Rooftop Romance (Chapter 10) – Shaekiran

rooftop-romance-1-jpg

Rooftop Romance

By: Shaekiran

 

 Main Cast

Wendy (RV), Chanyeol, Sehun (EXO)

Other Cast

Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene (RV), Taeil (NCT), Jinwoo (WINNER), and others.

Genres

Romance? Family? Frienship? AU?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea. Happy reading!

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | [NOW] Chapter 10 |

“Lama tidak bertemu Wendy-ah.”

 

-Chapter 10-

 

 

“Wae?”

“Bisa kau saja yang jadi ‘orang itu’?”

 

Wendy POV

“Bisa kau saja yang jadi ‘orang itu’?”

Aku meneguk saliva-ku kasar. Kalimat Chanyeol barusan jelas-jelas masih terngiang di telingaku dan aku sangat yakin telingaku belum cukup bermasalah. Dia, benar-benar mengucapkan kalimat itu kan? Artinya..

“Wendy-ah? Kau belum menjawab pertanyaanku.”, kata Chanyeol lagi. Demi semua film yang sudah ku tonton selama 10 tahun belakangan selama akhir pekan, benarkah ini? Jinjja? Kenapa pipiku panas?

“Mmmm..itu..anu sunbae…Eh,..mm..”, mati saja kau Son Wendy! Kenapa kau jadi gugup begini? Sekarang bisa kulihat Chanyeol menatapku sambil mengurucutkan bibirnya, aegyo lagi? Tapi sumpah, giant ini terlihat menggemaskan. Apa aku sudah gila?

Wae? Kau tidak mau jadi ‘orang itu’? Padahal aku sangat berharap.”, Demi .. ah lupakan. Aku rasa aku benar-benar gila sekarang, atau jangan-jangan otak Chanyeol yang sudah ‘rada’ geser? Kenapa ekspresinya seperti berharap dan akan sangat sedih kalau aku menolakknya? Mirip sekali seperti anak kecil yang kebelet minta dibelikan permen oleh ibunya. Tapi tunggu, Chanyeol itu bukan anak kecil dan aku jelas-jelas bukan ibunya. Jadi kenapa? Wae?

“Anu sunbae..itu.. apa kau se..seri..us?”, tanyaku ragu-ragu. Oke, Chanyeol yang ada di sebelahku ini adalah raja akting. Heol, kalau tidak bagaimana caranya bersikap agar nampak begitu natural saat berpura-pura menjadi pacarku? Bahkan kadang aku berpikir dia tidak sedang berpura-pura, tapi itu jelas tidak mungkin kan? Atau jangan-jangan dia sedang mengerjaiku seperti kemarin-kemarin? Ya, dia pasti mengerjaiku, tidak mungkin dia…

“Kau tidak percaya padaku, eoh?”, Blushhh…bisa kurasakan seluruh wajahku memerah sekarang. Orang itu, maksudku Park Chanyeol sekarang menangkup wajahku dengan kedua tangannya, membuat pipi chubby ku tertutupi oleh sepenuhnya oleh telapak tangan kekarnya itu. Dan, jangan salahkan aku kalau aku berharap Chanyeol benar-benar serius mengatakan itu padaku. Salahkan saja tatapan matanya yang begitu memikat atau sikap manisnya sekarang, itu benar-benar membuatku…nyaman.

“Aku akan selalu menatap bintang. Kalau nantinya kita berpisah dan kau memiliki seseorang lain yang kau rindukan lalu kalian berjanji melihat bulan bersama-sama, tak apa. Asalkan kau berjanji padaku kalau kau akan tetap menyisakan sedikit ruang di mata dan hatimu untuk menatap bintang yang sama denganku, menyisakan secuil waktumu untuk merindukanku. Arraseo?” Aku mencelos, bahkan aku merasa kakiku sudah lumer karena mendengar permintaan Chanyeol barusan. Secuil waktu untuk merindukan  dirinya?

Wae? Kenapa kau tidak menjawabku juga Wendy-ah, eoh? Ah, apa kau kedinginan?”, sekarang bisa kurasakan Chanyeol meniup-niup telapak tangannya sehingga aku bisa merasakan nafas mint yang segar menerpa wajahku.

“Sudah tidak dingin?”,tanyanya lagi yang kini sibuk meniup telapak tangannya kemudian menempelkan telapak tangannya itu di sepasang pipiku. Ah, aku benar-benar….meleleh.

“Jadi…eummm..Kau mau menerima tawaranku? Menjadi seseorang yang nantinya selalu ku rindukan, orang yang akan membuatku betah menatap langit karena berharap menatap bintang yang sama denganmu, dan menjadi orang yang selalu punya secuil tempat dihatimu?”

Hening. Sedetik..dua detik.. aku hanya diam, tak bisa berkata barang sepatah katapun. Bibirku serasa kelu, benarkah ini Park Chanyeol si playboy yang ku ‘sewa’ itu? Bukan, dia pasti bukan Chanyeol. Karena aku sudah bertekad pada diriku sendiri tidak akan pernah jatuh hati padanya saat memutuskan memilih namja itu menjadi pacar pura-puraku, tapi sekarang kenapa hatiku berdesir seperti ini? Jantungku berdetak terlalu cepat dan aku seakan candu akan senyum namja disebelahku ini. Apakah aku…aku..menyukainya?

“Bisa kau saja yang menjadi ‘orang itu’?”

“Anu..aku..aku…sunbae..aku m…ma…ma..”

 

Hatchi..

Hatchi? Lantas aku dan Chanyeol langsung buru-buru duduk dari posisi tidur kami sedari tadi. Siapa yang bersin barusan? Siapa yang mengganggu..ah sudahlah…

“Ma..maaf…aku tidak berniat mengganggu kalian.”, sekarang bisa kulihat Taeil, bodyguard-ku itu keluar dari persembunyiannya, dibelakang rumah atapku. Jadi daritadi dia ada disana? Jangan bilang dia mendengar semua pembicaraan kami dari awal sampai akhir. Aish..Demi Tuhan, aku tidak tau aku harus bereaksi senang atau ingin membunuh namja itu sekarang.

