[EXOFFI FREELANCE] You Are – (Chapter 4)

poster.png

Judul :  You Are

Author : Smiley_30

Leght : in chaptered

Rating : PG-15

Genre : comedy, Romance, DLL

Main Cast : Zhireen(OC)

                               PARK CHANYEOL

                             KIM TAEHYUNG

Aditional Cast : OC

Disclaimer:

Ini murni hasil pemikiran author, jadi kalau ada kesamaan judul,alur,tokoh atau yang lainnya itu hanya kebetulan semata. Dan please don’t be plagiator.

Dan thank’s buat posternya: Ken’s @ art Fantasy

A/N:

gimana kalau Idol yang pengen punya fans?

Summary

True happiness can we feel in this life is a sensen that when we are loved by others

 

 

 

Smiley Says :

Sebelum membaca ini siapkanlah diri kalian dulu.. karena ini full romance harap maklum jika baper ^^

 

Flashback.

Aku mencoba merebutnya dan seperi kemarin aku susah mengambilnya karena tubuhnya yang tinggi, aku terus menginjitkan kakiku untuk meraihnya namun tiba-tiba kakiku tumbang dan membuatku hampir terjatuh. Namun aku tidak terjatuh karena aku merasakan sebuah tangan menarikku ke pelukannya dan melingkarkan lengannya dipinggangku. Tunggu …. Chanyeol memelukku??? Aku mencoba membuka mataku yang kututup karena aku hampir terjatuh tadi dan aku melihat tubuh Chanyeol membelakangi Penonton, mungkin dia ingin menyembunyikan fakta bahwa ia memelukku.

Dan tentu saja member EXO terkejut melihat tingkah Chanyeol dan bahkan Baekhyun membuka mulutnya terperangah dengan apa yang barusan terjadi. Sementara si Maknae Sehun mengajukan 2 jempolnya dan mengucapkan kata Selamat dengan Pelan agar tidak terdengar Audience.

Flashback OFF.

Chanyeol masih memegangi tangan zee erat dan kini mata hazelnya itu menatap lekat-lekat obsidan milik Zee. Dan tentu saja dari tatapan itu jelas Chanyeol menyampaikan sebuah pesan “aku  mencintaimu” namun sayang Zee belum bisa menerjemahkan tatapan itu.

“Gomawo” Zee melepaskan tangannya dari genggaman Chanyeol dan menenangkan detak jantungnya yang dari tadi berdetak hebak.

“kau ini, selalu menyusahkan!” Chanyeol melipat tangannya di depan dada dan memberikan senyuman jahilnya.

“aish! Siapa juga yang butuh bantuanmu Tiang Listrik!” ucapan Chanyeol itu sukses membangunkan sifat normal Zee. Dan tampaknya Chanyeol juga sedikit menyesal membangunkan sifat cerewet zee.

“kau ini tidak tau terima kasih.” Chanyeol menaruh tangannya di kepala  Zee dan mengacak-acaknya gemas.

“Yak! Aku tadi sudah bilang terima kasih tau!” Zee melepaskan tangan Chanyeol dari rambutnya dan memanyunkan bibirnya kesal.

“ya aku tau gadis cerewet!” Chanyeol mencubit pipi zee dan tersenyum lebar melihat gadis yang dia sayangi ngambek karena hal sepele. Dan Zee hanya bisa meringis kesakitan karena pipi chubby nya di cubit Chanyeol. “ yak lepaskan!”

“ ngomong- ngomong kemarikan ponselku.” Zee menyodorkan tangannya ke hadapan Chanyeol.

“ponsel? Ponsel apa?” Chanyeol memasang muka pura-pura bingung, namun sialnya muka itu mudah sekali  di tebak oleh zee.

“jangan berbohong PARK CHANYEOL! kembalikan!”

“aku tidak berbohong” Chanyeol memasang muka seperti anak kecil yang sedang ketahuan oleh Ibunya.

“CHANYEOL!! JANGAN SOK IMUT! PONSELKU SINI!” zee semakin gusar dengan tingkah pria jakung di depannya itu dan menghembuskan nafasnya kasar.

“baik… baik tapi ada satu syarat!” Chanyeol mengeluarkan ponsel zee dan mulai memutar-mutar ponsel itu.

