[EXOFFI FREELANCE] DON’T LOOK BACK (Chapter 1)

 

DLB 1

Title : Don’t Look Back

Author : RF.Aeri

Length : Chapter

Genre : School Life, Romance , Slice of Life, Friendship

Rating : Teenager

Cast : Park Chanyeol EXO || Jung Eunji APINK

Main Cast : Jung Eunha GF ||Minatozaki Sana TWICE || Im Nayeon TWICE || Ten NCT U || Krystal F(x) **bisa bertambah sewaktu-waktu**

Disclaimer : Fanfic ke-2 yang dibuat oleh RF.Aeri, tentu, terlahir dari otak Author murni. Seperti biasa, beberapa alur terinspirasi dari beberapa drama korea dan anime. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau typo yang meraja lela. ‘-‘, dan  jika ada kesamaan tokoh atau latar, bukan bermaksud untuk memplagiati, tapi cuma kebetulan aja. Cerita ini dibuat hnaya fiktif belaka, engga semuanya berupa fakta, hanya karangan indah :’ Author aja.

 

CHAPTER 1

Kelas sedang sepi, hanya ada beberapa murid saja yang sedang sibuk berkutat dengan buku-buku mereka. Pantas saja, beberapa minggu lagi semua murid akan melaksanakan ujian akhir semester. Mereka terlihat seperti monster ketika sedang belajar, tidak peduli dengan sekitar, hanya memperdulikan diri sendiri.

“Eunji-ya, kau tidak akan makan siang?” Tanya seorang gadis kepada sahabatnya yang bernama Eunji.

Kajja” Eunji merangkul bahu sahabatnya, Eunha. Mereka berjalan bersama di koridor sekolah, menuju kantin. Setelah sampai, mereka segera mengambil nampan dan mengambil makanan yang sudah tersedia.

Setelah itu, mereka mencari tempat duduk yang kosong. Ketika sedang mencari tempat duduk, Eunji melihat seorang murid dan kelompoknya sedang mengganggu murid lain. Dengan cepat Eunji mengahampiri mereka.

Ya! Apa yang kalian lakukan?” Tanya Eunji kepada murid itu.

“Menemani dia makan? Wae? Apa ada masalah?” Gadis bernama Krystal berdiri dari duduknya, mengahadap Eunji.

“Biarkan dia makan dengan tenang” Ucap Eunji pelan.

“Aku membiarkannya makan dengan tenang, apa kau membuatnya terburu-buru? Tidak kah kau lihat? Dia makan dengan santai” Krystal mengelus rambut gadis yang sudah jelas ia ganggu.

“Sana-ya, Pindah tempat duduk” Perintah Eunji kepada gadis yang di ganggu oleh Krystal dkk.

“Tapi..” Sana membantah.

“Cepat! Kau tidak dengar perintahku hah?” Nada bicara Eunji menaik, membuat murid lain melihat kearahnya. Dengan cepat, gadis bernama Sana itu pindah ke tempat duduk yang lainnya.

“Eo, lihatlah, ‘Sang Penolong’ telah kembali” Krystal berkata seperti sedang merendahkan Eunji, sambil bertepuk tangan, ia tertawa-tawa dengan kelompoknya.

“Sudahlah, aku sedang tidak ingin bertengkar, cepat pergi” Eunji mengibas-ngibaskan tangannya, memerintahkan untuk Krystal dkk untuk pergi.

“Baiklah, kami akan pergi, sekarang aku mengalah, tetapi nanti?…. ” Krystal menepuk-nepuk bahu kanan Eunji dan berlalu pergi. Eunji hanya diam, dan segera duduk di tempat yang kosong, di ikuti Eunha.

“Selalu, mereka selalu menyebalkan” kata Eunha pelan, sambil melahap makanannya. Eunji tetap melanjutkan makannya, mengabaikan ocehan Eunha.

Eo… Eunji-ya, Daebak!, sifatmu kembali” ucap seseorang secara tiba-tiba, dia adalah Ten, laki-laki terpopuler di sekolah karena permainan basketnya yang keren.

