Retaliation [Ficlet Series] – END

kairin2

Retaliation by. morschek96

Angst, School life, Romance, Bully || PG-17!!

Kim Kai & Kang Jeorin (OC)

Other Casts.

WARNING! Cerita mengandung content bully dan unsur sarcasm.

Storylines are belong to morschek96, don’t be plagiator!

PREVIOUS :  [1.Shame] || 2. [Ain’t That Bad]  || [3. Rumor] || [4. Night Changed] [5.Unbelieveable]

***

Jeorin menghadap keatas, memperhatikan langit yang telah mendung tertutup awan hitam. Hatinya berkecamuk untuk segera mengakhiri semua ini. Gelas kaca digenggamannya dengan sengaja ia jatuhkan diatas lantai hingga menyebabkan bunyi yang nyaring. Dengan begini ia dapat sedikit lega, bibirnya tersungging samar dengan wajah tanpa ekspresi dan tatapan mata kosong.

Masih menghadap keatas. Jeorin kini membuka jendela kamarnya hingga dapat melihat gumpalan awan itu dengan lebih jelas. Entah mengapa Jeorin menyukai pemandangan ini, mungkin sedikit banyak awan itu telah mendiskripsikan sosok Jeorin. Angin berhembus kearahnya, menerbangkan surai hitamnya menjadi tak karuan. Kini Jeorin memperhatikan pecahan dari gelas kaca yang sengaja ia jatuhkan tadi. Ujung lancip nan berkilau itu sedikit menarik perhatiannya. Jeorin berjongkok untuk meraih benda tersebut, lalu ia genggam dengan kuat. Kulit telapak tangannya terasa diiris, tak beberapa lama kemudian cairan merah pekat keluar dan mengalir dari telapak tangannya.

Tidak sakit.

Tatapan Jeorin masih terlihat kosong, nampaknya nyeri di bagian telapak tangan kirinya sama sekali tidak mengganggu. Jeorin hanya berusaha mengatasi rasa sakit hati dengan melampiaskannya seperti ini. Sebuah mekanisme pertahanan diri. Kecenderungan yang kadang-kadang masih ia lakukan hingga sekarang.

Sebuah tarikan napas panjang, dan telah ia putuskan.

Aku akan mengakhiri semua ini.

***

“Myungsoo-ah, kau percaya padaku kan?”

“Kenapa kau terus mempertanyakan hal ini? Tentu aku percaya padamu.” Ucap Myungsoo sembari meminum jus apelnya.

Keadaan cafeetaria saat ini tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa anak yang sedang menikmati hidangan mereka dan beberapa lainnya sedang nampak berdiskusi di ujung ruangan.

Jeorin memperhatikan kotak susunya tanpa minat. Wajah datar dan bibir pucat itu sedikit mendiskripsikan keadaannya saat ini. Sempat Myungsoo bertanya-tanya, apakah Jeorin makan dengan teratur? Apakah Jeorin tidur dengan nyenyak, dan sebagainya. Hanya saja Myungsoo tidak bisa semudah itu untuk bertanya kepada Jeorin mengingat bagaimana sifat gadis itu.

“Kau akan percaya apapun yang ku lakukan ‘kan?”

“Ne jeorin-ya.”

.

.

.

-FLASHBACK-

Jeorin teringat waktu pertama kali ia bertemu dengan Kai dan teman-temannya. Waktu itu ia berada di kelas 1-B, keadaan sekolah cukup ramai karena sedang pada jam istirahat. Jeorin dengan buru-buru berlari di koridor sekolah menuju toilet wanita, ia berlari kecil hingga tak memperhatikan sekelompok orang yang berada didepannya hingga—

#BRUKK!

Jeorin jatuh menimpa seorang lelaki bermuka masam yang tidak dibuat-buat. Tak sempat mendongak untuk melihat wajah lelaki itu, Jeorin malah langsung berdiri dan membungkukkan badan berkali-kali sambil mengucap kata maaf.

