SILHOUETTE | 8

Cover2

SILHOUETTE

Starring by :

Oh Sehun |  Kang Mirin | Xi Luhan | Song Yerin

T

Sad  | Romance | Lil hurt

Chapter

[WARNING] :

Banyak kata-kata kasar disini. Yang ga suka atau risih sama bahasa yang begitu boleh diskip aja. Dan maaf karena part kemaren banyak typo ketuker nama yerin dan Mirin hhahahaa/ ketawa tanpa dosa. OKAY lanjut ~~~~~

Happy reading ^^*

 

 

*****

Previous Part : PROLOG |1 | 2 | 3 | 4| 5 | 6| 7

******

 

 

 

 

Mirin Pov

 

Izinkan aku menjelaskan keadaanku.

Tanganku masih bergetar. Bagaimana ini? aku sudah menautkan keduanya yang sekarang melingkar di pinggang Luhan. Tapi benda itu masih saja bergetar. Belum lagi gigiku yang bergemeletuk meski sudah aku katupkan dengan rapat beriringan dengan rambut halus disekitar tangan yang berdiri. Bukan karena udara, aku yakin. Udara tidak dingin meski sekarang hampir masuk ke musim gugur dan angin itu sedang meniup-niupku sekarang.

Lalu, air mata. What the fucking hell happen to me? Aku sudah janji pada Luhan tidak akan menangis lagi. Aku sudah janji ‘kan? Aku kuat ‘kan? Aku memandang punggung Luhan lalu merangkak naik ke rambutnya didekat leher. Punggung yang tadi melindungiku dari serangan mendadak yang bertubi-tubi. Meski hanya telur dan terigu, kalau jumlahnya sebanyak itu dan dilempar sekuat itu, pasti rasanya sakit. Ujung-ujung rambut itu lembab. Sisa-sisa kejadian tadi. Jantung, kumohon siapapun hentikan detak jantung yang aneh ini. Kenapa berdebar tidak karuan? Jika kalian berpikir aku sedang jatuh cinta, maka kalian salah besar. Mana ada jatuh cinta yang membuat tangan bergetar? Gigi bergemeletuk?

Tapi kurasa aku tahu akar masalahnya. Aku tahu apa yang menyebabkan jantung melompat-lompat hingga dadaku sakit.

 

Aku takut.

 

 

***

 

 

Flashback                    |                     Author Pov

 

“OH SEHUN BRENGSEK!! KELUAR KAU SEKARANG JUGA!!!”

 

…entah bagaimana takdir menjelaskannya. Suara Luhan yang menggema ke seantero sekolah itu, berhasil memanggil Sehun karena sekarang, laki-laki itu sudah berdiri di ujung koridor utama tempat Mirin keluar tadi. Dengan wajah panik dan nafas terputus-putus.

 

“Mi-Mirin,”.

Di antara langkah kakinya yang dipercepat mendekati Mirin, Sehun terus mengucapkan kata-kata penyesalan disertai makian untuk dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa melepaskan pengawasannya dari Yerin setelah apa yang dia katakan perempuan itu tadi pagi? Bagaimana bisa emosi saat dia melihat Mirin dan Luhan tadi pagi membawanya untuk melakukan hal tidak penting seperti memukul-mukul samsak di gudang belakang dan mengesampingkan keamanan Mirin?

Dan sekarang. Melihat Mirin yang bergetar ketakutan dengan tatapan kosong seakan menjadi magnet tersendiri yang membuatnya ingin mengambil Mirin. Memindahkan Mirin dari pelukan laki-laki itu ke pelukannya sendiri. Menenangkan Mirin dengan caranya sendiri.

“Brengsek!!!”

Rasa sakit menjalar dari rahangnya. Kepalanya berputar-putar mengacaukan keseimbangannya hingga dia terduduk. Sehun mendongak, lalu dipaksa berdiri oleh cengkraman di kerah seragamnya yang terasa mencekik.

“Apa yang kau lakukan, HAH?” Luhan berteriak didepan wajahnya Sehun mendengus, ini bukan saat yang tepat untuk bertengkar. Keadaan Mirin yang mengenaskan, seharusnya menjadi perhatian mereka sekarang.

“Minggir, aku hanya ingin melihat Mirin,” Sehun melepas paksa tangan Luhan di kerahnya. Persetan dengan kancing seragamnya yang terlepas. Dan manusia mengamuk ini didepannya.

“Mirin kau tidak apa-apa?” Lagi, tangan itu menghalanginya. Tepatnya, sebelah tangan itu menahan dada Sehun lalu mendorongnya kasar hingga Sehun berdiri ditempat awalnya,

“Apa masalahmu?” Sehun mencoba mengontrol emosinya untuk yang kesekian kalinya. Dia berjalan mendekati Luhan dengan dagu terangkat tanda menantang.