“Wendy-ah, sepertinya aku sudah harus pulang. Eomma akan mengkhawatirkanku kalau aku tidak pulang-pulang juga. Tidurlah, jangan lupa  makan malam. Atau kau mau ikut makan denganku di rumah? “, aku langsung menggelengkan kepalaku. Bagaimana bisa aku makan di rumahnya kalau pipiku merah seperti ini? Itu memalukan.

Arraseo, kunci pintunya dan jangan lupa pakai pakaian hangat. Taeil, tolong jaga dia . Ne? Aku pergi dulu.”, aku hanya bisa mengangguk ringan dengan pipi yang masih semerah tomat. Aish, Moon Taeil, aku benar-benar ingin membunuhmu!

 

***

Author POV

Sehun mengendarai motornya memasuki sebuah rumah mewah bertingkat 3 dengan luas yang tak bisa dianggap remeh. Pekarangannya yang berisi sebuah air mancur yang dikelilingi taman bunga itu bahkan seluas lapangan sepakbola. Tapi namja bernama lengkap Oh Sehun itu malah cuek dengan kemewahan tempat yang dia masuki itu. Toh dia sudah tinggal disana selama 11 tahun hidupnya, jadi perlukah dia takjub selama itu?

“Selamat datang Tuan muda.”, sapa seorang namja berusia 30 tahunan pada Sehun.  Yang disapa hanya balas tersenyum sambil memberikan kunci motornya , “Tolong parkir motorku seperti biasa Pelayan Nam.”, yang diikuti sebuah anggukan dari namja yang baru menyapanya itu.

Tak lama kemudian Sehun memasuki rumahnya, tak berbeda dengan keadan di luar, interior ruangan di rumah itu juga benar-benar luar biasa. Cukup pastikan kau tidak menganga saat memasuki rumah Sehun karena nampaknya itu akan sangat memalukan mengingat ada banyak pelayan  yang berbaris dikiri dan kanan menyambut orang yang masuk ke rumah megah itu.

“Selamat datang Tuan Muda.”, lagi-lagi sambutan yang sama diberikan oleh para pelayan itu pada Sehun sambil membungkuk 90 derajat. Lama-lama namja itu berpikir, “Apa punggung mereka tidak sakit karena selalu membungkuk saat bertemu denganku?”

“Tuan muda, Nyonya dan Tuan besar sudah menunggu di ruang makan.”, kata seorang pelayan cepat saat Sehun mulai menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2. Sehun hanya menggangguk ringan, lalu memutar langkah  kaki jenjang ke arah ruang makan. Sehun mendengus, ruang makan sebenarnya tempat yang tidak pernah ingin dia injak  jika ‘keluarga lengkap’-nya ada disana.

Oppa, kau sudah datang? Duduklah.”, nampak seorang gadis berusia sekitar 14 tahunan menepuk-nepuk kursi di sebelahnya, satu dari sekian banyak kursi kosong di ruangan itu. Sehun lagi-lagi tersenyum, setidaknya Kim Yeri adiknya itu tidak pernah berpura-pura menyukainya.

“Kau kemana saja? Hyung pikir kau tidak tau jalan pulang. Jam berapa sekarang, huh?”, kata seseorang yang duduk  tepat di depan Sehun.

EiiHyung juga pernah jadi anak SMA,” celoteh Sehun pada JunMyeon yang lebih sering dia panggil Suho, hyung-nya yang sudah semester 3 jurusan bisnis di Universitas Seoul itu. Ya, JunMyeon, satu dari sedikitnya orang yang benar-benar menghargai keberadaannya, hyung yang setidaknya menganggap dia seorang adik.

“Berhenti berceloteh. Sekarang ayo makan. Sayang, kau yang memimpin doa seperti biasanya kan?”,  Ucap seorang wanita  cantik nan modis berumur 45 tahunan. Kali ini senyum Sehun nampak dipaksakan meski appa-nya kini mulai memanjat doa ucapan syukur kepada Tuhan sebelum mereka mulai makan malam seperti biasanya.

Bunyi gemericing sendok yang minim di ruangan itu membuktikan kelas chaebol keluarga Kim, tentu saja pemilik grup Sevit, salah satu perusahaan multicabang terbesar di Korea iut mempunyai nilai estetika yang tinggi. Kim? Tentu saja Kim. Kim yang membuat seorang Oh memakan makanannya dengan tidak selera. Baginya makan ramen instan di kamar bahkan lebih baik daripada menyantap hidangan ala hotel bintang lima yang tersaji di depannya sekarang.

20 menit. Sehun sendiri heran bagaimana bisa mereka ber-5 menghabiskan banyak waktu hanya untuk makan malam padahal dalam keadaan normal namja itu sudah menyelesaikan makannya sejak 15 menit  yang lalu. Ini benar-benar menyiksa Sehun. Andai saja dia tidak pernah masuk ke dalam keluarga chaebol ini. Andai saja.

“Sehun, kau sudah menyelesaikan makanmu? Bagaimana dengan sekolahmu? Apa lancar? Belakangan ini appa tidak bisa terlalu memperhatikan sekolahmu karena pekerjaan perusahaan yang menumpuk , dan kau tau sendiri appa baru pulang dari Kanada.” Sehun lantas tak bisa menyembunyikan senyumnya. Kalau bukan karena pria yang sudah berumur hampir kepala 5 itu, mungkin dia sudah memilih kabur setelah menghapus  namanya dari daftar kartu keluarga.