“tidak ada syarat kembalikan!” Chanyeol tidak menggubris dan bahkan  hanya  tersenyum lebar menghadapi tingkah zee yang mulai merengek seperti anak kecil.

Dua orang itu masih terus mempermasalhkan sebuah ponse dan terhitung sudah hampir sepuluh menit mereka berdebat soal hal sepele seperti itu, dan sekarang mereka terlihat seperti adik dan kakak yang sedang berebut sebuah mainan.

Tak jauh dari tempat itu terlihat Taehyung yang mondar-mandir mencari Zee yang seenaknya menghilang karena ditarik Chanyeol tadi. Taehyung kemudian bertanya ke sana- kemari untuk menemukan Zee yang kembali menjadi anak hilang.

Setelah berjuang mondar-mandir akhirnya Taehyung mendengar suara ribut pertengkaran di sebuah ruangan. Taehyung kemudian membukannya dan dia melihat Zee yang mencoba  merebut ponselnya dari seorang pria yang dia kenal itu member EXO.

“ZEE!!” pekik Taehyung membuat Zee dan Chanyeol mengarahkan pandangannya ke Taehyung yang tampak terengah-engah seperi habis berlari.

Taehyung  kemudian berjalan mendekati zee dan melihat apakah zee baik-baik saja.

“Zee ada apa?” Taehyung melihat zee yang tingkahnya terlihat seperti anak kecil  yang habis di rebut mainannya.

“ponselku ada bersamanya” zee menunjuk muka Chanyeol. dan Chanyeol hanya tersenyum tipis melihat zee yang mulai lelah bermain dengannya.

“hey kau, kembalikan ponsel Zee” Taehyung kini berada di tengah- tengah mereka berdua dan memasang tatapan tajam ke Chanyeol.

“ini bukan  Urusanmu!”

“itu jelas urusanku!”

“memangnya kau siapa zee ha?”

“aku pacarnya!” Taehyung tiba-tiba melontarkan sebuah kalimat yang membuat zee maupun Chanyeo tetegun.

“kau pikir aku percaya!” Chanyeol menaikkan alisnya dan memasang tatapan meremehkan.

“kau ini!” Taehyung kemudian berjalan mendekati Chanyeol dan bersiap menutup mulut Chanyeol yang dari tadi tidak bisa diam.

“HEY!! KENAPA KALIAN YANG JADI RIBUT!” Zee menengahi keduanya dan mengambil posisi tepat di tengah-tengah mereka.

“DENGAR, AKU HANYA INGIN PONSELKU KEMBALI “ Zee menatap keduanya dengan kesal dan segera mengambil ponselnya dari genggaman Chanyeol kemudian  pergi dari ruangan itu.

“yak! ZEE –ya!” Chanyeol memanggil Zee namun zee tidak menggubrisnya. Chanyeol kemudian menatap sinis Taehyung dan keluar dari ruangan itu segera.

@ZEE APARTEMENT.

Zee berjalan pulang dengan kesal sambil menendangi apa yang ada di depannya dan kini ia telah sampai di depan pintu Apartemennya. Namun ke kesalan itu berubah mengukir senyum kala Zee melihat paket-paket  buku baru yang telah di antar terduduk rapi di depan pintu Apartemenya.

“yee.. Bukunya akhirnya sampai” Sorakan Zee terdengar sangat bahagia dan mungkin jika tetangganya sedang ada di rumah akan langsung menyruh Zee diam karena teriakannya sangat keras.

Zee kemudian menggeserkan paket buku itu  menjauhi pintu agar ia bisa membuka pintu apartemennya. Zee kemudian menkan tombol password dan tak lama pintu Apartemen terbuka. Zee lalu masuk dan membantingkan tas kecilnya ke sofa dan beralih mengangkat  paket buku itu.

“ahh!” Zee sedikit merasa sulit ketika memindahkan paket buku itu ke dalam apartemennya karean bisa dibilang paket itu lumayan berat. Zee akhirnya selesai memindahkan semua paket buku itu dia kemudian beralih mengambil kemoceng dan segera membersihkan rak yang telah jauh hari dibeinya untuk mewujudkan impiannya memiliki rak buku yang lumayan besar di Apartemennya.

Saat Zee sedang asik-asiknya membersihkan Rak yang  berdebu itu terdengar suara bel apartemen.

