[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You – Chapter 8B

Untitled[1]

The Answer is You [ Chapter 8B]

 

Story be : ByunPelvis

Cast                 : Kim Hyemi (oc) , Byun baekhyun, Oh Sehun.

Other cast        : Kim Minji (oc) , Park Chaerin (oc) , Park Chanyeol and member EXO lainya.

Genre : Sadness , Romance , Angst .

Rating : +13

Leght : Chapter

Disclaimer : ff ini murni buatan saya. Terinspirasi dari kehidupan nyata dan juga drama.^^ point’nya aku gak niru cerita author yang kemungkinan ada kesamaan alur,tokoh, atau tempat . Jika ada maafkanlah .

https://justkoreanfanf1ction.wordpress.com/2016/04/05/my-answer-is-you-capter-1/

https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/04/12/exoffi-freelance-baekhyun-sehun-the-answer-is-you-chapter-2/

https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/04/14/exoffi-freelance-baekhyun-sehun-the-answer-is-you-chapter-3/

https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/04/21/exoffi-freelance-baekhyun-sehun-the-answer-is-you-chapter-4/

https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/04/21/exoffi-freelance-the-answer-is-you-chapter-5/

https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/04/30/exoffi-freelance-the-answer-is-you-chapter-6/

https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/05/10/exoffi-freelance-baekhyun-sehun-the-answer-is-you-chapter-7-a/

https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/05/24/exoffi-freelance-sehun-baekhyun-the-answer-is-you-chapter-7-b/

https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/06/07/exoffi-freelance-baekhyun-sehun-the-answer-is-you-chapter-8a/

 

 

Chapter 8B

 

Hyemi meninggalkan Busan sejak pagi pagi sekali, saat ini yeoja itu sedang berada di mobil bersama Baekhyun dan Chanyeol. Selama perjalanan yang dilakukan hanyalah melamun, tatapan matanya kosong. Sebenarnya yang dirasakannya saat ini adalah hampa dalam hatinya, tapi Hyemi sendiri tak tau apa penyebabnya. Mungkin saja karena berpisah dengan Halmoninienya ia jadi sedih.

Chanyeol tertidur pulas dibangku belakang sedangkan Baekhyun fokus pada jalan. Berulangkali namja itu melirik Hyemi yang siapa tau sedang memandangnya. Nafasnya terhembus pelan , rasa canggung mendominasi dirinya.

“Hyemi-ya . kau baik baik saja?”

Hyemi sontak menoleh karena pertanyaan Baekhyun, tanpa ekspresi gadis itu mengangguk, membuat Baekhyun sedikit tersenyum karena direspon.

“hei kita antar Chanyeol dulu kerumahnya. Emm bagaimana jika setelah itu kita jalan sebentar? Kau tidak lelah kan?” tanya Baekhyun dengan nada pelan seolah sangat hati hati. Bukankah secara tak langsung Baekhyun mengajak Hyemi kencan? Ya itulah niat Baekhyun.

Yang dilakukan Hyemi adalah menghela nafasnya, rasanya sulit untuk sekedar menggelengkan kepalanya lagi.

“baiklah, kurasa ada waktu sebelum besok masuk ujian”

Baekhyun tersenyum lebar dan mengacak pelan rambut Hyemi, dalam hatinya ia berteriak senang. Ia semakin menambah kecepatan laju mobilnya , waktunya hari ini tak boleh terbuang sia sia.

.

.

Yeonju membuka matanya secara perlahan karena sinar matahari semakin mengganngunya, kepalanya berdenyut membuatnya meringis. Keadaan kamar yang berantakan semakin menambah pening. Gadis itu terlalu malas untuk memungut barang yang berserakan, seolah tak memiliki tenaga.

Kakinya berjalan menuju meja rias walau sedikit sempoyongan. Efek minum kemarin malam rupanya masih menguasainya, ia ingat jika malam itu telah gila gilaan di bar. Bercumbu, minum vodka lebih dari 5 botol dan membuat sepupunya repot.

Tentu saja yang dirasakannya adalah penyesalan, difikir lagi untuk apa dia bercumbu dengan pria hidung belang jika yang ada diotaknya hanyalah ‘OH SEHUN’ , namja yang sukses membuat hidupnya berantakan dan separuh mati.