“Jangan begitu! Tidakkah kau lihat? Dia sedang marah, kau taukan jika dia sudah marah? Seluruh gedung sekolah akan runtuh! Kau jangan berani-berani membuat dia marah” Canda Eunha kepada Ten. Eunha dan Ten tertawa, sementara Eunji ia tetap memakan makanannya dengan santai.

Lima menit berlalu, “Eunji-ya, sampai kapan kau akan terus bertengkar dengan si Krystal  itu? Ku lihat kalian tidak pernah akur” Ten memperhatikan Eunji.

“Sampai aku bisa mengunci mulutmu!” Eunji menyimpan sumpitnya dengan keras dan berdiri, lalu meninggalkan Ten dan Eunha.

Ya! Sudah ku bilang, jangan membuatnya marah” Eunha Memukul kepala Ten.

Ya! Sakit! Kau merusak rambutku” Kata Ten kesal sambil membetulkan rambutnya.

Eunha hanya menggeleng dan segera meninggalkan Ten.

Eunji memasang earphone di kedua telinganya sambil berjalan menaiki tangga, ia ingin menenangkan hatinya yang sedari tadi memanas, karena Krystal dkk. Eunji sedang menuju ke atap sekolah.

Eunji berjalan mendekati pagar atap gedung sekolah, melihat lapangan sekolah yang luas, gedung-gedung menjulang tinggi, mobil berlalu lalang di jalan raya, merasakan hembusan angin sepoi-sepoi, mendengar kicauan burung yang beterbangan kesana-kemari, memperhatikan langit biru ditaburi awan berwarna putih.

Eunji memejamkan matanya sambil mendengarkan musik lewat earphone yang tadi ia pasang.

“Bertengkar lagi?” Tanya seseorang tiba-tiba, Eunji membuka matanya. Chanyeol sedang berdiri di sebelahnya. Eunji hanya melihat lalu mengalihkan pandangannya tanpa menjawab pertanyaan Chanyeol.

“Sampai kapan kau akan terus bertengkar seperti ini?”

Molla” jawab Eunji singkat lalu ia berbalik dan berjalan pergi meninggalkan atap.

“Sana-ya, bagaimana kau mempunyai wajah seperti ini hm? Kau begitu cantik sampai-sampai semua laki-laki di sekolah ini tertarik padamu. Apa kau gadis penggoda?” Krystal menampar-namparkan secarik kertas ke wajah Sana yang begitu tegang. Krystal dan kelompoknya tertawa mendengar perkataan Krystal yang tidak enak di dengar itu.

“Berhentilah mengganggunya, dan cepat kembali ke tempat duduk masing-masing, kelas akan segera dimulai” Kata Eunji datar, Eunji duduk di bangkunya dan mengeluarkan beberapa buku dari tasnya.

“Berhentilah mengaturku, apa kau tidak bosan mengatur hidup orang lain? Hidupmu saja belum kau atur dengan baik” Ucap Krystal kesal.

“Komentari hidupmu dulu apa kah kau sudah hidup dengan baik? ”Kata Eunji datar

Ya! Kau berani padaku?” Krystal menggebrak bangku Eunji, Eunji hanya menatap wajah Krystal –datar-.

“Ahh aku sudah bosan dengan permbicaraan ini” Eunji membuka bukunya.

Krystal memutar bola matanya, kesal.

“Sana-ya, apa kau tau? ‘Sang Penolong’-mu itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan diriku, dia hanyalah seorang murid perempuan yang sok pintar. Dan selalu mendekati murid yang tidak seharusnya ia dekati” Krystal mengelus-elus rambut Sana sambil menatap sinis Eunji yang sedang membaca bukunya.

“Kau salah Krystal-ah. Eunji bukan murid yang seperti itu” Sana angkat bicara, keringat dingin keluar dari tubuhnya. Sedari tadi Sana mengumpulkan keberanian untuk mengatakan itu.

Eo. Kau membela Sang penolong-mu. Sana-ya, kau salah memilih” Krystal memerintil ujung rambut Sana.

