[EXOFFI FREELANCE] HOLLER (Chapter 1)

HOLLER chapter 01.jpg

¤

HOLLER

¤

Choi’s

¤

Park Minah – Byun Baekhyun – Oh Sehun

¤

Ocs – EXO members – Others

¤

Complicated-romance – School Life – Fluff

¤

Chaptered

¤

T(eenager)

 ¤

The OCs and the stories are purely mine, EXO members belong to EXO-L

¤

Poster by selviakim – Poster Channel 

¤

“It ain’t no fun to be just ordinary in this bright sunny day.”

Previous Chapter

Teaser and Trailer

¤

¤ I ¤

¤

“Aku menyukaimu, Park Minah.”

 

DEG DEG

 

DEG DEG

 

DEG DEG

 

Apa aku tidak salah mendengar? Dia, Byun Baekhyun, namja yang selama ini aku sukai bahkan sejak pertama kali kami bertemu. Namja yang baik hati kepada semua orang, ramah dan murah senyum, namja berprestasi yang masuk sekolah ini dengan beasiswa, namja yang pasti disukai oleh para siswi disekolah. Tunggu, bibirnya masih bergetar, sepertinya Baekhyun masih ingin mengatakan sesuatu.

 

“Apakah kau mau menjadi pacarku?”

 

blush

 

Ini adalah kali pertamanya bagiku dan aku sangat menyukainya. Didalam hatiku tentu saja aku langsung berkata ‘Iya, tentu saja.’ namun entah mengapa gigiku masih saja mengunci bibir bawahku, bahkan nafasku berhembus tidak beraturan. Aku tidak harus menjawabnya sekarang tapi Baekhyun menatapku seakan ia menunggu jawaban dariku.

 

“Apakah ini terlalu cepat?” tambahnya.

Aku menggeleng pelan.

 

Baekhyun tersenyum kepadaku, matanya yang tadinya tegang kini mulai meremang. Ia melangkah mendekat kearahku. Kami berhadapan, cukup dekat karna aku dapat merasakan ujung sepatu Baekhyun bersentuhan dengan ujung sepatuku. Baekhyun merapikan poniku dan menyibakkan rambutku dibelakang telinga kiriku, tentu saja masih dengan mata kami yang menatap satu sama lain.

Aku mengumpulkan segenap keberanianku, mengatur kembali nafasku, dan aku akan mengatakannya.

 

“Tentu saja, ak…aku bahkan menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.”

Terasa lega didalam hatiku, aku telah mengatakan perasaanku yang selama ini aku pendam terhadap namja ini. Tak lama kemudian Baekhyun menggenggam kedua tanganku.

 

“Jadi kita pacaran?”

Tanyanya lembut.

 

Aku mengangguk pelan disambut dengan sebuah senyuman dari Baekhyun, aku merunduk malu.

 

Sebenarnya aku merasa sedikit tidak nyaman dengan tempat ini, rasanya seperti sedang ada yang mengawasi kami berdua. Penasaran, aku menoleh kearah kanan dan betapa terkejutnya aku mendapati sesosok namja yang tengah berdiri tegap tak jauh dari kami berdua, kira-kira hanya tujuh langkah jaraknya. Baekhyun yang melihatku terkejut langsung mengarahkan pandangannya kearah namja tersebut.

 

“Ya Sehun-ah, apa yang kau lakukan disitu?”

 

Sejak kapan Sehun berdiri disitu? Kami tidak dapat menyadari kehadirannya sama sekali. Sehun tidak menjawab. Seperti biasa ia selalu memasang wajah datarnya. Sehun melangkah mendekati kami dengan kedua tangannya berada di dalam kedua saku celananya dan berjalan melewati kami berdua.

 

“Ya! Kau mau kemana?” Baekhyun mulai berteriak, namun Sehun tidak menjawab dan sudah mulai menjauh.

“Haisss dasar…” Gumam Baekhyun, “Ayo kuantar kau pulang, ini sudah sore aku tidak akan membiarkanmu pulang sendirian”. Aku mengangguk dan kami mulai berjalan berdampingan sambil berpegangan tangan.