Ne appa. Gwenchana. Semuanya baik-baik saja.”, balas Sehun sumringah. Melihat itu Tuan Kim tentunya bahagia karena putra kesayangannya baik-baik saja selama beberapa hari perjalanan bisnisnya ke Kanada. Berbeda dengan seseorang yang sudah gemas dengan tingkah ayah anak itu.

“Suho, bagaimana kata dosenmu? Apa kau sudah bisa menyusun skripsi? Bukankah seharusnya mahasiswa terbaik di Universitas terbaik di Korea bisa menjadi sarjana lebih cepat?”, sela wanita cantik dan modis yang duduk di sebelah Suho. Sehun  hanya tersenyum masam. “Mulai lagi.”, batinnya  tak peduli. Ah, andai saja eomma-nya belum meninggal, apa hidup Sehun akan masih sama seperti sekarang? Dicintai berlebihan oleh appa-nya, dikasihi hyung-nya yang kadang iri akan kasih sayang appa-nya pada Sehun, dan disenangi adik yang selalu menyayanginya? Hanya satu, dibenci oleh Istri appanya.

Flashback on

Sehun kecil berdiri di depan foto berbungkus pita hitam di sekelilingnya itu, foto yang berisi potret eomma-nya yang sedang tersenyum lebar, eomma-nya yang kini sudah pergi meninggalkan anak kecil itu selamanya.  5 tahun, umur yang terlalu kecil untuk seorang Sehun mengerti kalau kini dia menjadi anak Piatu yang kehilangan ibunya karena kanker.

“Eomonim, ijikan aku merawatnya, ku mohon. Aku..aku..”, kini namja berusia 30-an itu terisak keras sambil berlutut di depan seorang wanita tua yang sepertinya sudah memasuki usia kepala enam.. Masa bodoh dengan para pelayat lain yang memandanginya dengan bermacam-macam pendapat atau para bodyguard yang setia memperhatikan tuannya itu. Sehun kecil berlari , kemudian menggengam tangan wanita tua yang adalah neneknya itu denga erat.

“Halmeoni, ahjussi ini kenapa? Kenapa dia berlutut dan menangis? Apa dia kenalan eomma?”, Tanya Sehun polos sambil menarik-narik tangan neneknya. Namja yang sedari tadi berlutut itu mendongakkan kepalanya, lalu beradu pandang dengan Sehun yang tersenyum manis. Sehun yang masih belum mengerti duduk perkara yang ada di depannya sekarang.

“Sehun, ini appa nak. Ini appa. Ahjussi ini appa-nya Sehun.”, bocah kecil itu membulatkan matanya tak percaya , appa yang sering dia minta pada eomma-nya karena iri pada teman-teman TK nya itu kini berdiri di depannya, seperti sebuah hadiah yang sudah lama bocah itu inginkan pun terwujud.

“Appa, kau benar appa-ku?”,  kini Sehun memeluk namja yang baru ditemuinnya sekali dalam seumur hidupnya itu, namja yang mengaku sebagai appa yang sudah lama dia rindukan. Namja itu tersenyum nanar, tak tahan untuk tak sekedar meneteskan airmata melihat sikap Sehun kepadanya. Dia pikir dulu Sehun akan menolaknya karena tidak pernah mengunjunginya sekalipun sejak lahir, tapi ternyata dia salah.. putranya itu merindukannya.

“Oh Sehun, kemarilah nak.”, Sehun kecil kemudian berdiri, melepaskan pelukannya dari namja itu lalu datang ke arah neneknya, memegang tangan wanita tua itu erat.

“Dengar Kim Jung Hwan, aku tidak akan pernah menyerahkan cucuku kepada bajingan sepertimu. Bajingan yang meninggalkan putriku begitu saja dan menikah dengan gadis yang dipilihkan orang tuanya. Tidak, aku tidak sebodoh itu Tuan Kim terhormat. Percayalah, wanita tua ini masih sanggup menghidupi cucunya sampai menjadi sarjana, bekerja lalu menikah.” Terang wanita tua itu tanpa emosi sedikitpun. Dia menggenggam tanga Sehun erat, enggan melepas cucu semata wayangnya itu.

“Eomonim..maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf. Aku mencintai Oh Na Hyun, bahkan sampai sekarang. Aku tidak pernah melupakan Na Hyun barang sedetik pun. Percayalah eomonim. Aku tidak pernah meninggalkannya. Na Hyun yang tiba-tiba menghilang dan aku sendiri tidak tau kalau Sehun ada.. Aku…aku tau apapun yang ku katakan akan nampak seperti pembelaan diri depanmu, tapi jebal..biarkan aku bertangung jawab sebagai namja yang sebenarnya, biarkan aku menjadi appa Sehun seperti yang seharusnya eomonim,  jebal.”, kini namja bernama Kim Jung Hwan itu kembali berlutut, bahkan kepalanya sudah menyentuh lantai rumah duka yang dingin. Tak peduli dengan celotehan pelayat lain yang menyaksikannya.

Kim Jung Hwan, CEO Grup Sevit yang konon adalah salah satu perusahaan terbesar di Korea kini berlutut terhadap seorang wanita tua renta tanpa memperdulikan gensi atau pandangan orang lain. Baginya yang terpenting adalah seorang bocah yang kini tertawa lepas di genggaman tangannya setelah memohon begitu lama pada nenek Sehun yang kini hatinya mencair karena keuletan dan ketulusan  Jung Hwan.

Flashback Off

 

“Ya! Bukankah itu putra CEO Sevit? Tampan sekali.”

“Aish, meski tampan apa gunanya? Ku dengar-dengar dia anak haram. Kau tidak liat marganya berbeda dengan CEO Sevit?

 “Kalian mau bermain denganku? Sehun punya mobil-mobilan.”

“Kau tau, kau itu menjijikkan, dasar anak haram.”

“Anak haram…anak haram…anak haram…”

“Sehun bukan anak haram!”