“Krystal-ah, Eunji benar, kau seharusnya mengomentari hidupmu dulu, kau belum hidup dengan baik. Kau harus mengintroveksi dirimu dulu” Sana menundukkan kepalanya.

Heol, Pengecut ini mulai berani kepadaku, apa kau ingin mati hah?!” Krystal menjambak rambut Sana, hingga Sana terjatuh dari kursinya, Sana mencoba melepaskan jambakan Krystal, tetapi sulit, Krystal lebih kuat darinya.

Melihat itu, Eunji langsung berdiri dan mencoba menghentikan Krystal.

“Krystal-ah! Kau tidak boleh melakukan ini! Ini berbahaya!” Eunji melindungi kepala Sana.

“Diam! Dan jangan menggangguku!” Krystal mendorong Eunji hingga kepala Eunji terbentur bangku. Eunji memegangi kepalanya sambil meringis kesakitan.

Ya! Apa yang kalian lakukan?!” Eunha tiba-tiba datang bersama Kyungsoo seonsaengnim dan murid lain. Krystal langsung melepaskan jambakannya dan segera berdiri.

“Apa yang kalian lakukan?!” Teriak Kyungsoo seonsaengnim.

“Ka… kami hanya sedang bermain, benarkan Sana-ya?” Krystal membantu Sana berdiri. Bohong! Jelas bohong! Kyungsoo seonsaengnim telah melihat semuanya.

“Jangan berbohong! kau bisa menjelaskannya dikantorku, sekarang!” Kyungsoo seonsaengnim menunjuk Krystal.

Krystal menuruti perintah Kyungsoo seonsaengnim, kelas yang sepi, kini menjadi ribut dan banyak murid lain yang berisik-bisik, membicarakan kejadian yang baru saja terjadi. Eunha segera membantu Eunji berdiri dan mengntar Eunji ke uks.

“Eunji-ya, kepalamu masih sakit?” Tanya Eunha khawatir.

“Sudah lebih baik, tenang saja” Eunji turun dari ranjang uks lalu berjalan menuju pintu keluar.

“Kau mau kemana?” Eunha menghentikan Eunji.

“Kelas” Eunji membukakan pintu dan segera pergi ke kelas.

Sepanjang koridor, banyak siswa yang memperhatikan Eunji, berbisik kepada teman di sebelahnya. Membicarakan tentang dirinya. Eunji mengabaikan itu, dan segera masuk ke kelas.

“Eunji-ya! Kau baik-baik saja?” Tanya Ten persis saat Eunji masuk ke kelas. Eunji hanya mengangguk.

“Syukurlah” Ten duduk di bangkunya, tepat di belakang Eunji. Sepi beberapa menit, sampai sesuatu mengalihkan perhatian penghuni kelas.

Ya! Jung Eunji! Bagiku ini hanya skors selama 3 hari!. Jangan pikir kau akan tenang selama 3 hari ini!.” Krystal menuju bangkunya, ia memasukkan bukunya dengan asal kedalam tasnya, lalu mengendong tasnya.

Eunji hanya mengangkat bahunya. Tidak peduli. Krystal memutar bola matanya, dan segera pergi dari kelas. Seketika kelas menjadi ramai.

Ahh aku berharap hari ini segera berakhir, aku benar-benar bosan. Batin Eunji.

“Eunji-ya, kau sudah pulang?” Tanya Ny.Jung, ketika Eunji sedang berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya

“Ne, Eomma, aku sudah pulang”Jawab Eunji malas.

“Cepat ganti bajumu dan segera pergi ke tempat les” Perintah Ny.Jung.

Ne, Arraseo” Eunji berjalan menaiki tangga dan segera masuk ke dalam kamarnya, lalu berganti baju dan segera menuju tempat les-nya.

Eunji berjalan menuju tempat les-nya. Eunji mengikuti les vokal atas kemauan ibunya, Ny.Jung menginginkan Eunji menjadi seorang penyanyi, karena dulu, Ny.Jung adalah seorang penyanyi handal. Setiap hari setelah pulang sekolah, Eunji selalu pergi ke tempat les, sedang capek ataupun tidak, Ny.Jung selalu memaksa Eunji untuk pergi les. Eunji melaksanakan perintah ibunya dengan baik walau terpaksa. Eunji tidak ingin ibunya kecewa.