 

Tidak ada percakapan sama sekali diantara kami berdua selama perjalanan pulang. Aku sendiri terlalu malu untuk berbicara sedangkan Baekhyun, kulihat dia biasa-biasa saja, dengan wajahnya yang selalu terlihat tersenyum. Tangan kanannya mencangklong tas di punggung kanannya dan tangan kirinya menggenggam erat tangan kananku. Ia menghentikan langkahnya dan otomatis membuatku juga berhenti melangkah. Aku menoleh kearahnya, aku tidak mengatakan apapun namun sepertinya Baekhyun bisa membaca ekspresiku yang berkata ’Kenapa berhenti?’, tak lama setelah menatapku ia kembali tersenyum.

 

“Kita sudah sampai Nona Park.”

 

Aku tersentak mendangar perkataannya, bahkan aku tidak sadar bahwa kami sudah sampai di depan rumahku. Baekhyun mengelus pucuk kepalaku.

 

“Sampai jumpa besok.”

 

Aku mengangguk dan Baekhyun berjalan mundur menjauh dariku, kulambaikan tanganku padanya sebelum ia berbalik dan mulai menjauh dari pandangan mataku. Aku masih bisa melihatnya sampai di persimpangan jalan yang kami lalui tadi. Dapat kulihat ia bertemu dengan Sehun dan berjalan berdua bersamanya.

 

Sehun, dia terlihat aneh hari ini. Tidak, dia selalu saja terlihat aneh setiap hari. Namja dingin berwajah datar dan menakutkan. Kami satu kelas bahkan ia duduk sebangku denganku karena nomor absen kami yang berurutan dan posisi duduk kami dikelas berurutan sesuai berdasarkan nomor urut absen, namun aku jarang sekali berbicara dengannya. Saat jam pelajaran ia sangat memusatkan perhatiannya pada songsaenim yang sedang mengajar. Saat jam istirahat ia langsung pergi ke kantin bersama gerombolannya, dan saat jam kosong ia asyik bermain dengan handphone  dan headsetnya jadi kami sangat jarang berinteraksi. Ia tinggal bersama Baekhyun di rumah Baekhyun saat ini, kudengar dari Baekhyun bahwa dia kabur dari rumahnya sendiri karna urusan keluarga.

 

¤

¤ H O L L E R ¤

¤

 

-Author POV-

“Apa kau tadi mendengar kami berdua?”

 

Baekhyun memecah keheningan diantara mereka berdua, Bakehyun dan Sehun yang masih berjalan menuju rumah Baekhyun.

 

“Tidak.” Sehun menjawab singkat.

“Dari mana kau?”

“Membeli makan malam.”

“Aku baru saja mengatakan padanya bahwa aku menykukainya.”

“…….”

“Dan dia juga menyukaiku jadi kami berdua berpacaran.”

“Hmm.” Sehun mengumam.

 

“Bagaimana denganmu?”

“Apa?”

“Ahreumie, bukankan dia menyukaimu?”

“Benarkah?” Jawab Sehun acuh-tak acuh sambil memasukkan kunci rumah, sampai akhirnya mereka masuk kedalam rumah dan langsung menuju ke ruang makan.

 

“Sehun-ah cobalah lebih peka dengan gadis-gadis itu, kau tau kan ada banyak gadis yang menyukaimu?” Sehun tidak menjawab, ia langsung mengambil piring serta garpu dan sendok. Ia mengeluarkan sebungkus nasi goreng yang ia beli tadi dan sebungkus lainnya untuk Baekhyun.

 

“Ayo makan, aku sudah lapar.”

 

Baekhyun menghampiri Sehun didapur dan duduk dikursi yang berhadapan dengan Sehun.

“Han Ahreum, dia peringkat 2 saat masuk sekolah ini. Son Naeun, ketua cheerleader di grup basket. Bae Juhyeon sunbae, anak dari ketua komite sekolah. Shim Daehyun, yang kemarin mengatakan padamu bahwa dia menyukaimu. Huh? Kau mau pilih yang mana?”

 

Sehun menghentikan aktifitas mengunyah nasi gorengnya dan menghembuskan nafasnya kesal, lalu mengarahkan pandangannya pada sahabatnya yang ia anggap cerewet itu.