“damn! ini sudah lebih dari seminggu tapi kau masih hidup tenang wanita sial!” ucap Yeonju sembari mengamati dirinya sendiri dipantulan kaca. Senyum miris tercetak dibibirnya, melihat mata bengkak dan juga wajah kusam.

“kau tak ada apa apanya ketimbang diriku. Kim Hyemi kau wanita lancang yang merebut hati Sehun, ayo kita menderita bersama sama”

Brakk… pintu terbuka. Menampilkan sosok yeoja berambut pirang yang berlari dan langsung memeluk Yeoju.

“eonni kau sudah bangun. Aigoo aku khawatir kau pergi dan melakukan hal bodoh lagi” ucapnya sembari mengeratkan pelukan.Yeonju tersenyum dan perlahan melepas pelukan sepupunya.

“Seulgi-ya. Aku baik baik saja.”

“ne. eonni tak boleh terluka”

Yeonju merengkuh tubuh adiknya itu, menyalurkan kehangatan. Kini ia sedang stabil, jika sedikit saja marah dirasakannya maka ia akan terlihat seperti psikopat. Atau bahkan Yeonju sudah masuk dalam golongan itu.

“Seulgi-ya. Ini waktunya kau berkorban untukku” ujar Yeonju membuat Seulgi mengerutkan dahinya. Apalagi yang harus ia korbankan untuk membuat kakanya itu bahagia? Sudah berbagai cara tapi hasilnya selalu sia sia. Tapi ia tak akan mau berhenti mencobanya.

“mwonde eonni-ya?”

“bertemanlah dengan Kim Hyemi”

Seulgi mematung, perasaan hatinya mendadak tak enak. Ia melepas pelukan Yeonju dan menatap wajah pucat itu yang tersenyum.

“w-wae? aku tak mengenalnya” ucap Seulgi yang niat sebenarnya untuk menolak. Gadis itu menelan samar salivanya dan berusaha menutupi kegelisahannya.

“geurae? dekati saja dia. Kau mau kan melakukannya… untukku?”

.

.

Baekhyun memakirkan mobilnya didepan viva polo . Chanyeol meminta temannya itu untuk mengantar ke cafe keluarganya. Hyemi sudah sangat familiar dengan tempat itu karena sudah hampir setiap minggu ia berada disana bersama Chaerin.

Tak usah ketempat yang jauh untuk mereka jalan berdua. Matahari sudah semakin melajukan jalannya dan menempati posisi tengah. Tapi rasa panas tak dirasakan sama sekali karena awan mendung sedikit mendominasi.

“huahh betapa rindunya dengan tempat ini” Baekhyun merentangkan tangannya menadah blossom yang berjatuhan dan memejamkan mata, padahal saat ini mereka sedang berjalan . Hyemi menarik lengan Baekhyun karena hampir menabrak orang yang berjalan lawan arah.

“Perhatikan saja jalan”

“ah ne. Mian, aku hanya terlalu senang berada ditempat ini. Bersamamu pororo” ucap Baekhyun sembari mengedipkan sebelah matanya, eoh itu adalah aegyo favorit Hyemi dulu selain Baekhyun yang merengek. Hyemi ingin tertawa karena keimutan Baekhyun, tapi kenyataan ia hanya tersenyum tipis.

“berhenti memanggilku pororo.” Protes Hyemi dengan membuat wajah kesal.

“itu panggilan kesayanganku untukmu Hyemi-ya”

“terserah kau saja oppa”

Hyemi kembali melajukan langkahnya, meninggalkan Baekhyun yang tersenyum tidak jelas disana.

“haiss tertawa saja ditahan, dasar pororo. YAKK TUNGGU AKU!”

Baekhyun mengumpat dan berteriak diakhir. Langkahnya disamakan dengan hyemi, menggenggam erat tangan gadis itu. ini waktu yang langka, mungkin satu minggu ini Hyemi sibuk ujian kelulusan, dan Baekhyun tak mau mengganggu waktu belajar gadis itu. Ia harus membuat Hyemi satu universitas dengannya.

