[EXOFFI FREELANCE] Hello, Mr. Future (Chapter 1)

 poster-ff-hmf-5.jpg

Title : Hello, Mr. Future

Author : Jung Ki Ki

Genre : Romance, Comedy, Fantasy, Melodrama

Length : Chapter

Rating : 15

Disclaimer :

 FF ini benar benar buatan saya, namun beberapa alur saya dapat dari beberapa adegan drama korea.

 Jika ada kesamaan yang lain, saya minta maaf namun saya tekankan lagi bahwa FF ini murni milik saya.

Author’s Note:

 WARNING!! Typo bertebaran!

 WARNING!! Don’t Be Silent Reader.

 WARNING!! FF ini milik saya.

Cast :

  • Byun Baek Hyun (EXO)
  • Jung Eun Ji (A Pink)
  • Kang Min Hyuk (CN BLUE)
  • Heo Young Ji (Kara)

Inspiration :

  • Another Oh Hae Young

Summary :

 Hari itu adalah hari pernikahan-mu. Namun, seseorang yang baru kau kenal menggagalkan pernikahanmu.

 Seseorang itu menggunakan alasan yang tak masuk akal bagimu. Tapi, semuanya sudah terjadi.

 Lalu, apa yang akan terjadi setelahnya?

 

Chapter 1 – Takdir

 

Sebuah ruangan putih dengan sinar cahaya matahari yang masuk melalui jendela kaca ruangan tersebut, memerlihatkan seorang pria duduk dengan nyamannya di sebuah kursi. Punggungnya ia sandarkan di punggung kursi empuk nan nyaman itu. Pria itu memejamkan matanya. Namun, ia tak sendiri. Seorang wanita berpakaian jas putih duduk di kursi samping pria itu.

“Kali ini, apa yang kau lihat?” Dokter cantik itu bersuara.

Raut wajahnya terlihat ada keraguan. Namun, ia tak ingin membuang-buang waktu. Ia segera menjawab pertanyaan si Psikiater tersebut.

“Aku melihat seorang gadis menangis. Ia berjongkok di tengah keramaian pejalan kaki. Ia terus menangis di teriknya matahari.” Pria itu menjelaskan apa yang ada di pikirannya saat ini.

“Lalu, apa yang akan kau lakukan, jika kau ada disana?”

Kembali dengan raut wajah yang ragu. Pria itu sedikit lambat untuk menjawabnya. Ia sejenak memikirkan jawaban apa yang cocok.

“Aku akan.. aku akan.. ” ucap pria itu menggantung. Ia sungguh ragu. “Aku akan.. ”

“Jika kau ragu, kau akan semakin menghancurkan hidup gadis itu.”

Dahinya berkerut. Terlihat bahwa ia semakin ragu.

“Aku.. bolehkah aku menghampirinya?”

“Kenapa kau malah bertanya balik?”

Diam, pria itu diam.

“Byun Baek Hyun.. ” panggil si Psikiater itu lirih. “Aku tanya, kenapa kau bertanya balik dengan semua keraguanmu itu?”

Byun Baek Hyun, nama pria itu. Dan dengan mata yang masih terpejam, ia menarik nafas.

“Karena aku takut. Karena  dirikulah, dia menangis seperti itu.”

 

*** ***

 

1 Bulan Sebelum Hari Pernikahan

“Pernikahan? Jangan pernah bermain-main dengan yang namanya ‘menikah’, jika pada akhirnya kau menyesal dan melakukan perceraian. Setidaknya, manusia harus menikah sekali dalam seumur hidupnya. Tidak ada kata perceraian. Rugi? Tentu saja.”

“Pernikahan harus didasari oleh cinta. Bukan sebuah paksaan yang bisa mengakibatkan kerutukan karena sebuah pilihan. Jangan!! Jangan sampai kau merutuki semua itu. Jadi,, pikirkanlah semuanya dengan matang! Mengerti??”

“Ya.. Mengerti!!”

“Ssaem!” Seorang siswa mengangkat tangannya. Sepertinya ia memiliki pertanyaan.

“Eo.. ada apa?” Sahut sang Guru bernama Jung Eun Ji. Ahh.. dia adalah Guru Bahasa Korea yang baru saja memberi pelajaran tentang ‘pernikahan’. Apa? Yang benar saja?

“Kapan Anda akan menikah?” Dan pertanyaan itu sontak membuat kelas menjadi ribut. Ribut karena tawaan semua Siswa-siswi SMA ‘Bong Soon’.

Sang Guru menghela nafas mendengar pertanyaan dan respon dari anak muridnya itu. Benar-benar memang!!

“Teng.. teng.. “

“Kalian benar-benar selamat kali ini! Jika lain kali kalian– ”

“Kami pergi!!”

“Yak! Bocah tengik!” Kutuk Eun Ji kepada 3 anak-anak nakalnya. Dasar bocah tidak tahu sopan santun.

Dan berikutnya, scene beralih pada Jung Eun Ji yang sedang duduk di halte bus. Menunggu bus gilirannya datang. Sembari itu, ia mengirim pesan pada seseorang.

 

To : Min Hyuk 💜

Kau ada dimana?

 

From : Min Hyuk 💜

Di kantor. Kenapa? Rindu padaku?

 

To : Min Hyuk 💜

Tidak~  😜

 

From : Min Hyuk 💜

Tidak perlu berbohong.

Karena aku juga merindukanmu, Kang Eun Ji~~

 

To : Min Hyuk 💜

Yak!! Marga-ku Jung! Seenaknya saja kau ganti.

 

From : Min Hyuk 💜

Haha.. aku yakin sekarang wajahmu sangat menggemaskan!

 

 Seketika, pipi Eun Ji bersemu merah karena malu. Tidak, tapi apa yang dikatakan oleh Min Hyuk, Kekasihnya, memang benar. Haha..

“Ssaem.. ” panggil seorang gadis yang sudah mengambil posisi di samping Eun Ji. Gadis itu merupakan anak murid Eun Ji.

“Eo.. Young Ji-ya.. ” Sahut Eun Ji yang segera menyimpan ponselnya di dalam tas.

Byun Young Ji, nama gadis cantik yang merupakan anak didik Eun Ji. Gadis itu cukup dekat dengan sang guru. Tidak, sangat dekat!