“Kau tanya apa masalahku? KAU YANG MASALAH DISINI, BAJINGAN!!!”

Bugh

Kepala sehun berputar lagi karena hadiah kedua Luhan di pelipis kirinya. Dan kali ini dia tidak mau diam. Dia juga ingin memberi hadiah pada wajah tampan Luhan. Dan,

Bugh

Luhan terjatuh karena telak Sehun di perutnya, disusul Sehun yang sekarang duduk diatas tubuhnya. Mengunci pergerakkannya.

“Jangan ikut campur, orang asing!” untuk yang kedua kalinya. Setelah melepaskan nada dingin mengancam itu Sehun kembali menghadiahi pukulannya di pelipis kiri Luhan.

Bugh

“Kau tidak tahu apapun,” satu pukulan lainnya mendarat di wajah Luhan. Iya, anak ini tidak tahu apapun. Mungkin dia pikir syok yang dialami Mirin adalah salahnya. Dia salah. Dia datang kesini juga karena ingin menyelamatkan Mirin. Dia tidak tahu siapa musuh sebenarnya disini.

Sehun yang telalu lama berpikir, memberi kesempatan pada Luhan untuk membalikkan situasi hingga sekarang, Sehun lah yang terkunci gerakannya di bawah cengkraman Luhan. Mata itu semakin gelap. Menampakkan nafsu ingin memusnahkan apapun dibawah cengkramannya itu. Dan kali ini yang ada di bawah cengkramannya adalah Sehun.

“Aku tahu! Kau orang itu! Kau si brengsek yang menyianyiakan air mata Mirin! Pikirkan dengan otak pintarmu itu segala kemungkinan dibalik kejadian ini! Kau pikir kau tidak punya peranan apapun?! BULLSHIT!!!”

Sehun terbanting. Punggungnya menghantam aspal dengan keras. Seharusnya memang sakit. Tapi yang keluar dari mulut Luhan ternyata lebih menyakitkan.

Dia adalah penyebab air mata Mirin. Ini fakta lainnya yang menunjukkan kalau dia memang brengsek dan tidak berguna.

Bugh

Satu pukulan lain dari Luhan yang menyadarkannya. Kalau dia tidak mengiyakan keputusan Mirin hari itu, tentang mengakhiri hubungan.

Bugh

Kalau saja dia tidak main api dibelakang Mirin.

Bugh

Kalau saja dia tidak mengusik Yerin

Bugh

Luhan benar. Dia hamanya disini.

 

Luhan memukulinya lagi. tidak seperti sebelumnya yang ada jeda. “Aku ingin…memperbaikinya,” Luhan tersenyum miring. Tidak peduli dengan Sehun dibawahnya yang nyaris pingsan. Sebelum perasaan ingin menghabisinya hilang dia tidak akan berhenti memukuli Sehun..

Dan Sehun menerimanya. Saat diliriknya Mirin dari balik punggung Luhan memandangi mereka. Antara takut dan bingung. Saat itu juga Sehun merasa dia pantas mendapatkannya.

“Hei Luhan cukup!” Yixing berteriak hingga tenggorokannya sakit. Dia panik melihat apa yang terpampang didepannya.

“YAKKK!!! SONG YERIN KELUAR KAU DASAR JALANG!!!”

“He—heiii, Ji Ae!” dan sekarang dia semakin terkejut melihat Ji Ae yang melompat turun dari motornya. Melepas dan membanting helmnya. Menerjang seorang gadis yang awalnya berdiri santai menonton ‘acara gulat’ Sehun dan Luhan dipinggir arena.

Dia dilemma. Antara ingin memisahkan Luhan dan Sehun yang beradu bogem. Atau sepupunya dan seorang gadis yang sepertinya biang kerok disini yang saling tarik menarik rambut. Tapi saat melihat Mirin yang berdiri seperti patung, akhirnya dia tahu apa yang harus dia lakukan.

“Mirin ayo,” hening dengan backsound erangan, pukulan, dan teriakkan khas wanita. Yixing mulai panik. Ini penyakitnya. Kalau sudah panik, tidak bisa berpikir jernih. Apalagi melihat Luhan yang makin beringas. Tanpa basa-basi, dia menggendong Mirin ala karung beras. Lalu menurunkannya didekat motor Luhan yang tergeletak mengenaskan.

“Kau tunggu sini. Jangan kemana-mana. Aku pisahkan mereka dulu,” ucapnya sekali hentakan nafas. Memindahkan helm dikepala ke kekepala Mirin, lalu menutup kacanya seakan dengan begitu Mirin tidak bisa melihat pemandangan didepannya.

