[EXOFFI FREELANCE] PROPOSAL MARRIED (Chapter 4)

proposal merried.jpg

PROPOSALMARRIED
Chapter 4

Author             : Rhifaery

Main Cast       :  Sehun EXO  and Irene Red Velved

Genre              : Romance, Comedy, After married!^^

Rate                : NC 17

Desclimer        : All of the story based on my imagine ^^

Irene POV

“Makanlah, aku sudah memesankan makanan untukmu.” Wendy Son beranjak mendekat memberikanku semangkum Ramyeon yang dipesan secara delivering. Hanya kupandang sekilas sama sekali tak tertarik untuk memakannya apalagi mencicipinya.

“Irene… kau tidak makan dari kemarin, setidaknya makanlah sedikit agar aku tidak kawatir.”  Katanya lagi. Ya. Aku tahu dia memang mengkawatirkanku. Kupaksakan diriku tersenyum berharap itu akan mengurangi kekhawatirannya terhadapku.

“Akan kumakan nanti.”

“Benar kau harus memakannya.” Aku mengangguk. Dia memang terlalu cerewet akhir-akhir ini. “Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sebentar ke supermarket, ada sesuatu yang ingin ku beli. Apa kau mau ikut?” Aku menggeleng.

Wendy akhirnya beranjak meninggalkanku. Memang itulah yang kuharapkan darinya. Sendiri mungkin satu-satu cara terbaik yang aku lakukan saat ini. Tanpa menghidupkan handphone atau menghubungi siaapun.

Semalam, saat aku memutuskan kembali ke Korea, Wendy adalah satu-satunya orang terakhir yang aku hubungi. Bisa kuingat bagaimana aku menangis hebat semalam. Tanpa memberi tahu alasannya pada Wendy, dia langsung memelukku. Sebuah pelukan seorang sahabat yang benar-benar ku butuhkan saat itu.

Seoul sedang di guyur hujan saat ini. Tidak tahu dengan Jepang. Harusnya hari ini adalah jadwal kepulangan kami berdua. Tidak sebelum aku melihat dia di malam sebelumnya. Sehun yang berhadapan dengan gadis itu, saat Sehun memegang tangannya atau bahkan saat Sehun memakaikan kalung , yang sialnya aku sempat mengira kalung itu untukku.

Saat itu aku benar-benar tidak bisa berpikir lagi. Pulang mungkin satu-satunya jalan terbaik setelah dua kali pria itu menyakitiku.

Sempat aku menyalahkan ponselku. Ada 122 missed call dan juga 66 message darinya. Tapi kembali ku matikan ponse itu hanya karena tidak mau terlalu lama memikirkanya.

Dreek! Pintu apartemen tiba-tiba terbuka. Dari luar kudengar suara keributan kecil yang kuduga sebagai para member Red Velved.

“Eonnie, tidakkah kau pikir Taeyong itu sangat sexy?” Sebuah suara yang kuduga dari Yeri. Selalu saja mereka membicarakan seorang pria.

“Nde, aku juga berpikir begitu. Tidakkah dia cocok denganku?” Suara Seulgi menimpali.

“Eonnie, aku yang melihatnya duluan, setidaknya biarkan dia menjadi bagianku.”

“Aku sudah mengenal lama Taeyong, dan ku pikir kau bukanlah tipenya…”

“Aishhh… kau menyebalkan!” Yeri berdecak kesal bersamaan itu mereka pun melihatku yang duduk di ruang tengah menghadap ke jendela. “Eonnie, kau disini?” Pekiknya.

Sial, harusnya tadi kuiyakan saja ajakan Wendy untuk pergi ke Supermarket. Dengan begitu aku terbebas melakukan wawancara menjengkelkan ini.

“Eonnie, bagaimana kau bisa di sini, pesawatnya harusnya tiba siang nanti bukan?”

“Ehm… ada kemajuan penerbangan.” Pertanyaan pertama dari Seulgi berhasil ku jawab yuntas.

“Lalu dimana Sehun Oppa, dan oleh-oleh untukku?” Pertanyaan kedua dari anak kecil Yeri.

“Hey… kau kan yang memberiku hadiah, mana mungkin kau memintah hadiah dariku?” Balasku yang membuatnya tersenyum kecut.Lalu tanpa kuduga-duga, Joy tiba-tiba mendekat dan memegang perutku dengan kedua tangannya, “Hey… apa yang kau lakukan?”

“Hanya memastikan perutmu sudah berisi atau tidak?”

“Apa kau gila? Menjauhlah dariku!”Kutendang kakinya agar dia segera menjauh. Tapi bukannya menjauh mereka semua malah mendekat mengerumuniku. “Eonnie, cerikan pada kami apa saja yang kalian lakukan bersama Sehun Oppa?”

“Apa yang kau tanyakan, kau ini belum cukup umur.” Kataku menanggapi Yeri.

“Bagaimana denganku, sebentar lagi aku akan menikah, cepat ceritakan?” Joy menimpali. Yang dimaksud adalah dia yang akan mengikuti reality show We Got Married dengan Sungjae BTOB. Berlebihan sekali.

“Eonnie, kau sangat tidak asyik. Kami bahkan memberi hadiah itu secara patungan agar mendapat cerita darimu?”

“Ya. Aku bahkan menyumbang yang paling banyak di antara mereka.”

“Sudahlah hentikan!” Suara itu datang dari ujung pintu. Syukurlah Wendy datang dengan cepat. Ditangannya tidak membawa apapun pastinya dia batal pergi ke supermarket.

Aku pergi meninggalkan mereka menuju ke kamar lain. Wendy pastilah akan menceritakan perihal yang terjadi antara aku dan Sehun. Karena jika aku yang cerita sendiri pastilah aku sudah tidak bisa menahan aair mataku. Aku adalah leader mereka, jadi sudah tentu aku pantang menangis di hadapan mereka.

Tak lama setelah aku menikmati kesendirianku, pintu kamar itu terbuka. Lalu berhamburlah semua member Red Velved mendekatiku.

“Eonnie, maafkan kita….” Joy berhambur memelukku. Disusul Yeri kemudian Seulgi yang juga memelukku. Hanya Wendy yang berdiri di ujung pintu memperhatikan tingkah mereka.“Kami tidak menyangkah kejadiannya akan seperti ini.”

“Ini pasti berat untukmu eonnie, kumohon maafkan kami….” Seulgi menyahut.

“Sudahlah ini bukan salah kalian.” Kataku menghibur. Ya ini memang berat. Tapi sungguh aku tidak apa-apa sekarang. Dengan melihat keberadaan mereka dan mereka yang berhenti menanyaiku macam-macam, aku bisa lebih baik sekarang.

“Ya karena ini adalah kesalahan Wendy eonnie. Coba dia tidak memilihkan negara Jepang untuk bulan madu kalian, pasti dia tidak akan bertemu dengan wanita itu.” Yeri tiba-tiba menunjuk Wendy yang membuat anak itu cukup terkejut dirinya ditunjuk.

“Ya, harusnya kita memilih negara Afrika saja supaya Oh Sehun pasti tidak bisa macam-macam disana.” Ujar Joy yang seketika membuatku menahan senyum.

“Hey, jangan Afrika, bagaimana denan kutub utara saja. Biar dia dimakan beruang kutub disana.” Timpal Seulgi.

“Ada Irene eonnie. Aku tidak mau jika dia ikut-ikutan dimakan.”

“Jangan khawatir, beruang itu tidak akan memakan wanita baik seperti eonnie kita. Dia hanya memakan pria brengsek semacam Oh Sehun.”

“ Dasar pria cacing. Oh Sehun itu pasti akan mati!”

Aku tersenyum mendengar beberapa komentar aneh dari para member. Tak urung itu pun membuatku akhirnya terbahak-bahak bersama mereka. Oh Sehun, dasar pria cacing. Kau kira aku akan menderita karenamu? Tidak semudah itu.

-o0o-

Sehun POV

Tiga puluh menit setelah mendengar kabar kepulangan Irene, aku pun langsung memesan penerbangan susulan menuju ke Seoul Korea. Ku coba menghubungi ponsenya, masih tidak aktif. Apa sih yang sebenarnya dipikirkan gadis itu. Mengapa dia tak bisa berhenti membuatku khawatir.

Saat pesawat pesawat mendarat aku pun segera mencari taksi dan menuju ke apartemen miliknya. Tidak ada orang. Aku menyempatkan diri ke dorm Red Velved, juga tidak  kutemukan. Kucuba menelpon ke rumah kedua orang tuanya dia tidak ada. Satu hal yang ku tahu adalah bahwa dia  bersama Wendy Son sahabat sekaligus member terdekatanya. Dan layaknya seorang sahabat, Wendy juga tidak mengangkat teleponku. Tidak mengerti betapa frustasinya aku.

Aku tidak berani pulang ke rumah, karena pasti eomma nanti akan curiga hingga akhirnya menanyaiku macam-macam tentang keberadaan Irene. Untuk itu segera kuputuskan untuk mendatangi dorm EXO saja. Bersama Chanyeol Hyung yang kebetulan belum tidur, aku menceritakan tentang semua hal yang terjadi. Sekalipun omelan-omelan yang diucapkannya malah semakin membuatku stress.

“Jadi, apa sudah kau lakukan?” Hyung itu menatapku tajam.

“Hyung, aku bahkan tidak tahu apa yang sudah ku lakukan. Dia pergi begitu saja tanpa berkata sekatapun. Dan aku juga sudah mencarinya kemana-mana tapi dia tidak mau muncul!” Erangku frustasi.

“Kau… belum melakukannya?” Dia menanyaiku lagi.

“Melakukan…- Ucapanku mengantung menyadri bahwa aku salah mengartikan apa yang di maksud Hyung terbaikkuku ini. “Aniyo, aku memang baru melakukannya, tapi kau tahu kan, dia pergi meninggalkanku begitu saja!”

“P-A-B-O…!!!” Chanyeol Hyung menyundul kepalaku. Dia berhenti bicara lantas berjalan meninggalkanku menju ke ruangan lainnya.

“Hyung… bantu aku!!”

“Apalagi yang bisa kau bantu, semua nasehatku, perintahku, hanya masuk ke dalam telinga kananmu lalu keluar melalui telinga kirimu. Lebih baik kau cari saja penasehat rumah tanggamu yang lain. Aku akan mengundurkan diri jika klienku tidak membawakan hasil!”

Berlebihan sekali hyung ini. Hanyak untuk bicara dengannya aku pun sampai merengek dan mengikutinya seperti anak ayam kehilangan induknya. “Hyung, setidaknya bantulah aku menemukan Irene…”

“Mengapa kau perlu mencarinya, apa dia istrimu?”