“Aku tidak memilih siapapun.”

“Kenapa?” tanya Baekhyun.

Sehun kembali menghembuskan nafasnya, “Lagi pula kenapa aku harus memilih?”, ia kembali bertanya kepada Baekhyun, “Mereka semua sama.” tambahnya.

“Sama? Maksudmu?”

“Sudahlah cepat makan makan malammu nanti keburu dingin!”

“Tck!” Baekhyun berdecak kesal, “Kau makan duluan saja, aku mau mandi dulu.”

 

¤

¤ H O L L E R ¤

¤

 

Disisi lain Mina baru saja selesai mengeringkan rambutnya dan bersiap untuk tidur. Jadwal pelajaran untuk besok sudah ia persiapkan sebelumnya. Belajar? Park Minah hanya belajar kalau besok ada ulangan saja. Ia mengambil ponselnya di saku tasnya lalu menuju ranjang dengan seprai Spongebob yang terdapat beberapa boneka Spongebob dan kawan-kawannya di atas ranjang.

 

tok tok tok

 

“Nona? Sudah tidur?”

“Belum ahjuma, masuk saja.”

Seorang ahjuma yang membawa nampan dengan susu putih hangat di atasnya masuk kedalam kamar Mina yang penuh dengan perabotan Spongebob Squarepants itu.

 

“Ini Nona.” Ahjuma tersebut menyodorkan susu hangatnya kepada Mina. Mina mengambilnya dan dengan sekali teguk Mina langsung menghabiskannya lalu menggembalikan gelas kosongnya kepada ahjuma tersebut.

 

“Saya pergi keluar dulu ya Non.”

“Tunggu ahjuma.”

“Ne?”

“Tolong besok bekalku dibuat 2 porsi ya, dan tolong sampaikan ke Taekim ahjussi kalau besok ia tidak perlu mengantarku sekolah.”

 

Tanpa perlu penjelasan lagi, ahjuma tersebut sudah mengerti bahwa anak tunggal majikannya yang ia rawat sejak kecil ini sekarang sudah memiliki seorang namja chingu. Ahjuma tersebut langsung memasang senyumnya yang mengejek kearah Nona mudanya itu, lebih tepatnya ahjuma tersebut menyeringai dan Mina merasa kurang nyaman dengan hal tersebut.

 

Waeyo?”

“Siapa namja itu? Sepertinya Nona belum menceritakannya kepada saya.”

“Bukankah aku sudah memberitahu ahjuma tentang namja ini?”

“Ne? Siapa Non?”

“Baekhyun, yang sering aku ceritakan pada ahjuma.” lalu Mina pun bercerita panjang lebar pada ahjuma tersebut tentang kejadian sore tadi.

 

Seo ahjuma adalah kepala pembantu di rumah Mina, ia juga yang selalu menemani Mina saat orang tuanya bekerja. Tak jarang Mina selalu mengajaknya bercerita tentang teman-temannya atau bahkan mengenai kesehariannya serta namja yang ia suka.

 

Setelah kurang lebih satu jam bercengkerama, Seo ahjuma keluar dari kamar Mina sedangkan Mina sudah terbaring diatas ranjangnya. Ia sedang mengingat kembali hal-hal yang ia kerjakan hari ini. Itulah kebiasaan Mina sebelum tidur, ia selalu memflashback kegiatan yang telah ia lakukan pada hari ini. Ia sempat terkejut karna ponselnya yang berkesing Spongebob tersebut bergetar.

 

1 New Message
Goodnight nae sarang ({})

from: Spongebyun

 

Me:
Nighty night my Spongebyun ({})

 

Spongebyun, adalah panggilan kepada Baekhyun yang dibuat oleh Mina untuk Baekhyun. Ya Spongebob, Mina mendiskripsikan Baekhyun seperti Spongebob Squarepants tokoh kartun kesukaannya sejak kecil. Namja yang selalu ceria, ramah, baik hati, murah senyum serta suka menolong.

Perlahan tapi pasti kedua kelopak mata Mina mulai terasa berat dan sampai akhirnya ia masuk ke alam mimpi.

