[Chaptered] Heart Attack (12th Chap/Final) | by L.Kyo

3. heart-attack

Title: Heart Attack | Author: L.Kyo♪ [ @ireneagatha ] | Artwoker: Keyunge Art | Cast: Jung Hyerim (APink), Byun Baekhyun (EXO), Do Kyungsoo (EXO) | Genre: Drama, Romance, Comedy | Rating: PG-17 | Lenght: Chaptered | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

 

[ http://agathairene.wordpress.com/ ]

Prev:: [1st Chap] [2nd Chap] [3rd Chap]  [4th Chap] [5th Chap] [6th Chap] [7th Chap]  [8th Chap]  [9th Chap] [10th Chap] [11th Chap]

—oOo—

 

H A P P Y  R E A D I N G

 

“Aku tidak ingin mengakuinya. Aku tidak ingin kau menganggapku remeh karena selama ini aku mengabaikanmu. Aku selalu membohongi diriku sendiri jika aku lebih menyukai Kyungsoo dibandingkan dengan dirimu. Bahkan hari ini aku menyesal. Menyesal telah membuat Kyungsoo sakit hati karenaku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Bukankah jika aku mengharapkanmu, sama saja dengan membuat Kyungsoo semakin membenciku? Aku … aku…”

 

Airmata milik Hyerim akhirnya terjatuh. Setelah ia berusaha mati-matian untuk menutupi segala kerinduannya. Bahkan menatap Baekhyun pun tak sanggup. Ia terlalu malu untuk sekedar mendongakkan kepalanya. “Apapun yang kau katakan, tak ada sedikit pun mengubah pola pikirku. Aku menyukaimu. Hanya itu yang aku tahu”. Baekhyun berjalan mendekat kepada Hyerim namun gadis itu justru memundurkan langkahnya.

 

“Lupakan saja. Anggap saja perasaanku ini hanyalah sekedar sakit demam yang muncul sesaat. Lupakan. Aku benar-benar tidak ingin menyakiti siapapun kali ini. Aku akan menerima karma yang seharusnya pantas aku dapatkan. Tidak mungkin jika aku bersamamu, bahagia denganmu. Namun Kyungsoo? Secara tidak langsung aku sudah mencampakkanya.” Hyerim mencoba menahan isakannya berulang kali.

 

Ya! Tapi Kyungsoo yang meninggalkanmu? Apa lagi yang membuat dia merasa tercampakkan? Bukannya lelaki bodoh itu yang mencampakanmu? Sudahlah Jung, jangan menangis seperti itu. Kau membuatku takut!” Sesal Baekhyun. Hyerim terdiam, mencoba mencerna kalimat terakhir Baekhyun padanya.

 

“Kau mencoba menenangkanku atau mengejekku? Brengsek kau!” Dan lemparan batu kecil yang sigap Hyerim ambil, pas mengenai dahi Baekhyun. Membuat Baekhyun terdiam sejenak dan shock dengan apa yang baru saja ia dapatkan. Detik kemudian, Hyerim pergi. Meninggalkan Baekhyun yang mematung.

 

Ya! Aku belum selesai bicara!” Baekhyun tak kalah untuk berteriak lantang. Hyerim menoleh dan menatap mata Baekhyu murka. “Diam kau mulut besar. Aku bisa gila jika berbicara denganmu!” Hyerim sewot lalu berlari menuruni tangga. Baekhyun terkekeh. “Gila apanya? Kau gila mencintaiku itu benar”.

 

***

 

“Brengsek! Aku benar-benar berbicara serius tapi dia jusru membuat lelucon garing”. Hyerim berjalan kesal sembari terus berceloteh. Mana bisa ia mengatakan hal serius jika Baekhyun seperti itu. Yang ada ia merasa sebal berkepanjangan. “Bukannya dia harus mengatakan apa justru dia membuatku terlihat bodoh!” Hyerim menghapus airmatanya tergesa, menutupi mata bengkaknya dari beberapa orang yang melihatnya aneh. “Kenapa kalian melihatku seperti itu? Lucu?” Dan kembali Hyerim murka, ia tak suka menjadi bahan tontonan menyedihkan seperti itu.

 

“Persetan dengan semua ini. Hari ini semua orang menyebalkan. Kenapa kau tidak debut sana dan aku akan bahagia jika tak melihatmu”. Nafas Hyerim memburu dan ia ingin menangis. Sungguh. Ia tak tahu seberapa menderitanya dirinya saat jatuh cinta.

 

Jatuh cinta itu mengerikan. Mengerikan saat untuk pertama kalinya kamu merasakan suatu dentuman aneh didadamu. Sesak, seakan ada yang menekan dari dalam, pipi terasa mengencang karena otot yang reflek muncul dan terasa panas. Bibir seakan tak bisa bicara saat kau bertemu dengannya.

 

Hyerim ingin mengulang ke masa lalu. Merasakan rasa itu lebih awal dan tak pernah memainkan perasaannya. Menderita karena cinta tak sampai dan mengkhianati seseorang. Tapi bukankan kesalahan besar jika kamu pura-pura mencintainya supaya ia tak merasakan sakit hati? Hyerim tahu, bahwa itu salah dan ia menyesal.

 

Hyerim berjalan lunglai. Berharap setelah ia sampai ke Halte, bis segera datang padanya. Ia ingin duduk dan menikmati jalanan sore hari ini. Menikmati angin sepoi dengan kepala yang ia rebahkan di kursi tergolong keras. Namun sebuah bayangan seakan nampak disisi sepatunya.