“Tolonglah Hyung, jangan bercanda!” Ku rampas botol minum yang dia pegang agar dia bisa memandangku barang sejenak.

“Hey Oh Sehun, dengarkan aku.” Chanyeol Hyung memegang bahuku, “Sudah kubilang kan untuk segera menyatakan cinta padanya dan berbuat layaknya sepasang suami istri. Tapi kau selalu menunda-nundanya. Sekarang rasakan sendiri akibatnya.”

“Hyung aku benar-benar ingin melakukannya tepat hari itu, tapi kau tahu kan bagaimana situasinya. Tolong aku Hyung, aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi.” Ucapanku  terlalu lemah bahkan menjijikkan untuk ukuran seorang pria. Tapi hanya dengan cara itu Chanyeol Hyung akhirnya bersimpati padaku hingga menyuruhku untuk bangun.

“Bangunlah, kau terlihat menyedihkan jika begini.”Aku segera bangun. “Bahkan masalah sekecil ini pun tak bisa kau hadapi kau seharusnya belum pantas menikah pabo!”

Ucapnya memukul kepalaku. Terserah apa yang dikatakan tentangku yang penting dia membantuku. “Sudah kau hubungi semua member Red Velved?”

Aku mengangguk, “Aku sudah menghubungi semuanya tapi tak satupun ada yang menjawab teleponnya.”

“Bukan itu maksudku, jika kau menghubunginya lewat telepon tentu tidak ada yang menjawab. Maksudku apa sudah kau hubungi masing-masing dari rumah member Red Velved. Irene pasti bersembunyi di salah satu tempat tinggal mereka.”

Chanyeol Hyung benar. Mengapa aku tidak berpikir sampai kesitu? Jika di prediksi, satu-satunya member yang menghubungiku sekaligus memberitahu kepulangan Irene adalah Wendy. Sudah jelas Irene ada di sana. “Hyung, ikutlah denganku, rasanya aku tak mampu jika sendirian?” Ajakku pada Chanyeol Hyung.

“Jangan aku, ajak Baekhyun saja. Dia yang paling cocok untuk tugas semacam ini!” Katanya menyarankan. Saat itu juga kubangunkan Baekhyun Hyung dari tidurnya dan bersiap-siap ke apartemen Wendy.

-o0o-

“Sudah kubilang dia tidak di sini!!!” Wendy Son, gadis itu sedikit berteriak di pintu apartemennya sendiri. Sengaja ku ajak Baekhyun Hyung untuk menemaniku mendatangi apartemennya hanya untuk memastikan firasatku tentang keberadaan Irene di sana.

“Jika benar dia tidak di sini, maka izinkanlah aku masuk!” Bantahku. Matanya seketika melotot seakan mau jatuh.

“Kau kira ini motel? Ini adalah rumahku Oh Sehun, tidak semua orang bisa masuk seenaknya di sini…!!!”

“Hey Wendy Son, apa kau tahu tindakanmu ini termasuk upaya menjauhukan hubungan seorang suami dan istri. Kau bisa dituntut untuk kasus orang ketiga.!!!” Baekhyun Hyung angkat bicara.

“ Lalu? Apa kesalahanku jika mereka menjauh? Aku hanya melindungi salah satu pihak sama sepertimu yang mendukung satu pihak!!”

Baekhyun seperti kalah bicara dengannya. Tak ku sangkah Wendy bisa se-ketus ini. Berbanding terbalik dengan perawakannya di depan layar kaca yang lembut dan menyenangkan. Padahal aku hanya ingin bertemu dengan istriku sendiri serta menanyakan apa yang terjadi. Tak seharusnya dia memperlakukanku seperti ini bukan?

“Kumohon izinkan aku masuk!” Kugenggam tangan Wendy seolah memohon sesuatu hal penting untuknya. Tapi dia tetap saja menolak.

“Untuk apa kau masuk, Irene tidak ada di dalam!!”

“Bagaimana aku bisa percaya?”

“IRENE-YAH… IRENE-YAH, KAU DI DALAM? Lihat tidak ada suara bukan. Dia memang tidak di sini!!” Dia berteriak yang membuatku hampir frustasi menghadapinya. Aku tahu bahwa dia sedang berencana menyembunyikan Irene dariku. Memanggilnya dengan cara begitu tidak akan mengubah keadaan. Kecuali dengan aku masuk ke dalam dan bicara berdua dengannya.

Baekhyun dan aku saling menatap. Saling memberi isyarat lewat tatapan mata bahwa inilah saatnya merencanakan operasi penyerangan ini. Dengan gerakan cepat, Baekhyun mencekal kaki dan pergelangan tangan Wendy. Dia menahan lebih tepatnya memeluk erat gadis itu agar tidak sampai menghalangi-halangiku.“Cepat masuk…!!” Ucapnya.

“Hyaakk, Byun Baekhyun… apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!” Wendy memberontak.

“Tidak semudah itu Nona Son.”

“Kau mau mati yah…?”

“Berhentilah bergerak atau kau akan ku cium!” Ucap Baekhyun yang membuatku hampir tertawa.

“Kau menjijikkan… lepaskan aku dasar sinting!!!” Kudengar Wendy berteriak tapi sedetik kemudian dia terdiam. Aku curiga apa Baekhyun benar-benar melakukannya? Aishh…orang itu benar-benar menjijikkan.

Dengan begitu aku akhirnya bisa leluasa mengexplor semua rungan ini. Aku berteriak-teriak memanggil namnya. Benar tidak ada sahutan. Tapi kulihat kopernya memang ada di dalam kamar. Ada beberapa pakaiannya juga  yang tergeletak di dalam sini.

Tidak di ragukan lagi, Irene memang sengaja menghindariku dan memutuskan bersembunyi di apartemen Wendy. Tapi dimana sebenarnya dia? Aku mencarinya di seluruh ruangan, di dapur, kamar tidur, ruang keluarga, lemari ataupun tempat-tempat yang tidak terjangkau. Namun tak kutemukan keberadaannya di sini.

“Ireneee… kau dimana?” Teriakku sambil menjelajaih ruang-rungan yang masih tersisah. Samar-samar aku  mendengar seorang wanita bernyanyi disini. Tidakkah itu suara Irene. Ya. Aku yakin itu benar suaranya. Aku menelusuri sebuah kamar yang belum ku periksa. Semakin mendekat suara itu pun semakin keras.

“Irene-yah, kau di dalam?” Tak ada sahutan. Semua dugaan dia mungkin tidak mendengar atau sengaja memakai earphone di telinganya.

Bruookk!!! Kubuka pintu itu dengan paksa. Dan… pemandangan yang kudapat benar-benar membuat jantungku berdiri. Bukan karena aku tak bisa mengenali sosok yang ada di depanku. Melainkan adanya pemandangan semacam mermaid yang berenang di dasar laut yang dangkal.

Dan mermaid itu, terlihat transparan…

OH SEHUUNNNN…. KELUAR DARI SINI SEKARANG JUGAAAAA BRUOKK!!!!”  Teriakan itu bersamaan dengan di lemparkannya sabun ke arah wajahku. Saat itu akupun menyadari bahwa penjelmaan mermaid itu bukanlah istriku melainkan Kang Seulgi. Untuk pemandangan apa yang baru saja ku dapat?

Sudahlah aku tak mau membahasnya sebelum aku bertemu dengan istriku sendiri.

-o0o-

Irene POV

Sudah kuduga jadinya akan seperti ini. Si bodoh Sehun itu selalu melakukan hal tanpa berpikir terlebih dahulu. Masuk ke dalam rumah orang tanpa izin, lalu mengintip seorang wanita di kamar mandi. Apakah itu cerminan kelakuan seorang idol?

Jika saja waktu itu Joy tidak mengajakku ke salon, tentunya ku bisa melihat sendiri apa yang baru saja dia lakukan tanpa mendengar dari mulut orang lain. Yeri sedang sekolah waktu itu dan hanya ada Seulgi dan Wendy di tempat ini. Jika Wendy tadi mengatakan aku tak ada di dalam, tentulah itu menjadi sebuah kebenaran tetapi orang itu tetap masuk tanpa izin.

Dan sekarang, Kang Seulgi orang yang merasa terlecehkan saat itu hanya bisa mendengus kesal padaku.

“Aku benar-benar tak bisa menerimanya eonnie. Kelakuannya tadi benar-benar tak bisa ku terima…!!!” Bagitulah katanya setiap saat. Dihadapanku dan juga para member Red Velved dia selalu mengeluh soal bencana buruk yang menimpanya tadi. Kecuali Yeri yang tidak tahu apa-apa karena sekolah.

“Semuanya sudah terlanjur Seulgi-yah, anggap saja ketidak sengajaan belaka.” Timpal Joy   memakan snack yang sengaja kubeli dari supermarket sebagai isi kulkas Wendy tadi.

“Tidak sengaja kau bilang, dia masuk begitu saja ke rumah ini, membuka paksa pintu kamar mandinya dan melihatku hampir… hampir….”

Hampir apa? Aku menunggu kata-katanya menggantung, tapi sepertinya dia tak sanggup meneruskannya. Seulgi menutup wajahnya frustasi. Seolah-olah Sehun baru melakukan tindakan asusila kepadanya. Dan sebagai seorang istri aku hanya bisa diam saja melihat korbannya.

“Sudahlah… terima saja jika itu kesalahanmu. Kau lupa mengunci pintu toiletnya tadi.” Wendy angkat bicara.

“Eonnie, sekalipun aku lupa mengunci pintunya, harusnya orang itu tidak masuk ke kamar mandi begitu saja.”

Entah mengapa pikiranku agak membela ke Sehun. Ini rumah Wendy, mana mungkin Sehun tahu setiap ruangan yang ada di ruangan ini. Apalagi setiap pintu dalam ruangan ini sama. Jika aku menyimpulkan memang Seulgi sendiri yang terlalu berlebihan.

“Rasanya aku benar-benar ingin memukul orang itu.” Ucapnya lagi.

Ketiga member langsung menatap ke arahku seolah-olah memintah izin dariku. “Mengapa memandangiku, pukul saja dia. Tak perlu meminta izin dariku!” Ungkapku seketika.

“Tidak akan kulakukan eonnie, aku menjaga perasaanmu.” Ujarnya pelan. Keadaan menjadi bungkam setelahnya. Kulihat Seulgi masih menggelembungkan pipinya kesal.