 

ZzZzZz……

 

¤

¤ H O L L  E R ¤

¤

 

06:00 KST

 

drrrrt drrrrt drrrrrt

 

Someone call the doctor nal butjapgo malhaejwo
Sarangeun byeong jungdok overdose

 

“Engghh…. Sehun-ah…..”
Sigani jinalsurok tongjeneun himdeureojyeo
Jeomjeom gipsuki ppajyeoganda eh-oh

 

“Sehun….?”

 

Too much neoya your love igeon overdose
Too much neoya your love igeon overdose

 

“Sehun-ah matikan alarmmu!”

 

Modu da naege mureowa
Naega byeonhangeot gatae

 

“Oh Sehun?!”

 

Simjange niga bakhyeobeorin deut
Sesangi ontong neonde

 

“YA OH SE HOON !”

 

Meomchulsu eobseo imi gadeukhan neol
Jigeum  i sungan  you’re in my heart~

 

Baekhyun segera turun dari tempat tidurnya, meraih ponsel Sehun dan menggeser tombol off pada alarmnya. Matanya melirik jam dinding diatas cermin rias, sudah pagi.

 

“Heol~ Aku terlambat!”

“Apa maksudmu? Ini kan baru jam 6.” racau Sehun yang ikut terbangun.

Baekhyun tidak menggubris peetanyaan Sehun, ia berlari menuju kamar mandi, sepuluh menit kemudian Baekhyun keluar dari kamar mandi dan sudah lengkap dengan seragamnya.

 

“Sehun-ah ppali ireona (cepat bangun), tolong beritahu Mina hari ini aku akan mengikuti olimpiade Matematika bersama Geumhee dan seharusnya aku sudah berada di sekolah sekarang.”

 

Baekhyun berkata kepada Sehun yang tak kunjung bagun dari ranjang, sambil ia sibuk memasukkan beberapa buku kedalam tasnya, lalu ia  menyisir asal rambutnya. Tak kunjung mendapat respon dari Sehun, Baekhyun menghampirinya. Ia menarik selimut dari tubuh Sehun dan mendekatkan bibirnya ke telinga kiri Sehun.

“Sehun-ah….” Baekhyun berbisik.

 

Seperti mendapat sengatan listrik dari telinganya lalu mengalir keseluruh tubuh Sehun, ia merinding. Dengan cepat ia membuka matanya dan menjauhkan kepalanya dari Baekhyun.

 

Arraseo arraseo!”

Geurae, aku berangkat sekarang.”

“Hm.”

 

¤

¤ H O L L E R ¤

¤

 

-Park Minah’s POV-

Ahjuma, aku brangkat.”

“Ne Nona muda, hati-hati dijalan.”

 

Hari ini moodku sedang sangat baik. Aku menusuri jalan setapak dengan senyum yang terus tersungging diwajahku mengingat hari ini aku sudah menyanding status ‘Berpacaran’ dan, huh, namja chinguku adalah namja yang benar-benar aku idamkan. Aku berharap kami tidak akan putus sampai kapanpun, aku akan berusaha.

 

Sampai di persimpangan jalan, aku berhenti sebentar untuk menunggu Baekhyun tapi ini sudah pukul 06.46, empat belas menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. Apa aku kerumahnya saja? Ani, andwe. Apa ia sudah disekolah? Meninggalkanku? Tidak. Apa aku langsung kesekolah saja? Iya, aku tidak mau sampai terlambat ke sekolah.

 

“Park Minah…”

 

Baru satu langkah yang kuambil, aku berhenti karna mendengar namaku dipanggil, tapi ini bukan suara Baekhyun. Baekhyun memiliki suara yang tinggi apalagi saat ia berteriak, aku membalikkan badanku dan mendapati Sehun sedang berjalan sedikit berlari kearahku.

Sehun?

 

“Sehun?” ia berhenti tepat didepanku sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.

“Sehun, apa kau yang tadi memanggilku?”

hosh… hosh…. Eo, dan kau tak kunjung mendengarku.”

“Benarkah? Memangnya sudah berapa kali kau memanggilku sampai aku tidak mendengarnya?”

“Sekali.”