Annyeong Haseyo” Eunji membungkuk sopan kepada guru les vokal-nya.

Annyeong Haseyo, ayo duduk. Kita harus segera memulai les-nya” Sulli seonsaengnim menepuk kursi di depannya, Eunji menurutinya dan segera duduk.

“Baik, kita akan mulai. Sebelum mulai, saya akan memberi tau sesuatu” Sulli seonsaengnim tersnyum lebar.

“Apa itu?” Tanya Eunji penasaran.

“3 Minggu lagi, akan ada kontes bernyanyi se-Korea Selatan. Saya ingin mengajukan mu sebagai peserta. Hadianya adalah menjadi trainee di agensi ternama di Korea. Apa kau mau? Ini demi nama baik ibumu” Sulli seonsaengnim menepuk pundak Eunji.

“Apa Eomma sudah menetahui hal ini?” Tanya Eunji.

“Belum. Tapi saya akan segera memberi tau-nya”

“Tapi, seminggu sebelum kontes itu, aku ada ulangan akhir semester, untuk saat ini, aku harus fokus belajar” secara tidak langsung, Eunji menolak tawaran guru les-nya itu.

“Tidak masalah, kau bisa membagi waktunya bukan? Di sekolah kau bisa belajar dengan sungguh-sungguh, pulangnya kau berlatih bersamaku dan malamnya kau bisa melanjutkan belajarmu, bagaimana? Bukankah itu tidak sulit?” Sulli seonsaengnim berusaha membujuk Eunji untuk mengikuti kontes yang menurutnya –mungkin- berharga.

“Nanti akan aku pikirkan dulu”

“Baiklah, pikirkan baik-baik. Nah sekarang kita mulai saja” Sulli seonsaengnim mengambil sebuah buku musik dari rak buku yang tak jauh dari tempatnya duduk.

###

Eunji menghempaskan tubuhnya keatas ranjang setiba di kamarnya. Eunji mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan. Eunji memegang lehernya, haus.

Eunji mengambil segelas air putih dan segera meminumnya. Eunji menghabiskannya dengan sekali teguk. Ia merasa les kali ini lebih keras dari biasanya, salah sedikit, Sulli seonsaengnim langsung memarahinya, Eunji tidak boleh pulang sebelum ia melakukannya dengan baik. Bukan kah itu terlalu keras?.

“Bagaimana les-nya? Berjalan dengan baik?” Tanya Ny.Jung tiba-tiba.

Ne, Eomma” Eunji mengangguk.

“Baguslah” Ny.Jung melipat tangan di depan dadanya, menatap Eunji.

“Ikutlah kontes itu, Eomma ingin kau menjadi pemenangnya. Itu cukup untuk membuat Eomma bangga padamu” Ny.Jung menatap putrinya itu dengan tatapan serius.

“Tapi Eomma-“ Ny.Jung memotong pembicaraan Eunji.

“Tidak ada tapi-tapian, kau harus tetap ikut. Dari berbagai penghargaan yang pernah kau dapatkan, Eomma hanya menginginkan penghargaan dari kontes itu” Ny.Park seperti sedang memaksa Eunji.

N.. Ne, Eomma, aku akan mengikuti kontes itu” Eunji tidak tau harus berbuat apa, dan dengan terpaksa, ia menyetujui keinginan ibunya.

“Bagus, pilihan yang tepat” Ny.Jung mengelus rambut Eunji, bangga.

“Sekarang, kembali lah ke kamarmu dan belajar”. Eunji mengangguk dan segera berjalan menuju kamarnya.

Eunji menutup pintu kamarnya, mengambil beberapa buku dari tasnya lalu segera duduk di kursi meja belajarnya, membuka bukunya dan segera belajar, sesuai perintah ibunya.