“tingg!”

“tingg!”

“siapa yang kesini? Apakah Hyeri?” Zee kemudian berjalan mendekati pintu sembari tangannya yang masih memegangi kemoceng coklat itu.

“Nuguseyo?” Zee kemudian membuka pintu apartemennya dan melihat  sosok yang memakai topi dan masker hitam tengah melambaikan tanggannya sambil berkata”Halo Zee pabo!”

“Chanyeol??” Mata Zee sukses melotot melihat Chanyeol yang kini  berada di depan Apartemennya.

“ya ini aku!” Chanyeol kemudian membuak maskernya dan tersenyum lebar.

“KAU!! Apa yang kau lakukan?” Zee masih tetap bingung dengan apa yang terjadi bagaimana bisa Chanyeol tau apartemennya.

“aku kesini untuk membantumu” Chanyeol dengan seenaknya masuk tanpa menunggu jawaban dari Zee dan duduk di Sofa berwarna putih yang berukuran sedang itu.

“hey aku belum mengizinkanmu masuk Tiang Listrik” Zee kemudian menutup pintu Apartemennya dan mndekati Chanyeol yang tengah duduk santai di Sofa.

“Apartemenmu lumayan besar, apa boleh aku menginap?” Chanyeol menggoda zee dan bahkan mengedipkan matanya.

“jangan berharap terlalu tinggi, kenapa kau bisa kesini?” Zee menunjuk Chanyeol dengan kemoceng cokelatnya.

“karena GPS mu, aku melacaknya” Chanyeol menjauhkan kemoceng itu dari mukanya dan kemudian bangkit melihat rak buku yang tengah di persiapkan Zee.

“apa?” Zee mengambil ponselnya dari tas dan benar saja GPS ponselnya hidup dan siapa lagi yang menghidupkannya kalau bukan Chanyeol.

“kau sangat suka sekali buku ya?” Chanyeol melirik  paket buku yang masih tersampul plastik rapi dilantai.

“memangnya kenapa?” Zee menjawabnya dengan dingin dan segera beralih merapikan Rak buku.

“karena penampilanmu sangat berbeda  biasanya orang yang suka buku itu memakai kacamat tapi kau tidak” Chanyeol menaruh telunjuk di dagunya dan memperhatikan zee secara terliti.

“itu karena kebanyakan orang melihat hanya lewat penampilan buka dari hati” entah apa yang merasuki zee dia jadi sangat puitis sekarang.

“tidak juga, aku melihatmu bukan karena penampilan tai karena tingkah dan hatimu yang membuatku…” Chanyeol menghentikan ucapannya dan beralih  mengambil kemoceng dari tangan zee.

“aku akan membantumu” Chanyeol tertawa lebar.

“baiklah, kalau itu maumu!” Zee kemudian beralih membuka plastik satu per satu buku yang masih dibungkus.

Chanyeol kemudian membuka jaketnya dan beralih membantu zee membuka plastik buku.

“ kau suka Thomas Alfa Edison ya?” Chayeol memegang buku yang isinya lengkap sejarah tentang riwayat hidup seorang Thomas Alfa Edison.

“iya.. dia itu idoaku” Zee tersenyum dan kembali fokus ke kerjaan semulanya.

“aku pikir aku idola nomor satumu!” Chanyeo memanyunkan bibirnya.

“ya sudahlah! Ayo kita susun!” Zee kemudian menaruh buku-buku itu ke rak dan menatanya sesuai judul dan Genre bukunya.

Chanyeol kemudian juga bangkit dan berdiri disamping zee  namun dia bukannya menaruh buku melainkan menatap zee penuh arti dengan jarak yang dekat.

“Yak! Cepat susun!” Zee menyadari sikap Chanyeol yang dari tadi hanya menatapnya dan sejujurnya hatinya juga berdebar ketika ia memandang Chanyeo namun ia tak tahu harus bagaimana.

Setelah hampir 20 menit berkutat dengan yang namanya buku terlihat wajah lelah dari Zee dan Chanyeol. dan Chanyeol mulai memegangi perutnya merasakan sesuatu.

“Zee aku lapar, bisakah kita makan?” Chanyeol memasang tampang memelas dan menggoyang-goyangkan lengan Zee seperti anak yang kelaparan.

