[Forbidden Love-Scene] Another Miss. Choi Story

superthumb

a FanFiction 

by 

Heena Park

.

Park Chan YeolChoi Ha Neul

.

Ficlet–General–Romance-Sad-Hurt

.

Tidak ada perkembangan antara Ha Neul dan Chan Yeol sejak menikah. Chan Yeol sering pulang seenaknya sendiri, tidak perduli kalau sejatinya Ha Neul selalu menunggu setiap malam untuk makan bersama.

“Kau mau-kan pulang lebih awal?” harap Ha Neul. Ia mengamati Chan Yeol yang sedang sibuk menyisir rambutnya.

“Aku tidak janji.” Chan Yeol mengambil tas-nya dan berhenti sebentar di depan Ha Neul, “Kau tidak perlu menungguku. Setiap hari sudah kubilang-kan?”

“Tapi aku istrimu, Park,” Ha Neul berusaha membela diri. Ia tidak ingin Chan Yeol terus-terusan bersikap dingin padanya, “Aku juga mau makan malam dengan suamiku. Apa aku salah?”

“Tentu saja salah, kita tidak menikah karena cinta. Itu berarti aku tidak memiliki kewajiban untuk melakukannya.” Chan Yeol mendengus, “Lagipula sudah kukatakan dari awal kalau kau memang mau menerima perjodohan ini, maka kau harus siap menerima akibatnya.”

Mendengar perkataan Chan Yeol yang cukup menyesakkan, membuat Ha Neul kehabisan kata-kata. Kenapa Chan Yeol seolah tak pernah menginginkannya? Apa salah jika Ha Neul jatuh cinta pada pria itu?

“Park…” kali ini suaranya terdengar lebih pelan, ia tak memiliki kekuatan lebih untuk memanggil nama Chan Yeol.

“Ya?”

“Apa kau tak bisa melihatku sekali saja?”

Chan Yeol terkekeh, lebih terkesan menyepelekan, “Aku tidak buta, Choi Ha Neul. Aku selalu melihatmu, tapi aku tidak bisa menganggapmu.”

“Tapi kenapa?”

Bodoh, Ha Neul menanyakan sesuatu yang ia jelas tahu jawabannya.

Berniat mengakhiri pembicaraan menyebalkan ini, Chan Yeol segera mengambil kunci mobilnya, “Aku pergi dulu. Kau tidak perlu menungguku.”

 

 

Setiap wanita ingin dicintai oleh prianya, begitupula Ha Neul. Ketika orang-orang menganggapnya sebagai wanita perfeksionis, apakah ada satu mata yang melihat kesakitannya?

Bertahan dengan cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan, mencoba mengerti bahwa harapannya kemungkinan berakhir sia-sia, namun ia tetap tak mau mundur.

Ha Neul menatap miris foto pernikahannya dengan Chan Yeol. Ia sadar betul kalau saat itu hanya dia-lah yang merasa bahagia karena akhirnya bisa hidup bersama dengan sang pujaan hati.

Tapi Chan Yeol?

Pria itu bahkan tak sudi untuk melihatnya.

Apakah Ha Neul semenjijikkan itu? Apakah ia sangat tidak sepadan jika harus disandingkan dengan Chan Yeol?

Ia juga ingin melihat cinta tergambar dalam mata Chan Yeol ketika melihatnya, ia juga ingin dianggap sebagai istri yang sesungguhnya. Tidakkah Chan Yeol tahu itu? Ia bahkan rela menikah dengan Chan Yeol hanya karena perjodohan bodoh ini. Ia berani mengambil resiko kalau Chan Yeol akan terus menyakitinya.

Sama seperti hari-hari sebelumnya, Chan Yeol selalu berangkat pagi dan pulang larut malam. Tapi kali ini berbeda, pria itu berangkat saat jam masih menunjukkan pukul dua pagi.