“Tapi, bagaimana bisa dia tahu Irene ada disini. Dia belum tahu alamat apartemen barumu bukan?” Joy angkat bicara. Sejujurnya memang itulah yang ingin kutanyakan dari tadi.

“Molla,  dia datang bersama Baekhyun tadi. Dia memperalatnya untuk menghalang-halangiku agar dia bisa masuk ke dalam.” Ungkap Wendy. Sekarang aku tahu dia tak melakukannya sendiri. Ada Baekhyun teman bodohnya itu yang turut membantunya melancarkan aksinya.

“Untung saja Baekhyun tidak ikut masuk tadi, jika keduanya masuk kau pasti akan…-

“AAAAKKKHHHH… Sudalah hentikan aku bisa bunuh diri nanti..!!!” Seulgi tiba-tiba berteriak hingga lari ke dalam. Benar-benar kasihan aku melihatnya. Mungkin sekarang Sehun pasti bercerita kepada semua Hyung-hyungnya tentang apa yang dia lakukan tadi. Dan jika aku yang jadi Seulgi pastinya aku akan membuat matanya buta agar tidak melakukan hal sama kepada wanita manapun.

Sekitar jam sebelas malam, Seulgi pulang diantar oleh Joy. Sementara aku sudah berada dalam kamarku. Kuambil handphone yang tergeletak dia tempat tidur dan mengaktifkannya. Ada 66 pesan masuk dari Sehun dan keburu ku hapus karena aku tak ingin membacanya. Satu pesan dari Jumyeon, yang mengatakan bahwa dia baru pulang dari Jepang. Benar-benar tidak penting. Dia juga mengatakan bahwa ingin bertemu denganku besok di taman Hongdae jam sepuluh siang.

Apa-apaan ini, tidakkah dia berpikir bahwa aku ini istri orang. Dia ingin memberikanku sesuatu dan aku harus mengambilnya di sana. Tidakkah itu terlalu beresiko untukku, mengingat aku ini istri salah satu membernya. Ah… sudalah aku akan melihatnya besok. Jika ada waktu, apa salahnya menemuinya sebentar.

Sebelum aku kembali me-non aktifkan handphonenya,  tiba-tiba datang pesan dari Chanyeol. Dia mengirimiku sebuah gambar dengan tulisan caption di bawahnya.

Beginilah keadaan sang maknae kita semenjak kau tinggal. Apa kau tidak kasihan??

Foto Sehun benar-benar menyedihkan. Duduk di tepi sungai han dengan ekspresi kosong. Jika aku melihatnya langsung, mungkin aku akan tertawa keras. Mencetaknya beberapa lembar untuk ganti tissue toilet. Tapi aneh rasanya saat aku hanya terdiam memandangi fotonya tanpa bisa berbuat apa-apa. Mengingat betapa lucunya saat-saat bersamanya, juga saat-saat menyebalkan hingga membuatku mendekam di tempat ini.

Sebelum sempat ku nonaktifkan handphone-ku sebuah pesan dari Sehun tidak sengaja terbuka dan kubaca.

Bongosippeo…

-o0o-

Paginya, aku bersiap untuk pergi ke taman Hongdae bersama Wendy. Kebetulan Wendy mempunyai keperluan di sana bersama kawan-kawannya. Sedangkan aku sendiri akan menemui Kim Jumyeon sepulang darinya.

Wendy sengaja kusuruh menunggu di mobil saja, karena memang urusanku tidak terlalu lama. Hanya mengambil sesuatu -yang katanya penting- darinya, lalu dengan cepat pun aku akan kembali ke rumah. Ketelusuri beberapa petak jalanan untuk menemkan keberadaannya. Dan kulihat tak jauh dari sini seseorang sedang berdiri menunggu dengan sebuah paper bag yang ada di tangannya.

“Sudah menunggu lama?” Tanyaku menyapanya.

Dia tersenyum memeriksa jam tangannya, “Lumayan.”

“Kau baru pulang dari Jepang, mengapa langsung memintaku ke sini.” Kuputuskan untuk sedikit berbasa-basi dengannya sambil melihat bunga-bunga musim semi yang sedang bermekaran. Tapi entah apa yang terjadi, aku merasa memang ada yang aneh di sekitar sini. Seperti seseorang memang sengaja menguntitku. Namun begitu aku menoleh orang itu seolah hilang.

Jumyeon tiba-tiba menyentuh tangannku dan menyerahkan bingkisan itu, “Ini untukmu.”

“Apa ini?”

“Sebenarnya aku langsung kesini karena ingin memberikanmu itu sekaligus bertemu denganmu….”

GUBRAAKKK!!!

Sebuah suara tiba-tiba mengejutkan kita. Jumyeon mendekat ke sumber suara itu dan hasilnya sungguh mengejutkan. Dia menemukannya Baekhyun sedang meringis kesakitan di samping tempat sampah. sambil memegangi pinggangnya.

“Kau? Kenapa kau kesini?” Bentak Jumyeon yang sepertinya agak marah. Dugaanku benar. Seseorang memang sengaja menguntit kami dan itu adalah Baekhyun.

“Hehehe- Dia meringis “Kau tidak lihat Hyung, aku sedang bersama tempat sampah!”

Jawaban yang sungguh lucu. Kenapa dia tidak sekalian bilang, aku pacaran dengan tempat sampah Hyung.

“Lalu, mengapa kau bisa bersama tempat sampah? Apa kau menguntitku?”

Baekhyun lalu berjalan ke arah kita, “Untuk apa aku menguntitmu, aku bukan fans-mu!”

Melihat gelagatnya kali ini, aku benar-benar curiga bahwa mata-mata disini bukan hanya Baekhyun. Dia bergerak mendekat pada Jumyeon seolah-olah memberi isyarat pada rekannya untuk melakukan sesuatu.

“Baiklah, aku rasa urusan kita sudah selesai Kim Jumyeon, aku pulang yah.” Kataku berusaha kabur dari tempat ini.

“Irene-yah, kau mau kemana kenapa sep… Hey Baekhyun apa yang kau lakukan he lepaskan aku!!!!”

“PARK CHANYEOL… KEJAR DIAAAA….!!!!!

Begitu teriakan itu menggema, sebisa mungkin aku pun berusaha kabur dari tempat ini.  Chanyeol mengejarku dan dibelakang kulihat Baekhyun sedang berusaha menahan Jumyeon dengan cara membekapnya.

“HUAAAHH… TOLONGGG AKU… ADA PENJAHAT INGIN MENGEJARKUUUU…!!!!” Teriakku sebisa mungkin berharap seseorang di sekitar sini bisa menolongku.

“IRENE-YAH… JANGAN LARI…!!!” Teriak Park Chanyeol yang berusaha  mengejarku. Tak salah lagi, dua orang itu Baekhyun dan Chanyeol adalah suruhan dari Oh Sehun untuk menangkapku dan menyerahkan kepadanya. Tak akan kubiarkan mereka semuadah itu menangkapku. Kupercepat lariku menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Beruntungnya aku sedang tidak memakai heels sehingga ak bisa lari sebebas mungkin. “TOLONGGG…. TOLONG AKUUU….!!!!”  Teriakku sekali lagi.

Sialnya sekalipun aku sudah lari secepat mungkin, tenagaku tetaplah kalah dari seorang pria. Chanyeol berhasil menarik bajuku dan tubuhku seketika memutar tepat di hadapannya.

“Lepaskan aku bodoh. Mengapa kau menangkapku. Kenapa kau lakukan ini padaku???” Tuturku emosi. Lebih emosi lagi ketika kulihat beberapa orang lewat tidak menolongku melainkan menonton kami layaknya pertunjukan opera.

“Jika kau tidak lari, aku tidak akan mengejarmu!” Bantahnya tanpa mau melepas cengkramannya. “Ikut aku!”

“Tidak mau!”

Pria sialan itu tak peduli ucapanku. Tangannya mengantung di pinggangku seolah menggiringku untuk masuk ke dalam ruang tahanan.

“Apa yang kau lakukan, aku ini hobae-mu, mengapa memperlakukanku seperti ini?”

“Aku debut lebih dulu dibanding denganmu, sudah pasti aku adalah sunbae di sini.” Balasnya tak mau kalah.

“Apa Sehun yang menyuruhmu?”

“Tidak.”

“Jika dia melihatnya, dia pasti marah melihatmu memperlakukanku seperti ini.”

Chanyeol tiba-tiba terdiam menatapku. Dan tiba-tiba menjawab, “Benar. Sehun yang menyuruhku.”Aku tertawa kecil. Dasar pecundang. Sepertinya aku bisa menggunakan sifatnya ini untuk menyelamatkan diriku sendiri.

“Kau tahu, tindakanmu ini termasuk pelecehan. Kau mengejarku, menarikku dan sekarang kau merangkulku di tempat umum. Park Chanyeol, Apa kau pikir Sehun akan memaafkanmu begitu saja melihatnya. Aku ini sudah jadi istrinya.”

Respek Chanyeol pun melepaskan tangannya dari pundakku. Aksi berhasil. Tidak. Ini belum sempurna jika Chanyeol tidak juga melepaskan genggaman tanganku, “Lepaskan tanganku juga Park Chanyeol.”

“Kau akan lari jika aku melepaskannya.”

“Tidak akan. Dimana Sehun, aku juga ingin menemuinya.”

“Jinjja…? kenapa kau tidak bilang dari tadi, ikuti aku!” Jawabnya seketika melepaskan tanganku. Benar-benar bodoh. Segera kugunakan kesempatan ini untuk kembali lari sejauh mungkin. Sedikit terkejut Chanyeol berteriak keras padaku, “Jangan lariiii!!!!”

Masa bodoh, aku benar-benar tak peduli dengan ucapannya. Dia kembali mengejarku sementara nafasku semakin habisa dan aku merasa sudah tidak kuat lagi melanjutkannya. Dibanding menemui Si Tengil Sehun itu, lebih baik aku memilih kematianku sendiri.

BUUUKK!

Tanpa sadar aku telah menabrak seseorang. Rasanya sakit sekali dan membuat kepalaku sedikit pusing. Apakah ini balasan karena aku yang asal bicara soal kematian tadi?  Oh tidak tuhan… kumohon aku belum siap mati.

“Apa yang sudah kau lakukan terhadapnya Park Chanyeol?” Samar-samar aku mendengar suara seseorang yang sekarang ini sedang memapahku. Itu adalah Lee Donghae, salah satu personel Super Junior. Bagaimana dia bisa di sini?

“Hyung… maafkan aku, aku hanya melaksanakan perintah!”

“Perintah apa? Siapa yang menyuruhmu memerintah seperti ini?”