“Ini salahku,” Yixing terhenyak. Suara Mirin terdengar menyedihkan. Membuatnya tidak tega untuk meninggalkan gadis ini sendirian. Tapi suara ribut dibelakanya, tidak bisa dibiarkan.

“Semua akan baik-baik saja,” dan Yixing segera menghaampri medan perang Sehun dan Luhan. Berlari secepat yang dia bisa.

Dengan sekali tarikan juga Luhan berhasil ditarik menjauh dari Sehun.

“Berhenti, bodoh! Ini urusanku sekarang! Kau urus Mirin!” seperti tersiram air, Luhan segera sadar. Memutar kepalanya mencari Mirin. Lalu membuang nafas lega begitu dilihatnya Mirin sudah berdiri didekat motornya dengan helm dikepalanya.

“Kalau kau ingin memperbaiki semuanya. Jahuhi Mirin,” ucapan dingin Luhan disusul dengan lemparan jaket penuh telurnya yang mengenai wajah sekarat Sehun. Yixing diam. Dia tahu kata-kata itu bukan untuknya tapi ternyata sanggup membuatnya tertegun dan hanya memandang Luhan yang entah sejak kapan duduk dimotor dengan Mirin di kursi belakang.

“Uhukk…” Panic attack yang kedua untuk Yixing. Di sampingnya kini Sehun yang ia kira pingsan, baru saja memuntahkan darah. Dan lihat, bagaimana hancurnya muka anak ini.

“H..hei… KALIAN YANG DISANA!! BANTU AKU BODOH INI BUKAN FILM ACCTION!” teriak Yixing pada semak-semak dan tembok di sekitar mereka. Dan keluarlah orang-orang berwajah gugup yang berjalan ragu-ragu. Mengenakan seragam yang sama dengan yang biasa digunakan Ji Ae dan Mirin –para pelempar telur. Seperti bebek, mereka menghampiri Yixing dan Sehun. Awalnya mereka berdiri menunduk memainkan jari. Tapi begitu mendapat pelototan Yixng, mereka langsung sibuk menggotong Sehun dan menelpon ambulance.

Yixing anggap mereka mengurus Sehun. Dia masih ada satu pertarungan lagi untuk diurus.

“Ji Ae –ya, stop!!! KAU PUNYA DARAH TINGGI!!!!”

 

Flashback End

 

***

 

Mirin POV

 

Jika kau tanya padaku. Hal apa yang paling menakutkan di dunia ini,

 

Hantu ? Bencana alam? Monster? Alien? Darah?

 

Jawabannya adalah perasaanku sendiri. Aku takut dengan yang aku rasakan setelah apa yang aku lihat. Emosi. Ledakkan. Lalu darah. Kumpulan emosi yang asing dan menyeramkan, melebihi alien. Ledakan besar tidak terduga seperti bencana alam. Orang-orang yang mengamuk dan berteriak seperti monster. Dan darah, yang menetes dari orang-orang yang aku sayang.

Aku melihatnya tadi. Semua terjadi disaat roh seakan keluar dari tubuhku dan aku jadi orang tolol yang berdiri diam tanpa otak dan nyawa. Terdiam karena takut dengan perasaanku yang campur aduk antara marah, kesal, sedih dan terharu.

Marah, karena ini semua konyol. Kejadian ini konyol, terlalu seperti drama di Tv yang biasa aku dan Ji Ae tonton.

Kesal, karena disaat Luhan dan Sehun saling melempar pukulan. Lalu Ji Ae dan Yerin yang saling adu mulut dan menarik rambut. Lalu Yixing yang menarikku, mencoba mengamankanku. Membawaku menjauh sementara dia mengamankan situasi. Aku cuma bisa diam. Membatu. Seperti patung batu. Tidak bisa bergerak apalagi menolong.

Sedih, siapa yang tidak sedih? Aku melihat Luhan berdarah. Aku melihat Sehun berjuang dengan sisa tenaganya –dia sekarat. Aku melihat Ji Ae meneteskan air mata saat rambutnya ditarik. Aku melihat Yerin yang melawan dengan tatapan menggelap. Aku melihat Yixing yang frustasi tapi mencoba kuat.

Terharu, mereka semua melawan untukku –kecuali Yerin- dia melawan karena aku. Katakanlah aku jahat tapi, belum pernah aku merasa sepenting ini.

