[EXOFFI FREELANCE] Monstrum – Chapter 3

ff monstrum.jpg

HUNXOHANLIGHTS™ PRESENTS

Chapter 3 – Dream

Silahkan kunjungi wp pribadiku click

Main cast : Byun Baekhyun (EXO) – Shin Eunbi (OC) – Kai (EXO) | Other cast : Jeon Jungkook (BTS), Mark (NCT), Joshua (SEVENTEEN), Han Kangwoo (OC).

Genre : ?

PG-17

Chaptered

Disclaimer : This story is pure from my imajination, so…

DON’T PLAGIARISM

DON’T BASH

DON’T BE SIDER

Eunbi terbangun dari tidur pulasnya. Dia mengedarkan pandangan ke sekitar. Merasa ada yang janggal, Eunbi bangun dari tidurnya, menumpukan punggungnya pada sandaran kasur yang ukurannya sangat besar menurutnya. Dalam sekejap Eunbi terpesona dengan interior kamar yang benar-benar megah ini. Interior kamarnya bergaya eropa sebelum abad 20an. Dengan dominasi warna tembok coklat keemasan dan lantai yang seperti catur. Eunbi berjalan menyusuri kamar yang megah itu, kamar itu seperti tidak ada ujungnya. Gadis bersurai coklat itu baru pertama kali melihat kamar yang seperti ini. Sangat indah, pikirnya. Dan gadis itu baru menyadari ternyata di sepanjang tembok itu terdapat ukiran yang sangat unik. Jari lentiknya menyusuri ukiran yang sepertinya tidak asing baginya. Eunbi termenung untuk sesaat, dia berusaha keras memutar otaknya. Dia yakin, dia pernah melihat simbol-simbol ini. Jari lentiknya terhenti pada ukiran yang sepertinya menggambarkan seorang gadis, gadis berambut panjang. Iris cokelat almodnya memandang lekat ukiran itu sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang yang berjalan mendekatinya.

“Aku dimana? Ini bukan kamarku” batin Eunbi kebingungan setelah sekian lama mengagumi interior kamar yang ia tempati untuk tidur itu.

Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang, melingkarkan tangan besarnya itu pada pinggang ramping Eunbi.

“Memang bukan. Ini kamarku” ucap seseorang itu tepat di telinga seakan baru saja ia membaca pikiran gadis itu sambil mengecupi leher putih nan mulus milik Eunbi.

“Nu..nu…nuguya?” tanya Eunbi takut-takut. Gadis itu menggeliat kala seseorang yang memeluknya itu menyesap lehernya secara perlahan.

“Akhhh” suara itu tiba-tiba lolos dari bibir kecil gadis itu.

“To..tolong lepaskan saya. Saya tidak mengenal anda. Saya tidak mengerti kenapa saya ada disini. Saya ingin segera keluar dari sini” ucap Eunbi dengan suara yang sedikit gemetar. Dan dia baru menyadari ternyata dia hanya memakai gaun tidur yang sangat tipis. Air matanya tiba-tiba jatuh dari iris matanya yang indah, ia hanya takut, seseorang yang sedang mengecupinya ini sudah melakukan yang tidak tidak pada tubuhnya kala gadis itu sedang tertidur pulas.

“Non clamabit” (Jangan menangis)

“Nolite timere” (Jangan takut)

“Nihil tibi ego” (Aku tidak melakukan apapun padamu)

“Ego te requiro nimis” (Aku hanya terlalu merindukanmu)

“Reditus sum” (Aku kembali)

***

KRING KRING KRING

Sudah alarm kesekian kalinya yang berbunyi pagi ini tapi sang empunyapun belum juga terbangun padahal sang surya sudah menampakkan jati dirinya menandakan sudah waktunya untuk memulai segala aktivitas di pagi hari ini.

“Syukurlah ternyata hanya mimpi” sang empu pemilik alarm itupun akhirnya kembali ke alam sadarnya, menghembuskan nafas lega karena yang dia alami hanyalah sebatas mimpi belaka. Eunbi-sang pemilik alarm itupun langsung bangun membuka gorden dan dia menyadari bahwa jendelanya setengah terbuka

“Pantas saja aku kedinginan” gumamnya,

“Seingatku aku sudah mengunci jendela ini.” Lanjutnya

“Yaaaa kunci ini rusakkk, ish” gerutunya yang diakhiri helaan nafas yang panjang.

Gadis itu langsung bergegas menuju kamar mandi guna membersihkan dirinya disaat waktu baru menunjukkan pukul 6 tepat. Tumben sekali gadis itu bangun pagi. Biasanya gadis itu baru akan bangun 30 menit setelah alarmnya berbunyi.

