[EXOFFI FREELANCE] Midnight Sun – Chapter 2

 ed959cebb0a4eca491ec9d98-ed839cec9691-midnight-sun

MIDNIGHT SUN (Chapter 2)

by Juliahwang

starring

Oh Sehun & Krystal Jung

co-cast

Jessica Jung, Kris Wu, Nam Taehyun

Genre : Romance, Drama, AU! || Lenght : Chapter || Rating : PG-17

W A R N I N G!

(untuk beberapa adegan dewasa dan kata-kata kasar!)

Poster by eVe @HSG

.

.

 

Pagi itu menjadi hari yang paling sial untuk Sehun. Selama memasak dan menyajikan sarapan, ia terus memegangi pipinya yang sakit. Tamparan keras dari Krystal sukses membuat remuk pipi mulusnya. Sial! Ia belum pernah di tampar sesakit ini.

Krystal turun setelah selesai berkemas. Leher jenjangnya terbalut syal untuk menutupi kissmark sialan dari Sehun. “Jangan berani menyentuhku lagi!” Sehun menoleh saat Krystal menarik kursi lalu duduk. Ia mengambil buah apel di atas meja dan memakannya, tak mau menatap Sehun yang hanya mengangkat bahunya tak peduli.

“Kalau kau tak mau di sentuh, jangan mabuk lagi seperti kemarin.”

“Tak ada urusannya denganmu, Pecundang!”

Sehun ingin sekali meremas mulut pedas Krystal. Gadis itu terus menerus menghina dirinya. Kalau bukan karena uang Jessica, ia tak akan mau masuk ke dalam keluarga membosankan ini. Uang-uang itu untuk kebutuhannya saat ini, tanpa perlu bekerja dengan keras.

“Oh,” Krystal menjeda kalimatnya lalu berkata dengan wajah bingung. “Aku tak melihat mommy, ke mana dia?”

“Jessica pergi ke Swiss, dia menghadiri peragaan busana temannya.” Sehun menjelaskan dengan singkat lalu melepas celemek dapurnya.

“Baguslah, kau tak akan berniat tinggal di sini ‘kan? Jangan harap kau bisa tinggal saat mommy sedang pergi,” sindir Krystal sambil menaikkan kakinya ke atas meja makan. Sehun menyeringai lalu mengambil sepotong roti. “Tenanglah Nona Muda, setelah ini aku akan pergi. Makanlah dengan baik dan titip salamku pada bibi Jang.”

Krystal sontak terkejut atas jawaban tak terduga dari Sehun. Ia hanya berani menatap punggung Sehun yang berjalan menuju pintu. “Oh, ba—baguslah kalau begitu! Pergi sana! Aku tak butuh bantuanmu!” Sehun hanya bisa melambaikan tangannya tanpa menoleh. Seperkian sekon, Krystal baru sadar pintu telah tertutup dan ia tertinggal sendiri sekarang.

“Sial! Aku mana bisa pergi kuliah dengan kissmark bodoh ini. Sehun sialan!”

 

oOOOo

 

Embusan angin mulai menerbangkan anak rambut Sehun. Ia hanya berdiri di depan rumahnya tanpa berani masuk ke dalam. Selama sebulan juga ia tak pernah pulang atau berniat menengok kedua orang tuanya. Terakhir ia dengar, ayahnya sedang sakit parah. Tapi saat itu, Sehun masih mempertahankan egonya. Dalam hal apapun, ia tak akan pernah pulang.

Sampai saat ini, Sehun masih menyalahkan kedua orang tuanya. Karena mereka lah Sehun menjadi seperti sekarang. Gila uang dan tak takut melakukan apapun. Ia tahu itu salah, tapi demi kehidupan yang layak, segalanya akan ia lakukan. Tak peduli apa kata orang lain, dirinya telah kebal. Berpura-pura tuli walau sakit rasanya.

Sebuah kenangan menyakitkan seketika terputar dalam otaknya. Pada saat itu ia masih sangat kecil untuk mengerti dan tak akan pernah melupakan hal itu. Di mana, tepat saat hari ulang tahun ke sebelas, Ayahnya dengan tega membawa teman-teman pemabuknya dan membiarkan mereka menyentuh Ibunya secara bergiliran.