Terlalu lama aku terlarut dalam rasa takut. Hingga tidak terasa motor Luhan berhenti disuatu tempat. Bagaimana prosesnya aku sudah turun dari motor, dengan helm yang sudah ditangan Luhan sekarang. Beberapa saat kemudian, aku bersandar pada motor Luhan dengan air mineral ditanganku. Aku tidak tahu. Aku masih jadi orang tolol tanpa nyawa –jika kau ingin tahu. Mungkin Luhan yang memberikan minum ini.

“Uhukk…”

Luhan terbatuk disebelahku. Aku panik. Hey, siapa yang tidak panik begitu melihat orang batuk di sebelahmu, mengeluarkan darah dari mulutnya. Disaat wajahnya yang nyaris hancur dengan darah disana-sini juga belum kering. Aku memegang tangannya. Menariknya untuk duduk di depan toko yang kebetulan tutup sambil berusaha menyembunyikan air mata.

 

Sial. Sial. Sial.

 

Luhan tersenyum melihatku yang panik mencari sapu tangan untuk membersihkan lukanya –yang sialnya tidak kutemukan dimanapun. Senyum yang menyedihkan karena darah, dan bengkak keunguan di sudut bibir dan ujung mata kanannya. Senyumnya tidak maksimal. Aku tahu dia mencoba tersenyum hangat menenangkan seperti biasanya tapi gagal. Boro-boro tenang. Begitu melihatnya pertahanan yang kubuat hancur. Janji yang kubuat dengannya dulu untuk tidak menangis, juga aku langgar. Semuanya karena senyum itu.

“Hei, kenapa menangis?” tolong siapapun pukul kepalanya. Dia bodoh atau apa? Kenapa masih bertanya saat jawaban dari pertanyaan bodoh tidak bermutunya itu adalah dirinya sendiri?

“Mirin. Lihat sini,” tidak mau. Aku mau melihat trotoar ini saja. Bentuknya kotak-kotak serupa semua dari ujung sana, sampai ketempat kita duduk sekarang. Menyibukkan isi kepala tentang berbagai kemungkinan cara membuat kotak-kotak ini seragam. Kalau melihat mukanya, yang ada aku menangis semakin keras. Lalu tanpa permisi kejadian tadi teringat kembali.

Sebuah tangan menarik daguku. Mengarahkan wajahku pada wajah tak berbentuk Luhan, “Aku tidak menyelamatkanmu untuk melihat air matamu, nona,”

Nah, kan? Apa kubilang? Bahkan tanpa kedipan air mataku mengalir seperti air terjun. Semakin banyak, mengalir sampai pipi dan leher ku pun ikut basah. Dengan gerakan cepat, aku memutar kepalaku. Kembali menatap aspal kotak-kotak yang aku injak.

“Wajahku jadi jelek, ya? Tidak tampan seperti kemarin-kemarin?”

Sreekkk

Kuanggap bunyi robekkan cardiganku sebagai jawaban candaaan tidak pentingnya. Aku memilih diam sambil membasahi robekan itu dengan air mineral dari Luhan tadi. Berniat membersihkan darah kering di sekitar wajahnya. Sebagai perlakuan kecil ungkapan terimakasih.

“Lah…itu –“

Tangan dingin Luhan menggenggam tanganku yang masih membasahi kain dengan air. Tidak rela cardigan putih ini aku robek. Aku menatap matanya yang sebelah lebih sipit. Mengatakan lewat mata aku-ingin-membersihkan-lukamu. Kurasa dia mengerti. Karena sedetik kemudan dia menurunkan tangannya. Meninggalkan rasa dingin dari tangannya di tanganku. Semakin menguatkan perasaan yang membuatku takut sekali lagi. Karena aku, Luhan jadi terkena angin dingin dari motor tadi. Dia pasti kedinginan naik motor tanpa jaket dengan kecepatan menggila tadi.

Dia memperhatikanku. Saat tanganku meletakkan kain basah di luka dekat matanya. Sesekali meringis, aku akan menjauhkan kainnya lalu membersihkannya lagi. Perlakuan yang sama pada satu titik lainnya di wajah Luhan.

 

“Kau tidak apa-apa?” bodoh, aku terguncang dan kau tanya aku tidak apa-apa?

 

“Masih kaget? Mau minuman lagi?”

“….”

 

“Masih belum mau bicara?” tidak kujawab. Sekarang bagiku yang terpenting adalah luka Luhan.

 

“Mirin –“

 

“Kenapa kau melakukannya?” Aku memotong kalimat Luhan. Tidak peduli dengan apa yang ingin dia katakan karena aku ingin menyampaikan suatu hal penting yang menggangguku.

Menatap Luhan yang masih diam memperhatikanku tepat dimanik. Membuatku kembali membuka mulut.

 

“Kenapa kau memukul Sehun?”