Bagus Donghae Oppa. Marahi saja dia. Aku benar-benar muak melihatnya. Sekalipun aku tak bisa melihat wajah Chanyeol, tapi kelihatnnya dia menyerah. Donghae Oppa menyuruhnya kembali dan kini aku teerbebas darinya.

“Gomawo Oppa, sudah menolongku.” Ucapku tulus.

“Sama-sama. Apa kau tidak ada urusan lain?” Tanyanya. Aku menggeleng. Urusan apa yang dimaksud?

“Kalau begitu ayo ikut aku.” Donghae Oppa menyurhku untuk mengikutinya. Tentu saja aku menurut mengingat dia tadi telah menolongku.

Dia berjalan menuju ke sebuah gang yang sangat sempit, yang aku sendiri saja tidak pernah tahu bahwa di sini ada tempat seperti ini. Lantas di bukanya sebuah pintu memasuki sebuah bangunan tua untukku.

Drekk!! Pintu itu tiba-tiba tertutup dan kulihat Donghae Oppa tidak ada di sini lagi.

Dugaanku benar. Apa yang kutakutkan ternyata benar-benar terjadi. Sebuah usahaku sia-sia saat sebuah suara berat khas seseorang yang aku kenal menyapaku.

“Irene-yah, lama tidak bertemu.”

-o0o-

Sehun POV

Pada sisi yang sama, dia sedang berdiri terpaku menatapku. Seolah tak percaya bahwa pria yang ada di hadapannya adalah aku. Perlahan kulangkahkan kaki mendekat kepadanya, menatap balik. betapa sosok inilah yang paling aku rindukan saat ini. Andai saja bisa, aku ingin segera memeluknya dalam waktu yang lama, merengkuh wajahnya dalam-dalam serta kuberikan satu kecupan singkat di bibir merah mudahnya itu.

Bagiku, sebuah perjuangan untuk membawanya tepat di hadapanku. Aku bahkan meminta bantuan ketiga Hyung terbaikku untuk membawanya disini. Tapi mengapa begitu kita dipertemukan, baik aku ataupun dirinya sama-sama tak berani membuka mulut terlebih dahulu.

“Aku memberimu waktu lima menit  untuk bicara.” Kataku pada akhirnya.

Irene masih diam. Seolah tak menggubris berkataanku, dia malah memalingkan muka. Lebih memilih menatap kusen-kusen usang dibanding aku, suaminya sendiri.

“Masih tak mau bicara?”

“Lepaskan aku!” Tukasnya cepat sebelum aku mendekat ke arahnya.

“Dari sekian banyak hal, kau hanya ingin mengatakan itu?”

“Tak ada hal yang perlu dibicarakan disini Oh Sehun.” Tukasnya sinis. Kutatap matanya tak percaya. Benarkah ini dirinya yang sesungguhnya. Aku mengenalnya lebih dari tiga tahun tapi tak sekalipun dia berbicara kepadaku seperti ini. Bahkan untuk sekedar memegang tangannya pun dia menolak. Langkahnya buru-buru berjalan ke arah pintu namun buru-buru ku cegah.

“Mau kemana? Menemui JumyeonHyung lagi? Aku sudah melarangmu berkali-kali tapi kau mengacaukanku!”

“Lalu bagaimana denganmu, bukankah kau lebih mengacaukanku.?”

“Apa?” Tanyaku tak mengerti maksudnya.

“Kau bebas menemui orang yang kau mau bukan, begitupun juga denganku. Jika kau saja bisa melakukan sesuka hatimu, lantas mengapa kau malah melarangku???” Dia menatapku tajam sekalipun aku benar-benar tidak tahu apa maksud dari perkataannya tersebut.

“Katakan padaku, mengapa kau menjauhiku?”

“Apa penting untuk membahas itu sekarang?”

“Hey…, apa JumyeonHyung itu sebegitu penting bagimu?” Ucapku mulai emosi. Kucengkal tangannya erat bersamaan itu, Teleponku tiba-tiba berdering. Tertera nama Naomi di sana. Di hadapan Irene, aku sengaja mereject panggilan itu. Tapi telepon itu berdering lagi. Mau tidak mau aku pun terpaksa mengangkatnya.

“Hallo… kau di Korea…. Maaf Naomi tidak bisa…. Aku sedikit ada urusan…. Baiklah akan ku pertimbangkan….”

Begitu telepon berakhir, Irene melepas cengkraman tanganku dengan paksa lalu kembali merahi gagang pintu itu. “Kau mau kemana, pembicaraan kita belum selesai.”

“Lepaskan aku!” Ucapnya sekali lagi.

“Tidak akan sebelum kau menjelaskan apa yang terjadi  sehingga sikapmu seperti ini kepadaku.”

Irene lalu berhenti berontak. Menatapku sayu seolah-olah ada kesedihan mendalam terpancar di dalamnya. Begitupun denganku, aku menyentuh pipinya sekilas. Matanya yang mulai merebak menandakan bahwa terlalu lama ia menahan air matanya.

Dan air matanya terjatuh. Tidak sebelum dia mengatakan subuah kata yang benar-benar menghancurkanku. “Oh Sehun, aku kita berpisah saja!”

Dreek! “Ap… apa kau bilang?”

-o0o-

Brakk!!! Sengaja kubuka pintu drom secara paksa. Aku memasuk dengan langkah tergesa dengan tujuan mencari seseorang. “Dimana JumyeonHyung?”

Kyungsoo Hyung terlihat kaget atas apa yang ku lakukan. Tak sempat menghitung berapa member yang ada sekarang, aku kembali berteriak. “Katakan padaku dimana JumyeonHyung???”

“Aku disini.” Sebuah suara tiba-tiba muncul dari dalam kamar. Itu benar JumyeonHyung. Tak perlu menunggu beberapa lama aku segera mendatanginya dan langsung mencengkram kerah bajunya.

“Apa maksudmu memintah Irene  untuk menemuimu hari ini? Sudah kubilang bukan, jangan temui dia.  Jangan dekati dia dan jangan sekali-kali memaksanya untuk menemuimu. Dia itu istriku Hyung.!!!”

“Sehun apa yang kau lakukan, sudah lepaskan.” Ucap Kyungso Hyung berusaha  menghentikan perbuatanku. Tapi tidak semudah itu.

“Aku sudah beberapa kali memperingatkanmu bukan hyung. Tapi kau masih saja tidak mau melepasnya. Mengapa kau selalu mengacaukan hubungan kami???”

“Oh Sehun, cukup hentikan.” Kyungsoo Hyung berkata.

“Katakan padaku Hyung, mengapa kau seperti ini, mengapa kau tak izinkan aku bahagia???”

Saat itu juga, JumyeonHyung menatapku tajam. Dia melepas cengkraman tanganku dari kerah bajunya lantas ganti menepuk pundakku. “Begitukah, apa kau pikir tujuanku disini hanya untuk merebut Irene kembali? Jangan bodoh Oh Sehun.”

“Kalau bukan itu lantas apa? Katakan padaku!!!” Suaraku mulai meninggi.

“Kau yang bermasalah dengannya, seharusnya kau tanya pada dirimu sendiri bukannya menyalahkan orang lain seperti ini.” Perkataannnya sama sekali tak kumengerti. Aku curiga dia memang ingin mengalihkan pembicaraan saja.

“Aku minta kau jangan menganggu kita lagi!” Aku mencengkram kerah bajunya sedikit lebih tinggi. Kuanggap kata-kataku kali ini adalah sebuah ancaman untuknya. Namun dia sama sekali tak menggubrisnya.

“Lepaskan. Jika sikapmu saja sudah seperti ini, jangan berpikir jika Irene akan terus ada di sampingmu….”

BRROOOKK!!! Satu pukulan keras ku hantamkan di rusuk sebelah kirinya. Jumyeon Hyung terhuyung kesakitan hingga menabrak meja di sampingnya. Kyongsoo Hyung lantas berdiri mencoba menahanku sebelum semakin parah. Namun saat yang sama Jumyeon Hyung tiba-tiba berdiri dan membalas pukulanku tepat di pelipis sebelah kiri.

“Begitukah kelakuanmu terhadap Hyung-mu ?” Ucapnya bergetar. Aku tidak peduli. Bagiku dia bukan Hyung-ku lagi melainkan perusak rumah tangga orang.

BROOKK!!! Satu pukulan mendarat di rusuk kanannya kali ini. Dia terhuyung lagi lantas dengan cepat membalasku dengan satu pukulan pula.

Perkelahian tak dapat terelakkan lagi. Baik aku dan Jumyeon Hyung saling adu pukul. Kyungsoo Hyung mencoba melerai dan itu tidak cukup berhasil jika dia tidak mau tubuh kecilnya itu ikut babak belur bersama kita.

“APA-APAAN INI…  HENTIKAN!!!” Pintu drom tiba-tiba terbuka dan sosok jangkung Park Chanyeol telah bersiap melerai kita. “Cukup henikan, aku bilang hentiiikkkaaaannn!!!!”

PLAKK! PLAKK!!! Chanyeol Hyung menampar wajah kami berdua. Jika saja tidak ada Jongin dan Baekhyun Hyung yang menghalangiku mungkin nasibnya akan sama dengan Kyungsoo Hyung tadi.

“Apa yang kalian lakukan, bertengkar karena seorang wanita?” Tuturnya sengit. Baik aku dan Jumyeon Hyung sama-sama diam menundukkan kepala. Tanganku di pegang oleh Jongin sementara tangan Jumyeon di pegang oleh Baekhyun.

“Ikut aku Oh Sehun!” Chanyeol  Hyung lalu mengajakku masuk ke dalam kamarnya. Lebih tepatnya kamarnya bersama Baekhyun. Sementara Jumyeon sendiri dibawah ke kamar Kyungsoo untuk menerima pengobatan akibat luka-luka memar yang kubuat.

Chanyeol benar-benar marah terhadap apa yang barusan kulakukan. Tak pernah kulihat dia semarah ini kepadaku. Biasanya hanya dengan melihat aeygo-ku dia akan kembali menampilkan senyumnya. Tapi kurasa saat ini mulutku terasa sakit untuk melakukannya

Tak perlu kuceritakan kembali atas apa yang barusan yang dilakukan Jumyeon Hyung terhadap Irene. Karena aku justru mendapat laporan itu dari Chanyeol sendiri. Dia berkata tidak seharusnya aku semarah ini apalagi sempai berkelahi dengannya yang notabennya leader EXO sendiri. Jika berita ini sampai tersebar, benar-benar reputasi EXO akan hancur.

