[EXOFFI FREELANCE] (Fool Again) – (Chapter 2)

Chapter 2.png

FOOL AGAIN

[ Chapter 2 – As Long As You Love Me]

 

Title : FOOL AGAIN
Author : Azalea
Cast : Oh Sehun (EXO), Kim Jisoo (Black Pink)
Genre : Romance
Rating : PG-17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Bila ada cerita yang serupa, aku minta maaf karena itu tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya.

 

 

Chapter 1 [Fool Again]

 

Recommended Song :

Backstreet Boys ~ As Long As You Love Me

 

 

“Mau kau menjadi pacarku?” ucap seorang pria menyadarkan Jisoo dari dunia dalam buku bacaannya. Jisoo yang mendengarnya hanya bisa menatap tak percaya pada pria dihadapannya itu.

Matanya membulat sempurna saat melihat siapa sosok yang sedang mengajaknya berbicara itu. Mata coklat kehitamannya mengerjap beberapa kali berharap sosok yang ada di depannya itu hanya sebuah halusinasinya saja, tapi semua itu salah, karena orang yang ada di hadapannya itu benar-benar nyata. Tanpa Jisoo duga hal itu malah membuat pria itu merasa semakin gemas akan dirinya.

“Aku bertanya padamu, apakah kau tidak ingin menjawabnya?” tanyanya lagi membuat Jisoo semakin membeku di kursinya.

“K-kau b-berbicara p-pada-ku?” jawab Jisoo terbata-bata karena tiba-tiba merasa gugup saat harus berbicara dengan seorang pangeran di kampusnya yang bernama Oh Sehun. Tidak pernah terbesit dalam mimpi sekalipun bahwa mereka akan berbicara empat mata seperti ini.

“Kau berpikir aku berbicara dengan udara? Itu sangat menodai harga diriku.” Ucapnya sambil menegakkan kembali punggungnya.

“H-hanya saja ini berada diluar ekspektasiku.” Jawab Jisoo lagi sambil berusaha menenangkan dirinya.

“Kalau begitu, aku akan membuat hal itu menjadi kenyataan.” Ucapnya begitu santai sambil mengamati perubahan ekspresi pada wajah Jisoo.

“Jadi, bagaimana? Apakah kau menerima tawaranku?”

“Tawaran apa?” tanya Jisoo balik karena tiba-tiba otaknya tidak bisa berpikir sambil menatap Sehun bingung.

“Apakah sebegitu kuatnya pesonaku hingga membuatmu tidak bisa berpikir? Aku pikir kau adalah salah satu mahasiswa pintar yang dimiliki oleh universitas ini.”

Mendengar hal itu, Jisoo hanya diam saja. Sungguh dia malu dengan keadaannya saat ini, karena apa yang diungkapkan oleh Sehun adalah benar adanya. Kemudian mereka kembali terdiam. Jisoo menatap tautan jari jemarinya, dan sedikit menggigit bibir bawahnya untuk meredakan rasa gugupnya karena merasakan tatapan intens dari pria paling panas di kampusnya itu.

“Jadi…?” desak Sehun sambil mengangkat sebelah alisnya dan bersidekap dada.

“Hm…kau sedang tidak taruhan dengan teman-temanmu kan?” tanya Jisoo sedikit berbisik karena dia tidak yakin apa yang diucapkan oleh mulutnya itu.

“Apa maksudmu?”

“Hm…kupikir kau sedang melakukan taruhan dengan teman-temanmu.”

“Aku tidak mengerti apa maksudmu.”

“Kau benar-benar tidak mengerti apa maksudku?”

“Ya…aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan. Jadi tolong jelaskan apa maksudmu sebenarnya.”

Mendengar itu Jisoo hanya bisa berdecak kesal. Mengambil nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan-lahan.

“Kau tahu, bukannya aku bermaksud untuk menaruh prasangka buruk terhadapmu, tapi benar-benar berada di luar lanar pikiranku. Aku bukan gadis bak model yang telah menjadi mantan-mantanmu. Bahkan aku tidak memiliki harta yang banyak seperti dirimu dan mantan-mantanmu. Jadi, aku bertanya padamu, apakah kau sedang tidak bertaruh dengan teman-temanmu? Karena aku yakin, dengan kau mencoba mendekatiku yang biasa-biasa ini, kau pasti sedang menyembunyikan sesuatu di belakangku, benarkan?” jelas Jisoo panjang lebar mengutarakan prediksinya pada Sehun.

“Hm…menarik.” ucap Sehun setelah sekian lama hanya berdiam tak bersuara, dan Jisoo hanya bisa menganga tidak percaya dengan ucapan Sehun pada dirinya.