 

Namun bayangan itu tak berlalu dan seolah berhenti tepat dibalik sinar keemasan sore ini. “Kau masih disini?” Suara berat itu seolah membuat Hyerim membeku. Dan gadis itu memberanikan untuk mendongak. “Iya”. Nada Hyerim lirih seakan tercekat dengan wajah Kyungsoo.

 

Sudah berbulan-bulan mereka tak saling menyapa. ‘Kemana saja kau Kyung, baru kali ini kau bicara padaku. Bahkan aku sudah memulai percakapan denganmu dulu tapi kau bahkan sama sekali tidak menyahutku. Maumu apa!?’ Batin Hyerim mengumpat. Ia kaget bukan main. Yang sebelumnya diam acuh kini ia datang segurat pertanyaan sederhana.

 

Dan ekspresi apa itu? Wajah datar dan kedua tangannya saling bersembunyi dibalik saku celananya. Hyerim menggelengkan kepalanya. Bukan saatnya kembali ke masa lalu saat Kyungsoo meminta putus padanya. Ini sudah keputusan baik. Tapi  tetap saja, berbicara dengan Kyungsoo sama saja ia harus menekan malunya dan melupakan sejenak pengkhianatan yang ia lakukan.

 

“Mungkin kau berpikir kenapa aku selalu tidak membalas sapaanmu. Maafkan aku”. Kyungsoo menunduk, cukup lama. Tak ada perbincangan setelah ini. mereka hanyut dalam diam. “Baiklah jika tak ada pembicaraan lagi. Aku harus pulang”. Hyerim gugup, sangat. Tapi buat apa ia lakukan jika hanya berdiri saja tanpa ada pembahasan lagi.

 

Lelaki itu terdiam, terdiam saat Hyerim melewati dirinya. “Ya!Badak! Berhenti kau!” Suara keras dan menyebalkan itu kembali masuk ditelinga Hyerim. Hyerim berbalik, memfokuskan pendengarannya pada sumber suara di tangga menuju balkon yang sebelumnya mereka bicara. Dan Hyerim tersadar, disini masih ada Kyungsoo. Dan Hyerim masih beberapa langkah meninggalkan tempat ini.

 

Dan sialnya sang mulut besar itu datang disaat waktu tak tepat. “Kau akan pulang? Aku akan mengantarmu!” Baekhyun berlari kecil sebelum ia menyadari ada Kyungsoo diantara mereka. Langkah Baekhyun melambat dan saat ini sudah berada disamping Kyungsoo. “Lama tidak bertemu. Kau masih seperti biasanya. Dan apa maksud ekspresi tak sukamu itu?” Baekhyun protes. Tentu saja. ia risih karena Kyungsoo seakan akan menghajarnya lagi dengan sorotan mata tajamnya.

 

“Aku ingin bicara denganmu. Sebentar!”  Kyungsoo menepuk bahu Baekhyun sejenak. Dan dipijakan lain, kaki Hyerim ingin bergetar, ingin buang air kecil ditempat. ‘Apa yang mereka bahas?’ Hyerim bergumam. Berharap itu bukan tentang dirinya. Baiklah, mungkin ia baru saja percaya diri tapi pembahasan apa jika antara pria dan pria jika bukan seorang wanita?

 

Hyerim menelan salivanya dan berangsur memundurkan langkahnya untuk pergi dari suasana yang terlihat mencekam.  “Mau kemana kau?” Dan lagi-lagi teriakan Baekhyun yang justru terdengar menggurui. Kyungsoo? Pria itu menoleh menatapnya. “Tentu saja pulang. Buat apa aku lama-lama berdiri disini bodoh?” Hyerim murka. Namun Baekhyun berjalan kearahnya dan menarik pergelangan tangannya.

 

“Apa yang kau lakukan!?” Berontak Hyerim. “Tentu saja mengantar pulang pacarku ke Halte”. Persetan dengan pernyataan Baekhyun. Bahkan lihat, tatapan penuh maksud tersembunyi terlihat jelas ia tunjukkan pada Kyungsoo. Dan Hyerim bisa melihat tatapan Kyungsoo melengos sebal. “Kau gila?” Ucap Hyerim lirih.

 

“Tentu saja aku gila jika aku tidak bertemu denganmu semenit saja. Bahkan aku masih merindukanmu”. Oh God, gombalan memalukan Baekhyun benar-benar membuat Hyerim ingin mengumpat sejadi-jadinya. “Mungkin aku bisa menunggu sebentar disini. Kau bisa mengantar Hyerim ke Halte. Aku akan mengambil bukuku dikelas sebentar”.

 

Kyungsoo berlalu, mengabaikan Baekhyun yang memeluk bahu Hyerim erat. Merasa punya celah, Hyerim memelintirkan tangan Baekhyun hingga pria itu berteriak mengaduh. “Kau ingin mati sekarang!?” Bahkan teriakan Baekhyun sama sekali tak ia respon. “Akk, akk. Lepaskan. Kau ini apa?” Dan pada akhirnya Hyerim melepasnya dengan jengkel.

 

Bahkan ia berusaha menyembunyikan semburat merah muda dipipinya. “Jangan memberontak. Aku bermaksud mengantarmu. Aku sedang tidak mood marah-marah kali ini. Ayo!” Dan Baekhyun tak peduli Hyerim yang sedari tadi menolak, tapi beberapa detik Hyerim merasakan kelembutan tangan Baekhyun menggegamnya terasa hangat.