“Dia memintah untuk berpisah Hyung.” Ujarku mengingat apa yang dikatakan Irene barusan. Tentu saja aku masih tidak terima jika Chanyeol Hyung terus-turasa menyalahkanku. “Dia ingin kita bercerai…!”

Agak kaget, Chanyeol mengehentikan ocehannya sebagai ganti dia memandang tak percaya. “Dan kau memanggap Jumyeon Hyung sebagai orang yang bertanggung jawab?”

Aku mengangguk mantap. Dari awal memang Jumyeon Hyung yang ku anggap bersalah dalam hal ini. Perusak rumah tangga orang!

“Sehun, Jumyeon Hyung bukanlah orang yang semacam itu?” Ujarnya pelan.

“Kau membelanya?”

Chanyeol menggeleng, “Dengarkan aku, jika kau pikir Irene marah padamu karena hal semacam itu, itu tidaklah mungkin. Pernikahan kalian baru satu minggu dan hubungannya dengan Jumyeon Hyung juga sudah lama berakhir jauh sebelum kalian menikah. Pastinya ada salah sesuatu diantara kalian yang membuatnya terluka. Jika dia menolak memberi tahumu, sudah pasti itu adalah kau.”

“Aku?” Kutunjuk diriku sendiri bingung. Apalah yang dikatakan orang ini.

“Kau pernah menyakitinya?”

Aku menggeleng, “Kami menjalani masa-masa yang bahagia sebelum orang itu datang kembali.”

“Jika tidak, kau mungkin menyembunyikan sesuatu darinya?”

Aku menggeleng lagi. Tidak. Itu tidak pernah terjadi. Selama menikah aku selalu terbuka padanya kecuali pada masalah-masalah intim. “Tidak ada yang kusembunyikan Hyung.?”

“Apa seorang wanita mungkin?” Pertanyaannya semakin mengintimidasi. Apa maksudnya, tidak ada wanita manapun selain dia. Aku bahkan menolak kolaborasi bersama seorang girlband untuk menjaga perasannya Menolak tawaran main film, reality scene, kissing sce…-

Apa kissing scene?

“Kejadian di rumah sakit, apa benar Irene melihatku? Ingatku kembali pada hari-hari setelah peristiwa itu terjadi. Saat Jumyeon Hyung mengatakan dia melihat Irene di rumah sakit dan sikap-sikapnya mulai berubah dari hari itu. Apa jangan-jangan dia memang…

“Sudah menyadari masalahmu?” Chanyeol Hyung kembali bertanya. Ya, sudah tak dapat dipungkiri bahwa Irene marah karena alasan itu.

Apa yang ku lakukan dengan Naomi tentulah menjadi masalah yang besar.

“Hyung aku harus pergi?” Kataku cepat-cepat mengambil kontak mobil dan menuju ke luar. Tapi Chanyeol tiba-iba mencegah. “Ada apa Hyung?”

“Minta maaflah pada Jumyeon Hyung, kau salah paham bukan?” Aku mengangguk enggan. Itu bisa diselesaikan nanti. Yang penting adalah bagaimana aku menyelesaikan masalah ini dengan Irene. Tentang Naomi yang notabennya hanya kesalahan belaka. Aku harus menjelaskannya.

“Sehun-ah….” Park Chnayeol memanggilku lagi. Apa dia benar-benar tak tahu keadaan sedang gawat sekarang, “Handphonemu ketinggalan.”

Dia melemparkan handphoneku dan syukurlah dengan tangkas bisa kutangkap. Saat itu juga sebuah pesan singkat masuk segera ku baca. Pesan yang benar-benar membuatku terperanjat dan tidak bisa berkutik sekali lagi.

 

-o0o-

Irene POV

Aku  menyembunyikan wajahku di pundak Wendy sementara Sang Maknae Yeri yang baru pulang dari sekolah datang menepuk-nepuk pundakku. Baru kuceritakan pada mereka tentang apa yang terjadi bersama Sehun. Tentang perbuatannya, usahanya bertemu denganku atau tentang kata-kata biadab yang baru saja ku katakan padanya.

Sungguh aku sangat menyesal setelahnya. Bukan berarti bahwa  aku tak tahu Sehun begitu terkejut mendengarnya. Begitupun denganku, aku juga sangat terluka. Tapi masalah ini sudah terlalu rumit. Gadis itu, yang ku tahu namanya Naomi. Apa Sehun benar-benar tak bisa melepasnya? Mengapa mereka masih berhubungan?

“Sudahlah, sekarang hapus air matamu dan segeralah memintah maaf padanya?” Ucap Wendy sambil menghapus sisa-sisa air mataku.

“Apa kau gila, mengapa aku harus meminta maaf, dia yang harusnya meminta maaf padaku.” Balasku yang langsung mendapat persetujuan dari Yeri.

“Kau sudah menyakitinya Irene-yah, tidak seharusnya kau berkata seperti itu. Kau harus melihat betapa sulitnya dia berjuang untuk menemuimu.”

Sekali lagi kuusap air mataku yang tak sengaja menetes. Wendy benar, selama ini Sehun selalu berjuang menemuiku bahkan sampai memintah bantuan pada Hyung-hyungnya. Namun aku sama sekali tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan sekiranya mendengar kata-katanya.

“Aku tidak setuju.” Tukas Yeri, “Sehun Oppa sudah menghianatimu dengan cara berselingkuh harusnya kau juga melakukan hal yang sama. Jangan sekedar memafkannya.”

“Apa yang kau bicarakan kau ini masih kecil!” Seru Wendy. Aku tahu bahwa komentarnya ini akan membawa kesesatan yang nyata. Tapi kadang komentar anak di bawah umur ini memang ada benarnya juga. Tidak semudah itu memafkannya.

“Eonnie biar masalahmu bisa impas kau harus mencari lelaki cadangan.” Ungkapnya lagi.

Sedikit terkejut aku memandangnya tak percaya. Wendy sudah mendorong Yeri menuju ke kamar tapi anak itu itu tetap tidak mau beranjak. “D.O Oppa. Mungkin dia cocok untukmu. Lelaki berkepribadian baik dan mempunyai suara emas.”

“Aku juga tidak suka pria yang terlalu pendek.?” Tukasku seketika.

“Irene-yah apa kau gila, tidak seharusnya kau meladeni omongan anak di bawah umur ini. Sudahlah, ayo kita ke kamar saja. Kau perlu istirahat.” Wendy menyahut dan segera menarikku menuju kamar. Tapi aku tetap tidak beranjak meninggalkan ruang tamu ini.

“Yayaya bagaimana kalau Dongahe Suju saja. Astaga dia sangat imut eonnie, usianya juga jauh lebih tua darimu bukan?” Sambungnya.

“Aku tidak suka pria yang terlalu imut, dia bisa menyaingiku nanti?”

“Kalau begitu kita harus mencari yang di luar agensi.”

“Hey anak kecil segeralah ke kamar dan kerjakan PR-mu.” Wendy sepertinya sudah terlihat frustasi melihat pembicaraan kamu berdua. Tapi itu rasanya tidak cukup untuk menghentikan kita.

“Bagaimana kalau Rap Monster BTS. Astaga dia sangat keren eonnie. Tidak pendek juga tidak imut. Aku bertemu dengannya kemarin dan kelihatannya dia benar-benar baik.”

“Hey cukup Hentikan!!!” Tukas Wendy meninggi, “Yeri-yah, segeralah ke kamar dan kejarkan PR-mu tidak seharusnya kau ikut campur urusan orang dewasa ini.”

“Eonnie, kau selalu saja menganggapku seperti anak kecil….” Dia menggerutu tapi akhirnya berjalan kesal menuju kamarnya.

Sekarang hanya ada aku dan Wendy di sini. Sedikit hiburan dari Yeri rupanya tidak mampu merubah keadaanku yang sekarang menjadi lebih baik. Bukan tanpa alasan mengapa aku menolak pria-pria yang disebutkan Yeri barusan. Kyungsoo adalah salah satu personil EXO, Donghae Oppa adalah teman baiknya Sehun sedangkan Rap Monster itu sendiri adalah seorang rapper yang sama seperti Sehun.

Sebuah kenyataan ironis, bahwa aku tidak bisa berpisah dengan Sehun. Sehun menduduki semua hal di hidupku tak tahu tepatnya kapan entalah semenjak kita berdua menikah atau belum. Dan aku benar-benar tak bisa berpisah dengannya.

“Kau tahu apa artinya ini Wendy?” Tanyaku pada Wendy. Dia mengangguk. Tapi aku tetap memberikan jawabannya.

“Aku tidak bisa benar-benar berpisah dengannya.”

“Ya, aku tahu. Untuk itulah kusarankan segera meminta maaf padanya.” Aku menggeleng cepat. Tidak semudah itu.

Tanpa sadar ponsel di sampingku telah bergetar. Mungkin dari Sehun dan tidak mungkin aku mengangkatnya. Namun Wendy memaksaku untuk menjawab teleponnya. Saat aku menjawabnya, sebuah kabar buruk benar-benar mengejutkanku.

-o0o-

Begitu kabar itu kuterima, aku buru-buru memaksa Wendy untuk mengantarkanku ke rumah orang tua Sehun. Sebuah kecelakan kecil sedang terjadi di rumah itu karena tiba-tiba saja penyakit jantung Ibu Oh mulai kambuh. Tak bisa kubayangkan sesuatu lebih buruk terjadi padanya. Saat kubuka pintu kamarnya, kulihat kondisinya mulai membaik meskipun masih ada selang di hidungnya. Dia dalam keadaan sadar dan tersenyum ke arahku.

Aku pun balas tersenyum dan mulai mendekatinya tanpa ku tahu bahwa sosok Sehun telah berada lebih dulu di sampingnya. Harusnya aku bisa menduga cepat atau lambat hal ini akan terjadi.

“Kemarilah Irene….” Perintah Ibu Oh. Perlahan aku menurutinya. Melangkahkan kakiku duduk di samping Sehun yang bahkan dia sendiri lupa menyapaku.

“Mengapa kalian tidak berangkat bersama?” Pernyataan untuk kami berdua, tapi satu pun dari kami yang menjawab. Entah karena takut atau merasa bersalah, aku pun memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan saja.

“Bagaimana keadaan eomma, apa sudah baikan?”

“Nde, sudah baikan. Eomma hanya sedikit kecapekan.” Jawabnya tersenyum.