Sehun menangis dalam diam di pojok kamarnya. Mendengar jeritan Ibunya antara benci dan takut. Ia tak bisa melakukan apa-apa. Ayahnya juga membiarkan hal itu dan sibuk bermabuk-mabukan. Sampai pagi menjelang, Sehun masih menangis hingga membuat matanya sembab dan bengkak. Hal mengerikan lain yang ia dapatkan begitu keluar kamar ingin pergi sekolah, pemandangan mengerikan tertangkap matanya.

Ayahnya tidur di sofa bermandikan uang, sedangkan Ibunya tergeletak begitu saja di depan kamar tanpa sehelai benang tertutup selimut. Sehun menangis lagi, lagi dan lagi hingga ia memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah dan mengunci diri di kamar.

Hatinya kembali sakit mengingat semua itu. Tanpa terasa juga, air mata telah menggenang penuh di pelupuk matanya. Sehun memutuskan untuk berbalik pergi dari tempat itu. Sekarang memang bukan waktunya untuk kembali dan melanjutkan hidup bersama kedua orang tuanya. Sehun masih belum siap.

Ia berjalan pelan dengan kedua tangan yang terselip di saku celana. Menikmati hangatnya sinar mentari dengan udara segar membelai wajah tampannya. Sehun bahkan tak tahu atau mungkin tak akan peduli jika sejak ia berdiri di depan rumahnya, Ibunya sedang memperhatikan tak jauh dari sana sambil menangis.

“Sehun, Ibu merindukanmu.”

.

.

“Seminggu? Tidak bisakah mommy pulang kurang dari seminggu? Tega sekali mommy meninggalkanku bersama Pecundang gila itu!”

“…”

“Aku ingin satu set alat make up yang terbaru dan termahal. Mommy bisa memenuhinya?”

“…”

Style fashion terbaru dari Swiss?”

“…”

“Baiklah bersenang-senanglah di sana!”

Pip~

 

“Hai Krys!”

Krystal menoleh sekilas sambil membenarkan posisi kacamatanya yang melorot. Ia tak memperdulikan Taehyun dan masih tetap memainkan ponselnya. Surai pirangnya tersinari mentari, membuat beberapa kilauan yang siapa pun akan menoleh untuk melihatnya.

“Ada angin apa kau memakai syal dan menutupi setengah wajah cantikmu di musim panas seperti ini?”

“Diamlah dan jangan banyak bertanya, Nam! Kau tahu aku sedang malas saat ini.” Taehyun akhirnya menjaga jaraknya dan mengangkat bahu. Lelaki tampan di sebelah Krystal saat ini adalah sahabat karibnya. Mereka telah berteman sejak SMA hingga kuliah seperti saat ini. Memiliki kesamaan satu sama lain, Krystal telah menganggap Taehyun adalah saudara laki-lakinya. Mereka cantik dan tampan serta mendapat banyak perhatian dari banyak orang. Krystal adalah seorang model sedangkan Taehyun adalah seorang musisi. Itu yang membuat mereka pantas mendapat hati dari banyak orang.

Up to you, Jung.”

Taehyun melenggang pergi meninggalkan Krystal yang masih berjalan pelan menuju kelas. Setelah membenarkan kacamatanya, ia kembali membenarkan lilitan syalnya yang rusak karena Taehyun. Menarik napas panjang sebelum ia benar-benar masuk ke dalam gedung.

“Jangan sampai Profesor sialan itu masuk kelas hari ini. Aku bisa mati ketahuan.”

 

oOOOo

 

“Jangan sampai mabuk, Jung. Ibumu bisa membunuhku jika itu terjadi.”

Krystal hanya tertawa sambil terus meneguk soju-soju yang tertata di atas meja. Taehyun sejak tadi tengah menahan napas melihat betapa gilanya Krystal pada minuman-minuman beralkohol itu. Saat ia meminta wine, Taehyun tentu saja tak mau memberikannya, tapi giliran sebotol soju, Krystal malah semakin mabuk. Ia mana tahu jika efek soju sangat cepat membuatnya mabuk seperti itu karena seumur hidupnya, Krystal tak pernah meminum soju.