 

Aku berniat melanjutkan lagi kata-kata yang terkumpul bergumul diotakku saat mata Luhan menggelap. Sama seperti tadi, sebelum dia berteriak dan meninju rahang Sehun.

 

“Jadi kau marah aku meninju Sehun?”

 

“Tidak, Luhan. Aku –“

 

“Kau tidak terima ya, muka tampannya jadi lecet-lecet karena tinjuku?”

 

“Dengarkan dulu Luhan. Aku –“

 

“Atau mungkin… sebenarnya kau kecewa karena aku masih bisa berdiri sementara Sehun terkapar nyaris mati?“

 

“CUKUP, LUHAN! AKU –“

 

“Kau apa?”

 

‘AKU MEMANG MARAH! AKU MARAH PADA DIRIKU SENDIRI ! AKU MEMBUAT MUKAMU JADI TIDAK BERBENTUK! DARAH TINGGI JI AE NAIK DAN DIA PINGSAN! YIXING TERTEKAN, DIA KACAU! SEHUN JUGA HANCUR. DIA TIDAK BANGUN TADI! YERIN MURKA KARENA AKU! KALAU SAJA AKU TIDAK SEPERTI ORANG BODOH, AKU BISA MELERAI KALIAN! SEBELUM TELUR ITU MENGENAIKU SEHARUSNYA AKU LARI! SEHARUSNYA AKU TIDAK MEMINTAMU MENJEMPUTKU! SEHARUSNYA AKU TIDAK MENGENAL SEHUN! SEHARUSNYA AKU TIDAK HIDUP!!!!’

 

Ucapanku tersendat terhenti di tenggorokkan. Sial, kata-kata panjang itu tidak berhasil keluar dan malah berputar-putar dikepala. Luhan masih menatapku dengan mata gelap penuh emosinya. Sementara aku tergagap, membuka menutup mulut. Lalu menangis lagi.

Aku lemah ya?

Luhan tersenyum penuh arti sambil memejamkan matanya. Mendongakkan kepalanya lalu tertawa. Tidak tahu apa yang dia tertawakan karena tidak ada yang sedang melucu disini. Dan saat dia menurunkan pandangannya, menatap lagi mataku. Tatapan gelapnya sudah tidak ada. Beganti dengan tatapan sedih yang tidak aku mengerti.

“Aku mengerti,”

“Matamu mengatakan semuanya, nona,”

 

Apa? Apa yang dia mengerti dari kalimat yang hanya keluar tiga kata dari bibirku? Memang mataku bilang apa?

 

“Ini salahku. Tapi aku tidak akan meminta maaf untuk memukuli si Brengsek itu,” ucapnya lagi dengan mata semakin sendu. Sebenarnya apa yang dia mengerti?

 

“Kau memang masih mencintainya. Aku yang kasar tidak pantas denganmu. Mungkin aku lebih brengsek darinya,”

Mencintainya? kesimpulan darimana itu? Kenapa si idiot ini bicara tentang pantas dan tidak pantas? Kenapa terlalu banyak kata brengsek?

 

Tapi apa mungkin aku –

 

“Maaf karena berharap lebih padamu. Maaf mengganggu kehidupanmu. Sehun benar seharusnya aku tidak ikut campur,”

Aku kembali membuka tutup mulutku. Ingin bertanya dia sebenarnya kenapa? Tapi tidak tahu apa yang dia maksud diwajah sendunya. Apa otakku masih belum berjalan dengan baik? atau mungkin tertinggal disana?

 

Aku baru berhenti membuka tutup mulutku saat telunjuknya mendarat dibibirku.

 

“Lebih baik kita pulang,” ucapnya sambil menarik tanganku. Dan ya, aku menurut. Wajah hangatnya yang kini datar tanpa senyum. Seketika perasaan kehilangan seakan Luhan akan pergi hadir begitu saja.

 

Tuhan tolong aku. Bantu aku mengerti kata-kata dan tatapan sendu Luhan. Biarkan dia disampingku menjadi Luhan yang idiot seperti biasanya. Bantu dia mendengar kata hatiku yang tidak sempat terucap tadi.

 

Dan satu lagi

 

Jaga Sehun untukku. Lindungi dia,Tuhan. Aku ingin dia baik-baik saja. Aku ingin besok masih bisa melihat wajah dinginnya. Aku tidak apa jika melihatnya bersama Yerin. Tapi biarkan dia masih di jarak pandangku meski itu hanya punggung tegapnya.

 

Tuhan, Maafkan aku yang egois. Tapi bolehkah aku mendapatkan dua laki-laki ini dihidupku?

 

Kumohon……

 

 

 

 

 

 

 

-to be continued-

 

 

 

 

 

p.s : rasa-rasanya aku ingin berkata kasar.