“Anda belum pulang?” Tanya Young Ji basa-basi.

“Itu pertanyaan yang tidak bermutu. Buktinya, aku masih disini menunggu bus.” Timbal Eun Ji yang ditanggapi Young Ji dengan kekehan.

“Baik.. maafkan aku.”

“Bagaimana denganmu?”

“Aku menunggu jemputan. Supir-ku bilang ia terjebak macet jadi akan terlambat menjemputku.”

“Begitu?”

“Eonni,, apa yang dikatakan Jong In hari ini, jangan dipikirkan. Kim Jong In dan kawan-kawan ‘kan memang menyebalkan.”

“Tidak.. aku tidak mempersalahkan ucapan bocah tengik itu.” Ucap Eun Ji mengelak ucapan Young Ji. “Karena, aku memang akan menikah.”

“Apa?!” Pekik Young Ji tak percaya. Bahkan, ia sedikit berteriak.

“Yak! Bisakah kau memelankan suaramu? Jika ada yang mendengar– ”

“Itu bagus.” Potong Young Ji. “Siapa mempelai prianya? Bisakah kau mengenalkannya padaku sebelum hari-h? Aku ingin tahu siapa kekasih uri-eonni. Woah~ kenapa eonni tidak pernah mengatakannya padaku?”

“Aish! Memang, kau ini siapa-ku?” Timbal Eun Ji sedikit sinis. Dia hanya bercanda.

“Apa? Yak,, eonni akan menyesal jika berpikir aku bukan siapa-siapa. Sungguh!” Timbal balik Young Ji tak kalah sinis.

Namun, sedetik kemudian mereka tertawa atas ucapan mereka tadi. Haha.. dasar!

 

*** ***

“Pose berikutnya!”

“Tolong angkat dagumu! Buat seolah kau sedang menantang seseorang!”

“Bagus. Pertahankan!”

“Berikutnya!”

Sebuah ruang studio yang biasa digunakan untuk pengambilan gambar. Studio milik perusahaan ‘Greenland’ merupakan perusahaan fashion terbaik di Asia. ‘Greenland’ sudah berdiri 10 tahun lebih dan perusahaan yang sudah sukses itu berada di tangan Presdir Kim Joon Myun.

Dan di kesempatan kali ini, di musim panas, perusahaan itu tengah disibukkan dengan perilisan busana musim panas yang akan segera diperjualkan. Mereka sedang sibuk mempromosikan.

“Istirahat 1 jam!” Teriak kembali seorang pria yang diketahui adalah seorang Direktur. Dan semua orang yang bekerja-pun menuruti apa yang dikatakan pria itu.

Kita beralih pada percakapan 2 orang pria yang salah satunya adalah si Direktur. Pria tersebut dengan mengobrol dengan sang Presdir, Kim Joon Myun.

“Aku harap penjualan produk kita kali ini lebih baik dari musim lalu. Bagaimana bisa kita turun 30% dari tahun lalu? Aku sungguh tak menyangka.” Ucap sang Presdir.

“Aku mengerti. Aku akan berusaha meningkatkan kapasitas penjualan kita kali ini. Aku akan berusaha agar tidak membuatmu kecewa.” Timbal si Direktur bernama Byun Baek Hyun itu.

“Huh~ aku suka dengan kerja mu, Baek Hyun-ah. Aku tidak salah bukan merekrutmu untuk di ‘Greenland’.”

“Kau bercanda? Setidaknya, aku harus berterima kasih lebih banyak kepada Ayah-mu. Kau hanya mengiyakan permintaannya itu.”

“Apa? Yak,, apa kau baru saja memutuskan hubungan pertemanan kita?”

“Huh! Terserah.”

Mereka tertawa. Dan apa yang dikatakan Presdir Kim atau Joon Myun itu memang benar adanya. Joon Myun dan Baek Hyun sudah saling mengenal saat mereka SMA sampai kuliah di jurusan yang sama. Jadi, bisa dibilang kawan lama. Begitulah!

 

*** ***

 

“Aku pulang~ ”

“Oppa!!”

“Eo,, Young Ji-ya.. ” sahut seorang Byun Baek Hyun yang baru saja pulang dari tempat kerja. Ahh,, pria itu dipeluk oleh sang adik tersayang-nya, Byun Young Ji. “Aku dengar, kau pulang terlambat hari ini.”

“Eum.. ” jawab singkat Young Ji.

“Kau sudah makan?”

“Tentu.. hari ini, Bibi Moon memasak masakan favorit kita semua.”

“Benarkah?”

“Tentu.. ” berikutnya, mereka berjalan beriringan sampai langkah mereka terhenti saat melihat seorang pria tengah tertawa terbahak-bahak. Pria itu sedang menonton acara bergenre komedi di televisi. Entah kenapa, pria itu terlihat menyedihkan?

“Bwahahaha.. hahaha.. ” pria itu tak henti-hentinya tertawa walau sudah mendapatkan tatapan menyedihkan dari 2 saudara Byun.

“Jangan bilang kalau dia baru saja dicampakkan seorang gadis.” Ucap Baek Hyun lirih pada Young Ji.

“Eo.. kenapa jawaban oppa tepat sekali?” Timbal Young Ji lirih.

“Eo.. Baek Hyun-ah,, kau sudah datang?” Celetuk seorang Park Chan Yeol. Yeah~ pria yang terlihat gila dan menyedihkan oleh Baek Hyun dan Young Ji, itulah namanya. “Hey~ tadi, aku membeli 4 botol bir untuk kita. Kau– ”

“Tidak.”

“Kenapa?”

“Aku tidak memiliki mood buruk seperti mu sampai harus minum. Ataupun, aku tidak memiliki mood baik sampai harus menemanimu minum.” Dan setelah itu, Baek Hyun pergi menuju kamarnya yang ada di lantai atas. Diikuti oleh Young Ji.

Sekarang, Chan Yeol sendirian. Pria yang menjadi Sahabat sejak kecil dengan Baek Hyun itu benar-benar sendiri. Malangnya.