“Sehun-ah, ini keluarga mu yang sekarang. Ada JunMyeon Hyung dan Yeri, adikmu. Lihat, bukankah dia cantik? Lalu ini, dia eomma-mu.”

“Sehunnie…aku eomma-mu, eomma Yu Ri, arasseo? Kau bisa memanggilku eomma.”

“Eomma, liat eomma, Sehun dapat nilai 100 waktu ujian Matematika.”

“PLAKKK”

“Eomma wae? Hiks…”

“Jangan panggil aku eomma-mu! Seharusnya kau dan ibu jalangmu itu tidak pernah masuk ke kehidupanku! Lihatlah sekarang, sia-sia aku memiliki keturunan lebih dulu, kau sudah merebut semuanya dari putraku. Dasar anak haram! Licik! Kau seharusnya mati dengan ibumu.”

“Halmeoni, andwae halmeoni…kau tidak bisa pergi seperti  ini.”

“Sabarlah Hun, nenek sudah tenang bersama eomma disana. Mereka akan sedih kalau melihatmu menangis seperti ini.”

“Appa, lihat..Suho dapat nilai 98 waktu ujian Matematika.”

“Wah,  bagus sekali nak. Kamu memang pintar. Mau hadiah apa dari eomma?”

“98? Bahkan Sehun dapat nilai 100 di pelajaran Matematika.”

“Oh Sehun, sebenarnya apa yang kau lakukan? Kenapa nilai Matematikamu tiba-tiba jeblok saat masuk SMP? 100 ke 68?”

“Tidak apa-apa appa, hanya saja pelajaran SMP ternyata sangat sulit.”

“Suho sayang, berapa nilai Matematikamu nak?”

“97 eomma, turun 1 point dari biasanya. Tapi tenang saja, aku tetap yang tertinggi di kelas.”

“Wah, anak eomma memang hebat. Pintar sekali.”

“Brughhh!”

“Jangan sok pahlawan! Dasar anak haram.”

“Brughhh!”

“Ya! Apa yang kalian lakukan? Dasar berandalan!”

“Gwenchana?”

“Gwenchana, kumawo-yo noona?..”

“Irene, Bae Irene imnida, tahun ketiga SMP Hyesun. Kau dari SMP Star Culture kan? Dulu aku sangat ingin memakai seragam yang sama seperti yang sedang kau pakai ini.”

“Jinja?”

“Oh..Jadi aku akan melanjut ke SMA Star Culure Senior High School tahun depan, doakan aku. Kau pasti pintar karena sekolah di sudah sekolah di Star culture padahal masih SMP.”

“Anniyo, aku tidak sepintar itu.”

“Ah iya, aku sampai lupa. Siapa namamu?”

“Namaku..”

“Tuan muda, anda baik-baik saja? Kenapa dengan wajah anda?”

“Aniyo, gwenchana ahjussi.”

“Ini obat salep. Sering-sering oleskan ke luka di pipi dan wajahmu, arasseo? Kalau begitu aku pergi dulu.”

 

“Hah…hah..”, erang Sehun sambil bangkit dari tidurnya.

“Sial, mimpi itu lagi,” batin Sehun sambil memegangi kepalanya yang kini terasa berputar-putar. Keringat mengucur deras dari pelipisnya, bahkan seluruh tubuh namja itu basah. Dia melirik jam yang bertengger manis di tangan kirinya, pukul 6 pagi. Dia harus bangun, waktunya ke sekolah.

 

***

 

Wendy POV

“Kau sudah siap? Kajja, kita berangkat.”, aku meneguk ludahku kasar. Aish, kenapa pipiku masih merah sampai sekarang? Ini memalukan.

“Ah, ne sunbae.”, jawabku kemudian sambil memegang tangannya. Kami berdua kemudian berjalan santai ke sekolah. Baekhyun hari ini tidak ikut bersama kami, “Aku tidak mau jadi obat nyamuk.” Katanya lalu lebih memeilih menjemput Sae Ron eonnie untuk berangkat ke sekolah bersamanya. Alhasil, kami hanya  berangkat berdua dan itu membuatku sedikit…canggung.

Wae? Taeil ada di belakang mengikuti kita.”, aku sedikit melirik ke belakang. Itu memang Taeil, dia mengikuti kami secara terang-terangan. Dasar orang itu. Kalo saja semalam dia tidak bersin, aku tidak mungkin semalu ini.

“Mau makan siang?”,ajak Chanyeol kemudian. Aish, lihatlahlah sekarang, semua penghuni kelasku sedang berteriak histeris karena Chanyeol dengan senyum pepsodent-nya itu berdiri di depan  kelasku. Ya Tuhan.. bahkan namja kelasku ikut histeris. Menurut Sooyoung , namja kelasku itu histeris karena Chanyeol adalah salah satu atlit berbakat dan diincar banyak gadis. Jadi, dia panutan hampir seluruh namja di sekolah dan idola yeoja. Jinja? Benar-benar tak bisa dipercaya.

“Itu pacar Chanyeol oppa, huh…biasa saja.”

“Memangnya apa lebihnya dia? Padahal aku lebih cantik.”

“Dia tidak cantik-cantik amat..”

“Aku rasa dia mengguna-guna oppa, kalau tidak mana mungkin oppa mau denganya.” 

Apa-apaan ini? Di depan Chanyeol mereka semua bersikap baik, tapi sekarang kenapa saat aku duduk sendiri di kantin karena sunbae ijin ke toilet mereka semua menghujatku? Hah, benar-benar. Kalian tau, kalau saja aku tidak menahan diri, sudah ku sumpel semua mulut manusia sirik itu dengan bola basket rusak yang ada di gudang olahraga. Dasar, membuat nafsu makanku hilang saja.

“Jangan pikirkan mereka. Makan saja dengan tenang. Nanti aku akan memarahi mereka, arraseo?”

