisa mengerjakannya! Jika aku tidak melakukannya tadi apa kau masih tetap membiarkan lembar jawabmu kosong, huh?”

 

“Astaga Park Minah, tenangkan dirimu.”

Aku terkejut saat salah satu temanku, Eun Hani yang menghampiriku sambil membawa air minumnya dan ia sodorkan kearahku. Seketika aku tersadar bahwa satu kelas sedang menatap kearahku.Akupun langsung menunduk.

“Aku tau ulangan matematika adalah perang dunia, tapi apa yang Sehun lakukan kepadamu sampai kau meneriakinya seperti itu?” Tanya Hani.

Aku terdiam karna bingung dengan pertanyaannya, sementara Sehun malah pergi keluar dengan seenaknya.

 

“Ania Hani-ah, aku hanya lapar”

“Kalau begitu ayo kita pergi ke kantin. Ternyata benar kata-kata didalam iklan, karna lapar ngerubah orang.”

 

 

¤ H O L L E R¤

 

 

Kelas Baekhyun

-Author’s POV-

Dengan ragu-ragu Geumhee mulai melangkah menuju bangku belakang dimana Baekhyun masih sibuk memasukkan beberapa bukunya kedalam tas. Saat sampai di depan meja Baekhyun, Geumhee menaruh 2 kotak bekal diatas meja. Baekhyun berpura-pura tidak tau bahwa Geumhee datang menghampirinya. Setelah selesai memasukkan buku-bukunya, ia segera berdiriri dan berusaha agar pandangannya tidak melihat kearah Geumhee. Namun saat Baekhun akan pergi meninggalkan Geumhee, Geumhee menanggilnya. Dengan terpaska Baekhyun berhenti dan menoleh kearahnya.

 

“Aku membuat bekal untukmu.”

Seperti biasa, Geumhee berkata dengan sangat pelan.

“Tidak, terimakasih.”

Tanpa melihat kearah bekalnya, Baekhyun langsung pergi meninggalkan Geumhee. Namun saat ia sampai didepan kelas, entah apa yang menyerang pikirannya sehingga ia tidak tega dan kembali masuk kedalam kelas menghampiri Geumhee yang terduduk merunduk di bangkunya.

 

Baekhyun membalikkan kursi di depan bangkunya sehingga ia berhadapan dengan Geumhee lalu mengambil satu bekal Geumhe. Tanpa berpicara apa-apa ia mulai memakan bekal buatan Geumhee tersebut. Awalnya Geumhee terkejut dan hanya memandang kearah Baekhyun yang melahap bekal buatannya, ia lalu tersenyum sampai akhirnya ia juga memakan bekalnya sendiri.

“Baek….”

Didalam hati, Geumhee memanggil nama Baekhyun.

 

 

¤ H O L L E R¤

 

 

Saat pulang sekolah seperti biasa Baekhyun dan Geumhee tinggal dikelas untuk kembali bersiap dengan olimpiadenya, sementara Mina pulang bersama Sehun.Saat perjalanan pulang, Mina dan Sehun memutuskan untuk membeli makan siang di salah satu restoran cepat saji.

 

“Ini pesanan Anda, 2 paket B dengan soft drink ukuran sedang.Terimakasih, silahkan datang kembali.”

“Berapa semuanya?”

“Pesanan Anda sudah dibayar Nona, dan ini kembaliannya.”

Mina mengkerutkan kedua alisnya, siapa yang sudah membayar pesanannya?Sehun sedari tadi menunggunya di tempat duduk.Ditambah lagi kembalian yang sebanyak ini?

“Siapa yang membayarnya?”

“Tuan itu.”

Pramusaji tersebut menunjuk kearah seorang lekaki yang hendak keluar dari restoran.Kalau tidak salah lelaki tersebut tadi juga memesan makan pada kasir sebelah.Mina tidak suka ini.Ia tidak mau merasa hutang budi kepada orang lain, apalagi orang yang tidak ia kenal. Mina langsung berlari menghampiri laki-laki tersebut.

 

“Tunggu Nona, pesanan Anda!”

Sehun terkejut melihat Mina yang berlari keluar tanpa membawa pesanannya, Sehunpun mengambil pesanan tersebut dan menyusul Mina.

 

Chogieyeo!”

Mina berhasil mengikuti namja tadi dan membuat namja tersebut berhenti saat ia akan memasuki mobilnya. Namja itu pun menoleh kearah Mina dan Mina menghampirinya.Setelah melihat wajahnya, Mina benar-benar tidak mengenal namja ini.Namja dengan pakaian rapih dan berjas seperti orang kantoran.