 

Mereka berjalan dengan diam. Bahkan Baekhyun pun terus menerus melirik Hyerim yang terlihat seperti kehilangan nyawa. “Kau sakit? Aku pertama kali melihatmu setenang ini!” Baekhyun menanyakan dengan nada tenang pula. Bahkan dengan nada tenang itu membuat Hyerim jantungan rasanya. Dan yang bisa Hyerim lakukan adalah menggelengkan kepalanya.

 

“Kau ingin jadi pacarku?” Dan pertanyaan itu lagi muncul. “Baek!” Gerutu Hyerim. Gadis itu memandang Baekhyun sebal namun lelaki itu hanya cengir. “Kenapa? Sudah jelas kau menyukaiku! Dan kau bisa lihat Kyungsoo tak apa saat aku memelukmu tadi.” Bukan Baekhyun jika ia ingin mendapatkan apapun.

 

Hyerim terdiam, terus melangkah dengan kehangatan luar biasa menjalar dari tangannya. Bahkan matanya terlihat kosong. “Kau diam aku anggap kau menerimaku!” Dan Hyerim mengedipkan matanya sadar. “Apa!?” Baekyun tersenyum puas. “Setelah ini pulang, mandi, rapikan rambut kudamu itu. Dan ayo kita makan malam bersama”.

 

Ajakan Baekhyun lagi-lagi membuat Hyerim tak bisa menyembunyikan senyumnya. Dan kali ini seolah ia terhipnotis, bahkan ia sama sekali tak protes saat Baekhyun menyebutnya rambut kuda. Setelah mereka sampai didepan Halte, Baekhyun meremat bahu Hyerim dan memandangnya dalam. “Aku kembali ke Kampus. Aigoo, badakku yang cantik! Aku akan melihatmu nanti malam.” Dan Baekhyun mencubit pipi Hyerim gemas.

 

Bahkan panggilan badak pun sama sekali ia tak hiraukan. Baekhyun berjalan menjauh dan kembali meninggalkan Hyerim. Namun Baekhyun terhenti, berbalik dan menatap Hyerim yang masih memandangnya dalam diam. “Kau kerasukan atau apa? Kau diam saja! Apa karena aku sangat bersinar hari ini? Sudah aku duga. Aku sangat romantis, kan?”

 

Senyum menggoda Baekhyun reflek membuat Hyerim melepas sepatu sneakers nya. “Apa yang kau katakan?” Dan sebelum Hyerim murka, Baekhyun berlari. “Apa-apaan kau ini?” Protes Baekhyun sembari lari menjauh meninggalkan Hyerim. Hyerim menghela nafasnya dan membiarkan sepatunya jatuh dari tangannya. Perasaan yang sesak karena jatuh cinta membuatnya susah nafas.

 

Ia terus saja merasakan aneh dibagian pipinya. “Kau menjijikkan Baek. Gombalanmu sangat murahan!” Hyerim merengut dan pada akhirnya bibirnya membentuk kurva. Ia tersenyum bahkan didalam bis sekalipun ia tak meredakan senyumnya.

 

***

 

Kyungsoo menatap langit sore itu dengan pandangan kosong. Ia menutup matanya cukup lama, menikmati sinar sore yang terbias mengenai wajahnya. “Menunggu lama?” Kyungsoo merasakan duduk sampingnya goyah. “Tak perlu bertanya jika kau tahu”. Ucap Kyungsoo tanpa membuka matanya. “Apa maksudmu? Kau mengatakan akan bicara padaku. Dan apa ini?” Baekhyun sewot.

 

“Aku tidak mengkhianati Hyerim seperti yang kau pikirkan”. Kyungsoo menatap Baekhyun tajam. “Dan apa keberanianmu menyebut kekasihku seperti itu? Aku tidak ingin mendengarkan cerita romantis kalian berdua dimasa lalu”. Baekhyun akan beranjak namun Kyungsoo menahan baju Baekhyun untuk tak pergi. “Kau sama saja. Aku mengganggap kekasihku karena ia diam saja. Kau begitu , kan? Itu memang kesalahanku. Mungkin aku sudah tertutupi dengan rasa memiliki. Benar-benar bodoh.”

 

Kyungsoo tertawa. “Kau sengaja mengejekku?” Kembali Baekhyun sewot. “Tidak. Dia mencintaimu. Karena itulah aku meninggalkannya. Mungkin ia akan bahagia denganmu. Aku bisa melihat mata dan semburat dipipinya. Ia tidak bisa berbohong dengan wajahnya”. Baekhyun terdiam. Menatap Kyungsoo dengan pandangan tak mengerti.

 

“Bukankah seharusnya kau berterimakasih padaku? Karenaku, impian kalian untuk bersama menjadi kenyataan.” Lanjut Kyungsoo. “Tidak. Aku melakukannya dengan caraku sendiri. Bahkan tanpa kau putuskan Hyerim sekalipun, aku bisa mendapatkannya!” Baekhyun kembali mengatakan dengan kepercayaan tinggi. “Ah begitu. Sepertinya aku menyesal meninggalkannya. Baiklah, aku akan coba membuat Hyerim jadi…” Baekhyun beranjak dari duduknya sebelum Kyungsoo menyelesaikan kata-katanya.

 

“Jaga bicaramu! Aku akan memukulmu. Aku akan memukulmu jika kau menyentuh Hyerim seperti kau melakukan itu padaku dulu!”  Kemarahan Baekhyun membuat Kyungsoo tak bisa menahan tawanya. “Jujur, setiap aku melihatmu marah seperti ini, aku bisa melihat sisi Hyerim. Kalian benar-benar terlihat sama, berisik. Tapi dia sangat tenang denganku. Dan dia benar-benar berubah menjadi gadis ceria saat berbicara denganmu. Dan aku iri, karena aku merasa seperti orang berbeda saat disisinya”.