“cha, kita habikan hari ini hanya berdua. Jangan lepas tanganku ne pororo!”

“ne oppa” jawab Hyemi hampir terdengar seperti bisikan. Baekhyun bertambah senang, usahanya membuat Hyemi tersenyum hari ini berhasil. Secara perlahan ia akan membuang ekspresi datar diwajah Hyemi, menggantikannya dengan keceriaan dan senyum hangat seperti sinar mentari.

.

.

Adalah Chanyeol yang saat ini menunjukan kekesalannya . Didapur ia mengumpat beberapa kali pada sang eomma. Teganya ia disuruh datang ke cafe hanya untuk menggantikan pelayan yang sedang cuti. Jika saja ia tak diancam eomma’nya tentu ia nekat pergi.

“sayang, berhentilah memasang wajah kesal!. Aigo apa kau tega melihat eomma repot melayani sendiri?” ucap sang eomma sembari mengecek menu yang dibuat oleh juru masak. Namja tinggi yang berstatus putranya hanya berkomat kamit meniru ucapan yang sebenarnya perintah itu.

“yak eomma wae?. Kenapa kau tega mengurungku dicafe? Aku banyak urusan!” rengek Chanyeol sembari meletakan nampan dimeja dengan sedikit menggebrak.

“apa kau terlalu terbebani? Kalau begitu eomma telfon calon istrimu untuk membantumu disi-“

“Andwe andwe! Baiklah aku akan mengerjakannya. Ah mana makanan yang harus kuantar?”

Sang eomma tersenyum melihat putranya yang sangat sensitif perihal perjodohan. Wanita paruhbaya itu tau jika putranya pasti terbebani karena keegoisan dirirnya dan suaminya. Tapi untuk siapalagi beliau melakukannya? tentu saja untuk kebahagiaan Chanyeol. Menurutnya gadis pilihan yang merupakan anak dari sahabatnya adalah yeoja berpredikat baik dan pintar. Sangat cocok dengan putranya .

Dengan senyum dipaksa Chanyeol memberi hormat pada pelanggannya. Langkahnya menuju meja pesanan dan itu ada dipojok, padahal tempat duduk yang lebih bebas dan luas masih banyak tersisa.

Namja itu meletakan pesanan ke meja secara cepat dan setelahnya membungkuk hormat.

“ini pesanan anda , selamat menikmati pelanggan yang terhormat”

“yakk neo. Namja kaleng!”

“euh?”

Chanyeol sedikit tak mengerti saat pelanggan yang merupakan wanita muda dibawah umurnya itu memanggilnya namja kaleng.

“jeosongaeyo… aku tak mengenal an…… eoh kau?” heboh Chanyeol setelah mengingat siapa gadis dihadapannya. Awal melihat namja itu memang seperti pernah melihat sampai akhirnya ingatannya tertuju pada kejadian beberapa hari yang lalu.

Keduanya sama sama saling tatap meyakinkan agar tak salah wajah. Wanita didepannya yang tadinya berdiri kini duduk kembali, berdehem dan tersenyum pada kedua temannya.

“ah dia bekerja sebagai pelayan?”

“ya Minji-ya geu namja nugunde?” tanya Younha salah satu teman kelompok Minji. Chanyeol masih berdiri disana mengamati Minji yang memandangnya kesal.

“eoh dia? Dia yang melempar kepalaku dengan kaleng waktu itu” . Keterangan Minji membuat kedua temannya mengangguk mengerti.

“yak nona kurus saat itu aku tak sengaja. “ terang Chanyeol membuat Minji berdecak.

“tapi kau tak minta maaf dengan benar dan langsung pergi”

“apa? aku sudah mengucapkan maaf. Kau mungkin lupa” protes Chanyeol lagi tak terima.

“anhiyeo. Aku justru mengingat kau kabur”

“Ya! Aku tidak kabur!” ucap Chanyeol tetap saja mengelak, bahkan tangannya sedikit memukul meja membuat ketiga orang disana terlonjak. Ia sedang tak mau terkesan menjadi namja tampan yang tak tanggung jawab didepan para gadis. Atau lebih tepatnya Chanyeol sedang menjaga image’nya.

