Stuck On You! (Chapter 4) – Shaekiran & Shirayuki

Stuck on You!

Stuck On You!

A Colaboration FanFiction By Shaekiran & Shirayuki

Main Cast

Bae Irene, Oh Sehun, Park Chanyeol, and  Son Wendy

Genres

School life, romance, funny, friendship, AU etc.

Length: Chapetered

Rating: Teenagers

Disclaimer

Ada yang kenal dengan author dengan pen name Shaekiran atau Shirayuki?

Cerita ini adalah hasil buah pikiran kami berdua.Merupakan sebuah kerja keras dari dua buah otak yang terus saja bersinergi untuk merangkai ratusan kata demi kata hingga menjadi sebuah cerita utuh.Hope you like the story. Happy reading!

Previous Chapter

Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | [NOW] Chapter 4 |

“Do I Love You?”

 

[ CHAPTER 04 ]

 

Author’s Side

Langit Seoul tak nampak secerah tadi siang, sama seperti hati gadis yang tengah duduk di bangku taman itu sambil sesekali sesenggukan. Seperti matahari yang kelihatan mulai tertutupi awan yang kini tak lagi seputih salju , wajah Irene pun kini tertutupi rambutnya sendiri karena posisinya yang kini memang menunduk sambil memandangi sepatunya sendiri dengan tatapan sendu.

“Minumlah.”, Irene mendongakkan kepalanya, kemudian mengambil kaleng soda yang sudah dibuka itu dalam diam. Sedetik kemudian dia langsung meneguk sodanya tanpa henti, hingga membuat lelaki di sebelahnya memasang tampang cengo.

“Wah, kau pandai minum padahal itu minuman bersoda. Saat cukup umur nanti aku rasa kau pasti jadi peminum soju yang handal.”, Komentar Sehun yang kini meneguk sodanya sendiri.

Ya! Apa maksudmu?!”, bentak Irene tak terima, membuat Sehun yang menatapnya jadi tersedak sendiri.

“Bae Irene, apa yang..apa yang..Wajahmu..”, Sehun yang melihat wajah berantakan Irene langusng tertawa tanpa henti, bahkan kaleng soda yang tadinya dia pegang kini jatuh ke tanah. Baginya wajah belepotan Irene sekarang benar-benar lucu. Lihat saja eye liner yang sebagian luntur dan berantakan hingga membuat daerah di sekitar mata gadis itu berubah hitam. Belum lagi lipstick-nya yang belepotan sana-sini karena Irene tanpa sengaja menghapus air mata-nya di sekitar bibir, kemudian mascara-nya yang..ah sudahlah. Intinya make up Irene berantakan.

Melihat tawa Sehun, Irene bingung sendiri. Dia kemudian memegang pipinya karena merasa Sehun sedang menertawai wajahnya atau…”Astaga!”, batin gadis itu setengah sadar. Cepat-cepat Irene langsung mengobrak-abrik tas nya kemudian mengeluarkan sebuah kaca berukuran sebesar buku tulis.

Ottokhae, make up-ku berantakan.”, ucap Irene sambil buru-buru mengambil tisu basah khusus facial untuk mengelap wajahnya yang kini tercoret sana sini. Sehun masih saja tertawa sambil memegangi perutnya yang kini mulai sakit melihat tingkah Irene yang panik setengah mati.

“Nah, sekarang beres.”, gumam Irene sambil meletakkan lembar ke-4 tissue wajah yang dia pakai. Kini wajah gadis itu sudah bersih dan terbebas dari segala jenis make up, membuat wajah flawless tanpa cacatnya terekspos sempurna.

“Berhenti.”, kata Sehun reflek sambil memegangi tangan Irene yang hendak memoleskan sebuah lipstick berwarna babypink ke bibirnya. Irene otamatis membelalakkan matanya kemudian menatap lelaki itu tak suka.

Wae?”, Tanya Irene dengan nada tak ramah. “Siapa dia berani-berani-nya mengganggu acara make up ku?”, batin gadis itu dalam diam sambil memandangi tangan Sehun yang masih memegangi tangannya, membuat dia tidak bisa bergerak sama sekali.

“Kau itu buta atau apa Irene-ssi?”, lanjut Sehun tanpa melepas tangan gadis yang sedang memegang lipstick sementara tangan yang satunya lagi memegangi sebuah cermin.

Wae?”, Tanya Irene untuk kedua kalinya.

“Kau tau alasan gadis-gadis bermasalah karena memakai makeup ke sekolah yang sering aku ceramahi di kantor OSIS?”, lanjut lelaki itu masih memegangi tangan Irene. Gadis itu menggelengkan kepalanya perlahan, merasa aneh dengan sikap Sehun sekarang.

“Mereka bilang mereka takut wajah berpori dan kumpulan komedo mereka terekspos sehingga mereka kelihatan jelek.”, lanjut Sehun lagi yang ditanggapi wajah cengo dari si gadis.

“Lalu apa hubungannya denganku?”, Tanya Irene bingung. Dia merasa Sehun benar-benar bertele-tele sekarang.

“Kau tidak perlu memakai make up ke sekolah. Pori wajah dan komedo mu tidak kelihatan sama sekali, dan kau bahkan terlihat lebih cantik tanpa polesan apapun. Seperti sekarang.”, kata lelaki itu yang membuat Irene terdiam, apalagi tangan Sehun yang tadinya memegang tangannya kini beralih menyentuh pipi gadis itu, membuat semburat merah muncul di permukaan pipi gadis itu tanpa bisa dicegah.

“Ah, maaf. Aku tidak sengaja Irene-ssi.”,kata Sehun sambil menjauhkan tangannya saat sadar tangannya itu kini dengan lancang berada di pipi Irene. Si gadis hanya mengangguk kaku, kemudian buru-buru mengemasi peralatan make up-nya ke dalam tas entah kenapa.

“Tidak apa-apa.” lirih Irene pelan setelah selesai mengemasi isi tasnya. Sekarang situasi mereka tiba-tiba menjadi kaku. Sehun menggaruk-garuk tengkuknya sambil bersandar ke bangku taman, sementara Irene mengetuk-ngetukkan kakiknya ke tanah. “ Ottokhae, aku malu sekali.”, batin keduanya serempak untuk kedua kalinya dalam hari ini.

“Ah..lagipula kalau wajahmu polos begitu, kau jadi lebih mudah menangis tanpa takut make up-mu luntur.”, lanjut Sehun kemudian yang berakhir dengan Irene yang memukulinya dengan tas.

Ya! Apa maksudmu?! Kau menghinaku karena aku me..”, lanjut Irene kemudian tiba-tiba menghentikan kalimatnya saat sadar seorang lelaki berseragam SMP yang sangat dia kenal sedang bercanda ria dengan teman lelakinya yang lain di sebuah bangku taman tak jauh dari tempat Sehun dan Irene duduk sekarang.

“Ayo lari.”, perintah Irene kemudian sambil menarik tangan Sehun paksa. Mau tak mau lelaki bermarga Oh mengikuti langkah Irene yang berlari sambil menerka-nerka kenapa tiba-tiba gadis dibawah waras itu membawanya berlari.

Wae?”, Tanya Sehun sambil terus berlari di sebelah Irene dengan tangan mereka yang bertautan.

“Itu adikku, gawat kalau dia tau aku sedang bersama laki-laki di taman.”, lanjut Irene sambil ngos-ngosan.

“Memangnya kenapa? Toh aku laki-laki baik-baik, tampan, tinggi dan dari keluarga berada, ketua OSIS lagi, apanya yang salah?”, kata Sehun kini sedikit narsis meski semua perkataannya memang benar adanya. Lama-lama dia berpikir kalau gaya bicaranya barusan mirip seperti gaya Chanyeol si tiang listrik pecicilan.

“Masalahnya, aku sedang bolos les.”, lanjut Irene tanpa menggubris ke-narsis-an Sehun memuji dirinya sendiri barusan. Sehun membelalakkan matanya tak percaya, menggeleng pelan kemudian tertawa lepas.