Maaf karena mungkin ini gaje bin aneh hmmm… sebenernya ada kendala waktu nulis bagian berantemnya…antara ga tega mereka berantem sama akunya bingung menjelaskan adeganya dengan kata-kata. Jadi kalau ga sesuai dengan bayangan kalian aku minta maaf /deepbow

aku Cuma nulis bagian berantemnya Sehun-Luhan. Yang Ji Ae sama Yerin mah udah kebayang lah ya… kita para wanita mungkin pernah mengalaminya /kibas rambut

Oh satu lagi sebelum kita akhiri chit-chat hari ini… Keyo mau minta maaf dulu.. takut-takut minggu depan ga apdet karena udah sekolah /inget ini jadi galau… tapi doain aja gurunya tiba-tiba baik dan ngasih libur lagi sebulan /plakk

Tapi kalau banyak yang minta diusahakan aku begadang buat kalian… /ini serius

Udah… sekian dari Keyo depan Laptop.

 

XOXO ❤

61 tanggapan untuk “SILHOUETTE | 8”

  1. Si Yerin psti bayarin 2 oknum pelempar telur itu kn -=- bneran mnta digundulin tu bocah,,
    gatau knpa favoritku dsni wktu yixing neriakin ji ae yg pnya darah tinggi .-.
    Luhan knpa qm nonjokin sehunku sampe sekarat T.T dy kn jdi mkin seksi dgn bkas” luka d wajah #dicekikSehun
    neexxxtttt pngen liad keadaan my lovely Sehun ><

  2. Ceritanya kereen *0* serasa masuk ke dalam cerita itu sendiri dan adegan berantemnya bagus walau agak hurt ya liatnyaa :”” well, ditunggu chapter selanjutnyaa~~

  3. Saya baca adegan berantemnya antara pengen ngumpat dan dag dig dug. Seru kali kalo para cewek itu berantem, yang jambak-jambakan lah yang gitu lah.
    Uh kasian kakak saya. Sini kak, aku usap lukanya. Mukanya jadi ancur deh. Kak saya protes! Mukanya Sehun ancur seancur-ancurnya. Saya gak pengin LuRin couple…saya pengenya SeRin couple..

  4. yah sehun kalah, padahal udah ngebayangin waktu hunhan berantem mirin bakal misahin mereka, eh si mirin nya malah diem aja. kasian banget sih abang yixing wkwkwk. dari semua ff yang pernah aku baca baru kali ini authornya paket penyakit darah tinggi lucu bnget sih aku sampek ngakak bacanya. hahaha.
    ditunggu trus lo thor updatenya, penasaran. keep writing keyonim. fighting!!

    1. gapapa, biar si yixing ada kerjaan disini /ketawa ga nyantai
      ngakaknya jangan lebar-lebar ya wkwkwwk
      okayy.. selamat menunggu ^^ gomawo ^^

  5. Kalau aku jadi Mirin aku juga bakal bingung harus milih siapa.
    Sehun yang telah lama mengisi hari-harinya tapi menghianatinya, atau Luhan Orang baru yang mampu membuat kita merasa nyaman dan teelindungi. 😥
    Aku masih belum mengerti alasan perpisahan Sehun dan Mirin. 😐

  6. Kak sehun nya gimana?
    Baik baik aja kah?
    Atau lukanya parah?
    Ahh jangaaan dibikin sakit dong kak sehun nya aku gak rela dia luka parah gitu tapi aku juga gak rela klau ujungnya mirin ama sehun kasian luhan dia ntr gmn
    makin seruuuu ditunggu kelanjutannya kak next chapter panjangin ya kak ini terlalu pendek hehe..
    Fightingg!!

  7. Aku suka baget part ini.. Apalagi bagian berantemnya.. Walopun sedih, cara penulisan keyoo keren banget..

    Next keyoo~

  8. Aku suka chapter ini.. Hikss. Sedih banget.. Sedihh.. Tapi aku paling suka yg ini.. Entah kenapa.. Luhan berantem sama sehun.. Mereka sama2 sakit.. Ohh mirin.. Pilih salah satu aja yha.. Jangan maruk.. Sehun atopun luhan.. Biar
    Hati mirin yg menentukan.. Ecieeeee

  9. ini ceritanya kurang panjang, hehe
    bagaimana keadaan sehun setelah babak belur kayak gitu? semoga nanti masih bisa kembali tampan😂
    jadi sedih nih luhan bilang kayak gitu, dia mau ninggalin mirin ya? jangan dong, dia udah banyak berusaha agar mirin bisa lupa sama sehun, dia juga udah jatuh cinta tuh sama mirin,
    next chap yang lebih panjang lagi ya,

  10. Aaaahhhhh kiyoooo, ini sangat amat kuraaaaaaaaaannngggg, kurang banyak.hahhahaha, kiyo ini aku gk rela kalo mirin nnti sm luhan biar kiyo aja sm luhan trs aku sm sehun *eh hahahhaha sumpah ini bikin baper gregetan dah duuhhh lanjutkan kiyo heheheh 😉😉😉

  11. Kenapa aku jadi lebih ingin Mirin sama Luhan yah? wkwkw 😀 Soalnya Sehun jahat plus gaje banget -,- minta ditabok -,- jujur sama diri sendiri aja susah -,- ishh..

