[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia – Chapter 11

Mr Mafia Cover1

Tittle/judul fanfic: Mr. Mafia

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Action, School Life, Married life, kekerasan.

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

 

Main Cast :

Oh Sehun (EXO) , Hwang Hyerin, Yugyeom (Got7), Tiffany (SNSD)

 

Supporting Cast :

EXO member, Got7 member, SNSD member, Beast member

 

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun

jangan lupa Comment dan Like ya J

 

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1

 

 

Trimakasih…

 

Enjoy !!

Hari – hari berganti, bedanya sekarang Hyerin menjadi pusat perhatian semenjak ia pergi ke universitas dan pulang besama Sehun, semua mata tertuju padanya,

 

“ ya.. Hyerin-aa… sejak kapan kau menjadi kekasih Oh Sehun ? ” Shinmi duduk di depan Hyerin memandangnya intens,

 

“ se-sejak.. ” Hyerin mulai memandang tangannya,

 

“ 1 bulan lalu… ” tiba – tiba suara Sehun terdengar,

 

“ Se-sehun-aa.. ” Hyerin memandang laki – laki itu bingung,

 

“ Chagia.. kita harus pulang ” Sehun berkata singkat dan mengambil tas punggungnya,

 

Hyerin merapikan barang – barangnya dan berjalan mengikuti Sehun,

 

“ Shinmi-aa.. aku harus pulang ” Hyerin berkata pelan dan menyusul Sehun yang sudah terlihat menjauh,

 

“ tunggu di sini ” Sehun mengucap dan meninggalkan Hyerin di lobby sekolah besar itu,

 

Hyerin hanya memandang punggung Sehun yang terus berjalan,

 

“ YA! ” suara seorang perempuan terdengar,

 

Hyerin menolehkan pandangannya medapati Tiffany yang berdiri di sana memandang Hyerin benci,

 

“ Lancangnya kau berani menjadi kekasih Oh Sehun.. cih… jalang miskin sepertimu tak pantas bersanding dengan Sehun, kau seharusnya tau diri ” tiffany terus menyerang Hyerin dengan kata – kata kasar dan terus mendorong tubuh Hyerin sampai punggung Hyerin menyentuh dinding di belakangnya,

 

“ kau pasti menjebak Sehun dan mengaku hamil dengannya ! aku yakin Sehun tidak pernah menginginkan wanita sepertimu! ” Tiffany kembali menyerang Hyerin dengan kata – katanya,

 

Bibir Hyerin bergetar hebat, ia tak bisa menahan air mata yang berada di pelupuk matanya, kata – kata Tiffany begitu menyayat hati,

 

“ Kau berani menangis ! ” tiffany kembali berseru kencang dan mengangkat tangannya ke udara dan melayangkan tangannya di udara untuk menampar wajah Hyerin,

 

tiba – tiba tangannya terhenti tepat saat ia hampir menyentuh pipi Hyerin,

 

“ apa yang kau lakukan ? ” tangan Tiffany di tahan di udara oleh seseorang,

 

mata Hyerin juga Tiffany memandang laki – laki itu,

 

“ Gyeom oppa ~ ” Hyerin berkata lirih,

 

“ cih.. orang miskin selalu membela orang miskin ” Tiffany merampas tangannya dari tangan Yugyeom,

 

“ Ya ! Hwang Hyerin ! ingat ! aku tak akan segan – segan membunuhmu untuk mendapatkan Sehun kembali ! ” Tiffany berkata pedas dan berlalu,

 

“ gwenchana ? ” Yugyeom memegang punggung Hyerin,

 

“ oppa.. mejauhlah.. aku tak ingin ada masalah lagi.. jangan dekati aku.. aku.. sudah menjadi milik laki – laki itu ” Hyerin mengucap di balik tangisannya,

 

Yugyeom memandang mata itu dalam,

 

Mata yang selama ini menjadi pemuas hatinya kini mengeluarkan airmata dan memintanya untuk menjauh..

 

DRAG!

 

Yugyeom mendekap tubuh Hyerin dalam pelukannya,

 

“ Hyerin-aa.. walau aku harus mati sekarang aku tak akan takut.. ” Yugyeom mengucap pelan,

 

BRRUG!!!