“Bae Irene, kau benar-benar..”, teriak lelaki itu sambil terus berlari, membuat beberapa orang yang mereka lewati melirik aksi lari mereka sambil tertawa kecil. Masa bodoh dengan Sehun yang berteriak tak jelas, Irene tetap saja menarik Sehun berlari tanpa sadar kalau tangan mereka sudah bertautan cukup lama dan rasanya….menyenangkan.

^^

 

Wendy’s Side

“Park Chanyeol lepaskan aku! Memangnya kau mau membawaku kemana, eoh?”, celetukku untuk ke-12 kalinya sejak 10 menit lalu kami turun dari bus. Heol, ini katanya Pangeran Sekolah? Masa mengajak pergi gadis dengan bus. Miskin sekali. Padahal gayanya selangit dan rumah orangtuanya terbilang cukup besar, bahkan sangat besar. Bahkan ada gossip yang beredar di sekolah kalau dia anak seorang CEO. Dengan status seperti itu, apa dia tak punya motor atau mobil? Ayolah, setidaknya aku tidak kepanasan seperti sekarang, apalagi dia terus menyeretku seperti boneka hidup kemari. Huh.

“Sebentar lagi.”, jawabnya sama untuk ke-12 pertanyaanku. Tidak kreatif.

“Kemana sih Kunyuk? Aku ini kepanasan!”, rengekku lagi sambil mengumpatnya. Wah, kebiasaan mengumpatku kini tersalur ke seorang Park Chanyeol, padahal demi buku genetika atau kamus yang masih ada di tangan Chanyeol, aku tidak pernah mengumpat seseorang.

“Diamlah. Kau tidak ingin bukumu kembali?”, tanyanya dengan senyum miring khasnya yang kini menjadi benda yang paling ku benci. Sialan. Dia mengungkit buku kesayanganku itu lagi.Bagaimana bisa orang ini benar-benar tidak berperasaan? Sebagai ranking 2 umum di sekolah –yang masih menjadi pertanyaanku bagaimana bisa dia ada di ranking itu padahal kerjanya hanya narsis setiap saat– seharusnya lelaki setinggi pintu rumahku ini tau kalau di dalam buku itu ada tanda tangan Mr.Mendel, ahli genetika terkenal di dunia yang sekarang sedang menjadi professor di Universitas California. Harusnya dia sadar bagaimana usahaku berebut tanda tangan dengan kumpulan manusia saat dia launching buku penelitiannya itu! Belum lagi kamus super lengkapku yang limited edition, ah…aku bisa gila kalau begini ceritanya.

“Sudah sampai.”, katanya sambil berhenti di tempat dan hampir membuatku menabrak punggung lebarnya.

“Dimana ini? THE AGIT SM Entertainment?”, tanyaku polos. Baik, aku memang tau apa itu SM Entertainment dan sebagainya, tapi kenapa dia mengajakku kemari? Dia trainee di sini?

“Ayo nonton konser.”, lanjutnya kemudian sambil menggoyang-goyangkan dua lembar tiket di depan mataku. Apa katanya tadi? Konser? Konser siapa? Aku tidak tau banyak penyanyi Korea karena terlalu sibuk belajar di negara orang.

“Kau tau Yesung, salah satu member Super Junior? Suaranya sangat merdu dan dia cukup terkenal di Korea. Aku menghabiskan waktu sebulan mengincar tiket konsernya kalau kau mau tahu.”, Yesung katanya? Nugu-ya? Aku benar-benar tidak tau.Tapi terserahlah, yang penting sesuai janjinya, bukuku harus kembali setelah aku menemaninya menonton konser bodoh ini.

Okay, aku tarik kata-kata konser bodoh yang tadi kuucapkan. Dengan berat hati harus kuakui kalau suara orang yang katanya bernama Yesung itu benar-benar bagus. Suaranya tinggi dan bisa juga menangkap nada rendah dengan baik. Pengucapannya bagus dan instrument musiknya benar-benar pas dengan suara mellow-nya, ditambah lagi ekspresi penuh penghayatan saat dia bernyanyi di atas panggung. Tak heran lelaki di sebelahku ini suka melompat dan berteriak-teriak tak jelas. Sepertinya aku harus berterima kasih padanya kali ini untuk mengajakku ke konser ini secara cuma-cuma.

“ Nah, sekarang aku akan memanggil salah satu lucky fans untuk duet bersamaku di panggung.”, kata lelaki yang bernama Yesung itu setelah selesai menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Here I Am’. Bisa aku lihat semua orang kini melihat nomor tiketnya dengan perasaan was-was. Lucu sekali. Si giant ini juga nampaknya was-was sambil memegangi tiketnya dengan erat.

“Lihat tiketmu.”, perintahnya padaku dan aku hanya bisa menurutinya dengan malas.

“Baiklah, 192-00561”, teriak Yesung kemudian dari atas panggung setelah membacakan sebuah kertas kercil yang dia ambil secara acak dari sebuah akuarium transparan yang bersisi kumpulan kertas kecil. Aku bisa mendengar nada kecewa dari beberapa orang yang berada di sebelahku, termasuk Chanyeol. Ah, dia bukan lucky fans ternyata.

“Astaga, seharusnya kita bertukar tiket tadi!”, pekik Chanyeol sambil menunjuk tiket di tanganku. Penasaran, aku kemudian melihat nomor tiketnya.Benar saja, itu 192-00561 seperti yang tadi disebutkan Yesung dari panggung. Jadi aku lucky fans-nya? Bagaimana bisa? Aku bahkan datang kemari secara terpaksa dan cuma-cuma, apalagi aku tidak tau apa-apa tentang Yesung itu, bagaimana kalau ada interview-nya segala?

“Baiklah, 192-00561 tolong angkat tangan dan maju ke depan.”, peritah Yesung dari depan panggung. Astaga, apa yang harus kulakukan sekarang? Mempermalukan diri sendiri?

“Kenapa diam? Maju sana.”, perintah lelaki tiang disebelahku dengan lesu. Aku melirik tiketnya, hanya berbeda 1 angka, 561 sementara punyanya 562. Tapi hei, bukankah kedua tiket ini sebenarnya miliknya?

Ya Park Chanyeol, tidak bisakah kau saja yang ke depan? Aku tidak tau apa-apa tentang penyanyi itu.”, bisikku pelan pada Chanyeol yang sedari tadi menekuk wajahnya. Dan sedetik kemudian sebuah senyuman terpantri di bibir penuhnya, astaga, dia pasti mengharapkan aku mengatakan itu daritadi mengingat bagaimana semangatnya dia mengangkat tangan dan maju ke atas panggung. Lihat saja bagaimana percaya dirinya dia maju ke panggung, seperti bintang besar saja.

Ya! Kenapa malah kau? Kalau begini aku bisa-bisa dituduh melakukan nepotisme oleh fans-fans-ku.”, pekik Yesung itu sambil menempeleng kecil kepala Chanyeol. Hei, mereka saling mengenal?

Wae? Memangnya kenapa kalau sepupumu yang jadi lucky fans?”, lanjut Chanyeol tak terima karena kepalanya ditempeleng di depan ratusan bahkan mungkin ribuan manusia hingga menimbulkan gelak tawa dari beberapa orang. Astaga, ini konser sepupunya? Pantas saja dia memuji sepupunya habis-habisan tadi, ternyata…

“Nah, kalian jangan bilang kalau ini monopoli atau nepotisme, arasseo? Kebetulan sekali Karena malah adik sepupuku yang jadi lucky fans.”, lanjut Yesung kemudian dengan wajah was-was. Lucu sekali.

Hyung, confession.”, pinta Chanyeol kemudian.

Confession? Kau mau menembak seorang gadis di konserku?Ya!”, pekik Yesung kemudian sambil memukul kepala Chanyeol –meski dia harus sedikit melompat berhubung saudara sepupunya itu jauh lebih tinggi– hingga menimbulkan gelak tawa.

Hyung!”, rengek Chanyeol kemudian dengan aegyo. Astaga, dia percaya diri sekali ber-aegyo di depan ratusan manusia seperti sekarang.