Kai, lelaki itu tak lama juga berdiri dan memperhatikan sosok Jeorin yang semakin menghilang dibalik tikungan lorong. Sempat Kai berpikir bahwa gadis ini akan bertingkah sama dengan gadis lain di sekolah yang sengaja menjatuhkan dirinya di hadapan Kai, sehingga Kai merasa simpati dan membantu mereka.

Namun Jeorin tidak, itu tadi pure accident tanpa ada unsur kesengajaan.

***

Di hari berikutnya, katakanlah Kai penguntit. Karena sedari tadi ia terus berjalan seorang diri tanpa arah dengan tujuan menemukan gadis yang sempat menabraknya kemarin. Karena yakin bahwa gadis itu masih berada di kelas 1 sepertinya, maka Kai memutuskan untuk berkeliling di lantai dua dimana semua ruang kelas 1 berada.

Kai berjalan santai dengan sekaleng Cola digenggamannya.

Oh?

Kai menemukannya. Seorang gadis yang keluar dari kelas 1-B

***

Hari demi hari, minggu demi minggu berlalu. Berkali-kali pula Kai dengan berbagai cara berusaha untuk mendapatkan perhatian Jeorin, namun gadiis itu terlalu sibuk dengan urusannya sendiri.

Hingga Kai dengan sengaja menyebar gosip bahwa ia sedang berpacaran dengan Park Minah. Seorang gadis yang tergolong popular di sekolahnya, yang selalu memakai pakaian ketat dan rok mini. Semua gadis di sekolah layaknya patah hati, karena salah satu lelaki pujaan mereka kini telah berstatus sebagai seorang ‘namjachingu’.

Namun sayangnya hal itu juga gagal untuk mendapatkan perhatian seorang Kang Jeorin kepada Kai.

Katakanlah Kai pengecut, memang ia seperti itu.

Hingga semua ini terjadi, dan berhasil— gadis itu mengenalnya. Tapi bukan dalam image yang baik.

-FLASHBACK END-

.

.

***

Bagian koridor sudah mulai sepi, karena bel pulang sekolah telah berbunyi sejak 20 menit yang lalu. Kai berjalan seorang diri dengan menenteng tasnya, berencana untuk mengambil beberapa buku untuk pelajaran besok.

Ia membuka kunci locker dan sontak terheran dengan secarik kertas berwarna oranye yang tergeletak disana. Sebuah surat?

‘Temui aku di atap’

Kai melihat sekeliling. Apa ada yang mulai berani bercanda dengannya? Memang ada apa di rooftop?

Sedikit menimbang-nimbang, jika ketika ia sampai di atap dan menemukan sesuatu yang bodoh dan tidak penting— ia akan langsung menghajar orang tersebut.

Dengan berlari kecil Kai memutuskan untuk pergi ke atap. Angin khas musim semi langsung menerpa tubuhnya ketika Kai membuka pintu akses keluar rooftop. Hembusan yang lumayan kencang menerbangkan rambut dan dasi sekolah Kai, ia mencoba melihat sekitar. Tidak ada siapa-siapa.

“Ya, nuguseyo?!” ucap Kai dengan keras, sedikit kesal.

Ia berjalan ke pagar pembatas, hendak melihat pemandangan bawah. Namun belum sampai ia ke pagar pembatas, sebuah suara menginterupsi.

“Oh, kau sudah datang.”

Kai membeku, suara ini membuatnya kalut. Ia kenal suara ini. Darahnya berdesir dan jantungnya berdegup lebih kencang, “Kang Jeorin.” Ucapnya sembari menoleh ke arah seorang gadis yang berdiri tak jauh darinya.

“Aku sedikit kaget melihat kau menggubris surat yang kutulis.” Jeorin berjalan mendekat. Wajah pucatnya kini terlihat lebih putih diantara rambut hitamnya. “Waeyo Kim Kai? Terkejut?” Jeorin memaksakan senyumnya yang malah terlihat menyedihkan.

“Apa maumu memintaku kemari?”