Sejujurnya Ha Neul ingin mengikuti kemana Chan Yeol pergi, tapi ia tidak ingin mengambil resiko bahwa Chan Yeol akan semakin membencinya. Yang bisa ia lakukan hanya duduk di sofa, menunggu Chan Yeol untuk pulang.

Untungnya, pria itu pulang saat hari mulai pagi. Ha Neul sangat senang karena Chan Yeol hanya pergi selama beberapa jam, tapi otaknya kembali berpikir, apa yang sebenarnya dilakukan Chan Yeol tadi?

Pria itu masuk sambil berjinjit, tidak menyadari adanya Ha Neul di sofa.

“Menemui wanita itu, lagi?”

Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Ha Neul. Kali ini ia mengutuk dirinya sendiri, kenapa memulai peperangan sepagi ini sih?

Chan Yeol sempat terdiam sebentar sebelum akhirnya berkacak pinggang, “Apakah kau tidak bisa menghilangkan pikiran burukmu itu?”

Semakin memanas, Ha Neul mendengus, “Sekarang jelaskan kenapa kau tidak ada di Rumah Sakit? Jadi kau harus menolong pasien yang mana? Yang sudah menjadi istri orang itu-kan?”

Oh tidak, ia kelepasan.

Jujur saja Ha Neul sempat menelepon Rumah Sakit tempat Chan Yeol melakukan Praktek Kerja Lapangan.

“Choi Ha Neul!” kali ini Chan Yeol terlihat sangat marah. “Apa maksudmu? Berhentilah berkata yang tidak-tidak!”

Ego mereka berdua sama-sama tinggi, tidak ada yang mau mengalah.

“Berkata yang tidak-tidak?” Ha Neul berjalan mendekati Chan Yeol dan menunjuk tepat di dada pria itu berkali-kali, “Lihat dirimu sendiri? Kau menyuruhku berhenti berpikiran buruk tapi kau masih saja berusaha mendapatkan wanita itu!”

Ia sudah kelepasan kontrol, air matanya hampir menetes karena Chan Yeol tidak membalasnya. Itu berarti benarkan? Pria itu memang menemui Hee Ra.

“Park Chan Yeol, kau benar-benar membuatku frustasi,” Ha Neul mengacak-acak rambutnya dan terduduk di lantai. “Kalau kau masih mencintainya kenapa kau malah menikahiku?! Kau pikir enak menjadi istri yang tidak diinginkan?”

Ha Neul tak bisa menahannya lagi, ia menangis dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Hatinya hancur seketika, ia merasa sangat rendah karena bertahan dengan pria yang tak menginginkannya sama sekali.

“Ya! Aku memang masih mencintai Hee Ra, lalu kenapa? Kau sendiri tahu kalau kita menikah hanya karena keluargaku bukan? Kenapa sekarang kau malah protes seperti ini? Bukankah mendapat status sebagai istriku sudah cukup?”

Chan Yeol sialan! Kenapa pria itu malah mengakuinya?

Ha Neul terisak, tubuhnya tetap terduduk di lantai. Ia tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk sekedar berdiri, “Kau pikir aku wanita seperti apa? Apakah ada wanita di dunia yang bahagia jika berada di posisiku?”

Chan Yeol menggeleng, ia berjongkok dan meraih dagu Ha Neul, membuat gadis itu sedikit mendongak dan mau menatap kedua matanya, “Dan kau pikir, apakah ada pria di dunia yang bahagia jika berada di posisiku?”

Ha Neul terdiam, ia tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu dari Chan Yeol. Ya, mereka berdua sama-sama berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Mereka berdua sama-sama tersiksa.

“Hentikan semua ini, aku sedang tidak dalam mood untuk bertengkar.” Chan Yeol akhirnya melepaskan tangannya dari dagu Ha Neul dan pergi ke kamar. Ia butuh tempat untuk menyendiri.

Sementara Chan Yeol meninggalkannya, Ha Neul masih terdiam dan mengamati punggung pria yang sangat dicintainya itu mulai menghilang.