“haiss kau kurang baik dengan pelanggan. Akan kuadukan kau pada boss’mu”

“ha ha silahkan aku tak takut!”

Minji mendengus dan beranjak dari kursi , langkahnya berjalan menuju kasir. Chanyeol tak menyangka gadis yang mengatainya itu benar benar akan mengadu , ia berlari menyusul Minji sebelum berhasil menemui eommanya.

Langkahnya sempat terhenti saat melihat eommanya sedang memeluk seorang yeoja yang baru saja memasuki cafe.

“Sial. Kenapa gadis itu ada disini?” Chanyeol mengacak rambutnya dan dengan cepat menghalang jalan Minji.

“minggir , aku akan memberi kritik pada bossmu”

“shireo. Kembalilah kekursimu” perintah Chanyeol, Minji memutar bola matanya dan menggeser tubuh Chanyeol .

“ya kau-“

“Chanyeol-ah!” sela seseorang.

Chanyeol memejamkan matanya saat namanya dipanggil oleh yeoja yang belakangan ini disukai eommanya . Ya yeoja itulah yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya.

“mau apa kau kesini?” tanyanya dengan nada cukup ketus. Chanyeol merubah ekspresi menjadi bosan.

“Chan apa yang kau tanyakan? Tentu saja Jiyoung akan menemuimu.”

Kini eommanya ikut menimbrung, Chanyeol malah bertambah kesal. Arah pandangnya ia alihkan kesamping sampai matanya menangkap sosok yeoja yang mengatainya namja kaleng . Ia sempat mengingat jika dua gadis memanggil dengan nama Minji.

Sebuah ide muncul dibenaknya , Chanyeol menghampiri Minji dan merangkul bahu gadis itu. Belum ada protes karena sang pemilik bahu masih terkejut.

“chagiya kenapa kau lama sekali heumm?”

“y-ya apa yang kau-aww” Minji protes tapi tiba tiba Chanyeol mencubit lengannya juga semakin mengeratkan pelukan.

“kau bilang ingin bertemu eommaku heum?” tanya Chanyeol pada Minji yang semakin membuat bingung.

“mworago? Apa yang kau bicarakan?”

Ny.Park menatap bingung putranya dan gadis yang disebut chanyeol ‘chagi-ya’. Begitupun Jiyoung yang statusnya calon tunangan Chanyeol juga terkejut.

“Chan, siapa dia?” tanya ny.Park pada akhirnya. Chanyeol tersenyum dan membekap mulut Minji agar tak bicara lagi.

“eomma dia yeoja chinguku. Namanya Minji”

Minji membulatkan matanya , tangannya berusaha melepas bekapan Chanyeol. hal itu justru semakin membuat pandangan ny.Park aneh.

“benarkah?” Jiyoung bertanya, suasana hatinya menjadi panas melihat calon tunangannya bersama yeoja lain.

“eomma dia pemalu sekali. Huh padahal Minji bilang ingin kenalan dengan eomma”

Jiyoung mengerutkan dahinya karena melihat Minji seperti tak nyaman, memeng benar Minji tak nyaman karena pelukan Chanyeol pada bahunya erat sekali sehingga tak bisa memberontak.

“dia kekasihmu? Chan kenapa kau-“

“ah eomma sebentar , mungkin Minji terlalu malu. Aku akan bicara dulu sebentar”ucap Chanyeol yang langsung menyingkir dari hadapan eommanya dan Jiyoung.

Sampai luar Chanyeol melepas bekapan dan sontak mendapat tendangan oleh Minji tepat ditulang keringnya. Chanyeol kesakitan sampai duduk dilantai.

“dasar pria gila! apa yang kau lakukan tadi? mangatakan aku adalah kekasihmu? Cihh”

“ya, ternyata kau kau gadis kasar Minji-ssi”

“berhenti memanggilku. Kita tak saling kenal. Oh ya akan kukatakan pada eommamu itu jika aku bukanlah kekasihmu!”

Minji bengambil langkah tapi dua detik kemudian Chanyeol sudah menarik tangannya . menyeretnya dibalik tembok saat melihat Jiyoung dan eommanya keluar cafe.

