[EXOFFI FREELANCE] Holler ‘3’

HOLLER
¤
Choi’s ¤ Park Minah – Byun Baekhyun – Oh Sehun
¤
Ocs – EXO members – Others
¤
Complicated-romance – School Life – Fluff
¤
Chaptered
¤
T(eenager)
¤
The OCs and the stories are purely mine, EXO members belong to EXO-L
¤
“To the mysterious unknown world you had ever seen when you were young.”
¤
Previous Chapters
Teaser and Trailer – I – II

¤
¤ III ¤
¤

Chu~

Aku memberikan kecupan kecil disana.
“Chaljjayeo (tidur yang nyenyak) baby…”

Aku sempat menyibakkan beberapa anak rambutnya yang berantakkan sebelum aku turun dan meninggalkannya. Aku keluar menuju ruang tamu mendengar suara TV dinyalakan, itu pasti Sehun.
“Ya darimana kau?” Aku menghampirinya dan ikut duduk disofa.
“Kamar mandi. Kau baru sampai?”
“Eo. Mian aku tidak sempat membalas pesanmu.”
“Apa kau sudah melihatnya?”
“Mina? Hm. Aku baru saja memberinya penangkal mimpi buruk hahaha…..”

Sehun tidak menjawab, sepertinya acara TV yang membosankan lebih menarik dari pada apa yang kukatakan tadi.
“Apa yang membuatnya kesini?”
“Kau pasti akan mendengarnya sendiri darinya besok.”
“Mwoya? Apa dia sudah bercerita kepadamu?”
“……..”
“Sudah lah, aku terlalu lelah untuk berdebat denganmu. Kau tidur disini ya, aku akan menggunakan ranjangmu untuk tidur hahaha……”

Aku meninggalkan Sehun yang masih terdiam di depan TV. Tubuhku memang tidak begitu terasa lelah, lebih tepatnya otakku yang membutuhkan istirahat. Aku sempat mengintip Mina yang semakin terlelap sebelum aku akhirnya juga ikut terlelap.

ZzZzZzZz…….

¤
¤ H O L L E R ¤
¤

Cho Company
-Author’s POV-

tok tok tok

Seorang karyawan dengan ragu mengetuk pintu bertuliskan CEO’s ROOM tersebut karna sebelumnya ia sudah dipesan untuk tidak mengganggu seseorang yang sedang bekerja didalamnya. Mendengar pintunya diketukpun seseorang yang di dalam dengan kesal ia merespon.
“Masuk!”

Karyawan tersebut bersama wanita tengah baya memasuki ruangan tersebut. Melihat siapa yang datang ke ruang kerjanya, namja yang jauh lebih muda dari wanita tengah baya itu pun menghentikan aktivitasnya mengerjakan beberapa laporan dan langsung berdiri dari ‘singgahsana’ nya dan membungkuk menyambut tamunya.
“Ahnyeonghaseo Oemmanim.”

Setelah keduanya saling membungkuk, namja tersebut mempersilahkan duduk tamunya dan menyuruh karyawannya untuk keluar ruangan. Lalu najma tersebut ikut duduk bersebelahan bersama wanita tengah baya tersebut.
“Apa yang membawa anda kemari malam-malan seperti ini oemmanim?”
“Ah maafkan aku karna sudah mengganggumu Kyuhyun-ssi tapi ini mengenai Mina.”
“Ne? Ada apa dengan Mina oemmanim?”
“Dia belum pulang kerumah setelah berangkat sekolah sampai sekarang ini, aku sudah mencoba menelfonnya beberapa kali tapi ia tidak mengangkatnya, pesanku pun tidak dibalas. Aku sudah bertanya pada pihak sekolah dan beberapa teman sekelasnya tapi mereka juga tidak tahu tentang keberadaannya sekarang, aku sangat khawatir.”
“Menurut oemmanim apa yang membuatnya sampai tidak pulang kerumah?”
“Aku sempat menelfonnya tadi siang dan aku memberitahukan padanya bahwa pertunangan kalian akan segera dilaksanakan.”
Namja dengan marga Cho tersebut pun sedikit tersenyum mendengarkan penuturan Nyonya Park. Ia menunduk dan menghembuskan nafasnya sebelum ia kembali memandang calon mertuanya itu.