“Begini,  biar aku luruskan. Pertama, aku tidak sedang melakukan taruhan apapun dengan teman-temanku, bahkan mereka tidak tahu jika saat ini aku sedang mencoba untuk mendekatimu. Kedua, aku sudah bosan dengan wanita-wanita penuh pisau operasi plastik itu, sehingga aku sedang mencari wanita yang benar-benar original. Ketiga, setelah mengamati beberapa hari terakhir ini, aku akui bahwa aku mulai tertarik padamu sehingga aku memutuskan untuk mengajakmu berkencan denganku. Apakah kau mengerti?”

“T-tapi….itu semua tidak mungkin…” cicit Jisoo menyangkal apa yang dikatakan Sehun tentang dirinya.

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.” Ucap Sehun memotong perkataan Jisoo terhadapnya. “Apakah kau mau?”

“Aku tidak yakin….” ucap Jisoo mengungkapkankeraguannya.

“Kalau kau tidak mencobanya kau tidak akan tahu.”

Jisoo menatap Sehun mencari-cari ketulusan dalam ucapannya, dan Jisoo melihat kesungguhan dalam diri Sehun saat mengucapkannya.

“Hm…baiklah aku akan mencobanya, tapi kau perlu tahu satu hal, saat ini aku belum mencintaimu, jadi bisakah kita memulainya dengan berteman saja?” ucap Jisoo setelah beberapa menit berpikir.

Call. Aku bisa mengatur hal itu yang penting kau sudah setuju untuk menjadi kekasihku.” Ucap Sehun sambil menyunggingkan senyuman manisnya hingga membuat detak jantung Jisoo berdetak dengan cepatnya. “Ayo.” Lanjut Sehun membuat Jisoo menatapnya bingung.

“Ke mana?”

“Temani aku makan siang.” Ajak Sehun sambil menarik tangan Jisoo untuk berdiri, mau tidak mau Jisoo pun ikut berdiri.

Selama perjalanan ke kantin, Sehun terus menggenggam tangan Jisoo dan hal itu membuat Jisoo malu setengah mati. Jisoo hanya bisa menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan sinis dari beberapa mahasiswa yang dilewatinya dengan Sehun. Bagaimana tidak menatapnya sinis, sekarang semua orang jadi tahu jika dia sedang dekat dengan Sehun. Pria paling dicari di kampusnya.

Lain halnya dengan Sehun, dia terus memamerkan senyuman mautnya pada semua orang yang dilewatinya. Tidak peduli dengan keadaan sekitarnya yang sedang membicarakan kedekatannya dengan seorang mahasiswi yang biasa-biasa saja, yang penting dia bahagia karena tujuannya untuk mendapatkan Jisoo akhirnya tercapai. Tanpa henti Jisoo pun terus merutuki kelakuan Sehun yang semena-mena padanya saat ini.

Seminggu setelah hari jadi mereka, semua mahasiswa yang ada di universitas itu pun sekarang tahu jika Jisoo adalah kekasih Sehun. Perlakuan manis Sehun terhadap Jisoo, membuat hati Jisoo perlahan-lahan takluk akan pesona seorang Oh Sehun. Sehun tahu jika Jisoo sudah mulai mencintainya dan begitu juga sebaliknya, dan dia selalu tidak segan-segan mengungkapkan perasaannya terhadap Jisoo di depan hal layak ramai.

Namun sayang, sifat player dalam diri Sehun tidak dapat dihilangkan sepenuhnya walaupun Jisoo sudah memberikan segalanya pada Sehun. Enam bulan mereka menjalin kasih, pada akhirnya berakhir juga. Alasan Sehun saat memutuskan hubungan dengan Jisoo adalah hanya karena dia merasa jenuh akan hubungan mereka, dan Jisoo menerimanya tanpa banyak protes akan keputusan Sehun itu. Bagi Sehun, Jisoo merupakan wanita pertama yang paling lama menjalin hubungan dengannya.

Seminggu setelah mereka berakhir, Sehun menjalin hubungan dengan wanita lain yang kecantikannya melebihi Jisoo, Bae Irene. Jisoo yang melihat hal itu hanya bisa mengelus dada untuk membesarkan hatinya jika Sehun pasti akan kembali lagi padanya. Dan itu semua terbukti, seminggu kemudian berita tentang berakhirnya hubungan Sehun dengan kekasih barunya itu langsung menggemparkan seisi universitas. Tidak terkecuali Jisoo.

Seminggu setelah itu, kabar Jisoo dan Sehun kembali menjalin kasih pun menyeruak. Selalu seperti itu. Jika Sehun merasa jenuh akan Jisoo, dia pasti akan memutuskan hubungan mereka kemudian menjalin kasih dengan wanita lainnya. Tapi jika hubungan Sehun dan wanita selain Jisoo berakhir, maka akan dipastikan jika Sehun akan kembali menjalin kasih dengan Jisoo.

“Apakah kau tidak bosan?” tanya seorang pria pada Jisoo yang sedang duduk di depannya.