“Eomma harus menjaga kesehatan. Jangan bekerja terlalu keras. Bukankah aku sudah menyuruh eomma diam saja di rumah, tapi mengapa eomma tidak mematuhiku?” Sambung Oh Sehun penuh perhatian. Aku tahu dari dulu Sehun memang sangat menyanyangi eommanya. Begitu pun juga denganku, dia sudah kuanggap seperti eommaku sendiri.

“Kau tidak perlu terlalu perhatian pada eomma, masih ada yang harus lebih kau perhatikan?”

“Eomma ini bicara apa, tidak ada yang lebih penting darimu.”

“Istrimu?” Ucapnya seketika membuatku maupun Sehun sedikit terkejut. Eomma tak henti-hentinya memandangku sambil tersenyum, “Kau harus sering-sering memperhatikannya, lihat badannya sampai kurus begitu dan wajahnya juga tidak secerah dulu. Irene-yah, apa Sehun memperlakukanmu dengan baik?”

Kali ini ganti aku yang ditanya. Ingin rasanya ku jawab tidak. Anakmu itu memperlakukanku dengan sangat buruk eomma, tidak pernah memberiku makanan enak, memberiku barang-barang mahal, yang bisa dia lakukan hanyalah menyakitiku dengan berselingkuh dengan gadis Jepang. Tapi rasanya sangat tak tega jika aku mengatakannya seperti itu. Maka aku pun terpaksa berbohong, “Tentu saja, dia memperlakukanku dengan baik.”

“Eomma, istirahatlah dulu. Tak ada yang lebih penting dari kesehatanmu sekarang.” Ucap Sehun mengalihkan pembicaraan.

“Baiklah, jangan pulang malam ini dan menginaplah disini untuk sehari.”

Menginap? Haruskah aku menginap dan tidur sekamar dengannya lagi? Aku benar-benar merasa enggan.

“Irene-yah, menginaplah disini. Tunggu sampai keadaan eomma membaik maka kalian bisa melakukan aktifitas kalian kembali.” Kali ini gantian aku yang ditanya. Tanpa menunggu persetujuan darinya aku pun akhirnya mengangguk pelan.

-o0o-

Malam hari datang lebih cepat. Aku menunggu Sehun di dalam kamar yang sudah disediakan untuk kita tempati bersama. Sambil menunggunya, aku memutuskan bersandan pada ujung tempat  tidur dengan memainkan game COC-ku. Mungkin sedikit aneh jika harus kembali tidur dalam satu kamar yang sama ketika sudah tiga hari berpisah. Padahal rumah ini pun tergolong luas dan mempunyai banyak kamar. Tapi jika tidak begitu, Ibu Oh pasti akan curiga dengan kita dan akan menanyai macam-macam.

Sudah jam 11 malam. Aku tidak akan tidur sebelum Sehun datang kesini dan menentukan aku akan tidur dimana. Di atas ranjang ataupun di bawah, hal itu sama sekali tak masalah buatku. Kuakhiri permainan game itu sebelum kusadari  bahwa pintu kamar tiba-tiba terbuka.

Saat itu kulihat Sehun telah masuk ke dalam kamar lalu menguncinya rapat. Ada raut wajah aneh yang kulihat saat itu. Dia menatapku tajam sambil melepas beberapa kancing atas kamejanya. Membuat bergidik, dia berjalan ke arahku dan Astaga… dia menarik cepat  tanganku hingga berdiri lalu dihentakkan tubuhku keras hingga terbentur dinding kamar.

“Ap-apa yang kau lakukan?” Kataku gugup. Kedua tanganku ditahannya dan semakin menghimpit badanku di dinding. Tidak bisa berbuat apa-apa.

“Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan.” Ujarnya hampir tak seperti Sehun yang ku kenal. Kini semua kancing kamejanya telah terlepas. Sehingga aku bisa melihat dada bidangnya yang putih.

“Jangan macam-macam Oh Sehun. Lepaskan!” Aku memalingkan muka.

“Kau boleh berontak, memukulku atau menendangku. Tapi jangan berteriak!” Katanya sebelum dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Berusaha menciumku.

Sebisa mungkin aku pun segera memberontak. Kuturuti permintaannya dengan menggigit bibir. Menahan suaraku agar tidak keluar.

“Santailah sedikit!” Dia tersenyum mengejek. Melanjutkan aksinya dengan mencengkram tanganku erat.

Tidak mungkin aku hanya tinggal diam diperlakukan seperti ini. Sekalipun tanganku di cengkramnya, aku masih punya kaki untuk kugunakan untuk menendangnya. Namun sial, tenaganya ternyata jauh lebih kuat dari dugaanku. Dia berhasil menggelak. Sebagai gantinya, dia berhasil menahan kedua tanganku dengan satu tangannya.

“Lepaskan aku brengsek!!!”

Tak peduli semarah apa aku padanya saat ini. Dia masih saja menatapku dengan tatapn yang benar-benar bajingan!

“Kau tahu betul, kita belum melakukan apa-apa setelah menikah bukan?” Katanya seolah memojokkanku. “Akan lebih baik jika berbisa dan pernah merasakannya sama-sama.”

Rasanya aku hampir menangis mendengar kata-katanya. Bukan karena makna yang tersirat dalam kata-katanya melainkan orang yang mengucapkan bukanlah Oh Sehun yang ku kenal dulu. Dia merabah wajahku dengan satu tangan. Menulusuri betapa lengkukan-lengkukan itu sudah tidak bisa melakukan apapun. Aku pasrah. Biarkan saja dia melakukan yang dia inginkan.

“Kalau begitu lakukanlah….” Tukasku ketika wajahnya hanya terpaut beberapa jengkal lagi dari wajahku.

Sedikit tersenyum dia memamerkan deretan gigi putih bersihnya. Seolah ini adalah berita baik.

“Kau menikahiku karena terpaksa bukan, harusnya kita juga melakukannya karena alasan yang sama.”

Sebuah kilatan kemarahan tiba-tiba muncul dari kedua matanya. Entah aku salah mengatakan sesuatu apa tidak. Cengkraman ditanganku semakin mengguat dan dengan gerakan cepat dia membanting tubuhku tepat di tas kasur dan menindihiku.

“Apa kau pikir pernikahan itu hanyalah sebuah permainan? Apa kau merasa pernikahan kita hanyalah permainan yang dapat diselesaikan dengan mudah tanpa peduli berapa banya lawan yang sudah bersamamu? Lalu apa kau pikir aku akan diam saja merasa bahwa diantara kita hanyalah sebuah sandiriwara belaka??”

Dia berteriak keras kepadaku. Meluapkan segala emosi terpendamnya selama ini. Tanpa berani menatapnya, aku memalingkan muka. Tapi pria itu memaksaku agar aku menatap lurus ke arahnya.

“Katakan padaku apa yang membuatmu seperti ini, apa selama ini benar aku tak ada artinya bagimu, JAWAB AKU!”

“Lepaskan aku, kau menyakitiku.” Kataku melemas. Dia benar-benar seperti orang kerasukan yang terus mencengkram tanganku.

Saat kurasakan cengkramannya mulai merenggang, dia mulai melemahkan ucapannya, “Jawab aku, selama ini kau menganggapku apa?”

Tes, satu butir air mata jatuh dari pelupuk matanya. Sehun menangis. Satu tetes selanjutnya bahkan tepat jatuh di atas mataku seolah-olah dia memang sengaja memberi tahuku bahwa dia sedang terluka.

Dia kemudian berangsur-angsur melepaskanku. Dia berdiri membalikkan tubuhnya seolah-olah menyembunyikan kesedihan yang ia rasakan. Sudah terlambat aku sudah terlanjur mengerti sekarang. Tuhan… apa yang sudah ku lakukan? Apa aku menyakitinya lagi? Inilah pertama kalinya aku melihatnya sekaligus membuatnya menangis.

“Tidurlah, aku akan tidur di kamar tamu.” Ucapnya kemudian. Dia beranjak berjalan ke depan pintu. Apa ini artinya dia akan meninggalkanku?

“Bodoh!” Di luar kesadaranku kata-kata itu muncul begitu saja seolah mencegahnya untuk pergi, “Oh Sehun kau pria bodoh!”

“Bagaimana mungkin kau berpikir ini permainan setelah apa yang kita jalani bersama dalam waktu yang lama?” Sambungku kemudian.

“Bagaimana mungkin kau berpikir ini sebuah kepura-puraan saat aku sudah tak mampu lagi menyimpan hal yang sebenarnya untuk kuungkap? Lalu apa kau masih berpikir ini sandiwara setelah tahu bahwa kita sama-sama terluka?”

Sehun membalikkan badan. Menatapku yang sudah bercucuran air mata. Saat itu aku beranjak mendekat dan menjatuhkan diri memeluknya. “Bagaimana mungkin kau masih tak bisa mengerti bahwa kau sangatlah berarti untukku. Aku mencintaimu bodoh!”

Sebuah kata keramat itu  keluar dari mulutku begitu saja. Benar-benar keluar. Dibanding menyimpannya jauh lebih mudah untuk mengeluarkan sekarang.

Sehun masih terpaku di tempatnya berdiri. Tidak menjawab juga tidak bereaksi. Bahkan dia pun tidak membalas pelukan yang kuberikan. Apa ini artinya aku di tolak? Apa dia lebih memilih Naomi itu dibanding denganku, sekalipun aku mengungkapkannya lebih dulu. Saat aku beranjak melepas pelukanku Sehun ternyata menceganya. Tangannya terulur memelukku badanku. Sangat erat hingga aku sedikit kesulitan bernafas.

“Kau mengerti sekarang?” Tanyaku pelan.

“Aku sudah tidak bodoh sekarang?” Sehun lantas tersenyum menatapku. Mengusap air mataku.

“Lalu apa jawabanmu?”

Perlahan Sehun melepas pelukan itu. Tak menjawab tapi langkahnya mendekat mematikan lampu kamar, “Akan kuberikan jawabannya sekarang.”

 

 

Hufftt… Gimana perasaan kalian pas waktu chap ini? Sejujurnya aku merasa terharu dengan banyaknya pembaca yang semakin hari semakin banyak. Makasih juga udah sabar nungguin chapter yang terbit dua minggu sekali.

Sebenernya juga aku pengen dengerin komen-komen kalian tentang chapter ini. Tapi kebanyakan cuma pada ngetik minta dilanjut. Padahal aku tuh seneng banget baca tangapan2 kalian yang kadang bikin aku ngakak sendiri hahaha…. Kalau banyak yang tanggapepin, insya allah aku jadi lebih semangat nerusin chapter selanjutnya.