“Haha.. ” tawanya yang tak terdengar begitu tulus. Seperti tawa remeh. “Benar, aku menyedihkan. Sampai SAHABATKU SENDIRI MENINGGALKAN AKU YANG SEDANG KACAU.” Ia berteriak kali ini.

“Pakk!!”  Sebuah botol minuman berhasil mengenai kepala Chan Yeol. Seseorang melemparkannya secara sengaja. Jangan berpikir kalau itu lemparan dari Baek Hyun atau Young Ji. Karena seorang wanita yang juga terlihat buruk dalam penampilannya berdiri tak jauh dari tempat Chan Yeol. Dia adalah Byun Soo Young, Kakak tertua di keluarga Byun.

“Noo-noona.. ” gumam Chan Yeol terbata-bata. “Ka-kau sudah bangun?” Suara itu berubah menjadi ketakutan. Ketakutan.

“Kau!!” Gertak Byun Soo Young lirih. “Kau sudah membangunkan Singa yang sedang tertidur, Park Chan Yeol! Kau memang tikus!”

“Apa?”

Dan berikutnya, adegan berlanjut dengan Soo Young yang sudah mencakar habis Sahabat dari Adiknya itu. Baik, salahkan sendiri karena Chan Yeol tadi berteriak dan alhasil membuat Soo Young terbangun dari tidurnya. Ct.. ct.. ct..

 

Byun Baek Hyun’s POV

 Entah kenapa, haruskah aku tertawa atau merasa kasihan pada Sahabat-ku itu. Tapi, sepertinya tidak dengan keduanya karena sekarang aku sudah tertawa terbahak-bahak. Haha!! Mereka memang seperti itu, aku cukup terbiasa. Namun, jujur, kadang juga merasa risih.

Byun Soo Young, dia adalah Kakakku yang sudah berusia 35 tahun. Ahh,, usia seperti itu, seharusnya seorang wanita sudah menikah dan setidaknya sudah memiliki seorang anak. Tapi, kakak-ku sebalikannya. Semenjak ia dicampakkan oleh Tunangannya 6 tahun yang lalu, ia banyak berubah. Ia juga jarang tersenyum, berbeda dengan orang-orang disekitarnya. Hal itu yang membuatku merasa kasihan padanya.

Pekerjaan? Ia punya, cuman pekerjaannya itu hanya bisa ia lakukan di rumah. Dia adalah seorang Editor. Begitulah.

Byun Young Ji, dia adikku yang berusia 18 tahun. Di bersekolah di ‘Bong Soon – Senior High School’. Aku tidak terlalu banyak tahu tentang dirinya di sekolah. Tapi, satu hal yang aku ketahui adalah bahwa dia adalah Juara Kelas. Ia selalu berada di peringkat pertama. Hal itu cukup membuatku senang. Antara dekat atau tidak, seperti itu antara aku dan Young Ji. Ini karena aku sibuk bekerja, juga tentang Soo Young noona yang terlalu kelam dengan masa lalunya, Young Ji tak bisa banyak bicara dengan kedua Saudaranya. Membuatku merasa bersalah.

Park Chan Yeol. Tunggu,, haruskah aku bercerita tentangnya? Eum.. karena bagiku, hidupnya itu tidak ada yang berguna. Maksudku, setiap malam ia selalu keluar untuk ‘bermain’ dengan para wanita. Memang dasar!! Padahal dia seorang Pengacara. Bisa-bisanya dia! Tapi, sudahlah. Aku juga kadang masih tak mengerti dengan jalan pikirannya. Kadang kekanak-kanakan, dan kadang dewasa. Seperti itu Park Chan Yeol.

Aku. Aku? Sungguh, kalian ingin tahu tentang diriku? Aku tidak yakin. Karena, aku bukanlah orang yang bisa menilai diri sendiri. Kadang, jika harus menilai orang lain, aku masih kesulitan. Yeah~ seperti itulah diriku. Lupakan saja.

 

*** ***

 

Sekarang, aku tengah duduk di kursi-meja makan bersama Chan Yeol. Aku terpaksa menemaninya minum karena Soo Young noona. Tak apalah, aku juga tidak sibuk.

“Kemarin malam.. ” Chan Yeol mulai bercerita. Huh~ ini akan menjadi malam panjang lagi. ” … aku ke klub dan bertemu dengan perempuan cantik. Kau tahu, Baek Hyun-ah? Dia seksi, sangat seksi dan membuatku terhasrat. Kami pergi ke rumahnya. Saat itu, rumahnya tampak sepi sekali, sungguh! Aku tidak berbohong!”

“Eum.. aku percaya. Lanjutkan saja!” Ujarku, yang sebenarnya malas mendengar ceritanya. Apalagi, sekarang ia sudah mabuk sekali. Aku juga minum sedikit demi sedikit bir yang ia belikan tadi.

“Dan pagi ini, seorang pria yang mengaku sebagai Suami-nya datang. Ia langsung menghancurkan tulang punggung-ku.. akh!!” Chan Yeol meringis kesakitan seraya memegang punggungnya. Ia kembali bersuara. “Dan selama 2 jam aku terkurung dan terus memohon padanya untuk melepaskan aku. Akh!!”

“Kau sudah berulang kali mendapat perlakuan seperti itu. Maksudku, tak apa jika kau tidur dengan wanita. Tapi, bukan berarti dia adalah wanita yang sudah memiliki Kekasih atau Suami. Kau memang gila!!” Timbalku.

“Ahh.. aku meminta KTP-nya, tapi ia bilang kalau ia tak membawa dompetnya.”

“Lalu dengan bodohnya kau mengajaknya untuk tidur bersama. Begitu? Dasar kau!! Berhentilah seperti itu, Bocah Sialan!!”

“Yak!!” Teriak Chan Yeol, yang berhasil membuatku tersentak, dan segera menutup mulutnya. Aigo~ bagaimana bisa ia berteriak disaat sebelumnya ia mendapat hantaman dari Soo Young noona? “Jika aku sudah mabuk atau bersama seorang wanita. Pikiran-ku sudah tidak logis lagi. Kau tahu itu.”

Aku menghela nafas dan inilah yang menjadi kelemahan dari Chan Yeol. Hanya ada 2 hal yang bisa membuatnya menjadi menciut, yakni wanita dan alkohol. Huh~

“Baek Hyun-ah.. tak bisakah kau membantuku? Aku mohon.”