“Baiklah, Confession. Kau rapper seperti biasa, arasseo?”, aku membelalakkan mataku. Chanyeol rapper? Benarkah? Setauku dia hanya tau bermain basket. Tak lama kemudian sebuah instrument dengan nada ceria pun mengalun, mereka menyanyikan Confession, dengan sempurna meski tanpa latihan sebelumnya. Tunggu, aku tidak salah lihat kan? Sepertinya Chanyeol menatapku dan aku yakin mataku belum bermasalah.

 

Aku ingat senyum yang tak terlupakan
Aku dipenuhi dengan memikirkanmu
Apa jenis mantra yang kau dilemparkan padaku?
Bunga hatiku mekar

(Hei) bisakah kau mendengar hatiku?
(Hanya dirimu) Kau bintang yang paling indah dalam hidupku
Dunia ini bersinar karenamu
Jika kita bersama-sama

Tak ada kata-kata, tak ada ekspresi yang bisa mengekspresikan hatiku
Tapi ini baik-baik saja
Cinta tak selalu mudah
Haruskah aku pergi ke padamu dengan bunga?
Aku ingin memegang tangan kosongmu
Dan mengakui cintaku kepadamu dengan keberanian

Aku tertawa tanpa alasan hari ini
Bermimpi tentangmu adalah bagian dari kehidupanku sehari-hari
Sms pertama kita
Aku membacanya lagi dan lagi

Kau seperti aroma yang baik
Perlahan-lahan, kita saling menyerupai
Hari ini, aku ingin berjalan sambil memegang tanganmu
Setiap hari kita menjadi lebih dekat terasa seperti mimpi

Bahkan saat aku hanya diam
Aku tiba-tiba memikirkanmu
Lalu aku mulai tertawa seperti orang bodoh
Aku suka senyummu saat kau melihatku
Kalau saja aku bisa melihat setiap hari

Tak ada kata-kata, tak ada ekspresi yang bisa mengekspresikan hatiku
Tapi ini baik-baik saja
Cinta tak selalu mudah
Haruskah aku pergi ke padamu dengan bunga?
Aku ingin memegang tangan kosongmu
Dan mengakui cintaku kepadamu dengan keberanian

Bahkan jika kita melewati takdir lain
Aku tak berpikir ku bisa melupakanmu

Tak ada kata-kata, tak ada ekspresi yang bisa mengekspresikan hatiku
Tapi ini baik-baik saja
Cinta tak selalu mudah
Haruskah aku pergi ke padamu dengan bunga?
Aku ingin memegang tangan kosongmu
Dan mengakui cintaku kepadamu dengan keberanian

 

Author’s side

“Hah..hah..hah.. ya, kita mau lari sampai kapan, eoh?” Sehun berucap dengan terengah-engah ketika dia dan Irene akhirnya berhenti di sebuah taman antah-berantah.

“Kita dimana, ngomong-ngomong?” Irene melihat kesana-kemari, ia merasa asing dengan tempat ini.

“Hei.. kau yang mengajakku berlari, kenapa kau malah bertanya padaku, eoh?” Sehun akhirnya memutuskan untuk duduk di atas rumput karena kakinya sudah tidak kuat menopang tubuhnya. Dia duduk dengan kedua tangannya sebagai penahan tubuhnya.

“Aku juga tidak tahu, kita sepertinya kesasar.” Irene mengikuti langkah Sehun, duduk.

“Kau, kenapa kau selalu membuatku susah, hah?” Sehun mendorong kepala Irene, tidak senang dengan perilaku Sehun barusan Irene membalas mendorong kepala Sehun.

“Rasakan itu.” Irene memeletkan lidahnya, kemana mereka yang akur tadi? Oh, mereka tidak pernah akur sebenarnya.

Sehun hanya menatap Irene kesal, sedangkan yang ditatap hanya menyengir.

“Eh, ini sudah jam berapa?” Irene menarik tangan Sehun, sehingga tubuh pria itu limbung dan jatuh. Irene hanya tertawa melihat hal itu, sedangkan Sehun melirih kesakitan dan segera menjatuhkan tatapan mautnya ke wajah Irene.

“Astaga, ini sudah jam enam sore.” Irene berucap, dia lekas berdiri.

“Kau mau kemana, eoh?” Sehun ikut berdiri, meski rasa lelahnya belum hilang seutuhnya.

“Pulang, kau mau bermalam disini?” Irene melangkah kemudian disusul oleh Sehun. Mereka berjalan dalam diam, masing-masing kepala mereka dengan dipenuhi pikiran masing-masing.

“Rene?” Irene segera menoleh, seketika dia menelan salivanya, “Kenapa Sehun semakin tampan di jam segini?

“A-ada a-apa?” Tanya Irene gagap, namun sepertinya Sehun tidak mau ambil pusing dengan kegagapan Irene barusan.

“Maaf, aku memelukmu tadi.” Irene hanya tercengang mendengar perkataan Sehun barusan.

“Tidak usah minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf.” Irene mempoutkan bibirnya.

“Baiklah kita berdua sama-sama minta maaf, selesai.” Sehun menoleh ke arah Irene. “Sial, kenapa Irene semakin cantik sekarang?” Batin Sehun mengumpat.

“Hei cantik, mau kemana?” Irene segera menoleh ke asal suara dan disana ada sekumpulan pria tengah menatapnya penuh nafsu.

“Se-Sehun, kau masih kuat lari?”

 

Chanyeol’s Side

Aku gila, aku gila karena gadis itu. Mungkin memang kami belum pernah SMS-an seperti lirik lagu ini, tapi sungguh, bahkan saat aku hanya diam maka tiba-tiba aku akan memikirkannya, kemudian mulai tertawa dan senyam-senyum sendiri seperti orang bodoh. Sepertinya aku harus segera membeli bunga lalu mengungkapkan perasaan gilaku ini sambil menggengam tangannya. Ah, bahkan wajahnya menjadi titik fokusku saat bernyanyi dari panggung sebesar ini. Senyumnya nampak paling gemilang diantara ratusan senyum yang lain, membuat jantungku berlomba-lomba berdetak. Ottokhae? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku bisa gila kalau begini caranya.

 

Flashback On

Aku duduk di sofa rumah Wendy penuh kemenangan. Akhirnya, aku bisa juga melihat wajah kesal Wendy yang nampak benar-benar ingin membunuhku itu. Lihatlah bagaimana caranya berjalan sambil membawa kotak P3K itu, astaga…aku benar-benar tertawa. Untung saja ada Nyonya Son disini, kalau tidak, sepertinya aku sudah berguling-guling di lantai.

“Wah, aku tidak tau kalau kalian berdua sekelas. Syukurlah, Wendy jadi punya teman disini.”, kata Nyonya Son sambil tertawa. Bahkan dia menawarkan segelas Coffe hangat padaku. Sementara Wendy? Lihat saja ekspresi nelangsanya saat mengoleskan obat merah di lututku.

“Aw..”, pekikku spontan kemudian saat Wendy dengan SENGAJA , iya..dia sengaja! Aku sudah puluhan kali terluka dan aku tidak pernah memekik seperti ini. Dia pasti sengaja menekan lukaku. Dasar!

“Pelan sedikit Wendy-ah,”, kataku dengan nada sok akrab yang ditanggapi setuju oleh eomma gadis itu. Oke, aku dapat Nyonya Son dipihakku sekarang, 1-0 nerd! Lihat saja bibirnya yang mengerucut itu, astaga. Dia marah atau melawak? Kenapa aku benar-benar ingin tertawa saat melihat ekspresinya?

“Baiklah, sudah selesai Chanyeol-SSI.”, katanya sambil menekankan kata Ssi setelah namaku, menandakan kalau kami sebenarnya tidak terlalu dekat. Enak saja dia mengerjai kakiku begitu, dia harus terima balasannya.

“Wae? Mau kemana kau? Bukankah kakimu juga terluka?”, kataku sambil menahan tangan Wendy yang lewat di depanku. Sedetik kemudian aku memaksa gadis itu duduk di sofa sementara aku kini berjongkok di depan-nya. Son Wendy, terima saja pembalasanku.

“Kau tidak perlu mengobatiku.”, katanya menolak seakan tau kakinya sebentar lagi akan semakin sakit saat melihat tanganku sudah memegang kapas dan alkohol.