Dilihatnya calon tunangannya sedang pamit dan berlalu pergi , Chanyeol kembali membekap mulut Minji sampai sekarang tepalak tangannya terasa perih karena digigit.

“akhhhh yak! Sakit pabbo!” teriak Chanyeol dodepan muka Minji.

“mwo? Hei kau siapa berani mengataiku bodoh?”

Chanyeol masih meringis, rasa sakit dirasakannya dua kali. Minji bukanlah gadis polos biasa, bahkan gadis itu tak halus sejak pertama bertemu. Oh ini aneh , biasanya para gadis yang bertemu dengannya akan salah tingkah atau tertarik tapi malah tidak dengan Minji.

“ya kau , sekarang minta maaf padaku. Kau menganiayaku” perintah Chanyeol . Minji memeletkan lidahnya dan malah membuka ponselnya, mengetik sesuatu disana.

Setelah selesai yeoja itu beranjak pergi membuat Chanyeol mendengus kesal.

“hei Minji-ssi kita akan bertemu lagi”

Minji terus berjalan tak menghiraukan Chanyeol. Ia barusaja mengirim pesan pada temannya untuk pulang terlebih dahulu. Minji terlalu malu masuk cafe itu lagi karena ulah namja yang mengaku sebagai kekasihnya tadi.

“ishh namja gila”

.

.

“oppa”

“ne?” Baekhyun menoleh saat Hyemi memanggilnya , kini keduanya barusaja menikmati makan siang disebuah kedai. Baekhyun juga masih menggenggam tangan Hyemi, tak mengijinkan gadis itu melepaskannya.

“terimakasih untuk hari ini”

“tentu, kau tak perlu berterimakasih karena kita akan selalu seperti ini Hyemi-ya”

Hyemi memandang Baekhyun yang tak pernah lelah menunjukan senyum untukya. Sebercak rasa bersalah juga hinggap dihatinya, rasa bersalah karena pernah membenci Baekhyun yang dikirinya telah melupakannya. Baekhyun tak berubah sama sekali, namja itu masih sangat menyayanginya dan juga melindunginya.

“oh lihatlah! Itu pohon harapan”

Baekhyun menarik Hyemi ke tempat yang hampir mirip seperti kuil doa. Disana banyak pohon jenis tanaman hias yang digantungi banyak amplop kecil. Hyemi tak bisa menolak karena Baekhyun terlihat bersemangat.

“kau pernah mendengar ini sebelumnya? Kabarnya harapan kita akan terwujud jika menulisnya dan menggantungkannya dipohon itu” tanya Baekhyun. Hyemi mengerutkan dahinya karena penjelasan Baekhyun yang menurutnya tak meyakinkan.

“aku tak terlalu percaya dengan seperti ini”.

“Kita harus mencobanya . Ayo tulis harapan lalu gantung dipohon.”

“tidak. Kau saja oppa” ucapan Hyemi membuat Baekhyun menggantikan senyum menjadi rengutan. Namja itu meletakan kembali amplop dan juga bolpoin yang sudah diambilnya.

“ya sudah aku tak mau.”

“wae?”

“harapan kita harus ditulis bersama agar terwujud”

Hyemi menghela nafasnya melihat Bekhyun yang kesal seperti anak kecil. Tangannya meraih amplop dan bolpoin untuk disodorkan pada Baekhyun.

“tulislah terlebih dahulu” perintah Hyemi membuat Baekhyunsenang. Namja itu mulai menuliskan suatu kalimat kekertas.

“sudah. Sekarang giliranmu” sodor Baekhyun, sontak Hyemi menerimanya. Gadis itu membaca harapan Baekhyun sekilas.

‘aku ingin membuat Hyemi bahagia bersamaku-Byun Baekhyun’

Baekhyun tersenyum dan terlihat salah tingkah saat Hyemi memandangnya. Hyemi ikut tersenyum, ia menuliskan harapannya dibawah kalimat yang Baekhyun tulis.

Sekarang melipat kertas dan memasukannya kedalam amlpop. Menggantungnya dibagian tertinggi agar seseorang tak jail mengambilnya.