Menyebalkan. “Dimana Baekhyun?”

Aku mengikuti Sehun yang sudah mulai melangkah lagi setelah nafasnya kembali teratur.

 

“Ia sudah berangkat pagi tadi karna ia harus mengikuti lomba.”

Jinjja? Kenapa ia tidak memberitahuku?”

“Mungkin tidak sempat, karna tadi ia terlihat sangat buru-buru.”

Geurae.”

 

¤

¤ H O L L E R ¤

¤

 

Aku masih mengekor Sehun menuju kelas, setelah percakapan tadi tidak ada percakapan lagi diantara kami. Saat berjalan menuju halte bus dan saat di dalam bus pun kami tidak bersuara sedikitpun. Tadi adalah kali pertamanya aku berbicara kepada Sehun, maklum kami baru dua minggu masuk disekolah ini. Tunggu, tadi Sehun bilang Baekhyun sedang mengikuti lomba?

 

“Sehun?”

“Hm?” Jawabnya tanpa menoleh kearahku, aku mempercepat langkahku sehingga aku bisa berjalan berdampingan dengannya.

“Lomba apa yang diikuti Baekhyun?”

“Olimpiade Matematika.”

Jinjja? Jadi Baekhyun benar-benar menguasai matematika ya? Waah, hebatnya! Oh iya, kau sudah lama berteman dengan Baekhyun? Sejak kapan?”

“Sejak SMP.” Jawabnya sambil menarik bangkunya, lalu meletakkan tasnya di meja dan duduk. Akupun juga langsung duduk di kursiku.

“Waah, berarti kau banyak mengetahui tentang Baekhyun. Bisa kau ceritakan sedikit padaku?”

“Tidak.”

“Huh? Kenapa?”

“………..”

 

“Sehun?” Sehun tidak menjawab bertanyaanku, ia malah asyik dengan ponselnya. Kami dan Baekhyun tidak satu kelas. Aku dan Sehun di kelas A sedangkan Baekhyun di kelas D. Lalu bagaimana aku bisa mengenal Baekhyun? Singkat saja. Bemula saat pertama kali aku masuk sekolah dan terpeleset didepan toilet. Seragamku robek karna terkena paku, robeknya dari bawah ketiak sampai pinggangku. Ditambah blazer sekolahku tertinggal dirumah. Lalu aku bertemu dengan  Baekhyun dan ia meminjamkan blazernya kepadaku untuk menutupi seragamku yang robek.

Sejak saat itu kami sering bertemu di kelas tambahan, kelas matematika. Aku mengikuti kelas tambahan tersebut karna jujur aku lemah di pelajaran matematika sedangkan Baekhyun, ia sangat menyukai matematika. Baekhyun banyak mengajariku persoalan matematika, sejak itu aku terus menyukainya.

 

“Hei.” Suara Sehun menyadarkanku dari lamunanku, tapi apakah ia memanggilku? Aku menoleh kearahnya.

“Kau memangilku?”

“Hm.” Ia mengangguk.

“Hei? Tck. Aku punya nama Tuan Oh.”

“Bisa kau pinjamkan aku PR Matematikamu?”

“Kau belum mengerjakannya?”

Sehun menggeleng, masih dengan wajah datarnya. Ia terlihat seperti anak kecil. Aku tidak tega melihatnya.

“Ini, cepat kerjakan.”

 

Skip. Pelajaran pertama, Matematika.

 

Pelajaran kedua sejarah, tapi ketua kelas mengumungkan bahwa songsaennim tidak masuk hari ini jadi hari ini pelajaran sejarah kosong. Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk mencari tahu tentang Baekhyun dari Sehun, dan seperti biasa, Sehun sedang asyik dengan ponsel dan headsetnya. Kalau aku memangilnya, ia pasti tidak akan mendengarku. Aku melepas headset sebelah kirinya dan berhasil, ia menoleh kearahku tapi tatapannya-sedikit-menakutkan.

 

Ia menaikkan sebelah alisnya, “Sehun-ah, apa kebiasaan Baekhyun setelah pulang sekolah? Apa dia bisa memasak? Apa makanan kesukaannya? Kudengar ia yatim piatu? Hmm… Apa menurutmu Baekhyun namja yang baik? Apa dia memiliki saudara?”