Aku membulatkan mataku kaget saat tiba-tiba saja seseorang menyuapkan kuah sup yang tadi ku pesan. Ah, ternyata Chanyeol sudah kembali dan duduk lagi di depanku. Setidaknya mereka tidak akan menggosip lagi karena Chanyeol sudah ada disini.

“Kumawo sunbae.” Kataku kemudian sambil menyuapi Chanyeol balik dan tentu saja dia menerimanya. Ugh, sekarang aku bisa melihat mereka menatapku gemas. Biar saja,  memangnya enak dibalas dengan adegan romantis-romantisan?

 

Author POV

Langit biru dengan corak awan putih yang bergerak sepoi-sepoi menyambut langkah 2 manusia yang baru saja keluar dari Bank. Wendy dan Chanyeol berjalan beriringan sambil tetap berepegangan tangan meski Chanyeol bilang disana tidak Taeil. Yah, untuk jaga-jaga kalo saja bodyguard itu muncul tiba-tiba seperti kemarin.

“Kenapa kau tidak mau mentransfernya ke rekeningmu tapi malah menyuruhku mentransfer ke rekening administrasi rumah sakit?”, Tanya Wendy aneh pada namja di sebelahnya itu.

Gwenchana. Hanya saja aku tidak mau dibutakan uang dan terkesan memanfaatkanmu. Hanya untuk pengobatan Kyungsoo, bukan untuk yang lain.”, gadis itu terhenyak mendengar jawaban Chanyeol. “Dia benar-benar dewasa.”, batinnya kemudian sambil terus berjalan pulang ke rumah.

“Mau es krim? Aku yang traktir.”, lanjut Chanyeol sambil menunjuk sebuah kedai truk es krim mini di seberang jalan. Wendy menggangguk setuju.

“Coklat.”, pesannya pada Chanyeol yang kini menyebrang ke seberang jalan. 5 menit kemudian Chanyeol datang dengan membawa 2 cup es krim coklat. Uh, begitu segar karena siang itu cukup panas.

“Wah, kau belepotan sunbae.”, kata Wendy kemudian sambil menggelap pinggir bibir Chanyeol sambil setengah menjinjit tanpa sadar. Tiba-tiba saja pipi namja itu memerah. Sadar dengan tindakannya, Wendy jadi malu sendiri lalu kembali berjalan kikuk di sebelah Chanyeol.

“Ah… bagaiman dengan kelasmu, hmm? Mereka tidak mengerjai atau membullymu karena ini kan?”, Tanya Chanyeol kemudian mencairkan suasana karena teringat dengan fans-nya yang sering menggosipkan pacar pura-puranya diam-diam. Wendy kemudian mengeleng-gelengkan kepalanya pelan.

Aniyo sunbae, mereka cukup baik. Sepertinya mereka takut membu..”

Wendy menghentikan kalimatnya kemudian saat melihat pemandangan di depannya. Melihat itu Chanyeol bingung, kemudian ikut memperhatikan arah mata Wendy melihat sebuah mobil mewah yang terparkir rapi di depan restoran tteokboki eoma-nya. Sedetik kemudian, seorang ahjussi berpakaian formal keluar dari mobil mewah itu, kemudian menatap mereka berdua yang kini berhenti di tempat.

Ap..appa.”, lirih Wendy yang kini menjatuhkan es krimnya ke tanah. Chanyeol mebulatkan matanya. Apa katanya tadi? Appa?

“Lama tidak bertemu Wendy-ah.”, sapa namja berusia hampir kepala 5 itu.

 

-To Be Continued-

Curcolan Eki ^^

Ada yang menunggu chap ini? Ada yang penasaran kelanjutannya gimana? Ada yang dapat feel para cast di chapter ini? (*kalo gak haha-in aja, authornya receh soalnya -,-)

Sesuai janji Eki beberapa minggu lalu, kali ini 2 chap seminggu. Eki baik kan?  /Plakkk/ (Re: suara kepala Eki dijedotin ke dinding -,-)

Betewe chingu, ide Eki akhir-akhirnya ini blank lo chingu. Otak Eki mulai waras kayaknya (* Abaikan kalo gak ngerti, Eki sendiri juga bingung soalnya XD). Tulisan Eki yang awalnya memang udah hancur sekarang makin hancur (*Ngaku nih  Ki?) Padahal next chap itu salah satu klimaks lo chingu,trus chap depannya lagi ada tokoh baru, terus…RAHASIA (*kemudian besoknya Eki ditemukan mengambang di kali deket rumah )

Betewe (2) lagi nih chingu, kalo ntar epep ini ngadat trus gak update minggu depan atau minggu depannya lagi, anggap aja Eki udah mati (*GAK DENG/ CANDA DOANG -,- / Eki baru mati ntar kalo udah nikah sama CEYE / PLAKKK/ OPEN YOUR EYES EKI -,-). Maksudnya Eki mungkin hiatus (*mewek dipelukan Chittapon /PLAKKK/) dikarenakan real life Eki yang gak mendukung soalnya Eki mau pindah ke ‘pedalaman’ (*bahasa temen Eki katanya pedalaman, soalnya deket bukit barisan trus Eki mirip primata katanya / Plakk/). Tapi itu blm tentu juga sih chingu, siapa tau ntar di ‘pedalaman’ ternyata masih bisa nulis (*PLINPLAN LO KI -,-) Bukannya plinpan, tapi memang Eki blm tau situasi di tempat baru Eki ntar, doain aja mendukung buat Eki nerusin bikin nih epep (*nangis di pojokan rumah RAKJEL EKI L )

Trus chingu, kalo minggu depan trus minggu depannya lagi epep Eki update, tapi Shaekiran-nya gak balas komentar kalian, berarti itu bukan Eki sombong mentang” pindah (*PLAKKK) tapi itu karena Eki nitip sama temen buat ngirim epep Eki  rutin tiap minggu (Cuma ngirim, syukur kalo dia mau trus epepnya udah selesai diketik sebelum pindah, bisa-bisa EKI dibacok kalo minta dia bales komentar juga -,-)  Arraseo? Sekali lagi mianhae chingu-ya, hikseu… L Tapi meski gitu jangan males ngoment ya chingu, ntar kalo Eki bisa akses internet pasti Eki balesin satu” sampai chingu sendiri bosan JJ