“Ahh aku malas belajar” Keluh Eunji. Ia mengacak rambutnya lalu menutup bukunya. “Apa aku bisa mengikuti kontes itu? Aku tidak yakin” gumam Eunji. Eunji mengacak rambutnya lagi, seperti orang yang stress.

Cklek! Terdengar suara pintu terbuka, Eunji buru-buru merapikan rambutnya lalu membuka buku, belajar. Ternyata Ibunya lah yang membuka pintu kamar Eunji, Ia membawa nampan berisi segelas susu.

“Eunji-ya, Eomma bawakan segelas susu untuk-mu” Ny.Jung menyimpan gelas berisi susu itu di sebelah buku-buku Eunji.

Kamsahamnida Eomma, aku akan meminum-nya” Eunji tersenyum.

“Yasudah, lanjutkan belajarmu” Ny.Jung melangkah meninggalakn kamar putrinya.

Setelah Ny.Jung meninggalkan kamar Eunji, Eunji hanya menatapi gelas berisi susu yang baru saja di berikan oleh ibunya. Eunji melihat jam dinding yang tertempel di kamarnya. Pukul 22.30.

Tanpa Eunji sadari, ia sudah masuk ke alam bawah sadarnya, yaitu alam mimpi. Eunji tertidur bersama setumpuk buku di atas meja belajarnya.

###

Kring!! Suara alarm ponsel berbunyi. Tetapi sang pemilik ponsel tak kunjung bangun, bahkan alarm sudah berbunyi sebanyak 5 kali lebih.

Eunji membuka matanya secara perlahan, ia mengangkat kepalnya dari atas meja belajar. “Aw!” ringis Eunji sambil mengusap lehernya. Cara tidur yang tidak benar membuat lehernya sakit dan agak sulit di gerakkan. Eunji memutar lehernya pelan hingga lehernya kembali bisa di gerakkan.

Eunji segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Lalu bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.

“Selamat pagi” Eunji duduk di kursi meja makan di sebelah ibunya yang sedang mengoleskan slai ke roti tawar.

“Cepat sarapan, setelah itu pergi ke sekolah” Ny.Jung memberikan roti yang baru saja ia olesi slai. Eunji mengangguk dan segera memakan roti-nya hingga habis.

“Eunji-ya, kenapa kau membuat masalah lagi di sekolah? Apa kau tidak bosan?” Ny.Jung berbicara sambil memandangi Eunji serius.

Eo? Itu em.. itu hanya” Eunji menggigit bibir bawahnya, linglung.

Eomma tidak ingin mendengar berita bahwa kau membuat masalah lagi, Eomma sudah bosan terus di panggil oleh kepala sekolah”

Mianhae Eomma” Eunji menundukkan kepalanya.

“Ini terakhir. Eomma tidak ingin menerima permintaan maaf-mu lagi setelah ini. Jaga sikap-mu dimana-pun dan kapan-pun. Kau harus bersikap baik kepada siapapun, meskipun orang itu menyebalkan, kau harus tetapi bersikap baik. Arra?” Ny.Jung berdiri dari duduknya meninggalkan meja makan.

Eomma, aku pergi ke sekolah dulu” ucap Eunji pelan sambil memakai tasnya. Eunji pergi menuju pintu dan segera keluar dari rumahnya.

Ahjussi, antar aku ke sekolah” kata-kata itu yang sering Eunji ucapkan ketika naik ke mobilnya.

Eomma tau dari mana aku membuat masalah lagi? Aishh menyebalkan sekali. Bahkan aku tidak salah sama sekali, aku hanya ingin membantu orang lain, apa itu salah? Apa itu di sebut masalah?. Dan hanya si Krystal itu yang dipanggil, dan aku tidak. Tetapi malah Eomma yang di panggil , parahnya bukan di panggil oleh wali kelas, tetapi kepala sekolah., Eunji mengacak rambutnya pelan.

“Nayeon-ah!” Teriak Eunji ketika mendapati temannya itu sedang berkutat dengan buku di bangkunya.

Nayeon melihat ke arah sumber suara, lalu tersenyum. Eunji menghampiri Nayeon.