 

Tiba – tiba seseorang memukul Yugyeom tepat di pipi kanan laki – laki itu,

 

“ oppa! ” Hyerin berseru dan pandangannya beralih kepada laki – laki yang berdiri tegap dengan tangan mengepal di sampingnya,

 

dengan gerakan cepat laki – laki itu membawa Hyerin pergi dari tempat itu,

 

Hyerin melepaskan tangannya dari laki – laki itu, ia ingin sekali menampar wajah laki – laki itu,

 

“ kenapa kau memukul Yugyeom oppa ? KENAPA KAU LAKUKAN ITU ! ” Hyerin berseru dalam isak tanganisnya,

 

Sehun memandang tubuh Hyerin yang terus bergetar,

 

“ aku sudah memperingatkanmu bukan ? aku tak suka kau di sentuh laki – laki lain termasuk laki – laki itu ! ” Sehun berbicara dingin,

 

“ laki – laki itu yang selalu ada saat kau tak ada Hunni-aa !! ” Hyerin berteriak dan membalikan badannya berjalan pergi,

 

Sehun hanya terpaku,

laki – laki itu yang selalu ada saat kau tak ada Hunni-aa !!

 

kata – kata itu terus terus teriang bagai mimpi,

 

“ Ye-en-aa.. ” Sehun berucap pelan,

 

ia memandang ke sekitarnya ternyata Hyerin sudah tak ada di jarak pandangnya,

 

kemana wanita itu ?

 

Sehun terus mengidarkan pandangnya,

 

Ia terus berjalan menuju belakang Universitas, berusaha mencari sosok Hyerin yang sedari tadi tak dapat ia temukan,

 

Mungkin ia sudah pulang, aku akan menunggunya di rumah..

 

Sehun berfikir dan berjalan pulang,

 

Sesampainya di rumah, ia membuka pintu dan tidak mendapati Hyerin di dalam rumah,

 

Kemana wanita itu.. apa dia semarah itu padaku ?

 

Sehun terus mengumpat dan uring – uringan, berjalan ke sana kemari berharap perempuan itu memasuki rumah ini dengan selamat,

 

Dua jam berlalu,

 

Hyerin tak kunjung pulang dan jam menunjukan pukul 7 malam, Sehun sudah mulai kehabisan kesabaran, ia berencana untuk menyiksa wanita itu jika saat ini juga wanita itu memasuki rumah ini dengan wajah tak bersalahnya,

 

Tiba – tiba handphone Sehun bergetar hebat, ia melihat nomor yang tertera, “ PRIVATE NUMBER ”, dengan cepat Sehun menjawab telephone,

 

“ SEHUN-AA !!! JANGAN DATANG !! INI JEBAKAN !! ” suara seorang wanita terdengar dengan jelas di telinga Sehun,

 

“ HYERIN!! ” Sehun ikut berseru,

 

“ AINIA!!! SEHUN-AA!! JANGAN DATANG KEMARI !! ” lagi – lagi suara Hyerin terdengar,

 

“ HMMHHHMMMHHMM!!! ”

kini terdengar Hyerin tak bisa bicara lagi, seperti ada yang menutup mulutnya,

 

“ Oh Sehun.. ” tiba – tiba suara seorang laki – laki terdengar di ujung telephone,

 

“ apa yang kalian inginkan ? ” Sehun bertanya pedas,

 

“ jika kau tak ingin wanita ini mati sia – sia aku harap kau datang sendiri ” laki – laki itu berucap dan mematikan sambungan telephone itu sepihak,

 

tak lama kemudian Sehun mendapat sebuah pesan singkat sebuah alamat GPS,

 

dengan cepat Sehun mengambil jaketnya dan berlari menuju mobilnya dan melajukan mobil itu dengan sangat cepat,

 

GPS Sehun mengarah ke sebuh gedung tua yang berada di jalan sepi,

 

Sehun turun dari mobilnya dan berjalan lurus ke gedung itu, membuka pintu dengan bobot berpuluh kilo itu dengan perasaan marah,

 

BRAAG!