Nuguseo (siapa Anda)?Mengapa Anda membayar pesanan saya?”

Dari jauh Sehun sudah bisa mengenali siapa namja yang ada di hadapan Mina sekarang ini, Sehun pun berjalan menghampiri Mina dan namja itu.

 

Namja tersebut tersenyum setelah mendengarkan pertanyaan Mina, ia mengulurkan tangannya kepada Mina.

“Mulai sekarang aku adalah tetangga barumu, CHO Kyuhyun imnida.”

Mina tersentak setelah mendengarkan namja itu mengucap namanya, matanya membulat sempurna dan tubuhnya mulai bergetar. Sementara Kyuhyun masih berharap tangannya akan dijabat oleh Mina. Secara perlahan Mina mulai berjalan mundur menjauhi Kyuhyun sebelum akhirnya Mina berlari menginggalkannya.

 

Kyuhyun beralih memandang Sehun yang baru saja datang menghampirinya.Sehun menatapnya dengan tatapan yang benar-benar mengerikan.

Oraemaniya (lama tidak bertemu) Sehun-ah.”

Sehun semakin menyipitkan kedua matanya.

“Apa kau tidak tau siapa gadis itu?”

“Hmmmm…”

Kyuhyun memasukkan tangannya ke dalam saku celananya sambil kepalanya mendongak keatas sehingga ia terlihat seperti sedang mengingat.

 

“Sehun-ah!”

Mina memanggil Sehun dari jauh dan tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun, Sehun langsung pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

 

¤ H O L L E R¤

 

 

Sehun hanya dapat menghembuskan nafasnya kesal sambil sesekali menggaruk kepalanya walaupun tidak terasa gatal disana. Bagaimana tidak?Karna Mina tidak mau makan dan sekarang Mina sedang menatap nanar kearah bungkusan makanannnya, seperti sedang menatap mayat yang baru saja dibunuh dengan pisau yang masih tertancap diperutnya.Kedua bola matanya tak henti-hentinya bergetar seiring dengan bibirnya yang kini juga mulai bergetar.

 

Mina sedang dalam keadaan tidak baik saat ini. Sehun tidak tau apa yang harus ia lakukan, sedari tadi dia mencoba untuk merangkai kata-kata diotaknya untuk mencoba menenangkan Mina. Dan Sehun semakin panik ketika Mina mulai meneteskan air matanya dan nafasnya mulai tersenggal.

Sekali lagi Sehun menggaruk kepalanya sebelum akhirnya ia memegang pundak kanan Mina yang bergetar.

 

Hiks…. Hiks….

Uljimayeo (jangan menangis).”

Entah mendapatkan ide dari mana, Sehun mulai mengelus pundak Mina dengan harapan itu dapat menenangkannya. Dan Sehun juga menghapus air mata Mina yang mengalir seperti keran kecil di pipi Mina dengan sangat hati-hati.

 

“Apa yang harus aku lakukan Sehun?”

Mina menggumam ditengah tengah tangisannya.

“Orang tuaku belum pernah memberi perintah kepadaku selama ini, mereka selalu menyuruhku untuk melakukan apapun yang kuinginkan.Aku juga ingin menjadi anak yang baik dengan mematuhi perintah orang tuanya, tapi mereka menyuruhku untuk bertunangan bahkan sesegera mungkin menjalankan pernikahan demi kelancaran bisnis mereka.Apa yang harus kulakukan?”

Sehun semakin bingung dan benar-benar tidak tau lagi harus berbuat apa karna air mata Mina mengalir semakin banyak.

 

“Berhentilah menangis, aku tidak bisa berfikir untuk masalahmu itu karna kau membuatku merasa gugup.”

Well Oh Sehun, itu bukan cara yang baik untuk menenangkan seorang gadis yang sedang menangis. Namun Sehun benar-benar merasa gugup dan tidak nyaman karna ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan pada seorang wanita yang sedang menangis. Selama ini, ia belum pernah melihat Mina menangis sehebat ini.

 

Setelah mendengar perkataan Sehun, Mina mulai menghapus air matanya.Iamemang sedang bermasalah tapi ia tidak mau membuat orang lain merasa terganggu karna masalahnya tersebut, apa lagi sampai merepotkan mereka.

Mian kalau aku sudah membuatmu merasa tidak nyaman.”

Sehun terkejut dengan perkataan Mina.Bukan itu maksud Sehun. Bukan masalah Mina yang membuat Sehun merasa tidak nyaman, tapi ia merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa.