 

Penjelasan Kyungsoo berhasil membuat Baekhyun kembali duduk. “Benarkah? Tunggu! Kau ingin memamerkan hal romantismu atau kau memujiku karena kami terlihat sangat serasi? Kau yakin kau tidak dendam padaku? Aku benar-benar tidak ingin mendapatkan bogeman mentahmu untuk ketiga kalinya”. Curiga Baekhyun. Kyungsoo tertawa lalu menggelengkan kepalanya.

 

“Karena aku mencintai Hyerim dan aku ingin mengembalikan senyum cerianya melalui dirimu!” Kyungsoo beranjak dan mengulurkan sebelah tangannya. “Apa ini?” Tanya Baekhyun. “Ulurkan tanganmu!” Karena Baekhyun belum mengulurkan tangannya terpaksa Kyungsoo menariknya sepihak. “Ya!” Protes Baekhyun.

 

“Berjanjilah padaku untuk tak menyakiti dirinya. Lindungi dia sampai kapanpun selayaknya kau mengatakan semua kepercayaan dirimu padaku. Aku tidak akan segan-segan memukulmu lagi jika membuat Hyerim menangis karena ulahmu”. Kyungsoo menepuk bahu Baekhyun lalu kembali duduk. “Aku tahu, aku tahu, aku bukan pria pengkhianat. Jangan meremehkanku! Aku harus pulang. Aku ada janji hari ini. Dan terimakasih kau sudah menjaga Hyerim. Seharusnya aku tidak memakimu dulu”. Baekhyun menggaruk tengkuk lehernya lalu berlalu. Meninggalkan Kyungsoo yang masih nyaman ditempat duduknya.

 

Baekhyun berlalu dan tempat ia berpijak kembali sepi. Bohong jika ia benar-benar rela menyerahkan Hyerim kepada Baekhyun. Namun jika ia mengingat senyum Hyerim padanya. Seolah itu adalah senyuman palsu dengan penuh kebohongan. Dahi Kyungsoo mengkerut, merasakan indera pendengarannya menerima sinyal. Suara gemerisik seseorang membuyarkan lamunan Kyungsoo.

 

Kyungsoo memasukkan buku-bukunya yang sempat ia baca sebentar saat menunggu Baekhyun lalu menenteng ranselnya ke bahu. “Siapa disana?” Tak ada jawaban. “Baekhyun-ah!” Tak ada suara juga. Lelaki itu mengedikkan bahu dan memilih untuk pulang. Namun langkah kakinya berhenti setelah suara langkah kaki berlari dan sesuatu barang jatuh tak jauh dari dirinya.

 

Ia cepat berbalik dan mendapati seorang perempuan berkepang dua berlari begitu saja, meninggalkan sebuah kacamata yang ia biarkan terjatuh. “Siapa!” Percuma, bahkan mungkin gadis itu mengabaikannya. Kyungsoo menatap kacamata itu lalu berlalu. Tapi entah kenapa ia ingin mengambilnya. Ia berjalan ragu dan mengambil kacamata yang ia duga merupakan kacamata silinder.

 

“Jadi dia menguping pembicaraan kami? Tidak aku sangka aku baru memergoki penguntit!” Kyungsoo meremat kacamata itu lalu memasukkan dalam ranselnya.

 

***

 

“Sayang!” Baekhyun berteriak ceria, membuat seisi koridor memandangnya penuh tanya. Bahkan tujuan mata Baekhyun yaitu Hyerim justru bergidik ngeri. Setelah acara makan malam alias kencan beberapa hari yang lalu, membuat Hyerim harus kuat dengan serba gombalan Baekhyun yang terdengar memuakkan.

 

Hyerim meneguk kopinya dan melompati kursi yang ia duduki sebelum berkutat dengan slide beberapa jam lagi. Ia berlari kecil sebelum Baekhyun semakin menjadi. “Ya! Kenapa kau tak berhenti bodoh!” Dan Baekhyun pun tak mau kalah, bahkan ia menarik ransel Hyerim hingga gadis itu terhuyung kebelakang.

 

“Kenapa? Kau tidak tahu aku terlambat kuliah hari ini?” Teriak Hyerim. “Kau kira kau bisa mengelabuiku? Aku kan satu kelas denganmu! Temani aku sarapan!” Dan Baekhyun memeluk bahu Hyerim sepihak, tidak peduli Hyerim mencoba memberontak. Coba saja kalian bayangkan, berpacaran dengan Baekhyun sama saja bergulat dengan anak umur 5 tahun.

 

Jika kau tak menurutinya, ia akan terus mengomel bermenit-menit. “Jangan panggil sayang. Memalukan!” Dan akhirnya Hyerim menyerah untuk terlepas dari pelukan Baekhyun. “Kenapa? Kau pacarku! Kau takut Kyungsoo mendengarnya?” Dan celoteh Baekhyun berakhir dengan teriak kesakitan karena Hyerim sudah mencubit perut Baekhyun hingga Baekhyun melepas pelukannya.

 

“Kau mengatakan padaku untuk tak menyebut namanya. Kau terus saja menyebut nama Kyungsoo. Aku bisa gila dengan celotehmu! Kau sarapan sendiri saja!” Hyerim cemberut, meninggalkan Baekhyun yang sadar dengan mulut besarnya. “Tidak bisa! Aku kelaparan! Kubilang temani aku!” Baekhyun menarik lengan Hyerim manja. “Tidak mau!”  Bahkan mereka lakukan berulang kali tak peduli Hyerim mencoba tak peduli. Ia berulang kali menghempaskan tangan Baekhyun dari lengannya. Tapi siapa yang tak kuat dengan kekuatan aegyo.