  12. trus sehun gimana kabar????
    hun-aa nao gwaenchana??? hahhh..
    mana ada coba ada bnyk orang berantem mlah diem aja.. plng gak kaya yixing gtu, bingung mau nolonginnya gmna… ahhh andai aku yg disitu pasti yg aku tolong……………………motornya luhan, kan kesian dibiarin jatoh gtu aja
    kkkkk~~~abaikan

    1. sehun baik-baik aja.. dia disebelah aku sekarang /?
      SETUJU… motor luhan harus diselamatkan dulu wkwwkkwk
      makasih yaa.. tapi aku ga akan mengabaikanmu /awww /gampar

  13. Rumit tapi seru… dan aku ngak tahu mau komen apa hehe… Sebenernya mungkin Mirin itu sayang sama luhan cuma dia ngak nyadar karena masih cinta sama sehun. Luhan tuh semacam soulmatenya Mirin kali ya… kek di bbf cintamu dan belahan jiwamu adalah orang yang berbeda kkk… tapi itu mah spekulasi aku doang yaa… karena semuanya berasal dari kak key(onim). Dan lagi Luhan cuma punya dua minggu di korea… duh harus pulang ke chinchin lagi. Udah akh komenan aku ngawur. Selamat berjuang kak… keep writing and fighting yoo 😉 🙌💪

    1. komen apa aja diterima kok sama aku wkwkwk
      aduhh drama lawas itu.. aku jadi pengen nonton lagi wkwkwk.
      silahkan nebak-nebak… ayo cari tau apa isi kepala keyo hohooho
      terimakasih.. gomawo.. selamat menunggu ya ^^

  14. Aku jadi sedih .. Luhan bakal ninggalin Mirin? Mirin gak peka ya? Kasian Luhan…
    Tapi walau bagimanapun Sehun-Mirin sama-sama belum bisa move on. Makanya aku berharap Mirin & Sehun cepet balikkan

  15. Ini chapter paling kereeeennn, pas luhan sehun berantem gituu AAAA tapi kenapa gak sehun aja yang menang sih eoonnn /plakk. Nah lohhh kan mirin gak peka sihhh>< pengennya mirin balikan sama sehun tapi tetep deket sama luhan duuhh😩 makin greget deehh di tunggu next chapternya ya eonnn❤

    1. horee syukur deh kalau suka… sehun nya terlalu fokus sama wajah luhan jadi dia menyerah aja biar luhan bahagia /plottiwst /gampar author
      okay.. ditunggunya next nya.. gomawo ^^

  16. Fix aku juga suka dengan chapter ini. Gereget bangeeeeettttttt ._. Jadi ngerasa sebodo sama sehun dan berharap mirin sama luhan aja. Gatau ini gakebayang endingnya akan seperti apa. Biasanya suka sotoy. Tapi ini gabisa sotoy 😐
    Ah iyaa. Gamesti update minggu depan kookkk. Aku readers setia yg akan menunggu hehehe. Jangan maksain begadang. Mending dicicil aja kalo ada waktu kosong. Kalo begadang nanti urusan sekolah bisa ikut keganggu. Tapi kalo udah biasa bagi waktu sih yaudah gapapa seterah keyonya ajaa hehehe.
    Semangaaatttt!!
    -XOXO-

    1. jinjja? aku juga suka apalagi luhan aku mah cinta /plakk
      ayoo bayangkan… tebak-tebakkan sama keyo 🙂 aduhh terharu juga ya diginniin wkwkwk
      makasih ya.. selamat menunggu ^^

  17. Waaah beneran menegangkan wkt hunhan berantem..serem ih😱😱
    Duuh kalo aku sih blm pernah tuh ngalamin kaya ji ae-yerin😂😂haha
    Luhan-mirin jgn pisah dong😢aku agak nyess wkt luhan ngomong kl dia harusnya nggak ikut campur..hey mirin!peka dikit napa..ksian luhan tau,udh bonyok gitu juga ah
    Sehun ksian jg siih,tp ini kan grgr dia juga. Nggak belain luhan siih
    Aku doain biar guru keyo jd baik,kasih libur 1bln,kasih duit jg buat beli kuota biar bs apdet terusss😂😂
    Next keyo,nggak mau tau ah kl udh sekolah pokoknya hrs apdet😂😂ku tunggu loh keyoo
    Fighting💪