“Nam,” Krystal melepas botol sojunya dan menarik kerah baju Taehyun agar lelaki itu mendekat ke arahnya. “Jangan bertingkah seperti pecundang Sehun dan juga mommy. Ayo bersenang-senang, kawan! Sudah lama aku tak minum bersamamu.”

“Jung, kau benar-benar mabuk saat ini aku tidak—“

“Tutup mulutmu, Nam Taehyun!”

Semua orang yang berada di tempat itu menoleh ke arah mereka setelah mendengarkan teriakan Krystal. Wajah gadis itu memerah dan ia kembali menggenggam botol soju lalu menegaknya hingga tak tersisa. Taehyun memijit dahinya yang mulai pening. Ia yang mengajak Krystal tentu saja dia lah yang bertanggung jawab atas semuanya. Semenjak kejadian di kelas—yang kalian pasti tahu apa yang terjadi—Profesor Kang menegaskan bahwa Krystal harus mendapat skorsing beberapa minggu karena insiden kissmark saat pelajaran Profesor Kang berlangsung. Tapi Taehyun tahu jika itu bukanlah salah Krystal. Gadis itu hanya menjadi korban.

“Rasanya aku ingin mati saja.” Taehyun menoleh dengan mata melotot ke arah gadis itu. Entah apa yang dibicarakan Krystal, Taehyun merasa gadis itu benar-benar ingin mati. Taehyun sangat tahu bagaimana kehidupan Krystal selama ini. Hanya dia tempat Krystal mengadu, dan hanya dia yang Krystal percayai. “Kau tak boleh mati, Jung. Kalau kau mati, siapa lagi yang mau membayar minuman-minuman ini?!”

Krystal tertawa begitu keras mendengar itu. Ia menepuk-nepuk pundak Taehyun sambil berbisik pelan, “Ambil saja kartu ATM di dompetku setelah itu bawalah mayatku keluar dari tempat ini.” yang mau tak mau Taehyun juga ikut tertawa mendengarnya. Selang beberapa saat, Krystal akhirnya jatuh tertidur di samping Taehyun.

Ponsel gadis itu berdering nyaring ketika Taehyun mendudukkan tubuh Krystal yang sedang tertidur di kursi sisi pengemudi. Dahinya mengkerut melihat nama yang tertera di layar ‘Pecundang’ yang lagi-lagi membuat Taehyun geleng-geleng kepala.

“Hallo?”

“…”

“Iya Krystal sedang bersamaku, ini siapa?”

“…”

“Oh, baiklah. Tunggu saja mungkin sepuluh menit lagi kita akan sampai.”

“…”

“Dia mabuk lagi.”

“…”

“Oke.”

.

.

Baru kali ini Sehun merasa uring-uringan. Sejak tadi, ia hanya duduk di meja makan sambil menatap makanan-makanan yang tadi ia masak, berharap Krystal akan datang dan makan bersamanya. Ia tersenyum kecut. Mana mungkin itu semua terjadi, pikirnya kemudian.

Ia kembali melirik jam dinding dan pintu utama bergantian. Sudah lebih dari sepuluh menit tapi Krystal belum juga pulang. Baru saja ia menelepon dan yang mengangkat adalah Taehyun, sahabatnya. Sehun tahu benar karena Jessica pernah memberitahunya dulu. Kemana-mana Krystal selalu bersama pria itu, katanya.

Tak disangka, bel rumah akhirnya berbunyi. Sehun dengan cepat beranjak dari tempat duduknya menghampiri ke depan. Taehyun ada di sana sambil memapah Krystal yang terlelap di sampingnya. Pria itu tersenyum ke arah Sehun yang juga mendapat hal yang serupa.

“Terima kasih telah mengantarkan Krystal dengan selamat, Bung.” Kata Sehun sambil menahan beban tubuh Krystal di kedua tangannya. “Aku akan membereskan gadis manja yang suka mabuk ini.”