Segitu aja ya chingu curcol dari Eki. Salam hangat dari istrinya bang tiang yang kini lagi ngelirik Chittapon dari negeri tetangga *PLAKKKK/ OPEN YOUR EYES EKI! JJJ ^^

 

95 thoughts on “Rooftop Romance (Chapter 10) – Shaekiran

  1. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 14) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. Jahil sekali dirimu nak*lirikwendy
    A cie yang romantis romantisan….
    eh betewe tu bapaknya si wendi mau ngapain?
    Lanjuuuut….
    Keep writing and fighting ekiw….

    • Si wendy mah pintar balas dendam, jail dia mah, pakek acara suap”an bikin iri lagi / plakk/ 😂
      Hayoo, mau ngapain tuh bapakanya si wendy? Mau ngapelin anak kah? /plakk/ 😂

      Thanks for reading kak, Cintakuh padamuh..❤

    • Gimana ceritanya gak bisa komen apapu chingu? wkwk, sakin somplaknya yaw?😄
      Penasaran? Baca next chap yaw /plakk/ (*promosi XD)

      Thanks for reading, cintakuh padamuh❤

  3. Woh chanyeol suka beneran jangan2 ya sama wendy
    Jadi kayak perhatian gtu kata gw

    Chanyeol akhirnya ketemu calon mertua

    Oh sehun tragis ya hidupnya
    Bapaknya peduli gak sih sebenernya ama sehun?

    • hayoo, jangan-jangan chanyeol beneran baper ama peran jadi pacar, kok perhatian mulu, wkwkwk….:D
      Cie, ketemu camer cie….:D
      Sehun tragis chingu, itu bapaknya peduli banget malah, cuman emak tirinya aja yang ngerasa anaknya bakal kesaing jadi ngebenci sehun mulu. -,-

      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. cintakuh padamuh❤

    • Duh, gemesin yak? /Plakkk/
      Nanti dilanjut yak, tapi gak janji cepet-cepet, xixixi…/plakkk/😄
      Bentar lagi hiatusnya berehnti kog -,-
      Salam es krim vanilla?😄

      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😀

  4. Wa wa waaaaaaaaa kali ini chapternya sangaat panjang. Dan aku sukaaaa huehehe. Emmm tapi ki, itu si chan beneran ngomong gitu sama wendy jujur dari ati? Terus dia ada rasa jadi suka gitu ke wendy? Atau gimana? Wendy yg digituin sama chan jelas kebingungan laah. Aku aja yg baca kebingungan hahahah.
    Serius nih bakalan hiatus dulu? Eki pindah ke negara antah berantah? Hahah. Yah semoga aja ada koneksi deh disanaa. Biar bisa tetep update lagiiiii. Tapi aku akan setia menunggu kok! Hahah.
    Semangaatttt!!!
    -XOXO-

    • Iyaw, panjang suangattt.. makasih lo suka, aku kirain bosan karena kepanjangan. :”)
      aduh, itu beneran apa nggak yak? Jangankan wendy chingu, eki aja bingung. /plakkk/
      Masih rahasia perusahaan kalo masalah hati si ceye chingu, blm terungkap😄.

      UDAH BALEK LO, HIATUSNYA GAK LAMA” KALO EKI MAH /PLAKKK XD/

      iya, negara antah berantah, tapi untungnya koneksinya lumayanlah. updatenya diusahain cepet yaw. sabar nuggu , arasseo? cintakuh padamuh❤

      ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😉 ^^

  5. Itu sayang banget…… es krimnya…. Menuding buat sayah……..,. Jangan dijatohin gitu…. Bapaknya datang di saat yg tidak tepat…
    Jdi gombalan Chanyeol hanya akting belaka….
    Sehun sedih amat emak tirinya jahat, sini sama akuh ajah :v

    Tidakkkkkkk jangan pergi kakandaaaaa/? Sayah akan merindukan mu kakanda :’
    Semoga sinyal disana bagus yeth
    Aku akan merindukanmu kakanda :v

    • iya, mending buat kita kan tong, lumayan gratis daripada jatuh ke aspal. /plakkk XD/
      bapaknya wendy mah minta dibacok (*authornya yg dibacok malah lebih bagus lagi XD)
      duh, akting kog bikin baper yak? /PLAKKKK XD/
      emak tiri sehun cocok noh dibacok bareng ama bapaknya wendy,/PLAKKKK/

      Kanda kembali dinda, kanda balek dan disini sinyalnya bagus mak…:’)
      Masih rindu? awak juga rindu, hikseu… :’)

      thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya.😉

  6. haduh dah, ayahnya pakai acara muncul lagi mana munculnya dekat penjual eskrim algi lebih baik Chanyeol langsung minta dibeliin es krim ama bapaknya Wendy aja.~

    • iya, itu ayah napa muncul, ganggu anak lagi pacaran aja😄 /plakk/ iya yeol, minta dibeliin es aja sama camer, bilangin gini, “sebagai camer yang baik, om harus beliin ceye es krim karena ceye adalah camen nya om.” /PLAKKKK XD/
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading chingu.😉

  7. Aduh…. Sehun more please…. Or Wenhun more please…. Sehun itu tiga tokoh utama kan? Jadi kapan sehun muncul diantara wenyeol hehe….? (minta ditampar ni reader kebanyakan komplen)
    Semangat author-nim, jgn terlalu di ambil pikir ya komenan saya. Keep your imagination mengalir…. (gagal nginggris)….