“tapi aku tidak punya makanan selain mi instan, kau mau?”

“mi instan? Ah itu tidak baik.”

“tapi aku hanya punya itu!” Zee menjadi sangat risih apalagi dia merasa utang budi karena Chanyeol membantunya.

“begini saja bagaimana kalau kita belanja?”

“belanja? Boleh asalkan kau yang bayar!” Zee tersenyum manis dan bisa dibilang sebenarnya ini adalah senyuman yang tulus.

“kau ini giliran gratis, baru tersenyum manis”  Chanyeol mencubit pipi Zee gemas dan memakai jaket,topi dan tak ketinggalan masker untuk menutupi indetitasnya.

Zee  juga bersiap ia kemudian mengambil tasnya memakai sepatu setumit dan bersiap untuk pergi.

“kau ini! Di luar sangat dingin.” Chanyeol kemudian mengambil sebuah jaket di gantungan dan memasangkannya. Hal itu cukup membuat pipi zee merah merona.

“baiklah, kajja!” Chanyeol  mengenggam tangan Zee   dan kemudian keluar dari apartemen. Zee kemudian mengunci pintu apartemennya dan melanjutkan perjalanan bersama Chanyeol.

Karena letaknya yang tidak cuku jauh mereka memutuskan untuk berjalan kaki dengan santai di ujung jalan. Malam ini suhunya memang cukup dingin dan membut zee menggosok-gosok tangannya agar terasa hangat.

“ kau kedinginan?” Chanyeol mlihat Zee yang dari tadi menggosok-gosok tangannya. Dan dengan lembutnya memegang kedua tangan zee dan menggenggamnya erat seraya menghembuskan nafasnya agar terasa hangat.

“sudah hangat?”  Zee hanya mengangguk dan merasakan hatinya yang kembali berdebar.

Chanyeol kemudian menaruh tangan zee di lengannya dan mengusap kepala zee dengan lembut.

“jangan di lepas, ini agar kau hangat mengerti!” Chanyeol mencubit pipi zee dan sontak saja zee hanya bisa diam dan tersenyum tipis namun di dalam hatinya ia sedang berbunga- bunga sekarang.

Chanyeol dan Zee kembali melanjutkan perjalanan dan masih tetap dengan posisi zee yang memegangi lengan Chanyeol.

Slingg

Pintu Supermarket terbuka, Zee  dan Chanyeol kemudian masuk memilih-milih barang yang ingin di beli.

“zee kau mau beli apa?” Chanyeol masih sibuk memilih-milih daging kornet dan sayur-sayuran.

“..terserah.. kkau saja…” Zee masih gugup karena posisi mereka sangat dekat dan hatinya masih berdebar tidak karuan.

“baiklah aku akan membeli  es krim itu saja!” Chanyeol menunjuk  rak es krim yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

“wah ini keluaran baru!” Chanyeol nampak sumringah melihat es krim yang ia tunggu –tunggu semenjak iklannya keluar.

“kau sangat suka Barskin Robbins ya?” Zee melihat cup es krim yang di pegang Chanyeol.

“tentu saja, aku kan pernah jadi brand Ambrasadornya!”

“pantesan!” zee memanyunkan bibirnya melihat tingak konyol Chanyeol.

Setelah belanja es krim mereka akhirnya keluar dari supermarket dan mulai berjalan pulang dan selama perjalanan pulang Chanyeol asyik menyanyikan lagu ciptaanya Heaven dengan riangnya. Meskpun zee tidak tahu judul lagu itu tapi dia tahu kalau di lagu itu ada ucapan bidadari yang mungkin tertuju untuknya? Entahlah..

Mata Zee akhirnya terbuka terang ketika melihat stand Bubble Drink di ujung jalan, dengan cepat Zee menarik tangan Chanyeol ke stand minuman favoritenya itu.

Selamat datang, mau pesan apa? Ucap penjua Bubble drink itu Ramah.

Green Tea! Teriak Zee dan Chanyeol serentak, mereka sama sekali tidak menyangka bisa bersamaan menyebutnya. Melihat hal itu penjual Bubble drink itu tersenyum.

“kalian memang pasangan yang serasi!”

Mendengar hal itu Chanyeol mengankat lengannya dan mengalungkannya di pundak zee.