Waktu sudah berjalan 10 menit semenjak gadis itu masuk ke kamar mandi. Gadis itu keluar dari kamar mandi hanya dengan sebuah lilitan handuk di tubuhnya. Tidak masalah baginya jika hanya berpakaian seperti itu, toh dia hanya tinggal sendirian disini. Dia bergegas memakai pakaiannya setelah mengeluarkannya dari dalam lemari.

Setelah dirasanya rapih, dia pergi ke cermin, melihat pantulan dirinya di cermin itu. Memoleskan sedikit bedak dan lipbalm di bibirnya agar bibirnya tidak begitu kering. Sebenarnya Eunbi bukanlah gadis yang terlalu mementingkan penampilannya, hanya saja gadis itu selalu merawatnya tubuhnya terutama kulitnya agar tidak cepat menua di kemudian hari, padahal jika diingat-ingat umurnya baru memasuki 17 tahun tetapi dia sudah membayangkan bagaimana penampilannya disaat sudah tua jika dia tidak merawatnya mulai dari sekarang. Membayangkan hal itu membuat Eunbi bergidik ngeri. Eunbi tidak mau mengulur-ulur waktu dengan memikirkan hal itu, dengan sigap dia mengambil sandwich yang baru saja dia buat kemudian menyampirkan tasnya ke bahu.

***

Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama, sekarang Eunbi sudah memasuki gerbang sekolahnya tepat pada pukul 7 kurang 5 menit. Itu berarti 5 menit lagi bel masuk segera berbunyi.

“Pagi nak Eunbi. Tumben hari ini ini tidak telat” sapa seorang satpam saat Eunbi memasuki gerbang sekolah.

“Pagi pak. Hehehehe” balas Eunbi disertai cengirannya yang khas.

Di tengah perjalanan menuju kelasnya, Eunbi melihat Kai di ujung lorong yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya membawa setumpuk buku dengan kacamata yang sudah melorot dari tempatnya berada. Saat mereka berpapasan Eunbi tersenyum kepada Kai, dan hati Eunbi mencelos saat Kai hanya meliriknya sebentar tanpa membalas senyumannya.

“Dia memang aneh. Pantas saja tidak mempunyai teman” gerutu Eunbi karena dia merasa terabaikan.

Sebenarnya bukan hanya Eunbi yang berpikiran seperti itu, hampir semua murid disini berpikiran seperti itu. Tetapi beda halnya dengan apa yang dipikirkan oleh guru-guru disini, mereka berpikir bahwa Kai adalah siswa yang paling rajin dan pintar di sekolah ini. Dia bahkan dijuluki si poker face karena dia tidak pernah menunjukan ekspresinya sama sekali. Oh! Eunbi ingat, Kai tersenyum kepadanya saat malam ulang tahunnya. Dari situ Eunbi berpikir bahwa mereka bisa jadi teman, ternyata tetap saja Kai adalah orang aneh yang tidak bisa dijadikan teman.

“Sadarlah Eunbi, buat apa kau memikirkan tentang si ketua kelas aneh itu” batin Eunbi sambil menepuk-nepuk pelan pipinya. Oh iya, Kai memang seorang ketua kelas di kelasnya.

“Tumben kau tidak telat hari ini” seseorang berucap saat Eunbi baru saja memasuki kelasnya.

“Oh Mark kau sudah datang. Dimana Kookie dan Joshua?” tanya Eunbi.

“Tentu saja mereka belum datang” jawab Mark singkat.

Eunbi hanya menggumam sebagai jawaban. Gadis itu meletakkan bokongnya di kursi tepat di depan Mark. Eunbi benar-benar seperti putri kerajaan disini. Bahkan ketiga sahabat namjanya itu duduk mengelilingi tempat duduknya. Mark duduk di belakangnya, Jungkook di sebelahnya, dan Joshua tepat di depannya. Eunbi sendiri duduk tepat disamping jendela yang mengarah langsung ke taman belakang sekolahannya.

Bel pelajaranpun berbunyi nyaring menandakan pelanjarannya Lee saem akan dimulai.

‘Mereka pasti dihukum’ batin Eunbi melirik ke arah tempat duduk di samping kanannya dan di depannya.

***

Eunbi POV

“Ah punggungku benar-benar sakit. Dasar nenek sihir sialan!” rutuk Joshua.

“Ya! Bibiya kenapa kau tidak ikutan telat bersama kami sih. Aku benar-benar bosan kalau dihukum jika tidak ada kau, ish sakit aww” Jungkook mengaduh kesakitan sambil mengelus punggungnya itu.