“Sedang belajar untuk ujian akhir semester?” Tanya Eunji, sok tau.

Nayeon tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.

“Lalu?”

“Bukankah hari ini ada ulangan?” Nayeon mengangkat salah satu alisnya. Eunji terdiam sejenak.

“Ahh.. iya, Matematika kan? Aish aku belum belajar, bagaimana ini?” Eunji menepuk jidatnya.

“Kau sudah pintar, tidak belajar-pun kau pasti bisa mengerjakannya” Eunha sudah ada di sebelah Eunji.

“Hey~ tidak” Eunji menggelengkan kepalanya.

“Nayeon-ah, kemarin kau kemana? Kemarin kau tidak sekolah” Eunha menepuk pundak Nayeon.

“Kemarin aku ada acara keluarga, hehe” Nayeon terkekeh lalu kembali fokus ke buku-bukunya.

Geurae” Eunha mengangguk mengerti.

Eunji dan Eunha menuju tempat duduknya, tak lama, Kyungsoo seonsaengnim masuk ke kelas. Seluruh penghuni kelas siap untuk belajar, buku, alat tulis sudah rapi berada di atas meja masing-masing. Tidak seperti biasanya, batin Eunji.

“Aku lapar” Eunji memegangi perutnya sambil memandangi kedua sahabatnya yang sedang asyik mengobrol.

“Aku juga, ayo kita ke kantin.” Eunha merangkul bahu Nayeon.

“Aku tidak akan pergi ke kantin, aku harus belajar” Nayeon melepaskan rangkulan Eunha.

“Wae?” Tanya Eunha bingung.

“Aku tidak lapar” Nayeon membuka bukunya. Tak lama, seorang laki-laki berlari ke bangku Nayeon. Membuat Nayeon terkejut.

“Nayeon-ah, kau harus makan. Jika tidak makan kau akan sakit, jika kau sakit, aku akan kesepian seperti kemarin” Ten memegang tangan Nayeon. “Lepaskan” Nayeon melepaskan pegangan Ten.

Ya!  Pergi sana” Eunji memukul kepala Ten. Ten mendengus kesal lalu berjalan kearah Chanyeol yang baru saja berdiri dari kursinya.

Hyung~ kajja kita makan” Ten mendorong badan Chanyeol.

“Santai saja” Chanyeol menahan dorongan Ten.

 

“Nayeon-ah, kajja kita makan” Eunha menarik tangan Nayeon. Nayeon menyerah, ia menuruti permintaan Eunha. Eunji, Eunha dan Nayeon pergi menuju kantin. Ketika berjalan di koridor, Eunji melihat Chanyeol dan Ten sedang berjalan menuju kantin. Eunji berlari menghampiri Chanyeol dan Ten.

“Chanyeol-ah” Eunji memukul punggung Chanyeol.

“Ya! Sakit tau!” Chanyeol memegang punggungnya.

“Hehe, mian” Eunji hanya menyengir. Eunji, Chanyeol dan Ten berjalan bersama, diikuti Eunha dan Nayeon dari belakang.

Suasana di kantin begitu lengang, hanya terdengar suara dentingan sumpit dan sendok bergesekan dengan nampan berisi makanan. Eunji, Eunha, Nayeon, Ten dan Chanyeol menikmati makanannya dengan tenang.

“Rasanya nyaman sekali tidak ada si ‘penganggu’” Kata Eunji setelah makanannya habis.

“Haha, benar sekali. Aku harap si Krystal di skors lebih lama lagi” Eunha menyetujui perkataan Eunji lalu tertawa.

“Aku tidak peduli” Ucap Ten. Eunji dan Eunha hanya menatap Ten.

Lenggang, semua orang sibuk memasukkan setiap suap kedalam mulut mereka, untuk mengisi kembali energi mereka yang sudah terkuras habis karena terlalu banyak berpikir saat ulangan Matematika tadi. Pertanyaannya benar-benar membuat otak berputar-putar.

“Kenapa kau sekolah hari ini?” Tanya Chanyeol tiba-tiba, Chanyeol menunjuk Eunji.