 

Pintu itu tertutup kembali saat Sehun memasuki gedung yang terlihat tak terurus lagi dengan penerangan yang sangat minim,

 

Tidak ada suara yang terdengar, hanya ada suara kayu yang terbakar pelan – pelan,

 

Sehun memasuki gedung itu lebih dalam,

 

Matanya menangkap seseorang yang di ikat di kursi dengan wajah tertunduk,

 

Ia terus melangkahkan kakinya,

 

Hyerin mengangkat wajahnya dan memandang Sehun dengan mata berair, mulutnya yang ikat membuatnya tak bisa mengutarakan perasaannya saat ini,

 

Tiba – tiba Hyerin melihat seorang laki – laki memegang sebuah tongkat kayu dan bersiap untuk memukul Sehun dari belakang,

 

Hyerin terus menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, memberi isyarat untuk melihat siapa yang ada di belakangnya, tapi Sehun terus memandang Hyerin dalam diam dan Hyerin terus menangis,

 

BRRRUKKK!!!

 

Laki – laki itu berhasil memukul Sehun dari belakang membuah Sehun terjatuh,

 

Hyerin hanya bisa menerikan namanya dengan air mata di pipinya,

 

AAKKHH!!

 

Sehun mengerang saat Darah Segar mengalir dari pelipis kepalanya,

 

Sehun membalikan badannya dan memandang laki – laki yang memandangnya bengis itu,

 

“ siapa yang mengirimmu ? ” Sehun berdiri dari posisinya,

 

“ jadi benar kau adalah pangeran WOLF, waah… kacamata itu membuat semuanya berbeda.. ” laki – laki itu berkata lagi,

 

“ ada urusan apa kau denganku ? aku tak pernah mengenalmu! ” Sehun menatap laki – laki itu dengan wajah ganasnya

 

“ aku… hanya ingin bermain dan sekaligus memberi peringatan ” laki – laki itu meletakan sepilar kayu di pundaknya,

 

“ cih.. siapa kalian, apa kalian mafia baru ? ” Sehun bertanya mengejek,

 

satu persatu terlihat anak buah laki – laki itu berjalan keluar dari sisi gelap ruangan,

 

Sehun memasukan tangannya ke kantong,

 

“ KAU AKAN MATI DI TANGANKU OH SEHUN!!! ” laki – laki itu menyerang Sehun

 

HIAAHH!!

 

Dengan sangat cepat Sehun menangkis pukulannya dan memberikan pukulan tepat di wajah laki – laki itu,

 

Melihat laki – laki itu terjatuh anak buahnya ketakutan,

 

“ BRING IT ! ” Sehun berteriak dan para laki – laki yang lain mulai memberikan pukulan demi pukulan ke badan Sehun,

 

dengan tangan Kirinya Sehun menangkis semua pukulan itu dan melempar para laki – laki itu ke lantai,

 

tiba – tiba seseorang menodongkan pistol di belakang kepala Sehun,

 

“ jangan bergerak ! ” laki – laki itu berbicara,

 

Sehun mengacungkan jarinya ke udara dan

melipat kedua jarinya,

 

dan ia melipat jari ke tiganya,

 

jadi ke-empat dan

 

DOOORR!!

 

Laki – laki yang menodongkan pistol di belakang kepala Sehun terjatuh dengan lobang besar di kepalanya,

 

Sehun memegang kuping kirinya, “ Baekhyun-aa.. di depan Gedung sekarang ! ”

 

Sehun membalikan wajahnya dan berlari membuka ikatan tangan dan kaki Hyerin dengan cepat dan membuka penutup mulutnya,

 

“ MICHOSSOO!!!! SUDAH KU KATAKAN JANGAN DATANG !!! ” Hyerin berteriak,

 

Sehun menatap wajah Hyerin,

 

“ PALLI! ” Sehun menarik lengan Hyerin dan berjalan keluar dari tempat penat itu,

 

Sehun berusaha membuka pintu gedung itu dari dalam, ternyata pintu itu terkunci dengan sangat kuat,

 

Sehun kembali menyentuh kuping kirinya,

 

“ YA!! Aku terkunci ! ” Sehun berkata,

 

[ menjauhlah ! aku akan menembak kuncinya ! ] laki – laki itu berbicara di telinga Sehun,

 

Sehun menjauh dari tempat itu dan menenggelamkan Hyerin di dalam pelukannya, suara tembakan itu akan seperti Boom dari jarak sedekat ini,

 

“ tutup kupingmu! ” Sehun berkata pelan,

 

DOOR DOOR!!