“Ya sekali-kali aku tidak telat tidak apa-apa kan hahaha. Memangnya tadi siapa yang menghukum kalian?” tanyaku.

“Siapa lagi kalau bukan Hwang seonsaengnim. Kita disuruh membersihkan kamar mandi dan juga lapangan basket tadi” jawab Joshua sambil menahan sakit. Wajahnya benar-benar lucu saat ini hahaha.

“Makanya jangan telat lagi” balas Mark.

Kami lagi di atap sekolah, berhubung sekarang guru sedang rapat jadi kami kesini untuk meluapkan kegundahan hati kami selama di kelas.

“Joshua, aku ingin menanyakan sesuatu padamu” ucapku serius.

“Tanya apa?” jawab Joshua tidak kalah seriusnya dariku. Dan yang lain jadi ikut serius karenaku.

“Apa kau masih punya makanan? Aku lapar hehehe” jawabku sambil tersenyum konyol ke arah mereka.

“Yee kau ini kupikir kau akan menanyakan apa” balasnya.

“Jadi apa kau masih punya makanan?”

“Tentu saja tidak”

“Nih aku punya roti” ucap Jungkook memberikan rotinya kepadaku.

Aku memakan roti yang diberikan Jungkook kepadaku. Setelah hening cukup lama, Jungkook memulai konversasinya lagi.

“Aku merasa akhir-akhir ini ada yang aneh. Banyak sekali laporan mengenai pembunuhan massal. Pamanku menceritakan hal itu kepadaku, katanya banyak warga yang hilang tanpa alasan bahkan jasad mereka lenyap tapi ada beberapa yang jasadnya ditemukan. Aku menjadi takut karena itu. Pamanku menyuruhku untuk membawa semprotan cabe, katanya itu akan membantu untukku untuk melarikan diri jika dalam bahaya. Kalian, berhati-hatilah dimanapun kalian berada”

“Kau benar. Aku melihatnya di berita” Mark menambahkan.

“Bi-ya, sebaiknya kau nginap dulu saja di rumah Jungkook. Terlalu berbahaya seorang gadis tinggal sendirian dalam situasi yang seperti ini”

“Sekedar mengingatkan, aku memiliki keahlian beladiri” riaku.

“Tapi… tadi pagi aku menemukan jendelaku terbuka dengan gerendel yang sudah rusak” ucapku ragu-ragu.

“Bisakah kalian membantuku memperbaikinya?”

“Bibiya, apa sesuatu telah terjadi padamu? Lehermu – di lehermu ada sebuah bercak merah”

“WHAT?!?”

***

Author POV

“WHAT?!?” ucap Eunbi.

“Aku ke kamar mandi dulu. Kalian tunggu disini” lanjut Eunbi dengan nada yang panik.

Mereka sama sekali tidak menyadari selama mereka berbincang ada seseorang yang memperhatikan mereka dengan mata merah darahnya. Lewat celah pintu masuk atap. Dan seseorang itu pergi saat Eunbi menuju ke arahnya dengan tergesa-gesa.

***

“APA-APAAN INI???” ucap Eunbi saat melihat pantulan dirinya di cermin.

Dengan segera dia melepas kuncirannya karena memang benar di lehernya terdapat beberapa warna kemerahan seperti kissmark.

‘Tidak. Tidak benar. Hell no. Aku tidak melakukan apapun dengan seorang namja manapun. Mungkin saja ini hanya gigitan serangga’ batin Eunbi. Tiba-tiba dirinya teringat dengan mimpinya tadi malam. Kelopak matanya melebar. Dia langsung keluar kamar mandi dan menuju kelasnya

Eunbi langsung mengetikkan beberapa kalimat di smartphonenya itu saat ia sudah duduk di bangkunya.

‘Di kelas sudah ada guru. Kemarilah’

‘Nanti saja. Hey, kudengar ada anak baru di sekolah kita. Kupikir dia seorang namja. Yeoja-yeoja di sekolah kita berteriak seperti kesetanan, aku melihatnya dari atap sini’

Begitulah kira-kira isi chat di grup Eunbi dan ketiga sahabatnya.

Seketika suasana kelas menjadi ricuh tatkala seorang guru masuk bersama dengan seorang namja yang mengekorinya. Bahkan di luar kelas banyak yeoja yang mengintip ke dalam kelasnya Eunbi, kelas 3-1. Guna melihat seorang siswa baru yang tampan.

“Anak-anak harap diam. Kalian yang mengintip, silahkan kembali ke kelas kalian masing-masing!” ucap hwang seonsaengnim ketus.

“Anak baru, silahkan perkenalkan dirimu” lanjutnya dengan ramah.