“Eii, kau sudah baik-baik mengobatiku Wendy-AH, bukankah seharusnya aku balas mengobatimu? Bukankah begitu bibi?”, paksaku sambil meminta dukungan dari eomma-nya, dan tentu saja Nyonya Son mengangguk setuju. Binggo, sekarang aku bisa puas balas dendam pada putrinya.

“Ah…ah…au, YA! Sakit!”, pekik Wendy kemudian sementara aku hanya memasang wajah turut prihatin meski sebenarnya hatiku bersorak gembira di dalam. Kini Wendy sudah memegangi bahuku cukup keras. Sebegitu perih kah? Padahal kita belum masuk tahap inti Wendy-ah. “Makanya, siapa suruh kau berurusan dengan Park Chanyeol? Nikmati saja perihnya.Wekkk”, batinku sambil menjulurkan lidahku secepat kilat agar Nyonya Son tidak melihatnya.

“Sabar Wendy-ah, sebentar lagi selesai.”, lanjutku yang kini mengoleskan obat merah yang sukses membuatnya berteriak karena merasa perih. Rasakan itu, makanya..

“YA!”, pekikku kemudian karena tiba-tiba saja Wendy kini menjambak rambutku dengan keras. Heol, balas dendam dengan alih kesakitan? Dasar !

“Eommaya, perih sekali.”, lanjut gadis itu sambil terus menjambak rambutku. Astaga, tidakkah dia tau aku memakai sampo import yang mahal untuk mengurus rambut indahku ini? Tega sekali dia menariknya kesana-sini tanpa perasaan. Kalau saja ibunya tidak di sini, sudah kupastikan aku melemparnya jauh-jauh ke pluto.

Ting Tong.

Tiba-tiba suara bel mengintrupsi tingkah kami berdua. Aku heran. Kenapa Nyonya Son hanya tertawa tanpa berniat menghentikan putrinya? Aku tau salah mengatai orangtua, tapi sepertinya dia sebelas duabelas dengan putrinya yang gesrek ini.

“Ya! Kau sengaja menjambak rambut indahku, eoh?!”, introgasiku sambil menyingkirkan kedua tangan biadab Wendy dari atas kepalaku. Gadis itu hanya tersenyum evil penuh kemenangan. Omo, dia bukan nerd sama sekali, mana ada nerd yang segila Wendy, eoh? Orang benar-benar tertipu dengan wajah kutu bukunya di sekolah. Bahkan aku merasa tingkahnya barusan lebih gila dari Irene yang notabene kuanggap sebagai gadis tergila sebelum aku bertemu Wendy.Setidaknya Irene tidak pernah menjambak rambut laki-laki.

“Mati saja kau KUNYUK!”, lanjutnya yang kini berdiri kemudian menatapku tajam. Lihat saja bagaimana tangannya menunjuk mataku kemudian menunjuk matanya sendiri lalu membuat seperti garis memotong dilehernya. Ya! Dia menantangku? Berani sekali.

“Aku belum selesai bicara!”, kataku kemudian sambil menarik tangan Wendy yang mau pergi begitu saja. Oh My, siapa yang harus aku salahkan sekarang? Berat badan Wendy atau kakiku yang tidak kuat menahan bobot tubuh Wendy hingga kami…yah…jatuh dengan dia ada di atasku? Ini kedua kalinya dalam sehari dan yang pertama baru saja terjadi beberapa jam yang lalu. Bukankah itu gila?

“Lagi?”, kataku setengah menggodanya. Baik, hilangkan pikiran kotormu ingin mencium Wendy–yang ternyata sangat cantik jika dilihat dengan jarak dekat–sekarang juga Park Chanyeol, sebelum gadis itu menamparmu kemudian melaporkanmu ke kantor kelurahan karena berbuat cabul?

“Lepaskan aku!”, ronta Wendy kemudian karena aku berusaha menahan tangannya yang berada di kiri dan kanan bahuku. Aku mengerling nakal. Lepas katanya?

“Wae? Urusan kita belum selesai.”, kataku kemudian yang membuat Wendy semakin meronta minta dilepas. Aku tertawa perlahan. Lepas apanya? Tentu saja tenagaku jauh lebih kuat dari tenaga gadis mungil sepertinya.

“Kau..YA PARK CHANYEOL!”, pekiknya tak terima kemudian sambil berteriak tepat di telingaku. Baik, telingaku rasanya benar-benar mau pecah sekarang, tapi kenapa menggoda gadis ini benar-benar menyenangkan?

“Omo..astaga, aku seharusnya tidak melihat kalian begitu.” Kata seorang wanita histeris sambil melompat-lompat dan menutup matanya. Astaga, itu Nyonya Son. Cepat-cepat aku langsung melepaskan cengkraman tanganku dan secepat kilat juga Wendy berdiri dari atas tubuhku. Astaga, bagaimana ini? Jangan bilang Nyonya Son yang tadinya berpihak padaku sekarang akan menganggapku pria mesum. Apalagi posisi Wendy yang berteriak tepat ditelingaku tadi nampak seperti gadis itu…mencium leherku? Aish, jinjja!

“Bibi, jangan salah paham. Aku ini pria baik-baik. Serius. Bahkan aku belum pernah berciuman sebelumnya.”, kataku kemudian sambil memasang huruf ‘V’ di tangan kananku. Sementara Wendy kulihat masih memasang tampang syok. Astaga, jangan bilang dia mau berakting sekarang? Mati aku.

“Ei…, jangan begitu Chanyeol-ah. Gwenchana. Itu masa muda. Justru aku berterima kasih padamu karena kau sudah membuat putriku normal.”, katanya sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang membuatku membulatkan mata . Normal? Jadi selama ini Wendy itu…lesbi?

“Normal? Jadi selama ini kau…les…”

BRUGHH!

“YA!”, pekikku kemudian karena Wendy baru saja mendorongku hingga jatuh tersungkur dan memeluk lantai rumahnya. Gadis ini benar-benar kasar, aish.

“Son Wendy, apa yang kau lakukan pada calon masa depanmu huh? Bagaimana kalo ‘anu’-nya rusak, eoh? Begini-begini juga aku ingin menimang cucu. Oh Iya, bagaimana rasanya leher Chanyeol? Saat aku pertama mencicipi leher appa-mu dulu..”

“YA OMMA! HENTIKAN SEKARANG JUGA! AKU INI NORMAL DAN AKU TIDAK MELAKUKAN ITU DENGAN SI KUNYUK INI!”, seketika aku bisa mendengar suara Wendy berteriak dengan nada super tinggi ditambah wajah merah padam hingga membuat beberapa orang yang sedang membawa tumpukan kardus ke dalam rumah ini menghentikan langkahnya karena kaget. Gadis itu kemudian menghentak-hentakkan kaki-nya sambil menaiki tangga. Wah, dia marah besar.

“Aish, dia pasti malu karena ketahuan melakukan itu, tenang saja, amarahnya cepat reda. Aku sangat bersyukur ada kau Chanyeol-ah, dulu kupikir dia benar-benar tidak normal, di usia pubernya dia malah sibuk membaca buku, dia membuatku khawatir saja. Tapi setelah melihatnya melakukan itu denganmu, aku benar-benar bersyukur.”

“Anu bibi, tapi itu tidak seperti yang bibi pikirkan, kami hanya terpeleset dan kebetulan berakhir dengan posisi seperti itu.”, terangku kemudian yang sudah dalam keadaan berdiri. Ini lain dari presepsiku yang tadinya berpikir kalau aku dan Wendy akan segera digiring ke KUA, ibu Wendy ini benar-benar lain daripada yang lain. Nyonya Son sungguh ibu-ibu anti mainstream.

“Aish, kenapa remaja sekarang suka berbohong? Tak apa, jujur saja. Itu normal. Tapi lain kali jangan melakukannya di ruang tamu, eoh? Terlalu di depan umum. Oh iya, sepertinya ada gunanya juga Wendy tinggal di Amerika selama setahun.”, terang Nyonya Son kemudian dengan gembira. Aku heran, apa bahagianya menemukan putrinya dalam posisi mencurigakan dengan seorang laki-laki seumuran putrinya? Bukankah seharusnya dia setidaknya melemparku dengan sapu?