“Oemmanin tenang saja, saya akan mencarinya. Akan saya pastikan dia ditemukan dan kalau dia masih tidak ingin pulang saya akan mengajaknya untuk tinggal bersama saya untuk sementara waktu.”
“Tolong jaga dia ya Kyuhyun-ssi, maaf dia memang masih remaja.”
“Ne oemmanim, serahkan saja kepada saya. Oemmanim tidak perlu khawatir lagi.”
Setelah mempersilahkan Nyonya Park untuk pulang, Kyuhyun kembali ke meja kerjanya. Ia bahkan sudah tidak mood lagi untuk menyelesaikan beberapa laporan keuangan yang harus dilaporkan pada rapat besok siang, perhatiannya kini tertuju pada sebuah bingkai foto kecil diatas mejanya. Foto dirinya saat masih SMA bersama dengan seorang namja kecil dan seorang yeoja kecil yang terlihat seumuran. Terlihat di foto tersebut Kyuhyun menggendong yeoja kecil tersebut di pundaknya dan tangan kanannya menggandeng tangan namja kecil tersebut. Ia kembali tersenyum.

“Apa kabar Cheon Minah, dan kau, pria kecil.”

¤
¤ H O L L E R ¤
¤

Baekhyun berkali-kali kali menoleh kekanan dan kekiri menghindari rasa geli di hidungnya karna karna sepertinya ada seseorang yang sengaja mengusik tidurnya. Merasa tidak nyaman dan sudah mulai terganggu, Baekhyun membuka kedua kelopak matanya yang masih terasa berat, disambut sedang senyuman manis dari Mina yang menggantungkan wajahnya di atas wajah Baekhyun.

“Good morning nae wangjanim (pangeranku).”
Baekhyun pun membalas senyuman gadisnya itu, “Morning…”
“Ppali ireona (cepat bangun).”
Mina menarik kedua tangan Baekhyun agar Baekhyun terbangun dari posisinya yang masih terbaring, Mina menarik tangannya lebih kuat agar Baekhyun berdiri. Namun ketika Baekhyun sudah mulai terduduk, ia justru menarik kembali tangan Mina yang membuat Mina terhuyung dan juga ikut terduduk diatas pangkuan Baekhyun.
“Yakk!” Racau Mina sambil mencoba menyingkirkan kedua tangan Baekhyun yang tanpa seizinnya sudah melingkar disekitar perutnya.
Kesal karna Baekhyun tak kunjung melepaskan kedua tangannya, Mina lebih tertarik untuk merapikan rambut hitam Baekhyun yang berantakkan sambil sesekali ia meniup kedua mata Baekhyun yang masih terpejam.

“Kau pasti sangat lelah kan?”
“Hmmmm…” Parau Baekhyun yang masih enggan untuk membuka matanya.
“Cepat cuci muka dan gosok gigi, aku sudah membuatkan sarapan dan susu hangat untukmu.”
“Hummmm…”
Seketika wajah Mina memerah melihat Baekhyun yang mengerucutkan dan memajukan mulutnya masih dengan matanya yang terpejam. Mina mengerti apa yang Baekhyun maksudkan, ia tertawa geli melihatnya. Lalu Mina menaruh punggung tangannya di mulut Baekhyun dan ia mengecup telapak tangannya sendiri. Setelahnya Mina segera melepas tangan Baekhyun dari perutnya dan berlari keluar kamar.

“Yaaak!” Baekhyun kesal karna tak mendapatkan apa yang ia inginkan.

-Park Minah’s POV-
Aku berjalan keluar kamar setelah mengerjai Baekhyun. Di ruang tamu aku melihat Sehun yang masih terbaring menghadap sofa berselimutkan seprai. Kasihan Sehun, karna aku, dia harus tidur di sofa. Sebaiknya aku juga membangunkannya, aku juga sudah menyiapkan roti bakar dan susu hangat untuknya. Aku mendekatinya saat ia membalikkan badannya.
“Sehun…” Aku memanggilnya.
“Sehun ireona (bangun).” Aku memanggilnya lagi sambil kugerakkan pelan pundaknya.
“Sehun.” Kali ini kugerakkan tanganku lebih keras karna Sehun tak kunjung tersadar dari alam mimpinya.

“Hmm…” Ia meracau.
“Ireona.”
“Hm.”
“Ppali.” Aku mengeraskan suaraku karna ia tak juga membuka matanya.
“Park Minah…..”
Apa Sehun baru saja memanggilku? Sebenarnya dia sudah bangun atau belum sih?!
“Park Minah.” Ia kembali memanggil namaku tapi kedua matanya masih tertutup rapat.
“Wae?” Aku menjawab panggilannya.
“Bogeoshipeo (Aku merindukanmu).”