 

Dua kali suara tembakan itu terdengar dan seseorang membuka pintu dari luar,

 

“ Sehun-aa… kau tak apa – apa ? ” suara laki – laki itu menyambar Sehun juga Hyerin yang masih berpelukan,

 

“ palli ! ” Sehun kembali berbicara dan menarik lengan Hyerin masuk kedalam mobil,

 

Hyerin mengikuti Sehun untuk masuk kedalam mobil,

 

Ia terus memandang sisi kanan wajah Sehun yang mengeluarkan banyak darah,

 

“ kita harus kerumah sakit ! ” Hyerin berbicara,

 

“ ania !! bawa aku pulang! ” Sehun berseru lagi dan memegang erat tangan Hyerin yang ada di sebelahnya,

 

“ ya ! apa yang terjadi, mengapa kau tiba – tiba bisa terperangkap di gedung itu ? ” tanya Baekhyun,

 

“ aku tadi berlari ke luar sekolah dan tiba – tiba ada yang membekam wajahku dengan sabut tangan dan semuanya gelap, saat terbangun aku sudah ada di gedung itu dengan tangan dan kaki yang terikat ”

 

Sehun masih memejamkan matanya ia tak dapat membuka matanya, kepalanya terasa mau pecah,

 

Hyerin menggenggam tangan Sehun kencang berharap ia bisa terus terjaga sampai ke rumah,

 

Mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan rumah Sehun juga Hyerin, pelan – pelan Baekhyun membantu Sehun untuk turun dari mobil dan membawanya masuk ke rumah,

 

“ YA ! di mana kau ! ” suara Baekhyun terdengar bergitu kencang berbicara dengan seseorang di telpon genggamnya,

 

Hyerin mengambil handuk basah dan duduk di samping Sehun ia mengelap darah yang membeku di pipi Sehun,

 

“ AKH! ” Sehun sedikit meringis,

 

“ mianhae.. aku harus membersihkan lukanya.. ” Hyerin berkata pelan dan terus mengelap dengan sangat pelan,

 

“ Ya.. Sehun-aa.. masalah apa lagi yang kau ciptakan ? ” seorang laki – laki berkulit putih memasuki rumah Hyerin tanpa permisi dan langsung mengumpat, ia membawa sebuah koper besar dengan mereka mahal,

 

“ ya ! berhentilah berbicara ! ” Baekhyun mengumpat,

 

laki – laki itu dengan cekatan mulai membersihkan luka Sehun tak peduli dengan suara Sehun yang semakin meninggi,

 

“ YA! Jangan banyak bergerak ! ” laki – laki putih itu membentak Sehun,

 

“ pelan – pelan LAY! ” Sehun mendengus kesal,

 

“ kau bertarung bagai seorang pahlawan dan sekarang kau meringis kesakitan seperti anak kecil.. aku tak mengerti jalan pikiranmu Oh Sehun ! “ kembali laki – laki yang di panggil Lay memberi nasihat pada Sehun,

 

Sehun hanya terdiam sampai Lay memperban kepalanya dan memopoh tubuhnya ke dalam kamar,

 

Kini tinggal Baekhyun dan Hyerin yang termangu dengan apa yang terjadi tadi,

“ hai… aku snipper WOLF.. namaku Byun Baekhyun, kau bisa memanggilku Baekhyun ” laki – laki itu memberi salam,

 

“ aku Hwang Hyerin.. ” kata Hyerin membunggukan tubuh,

 

“ tentu aku tau, aku datang ke acara pernikahan kalian, apa kau tak melihatku ” kini Baekhyun memberikan padangan sinisnya,

 

“ oh.. a…mm…aku.. ” Hyerin hanya memandang ujung meja yang tak menarik perhatiannya,