“tentu saja, itu karena kami saling mencintai, benarkan chagi!”

Zee hanya terdiam melihat tingkah Chanyeol di satu sisi ia merasa muak dan ingin menjitak kepala Chanyeol dan di satu sisi ia merasa nyaman jika Chanyeol memperlakukan dia secara manis.

“ini pesanan kalian!” penjual itu menyodorkan dua cup bubble drink rasa green tea kepada mereka dan dengan kilat Zee langsung menyambar minuman itu dan langsung menyambarnya.

“chagi! Bayar!” Zee brtingkah sok imut ketika menyuruh Chanyeol membayar tagihan Bubble drink itu. chanyeol menatap zee kesal”giliran seperti ini kau jadi seperti putri” batin Chanyeol. namun di balik masker itu seorang Chanyeol sedang tersenyum.

Setelah membayar mereka memutuskan melanjutkan perjalanan pulang sambil meminum minuman Green tea  Drink.

Slurpp!!

Lama kelamaan minuman Chanyeol habis sementara  minuman Zee masih ada setengah.

“Zee minta minumanmu!” Chanyeol merengek sambil membalikkan cup minumannya yang sudah habis.

“tidak boleh!” Zee menjulurkan lidahnya dan tetap meminum minumannya dengan santainya.

Chanyeol  hanya  memanyunkan bibirnya dan berpikir, hingga sebuah ide manis terlintas di otaknya.

“zee coba lihat!”

“Apa?”

~Cupp~! Sebuah ciuman lembut mendarat di bibir zee. Ciuman yang manis?

TBC

Saatnya mutar reff This Love Davichi/hahaha. Gimana ni readers udah aku buat panjang dan manis/masih kurang?/ ya ampun kalau gitu aku buat tambahannya besok/hahaha

Maaf ya untuk Obliv masih aku tahan soalnya masih direvisi dan ini adalah part spesialnya.

Oke itu aja/ tangan aku udah pegel nih!/ anggap aja zee itu kalian ya!!

Salam Smiley_30

 

 

 

 

 

 

24 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] You Are – (Chapter 4)”

    1. Heheh.. Iya sama² kak.

      Next chap nya belum ada ya kak?? Fiuuhhh sumpah aku penasaran bgt sama ff ini. :v

    2. maapkan aku/tabok/lempar ke sungai han!
      a
      next chapter belum ada cuz aku masih sibuk dengan seluruh tugas yang membuat aku pusing!
      belum lagi penyakit males!
      ampunkan aku!!

  1. sumpah demi apa!! aku senyum” sendiri! apalagi aq bacanya sambil dengerin lagu” yg pernah d nyanyiin chanyeol.. tambah sweet!!

    ayo lanjut lanjut!!

  2. Yaampuunnnnn! Ini mah karakter chan banget! Dan aku sukaaaa hahah. Ini manisnya pas kookkk. Gakurang galebih. Pas! Jadi enak, ga diabetes hahah.
    Senyum sendiri cobaaaa bayangin chan tau tau nyosor begitu hahah. Nice shot!
    Ditunggu kelanjutannyaa. Semangaatttt!!!
    -XOXO-

  3. Eiii chanyeol main nyosor aja ya..wkwkwk
    Chanyeol so sweet ahh.. 🙂
    Ehh tpi keknya taehyung suka ya sma Zee??

    Next kakk^^

    1. Iya kasihan si taetae…
      It si cy pake nyium segala lagi
      Kan cemburu gw nya./di lempar

  4. Huaa di chapter ini chanyeol udah mulai romantis uuuuu 😄 aku suka aku sukaa 😅
    Tpi aku penasaran gimana awal mulanya chanyeol kenal/ketemu sama zhireen? Kan pas yg di chapter awal chanyeol kaya yg udah kenal gitu sama zee, trus chanyeol cinta atau sekedar apa ama zee?
    Ahh pkoknya next aja deh yaa 😂😉

  5. Hua hahaha.. lucu chanyeol~zee..
    Modus banget ya si tiang listrik minta bubblenya malah nyium bibir zee.. wkwk 😂

    Next ka! Fighting

    1. Hallo…
      Aku nungguin kamu komen dan kamu konen pertama…
      Makasih udh jadi readers yg baik
      Salam muah**

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s