 

“Aku tidak suka dengan aegyomu. Aku merasa mual. Kali ini aku memaafkanmu. Aku akan memberikanmu waktu 5 menit untuk mengunyah makananmu. Jika tidak, aku akan meninggalkanmu! Waktuku sudah terbuang banyak hanya karena kau terlambat dan sekarang aku harus menemanimu sarapan! Dari dulu kau sangat merepotkan sekali!” Hyerim memijat keningnya.

 

“Baiklah, aku tahu. Maafkan aku! Aku akan mentraktirmu hamburger spesial. Sungguh. Aku benar-benar akan membelikanmu sedikit makanan mahal”.  Tawaran Baekhyun membuat wajah Hyerim sedikit berubah. “Sungguh? Es krim juga!” Dan pada akhirnya Hyerim luluh. “Siap!” Baekhyun mengangkat tangan sebelah membentuk sikap hormat.

 

Mereka kemudian tertawa. “Baiklah, aku pegang janjimu Baek”. Hyerim memeluk lengan Baekhyun dan berjalan menuju Kantin. Bahkan mereka tak tahu ada sepasang mata memandang dengan senyum tipisnya. Ia tahu, mungkin ia terlihat gila melihat yang seharusnya tak ia lihat. Membiarkan lara hatinya tertusuk berulang-ulang.

 

Namun apa gunanya? Melihat gadis yang ia cintai begitu tersenyum lepas. “Kau tersenyum. Sangat lega rasanya”. Senyum Kyungsoo merekah. Memandang punggung mereka hingga menghilang. “Sunbae, kau ingin minum?” Seseorang menepuk bahunya. Seseorang dengan rambut terkuncir dua, menatapnya dengan wajah malunya.

 

Tangan kanannya membawa sebotol softdrink. “Se … sepertinya sunbae banyak pikiran. Mungkin sunbae sedikit membaik jika minum ini sedikit!” Gadis itu menarik tangan Kyungsoo dan meletakkan minumannya ditelapak tangan Pria dihadapannya.

 

Kyungsoo terdiam, menatap gadis itu yang entah ia tak mengenalnya. Gadis itu membungkuk dan berlalu. “Tunggu!” Gadis itu berdiri mematung, membelakangi Kyungsoo. Tentu saja gadis itu diam seribu bahasa, dadanya berdegup kencang tak karuan. “Sepertinya aku pernah melihatmu sebelumnya?”

 

Gadis itu meneguk salivanya. Tentu saja Kyungsoo pasti sekilas pernah melihat dirinya walaupun Kyungsoo tak melihat wajahnya lebih jelas. Gadis itu berbalik dan menatap Kyungsoo malu. “A … aku mahasiswa baru angkatan pertama. Sunbae tak akan pernah melihatku. Aku melihat sunbae pucat hari ini, maka dari itu aku memberikan minuman pada sunbae. Maafkan aku jika aku lancang!”

 

Gadis itu membungkuk, namun Kyungsoo menepuk bahu gadis itu akrab. “Ahh, tidak perlu. Justru aku berterimakasih padamu. Terimakasih atas minumannya. Siapa namamu?” Pipi gadis itu memerah. “Ahn … Ahn Taehee”. Kyungsoo mengangguk. “Taehee? Ahn Taehee. Nama yang bagus!”

 

Tentu saja Taehee ingin melompat rasanya. Salah satu alasan ia masuk Universitas bergensi ini karena Kyungsoo. Pria itu mungkin tak tahu jika gadis itu sudah menyukainya sejak SMA. Mereka satu sekolah. Kyungsoo pun tak tahu seseorang yang memberikanya note penyemangat diloker SMAnya dulu adalah Ahn Taehee.

 

Hanya saja Taehee tak ada keberanian besar untuk memulainya. Ia hanya gadis lugu dan pemalu. Dan sekarang dengan usaha kerasnya hingga ia bisa masuk. Walaupun sebelumnya ia tahu bahwa Kyungsoo sudah berpacaran dengan Jung Hyerim. Taehee pun juga tahu itu. Tapi ada sedikitpun menyerah, bahkan walaupun sesakit yang ia rasakan, menatap Kyungsoo setiap hari dari kejauhan sudah membuatnya bahagia luar biasa.

 

Tapi sekarang semangatnya membara. Kyungsoo tak terikat oleh siapapun. Bukan waktunya untuk berdiam diri dan memandangnya saja kali ini. setidaknya ia tidak ingin menjadi pengecut. Walaupun ia hampir saja tertangkap menjadi penguntit beberapa waktu lalu. Ia berharap Kyungsoo tak menyadarinya.

 

Taehee terpaku, menatap kacamatanya didalam saku Kyungsoo. Menyadari arah pandang Taehee, Kyungsoo mengambil kacamata dari sakunya dan menunjukkan padanya. “Kau pasti heran kenapa aku membawa ini? Aku tidak pakai kacamata. Hanya saja ini kacamata milik penguntit beberapa hari yang lalu. Aku tidak tahu kenapa dia suka menguping hal yang pribadi. Aku tidak suka orang yang seperti itu”.

 

Senyum Kyungsoo membuat Taehee bergidik ngeri. ‘Jangan tersenyum seperti itu. Aku tidak menguntit, aku hanya lewat saja. aku hanya …” Taehee terdiam. Mencoba berpikir. Tetap saja ia seperti penguntit. “Tapi sungguh, aku pernah melihatmu sebelumnya!” Kyungsoo menggaruk tengkuk lehernya.