    1. mau nyoba berantem kaya gitu ga? lawannya aku /kibas rambut
      Aamiin semoga doa mu terkabul nakkk wkwkwk
      okay.. aku mau semangat apdet..
      gomawoo ^^

  18. Berantemnya bikin greget antara luhan-sehun, lagi sehun munafik sih bukannya jujur aja ya sma mirin abis kan tuh muka ditonjok luhan..
    Luhan-mirin jgn putus jeballll… tpi mirin masih cinta sma sehun.. hmm..
    Yerin-jiAe jambak-jambakkan greget ya 😂

    Next thor! Fighting!!

  19. sama luhan aja,, aku agak kesel sama minri dia kurng peka wkwkwk, kasian luhan sebenerbya minri suka sama luhan atau sehun sih ?

  20. lahhh gahar bgt berantemnya sampe pada bonyok muntah darah :”v trus ntar sehun apa kabar? :”v si yerin udh tamat belom di tangan ji ae? :v ji ae badabesss :”v

  21. Tegang banget ya aduh bayangin luhan and sehun babakbelur gx tega aku, gmna rasanya oh sehun?? Sudah menyesal kah kau??

    Aduh kakk jgan sampe deh nanti luhan oppa pergi, apa lg pulang ke china jangaannn deh ya

    Haduh bner jga ya kak bsok skolah 😦
    Jangan dpaksain kak, begadang itu gx baik loh apa lg klo udah mulai skolah^^
    D up seminggu 1x jg gpp/ 1minggu lebih mungkin^^ aku si gpp yg penting dlanjutin kak 🙂

    Dtunggu klanjutanya

    Fighting!!

    1. kata sehun rasa Stoberi /plak
      luhan ga ke china dia jemput aku di bandung :3
      awww terharu kamu perhatian wkwkwk
      okayy gomawo.. selamat menunggu ^^

    2. Mwo?? Strobery? Itu mah buah kesukaan ku kak#malahcurhatt..wkwkwk^^v
      Kakk tinggal d bandung??#kepo mode on..hihihi

      Aduh akunya jadi mallu#sembunyidblakangsehun/Eehhh o_O ..kkkk
      Ne cheonma 🙂 .. ok kak^^

    3. Bner loh (?) ., ehh duren aku gx suka kak sa-ma-se-ka-li-gx-su-ka/apaannih? Nyium bau durenya aja udah enekk..hihi

      Haha/garukkepala. gx nanti aja kapan kapan tpi gx tau kapan (???)..wkwkwk^^v

      Hihihi

  22. Adegan berantemnya sih awalnya tegang. Tapi setelah yixing datang kok aku malah ngakak bayangin muka blanknya yixing wkwkwk..

    Iyanihh besok udah skolah T.T …
    Malas banget kan yahh hahaha.. Udah kelamaan libur sih, jadi mager !!
    Semangat yahh lanjutin ceritanya, jangan trlalu dipaksain update 2x seminggu. Sekali seminggupun tidak apa2 yg penting update /plak/ wkwkkw

    1. iya males banget… waktu fangirlingan jadi kepotong kan. duhh
      terharu disemangatin wkwwk
      okayy.. aku usahain update meski cuma sekali jadinya seminggu hohoo
      gomawo ^^

  23. Minnnnnnnn…. kependekan 😯😯
    Duhhhhhhh nggak kebyang dehhh wjah luhan yg imut jadi babak belur, gmna ya??? Aaaa… minnn stop donk nyiksaaa si Luhan 😢😢 aaahhhh sedihhhhhhh 😢😢😢

  24. Hngg, Mirin kurang peka kah? Luhan apa setelah ini langsung menjauhi Mirin dan pulang ke China? Aku harap enggak. Aku gk tau klo Yerin bakal berbuat sejauh ini, tapi aku harap setelah ini Yerin putus sama Sehun secara baik-baik tentu saja.
    Good job, and fighting ya kak

  25. Dasar sehun menyesal juga kan akhirnya, enakan dipukulin sampe gak berbentuk? Baru tau rasa kan.
    Ahh apa luhan bakalan pergi ninggalin mirin? Kenapa kata-katanya kaya gitu? Jadi sedih, semoga saja mirin dan luhan bersatu, dan jauhkanlah yang namanya oh sehun wkwk :v

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s