“Tapi aku mencintaimu…aku sangat mencintaimu meski kau tidak menginginkanku,” Ha Neul kembali menutup mukanya dengan kedua telapak tangan, menangis sejadi-jadinya tanpa memperdulikan Chan Yeol.

 

-FIN-

 

Note : Well, FF ini dibuat agar kita nggak selalu nyalahin Ha Neul karena sesungguhnya ada cerita dibalik semuanya. Berada dalam posisi Ha Neul itu nggak mudah (?) udah diabaiin Chan Yeol, dibenci pembaca pula. Kan sakit huhu T_T

18 tanggapan untuk “[Forbidden Love-Scene] Another Miss. Choi Story”

  1. aku ga benci haneul sih. tapi aku jg ga prihatin sama dia wkwk
    sebenernya apa yg di bilang chanyeol ya ada benernya. dari awal kan haneul tau chanyeol sukanya sama heera. dan dia nerima pernikahan itu atas dasar paksaan dari ibunya aja. jadi di saat dia mutusin untuk nerima perjodohan itu harusnya haneul udah siap akan apa resiko yg bakal dia terima nanti. klo aja dia ga mentingin egonya waktu itu, bisa aja sebenernya dia nolak untuk ga nerima perjodohan mereka. coba deh lebih pilih mana? bisa milikin orang yg kita cintai tapi cuma raganya aja, sedangkan hatinya bukan sama kita. di banding lebih milih ngelepasin dan kita cb move on untuk cari kebahagiaan lain walaupun pasti ga mudah untuk ngelakuinnya. tp senggaknya kita ga nyakitin diri sendiri dengan maksain keadaan. pendapat pribadi sih hehee
    dan di tunggu chapter forbidden love lainnya dgn cerita heera-jongin 🙂

  2. Wah ternyata banyak cerita yaaa..
    Aku sihh gak pernah nyalahin ha neul karena emang bnyk yg gak ngerti sama peran ha neul, semoga kedepannya chanyeol bisa terima ha neul seenggaknya liat kl dia ada
    Keep writing

  3. pasti sakit banget jd haneul kasian dia…
    buka mata mu dong chan ada istri yg menyayangimu…
    bukan malah ngejar istri orang…..
    next chapter semangat 😀

  4. Aku gak benci Ha Neul thor justru aku kasian sa dia, Chanyeolnya aja yang kurang ajar. Aku benci Chanyeo.
    Bukankah dulu dia yang melepaskan Hee Ra demi perjodohan dengan Ha Neul walaupun kehendak keluarganya. Tapi kenapa sekarang harus mengusik kehidupan Hee ra lagi disaat Hee Ra sudah mencintai Jong In. Aku makin gak rela kalo Hee Ra amnesia thor, pasti itu nyakitin Jong In banget 😥

  5. Huhuhu 😥 aq gak ngikutin cerita ini siih.. Tapi baca ff ini ikut ngerasain nyeseknya haneul.. 😥 kasiaan..
    Kasian jga ama chanyeol.. Pasti tersiksa banget hidup kayak gtuu..

  6. haha iya bener… kasian juga sebenernya
    Tapi mau gimana lagi huehehe
    hmmm sebenernya aku pribadi suka nya Hee Ra sama Jong In bukan sama Chanyeol wkwkwkwkwkwk jadi gapapa kalo Chanyeol nilah sama Haneul 😀

  7. Begitulah akibat pernikahan yg dipaksakan…pasti keduanya trsakiti…
    Tp salut krna haneul masih memperjuangkan cintanya…

  8. Dampak dari pernikahan yang di jodohkan memang seperti itu!! Dua” nya merasa tersakiti oleh yang lainnya. Semangat Ha neul!!

  9. Aku ga nyalahin ha neul ko..pas post chap 18 klo ga slh yg ada haneul nangis aku da mulai kasian ama dia dan malah mengutuk channie *ehhhh

    Sabar yaaa apa lg heera amnesia..kudu banyak ngelus dada😂😂😂
    Haneul fighting!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s