Sekali lagi gomawo yah… J

 

 

 

 

78 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] PROPOSAL MARRIED (Chapter 4)”

  1. Ya allaj aku smpe gelindingan muter muter jage dgn klakuan baekyeol ni sumpah smpe ngakak g kuat perut smpai mlilit. Hahahah

    Oh akhirx konflikx reda… jadi mgebanyangin kjadian selanjutx bgian akhir it hihihi

  2. Hyaaaa, chapter ini bikin hati kretek kretek.
    Kasian Irene kasian juga Sehunnya, Naomi pergi jauh jauh jangan ganggu rumah tangga mereka lagi, Junmyeon Oppa juga jauhin Irenenya kasian mereka, huhuhuuu.
    Tapi akhirnya Irene bisa bilang juga kata keramat itu.
    Hyaaaa Chanyeol jadi penasehat rumah tangganya SehunIrene :D.

  3. Sedih banget sumpah T.T
    tp mereka sekarang udah baikan #horeeee

    perjuangan sehun bener” deh.. Keren :v
    naomi… Pergi lah engkau dari hidup sehuuuuunnnn >.<

    seru seru lanjut author fighting ^^

  4. gilaaaa ffnya keren banget :”)
    itu sehun mau ngasih jawaban apa pake matiin lampu segala. wayoloh /tutup mata/
    akhirnya irene di kerasin baru buka mulut ya :”). semangat thor

  5. Waaahhhh gregetan baca ny, tpi yg soal naomi bakalan di jelasin kn sma sehun?? Ngebayangin ny aja nyesek.. Rsa ny aku pengen bantu sehun buat ngejelasin sma iren trs comblangin jonmyun sma yg lain biar gk nambah salah paham… Aakkkhhh mumet saya, gk usah idol, org biasa aja puyeng klo masalah ny kek gitu 😂😂😂 btw keep writing thor 😊 klo bsa ff ny di post perminggu ya 😆😆

  6. Aigo…sumpah thor ini bikin baper..mskipun ada
    Bbrp typo tpi tertutupi dgn
    alur yg smkin mmbuat penasaran …nahan nafas pas baca ungkapa n perasaan irene..next ditunggu…fighting

    Note:mian thor bru komen dipart ini..coz bcanya ngebut

  7. widih….
    ini akhirnnya bikin penasaran abis…
    mau digimanain coba sama lampu yg mati?
    wkwkwkw…
    dasar sehun yg sudah tidak bodoh sekarang,,hahaha
    lucu nya…

  8. teruusssss itu irene belom jadi bilang kenapa dia ngamuk sama sehun? ngamuk duluu smestinyaa. biar gantiaannnn hahah. sehun seenaknya ngebentak irene. dan irene ngebales dengan ucapan cinta~ duh baper kaan hahah. dan berharap sehun menjelaskan semuanya sama irene. ngejelasin kemana dia pas dijepang. dan ngejelasin semuanya sebelum irene cerita ngejelasin alasan diaa. pokoknya buat mereka bahagiaaaa~
    aku suka chapter ini. sukses bikin degdegan sendiri, dan chapter ini panjaaaanngggggggg!!! aku semakin sukaa~ huehehehe.
    semangaattttt!!
    -XOXO-

  9. euy maaf baru komen chap segini, cerita nya seru , mau apa itu mereka yaa ?? next nya ya thor, uda gx sabar *eh
    author boleh mnta akun fb gt biar lebih kenal dekat,atau twett , atau ig ??ehehe boleh yaaa 😂 (ngasih aegyo) salam kenal 98liner

  10. Akhirnya mereka sadar jga. …… thor tambahin konfliknya dong…….. biar majin seru & menguras emosi ……… next thor keep writing

  11. part ini keren banget, awalnyya miris dan sedh banget tapi akhir nya so sweet banget. aku suka karakter irene dan sehun, walau mereka sama sama ketus, tapi blak blakan juga soal perasaan. jangan kelamaan dong update nya thor. udah nggak sabar bacanya nih

  12. Aduh bca chap ini sedih banget kak, aku smpe nangis tdi 😥 Nyesek lg

    Engg baekhyun sma tmpat sampah..kkkk
    Aduh chanyeol ngejar irene? Jelas ketangkep lah org chanyeol oppa kakinya panjang/eehh

    Lah lah kirain irene berhasil buat kabur krena dtolong ama donghae oppa, ehh taunya si irene malah d bwa donghae ke sehun..wkwkwk

    Huft akhirnya baikan juga
    Itu sehun mau apa kak?
    Update 2 minggu sekali?, aku sih gpp kak yg penting lanjuuttt 🙂
    Duhh aku bingung nih kak mau ngomong apalg

    Next kakk dtunggu klanjutanya^^

  13. Mewek sumpahh baca chapter ini..
    Pengen aku tampol aja ntu mukanya naomi.
    Hufttt tapi alhirnya sehun-irene balikan lagi 😂 waduh waduhh sehun mau ngapain itu???
    Koq udah tbc aja thor 😂😂
    Ditunggu kelanjutan nya
    Fighting thor^^

  14. Anyeong kak~ aku reader baru maaf komennya pas dichapter 4 aja
    gak apa2 kan? Gak apa2 kan ya. Aku udh pernah baca awal publish proposal married yng chapter satu tapi aku bcanya gak smpe setengah setelah itu out karena aku rada gak suka klo kehidupan castnya bwa2 nama grupnya tapi aku nyobain bca lagi dan sampe chapter 4 ternyata rame walaupun bacanya ngebut dari chap 1 sampe chap ini. Maafkan daku yng jahat ini T.T baru sadar kalau ternyata alur ceritanya bkin greget.

    Next kak~ insya allah aku bakalan jadi reader setia :” yg selalu ninggalin jejak

    Keep writing

    1. Wah… reader baru nih. Nggak usah ngebut baca say, patuhin lalu lintas yang ada juga hehehe… Iya aku juga setuju, harusnya kehidupan castnya gak usah dibawa-bawa yah. Next time deh, aku coba buat cerita yang kayak gitu. Terima kasih udah komen 

  15. Senengh bangettt udah ada lagii ini seriusfeelnya dapet hahaaa ah akhkrnyaaa irenee ngungkapin tapi kenapa sehun nanya lagi apa salah dia ini dia ga minta maaf :’ rada nyesek sebenernya kan dia tu kni gara gara si nomnom wkwkk naomi maksudnya semangatt teruss

    1. Iya, sehun ma nggak pekaaaa….. dia pikir nggak sakit ngelihat suami sendiri ciuman tempat umum read: rumah sakit emang si sehun gak punya duit yah buat nyewa hotel biar gak ketahuan irene gitu?? Hahaha makin ngaco
      (efek ditinggal chanyeol ciuman sama si artis kaus shang shang)

  16. Uwaaaaah, tp konfliknya cpt banget ya thorr. Td sempet mikir kalo irene bakal bilang kl dia ngelihah sehun sm naomi, ternyata enggak:(( itu nc nya dikit yaaa wkwk. Jangan 2 minggu sekali lah thor, seminggu sekali ajaa wkwk. Sebenernya pingin konflik yg lebih panjangg, tp sepertinya hbs ini sehun romantis2an ya sm irene wkwk. Ditunggu kelakuan kocaknya aja deh hehe. Hwaiting thorr🙌

    1. Iyah, kok tahu habis ini sehun romantisan? Yaiyalah sama irene, masak sama kamu hihihi…
      kecepetan yah, aku juga ngerasa gitu sih, gaya menulis aku emang gini say, kurang terasi eh narasi. Pengen2nya cepet2 kelar melulu… baru sadar setelah dapet masukan dari kamu yg chapter 3. Tapi nggak bisa buru2 betulin soalnya chap 3 and 4 ngirimnya udah jadi satu hehehe. Untuk chap selanjutnya mungkin aku usahain belajar nambah narasi kali yah, biar para reader semakin terbawa susananya. Hehehe

  17. Ngakak pas cerita kejar kejaran buat nangkep irene.. Kalo aku sih eon, masih blm nbs ngasih saran buat lanjutannya, soalnya takut kesaingan sama eonni yg nyuguhin ceritanya apik banget, tambah kekonyolan exo n rv td bikin ceritanya gak bosenin..
    Penasaran lanjutannya, gih cepetan eon, gak usah lama lama.. ntar ada saatnya buat protes.. wkwkwk

    1. Wah… justru aku berharap bgt dapet masukan dari teman2. Sejujurnya aku jadi author juga masih baru kok. Masih banyak belajar tata cara kepenulisan yg apik juga. Kalo soal lanjutan… yaaa jangan protes dooong… Protesnya ke Sehun aja kapan tuh perut Irene berisi xixixi

  18. Sehun mau ngapain tuh matiin lampu wkwk
    Baekhyun sama yeri lucu banget
    Terus wendy sama chanyeol bijak banget disini
    Sehun kenapa suho yang disalahin
    Ahh penasaran sama kelanjutannya^^

  19. Uwaaaaa mana NCnya MANA???
    pasti takut ditegur KPI nih klo gak disensor yekan?
    Jadinya salah paham masalah apa kn blum clear kan? Orang pd nyatain perasaan masing2 gt… Eciecieee.. Bobo bareng niye..

    1. Gak ada NC. Adanya NCT U sama NCT yang baru itu (apa tuh namanya lupa) Nggak bisa nulis NC say, tangan gua gemeteran kalo nulis gitu. Maklum masih polos… hehehe

  20. Aduuh chapter ini bikin terharu 😭😭😭 kenapa tbc disini.. Bikin penasaran.. Semoga chapter selanjutnya adegan sweet sweet nyaa yaaaahhhh… Ditunggu chapter Lanjutannya

  21. Huwaaaa chapter ini bener bener menguras emosi sumpah ini feelnya aku dapett aku yang baca jadi ikutan sedihh tapi awalnya aku ngakak gara gara tingkah konyol sehun yang gak sengaja buka pintu ternyata isinya seulgi wkwk dan itu wendy kenapa lagi kok diem sih? Diapain sma si cabe dipeluk kah atau dicium ><
    Apalagi adegan sehun sma junmyeon yang saling tonjok aku jadi deg degan kasian kan junmyeon huhuhu..
    Ditunggu kelanjutannya next chapter banyakin moment mereka yaa kak? Hehehe
    Fightingg!!