 

“Ah ania, bukan begitu….. Hanya saja…. Itu… Kita harus segera bersiap-siap untuk kunjungan keluar sekolah besok.”

Not bad Oh Sehun, setidaknya hanya itu yang bisa kau lakukan, mengalihkan pembicaraan.

 

Kunjungan keluar sekolah adalah kegiatan resmi dari sekolah yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kecuali siswa yang memiliki penyakit dalam.Kegiatan ini biasanya dilakukan sebelum ujian tengah semester dan akhir semester.Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa tidak jenuh karna terus belajar diluar ruangan dengan pelajaran akademik, siswa dilatih untuk lebih dekat dengan alam dan belajar tentang fisik dan mental dalam kegiatan ini serta melatih kerja kelompok mereka. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari 1 malam, dan besok adalah jadwal untuk kelas A. Karna tempatnya di pedesaan dan memakan perjalanan yang jauh, mereka berangkat malam ini dengan rombongan bus sekolah agar besok sudah bisa memulai kegiatan.

 

Tidak sulit untuk mepersiapkan apa yang mereka butuhkan  karna semua sudah tercatat dan barang-barang yang dibawa tidak begitu merepotkan. Seperti baju ganti, alat tulis, alat mandi, blazer sekolah, senter, dan lilin.Mereka tidak diperbolehkan membawa ponsel, uang dan makanan karna disana makan mereka sudah diatur.

 

Ya meskipun segala kebutuhan mereka sudah tercatat namun Sehun masih harus membantu Mina mengemasi barang-barang Mina setelah ia selesai mengemasi barang-barangnya sendiri, karna Mina terlihat masih sangat bingung dan belum merasa tenang sepenuhnya. Sehun hanya menyuruh Mina duduk diatas ranjang sementara Sehun memasukkan barang-barang Mina kedalam tas.

 

“Kita harus sudah sampai disekolah sebelum jam 11 malam.”

Kata Sehun disela-sela pekerjaannya.

“Apa kita akan kesekolah berjalan kaki?Tidak mungkin masih ada taksi pada jam seperti itu” Mina menyahut.

“Tidak, minta Baekhyun untuk mengantarkan kita.”

“Naik mobilmu?Apa dia bisa menyetir?”

“Aku sudah mengajarinya?”

 

Setelah selesai mengemasi barang, mereka membawa tas mereka ke ruang tengah lalu menyalakan TV sambil duduk di sofa didepan TV. Mina masih saja terngiang dengan perkataan Kyuhyun tadi sore.

“Sehun-ah?”

“Hm.”

“Apa benar pria tadi adalah tetangga baru kita?”

“Aku tidak tahu.Rumah disamping memang sudah lama kosong, aku dengar rumah itu memang ada pemiliknya tapi pemilik tersebut jarang kemari.”

 

Sehun menoleh kearah Mina yang lagi-lagi terdiam, sedang berfikir.

Wae?”

“Aku hanya penasaran.Coba pikirkan, ia seorang pengusaha yang kaya raya dan bisa mendapatkan wanita dewasa yang cantik dan seksi tapi mengapa dia mau menerima perjodohan ini?”

Dalam hati Sehun berkata ‘Akupun juga ingin tau alasannya’

“Bagaimanapun juga aku harus bertemu dengannya.”

“Apa kau yakin?”

Minah mengangguk, “Aku harus mendengarkan sendiri apa alasannya”

 

 

¤ H O L L E R¤

 

 

Visit my personal blog.

23 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Holler (Chapter 5)”

  1. Masih belom ketauan apa yg terjadi diantara mereka bertiga sebelumnya. Dan aku penasaraaaaannnnnnn.
    Next chapter 6. Semangaat!
    -XOXO-

  2. Duh kak itu sbenernya apa hubungan kyuhyun, sehun, and mina waktu dulu sih.
    Aku pnasaran..
    Ihh cho kyuhyun deh itu a sama mina
    Ini kok aku berharapnya Sehun sama mina ya??..hehehe

  3. Ping-balik: Chaptered | Choi's
  4. kyuhyun jadi kayak ajusshi psycho :v
    baekhyun mending nggak usah terlalu baik lagi deh ama geumhee. takutnya geumhee merasa diberi kesempatan buat balikan lagi

  5. Ugh ngapain geumhee ngasih bekal ke baek? Nyesel ya dulu udh mutusin baek.. Ahh jangan ada penghalang antara baek dan mina, mereka udh sangat cocok secocok cocoknya..
    Dan aku semakin penasaran sebenarnya ada hubungan apa antara minakyuhun?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s