Bukannya menjawab pertanyaanku Sehun justru memasang kembali headset yang aku lepas tadi. Sungguh menyebalkan.

 

“Hei apa kau tahu Byun Baekhyun dari kelas D, hari ini ia mengikuti olimpiade Matematika di Itaewon melawan Jungwoon Senior Highschool.”

 

Aku tidak sengaja mendengar percakapan teman sekelasku yang duduk di bangku belakang. Akupun menoleh kearah mereka, “Jinjja?” sahutku.

“Hm, kudengar sekolah tersebut adalah juara bertahan olimpiade Matematika selama ini.”

“Wah pasti berat untuk Baekhyun.” Aku merasa sedikit menyesal karna mengingat kemarin kami menghabiskan waktu bersama untuk bermain-main, sedangkan Baekhyun hari ini sedang berperang. Seharusnya kami menggunakan waktu tersebut untuk belajar.

 

Baekhyun-ah apa kau baik-baik saja? Fighting my Bpongebyun!

 

Seharusnya aku mengirim sms seperti itu kepadanya, tapi aku takut jika nanti malah megganggunya.

 

“Tidak, aku percaya sekolah kita akan menang.”

“Bagaimana bisa?”

“Kau tau Geumhee?”

“Geumhee? Lee Geumhee? Si peringkat 1 saat masuk sekolah ini?

“Hm, ia juga mengikuti olimpiade tersebut bersama Baekhyun. Kau tahu dia itu sangat pintar jadi sekolah kita pasti menang.”

Semoga saja. Aku kembali menoleh kearah Sehun dan aku sedikit terkejut karna ia juga sedang menoleh kearahku. Lagi-lagi ia memasang wajah datarnya. Aku-merasa-sedikit-kurang-nyaman- dengan tatapannya. “Wae?!”

“Kau ini yeoja yang banyak bicara.”

“Apa salahnya? Menurutmu apa gunanya  mulut kalau tidak digunakan untuk bicara Tuan Oh? Kau sendiri, selama ini baru kali ini aku mendengar kau bicara.”

“Kau tidak pernah berubah.”

Huh? Berubah? Apak maksudnya? Kau pikir aku power rangers yang bisa berubah kapan saja? Tidak, aku manusia biasa. Kau ini seperti ia sudah pernah mengenalku saja.

Sehun tidak menjawab, lalu ia menarik ujung bibirnya. Ia sedikit tersenyum, kearahku. Bukan bibrnya yang tersenyum, namun kedua matanya.

 

Skip. Jam istirahat pertama.

 

-Author’s POV-

Mina menatap dengan tatapan putus asa kearah bekalnya hari ini, rencana memakan bekal bersama Baekhyun hari ini tidak terlaksana. Ia terus berfikir di dalam hati, apakah ia harus mengirim pesan kepada Baekhyun atau tidak dan ia mengambil kesimpulan, selama Baekhyun belum mengirim pesan kepadanya

berarti Baekhyun masih sibuk dengan olimpiadenya.

 

Ia mengalihkan pandangannya kearah Sehun yang sedang membaca buku di sebelahnya. Biasanya pada jam istirahat seperti ini Sehun akan pergi ke kantin bersama teman-temannya, namun saat salah satu temannya mengajaknya ke kantin ia menolak dengan alasan tidak membawa uang saku.

 

“Sehun?” Mina memecah keheningan diantara mereka berdua.

“Hm?” Sehun merespon, tanpa menoleh kearah Mina.

“Bisakah kau membantuku?”

“Tidak.”

“Tck! Aku bahkan belum menyebutkan permintaanku?!”

“Aku sedang sibuk.”

 

Mina membuka bekalnya, ia tidak mungkin menghabiskn bekal ini sendirian. Walaupun Mina berasal dari keluarga yang berkecukupan namun ia rasa sayang untuk menyisakan makanan. Ia mulai mengambil sumpit dan memasukkan 1 potongan Kimbab kedalam mulutnya. Lalu ia mengambil 1 potong lagi dan mengarahkannya kearah Sehun.