 

“ tenanglah.. ini sudah sering terjadi.. Sehun tidak bisa di bawa ke rumah sakit, ia adalah pewaris group WOLF, jika media tau bahwa dirinya masuk rumah sakit karna hal seperti ini, kami semua berada dalam masalah besar.. ” Baekhyun berbicara lagi,

 

“ begitu?.. aku.. tidak tau.. ” Hyerin kembali mengucap,

 

“ Sehun adalah salah satu orang yang paling susah untuk di bunuh di dunia ini, kemampuannya dalam bertarung sudah di akui di dunia international.. jadi… kejadian seperti ini tidak akan membuat Sehun celaka ” baekhyun berkata panjang lebar dan Hyerin masih memandang ujung meja itu dengan sendu,

 

“ Hyerin-sshi.. Sehun memanggilmu.. ” suara Lay terdengar dari pintu kamar utama,

 

Hyerin bergegas menuju kamar utama, ia memandang Sehun dari pintu masuk, laki – laki itu memandang Jendela kamar dengan wajah dinginnya,

 

“ kenapa berdiri di sana ? ” Sehun memecahkan kesunyian,

 

Hyerin masuk ke kamar dan menutup pintu kamar itu,

 

Ia duduk di bibir tempat tidur dan memandang kepala Sehun yang masih sedikit mengeluarkan darah,

 

“ apa masih sakit ? ” Hyerin bersuara,

 

“ tidak juga.. ” Sehun menjawab singkat,

 

“ apa kau mengenal laki – laki itu ? ” Sehun membuka pembicaraan lagi,

 

“ tidak.. aku tidak mengenalnya.. ” Hyerin menjawab singkat,

 

“ apa kau kira – kira tau siapa yang menyebabkan ini terjadi ? ”

 

“ aku tidak tau… tapi.. laki – laki itu terus – terusan menerima telephone dari seorang wanita… ” Hyerin berbicara lagi,

 

“ wanita ? apa kau mengenal suara perempuan itu.. ” Sehun kembali bertanya,

 

“ aku tidak tau.. ” Hyerin berkata sedih,

 

kini mata Hyerin dan Sehun bertemu, mereka hanya menatap satu dengan yang lain,

“ aku hanya tidak ingin kau terluka ” tiba – tiba hyerin berbicara sambil menundukan kepalanya,

 

Sehun tak bergerak, hatinya bergeter 2 kali lebih cepat dari biasanya, tapi wajahnya masih terlihat datar menatap Hyerin yang menundukan kepalanya,

 

Perempuan itu berhasil membuat jantung seorang Oh Sehun kembali berdetak layaknaya seorang manusia,

 

Saat wanita itu tersenyum, bibirnya juga akan terangkat,

 

Saat wanita itu menangis, matanya juga akan menangis,

 

Saat wanita itu ketakutan, hatinya ingin memeluk tubuh perempuan itu,

 

Perasaan apa ini ?

 

apa aku bisa merasakan yang namanya cinta lagi ?

 

pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepala Sehun,

 

tok – tok – tok..

 

pintu kamar Sehun di ketok dari luar,

 

“ ada apa ? ” Suara Sehun terdengar di ikuti wajah Hyerin yang memandang pintu kamarnya dari tempat ia duduk,

 

“ yang lain datang untuk melihatmu, jangan terlalu banyak bercinta, kepalamu masih mengeluarkan darah Oh Sehun ! ” Baekhyun berbicara di balik pintu,

 

Sehun mulai bergerak dan dari tempat tidurnya di bantu Hyerin dari samping,

 

Mereka berdua berjalan berdampingan keluar kamar,

 

Saat membuka pintu kamar itu, Hyerin terbelalak hebat kala rumahnya di penuhi para laki – laki dengan pakaian yang sangat mahal dan gaya yang begitu luar biasa mencolok,

 

Sehun duduk di Sofa di ikuti para laki – laki yang jumlahnya ada 7 orang,

 

Setelah membantu Sehun untuk duduk di sofa, Hyerin melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat di hari yang cukup dingin ini,

 