    • Aduh chingu,.waktu sehun buat eksis blm dateng nih blm nongol chap sehun diantara wenyeol.😂😂 ntar kalo dah muncul klimaks intinya, sehun partnya banyak noh.😂😂
      Waduh, gak bakalan digampar kok chingu, palingan eki yg digampar gegara ceritanya yg absurd.😂😂
      Semangat kok chingu, tenang aja. Mengalir yak~„- english awak juga ancur chingu, RIP malahan.😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya..😉☺😊

    • Iya, cast baru kak😆, bisa aja kak Ana yg muncul..ehnm. anunya taeil?😂😂😂 anu apa nih? Kalo aku anunya ceye😂😂😂 /open your eyes eki!/😂😂
      Iya kak, semoga nyaman. Makasih doanya.😢
      Thanks for reading kak na, ditunggu yaw next chap yg ntah kapan brojolnya.😂😂😉

  8. Uwaa makin seru ceritanyaa hehe 😁 nextt kaeki wks :* ku tunggu next chapnya yaa. Salam sayang dari istrinya sehun /di mutilasi 😂

    • Syukur deh kalo ceritanya makin seru chingu.😆
      Pasti di next kok, ditunggu yaw nunggu next chapnya,😉
      Salam sayang balik dari istrinya bang tiang CEYE alay. (*OPEN YOUR EYES EKI! kemudian digolok massa.😂😂)
      Thanks for reading.😉☺😊

    • Eki sendiri juga bingung kenapa taeil bisa gak peka chingu, ngegangu moment lagi..😂
      Diusahain next chapternya cepat ya chingu.😉
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. 😉☺😊

    • Taeil emang gak peka chingu, ganggu moment orang aja, bersinnya gak pengertian.. 😂😂
      Syukur deh kalo makin seru..😆
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. 😉☺😊

  9. Asikk akhirnya kak eki updatenya cepat tapi sayang kak dichapter ini aku gak dapet feelnya ahh gapapa lagipula gak setipap saat ide itu bisa muncul tapi aku hargai kok ditunggu kak next chapternya
    semangat yaaa kak eki!!

    • Gak dapet fellnya, hiks.😢 atau dari dulu memang gak ber-feel yak?😢😢 mian, authornya receh soalnya chingu.😂😂
      Makasih ya buat pengertian nya, makanya doain idenya muncul.😳😳
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😉☺😊

  10. Wahh makin lama makin mejing bngt ni cerita🙀maap baru comment😂gara” terhanyun suasana untuk bacany😁next dong minn penasaran sm bang ceye..dia bnrn jadian gk ya sm wendy???writers fighthing!!!!!!!

    • Makasih chingu, duh makin mejing.😂😂
      Iya gpp, yg penting tetep ninggalin jejak, wkwkwk..~😂😆
      Hayoo, wendy sama chanyeol beneran pacara apa nggak hayoo? 😆
      Pasti di next kok, cuman gak janji dalam waktu dekat.😢
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😉☺😊

      Betewe chingu, aku salpok ke username chingu,😁😁

    • Greget yak sama chanyeol, xixixi..😂😆😆
      Iya, sehun kasian, hiks.😢
      Makasih udah bilang ff abal” ini keren, terhura eki.😘
      Ditunggu yaw next chapnya, thanka for reading.😉☺😊

  11. Hwaahh.. Taeil kau perusak suasana Eoh!! Masa lg ngomong kek gtu tiba” ada org bersin..ck

    Duh..duhh Eki-ya knapa masa lalu sehun kek gtu..hiks itu buat aku nangis tdi..huhuhu😥 😥
    Iya nih pnasaran bgett^^
    Ya emg bner sesuai janji, tpi d chap ini aduh gmna ya o_O
    Ya baik banget smpe aku sedih kek gni gegara sehun..hiks/tisuutisu aduh udah lg flu mlah jdi tambah parah deh😦 #abaikan

    Eoh udah mulai waras? Berarti dri tdi gx ya?..wkwkwk#bcanda^^v
    Loh mau Pindah?? Kepedalaman??
    Aku bkalan coment trus ko’

    Next ya dtunggu klanjutanya^^

    • Taeil perusak suasana, gak peka nih orang.. 😂😂
      Sesuai janji kan? Emang part ini kenapa kak ly? Ancur yak.😂😂
      Sehun bikin baper, nih anak orang baik chingu, mana masa lalunya bikin mewek lagi, hiks.😢😢
      Cepet sembuh ya flunya, 😉
      Dari dulu gak waras kak, 😂😂
      Iya, eki mau pindah ke pedalaman. 😭😭
      Ditunggu yaw next chapnya kak ly, thanks for reading.😉☺😊

      • Iya.. gx kok
        Teganya sama sehun..hiks😥
        Aduh iya makasih^^
        Lahh o_O ..kkk^^v
        Duh pindah ya 😦

        Ok dtunggu

      • Aku tega, wkwkwk😂..maafkan eki Hun, eki khilaf pas ngetik bagian bang sehun 😢
        Sama” kak..😉
        Eki dari dulu kagak pernah waras emang, jangan heran kak😂😂
        Iya pindah..😭😭
        Tetep ditunggu yaw kak, meski gak tau kapan bisa di next.😢😢
        Thanks for reading.😉😊☺😘

      • Eoh..hehehe
        Ne cheonma^^
        Aduh terhura..wkwkwk
        Ne ne ne🙂 , loppyuhh mmuahh❤ ..hahahaha^^v

      • Ekiii😥 kmana aja..huhuhu😥
        Gx ada kabar” nya#pout
        #pelukpeluk/maafandatdkdtrima(klo abang tiang baru mau)/eehh..mian^^v coz aku kangennnn…..