 

‘Kumohon jangan bicara kau pernah melihatku!’ Batin Taehee berteriak. “Ahh lupakan. Aku mungkin salah orang. Terimakasih atas minumannya”. Kyungsoo kemudian berlalu. Meninggalkan Taehee yang masih terdiam. Ia menghela nafasnya lega kemudian tersenyum tipis. “Rasanya … Aku bisa mendengar suara sunbae lebih dekat”. Kemudian ia mengambil note dalam ranselnya dan menggegamnya erat. “Setidaknya kau ingat dengan note ini. Setidaknya kau tahu aku ada disini”.

 

***

 

“Kau punya es krim sendiri!” Hyerim menghempaskan tangan Baekhyun dari es krimnya. “Aku membelikanmu! Aku hanya mencoba sedikit!” Berontak Baekhyun. “Es krim mu masih banyak. Kenapa masih minta padaku!” Hyerim beranjak dari duduknya menghindari Baekhyun.

 

“Kau akan menyesal jika tidak ada bekasku disitu. Aku tampan dan kau akan rugi”. Baekhyun ikut berdiri dari duduknya. “Bekas apa maksudmu? Kau mau ini?” Dan dalam satu lahap, Hyerim berhasil mencomot ujung contong dengan mulut besarnya. “Enak!” Ucap Hyerim dengan mulut penuhnya.

 

“Kau tahu, kau pasti bangga punya kekasih seperti diriku, kan? Aku tahu kau banyak menyimpan fotoku diam-diam didindingmu. Dan kau juga sering menulis namaku. Walaupun kau banyak mengumpat padaku, aku tau kau sangat cinta mati padaku” Baekhyun terkikik, membuat Hyerim tersedak sesaat.

 

“Delusimu! Sejak kapan aku mengambil fotomu diam-diam?”  Hyerim melempar ranselnya asal dengan murka. “Kalau begitu berikan ponselmu!” Baekhyun mendekati Hyerim, namun  gadis justru meremat saku jinsnya, tak membiarkan Baekhyun mengambil ponselnya.

 

“Ya! Jangan mencoba lancang padaku!” Baekhyun terdiam menatap bola mata Hyerim. “Lihat!” Jari telunjuk Baekhyun mengarah ke atas membuat Hyerim ikut fokus kejari Baekhyun. Namun sebuah benda lembut melumat bibirnya. Tangan Hyerim menggegam kuat. Menahan gejolak gemuruh dadanya yang semakin tak terkontrol.

 

Ciuman? Ini ciuman dari Baekhyun. Bahkan ia tak bisa mengambil oksigen sedikitpun. Bolehkan ia larut dengan hal seperti ini? Sentuhan bibir Baekhyun membuatnya ingin jatuh kepayang. Hyerim ingin mengumpat rasanya karena ia dengan lemahnya menutup matanya. Dan lebih keparat lagi, ia tak sadar ia pun membalas pagutan Baekhyun.

 

Bahkan Hyerim bisa merasakan bibir Baekhyun merekah seolah menang karena membuatnya luluh padanya. Tapi mata Hyerim membelalak kemudian, pipinya memerah lalu beberapa detik kemudian Hyerim mendorong Baekhyun kasar. “APA YANG KAU LAKUKAN BODOH!?” Teriak Hyerim murka.

 

“Apa yang salah?” Baekhyun meringis, mengelus dadanya yang menjadi korban dorong Hyerim. Hyerim menyentuh bibirnya kesal. “Kau mengigitnya!” Protes Hyerim. Beberapa detik Baekhyun terdiam lalu alisnya mengernyit. “Lalu kenapa? Itu hal biasa orang melakukan ciuman. Kau benar-benar tak pernah berciuman dengan Kyungsoo sebelumnya?” Bukannya memberikan penjelasan, lagi-lagi Hyerim ingin memukul mulut Baekhyun kembali.

 

“Berhenti kau! Aku akan membunuhmu! Itu penyiksaan! Bukan ciuman! Ciuman apa maksudmu! Kemari kau!” Hyerim melepas kedua sepatunya lalu melempar asal ketubuh Baekhyun. “Apa yang kau lakukan?” Tangan Baekhyun menutup kepalanya lalu berlari kecil menghindari Hyerim yang mengejarnya murka.”Aku akan membunuhmu!” Teriak Hyerim.

 

“Jika kau menahan sebentar, kau akan menikmati .. Aww!” Belum selesai bicara, Hyerim sudah menendang bokongnya. “Diam kau mesum!” Kembali Hyerim memukul Baekhyun dengan sepatunya. Teriakan Baekhyun membuatnya tak bisa menahan senyumnya. Bahkan ia merasa bebas kali ini. Ia menjadi dirinya sendiri dan Baekhyun tak akan masalah dengan itu.

 

Perempuan kasar? Mungkin itu title yang pas untuknya. Tapi Baekhyun akan menerima apa adanya dirinya, kan? Baekhyun terhenti, mengatur nafasnya yang sudah tersengal. “Sudah! Maafkan aku! Aku salah! Aku tidak kuat!” Namun teriakan milik Hyerim tak terdengar. Baekhyun berbalik dan mendapati Hyerim sudah memeluknya erat tiba-tiba.