Apa? Apa yang sebenarnya Sehun bicarakan. Apa dia sedang bermimpi? Aku lebih memilih untuk meninggalkan Sehun karna setelah mendengar perkataan Sehun tadi entah mengapa aku jadi merasa sedikit takut. Aku menuju dapur menyiapkan piring untuk sarapan, kudengar Baekhyun berteriak membangunkan Sehun lalu keduanya berjalan menuju dapur dan duduk dikursi meja makan.

Kami pun mulai menyentuh sarapan kami, tidak sulit untukku jika hanya memanggang roti dan tadi malam aku juga sempat membeli selai kacang. Aku menunggu Baekhyun yang sedang mengoleskan selai di atas rotinya.

“Menapa kau tidak pulang?”
Aku terkejut karna Baekhyun tiba-tiba menanyakan hal tersebut kepadaku. Aku tidak tau harus memulai ceritanya dari mana, aku melirik kearah Sehun yang sedang menyantap susunya.

“Hm?” Baekhyun kembali bertanya setelah selesai mengolesi rotinya dengan selai kacang dan mulai menyantapnya.
“Ah… Itu…. Untuk sementara waktu bolehkan aku tinggal disini?”
“Hm? Wae?”
Apa yang harus aku katakan? Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya? Tapi bagaimana jika Baekhyun marah dan memutuskanku? Andwe, aku sangat menyukainya. Aku akan berbohong. Tuhan maafkan aku, untuk sementara waktu saja aku akan berbohong padanya tapi aku janji akan memberitahunya suatu hari nanti. Kapan? Jika waktunya sudah tepat.

“Itu…. Rumahku sedang direnovasi dan aku tidak betah dirumah karena berisik.”

uhuk uhuk

Sehun langsung terbatuk setelah mendengar perkataanku. Aku memoleh kearahnya mencoba memberi sinyal padanya namun ia tak kunjung melihat kearahku, ia justru sibuk mengelap susu yang ia tumpahkan di meja.
Sehun-ah jebal, jangan beritahu padanya tentang apa yang aku ceritakan kemarin.

“Ah geurae (benarkah)? Tentu saja sayang, kau boleh tinggal disini.”
Baekhyun tersenyum setelah mengatakan hal terasebut, akupun membalas senyumnya. Aku mengalihkan pandanganku kearah Sehun yang sudah mulai menyantap rotinya. Syukurlah Sehun bisa diandalkan.

“Bagaimana dengan lombamu kemarin?”
“Karna kami menang jadi untuk seminggu kedepan kami harus lebih sering berlatih mengerjakan soal, nanti Geumhee akan datang kesini untuk membahas soal-soal olimpiade tahun kemarin.”
Aku sangat bangga dengan namja chinguku ini, walaupun seminggu kedepan mungkin ia tidak punya waktu untukku.

ting tong

-Author’s POV-
Tanpa berkata apa-apa Mina langsung berjalan untuk membukakan pintu, ketika pintu dibuka Geumhee sudah berdiri disana. Ia memberi salam kepada Mina dan Mina pun membalas salamnya.
“Masuklah.” Mina membukakan pintu lebih lebar, mempersilahkan Geumhee untuk masuk.

“Eo? Kau sudah datang? Pagi sekali.”
Baekhyun menyahut setelah keluar dari dapur, ia menuju kekamar untuk mengambil baju ganti lalu menghampiri Geumhee dan Mina diruang tamu.
“Mina-ya tolong temani Geumhee sebentar, aku mau mandi dulu.”
Mina mengangguk lalu ia mengambilkan minum dan beberapa cemilan untuk Geumhee.
“Jadi kau yeojachingunya Baekhyun ya?”
Mina mengangguk lalu mengulurkan tangannya, “Park Mina imnida.”
“Geumhee. Lee Geumhee.”

¤
¤ H O L L E R ¤
¤

Tak terhitung berapa kali Mina hanya mengangguk-angguk dan melirik kearah Geumhee dan Baekhyun secara bergantian. Baekhyun memintanya untuk ikut belajar bersama mereka namun sepertinya otak Park Minah belum mencapai level yang cukup untuk dapat mengerti soal-soal matematika yang sedang Baekhyun dan Geumhee kerjakan. Ia sempat merasa tidak enak kepada Geumhee karna kadang-kadang ia membuat Geumhee mengunggu Baekhyun yang sedang menjelaskan padanya tentang beberapa soal yang tidak ia mengerti. Mina memutuskan untuk pergi kekamar dengan alasan ia masih mengantuk.