“Tubuhmu benar-bena atletis. Lihat saja badan tegap dan bahu kekar mu itu. Pasti ‘itu’ mu juga hebat kan? Aku ingin memiliki cucu segera setelah Wendy tamat.”, aku tidak salah lihat kan? Kenapa eomma-nya Wendy ini melihat area bawahku, eoh? Dia benar-benar ibunya Wendy? Kenapa seseorang seperti Nyonya Son bisa memiliki putri galak dan menyebalkan seperti Wendy, huh? Atau jangan-jangan Wendy dan Irene lahir di rumah sakit yang sama dan mereka berdua bayi yang tertukar? AISH! Kenapa harus aku membandingkannya dengan Irene?

^^

Aku mengangkat tumpukan kardus di tanganku dengan setengah hati. Bukan karena aku tidak mau menolong Nyonya Son dan pekerja pindahan mengangkat barang-barang Wendy yang baru tiba dari Amerika, tapi aku masih sedikit risih dengan Nyonya Son, dan tentunya tidak enak pada Wendy. Hei, sejak kejadian itu Nyonya Son yang sekarang ngotot dipanggil ‘eommonim’ olehku itu selalu memperhatikan setiap gerak-gerikku dan ngotot menganggapku sebagai calon menantunya. Bukan, dia bilang bukan calon menantu, tapi kalian tau apa kata ibu-nya Wendy itu? Calon pemberi cucu, yang benar saja!

Dengan langkah tergesa-gesa aku mengangkat kardus di tanganku––yang notabene kardus terakhir–agar bisa secepatnya meninggalkan rumah Wendy yang aneh ini. Aku jadi penasaran, bagaimana sifat Tuan Son sehingga memiliki putri tak berperasaan seperti Wendy dari istri yang…kalian tahulah. Oh iya, akhirnya setelah pembicaraan aneh dengan Nyonya Son akhirnya aku tahu kalau dia adalah dokter kandungan, pantas saja dari tadi dia hanya bicara tentang anak melulu. Sepertinya respon gilanya tadi disebabkan stress karena Wendy yang selalu menutup dirinya darinya, mungkin saja kan? Kalau tidak bagaimana bisa seorang ibu heboh karena melihat putrinya seperti itu,eoh?

“Akhirnya selesai.”, gumamku sambil meletakkan kardus terakhir ke dalam kamar bernuansa biru langit ini. Melihat tidak ada satupun foto yang terpajang dan banyaknya tumpukan buku di meja –bahkan kardus yang kuangkat tadi kuyakini berisi buku–aku rasa ini adalah kamar Wendy. Aku kemudian menggeser meja Wendy, kemudian membuka jendela dibelakangnya perlahan yang kemudian menampakkan pemandangan yang sangat membuatku tercengang. Ayolah, jendela kamarnya yang berisi balkon mini di depan ini tepat menghadap ke balkon kamarku. Luar biasa kan? Sepertinya aku bisa lebih mudah mengerjai Wendy dari sekarang. Tunggu, kalau ini kamar Wendy, lalu kemana gadis itu pergi tadi? Tempat ini kosong.

Aku sedikit berlari menuruni tangga. Mataku melirik kiri dan kanan, dimana Nyonya Son? Wendy hilang. Aku benar-benar sudah mencari di seluruh lantai 2 di rumah ini dan gadis itu tidak ada dimanapun. Dia kabur? Bagaimana caranya?

“Eugh.”, aku menajam pendengaranku. Itu suara Wendy kan? Tapi dima…Aish, dasar bocah kebo. Sia-sia aku mencarinya hingga pusing 7 keliling di lantai 2 kalau nyatanya Wendy malah asyik tidur di sofa sambil sesekali menggeliat seperti barusan. Oh ayolah, dia membuatku khawatir saja.

Entah ada angin apa, aku kemudian mendatangi sofa Wendy dan..Tuhan, cobaan apa ini? Baik, bersihkan matamu Park Chanyeol, bagaimana pun juga kau adalah laki-laki baik-baik, arasseo?Lihatlah bagaimana efek tidur Wendy yang membuatku harus meneguk salivaku kasar berulang kali dan menekan nafsu alamiku. Sialan. Dia sadar atau tidak kalau pahanya itu begitu mulus dan…sexy? Kenapa dia malah tidur di sofa dengan masih menggunakan seragam–yang notabene menggunakan rok–saat ada sekitar 6 pria dewasa yang keluar masuk mengantar barang ke dalam rumahnya ,eoh?

Selimut, selimut, tapi tidak ada selimut di sini. Kamar Wendy? Kelamaan. Ah, taplak meja ruang tamu ini cukup bagus. Dengan cepat aku kemudian menyingkirkan kotak P3K dan 3 gelas coffe dari atas meja kemudian mengambil taplak meja motif kotak-kotak kecil berwarna coklat yang berukuran cukup lebar itu lalu meyampirkannya ke tubuh bagian bawah Wendy. Nah, sekarang aman.

Dasar mata sialan.Tanpa sadar aku kemudian terpaku menatap wajah Wendy yang terlihat begitu damai saat tidur. Dia terlihat semakin cantik kalau aku boleh jujur. Mata yang biasanya melotot tajam kini tertutup dan menampakkan bulu matanya yang..

“Ya!”, aku membelalakkan mataku kemudian reflek mundur ke belakang hingga jatuh terduduk di lantai. Ya! Setidaknya biarkan aku menyelesaikan diksi-ku dulu, padahal aku ini baru saja memujimu, dasar bodoh.

“Apa yang kau lakukan?!”, Tanya Wendy kini dengan pandangan mata tak bersahabat. Aku meneguk ludahku kasar. Bagaimana bisa dia terlihat begitu menyeramkan setelah sedetik sebelumnya aku melihat wajah malaikatnya saat tidur?Apa aku baru saja membangunkan seekor singa betina yang lapar, eoh? Kenapa dia nampak seperti ingin menelanku hidup-hidup sekarang?

“Ani, aku hanya memakaikanmu taplak. Tadi kau kekurangan bahan.”, lanjutku kemudian lalu langsung berdiri dan mempercepat langkahku meninggalkan rumah Wendy. Bisa-bisa dia membunuhku setelah sadar maksud kekurangan bahan yang kumaksud barusan.

^^

Malam yang begitu indah kalau saja aku ingin menjelaskan malam ini. Bulan purnama yang bersinar terang ditambah milyaran bintang yang seakan berkedip-kedip nakal di langit nan hitam di atas sana, baiklah, perumpaan terakhirku agak sedikit aneh, tapi intinya malam ini begitu indah, dan sepertinya akan nampak semakin indah kalau aku mengerjai gadis yang sedang serius membaca buku di meja belajarnya itu.

Son Wendy, seperti dugaanku. Dia pasti akan duduk membaca buku setiap malam di meja belajarnya, dan itu kesalahan besar karena jendelanya menghadap langsung ke balkon kamarku. Aish, ini menyenangkan. Sedetik kemudian aku sudah membuka jendela kamarku sendiri kemudian berjalan ke arah balkon sambil membawa sekantong penuh batu kecil yang sudah ku kumpulkan dari halaman sore tadi. Aku tersenyum miring. Mati kau Son Wendy.

Tuk.

Satu batu sukses mengenai jendela Wendy, tapi gadis itu nampaknya masih fokus dengan bukunya. Baiklah, satu lagi.

Tuk.

Belum berefek juga? “Baiklah, serangan bertubi-tubi ala Park Chanyeol.”, kikikku dalam hati.

Tuk.

Tuk.

Tuk.

Baiklah, tiga batu sepertinya tidak mempan.Bagaimana kalau sepuluh?

Tuk.

Tuk.

BRAKKK!

Aku tersenyum masam, ya~ Ini baru lemparan kedua dan dia sudah membuka jendelanya kasar? Padahal persediaan batuku masih banyak.