      • 🙂 iyaa. D line ada yg masuk kan kmarin lusa klo gx salah#garuk kpala

        Hehe,^^
        Mending kita pindah aja ke GC yukk..wkwkwk
        D situ coment ku kaya oneshoot#barusadar ,pas udah coment and diliat lg..wkwk pdahal tdi kyanya gx panjang amat deh#heran

      • wkwkw, seriusan nih? aku lupa id line, sementara hpku si tukiem ditinggal di tempat asal, jadi gak bisa buka line. Mian ne? wkwkw,😀
        GC? Guyuran Cinta? wah, oneshot? wkwkwk, pindah yuk ppindah, wkwkwk…XD

  12. lanjut terus dong… penasaran banget nih gimana kelanjutannya…. dn kalo bisa jgn tinggalkan kami para readers setiamu ini😀

    • Tenang aja, pasti dilanjut kok ffnya, meski gak janji nextnya cepat yaw /plakk/😂
      Eki kudu ottokheh chingu-ya? Eki juga kepaksa,😭😭😭
      Tapi tenang aja, eki pasti balik meski blm tau kapan baliknya, jadi tetep tungguin eki balik yaw.😉😊😘
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😉☺😊

  13. Apa-apaan ini? Kok udh chapter 10 ? Bru juga ditinggal sbntar udh chapter 10. Aku ketinggalan jauhT.T tapi gak apa2 kan ya klo komen dichapter ini? Wktu itu aku bru baca chapter 7 dan beberapa saat kemudian udh nongol chapter 10 -_- mungkin aku kudet bgt~ aku gak bisa komen apa kak~ aku cuman bisa ninggalin jejak sbgai tanda bahwa aku bkn silent reader😀 aku mau flashback dlu kechapter 8 nya. Keep writing kak~

    • Iya, ketinggalan jauh nih chingu, 7 ke 10 itu ada 4 chap lo..😂 iya, tetiba aja chap 10 nya dah nongol.. 😂
      Gpp kok ngoment disini, wkwk..😆
      Gak kudet kok, wkwkwk…iya, makasih lo udah jadi pembaca terang yg ninggalin komentar.😆😆
      Monggo flashback chap8 dulu.. 😉
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😉☺😊

  14. Eki, aku malah salpok ke curcolanmu nak 😄 iya aku tahu teman kamu itu siapa 😄 aku mau kok Eki ngebantu elu 😊 jadi tenanglah sayang 😄 /plak/ semoga bisa next secepatnya yah ❤

    • Jangan salvok lah vroh..😂😂
      Wkwk, mesti ente tau, wkwk. Thanks a lot my garem.😆😘😘
      Iya, semoga bisa secepatnya.😢
      Nyak, babe, eki kudu ottokeh?😭😭😭😭 (*plakkk/😂)
      Janji kita ente tenang aja, ntar malam ane kirim sampek end. Cek aja email ente ntar malem, soalnya ane kagak ada kuota buat nge ping.😂😂
      Thanks for reading garem, cintakuh padamuh.😘😘
      Ditunggu yaw next chapnya yg ntah kapan datang dari rimba..😉☺😊😂

      • ‘Malang’nya tapi tenang aja eki aku selalu ada disini menunggumu sambil menatap bintang😀 besok pagi boleh kan?

      • YAELAH, MENATAP BINTANG, KALI GAK SAMA ENTAR GIMANA? /PLAKK/😂 (*KOK JADI KEPSLOCK?😂)
        Gpp besok pagi, yg penting cek email aja. Btw, si ‘malang’ kagak terbit” yah..😂😂

      • MENATAP BINTANG DILANGIT MALAM😀 IYA BESOK PAGEHH TENANG AJA, LU PULANG KAPAN?

        DON’T TALKING ‘BOUT MALANG

      • IYA, NTAR KITA NGELIAT BINTANG KAYAK GOMBALAN BANG CEYE YAK, MELEPAS RINDU../PLAKK/😂
        PULANG KEMANA NIH? KALI KE RIMBA NTAR SABTU MALAM, KALO PULANG BALEK KE MARI 6 BULAN LAGI KAYAKNYA.😭😭
        LANGSUNG EDIT YAK, ANE PENGEN BACA GIMANA JADINYA ENTAR YG UDAH FIX PAKEK BEGETE.😉😊
        WAE? SEBAGAI PEMBACA BETA YG TAU SCENE ASLI AWAK SANGAT MENUNGGU MALANG TIBA.😂😂

      • IYA MENATAP BINTANG😀
        PULANG KE RIMBA HARI SABTU? CEPAT SEKALEE ENAM BULAN LAGEH? ADUH JENGGOTAN GUE
        EMANGNYA LO PIKIR NGEDIT ITU CEPAT YAH?
        IDIH BETA READER -‘-

      • BINTANG OH BINTANG.😍
        CEPAT VROH, IYE,GAK CUMAN JENGGOTAN AJA, BISA” ANAK AYAM ENTE UDAH BERANAK 2 KALI KALO 6 BULAN.😂😂
        MAKANYA DICEPAT-CEPATIM, NGETIK 5.000 WORD JUGA GAK CEPET KELES.😂😅
        KAN EMANG GUA BETA READER RAT, AKUI SAJALAH RAKJEL INIH.😆

      • BINTANG KECIK❤
        KEBURU ULTAH GUE LAH SHAEKI -.-
        MEMANGNYA UDAH KELAR?

        IYA LU BETA READER YANG PEMAKSA -,-

      • DILANGIT YG BIRUK.❤
        EMANG KEBURU ENTE ULTAH CUK, BARU NYADAR SAMPEAN?😂
        BELUM KELAR ,CHAP 5 MASIH 3/4, CHAP 6 MASIH OTW KETIK.😂
        SIAPA SURUH ENTE NGIRIM, KAN ANE PAKSA BACA SAMPEK END.😜

      • Pokoknya awas kalo ane balek terus kita ketemu dimana gitu ente bilang “siapa ya?” , siap” aja ente ngambang di paret depan gang.😂😂
        Cintakuh padamuh,❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s