“Aku— ingin mengirimmu ke neraka.” Ucap Jeorin datar, wajahnya berubah serius.

Kalimat itu sontak membuat Kai kalap, namun ia segera ber-akting normal. “Kau bercanda?” pikiran Kai kemana-mana. Bagaimana jika gadis yang dicintainya ini malah berusaha membunuhnya.

“Aniyo. Aku akan menciptakan nerakaku sendiri.” Jeorin berjalan mendekati Kai, ia meraih tangan Kai dan meletakkannya ke leher Jeorin sendiri. Kai yang belum paham maksud gadis ini hanya diam membeku dengan mulut terbuka.

Jeorin mengencangkan tangan Kai yang berada di lehernya. Sebagian kuku-kuku lelaki itu telah merobek kulit lehernya dan mengeluarkan darah. “Ya! Kang Jeorin apa yang kau lakukan?” Kai dengan kuat melepaskan tangannya dari leher Jeorin.

“Aku sudah bilang akan mengirimmu ke neraka. Sidik jarimu telah berada di leherku, dan luka memar ini akan menjadi bukti bahwa kau telah mencekikku.”

Jeorin berusaha untuk bunuh diri, namun ia ingin Kai juga berada di masa-masa terkelamnya ketika Jeorin meninggal nanti. Jeorin akan mengirim Kai ke penjara.

“Tidakkah kau mengerti Kai? Aku menjebakmu..!” suara Jeorin terdengar parau saat ia mencoba untuk berteriak. “Aku akan bunuh diri, dan kau akan menjadi tersangkanya.”

Tak kuasa menahan takdir ini, Kai meraih pinggang Jeorin dan memeluk gadis itu erat. Jeorin pun dibuat kaget olehnya. “Jangan bodoh Kang Jeorin..! apa yang kau lakukan?” Kai berbisik tajam di telinga Jeorin. “Aku tidak akan membiarkanmu mati. Aku telah bertindak bodoh selama ini. aku— mencintaimu.”

Kalimat bodoh! Jeorin melepaskan diri dari pelukan Kai. Matanya terlihat memerah karena menahan tangis. Terlambat—

Semua kata-kata itu terlambat.

Jeorin berusaha sekuat tenaga untuk meraih pagar pembatas atap. Menyeimbangkan diri untuk berdiri diatasnya— sebuah tarikan napas panjang dan…

Jeorin menjatuhkan dirinya.

Kai berlari untuk mengejar gadis itu namun langkah kakinya terlambat, ia menyaksikan bagaimana seorang gadis yang selama ini dicintainya bunuh diri dihadapannya, dan bunuh diri karena dirinya.

..

..

..

Pemakaman gadis itu terasa haru. Semua keluarga besar Kang dan juga Myungsoo ikut menyaksikan prosesi pemakaman gadis itu. Namun Kai tidak bisa pergi kesana. Sesuai dengan rencana gadis itu, Kai akan mendekam di neraka sesaat setelah Jeorin meninggal.

Kai mengingat bagaimana ia berlari seperti orang kesetanan dari atas rooftop untuk turun ke bawah melewati tangga darurat. Pikirannya berkecamuk.

Aku telah membunuhnya.

Aku menyiksanya.

Ini semua adalah ulahku.

Ketika ia sampai di lantai dasar, Kai menemukan tubuh seorang gadis yang dicintainya telah terbujur kaku dengan darah mengalir di pelipisnya. Tak terasa air mata Kai memaksa untuk keluar, jari-jarinya mengebas saat ia mencoba untuk meraih wajah seorang gadis yang kini terlihat sangat mengerikan.

“Mianhae Jeorin-ya.” Ucapnya lirih.

Kai meletakkan tangannya didepan hidung Jeorintapi tak ada hembusan napas. Kai mencoba memeriksa denyut nadidan tak menemukannya berdetak.

Seragam sekolah lelaki itu telah bersimbah darah dari tubuh si gadis. Namun seolah tak peduli, Kai malah memeluk tubuh kaku itu erat. Tak henti-hentinya mengucap kata maaf.