“Hm?”

“Apakah kau tidak jenuh dengan keadaanmu saat ini?” tanyanya lagi penuh kesabaran. Mendengar pertanyaan tersebut malah semakin membuat Jisoo sakit. Jenuh? Tentu saja jenuh. Tapi ia tutupi dengan senyuman manisnya. Dia tidak ingin sahabatnya itu khawatir dengan keadaannya.

“Aku tahu kau tidak sekuat yang selama ini kau tunjukkan pada semua orang. Kenapa kau tidak mengakhirinya saja jika itu malah membuatmu semakin tersiksa?” ucapnya penuh kekhawatiran.

“Aku yakin dia juga mencintaiku. Dia hanya sedang bosan, nanti juga pasti dia kembali lagi padaku.” Jawab Jisoo acuh tak acuh untuk menguatkan hatinya.

“Kau wanita bodoh yang pernah ku kenal.” Ucapnya seakan mengejek apa yang sedang dilakukan oleh sahabatnya itu. Jisoo yang mendengar nada cemoohan itu hanya bisa mengkerucutkan bibirnya kesal. Sahabat macam apa dia? Bukan memberi dukungan malah memperparah keadaan. Gerutu Jisoo dalam hati.

“Aku tidak peduli dengan apa yang sedang dia lakukan saat ini, selama dia belum mengatakan akan menikah dengan salah satu dari mereka, asalkan dia masih mencintaiku, maka aku akan bertahan untuk tetap menjadi rumah saat dia kembali pulang.” Jawab Jisoo dengan nada yang sedikit sinis.

“Itu namanya bodoh.” Sanggah sang sahabat dengan senyuman miringnya.

“Kau seharusnya menyemangatiku bukannya mencemoohku dengan mengataiku orang bodoh!” sungut Jisoo yang tidak bisa lagi menutupi rasa kesalnya, sedangkan orang yang dimaksud hanya bisa tersenyum.

“Seorang sahabat berkewajiban untuk mengingatkan jika sahabatnya sedang melenceng, bukannya malah mendukungnya. Itu namanya menjerumuskan.” Jawabnya santai yang semakin membuat Jisoo kesal padanya.

“Aku akan mendukungmu, jika memang itu yang terbaik untukmu. Dan sebaliknya, aku akan menentangmu jika itu bukan yang terbaik untukmu.” Lanjutnya.

“Terserah.” Balas Jisoo ketus sambil membereskan barang-barangnya yang ada di atas meja di taman yang ada di kampusnya itu. “Aku tidak mau bercerita lagi padamu, dan mulai sekarang kau bukan lagi sahabatku!” tambah Jisoo dengan nada kesalnya.

Kemudian Jisoo meninggalkan tempat tersebut sambil menghentak-hentakkan kakinya tanda dia sedang kesal saat ini. Sedangkan sang sahabat hanya bisa tersenyum memandangnya yang semakin menjauh dari jangakauan penglihatannya.

“Aku tidak peduli siapa kau sebenarnya dan apa yang sedang kau lakukan saat ini. Karena yang aku tahu bahwa aku selalu mencintaimu, Jisoo-ya.” Ucapnya dengan nada sedihnya.

 

~ tbc ~

16 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] (Fool Again) – (Chapter 2)”

  1. Waaaa akhirnya ketemu juga lanjutannya. Seneng banget deh. Pertama kali baca ff ini itu tuh di skf tapi karena saking penasarannya jadi bela2in googling deh. Ga nyesel. Ini ff nya bagus pake benget. Hehe. Semangat terus author nim ^o^

  2. Dikira sehun hatinya jisoo rasa bandara kali yaa. Dateng pergi semaunya. Sabar yah jisoo. Karma berlaku! Hahah
    -XOXO-

  3. ya ampun oh sehun labil banget,nanti jisoo diambil orang baru tahu rasa,agak sebel sama jisoo karena anteng2 aja diputusin berkali2 tetep aja mau diajak balikan,penasaran sama sahabat cowoknya,,ditunggu kelanjutannya,fighting ^^

  4. siapa shabatnya jisoo itu???
    jadi dia jg mnyukai jisoo selama ini…
    sehun cpet balikan sama jisoo dong,, ntr jisoo diambil orang lain lho…
    dulu sehun sweet bgt, tp knp gmpang bosan???

  5. Yaaa kak ceritanya mirip temen aku… putus nyambung gak jelas. Si cowok pacaran sama cewek lain cuma satu bulan eh balikan sama temen aku terus putus pacaran lagi sama cewek lain… haduh entahlah pusing akika. Tetep semangat nulisnya kak… keep writing love banget ama jisoo…

    1. Yay maksudnya mirip kisah cinta temen aku… buka cerita yang dia buat aduh miss conection keknya kita… 😂😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s