Ia membuatkan teh hangat dengan susu dan meletakannya di dalam nampan, Hyerin mulai berjalan menuju gerombolan dan meletakan nampan di atas meja,

 

“ Hyerin-sshi… duduklah… kami juga ingin mengenalmu.. ” suara Baekhyun membuat Hyerin membeku,

 

“ Duduk.. ” Sehun mempersilahkan Hyerin untuk duduk di sebelahnya,

 

“ ya… baru kali ini aku minum teh di rumah Oh Sehun… ” Baekhyun kembali berbicara di sambut riuh tawa para laki – laki yang sama sekali asing bagi Hyerin,

 

“ sepertinya kita harus memulai perkenalan.. ” Baekhyun memulai membenarkan posisi duduknya agar bisa memandang wajah Hyerin di samping Sehun,

 

“ seperti yang ku katakan tadi, aku Baekhyun, aku snipper andalan WOLF ” kata Baekhyun sambil membuat dua jarinya terlihat seperti pistol dan mengarahkannya pada Hyerin,

 

Hyerin hanya menundukan kepalanya kecil,

 

“ aku Xiumin.. aku scientis andalan Wolf dalam senjata masal ” kini laki – laki yang duduk di sebelah Baekhyun berbicara,

 

apa benar ia membuat racun untuk membunuh orang lain, wajah itu tidak cocok untuk jadi seorang pembunuh,

 

Hyerin berbicara sendiri dengan pikirannya,

 

“ namaku Luhan aku ahli dalam menembak ” laki – laki dengan mata yang begitu mengkilap menyapa Hyerin,

 

“ kalau aku Chanyeol dan ini Suho, kami berdua sama seperti Sehun, berada di garis depan ”

 

laki – laki itu …

 

Hyerin mengingat kejadiaan saat Sehun hampir menembak kepala laki – laki jangkung itu,

 

Di sebelah Chanyeol terlihat seorang laki – laki yang sibuk dengan telpon genggamnya sedari tadi,
“ ya! kau tak memperkenalkan diri ” Chanyeol menyenggol lengan laki – laki itu,

 

“ pass.. ” kata laki – laki itu singkat,

 

“ haaissh!! Namanya Kyungsoo, dia seorang hacker ! ” Chanyeol berdecak kesal,

 

“ hahh.. sepertinya aku yang terakhir.. ” laki – laki dengan lesung pipit anggun di wajahnya terlihat,

 

“ aku Lay, aku bukan anggota WOLF tapi aku seorang Dokter.. ” Lay berkata ringan,

 

“ ya!ya! Yixing, jangan merendah! Dia adalah pemilik Seoul Hospital! ” Baekhyun menyambung kata – kata Lay tanpa jeda,

 

“ SEOUL HOSPITAL ? ” kini Hyerin benar – benar terkejut di sambut seulas tawa dari para laki – laki yang sebenarnya sama sekali tidak terlihat seperti orang jahat, hanya saja pekerjaan mereka adalah untuk membunuh,

 

Kenapa ?

 

“ Namaku Hwang Hyerin, aku… ”

 

“ ADIK IPAR! ” Baekhyun berteriak,

 

Sehun hanya bisa terdenyum kala mendengar Hyerin menjadi bahan untuk di tertawakan,

 

“ ya.. Oh Sehun.. bagaimana, apa malam pertama kalian menyenangkan ” Baekhyun menepuk bahu Sehun pelan,

 

“apa urusanmu ! ” Sehun berkata ketus,

 

“ wah.. lihat itu, laki – laki ini tersenyum, Jeongmal.. Hyerin-shi.. kau luar biasa.. ” Baekhyun mengacungkan jempolnya,

 

semua orang tertawa senang, begitu juga seulas senyum di bibir Sehun,

 

aku… ingin melihat senyum itu, selamanya…

 

– TBC –

57 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia – Chapter 11”

  1. Akhirnya sehun hyerin bahagia walaupun itu cuma sebentar pastinya. Bentar lagi pasti ada masalah baru. Menurut akubutu kayanya tiffany deh yang nyuruh nyulik sinhyerin-,- ckckck

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s