Sejenak aku berpikir dan..

“Kau tahu Park Cho Rong?”

“Euh.. kenal. Bukankah dia teman SMA kita dulu?”

“Benar. Aku dengar ia menjadi seorang Psikiater. Ia juga mendirikan tempat praktek. Tapi sayangnya, aku tak tahu dimana ia mendirikan tempat prakteknya itu.” Ujarku mulai bercerita sedikit tentang teman seangkatan kami itu.

“Tunggu,, apa maksudmu?”

“Mungkin, dengan bantuan dia, kau bisa mengatasi kelemahan-mu itu. Aku yakin.”

What?!

 

Author’s POV

 

Park Chan Yeol tersandung kaki meja dan ia meringis kesakitan. Ia terus mengelus kakinya yang kesakitan.

 

 Tunggu,, apa itu tadi? Kenapa dia … ?

“Yak! Kau kira aku psycho? Kau ini!!” Chan Yeol bangkit dari duduknya dan berjalan kembali ke kamar.

Namun, saat ia akan ke kamarnya yang terlalu jauh itu, tiba-tiba Park Chan Yeol tersandung kaki meja dan …

“Akh!! Sakit!” Pekik Chan Yeol yang meringis kesakitan. Ia terus mengelus kakinya yang kesakitan.

“Apa ini? Aku merasa pernah melihatnya. Tidak, aku baru saja melihat kejadian itu. Ada apa denganku?” Batin seorang Baek Hyun yang terheran-heran dengan apa yang baru saja ia lihat.

“Aku akan pergi tidur.” Ucap Chan Yeol yang sudah berada di ambang pintu kamarnya. Pria itu masih merasakan kesakitan di kakinya. “Kau.. jangan tidur terlalu malam lagi. Mengerti?” Bamm.. suara pintu kamar Chan Yeol tertutup dan sekarang tinggalah Baek Hyun sendiri yang masih kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi padanya.

“Huh~ ada apa denganku?” Gumam Baek Hyun.

 

*** ***

 

Seorang gadis berpakaian pengantin terlihat menekuk lututnya dan memeluk. Ia menenggelamkan kepalanya disana dan menangis sekeras mungkin.

 

 Detik kemudian, Byun Baek Hyun terbangun dari tidurnya. Apa.. apa yang baru saja ia mimpikan? Kenapa mimpi itu begitu nyata? Siapa gadis itu?

Baek Hyun meraih segelas air putih yang ada di meja, samping ranjang nya. Ia meminum dalam sekali tegak. Kemudian, ia mencoba untuk menenangkan diri dengan menarik nafas berkali-kali. Serasa sudah membaik, ia mencoba untuk kembali tidur.

 

“Jika kau tidak pernah mengatakannya! Hal ini takkan pernah terjadi padaku!!”

 

“Ahh!” Pekik Baek Hyun yang secara spontan duduk di ranjangnya. Ia mengacak rambutnya kasar. Ia mendengus kesal.

Dia selalu seperti ini? Tidak, ini baru pertama kalinya. Apa penyebabnya? Entahlah, tapi hal ini berhasil membuat Baek Hyun frustasi. Ada apa dengannya? Kenapa ia melihat hal-hal yang belum pernah ia alami? Dan, siapa gadis itu? Ia bahkan tak mengenalinya. Kenapa.. kenapa ia harus mengalami semua ini?

 

*** ***

 

Seorang gadis terlihat duduk di kursi-meja riasnya. Ia terlihat cantik hari ini. Jung Eun Ji, hari ini ia memiliki janji dengan sang Kekasih. Mereka akan pergi untuk melihat pakaian pengantin mereka. Katanya, gaun dan jas pengantin mereka baru saja selesai dibuat. Dan karena keduanya libur bekerja, mereka memutuskan untuk pergi bersama.

Eun Ji, dengan tas selempangnya, keluar dari kamar dan mendapati Keluarga kecilnya tengah berkumpul bersama di ruang tengah. Ada Ayah, Ibu, dan Pasangan Suami-Istri yang lain.

“Jadi,, kapan Eun Ji akan menikah?” Seseorang yang bernota-bene sebagai teman tn. Jung bertanya.

“Tanggal 28 Mei. Mereka bilang  itu adalah tanggal jadian mereka.” Ujar ny. Jung yang terdengar antusias sekali. Yeah~ bisa dibilang, ny. Jung memang sangat antusias mendengar sang anak sematang-wayangnya itu akan menikah.

“Benarkah?? Ahh~ anak jaman sekarang memang seperti itu.” Sahut seorang wanita yang diketahui Istri dari pria bermarga Kim itu. “Beberapa kenalan-ku bilang bahwa anak-anak mereka milih tanggal yang mudah diingat. Dan itu adalah tanggal saat mereka pertama kali berkencan.”

“Haha.. begitulah.”

“Semuanya,, aku pergi.” Ucap Eun Ji yang memecahkan suasana dengan suara sedikit berteriak.

“Yak!!” Timbal ny. Jung tiba-tiba. Ahh,, ia juga tak kalah berteriak nya. “Kau itu akan menikah! Hilangkan kebiasaan mu yang suka berteriak itu.”

Eun Ji menunjukkan ekspresi cuek dan malas. Dan kemudian, “Ibu itu sudah menikah! Jadi, hilangkan kebiasaan buruk Ibu yang suka meralat puteri Ibu sendiri.”

“A-apa?”

“Aku pergi.. ” dan bamm.. pintu tertutup.

Argumen yang sangat singkat namun berhasil merubah suasana. Suasana yang mencengangkan.

“ANAK KURANG AJAR!! YAK,, APA YANG KAU AJARKAN PADA MURIDMU SETIAP HARI SEPERTI ITU, HUH?! DASAR,, SIAPA YANG MENURUNI-MU?”

 

Jung Eun Ji’s POV

 Tapi, memang benar adanya. Ibu itu selalu meralat diri orang lain. Padahal, dirinya juga begitu. Apa? Siapa yang menuruni-ku? Siapa lagi kalau bukan ny. Jung Ah Joong. Aish!