  22. Wait Abang Yeol ko bsa jdi bijaksana yh..pdhal kn biasanya petakilan Pecicilan Orang.x..
    Baekhyun Ttap yh jdi partner nya Chanyeol Dlam Sela hal..
    Tpi Ksihan joonmyun di kra PHO Sma Sehun..
    Smoga Hubungan Sehun irene jdi lbih baik amin

    Next Chapter
    Hwaiting

    1. Udah lebih baik kok. Udah matiin lampu berdua gitu… hehehe Abang chanyeol emang lebih deket ke Sehun. Setia sama Sehun membantu dalam segala hal. Eh PHO itu apaan kudet nih gua? hahaha

  23. CHANYEOL! sejak kapan jadi penyelamat rumah tangga orang? Rumah tangga lu sama gue aja masih berantakan grgr mba yuan? /apaini*abaikan/ 😂
    Andai ya, kisah rumit bisa diselesaikan dgn begitu… huaaaaaaah 😣

    Author, jangan nistakan baekhyun plis wqwqwq~ xD
    Masukin cast satu lagi dong kak, Jongin kek gitu dia kan jago masalah peryadongan tuh.. haha
    Selamat melanjutkan menulis yaaa!!^^
    Ditunggu Chapter selanjutnya, bts eh btw jangan lama2 yaa kkk ✌

    1. Rasain lho, rumah tangga loe dihancurin gegera si artis kaus shang shang. Gua juga bete tuh sama tuh artis udah dapet kiss nya chanyeol. Chanyeol juga gitu sih, mau aja disuruh kiss kaus shang2. Nih, kiss kaus kaki gua aja hahaha
      Byunbaek mah, dari lahir juga udah nista. Kalo masukin Jongin entar gua di laknat sama Krystal lagi…??? oh iya, Jongin kayaknya udah nggak yadong deh, abisnya gak pernah toples lagi dia… kalo photoshoot bawaannya pakaian tertutup terus (belain bias)

    2. Elaah-,- gapapa dah yg penting dia udah pernah sama gue kan katanya bukan yang pertama wkwk
      Udah di ijinin sama mba ital, udeh masukin aja si jongin..
      Bawaan sama ital apa gegara abis lebaran dia jadi alim? *ditonjok seketika* *kabuur

  24. Huwaaa.. pasangan yg bener-bener ga bisa sadar akan cinta ya mereka berdua.. wkwkwk..
    Dichap ini seru ka, konfliknya warbiasaaaa.. sehun ga nyadar ya dia pdahal yg nyakitin irene tapi malah nyalahin hyungnya smpe berantem..

    Gabisa komen apa2 lagi.. dinext secepatnya ka!! Fighting!!!!!

  25. Waaahhh….bner2 gg bsa ditebak, kren bgt tpi knp hrus irene yg ngakuin cintanya dluan…aku pengen sehun yg ngebujuk irene untuk maafin dia. Tpi walaupun kyak gtu aku sneng bgt bacanya bner2 ngbawa emoosi. Ditunggu ya seceptnya chap selanjutnya…keep fighting thor:-)

    1. Baekhyun enak banget sama wendy? Udah pernah sama taeyon sekarang sama wendy?? Jangan lah?? Sama yeri aja biar kesannya paman dan ponakan hehehe thanks for komen yah 

    1. Parah nih, leader sama maknae berantem gegara cewek. Modah2an nggak bener2 terjadi di kehidupan nyata yah??? Kalo berantem sama aku sih boleh hehehe

  26. Tuh kan bener irene ngeliat adegan sehun pas masangin kalung ke naomi. Naomi gk tau diri ugh -_- kasian irene udh ngira kalung itu buat dia eh trnyata dksih ke naomi. Sehun sih pke acara ngulur-ngulur waktu mulu, kan jadinya salah paham. Yang pas sehun masuk rumah wendy trus denger suara dia langsung bka kamar mandi bikin ngakak, awalnya aku pikir yg nyanyi emg irene eh trnyata seulgi. Pas baekhyun buntutin suho irene jga lucu, wkwk. Chanyeol ngejar irene jga, kwkwk. Dan pas irene mo kabur trus nabrak orng aku pikir orng itu sehun, eh donghae ternyata. Aku kira donghae gk tau rncana sehun, eh ternyata tau. Kwkwk. Dan pas udh ktmu hunren malah gitu. Irene jgn mnta cerai dong plis ah, sehun mlh nuduh suho yg nyuruh irene kyak gitu. Pdhal mslh awalnya dtng dri kamu hun, dasar tidak peka. Yeri ucul dih ngelawak sama pikiran bocahnya. Kwkwk. Dan utng ibu sehun sakit, jdi ada momen hunren deh. Kwkwk. Pas dikamar akhrnya hunren ungkapin prsaan masing-masing, duh manisnya, nunggu adegan yg lbh nih. Gk skedar kissing. Kwkwk. Fighting thor ngetik ffnya.

  27. yeri cute bgt disinii ga boong
    terus irene aduh ga ush dikomentarin deh kalau hunrenenya sweet bgt dan ga tegaa liat sehun sedih saya baper hehehe
    cepet punya momongan ya hunrenenya
    fighting thor bikin ffnya (:

    1. Yeri mah dari dulu udah cute… mental anak2nya kebawa bgt. Kalo soal momongan sih kayaknya bakal luuaaaammmmaaaaa banget. KB dulu (astagabahasangua) nggak tega juga sama hati EXO-L kalo ternyata Sehun udah jadi bapak!

  28. Anjirrr chap ini menguras emosi banget😁😁😁
    Dari ketiga hyung terbaik sehun bantuin dia, trus chanyeol ngatain pabo wkwwk, junmyeon di tonjok😁😁😁
    Dan akhirnya jadi sweet😁😁😁 apa yg akan terjadi selanjutnya yak?wkwkwk
    Next chap ditunggu😀

  29. Kenapa suho jadi rivalnya sehun? Mereka kan dongseng hyung yg tak akan terpisahkan. Karena mereka aslinya satu kamar di dorm.
    Dan ada apa dengan baekhyun Dan Wendy?

    Dibuat side scene setelah lampu mati dong. Hehehe. Mau tau apa yg akan di lakuin sehun. Hehehe…

    Semangat kaka 👍👍👍

    1. Enggak bukan rival kok, Cuma salah paham aja.. Baekhyun ama Wendy sih? Tebak aja sendiri hehehe Untuk side scene setelah lampu mati, tanya sehun sendiri aja deh… kayaknya udah jadi rahasia rumah tangga deh hehehe

  30. Kak apa ini???? Kenapa keren bangett??? Plis tell me waeeee😂😂
    Ku tak menyangka ternyata donghae ngebantuin sehun juga😂😂
    Knp cm dua minggu sekali apdetnyaaaaa😢😢
    Sudahlah sudah pkoknya ini keren TITIK
    next kakaqqq..fighting💪💪

    1. Donghae kan awalnya emang deket sama Sehun say jadinya yah bantu2 dongsaeng gitu??? Ini panjang lho say, makanya aku buat 2 minggu sekali? Kalo updatenya cepet2 entar ffnya Cuma sak uprit. Mana bisa muasin Sehun eh pembaca maksudnya ??? hehehe

  31. Wah.., keren nih ff nya. Seru juga.Semenjak Sehun sama Irene pemotretan bareng keknya makin bnyk ff yg bermunculan dngn main cast mereka berdua, kan ? Dan aku juga trmasuk slah satu org yg suka HunRene couple. Sebelumnya salam kenal, thor. Aku reader baru nih di ff ini. Penasaran kelanjutan ceritanya bakal kek gimana. Pikiranku jdi melayang kemana-mana gegara ucapan Sehun yg terakhir *ehhh**terlalujujur*gapapakan ?**abaikan*
    Aku mau baca chapter sebelumnya dulu ya, thor. Fighting ^^

    1. Silahkan./// iya mereka cocok baget ya? Walaupun umur mereka beda. Tapi irene babyface baget jadi nggak kentara kalo mereka beda umur…Jangan terlalu di pikirin ucapan sehun. Entar elu epilepsi lagi lagi hehehe

  32. ya ampun bikin sedih loh beneran..sampe ikut nangis…artinya apa?? cerita kali ini feelnya dapet bngt buat aku..

    aku jg salut sma kolaborasi baekhyun chanyeol donghae oppa…

    truss wendy diapain baek kok diem, cuma peluk doang???

    aku bangga dgn chanyeol disini bsa jd dewasa..bayanginnya tuh keren gtu aaahhhhh

    kasian ya suho harus dipukul gtu..sehun jg kena pukul mstinya jg luka” kan, minta irene ngobatin yah hun ..ato aku aja yg ngobatin..boleh” sini”

    kyungsoo jg masak kalah sma sehunn..wlopun dia kecil mungil nan imut menggemaskan tapi kao yg kuat dan tk terkalahkan(the power of D.O.)..widihhh bahasanya

    akhirnya kan udah pada ngluarin unek”nya..gtu kan baik
    jngn diulangi lg yaa hun..jadilah anak manis nan tampan ..hahaha

    sekian kata dari saya..mari beri tepuk tangan!!! yaaaaaa……….

    kriiikkkkk kkrrrriiikkkkk kkkkkrrriikkkkk

    eeumm sepi ya..gk ada yg tepuk tangan nih???
    ya udahhh saya pamitttt

    1. Karena kamu ngomennya banyak, nih aku bales banyak juga nih.
      Eh elo beneran nangis?? Ya ampunnn baru kali cerita gua bikin orang nangis. Tapi gua nggak nangis tuh, Cuma merinding…
      Baekhyun chanyeol donghae, mereka emang hyung terbaik sehun. Sebenernya sih ada lagi, Luhan tapi sudahlah..
      Wendy kena hipnotis baekhyun say
      Chanyeol mah walaupun orngnya pecicilan gitu bisa juga jadi dewasa tau. Ingat nggak waktu kissing scene. Itu diantara anggota exo Cuma chanyeol aja yg berani ngelakuin adegan itu
      Mereka main pukul2an gegara cewek. Ckckck sama sekali gak mikirin gimana hati para EXO-L
      Harusnya Kyungsoo ngasih kekuatan pelototan matanya aja yah? Pasti Sehun langsung klepek klepek
      “Baik eonnie aku akan jadi anak manis dan tampan “ begitulah kata sehun
      Hoy hoy jangan pamit dulu, ini berkatnya belum diambil hehehe
      Thanks for komen yah?

  33. Kaya gini kan adem ayem gitu yaakk saling utarakan perasaan satu sama lain. Yaa semoga gk ada ancaman” lain dr pihak luar (?) Tentang hubungan mereka eh hahahhah keren keren lanjutkan 😉😉😉

  34. nah gitu dong. satunya ngalah, ciee bilang aku mencintaimu. Irene bisa juga ngomng gitoo.
    ditunggu lanjutannya ya authornim ^^ fighting

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s