“Karena aku seorang murid, aku harus sekolah” Jawab Eunji asal.

“Kepala-mu sudah tidak apa-apa? Bukankah kemarin kepalamu terbentur?” Chanyeol menatap Eunji.

“Ahh.. kemarin itu? Sudah tidak apa-apa” Eunji mengibaskan tangannya sambil tersenyum.

“Syukurlah” Eunha mengelus kepala Eunji.

Ya! Hentikan” Eunji menyingkirkan tangan Eunha dari kepalanya.

“Chanyeol-ah, apa kau tau cara mengerjakan soal yang seperti ini?” Tanya Eunji, Eunji menunjuk salah satu soal yang ada di bukunya.

“Ini mudah, kau harus mengerjakan yang di dalam kurung terlebih dahulu, lalu kau kurangi dengan yang ini lalu mencari akarnya, dan ….” Chanyeol menjelaskan secara rinci kepada Eunji. Eunji hanya bisa memeperhatikan Chanyeol, mulutnya sedikit terbuka, terkesan.

Ya! Kau cerdas sekali, bagaimana bisa kau menyebutnya mudah? Ini adalah soal yang paling sulit yang pernah ada!” Eunji menunjuk-nunjuk soalnya kesal. Chanyeol hanya terkekeh, lalu melanjutkan belajarnya.

Chanyeol adalah murid yang cukup cerdas, ia menempati peringkat pertama di kelas. Chanyeol juga sangat terkenal di kalangan murid sekolah. Chanyeol memiliki tingkat humor yang tinggi. Kapan-pun dan dimana-pun Chanyeol selalu bercanda, waktunya untuk serius-pun ia akan selalu bercanda. Tetapi kini tidak. Sejak 2 tahun lalu, semua berubah, ia tak pernah bercanda lagi, ia tidak pernah tertawa dengan keras lagi, ia hanya bisa terkekeh pelan.

Tempat yang selalu di kunjungi Chanyeol ketika jam istirahat adalah atap sekolah, ruang musik, dan perpustakaan, seperti saat ini, Chanyeol dan Eunji sedang belajar bersama di perpustakaan.

“Eunji-ya, lanjutkan belajarmu, aku akan ke ruang musik” Chanyeol membereskan buku-bukunya, setelah beres, ia berdiri dan beranjak pergi.

“Aku ikut” Eunji-pun membersekan bukunya lalu menyusul Chanyeol yang sudah berjalan lumayan jauh.

Eunji dan Chanyeol berjalan bersama di koridor, melewati beberapa murid sekolah yang berada di koridor. Beberapa pasang mata melihat kearah Eunji dan Chanyeol. Ahh tidak, lebih tepatnya Chanyeol. kebanyakan yang memperhatikan Chanyeol adalah murid perempuan, mereka tersenyum sok manis ketika Chanyeol melewati mereka. Terkadang ada yang menyapa Chanyeol, Chanyeol hanya tersenyum menanggapi sapaan mereka, tetapi mereka begitu antusias, mereka berteriak-teriak kecil, bahagia plus bangga.

“Lihat! Ia tersenyum padaku! Chanyeol sunbae tampan sekali” Ujar salah satu murid yang baru saja Chanyeol beri ‘senyuman’nya.

“Ia tersenyum padaku! Benar sekali, ia benar-benar tampan” Ujar temannya yang lain. Mendengar hal itu, Eunji hanya bisa tertawa kecil, di dalam hatinya. Cih, itulah yang dikeluarkan oleh Eunji selama mendengar celotehan ‘para fans’ Chanyeol.

“Chanyeol-ah, aku akan ke toilet sebentar, kau duluan saja, dan ini” Eunji menitipkan bukunya kepada Chanyeol. Chanyeol mengangguk dan melanjutkan perjalanannya menuju ruang musik.

Eunji berbalik badan, menuju toilet.

Eunji telah selesai dengan ‘urusannya’. Eunji bersiap untuk membuka pintu toilet, tetapi tiba-tiba Eunji mendengar beberapa orang murid sedang mengobrol, Eunji mendengarkan murid itu mengobrol, siapa tau ada berita terbaru, pikirnya.