Aku sudah di luar rumah, tapi masih bisa merasakan hawa di dalam rumah. Mencengangkan, lebih horor dari Film horor yang pernah aku tonton bersama Min Hyuk-oppa. Sungguh!!

Sekarang, aku berjalan menuju halte bus. Aku duduk disana dan menunggu Min Hyuk-oppa.

“Tinn.. tinn.. ” eo.. suara klakson mobil. Oppa?

Di dalam mobil berwarna merah padam itu memerlihatkan pria yang aku cintai selama 3 tahun ini. Dia menyuruhku masuk.

“Sudah lama menunggu?” Tanyanya setelah aku memasuki mobilnya.

“Tidak,, aku menunggu-mu 2 menit-an.”

“Sungguh?”

“Eo.. ” deg.. tiba-tiba ia memasang selbeat pada kursiku. Alhasil, wajah tampannya itu bisa aku lihat sangat dekat. Ini bukan pertama kalinya memang, tapi selalu berhasil membuatku gugup.

“Apa aku terlihat sangat tampan?”

“Apa?” Ia menarik tubuhnya.

“Mari kita pergi. Kita tak bisa membuang banyak waktu.” Ucapnya seraya menghidupkan mesin mobilnya. “Benar bukan, Kang Eun Ji?”

“Margaku Jung. Dan berhenti menggodaku.” Ucap ku sedikit meninggikan suara. Ia hanya terkekeh.

Dan berikutnya, mobil melaju dan pergi menuju butik tempat kami memesan pakaian untuk acara pernikahan kami yang tersisa waktu 17 hari lagi.

 

*** ***

 

“Bagaimana? Apakah hasilnya sudah sesuai dengan desain yang kalian inginkan?”

“Ya.. kami suka.” Benar, aku menyukainya.

Sebuah pakaian yang lengkap dengan jas dan celana berwarna putih dan pakaian lain yakni gaun yang akan menampakkan bahu-ku dan lutut sampai kaki-ku, berada di depan kami. Pakaian itu akan kami gunakan di hari pernikahan kami pada tanggal 28 Mei nanti. Aku tidak sabar.

“Syukurlah kalau  begitu. Aku takut kalau kalian takkan suka dengan hasilnya.”

“Tidak. Kami sangat menyukai-nya. Tidak salah kalau butik Anda adalah yang terbaik di Gangnam.”

“Haha.. terima kasih.”

 Drrt.. drrt.. aku merasa bahwa ponsel oppa bergetar. Sepertinya, seseorang menghubungi.

“Aku akan mengangkat teleponnya.” Ucap Min Hyuk oppa.

“Eo.. tapi, siapa itu?”

“Ibu.”

“Oh.. ” dan setelahnya, ia menjauh dariku. Sepertinya, ada hal pribadi yang harus ia bicarakan dengan Ibu-nya. Huh~

“Nona.. ” panggil seorang Pegawai butik.

“Iya?”

“Apakah anda akan membawa gaun pengantin anda hari ini?” Tanya-nya.

“Iya.. sekalian, saya akan membayar biaya sisanya hari ini.”

“Kalau begitu, mari ikut saya.”

“Baik.” Aku mengikuti pegawai wanita itu pergi, namun pandanganku tak lepas dari oppa. Wajahnya terlihat serius sekali. Ada apa dengannya?

 

Skip Time

 Singkat cerita, setelah urusan kami selesai semua. Aku dan oppa memutuskan untuk makan siang bersama. Kami berada di restoran sushi.

Namun, aku kembali melihat wajah Min Hyuk oppa yang kacau. Memang, semenjak ia memutuskan sambungan telepon dengan Ibu-nya tadi, wajahnya berubah 180° derastis. Moodnya benar-benar buruk.

“Eun Ji-ya.. ” panggil Min Hyuk oppa lirih.

“Emm.. Ada apa?” Timbalku yang masih melahap sushi-ku.

“Kau tidak ingin tahu, apa yang aku bicarakan dengan Ibu?”

“Tidak.. maksudku, itu adalah privasi kalian. Kupikir, aku tak perlu mengetahuinya. Ataupun ingin tahu.”

“Sungguh?”

“Eo.. ”

Oppa tersenyum tulus, walau raut wajahnya masih terlihat kacau. Ia mengelus puncak kepalaku.

“Kau tahu, kenapa aku ingin menikahi-mu?” Tanya-nya yang berubah menjadi serius sekarang.

Tanpa ragu, aku mengatakan bahwa karena ia mencintaiku. “Dan aku mencintaimu. Pasangan yang sudah yakin untuk saling mencintai, setidaknya harus hidup bersama. Benar?”

“Kau benar.” Ucapnya. “Tapi, ada alasan lain juga.”

“Benarkah? Euh,, jika aku boleh tahu, apa itu?”

Ia terlihat menghela nafas seraya menatap sushi yang ada didepannya. Ia hanya memainkan sushi itu dengan sumpitnya. Sebenarnya, ada apa dengannya?

“Itu karena aku ingin terlepas dari Ibu dan Keluarga Tiri-ku. Kau tahu, dari awal aku tak pernah menyetujui pernikahan Ibu yang ke-2 kalinya ini. Bahkan, aku menolak untuk mengganti marga-ku.” Ujarnya yang tak lagi menatapku. “Saat, pertama kali aku melihat Keluarga-mu, aku bahagia. Walau kalian sering beradu mulut, tapi kalian tidak pernah menggunakan kata-kata yng bisa membuat hubungan keluarga kalian putus. Aku nyaman dengan keluargamu, maka dari itu aku meminta kita untuk tinggal di rumah keluargamu saja.”

Aku tahu. Dia pasti akan seperti ini lagi. Ia kembali tenggelam kedalam kehidupan masa lalunya.

Ayah dan Ibu Min Hyuk oppa bercerai saat Min Hyuk oppa berusia 12 tahun. Kemudian, 3 tahun setelahnya, Ibu-nya menikah lagi dengan seorang Pengusaha yang kaya raya di Korea. Oppa, tentu ia menolak untuk menerima semua ini, sampai kehidupannya berubah. Setidaknya, seperti itulah hidupnya di masa lalu.