Saat ia masuk kekamar, ia menemukan Sehun yang sedang berbaring di ranjangnya sambil membaca buku. Ia pun mendekati Sehun dan duduk di ranjang Sehun, tepatnya di sebelah kaki Sehun.
“Sehun-ah?”
“Hm.”
“Gomawo.”
“Hm?”
“Karna kau sudah mau untuk tidak memberi tahu Baekhyun tentang apa yang kuceritakan padamu kemarin.”
“Hm.”
“Buku apa yang sedang kau baca?”
“……….”
“Aku bosan Sehun-ah, otakku tak cukup pintar untuk belajar bersama Baekhyun dan Geumhee.”

Mina terkejut ketika Sehun tiba-tiba melemparkan salah satu buku kepadanya.
“Alice in Wonderland? Bukankah itu judul film? Aku tidak tahu kalau film ini ada bukunya. Lalu apa yang sedang kau baca?”
Mina menggeser duduknya lebih dekat kearah buku yang sedang dibaca Sehun karna judul buku tersebut sangat kecil dan hampir tidak terlihat dari jauh.
“Desperado? Bukankan itu juga judul film?”
“Hm.” Sehun membenarkan.
“Ya bukankah lebih gampang dimengerti saat kau menonton filmnya dari pada membaca bukunya?”
“Aku lebih suka membaca bukunya.”
“Seleramu aneh.”

Mina mengalihkan pandangannya kearah sudut ruangan, terdapat tumpukkan beberapa belanjaan Mina semalam. Ia berjalan kearah tumpukkan-tumpukkan tersebut dan membuka satu persatu bungkusan tersebut.
“Sehun-ah dimana aku harus meletakkan barang-barangku?”
Mina menengok kearah Sehun saat ia mendengar suara seperti sedang ada benda yang digeser. Ternyata Sehun mengeluarkan sebuah koper besar dari bawah ranjangnya menggunakan kaki kanannya.
“Waaah koper!”
Mina berjalan kearah ranjang Sehun dan mengeluarkan koper itu sepenuhnya dari bawah ranjang Sehun.
“Apa ini milikmu? Apa ini kau gunakan saat kau kabur dari rumah? Apa aku boleh menggunakannya untuk baju-bajuku? Kalau koper besar seperti ini pasti muat.”
Tanpa menunggu jawaban dari Sehun, Mina langsung menata beberapa baju baru dan menaruh beberapa peralatannya dan uang tunai di dalam koper tersebut. Setelah selesai mengemas, ia pun menutup kembali kopernya.

“Sehun-ah apa menurutmu koper ini kumasukkan lagi dibawah ranjang? Atau kutaruh diatas lemari? Atau disamping lemari saja? Apa lebih baik dibawah meja saja?”
Sehun hanya terdiam memandangi Mina dengan wajah datarnya. Mina kesal karna tak satupun pertanyaannya dijawab oleh Sehun tetapi malah medapatkan pandangan yang aneh dari Sehun, Mina pun juga ikut memandangi Sehun dengan mengerucutkan mulutnya dan menyipitkan matanya membuat kantung matanya mengembang. Sehun agak terkejut ketika Mina membalas death glarenya, biasanya orang-orang akan merasa takut saat ia mengeluarkan death glarenya apalagi seorang yeoja.

“Apa yang sedang kau lihat Tuan Oh? Kenapa kau memandangiku seperti itu? Apa kau pikir aku takut dengan tatapanmu itu huh? Aku juga bisa mengeluarkan wajah mengerikan seperti yang lakukan.”
Mina terus mengomel sambil perlahan mendekatkan wajahnya kearah Sehun, menunjukkan kepada Sehun bahwa ia juga memiliki death glare. Sedangkan Sehun, ia malah membalikkan badannya karah tembok sambil berusaha menahan tawanya. Dalam hati ia berkata ‘Apakah itu yang kau katakan dengan wajah mengerikan Park Minah? Kau malah terlihat sangat lucu’.

“Huh kau juga takut kan.”
Mina puas karna merasa bahwa pandangannya cukup menakutkan untuk Sehun sampai Sehun membalikkan badannya. Lalu ia menaruh kopernya dibawah meja belajar.

¤
¤ H O L L E R ¤
¤

-Cho Company-

tok tok tok
“Masuk.”
“Tuan muda saya sudah mendapatkan beberapa informasi.”
Kyuhyun melepas kaca mata kerjanya lalu meletakkan beberapa lembar kertas kerjaannya dan mengambil lembaran kertas lain yang diberikan oleh sekertarisnya.
“Tadi malam Nona muda Park baru saja berbelanja baju baru dan beberapa barang-barang di Grand Mall, salah satu mall yang dikelola oleh anak saya. Dari kartu kredit yang ia gunakan saya hanya dapat menemukan alamat rumahnya saja, sedangkan di kertas tersebut adalah data-data siswa lengkap dengan nomor telefon teman-teman satu kelas Nona muda. Teman sebangkunya adalah putra bungsu dari Presdir Oh Sojin namun sekarang ini keberadaan dari putra bungsunya tersebut juga tidak diketahui karna belakangan ini ia tidak pulang ke rumah.”