“Ya Son Wen..”, baik, hentikan sapaan sekarang Yeol. Gadis itu balas menyerangmu dengan batu yang baru saja kau lempar padanya.Dia tidak mau kalah. Dasar. Mau tak mau aku harus mengelak ke kiri atau kanan, dan untungnya aku baru melempar 7 batu ke jendela gadis itu sehingga dia kehabisan stok batunya. Aku tersenyum menang, kemudian berdiri dan menggoyangkan sekantong penuh batuku di samping wajahku sambil menjulurkan lidah, mengejeknya.

“DASAR!”, pekiknya tak mau kalah dan…BRUGH! Sebuah buku setebal kamus besar bahasa Korea mendarat di wajah tampanku tanpa bisa ku elakkan. Wah, sepertinya aku harus merekrutnya menjadi salah satu anggota team basketku karena keahlian melemparnya itu.

“ASTAGA! BUKUKU.”, pekiknya kemudian saat sadar keteledorannya melempar buku ke wajah tampanku ini. Dasar. Aku kemudian memungut buku yang tadinya kukira kamus besar bahasa Korea itu, dan benar saja itu adalah kamus, masalahnya itu adalah kamus besar bahasa Ingris. Ckck, dia pasti melempar salah satu bukunya tanpa sengaja mengingat bagaimana menyesalnya gadis itu sekarang.Sedetik kemudian aku menyadari sebuah ide brilian, say thanks for the super thick book, kkkkk.

“Kau mau bukumu kembali, eoh?”, dan dengan secepat cahaya Wendy langsung menganggukkan kepalanya. Mc, gampang sekali mengamcam gadis ini.

“Baiklah, karena ada 2 bukumu ditanganku, maka kau harus menuruti permintaanku 2 kali dan saat kau menuruti satu, aku akan mengembalikan satu bukumu. Bagaimana? Deal?”, kataku menawarkan sambil menggoyangkan buku tebal yang baru saja mencium wajahku itu.

“Ya! Apa maksudmu? Aku tidak mau.”, tolaknya sambil berkacak pinggang di balkon nya yang hanya terpisah 7 meter dari balkon ku itu. Aku hanya menyeringai ringan.

“Setuju atau kau tidak akan pernah melihat 2 buku mu lagi, huh? Kau tau, hobby-ku selain memantul-mantulkan bola basket adalah merobek-robek kertas atau membakar cover buku.”, lanjutku sambil memasang senyum penuh kemenangan. Kkkkk, aku benar-benar bahagia sekarang.

“Arasseo. Tapi hanya 2, deal?”, tanyanya lagi sambil menunjukkan jari kelingkingnya. Aku tersenyum lagi.

“Baiklah, hanya 2.”, balasku sambil menunjukkan jari kelilingku. Aku tau ini gila, tapi yah… kalian tau kan kalau kami memang gila? Mungkin saja kelingking kami bisa saling bertautan dan mengikat janji suatu saat nanti kan?

“Besok temani aku ke suatu tempat. perjanjian pertama, arasseo?”, titahku kemudian yang kemudian hanya dibalas dengan anggukan enggan dari Wendy. Gadis itu menekuk wajahnya kesal, dan entah kenapa…itu terlihat lucu. Ah, aku tidak sabar menunggu besok. Son Wendy, bersiaplah.

Flashback Off

 

Aku menyelesaikan lagu ‘Confession’ bersama Yesung hyung dengan baik. Bisa kulihat ratusan manusia kini bertepuk tangan meriah saat kami berdua mengakhiri lagu kami.Baiklah ini saatnya.

Ekhmm, sebenarnya aku..Park Chanyeol ingin mengaku kalau aku..”

“Chanyeol oppa!”

“Ottokhae, itu benar-benar Park Chanyeol.”

“Chanyeol-ah, saranghae~”

Damn! Kenapa aku tidak memikirkan kemungkinan kalau bisa saja ada anak sekolahku atau bahkan fansku seperti sekarang yang juga menonton konser solo Yesung Hyung, eoh?

“Aku ingin mengaku kalau aku sangat menikmati konser ini terlepas dari fakta kalau aku adalah sepupu dari Yesung hyung. Lagu-lagu hyung benar-benar sangat bagus dan suaranya membuat hatiku meleleh saat mendengarnya. Untuk hyung, tetaplah semangat dan semoga karir solo maupun karir grupmu semakin baik. Sekian.” Aku kemudian membungkukkan badanku 90 derajat dan setelah itu Yesung hyung memelukku erat.

“Kau tidak jadi mengatakannya?”, bisiknya kemudian. Aku menggeleng pelan.

“Berantakan hyung. Sepertinya lain kali. Terimaksih, hyung.”, balasku yang kini direspon dengan tepukan ringan di punggungku. Hancur sudah. Sia-sia aku menghubung hyung jam 1 pagi dan memintanya melakukan nepotisme lucky fans dengan salah satu nomor tiketku. Sialan.

 

Author’s Side

Park Chanyeol menuruni panggung dengan langkah lesu. Rencana yang sudah dia siapkan dari kemarin malam benar-benar berantakan sekarang. Dia berjalan pelan menuju tempatnya dan Wendy tadi, “setidaknya gadis itu kelihatan senang.”, batin Chanyeol sambil terus mencari keberadaan Wendy diantara kerumunan manusia itu.

Chanyeol tersenyum masam ke arah seorang gadis berseragam SMA yang melambaikan tangan ke arah lelaki itu. Itu Wendy, tapi kini dengan senyum yang tersungging di bibirnya. Dengan langkah cepat Chanyeol kemudian berjalan ke arah gadis itu dan menghampirinya.

“Kau kelihatan keren tadi, meski tetap narsis.”, akui Wendy kemudian. Chanyeol tersenyum masang.“Andai kau tahu apa yang lebih keren yang seharusnya ku lakukan tadi.”, batin Chanyeol dalam diam.

“Aku memang selalu kelihatan keren.”, balas Chanyeol kemudian.

Mwo? Kau bilang apa tadi? Aku tidak dengar.”, balas Wendy mengingat kalau instrument yang cukup keras kembali terdengar di ruangan itu. Chanyeol menghela nafasnya, kemudian membungkukkan badannya ke arah Wendy hingga wajah mereka berdua kini sejajar dan saling bertatapan.

“Aku bilang aku memang selalu kelihatan keren.”, ulang Chanyeol sekali lagi.

Mwo? Aku tidak dengar.”, kata Wendy jujur karena sekarang dia memang tidak mendengar perkataan Chanyeol sama sekali karena orang-orang di sekitarnya yang mulai melompat-lompat dan berteriak-teriak tak jelas karena Yesung sudah mulai bernyanyi sebuah lagu –yang tidak gadis itu ketahui apa judulnya–yang mengundang penonton histeris dengan aksi panggung sang idola.

“Aku bilang aku memang selalu..”

BRUGHHH!

Chanyeol dan Wendy sama-sama membelalakkan matanya saat seseorang yang sepertinya terlalu asyik melompat dan berteriak sehingga tak sadar sudah mendorong punggung salah satu dari mereka berdua. Chanyeol maupun Wendy hanya terdiam kaku detik itu juga. Setengah sadar kalau sekarang bibir mereka saling menempel tanpa memperdulikan kerumunan orang yang asyik menikmati suara merdu Yesung yang kini melantunkan lirik-lirik romantis sambil diiringi instrument band yang menghentak-hentak.

Ka…ka..mi ber..berci..cium..an?

 

 

[TO BE CONTINUE]

 

Catatan enggak penting:

Hai semuanya! Hehehe.. maaf kalau baru dichapter empat authornya muncul. Kami yakin kalian bakal ngabisin waktu yang agak lama buat baca chapter ini karena chapter ini puanjang sekale😀 and disini sebenarnya hampir full of  Wenyeol scene, noh udah pada terpuaskan ‘kan nafsu Wenyeol Shippernya? Maaf kalau sejauh ini ceritanya gak jelas pake banget, because this story made by dua author yang gak punya pengalaman cinta sama sekali😀😀 kekekeke😀 dan ini pure comedy romance guys, so kalian gak perlu takut sampe make-upnya luntur cem Irene, wkwkwk. Dan sebenarnya ini udah mau end! Author yakin kalian pasti bosan adegan yang itu-itu aja, jadi ceritanya udah mau tamat. Thanks banget ya yang udah terus setia ngikutin ff ini.