Aku berkencan dengannya selama 3 tahun dan sebaliknya, Ibu Min Hyuk oppa menolak hubungan kami mentah-mentah. Bahkan, aku yakin, ia masih tidak menyukai keputusan kami untuk menikah.

“Apa beliau masih menolak pernikahan ini?” Tanyaku spontan yang langsung mendapat tatapan dari Min Hyuk oppa. Tatapan terkejut. “Aku tidak ingin menjadi anak durhaka, oppa. Dia juga sudah kuanggap sebagai orang tua-ku sendiri, walau dia selalu bersikap kasar padaku. Tapi, jika kita menikah tanpa ada persetujuan dari salah satu kedua belah pihak. Kita tak bisa menikah. Takkan.”

“Tidak! Eun Ji-ya.. aku mohon! Tetaplah di sisi ku. Biarkan saja dengan apa yang dikatakan Ibu. Itu takkan memengaruhi pernikahan kita.”

“Oppa.. ”

“Bisakah kau egois? Jangan pedulikan Ibu-ku. Jangan!!”

Ia mendekap tubuhku, memelukku. Huh~ sekarang, aku merasa bersalah karena membuatnya seperti ini.

“Maafkan aku.. ”

“Tidak, maafkan aku.”

 

Author’s POV

Beberapa hari kemudian

 Seorang gadis terlihat menaiki sepedanya dengan senyum yang terus mengembang di wajah cantiknya. Gadis itu baru saja mengantar beberapa undangan pernikahannya ke rumah teman-temannya. Sebenarnya, ia bisa saja mengirimnya melalui paket pos. Cuman, rasanya akan lebih menyenangkan jika melakukannya sendiri. Sendiri? Tidak juga. Karena sang mempelai pria juga melakukan hal yng sama. Bedanya, karena kesibukan masing-masing, mereka tak bisa melakukannya bersama-sama. Menyedihkan, sedikit.

Jung Eun Ji, 10 hari lagi adalah hari pengucapan janji sucinya dengan Kang Min Hyuk. Ia tak sabar. Ia bahkan selalu berdoa pada Tuhan agar waktu cepat berlalu. Seperti itu.

Disisi lain, seorang pria baru saja keluar dari supermarket kecil. Ia membeli beberapa barang keperluan untuk di rumah. Hanya itu.

Byun Baek Hyun, pria itu bersiap memasuki mobil. Namun, tiba-tiba..

 

Mobilnya menabrak seseorang yang melintas menggunakan sepeda. Seorang gadis terjatuh dan mendapati luka di lutut juga sikunya.

“Ahh.. sakit.”

 

Baik, apa lagi ini? Ia semakin gila saja.

Tangannya yang sudah meraih knop pintu mobilnya tiba-tiba saja bergetar. Seorang Baek Hyun diselimuti dengan rasa takut. Tidak, sesuatu takkan terjadi padanya. Sungguh! Ia harus yakin.

Ia membuka pintunya dan duduk di kursi pengemudi. Namun, walau ia sudah meyakini dirinya, rasa takut itu masih menyelimuti nya. Apa ia akan baik-baik saja?

Ia mulai menyalakan mesin mobilnya dan bersiap untuk melajukannya. Namun, sekali lagi, Baek Hyun merasa takut.

“Byun Baek Hyun,, percayalah! Sesuatu yang buruk takkan terjadi. Percayalah!” Gumam Baek Hyun menyemangatu dirinya.

Baek Hyun menjalankan mobilnya. Tenang, begitu tenang sampai pada akhirnya.. bukk!! Ia menabrak seseorang. Deg.. apa lagi ini?

Pria berusia 27 tahun itu keluar dari mobilnya dan segera menghampiri korban kecelakaannya. Ia melihat seorang gadis memunggungi yang terduduk tak jauh dari sepedanya yang tergeletak di jalan beraspal itu.

“Ahh.. sakit.”

 

“Ahh.. sakit.”

 

Baek Hyun tersentak di tempat. Ia bahkan membulatkan matanya dengan lebar.

Gadis berambut panjang itu bangkit dari duduknya, walau ia merasakan perih di bagian lutut kirinya dan siku kirinya. Ia menatap tajam ke arah Baek Hyun.

“Ahh.. jadi, kau yang menabrakku?” Pekik seorang gadis, yang kita ketahui adalah seorang Jung Eun Ji, sedikit meninggikan suaranya. Ia kesal. “Hey tuan,, seharusnya kau berhati-hati dalam berkendara. Huh~ untung saja, aku hanya mendapat luka kecil. Jika tidak? Aku juga akan melaporkan-mu ke Polisi. Aish!!”

“Tunggu,, sepertinya aku pernah melihat gadis ini.” Batin seorang Baek Hyun.

 

Seorang gadis berpakaian pengantin terlihat menekuk lututnya dan memeluk. Ia menenggelamkan kepalanya disana dan menangis sekeras mungkin.

“Jika kau tidak pernah mengatakannya! Hal itu takkan pernah terjadi padaku!!”

 

“Gadis ini.. “ Baek Hyun kembali membatin.

“Hey tuan!!” Panggil Eun Ji seraya melambai-lambaikan tangannya ke wajah Baek Hyun. Pria itu melamun? “Hey tuan~ tuan!”

“Ahh.. ya.” Pekik Baek Hyun yang tersentak. Ia tersadar dari lamunannya.

“Huh.. apa anda baru saja melamun? Yang benar saja! Anda lihat ini.” Ucap Eun Ji, semakin kesal, dan menunjukkan luka yang baru ia dapat kepada Baek Hyun. “Aku terluka, dan bagaimana bisa kau melamun disaat aku adalah korban tabrakmu, huh?”

Baek Hyun terdiam. Ia tak segera menimpali ucapan gadis yang, masih, tak ia kenali itu. Ia masih terkejut dengan sosok gadis itu.

Eun Ji kembali berdecak kesal. Tunggu, apa ia sedang berhadapan dengan pria tuli? Pria bisu? Atau, kedua-duanya?

“Hey tuan~ apa kau kehilangn pendengaran? Apa kau tidak bisa bicara? Setidaknya, kau harus bertanya bagaimana keadaanku.”

Baek Hyun tersadar. Baik, sikapnya ini terlalu berlebihan. Ia tak bisa tenggelam dalam waktu. Tak bisa.