Kyuhyun hanya mengangguk mendengarkan penjelasan dari sekertarisnya itu sambil membolak-balik kertas yang tadi diberikan kepadanya. Ia berhenti membalik kertasnya pada salah satu halaman yang memuat tentang data diri Sehun, ia membacanya dengan seksama seperti sedang memeriksa laporan keuangan.

“Apa masih ada yang harus saya kerjakan Tuan?”
“Tidak, ini sudah cukup. Aku akan memberitahumu jika aku membutuhkan sesuatu.”
“Baiklah Tuan, saya permisi.”
Lelaki tengah baya tersebut tak lupa untuk membungkuk kepada atasannya itu sebelum keluar dari ruangannya. Kyuhyun membalik lagi lembaran kertas ditangannya, kali ini ia sedang memperhatikan data diri Mina lalu ia menelfon seseorang.

“Yeoboseo?”
“Jinhyuk-ah apa kita bisa melacak keberadaan seseorang melalui nomor telefon?”
“Tentu saja selama nomor telefon tersebut masih digunakan, siapa yang ingin kau lacak keberadaannya?”
“Seseorang. Aku akan mengirimkan kepadamu nomor telefon yang ingin aku cari keberadaannya, setelah ini aku akan menelfon nomor tersebut sehingga memudahkanmu untuk melacaknya.”
“Arasseo.”
Kyuhyun menutup telfonnya. Ia memasukkan nomor telefon Mina di ponselnya lalu ia menelfonnya, sebelum itu tak lupa ia memgirimkan nomor Mina kepada temannya yang bekerja pada salah satu perusahaan telekomunikasi.

tuuut
tuuut
“Yeobuseo?”
Terdengar suara Mina dari seberang telefon, Kyuhyun hanya tersenyum saat mendengarnya.
“Nuguseo?”
“Ahnyeong Park Minah.”
“Maaf anda siapa?”
“Namaku…. CHO Kyuhyun.”
tut…tut…tut….

Kyuhyun memberikan sedikit penekanan suara saat ia menyebutkan nama marganya, lalu ia kembali menarik ujung bibirnya saat Mina langsung menutup telfonnya. Pandangannya teralihkan oleh mesin faxnya yang mengeluarkan kertas berisi sebuah alamat.
“Kerjamu cepat juga Choi Jinhyuk.”

Lalu Kyuhyun keluar ruangan untuk menemui sekertarisnya dan menyerahkan kertas berisi alamat tersebut.
“Sekertaris Yoo aku ingin kau memerintahkan orang untuk mengawasi 24 rumah ini, laporkan padaku setiap ada seseorang yang keluar dan masuk di rumah ini.”

¤
¤ H O L L E R ¤
¤

Visit my personal blog.

34 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Holler ‘3’”

  1. siapa itu sheon minah..apa park minah itu???? kalo iya pantes sehun pernah bilang minah gk pernah berubah…sehun diem” suka kan sama minah..apa kyuhyun jg???

  2. Duhh kakk maafkan aku yg agx pelupa ini coz aku lupa sama judulnya.. Mianhae..

    Ehh ternyata bner klo yg mau djodohin sma mina itu cho kyuhyun..hihihi
    Apa jgan” namja kecil yg ada d foto sma kyuhyun itu Sehun?

    “Bogeoshipeo” wae? Knapa sehun bilang gtu ke mina?

  3. Jadi jadi kyuhyun-mina-sehun itu temen kecil atau gimana? Sehun punya masalalu sama mina? Kenapa mina gainget? Kenapa dipanggil kyuhyun justru cheon mina? Sedangkan nama dia park mina?
    Waaaaaaaaaaa terlalu banyak pertanyaan ._.
    Ditunggu kelanjutannya aja deeh. Semangaaatttt!!!
    -XOXO-

  4. Ping-balik: Chaptered | Choi's
  5. Waahh kayaknya sehun punya hubungan apa gitu ya sama mina..???

    Trus kenapa kyuhyun panggilnya cheon mina yaa..???

    Gk sabar pengen baca selanjutnya… 🙂
    Fighting thor… 🙂

  6. Kerenn 😍😍
    Sehun jaim banget di depan minah bikin org senyum” sendiri 😂😂
    Nextt and figthing buat ngelanjuttin ffnya 😘

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s