Sehun pun terkejut dan menoleh kearah Mina. Mina semakin menempelkan potongan kimbab tersebut di mulut Sehun yang tak  kunjung membuka mulutnya. Sehun mengerutkan kedua alisnya.

 

“Hmmmmm!” Mina menggumam dengan nada memaksa Sehun untuk memakan potongan Kimbab tersebut. Dan Sehun pun akhirnya membuka mulutnya, melahap potongan Kimbab yang disodorkan oleh Mina.

 

“Tolong bantu aku untuk menghabiskan bekal ini.” Kata Mina sambil memberikan sumpit kepada Sehun. Tanpa menjawab Sehun mengambil sumpit yang diberikan Mina dan menngikuti Mina melahap bekalnya. Lagi-lagi hening diantara mereka berdua, yang terdengar hanyalah suara decakkan mulut Sehun saat mengunyah makanannya. Mina sendiri terlalu sibuk dengan pirikannya sekarang sampai ia terkejut saat ponsel di atas mejanya bergetar, dengan menampilkan tulisan ‘Oemma is calling‘.

 

Oemma? Yeobusseo?”

“………..”

Ne?! Andwe oemma!”

“………..”

“Ah tapi eomma…… Arasseoyeo oemma.

Dengan wajah yang ditekuk Mina menutup tefonnya.

 

“Kau tidak perlu sampai berteriak seperti itu.” Sehun menyahut setelah Mina meletakkan ponselnya kembali diatas meja.

Aneh, biasanya Mina akan langsung merespon perkataan Sehun, tapi kali ini Mina kembali terdiam dan menatap dengan tatapan putus asa lagi namun kali ini tatapan putus asanya ia arahkan kearah ponselnya.

 

‘Kenapa lagi dengan gadis ini?’ batin Sehun yang masih saja memandang Mina.

 

“Sehun……”

Sehun agak terkejut ketika tiba-tiba Mina memanggilnya, “Hm?”

“Besok aku akan tinggal bersama kalian berdua.”

 

¤

¤ H O L L E R ¤

¤

 

Visit my personal blog.

42 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] HOLLER (Chapter 1)”

  1. Cast utamanya siapa sih min baekhyun atau sehun? kok aq lbih suka klau baekhyun sma mina, aq takut klau mina dekat sma sehun lama2 bisa bisa mina punya perasaan sma sehun 😄😄

  2. jadi baekhyun itu anak yatim??? trus udah punya rumah sendiri, trus sehun numpang dirumah baekhyun,, wae???? kenapa????
    enak yaa baru 2 minggu suka”an trus ditembak…hahhh masa” SMA itu mah..hahaha

  3. Heol tiba tiba bilang kalo mau tinggal bareng. Apa jadinya tuh tinggal bertiga gitu? Sepasang kekasih dan sepasang sahabat dan juga sepasang teman sekelas ._.
    Sehun sebelumnya udah kenal mina kah? Ah iyaaa itu sebenernya park mina atau minah yaa? Soalnya ada yg mina dan minah hehehe.
    Yah lanjut baca next chapter deeh. Semangaatttt!!
    -XOXO-

  4. Sebenarnya apa yang dibicarakan mina dan ibunya? Kenapa bisa sampai harus tinggal dengan mereka berdua? Lalu apakah nantinya mina bakalan bersama sehun? Bagaimana dengan baekhyun? Jadi sebenarnya siapa cast utamanya sehun/baekhyun?

  5. Aku nebak Sehun teman kecil nya Mina , si Sehun juga kaya suka sama Mina, tapi karena sifat pendiam+wajah datar nya itu jd gak keliatan.
    Ditunggu chapter 2 nya^^

  6. Wahh bagus kak.,
    Eoh kliatanya sehun suka sma mina tpi dia pendam sndiri ya??
    Sbenernya sehun and mina punya hubungan apa teman masa kecil mungkin???

    “Besok aku akan tinggal bersama kalian berdua.” apa maksudnya?? Emg yg d omongin eommanya mina itu apa smpe” mina harus tinggal sma baek and sehun??

    Next kakk dtunggu klanjutanya^^

  7. Ping-balik: Chaptered | Choi's

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s