‘Ne. Kau benar. Dia teman sekelas kita’ balas Eunbi di chat grupnya.

“Annyeonghaseyo. Joneun Byun Baekhyun imnida”

tbc

A/N : Silahkan tinggalkan komentar baik saran maupun kritik. Hargailah usahaku untuk menulis ini. Komentar dari kalian sangat berharga untukku ☺

Regards,

hunxohanlights


22 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Monstrum – Chapter 3”

  1. itu siapa yg kasih tanda merah aka kissmark ke si eunbi? dan kenapa kookie joshua sama si mark gak nyadar kalo ada tanda itu udah ada dari tadi? dan yg paling penting yg harus dipertanyaan kenapa si eunbi gak nyadar kalo tanda itu udah ada dari dia bangun tidur bukannya dia keluar kamar mandi hanya berbalut handuk aja pasti dong liat seluruh tubuhnya termasuk leher
    aduh kak…. kau berhasil membuatku kepo tingkat kabupaten kalo gak lanjut mungkin akan meningkat ke tingkat internasional (gaje abaikan)
    keep writing kak maapkeun kalo komentar aku panjang banget biasalah orang kepo

  2. Emjihh ada apa dengan leher eunbi?:v wahh pasti ad adegan yg bikin baper gk ketolong di chapyer berikutnya…so..next ya min aku tunggu dari 2 bln yg lalu*i’mserious

    Writer fighthing!!!!

  3. Woaaa asikk baekhyun uda muncul wkwk
    Mimpinya eunbi jadi kenyataan? Siapa ya yang ngasi tanda kissmark ke lehernya eunbi baek kah? Atau kai?
    Ditunggu yaa kelanjutannya next chapter banyakin ya kak heheh…
    Fightingg!!

  4. siapa yg memberikan kissmark di leher nya Eunbi? apa Baek? semoga aja 😀
    trus yg bilang ‘Reditus Sum’ itu siapa?

    next fighting 😀

  5. wkwkwk… ternyata[ “Reditus sum” (Aku kembali) ] itu bukan mantra toh… klai bkan kai berarti baekhyub yg mengucapkannya..?? atw jngan” baekhyun yg menyamar jdi kai..??

    wahhh… fantasi liar ku udah kmana-mna..!! dri pda nebak.. di tunggu next chap. thor..

    SEMANGAT..

  6. akhirnya nanggung bngt yaa.. uhhh
    jadi yg kembali siapa?? baekhyun kah??? kai kah???

    trus mreka itu apa???
    semoga chap selanjutnya dijelaskan segambreng”nya..

  7. Omegat ko bisa ada bercak merah dileher eunbi? Mimpi kaya kenyataan ya?
    Yg dimimpi eunbi nuguya? Baekhyun ya jgn2.. ah molla hanya authornya yg tau 😂

    Dinext thor! Fighting
    Makin penasaran disetiap chapternya

  8. Wow wow wow..
    Ada baekkie oppa?, duhh senengnya ❤
    Jadi itu cuman mimpi?? Tpi kok kissmarknya nyata?? Apa namja yg d mimpi eunbi itu baekhyun??

    Eiii eunbi kirain mau ngomong serius apaan. Eehh taunya dia laperrrr..wkwkwkwk
    "seseorang yang memperhatikan mereka dengan mata merah darahnya. Lewat celah pintu masuk atap." apakah itu baekhyun?? Tpi klo mnurutku sih iya kakk..hehehe
    And yg mengucapkan “Reditus sum” itu baekhyun jgakan?
    Apa baekhyun jga ada sangkut pautnya sama kejadian pembunuhan massal yg d omongin sma jongkook and mark?

    Aduhh apa hubungannya baekhyun sma eunbi klo yg dmimpi eunbi itu bneran baekhyun?
    Tpi kliatanya baekhyun baik deh sma eunbi..hihihi
    Sbenernya baekhyun itu apa? Vampire / wirewolf / Apa?? Tpi kyanya sih vampire deh#ahhh molla
    Aigoo.. eonni mianhae kalo banyak tanda (?) ..hehehe
    Coz aku pnasaran bangeetttt nih kak
    Next kak dtunggu klanjutanya 🙂

    Fighting!!

    1. Wahh aku jga baru nyadar kak klo coment ku panjang sekalii..hihihi^^v
      Kakk seneng aku jga seneng 🙂
      Tpi itu bneran baekhyun kan ya, coz penglihatanku kek gtu..kkk gx tau jga lah siapa tau salah lihat..hihihi^^v

      Tdi salah nempatin bls coment ya kak..kkkk^^v
      Ok kak, aku tunggu kok 🙂 ♥

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s