Ya! Apa kau lihat tadi? Ia benar-benar menyebalkan! Sombong sekali” Salah satu dari murid itu membanting pelan sebuah benda.

Nugu? Eunji? Ahh.. ia memang menyebalkan” jawab murid lain.

“Lihatlah sikapnya, sombong, menyebalkan, sok menjadi pahlawan, sok pintar?” Timbal murid lain yang langsung disambut oleh gelak tawa.

Eunji hanya bisa terdiam, mematung, memikirkan yang barusan ia dengar. Apa aku seperti itu?, Tanya Eunji di dalam hati.

“Meskipun ia pintar, tetapi ia tidak pintar dalam sopan santun, haha… benar, ia tidak memiliki sopan santun”.

“Apa Chanyeol mau dekat-dekat dengan orang seperti itu? Aku rasa pertemanan mereka sebentar lagi akan memburuk”

“Aku harap Eunji tidak ada di dunia ini”.

Eunji sudah cukup kesal berlama-lama mendengar percakapan yang tidak penting itu, Eunji membuka pintu toilet dengan kasar, lalu Eunji menuju wastafel yang tak jauh dari toilet, terlihat 3 murid yang baru saja membicarakan dirinya, mereka sangat terkejut dengan keberadaan Eunji, mereka menutup mulut mereka masing-masing.

Eunji mencuci tangannya, lalu segera pergi meninggalkan toilet. Dengan perasaan yang buruk, Eunji mendengar samar-samar ketiga murid yang membicarakan Eunji di toilet.

“Kau lihat tadi? tatapannya begitu menakutkan! Membuatku merinding”

“Aku yakin ia pasti tersinggung” ketiga murid itu tertawa.

Eunji hanya berdecak kesal dan segera menuju ruang musik. Di ruang musik, terlihat Chanyeol sedang memainkan gitar, Chanyeol duduk di kursi piano, ia menyilangkan kakinya.

“Chanyeol-ah” Panggil Eunji.

“Hm?”

“Apa aku –“ Eunji menghentikan bicaranya. Chanyeol menatap Eunji sekilas dan langsung melanjutkan memainkan gitarnya.

“Apa aku –“ Eunji menghetikan bicaranya lagi. Kali ini Chanyeol benar-benar menatap Eunji, heran.

“Apa aku –“ Eunji menghembuskan nafas berat.

Mwo?!, kau ingin bicara apa? Kau membuatku kesal” Chanyeol mendengus kesal.

“Apa aku –“ Chanyeol mengangkat gitar yang sedang ia pegang. Siap untuk memberikan ‘timpukan’ kepada Eunji.

“Apa aku-“ Eunji menatap Chanyeol.

 

YA!!!

 

TBC

Ketemu lagi sama Author dengan FF GaJe-nya *bow*. Don’t Look Back, FF ke-2 yang dibikin RF.Aeri. semoga FF ini ga se-absurd FF sebelumnya, kkkk~

Semoga kalian, para readers suka sama FF ini ya! Author berusaha buat bikin FF yang baik, yang buat kalian makin seneng baca^^. Hehehe

SEMOGA TERHIBUR! J

Buat yang pengen ngobrol lebih lanjut lagi sama Author GaJe ini, silahkan hubungi di *promosi*  :

Line ID : Salbillahsnm

Kalo engga juga gapapa :’ ada Chanyeol yang siap ngobrol sama Author *apaini?*

Diharapkan meninggalkan jejak!! ‘-‘ don’t be a siders!

 

 

 

 

 

 

 

 

8 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] DON’T LOOK BACK (Chapter 1)”

  1. Uwaaa,akhirnya chanji couple comeback..
    Trima kasi author-nim uda mau bikin chanji couple…
    Keren” ni,banyak yg bikin pnasaran…
    Napa chan bisa brubah…
    Trus,eunji kok kasian gtu yaa..
    Lanjut” thor..
    Smangat buat next chapternya…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s