“Hyemi aku belum membaca harapanmu” ucap Baekhyun setelah Hyemi selesai melakukan kegiatannya.

“kau akan tau nanti setelah harapanku terwujud”

“mwo? Yak kau curang.”

Hyemi mengendikan bahunya dan keluar dari kuil kecil itu, Baekhyun rasanya ingin mengambil amplop itu tapi tak jadi karena ada pasang mata yang melihatnya. Akan sangat malu jika ketahuan membaca harapan yang sudah digantung jadi dia lebih memilih menyusul Hyemi. Ia harus membawa gadis itu pulang lantaran seharian ini mengajaknya pergi.

Beralih kepada seorang namja yang saat ini sedang menyendiri disebuah tempat. Namja itu mengamati gambar yang baru saja dicetaknya. Gambar seorang yeoja yang belakangan ini memporak porandakan hatinya. Tak terasa ujian akan dilaksanakan, sungguh lucu karena ia baru pindah tapi sudah disuguhi soal ujian. Itu salahnya karena memaksa appanya memindahkannya disaat sudah akhir semester. Sekolah manapun pasti akan menolak murid pindahan kelas 3 apalagi itu akhir tahun pelajaran. Tapi apa daya pemilik sekolah untuk menolak murid pindahan yang statusnya adalah anak dari Oh Seojon , si donatur terbesar.

“hah yeoja pabbo” ucap Sehun . Namja itu sudah berputar putar Seoul untuk menghilangkan pikiranya dari Kim Hyemi. Tapi yang didapat malah rasa resah yang tak karuan.

“ckk kenapa kau muncul setiap detik diotakku Kim Hyemi?” ucapnya pada foto. Orang yang lalu lalang memandangnya aneh karena bicara sendiri.

“sehari saja tak melihatmu sudah merindukanmu. Sial!”

Sehun membaringkan tubuhnya dirumput hijau, memandang langit redup yang menghambat matahari menunjukan sinarnya.

“cih langit itu sama redupnya dengan wajahmu , tapi mengapa aku menyuakaimu?. Secepat ini pula”

Matanya terpejam, berusaha membuat bayangan hyemi dalam otaknya. Oh dia berhasil, kini wajah Hyemi yang memandangnya tajam terlihat. Sehun tersenyum, tapi detik selanjutnya mengumpat saat justru wajah Baekhyun yang ikut hadir dalam imajinasinya.

“Byun Baekhyun, jadi kita saingan eoh?”

Tbc…

 

Ya Tuhan…. kenapa ceritaku tambah berantakan begini? Aku yang bikin aja udah ngerasa kalau ini cerita membosankan. Maaf bgt ya, aku udah berusaha bikin alur tapi susah bgt. Aku gak mau bikin readers nunggu terlalu lama jadi asal lanjut nih. Aku juga next Ff lain jadi pikiran ketubruk gak karuan.

Udah chapter gini konflik belum juga mulai… heumm aku merasa kurang baik nih. Maaf seribu maaf…

Maaf banget kalau ceritanya gak dapet feel.

Semoga ff ini bisa lanjut sampai end dan tokoh utama bahagia ^^.

Akan author usahakan untuk readers ^^.

Fighting!!

See you next chapter…..

‘ByunPelvis.’

 

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You – Chapter 8B”

  1. Berantakan sih engga. Masih kaya chapter sebelumnya kookkk. Rapih. Tapi mungkin kurang gereget aja bacanya. Karena berasa flat. Mian u.u
    Semangat yaaahhhh. Semoga bisa kembali menulis seperti biasa dan cepet selesai ffnya. Biar ga nambah beban hehehe. Semangaattt!!

    -XOXO-

  2. ahirnya dilanjut juga. baekhyun-hyemi habiskan waktu seharian. sehun lagi galau gara2 hyemi. eaa.. hyemi yg jadi rebutan :v 😀

  3. Baekhyun-Sehun saingan buat dapetin Hyemi… dua bias utama di EXO :v
    Ini cerita nya gak berantakan kok emg cuma jujur aja emg kurang dapet feelnya.
    tapi ini tetap harus dilanjutin sampai end ya😊 fighting^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s