 

“Kau sedang apa?” Namun gadis itu hanya tersenyum judes. “Diam saja! Biarkan aku tidur disini. Aku akan menghajarmu lagi jika kau protes!” Kurva bibir Hyerim melengkung, merasakan lengan Baekhyun memeluknya juga. “Kau bau keringat tapi aku su … Aww!” Baekhyun mengelus perut sebelah kirinya. “Sudah kukatakan jangan banyak bicara!”

 

Baekhyun terkikik dan semakin memeluk Hyerim erat. “Siap!” Pelukan hangat yang begitu nyaman membuat mereka seakan tak ingin kembali kekelas. Membolos kuliah? “Kau tidak ingin masuk kelas?” Baekhyun bertanya tiba-tiba. “Ayo kita membolos sehari saja!” Hyerim melepas pelukannya dan menatap mata Hyerim penuh maksud.

 

“Hebat! Kau memang kekasihku, tapi untuk soal membolos? Tidak! Bisa-bisa aku tidak lulus dan tidak cepat menikahimu!” Baekhyun terdiam, mengigit bibirnya yang memang sengaja ia mengatakan itu. Hyerim hanya menggelengkan kepalanya. “Sudah cukup dengan gombalan murahmu. Baiklah, kita turun! Kita kekelas sekarang!”

 

“Kalau begitu berikan aku kecupan lagi!” Baekhyun memanyunkan bibirnya. “Menjijikkan!” Hyerim sewot namun tetap saja ia tak bisa menyembunyikan senyumnya. “Dasar wanita. Apa susahnya memuji sedikit saja!” Baekhyun memakai ranselnya dan mengikuti Hyerim yang sudah berjalan menjauhinya.

 

Cinta mungkin tak memandang apapun. Bahkan kita tak tahu siapa yang menjadi penopang dan memperhatikan kita dari kejauhan. Dan Hyerim tahu, tidak seharusnya ia fokus dan lebih menekankan keegoisannya dalam satu pihak. Melupakan hal yang menjadi pendukungnya, mengabaikan semuanya dan tak menerima semua kata dalam hatinya.

 

Mengabaikan tanda-tanda detak jantungnya. Dan mengabaikan Baekhyun yang menjadi penopangnya. Cinta itu mengerikan. Ia bisa menyakitinya dengan waktu yang singkat. Tapi semua akan indah bukan? Perasaan yang sakit pada awalnya akan mendapat skenario indah pada akhirnya. Bahkan cinta sejatimu akan datang mengikutimu bahkan dunia yang terasa begitu besar sekalipun. Dia ada dan waktu akan menjawab semuanya.

 

END

 

Akhirnya FF H.A tamat setelah setengah tahun ga tamat-tamat ya lord >////< Dan ini FF sampai 12 Chap terpanjang yang aku buat. Biasanya aku lebih demen Mini Chap yang max 6 Chap lah. Entah virus apa yang membuatku bikin FF dengan konflik merembet kemana-mana udah macam Film Uttaran sama Anandi yang jadi topik hangat dikalagan Ibu Ibu gaul. Awalnya mau aku protect loh ini. tapi yah namanya SIDERS itu mana cepet tobat gak sih? Udah lelah ama siders siders. Mau siders monggo mau yang readers cerdas juga aku ucapain BANYAK TERIMAKASIH. Tanpa kalian aku males malesan lanjut. Karena sempet ini FF diplagiat juga beberapa bulan lalu.

 

Terus juga banyyak yang kasian ama Kyungsoo. Ih jangan baper. Tuh liat tuh ada stalker yang diam-diam suka ama Ungcoo. Jadi ? Waaksssss.. Namanya Ahn Taehee. Kalo kalian sering baca ff wansut d blogku yg main castnya ungcoo pasti nemu nama OC Ahn Taehee. Jadi tenang aja, Kyungsoo ud jodohnya ama Taehee dari otak delusiku ini.

 

Terus aku juga jjijik ama gombalan murahannya Baek, mau mual tapi menimang sosok lebay nan mistis si Baek, mau buat karakter kalem dan cool keknya ga bakal bisa. /plak/ Terus aku bukan PinkPanda, tapi aku ngefans ama Eunji. Aku suka karakter dramanya yang cewe tomboy. Bukan bermaksud nge ship sih, Cuma biar ngemudahin aku bayangin aja. Coba kalian bisa bayangin gak si Baek yang super lenjeh ama karakter eunji d drama yang duper tomboy? Waakss. lebih enak bayangin kan?

 

Intinya aku makasih banyak buat kalian yg udah dukung FF H.A ini. semoga kita bakal ketemu di FF Chap lain. Bhaakss. tapi kalo gabisa di FF Wansut aja yah gak apa? /plaaak/ Okeeeee~ Uda panjang, capek ketik. Intinya aku mo ucapin maacihh.. mau cium kalian atu atu juga takut mencor/? Muaaahh/ aku sayang kaliaaan. Titik!

39 tanggapan untuk “[Chaptered] Heart Attack (12th Chap/Final) | by L.Kyo”

  1. Aku bener lagi kan kak kyo. Kyungsoo membuka tangannya lebar melepaskan hyerin dari genggaman tangannya. Kyungsoo melepas hyerin, karena hyerin terlihat bahagia bersama baekhyun. Kyungsoo terluka, itu benar. Tapi kyungsoo bahagia karena hyeri bahagia.
    Ahhh aku dibikin baper sama secondlead yang berkorban banyak dalam cintanya.

    Oh ya kak kyo. Aku gak melewatkan 1 chapter komen pun kan?
    Dan aku lupa bilang Jjang di beberapa chapter sebelumnya.
    Kak kyoooo jjang, jjang, jjang, jjaaaaaang!! Keren keren.