“Maafkan aku.” Ucap Baek Hyun menyesal. “Aku tidak mengetahui jika anda melintasi jalan. Aku sungguh menyesal.”

“Tentu, kau harus menyesal.” Timbal Eun Ji sinis.

“Apa kau baik-baik saja?”

“Tidak, kau bahkan bisa melihat keadaan-ku sekarang. Luka-luka.”

Baek Hyun baru menyadarinya. Lagi, Baek Hyun menghela nafasnya.

“Aku akan mengobati-mu.”

“Maaf?”

“Sebagai tanda permintaan maaf ku.”

Eun Ji sedikit salah tingkah dengan perlakuan pria itu. Ia diam, menimbang tawaran Baek Hyun. Sampai pada akhirnya, jawabannya adalah ‘Ya’.

 

*** ***

 

“Ahh.. sakit! Bisakah kau melakukannya pelan-pelan?”

“Maaf.. ”

Jung Eun Ji dan Byun Baek Hyun, keduanya terlihat bersama dengan Eun Ji yang duduk di kursi depan supermarket. Sebelumnya, Baek Hyun sempat membeli obat luka dan beberapa plester untuk luka yang didapat oleh Eun Ji. Yeah~ karena rasa bersalah nya, Baek Hyun melakukan hal itu kepada Eun Ji.

“Huh.. ada apa denganku? Sebentar lagi hari pernikahanku akan datang. Tapi, aku malah mendapat luka seperti ini. Benar-benar sial!” Gerutu Eun Ji yang menatap kesal pada luka yang ada di lututnya. Ahh,, luka itu sedang diobati oleh Baek Hyun.

“Sekali lagi, aku minta maaf.”

“Huh,, lupakan saja! Ini tidak sepenuhnya salah anda. Ini juga karena aku ceroboh.”

Drrt.. drrt.. ponsel Eun Ji bergetar. Menandakan seseorang menghubunginya. Min Hyuk 💜

“Halo.. ” sahut Eun Ji yang terdengar senang karena sang Kekasih menghubungi. “Eo,, oppa, ada apa?”

“Eun Ji-ya.. apa kau baik-baik saja?”

“Apa? Apa maksudmu?”

“Tiba-tiba saja, perasaanku tidak enak. Aku takut sesuatu terjadi padamu. Makanya, aku menelpon.”

“Benarkah? Maaf.. ”

“Apa? Kenapa meminta maaf?”

“Kau sibuk dan aku berhasil membuatmu khawatir padaku.” Jelas Eun Ji. “Yeah~ sebelumnya, aku sempat kecelakaan– ”

“Apa?! Bagaimana bisa? Lalu, bagaimana dengan keadaanmu saat ini? Kau ada dimana? Di rumah sakit? Rumah sakit mana? Aku akan segera menemui-mu di jam makan siang.” Huh~ ia yakin sekarang Min Hyuk benar-benar khawatir padanya. Sudah terlihat dari suaranya.

“Oppa,, aku baik-baik saja. Hanya kecelakaan kecil. Hanya butuh diberi obat luka, semuanya baik. Tak usah cemas lagi sekarang.”

“Sungguh?”

“Sungguh. Sudahlah,, kau masih harus bekerja sekarang. Aku tidak mau kalau kau dipecat nantinya karena aku. Pernikahan kita tinggal 10 hari.”

“Baiklah,, aku mengerti.”

“Eum.. ” dan berikutnya, percakapan mereka selesai setelah salah satu dari mereka memutuskan sambungan telepon mereka.

Baek Hyun, yang sedari tadi hanya diam, bangkit dari posisi berjongkoknya. Ia sudah menyelesaikan tugasnya.

“Eo.. sudah selesai ya?” Pekik Eun Ji menyadari.

“Ya.”

Eun Ji bangkit dari duduknya. Ia masih merasa linu di bagian lukanya.

“Terima kasih.” Ucap Eun Ji seraya tersenyum pada Baek Hyun.

“Ya.. tak masalah.” Timbal Baek Hyun. “Kalau begitu, aku akan mengantarmu pulang, sekarang.”

“Maaf?”

“Sebagai tanda penyesalan ku lagi.” Ucap Baek Hyun. “Aku yakin, kau takkan bisa menaiki sepeda dengan nyaman.”

Eun Ji berpikir sejenak. Dan ia cukup setuju dengan yang dikatakan oleh pria itu.

“Bagaimana dengan sepedaku?” Tanya Eun Ji.

“Apakah itu sepeda lipat?”

“Ahh.. ya.”

“Aku bisa membawanya dan menaruh di bagasi mobil. Tak perlu khawatir.”

“Baiklah.”

Dan selanjutnya, Baek Hyun membantu Eun Ji untuk masuk ke dalam mobil. Ia memapah sang gadis. Kemudian, ia menyimpan sepeda Eun Ji di bagasi mobilnya.

Singkat cerita, keduanya dalam perjalanan menuju rumah Jung Eun Ji. Sebagai petunjuk arah, Eun Ji membantu Baek Hyun untuk menemukan rumahnya.

Canggung. Seperti itulah suasana diantara mereka. Namun, hal ini salah satu hal yang tak disukai oleh Eun Ji. Maka ia mencoba untuk mencairkan suasana.

“Barang belanjaan tadi.. begitu banyak.” Aduh! Bodoh. Kenapa hal itu yang harus keluar dari mulutnya. Ahh..

“Iya. Itu titipan dari anggota keluarga-ku.” Jawab Baek Hyun tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.

“Apa kau sudah berkeluarga?”

“Tidak. Aku masih lajang.”

“Ahh.. begitu.”

Hening kembali. Ahh sial! Apa lagi yang harus ia lakukan?

“Bagaimana dengan anda?” Oh.. kali ini bukan Eun Ji yang bersuara. Melainkan, Baek Hyun.

“Eum.. bagaimana mengatakannya ya?” Ucap Eun Ji yang malah bingung. “Aku akan menikah dengan seorang pria. Seperti itu.”

“Apakah kau bisa menikah dengan seorang wanita?” Guyon Baek Hyun yang berhasil mengundang tawa diantara mereka.