Dan sebenarnya(2) catatan gak penting ini, semacam salam perpisahan dari Shaekiran guys. Soalnya Shaekiran bakal menghilang sementara karena real life-nya gak ngijinin. Say goodbye for Shaekiran, guys :” hiks.  /LAH KOK JADI NANGIS-NANGIS SIH?/

Okey author takut ini jadi acara tangis-menangis, jadi kami pamit deh😀 Jangan ada yang jadi siders ya, karena kami ingat yang udah komen ff ini dari awal.

56 thoughts on “Stuck On You! (Chapter 4) – Shaekiran & Shirayuki

  1. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 5) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 06) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  3. AHHahahha adegan ciuman nggak disengaja di konser kayak mirip di manga Ao Haru Ride ya? disitu Kou ama Futaba juga nggak sengaja hahahhahhahahha kaak de javu aja. Haduhh padahal aku maunya Chanyeol suka Wendy ama Sehun juga terus Irene suka ama Sehun jadi cinta segi empat *salahkan saya yang agak gila author* semoga bisa cepat diupdate~

    • Iya ini memang niru dikit dari ao haru ride, yg pas porseni kali ya, wkwk..bedanya gak ada yg cemburu sambil main gitar di atas panggung..😂😂
      Ini Cinta segi empat kok, cuman kami para author labil gak mau Cinta yg bertepuk sebelah tangan, jadinya Cinta dua arah cem ini.. 😂
      Next chap 5 nya udah kok, wkwkwk, udah baca blm nih?😉
      Thanks for reading, Cintakuh padaamuh..❤

      • udah baca lahhh, nggak lihat komen aku yaa? maklum saya punya banyak username wp hahahha ^_^ jadi kamu juga suka anime ao haru ride yaaa?? hahhahahhahha cara pakai emoticon gimana ya? sayangku pada Chanyeol aja maaf ya author~

      • Wkwk, udah baca ternyata, mungkin eki lupa, udah lama gak up soalnya..😂😂
        Duh, usernamenya apa aja nih? Wk wk. 😂
        Hmm, lumayan suka lah, banyak adegan bapernya, di kaca kah, perpus kah, atau yg di band itukah, baper semua awak /plakk/anime aja dibaperin..😂
        Cara pakek emot? Ya pakek aja, eki balasnya dari hp soalnya chingu.😂
        Astagah, kok sama suami saya sayangnya? /plakk/OPEN YOUR EYES EKI!!😂

  4. Naahhh sekarang tante irene udah tobat kan gapake makeup yg menor menor segala? Daan itu yg gangguin beneran orang mabok atau gimana? Terus mereka lari kemana? Sweet moment mereka kan pasti? Hahahahahah.
    dan itu emaknya wendy kenapa gesrek banget malah liatin punyanya mas ceye? Kacau lah -_- dan.me.re.ka.ber.ci.u.man??? Omooooooooo kutunggu kelanjutannya yaahhh author badhay kira dan shira huehehe. Semangaatttttt!
    -XOXO-

    • Iya, si irene udah tobat chingu, takut maksiat dianya /PLAKKK/😄
      Bukan orang mabok sih, cuman preman yg ngeganguin aja😄
      Lari-lari tanpa arah, yg penting samaan mulu hunrene-nya😄 :*
      Gesrek pan? Itu beneran emak wendy apa bukan yah? wkwkwk…./plakk/😄
      IYA, BER.CI.UM.AN. tanpa sengaja :* /PLAKK/😄

      Ditunggu yaw next chapnya, cinta kamih padamuh pokonya.😄❤

      Betewe itu kira maksudnya shaekiran kah? Agak kurang ngeh Eki-nya /PLAKK/😄

  5. nge-fly bacanya, gemes gemes sendiri apalagi adegan wenyeol..pas adegan liat konser Yesung jdi inget pas mereka foto bareng ..hahay.. #jiwashipperkumat
    semangat kak, keep writing And fighting :*

    • duh, gemes yak? wkwkw, itu konser seharusnya bukan konser yesung, cuman gegara author baper (*eakkk) liat foto wenyeol ama yesung fobar pas nonton konser sunbae mereka bareng-bareng, langusng noh jadinya konser yesung, wkwkwkwk…:D /PLAKKKK/😄
      Jiwa shipper eki juga kumat soalnya -,-
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya.🙂❤

  6. Salah satu kesimpulan yg saya tangkap yaitu ibu wendy yang paling gila disini bahkan dibandingin irene ama anaknya sendiri.

  7. Irene-Sehun makin sosweet ya? Wkwk😂 duh pas Sehun bilang Irene cantik gak pake make up semoga Irene tobat gak dandan kek tante² lagi😙 aku suka pake aned aned/? sama couple ini😘😍 part berikutnya banyakin moment Hunrene dong kaka author😁😁
    Duh itu emaknya Wendy rada gesrek ya/eh😂 wkwk aku baca partnya Wendy-Chanyeol banyak yg tak skip rada gak ngefell soalnya/maapkan aku😩😢 semangat ya kaka² author buat chapter selanjutnya😁💪

    • Sosweet lah yaw~😀
      Iya kami usahain yaa❤😀
      Iya emak Wendy emang gesrek😀 Hihi awas nanti nyesel 😀
      Thankyouu Wulan❤

    • Iya dung😀 Nempel ke kamu? Hihi jelasnyaa Terperangkap gitu deh😀
      Kapel-kapel unyu bin serem?😀😀 Haahaha.. bisa aja kamunya Lel😀
      Thankyouu Yaaa❤

  8. Kyaaaaa itu akhirnya mereka gak sengaja ciuman?
    Wah wah asikk makin seruu kak sumpah ini bikin gregetan dan aku juga suka moment sehun-irene yah wlaupun cuma dikit next chapter boleh ngga moment mereka berdua dibanyakin? Yayaya hehhe maaf kak maksa wkwk.. btw semangat trs yaa kak eki okeoke?^^

    • Iya gak sengaja, perlu reka ulang adegannya?😀
      Syukur banget kalo kamu suka nih, hihi😀 ntar ditambahin deh biar maknyus😀
      Itu bukan maksa kok, eh ini cuma eki yang disemangatin? Aku gak nih?😀

      thanksyaa❤

  9. Aduh Sehun-Irene kok jadi manis bener moment nya, yah walaupun cuma lari-lari kek di film2 india tapi serius lo, ini bikin senyam-senyum sendiri. Mamy nya wendy kok kgk sesuai sama Wendy yang bernotabene nya tertutup macam tutup panci(?) terus Papy nya wendy berarti kek panci dong?/seketika digampar/ Ini Chanyeol sejak kapan jadi cowo yang baver-an(?) 😂😂😂 ngakak sendiri denger dia make sampo import. di-import dari mna Yeol? 😆😆 SERIUS FF INI MAU END KAK??????????? KOK CEPET BENER????? KAN MASIH GEMES SAMA 2 KAPEL LANGKA INI !?!!?? 😭😭😭😭

    • ekhem .. awas dikira orang gila senyamsenyum sendirian😀 aduh kok aku ngakak baca komenan kamu yaah?😀 Film india apa ini? Maminya wendy itu antimainstream..😀 Chanyeol jadi cowo baveran semenjak kenal sama Wendy😀 IYA BENTAR LAGI MAU END😀 GAK APA-APA DONG :v 2 kapel langka, minjem nama darimana itu?
      Thanksyaa❤