    1. Waah. Hello~ makazih banget ud spam ff ku yak >< makasih bgt ud komen di tiap chap. Inilah readers yg aku harapkan ♡_♡ semoga byk readers yg seperti km, kasi timbal balik yg secara g lnsng ud kasi support ke author. Thank bgt yak^^

  2. Akhirnya kelar juga baca ff ini…
    Aku baper terus tiap waktu….
    Seneng liat baek bahagia…
    Tapi kasian liat kyungsoo.. klo cinta emang harus ada yang di korbankan kan? Kasian kyungsoo karena harus melepaskan perasaannya sm hyerim..
    Hiks.. aku readers baru kak..
    Mianhe klo baru komen…
    Ini ff nyangut(?) Bgt di hati…

  3. Baek gombalannya receh banget plis macem gombalan tukang sayur, bawaannya klo dia ngegombal pengen nampol mukanya :’
    Kyungsoo mesti kuadh dan tabah, jodohmu sudah di depan mata bang saya jodohmu /plak/ gk deng si Taehee :v semoga cepet pacaran yeth trs ntar double sate ama BaekJi
    Semoga BaekJi makin rusuh/? Dan langgeng ampe peyot :v
    Aku sayang kakak/? Muah muah

  4. Setelah sabar menunggu skian lama, akhirnya chap final muncul juga… Qsuka bgt sma karakter Baek n Eunji dsni, cocok bgt dah.. Eunji jg slah satu idol cewek yg aq suka soalnya *GkAdaYgNanya 😀

    Wlopun endingnya kagak ada manis2nya, tp menurutku mmg udah pas buat karakter mereka. 🙂 Qtunggu cast Baek slanjutnya yaa.. hehehe 😀

  5. Akhirnya skian bulan mnunggu END dgn pnantian pnjang,ehh drilis juga..
    Aq suka aq suka…
    Trima kasi uda ngdengerin readersmu ini buat ttep nglnjutin HA,mskipun smpat ada kndala plagiat..
    Smangat terus buat ff”mu yg lain yaa…

  6. Waahh udah end ajah …
    Seru seru ^^
    bahkan sampai ending pun si hyerim ama baekhyun tetep bikin rusuh :v wkwk kocaakk

    iya aku kira kyungsoo bakal baper eehh tp gak jd karna udah ada taehee hihiihi ^^

    niceee authoorr L.kyo semangaaattt ^^

  7. wohooo akhirnya update juga fanfict fav akuuhh 😁
    happy endong? Baek sama Hyerim pacaran beneran? kelakuan pacaran mereka gitu banget ampuun hahaha tapi ttp sweet gitu 😘
    ciee kyungsoo punya pengagum rahasia uuu~
    bdw, kalo ceritanya kyungsoo-Taehee diperjelas seru tuh hihi, ditunggu cerita kyungsoo-Taehee yaaaaa😉

    1. Pacar rasa temenen. Mau gampar sepatu ttp cinta yekan?
      Ada kok couple ungcoo taehee d ff wansut.. tpi bukan sequel tapi tapi anggap aja itu kelanjutan. Wkwkwk

  8. Ah seneng campur sedih bacanya…seneng akhirnya happy ending..sedih bacanya ternyata ini chap terakhir huwaaaa… dan yah aku paling berharap kalo akhirnya ungcoo si pinguin itu daper pasangan dan yeayy akhirnya keinginanku terwujud makasih L.kyo…
    Aku juga kalo baca HA pasti ngebayanginnya si Eunji itu cewek tomboy yang ada di drama itu..kalo si Baekhyun..mau dibayangin kayak gimana aja bawaannya dia itu pasti konyol..susah kalo mau dijadiin cowok cool atau kalem ya ampun..Baekhyun mah pecucilannya gak ketulungan kkk
    Seneng banget sama HA berkesan gitu di hati eaakkk..ditunggu karya karya mu selanjutnya L.kyo byeeee muachh

    1. Wkwk. Tenang ungcoo g bakal brrakir jomblo kok. Ada stalker yg lebih garang dari hyerim. Wkkkaka
      Ihh maacih juga. Paling seneng kalo baca komenan pnjang begini :”” bikin ku ingin senyum2 sendiri :3 maacih jg uda ngikutin yak. Lav yuh

  9. Aaaaaw sweet banget deh
    Mereka kaya tom and jerry tapi sweet
    Akhirnya bisa baca ff ini walau nunggu lama
    Makasih ya kak udh bikin ending yg sweet
    Btw ini butuh sequel cerita kyungsoo sama pengagumnya seru pasti
    Ditunggu karya selanjutnya ya kak
    Fighting !!! ^^

    1. Iya tom jerry mau dipukulin spatu aja ttp cinta yekan? Hhhh maaf lama. Soalnya ketik HA sambil bete sih sejak kejadian plagiatan. Hikks. Jadinya mau ketik isinya bad mood mulu.. tapi karna semangat kalian ak jd bangkit walo berbulan bulan. Plaak

      Aww. Sequel? Biarkan ahn taehee melakukan pendektan tnpa sepengetahuan kita.

      Iyaa, maacih. Muah

    1. Ga hiatus kok. Aku sering kirim ff d exoffi tapi yg wansut alias sekali baca abis. Cumaa H.A selama 2 bulan itu g mood. H.a nya pernah d plagiatvd post d wattpad. Huhh. Makanya aku beteeeee. Mau ketik nales2 trs yekan. Tapi ttp aku cicil walo sehari itu 100word an. Hikkksss.. iyaa, maacih^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s