Tak terasa, mobil Baek Hyun sudah berhenti tepat di depan rumah Keluarga Jung. Baek Hyun keluar dari mobil dam segera membantu Eun Ji untuk melangkah.

“Ahh.. tak apa.” Tolak Eun Ji sopan. “Kau bisa mengambil sepeda-ku saja.”

“Baiklah.” Dan Baek Hyun melakukannya. Selesai.

“Terima kasih atas semuanya. Kau sudah mengobati luka-ku, mengantarku pulang,, terima kasih. Ini sedikit merepotkan.”

“Bukan apa-apa. Aku sudah bilang, ini sebagai tanda permintaan maaf ku. Jadi, tak masalah.”

Eun Ji hanya tersenyum.

“Eum.. aku selalu mengatakan hal ini dengan orang yang baru kutemui.” Ucap Eun Ji sedikit canggung. Bahkan, ia menggaruk tengkuk-nya yang tidak gatal itu. “Jika, suatu hari nanti kita bertemu.. eum,, kita harus minum bersama dan memerkenalkan diri kita satu sama lain.”

Deg.. tunggu, kenapa ceritanya jadi seperti ini? Seharusnya.. tidak! Ia harus menghindari gadis ini.

“Euh.. aku.. ”

“Tak ada penolakan. Karena aku yakin, Tuhan sudah mentakdirkan kita untuk bertemu nantinya.” Potong Eun Ji pelan. Ia menundukkan kepala namun tak lama sampai ia kembali menatap wajah tampan itu. “Kalau begitu, aku permisi.”

Eun Ji menuntun sepedanya untuk memasuki rumah. Ia parkir kan sepedanya di halaman rumah dan segera masuk ke dalam rumah. Sebelum itu, ia menatap Baek Hyun dan melemparkan senyum pada Baek Hyun. Sedangkan yang disenyumi, hanya diam di tempat.

Gadis itu sudah tak ada lagi, tapi Baek Hyun masih tak beranjak dari tempatnya berdiri. Ia masih terpaku dengan apa yang dikatakan gadis itu tadi. Takdir?

“Takdir? Apa benar ini yang disebut takdir?”

 

To Be Continue … … …

 

Hello.. hello.. hello.. **ala-ala SHINee Hello*,, yeah~ saya Jung Ki Ki kembali dengan FF baru berjudul ‘Hello, Mr. Future’ yang terinspirasi dari drama ‘Another Miss Oh’.. **bagi yg pecinta kdrama pasti tahu.*

Nah.. mungkin mengecewakan bagi kalian yang udh nunggu MWL – 2 yang ternyara enggak jadi saya publish. Sebenaenya dari awal itu udh niat bgt buatnya. Beneran!! Tapi, baru aja di 2 chap, saya udah mentok dan, malah, lanjutin FF ini dan publishin FF ini. Baiklah,, terserah kalian pikir bahwa saya plin-plan atau sebagainya, karena saya akui bahwa saya memang seperti itu.

Oke.. sebenarnya juga, karakter utama cowoknya mau saya berikan **apaan 😒* sama Mas Cahyo lope-lope **kok saya alay ya? Emang.. *, tapi karena FF yg kemarin castnya Ceye jadi berubah pikiran. Apalagi, saya ini BaekJi Shipper bgt **walo ChanJi yg pertama sih*.

Yeah~ pokoknya.. saya harap bagi kalian bakal suka ama cerita saya ini. Dan kayaknya saya enggak bakal peduli lagi kalaupun ada atau enggak ada pembaca **eh.. gimana tuh?*. Yeah walopun cuna satu reader aja. Saya rapopo.

Dan intinya lagi……………. SEE YOU IN CHAPTER 2 ON NEXT WEEK!! Anyeong!! ✌👋✌👋✌👋✌👋✌👋✌👋✌👋✌👋✌👋✌👋✌💜

20 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Hello, Mr. Future (Chapter 1)”

  1. Akhirnya stelah 2 teaser yg bikin kpikiran,chap 1 drilis juga…
    Keren”,gk smrip oh haeyoung kok,cna yg nma inspirasi kn ya thor..
    Aq suka,smangat terus buat next chap nya yaa…

    1. terima kasih sudah baca ff saya..

      ohh jadi kmu udh baca 2 teaser nya ya? kok gak komen? yaa.. bukannya kenapa sih,, soalnya akukira gak ada yg baca. hehe

      oke.. ditunggu ya.

  2. Baekhyun kaya punya penglihatan masa depan gitu ya? Macam de ja vu? Tp scene di awal cerita itu apa? Kenapa Baek ke psikiater? Aaah… banyak tanya ya aku? Hahaha… Bikin penasaran sih, ku tunggu chap 2 nya yaa…. 😀

    1. terima kasih sudah membaca ff saya..

      iya gitu deh.. mm.. gpp sih klo kmu banyak tanya lagipiula enggak bakal saya jawab. **ya allah authornya jahat.

  3. Sesange…
    Chanyeol kok jadi orang lemah kayak g2 seh???? Dann ada apa dengan baekhyun oppa?? Knpa sepertinya dya terikat dengan masa lalu yang rumit(?)
    Okkeh kakak… di next aja lah ceritanya.. saya bakal setia nungguinnya…
    Salam kenal yya kak…
    Saya readers baru soalnya.. muah*peluk cium* terus di buang ke jurang/-_- XD

    1. terima kasih sudah membaca ff saya..

      yeah~ sekali-kali jadi orang lemah. **ehh
      yeah mungkin baekhyun emg punya masa lalu yg kelam sampe dia bisa ‘lihat’.

      ohh.. oke pasti saya bakal update setiap minggunya.

      **cium?? kabur!!

  4. Ceritanya bagus eonn. Alurnya juga ga kecepetan.
    Tapi kalo bisa diperjelas eonn ditambahin baekhyun pov-pov end, atau flashback on-flashback off di italic miring,biar enak dibacanya ;D

    Next chaptnya ditunggu XD
    Keep writing there~

    1. terima kasih sudah baca ff saya..

      mm.. iya terima kasih. dan mungkin utk permintaan kmu belum bisa saya kabulkan dulu. mungkin di next cahpter, entah yg keberapa.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s