  10. Duh, momen irene sehun manis sekali, aku suka ugh. Sehun megang pipi irene. Dugh jdi pengen dipegang jga. Kwkwk. Irene ikut les jga ya, kwkwk bkin ngakak. Itu sehun irene lari-lari gaje. Irene cantik sih makanya byk yg goda. Tinggal nunggu sehun aja nih yg goda irene. Eh. Kwkwk. Thor, bnykin lgi ya hunren nya. Chanyeol wendy lawak sekali, acara lempar batu. Kwkwk. Chanyeol yg bwa satu bungkus batu ucul juga. Wendy yg lgnsng ngelempar pake kamus tebal. Huh untung gk ancur muka chanyeol pas dilempar wendy, dan ternyata alasan wendy maun ikut chanyeol nntn konser gegara kasus lempar melempar nih? Kwkwkwk. Dan mama wendy ya ampun, ngomongin anu melulu. Kwkwk. Siapa pun itu yg udah nabrak wenchan dan bikin mereka gk sengaja ciuman terimakasih sekali. Kwkwk. Duh wendy chanyeol aja udh ciuman meskipun itu gk dsengaja, nunggu irene sehun nih ciuman. Ugh. Kwkwkwwk. Thor fighting ya ngetik ffnya,

    • Kamu ini HunRene shipper atau Wenyeol shipper nih? 😄😄
      Usahain deh, HunRene momennya makin banyak 😗
      Wenyeol greget and emaknya Wendy anti menstrem ya? 😂😂
      Nari tor-tor karena Wenyeol punya kiss scene 😄😄
      Tungguin aja HunRene kisss 😗 thankyou yaaa ❤❤

  11. Kakk makin seruu ceritanya ,,,,
    Banyakin moment sehun sama irene nya yaaaa
    Ditunggu kelanjutannnya yaaa ,,,, figthing

  12. Emang ada ya ibu yg kayak ibunya wendy,ibu ibu anti mainstrem? Ibunya aneh banget,kalau Emak gue tu si cowok pasti udah ditabok palanya dan gua langsung ke ceramahin sepanjang sungai amazon. Dan wendy ama chanyeol ber ci uman?😱 Ciuman? Akhirnya ada juga romantisan antara wendy ama chanyeol walaupun kagak sengaja. Tapi kok mau end sih kak? padahal ceritanya keren loh,sumpah✌ aku ini jarang bohong ceritanya keren banget. Aku harap sih endnya masih jauh lah kak,tapi kalau sebentar lagi ya nggak papa lah. Tapi bisa nggak ada ff lain yg castnya wenyeol atau hunrene😁 soal aku tu ngeship mereka banget kak. Ah,gua terlalu banyak berharap kak,tolong di maklumin aje kak soalnya gua nih jomblo yg sering berharap. pokoknya semangat terus buat kakak💪

    • Ada itu emaknya Wendy gitu tuh 😄 apalagi aku -,- tuh cowok pasti dimasukkin ke penjara 😄😄 terus diceramahi tak terkira 😄😄 syukur kalo kamu suka ffnya, ntar kalo bisa dipanjangin deh 😗😗 thankyou yaa ❤

    • Keajaiban sekali 😂 perlu masuk museum gak? 😄😄 Iya fokus chenwen 😂 kan kemarin Sehun Rene udah mesra-mesraan😗 thankyou yaa ❤

  13. Eonni anyeong^^..hihihi

    Ini cerita buat aku ktawa mulu..kkkk
    “Astaga, tidakkah dia tau aku memakai sampo import yang mahal untuk mengurus rambut indahku ini? Tega sekali dia menariknya kesana-sini tanpa perasaan.” Aduhh sampo import ya bang, wendy mana tau org loenya gx bilang bang..wkekeke

    Astaga..gila ibunya wendy bikin aku ngakakk..wkwk
    Eeiii ternyata lucky fans itu telah drencanain sma chanyeol toh..hihihi
    “Andai kau tahu apa yang lebih keren yang seharusnya ku lakukan tadi.” emg chanyeol mau ngelakuin apa tadi???
    Hahaha..ciuman tdak dsengaja..wkwkwk

    Eehh udah mau tamatt??
    Aduh iya nih kak, shaekiran mau pindah katanya😥 😥

    Next kakk dtunggu klanjutanya^^

    • Hihi sampo import ala Chanyeol 😂 kamu bisa ajah 😂 ibunya Wendy kan ibu-ibu antimainstream 😂😂😂 andai ibu sayah juga gituh 😄😄

      Ciuman gak sengaja? 😀😀 Idenya si Eki itu 😄😄 /ups/

      Iya Eki udah pindahan, aku lost contact sama dia 😢😢 syedih 😢

      Thankyou ya sudah mampir selalu ly 💕💕

      • Hahahaha..
        Aduhh gx d cerita gx d coment buat ktawa aja..
        Idenya si Eki?? Pantesan ya klo yg menyangkut tentang abang tiang pasti Eki..wkwkwk gegara itu tuh sie chanyeol sma tante” yuan itu/lahdibahaslagi..wkwkwk^^v

        aku juga sedih, pantesan line aku gx dbls” ya#curhatt 😢😢

        You’re welcome^^ 💞

      • Hihi harus ngakak terus dong ka 😄
        Iya aku juga lost contact sama dia, hiks 😢
        Loveyu deh kakak ❤😗

      • Wkwkwk..
        😢😢

        Lopeyuhh too❤
        Kyaaa Rp 9nya udah d up^^
        Aduh tpi kyanya bacanya habis duhur deh..kkk supaya lebih enak and anteng dkit gtu/bahasaapaantuh..hihihi^^v
        Coz ini jga cari" waktu yg pas gtu..wkwkwk

      • Hihi cari waktu yang tepat aja kak 😄 sekalian tempat yang adem-adem sambil ngemil gituh 😁 dijamin baca rpnya makin maknyuss ❤❤

  14. oke sekarang aku wenyeol shipper juga. jeongmal khamsahamida pd kakak² author ini karn tlh membuat saya jdi wenyeol shipper .
    ditunggu lanjutannya ya kakak² authornim. ^^

  15. aku ship wenyeol juga tp ttp hunrenee hehe karna ini banyak wenyeol jd kangen hunrene hmmm gapp deh gantian
    kok cepet bgt endingnya?kan bs bikin pcrn trs konflik gtu wkwkwk maaf kebanyakan ngayal hehe
    semangat ya thorr bikin ffnya ((:

    • Sama saya juga 😄😄 iya gantian gak apa-apa kan? 😄 😗

      Iya, udah mau ending nih 😄😄 hihi, maaf deh kalo nanti endnya digantung kayak jemuran 😄😅

      Thankyou ya ❤❤

  16. Seru kak wenyeol scene nya, pasti kakak kurangin scene renhun gegara kakak tau sehunnya lagi pergi sama aku (ngarang) padahal sehun bukan pergi sama aku tapi sehunnya lagi jualan bubble tea. Tapi, kak kenapa harus cepet end nya? Ada season 2 nya gak? Ada dong kak pliisss🙏, abis ceritanya seru terus bikin ngakak, kalo bisa jangan end ya kak 😖, tapi aku ngerti kok kakak punya real life, jadi tetep semangat ya kak bikin fanfic nya
    Fighting!!!

    • Serukeuh? Aku terhura deh😀 /nari hula-hula pake batok kelapa/ idih Sehunya lagi sama aku loo ~~ /ditendang kejurang/ Hihi season dua, hmm.. perlu dipikirkan juga itu😀 hihi😀 aduh, aku jadi gak enak gini yah😀 ~~ kalo gak end entar nasib mas Sehun, mas ceye, mbak Irene, sama mbak seunghwan cemana atuh?😀

      Sebenarnya ini juga lagi mentok sayang, aku sama shaekiran aja lagi gak bisa komunikasi :’) hiks. Tapi thankyou ya kamu udah baca terus ff ini😀❤ doain ada season duanyah, tapi aku gak bisa janji😀

      • Oke deh kak pasti di doain ada season dua nya, tapi ngomong² Sehunnya sekarang udh sama aku lagi nih *lempar dari atas monas* semangat ya kakak berdua bikin ff nya
        Fighting!!

      • Iya Amin ❤
        Ee-eh :v kok gitu? Ini Sehun lagi cuci piring sama aku 😄😄
        Thankyou buat semangatnya 😄😍

  17. Tetep semangat kak…. fighting… dan maaf aku ngak semapat komen di chapter kemaren cuz sinyalnya lagi mudik… aku tunggu lanjutannya

    • Hihi thankyou yaa😀 ya gak apa-apa, aku cuma mau ngingetin yang gak komen sama sekali, itu ‘kan nyesek😀 hiks :”)
      thankyouu❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s