Seharusnya semua kejadian ini tak perlu terjadi. Ia hanya perlu menyatakan cintanya dan semua takkan seperti ini. Kai melihat tubuh gadis itu dalam dekapannya, wajah gadis itupun terlihat lebih damai dibandingkan beberapa waktu yang lalu.

Dan yang untuk terakhir kalinyaKai mencium bibir gadis yang sudah tak bernyawa itu. Seolah mengatakan sebuah penyesalan yang tak berujung

 

Kini borgol dan baju tahanan melekat ditubuh Kai. Seorang detektif untuk sekali lagi mengajukan pertanyaan yang sama.

“Apakah kau pembunuhnya?”

“Iya, aku yang membunuh gadis itu.” Ucap Kai datar.

Kronologi kejadian yang diungkapkan Kai sebagai tersangka sangatlah tidak sama dengan hasil penyelidikan. Meskipun banyak detektif lain yang beranggapan bahwa ini adalah tindakan bunuh diri— Kai selalu menyangkalnya.

Aku yang membunuhnya. Ucapnya berkali-kali.

 

.

.

-END-

Annyeong guys..! gak kerasa FF series ini udah tamat aja.

Dan yah… begitulah akhirnya cerita ini— sad ending right? Memang aku ingin membuat sebuah plot twist sih dari FF ini. Dan kukira emang cukup berhasil. Pasti hampir gak ada dari pemikiran para reader bahwa akhirnya akan jadi kayak gini. Huehehe.. jadi itu tandanya plot twist yg aku ciptakan emang berhasil.

Thank you bagi kalian yang udah support aku untuk neruusin FF ini sampe akhir. Yang udah memberikan saran-saran dan semangat-semangat di kolom komentar. Thanks bgt… love u guys ❤

Dan buat para SIDER— bertobatlah. Karena yang namanya hidup itu ada give-and-take. Saya buat cerita, kalian kasih masukan atau saran di kolom komentar. Easy right?

BTW see you in my other fanfics.^^

Regard.

-morschek96

https://morschek96.wordpress.com

27 tanggapan untuk “Retaliation [Ficlet Series] – END”

  1. Huaaaaa apa iniii knp jd sedih ginii😢😢
    Kaiiii kamu salah langkah😢😢
    Aduh sumpah nggak terduga bgt ceritanya😢nyesekk smp ke ulu hati cuuyyy
    Keren kak..aduh gila keren bgttt
    Endingya yaampun nguras air mata😢😢

  2. yya…..! eonni kog gitu banget sihhh 😦
    nangis bacanya 😥 paling enggak jgn sampe mati gitu dong eon:(
    sedih banget liat jeorinnya
    next ff yya eon….tapi jgn stragis ini dong eon hiks

  3. gak nyangka udah ending aja??
    terus gak nyangka juga endingnya gitu???
    miris bgt jeorin sampe bunuh diri tapi emang iya dari kasus pembullyan byk korban yg akhirnya milih jalan “pintas” buat bunuh diri huft

  4. huaaaaaa aku nangis dibikinnya sama ini ficlet sumpah, tissue sampek habis sekotak hiks hiks hiks kenapa sad ending kan pengennya happy ending tapi jujur aja ceritanya keren banget aku suka

  5. Hwaaa sad ending?..hiks ahh kakk aku smpe nangis tdi. Hiks
    Ihh knpa cba kai pke cra itu sgala knapa gx dari awal nyatain klp dia suka sma jeorin, knapa harus pake bully sgala.
    Penyesalan emg dtang di akhir.

    Dtunggu cerita yg lainya kak^^
    & makasih buat kakk juga yg waktu itu udah buat aku jdi bisa coment d stiap ff lain yg aku baca^^

  6. uluhh uluhhh tragis bgt endingnya. kirain bakal bisa di selesaiin baik2 ternyata.. yahhh elu juga sih jong kejem bgt :’3
    gaada sequel ato another story nya ff ini kah? tak terduga bgt alurnya :3

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s