Taehyun hanya mengangguk dan tersenyum. “Oh ya, ngomong-ngomong kau siapa? Mana Bibi Jang?”

“Panggil saja aku Sehun. Aku yang bertugas menjaga Krystal selama Jes—“ Sehun menghentikan ucapannya hendak menyebut Jessica di hadapan Taehyun. “—maksudku selama Ibunya pergi.”

Taehyun berdenyit bingung lalu akhirnya mengangguk. Sehun… ia pernah sekali mendengar nama itu tapi ia lupa di mana dan siapa yang memberitahukannya. Tapi itu tidak penting dan kemudian Taehyun melenggang pergi setelah berpamitan pada Sehun.

Kepergian Taehyun membuat Sehun menatap gadis itu lama. Menggendong Krystal ala bridal style lalu menidurkannya di kamar. Sehun duduk di sisi ranjang. Menatap gadis itu lamat-lamat dalam diam. Syalnya sudah terlepas dan memperlihatkan kissmark yang dibuat olehnya. Ia menyentuh dahi gadis itu, hangat rasanya. Krystal menggeliat membuat Sehun tersenyum geli melihatnya.

Mom…

Sehun terkejut melihat mata Krystal tiba-tiba terbuka perlahan dan sedang menatap tepat ke arahnya. “Mom?

Krystal menarik Sehun dan berbisik ke arahnya. “Temani aku tidur malam ini, Mom. Aku sangat lelah.”

Sehun menelan salivanya dalam-dalam dan berkata, “Krys, aku bukan Ibumu dan berhentilah bersikap seperti itu. Aku ini si pecundang, Oh Sehun.”

“Malam ini saja, Mom. Please…

Krystal bangkit dari ranjangnya dan kini mereka berdua saling menatap. Beberapa kali Krystal mengerjapkan matanya membuat Sehun berkeringat dingin. Ia melepaskan kemeja yang membalut tubuhnya membuat Sehun dengan cepat menahan lengan gadis itu untuk membuka kemeja. “Eh, kau, hentikan Krys! Apa yang kau lakukan?!”

Mom, aku panas. Bukankah kita sering tidur berdua tanpa mengenakan baju?”

Sehun terkejut bukan main sambil melototkan mata sipitnya mendengar pernyataan Krystal. Sehun tak bisa bertindak lebih cepat ketika kemeja Krystal telah terlepas dari tubuh mulusnya, menyisakan bra hitam yang masih menempel di sana. Sehun menunduk dalam. Ia yakin wajahnya kini memerah sempurna melihat penampakan ‘Krystal Tanpa Busana’ di depannya. Ia sampai tak merasakan bagaimana lihainya jemari Krystal saat menarik kaos yang di kenakan Sehun hingga terlepas dari tubuh pria itu.

Kini, mereka sama-sama setengah telanjang di atas ranjang kamar Krystal. Sehun tak pernah ingin meniduri gadis itu ketika ia sedang dalam keadaan mabuk total seperti saat ini. Ia bisa melihat Krystal tersenyum dengan mata liarnya dan memeluk Sehun dalam dekapannya. Hangat. Sehun begitu menyukai tubuh Krystal yang hangat. Rasanya seperti terbang ke langit ketujuh. Seluruh ototnya menegang ketika Krystal menuntunnya untuk tertidur dan gadis itu tepat berada dalam pelukannya.

Mom, beginilah terus sampai esok pagi. Aku merindukan pelukan hangatmu. Sudah lama rasanya.” Mendengar itu, hati Sehun rasanya perih. Krystal merindukan Ibunya yang super sibuk itu. Ingin merasakan pelukan hangat dan waktu senggangnya. Sehun tahu benar gadis manja itu sangat butuh kasih sayang, sama sepertinya. Maka dari itu tak salah Krystal bertingkah seperti itu agar Ibunya barang sedikit memperhatikannya.

Sehun hanya mengangguk kemudian merasakan pelukan Krystal makin erat dan ia akhirnya memejamkan mata. Sehun tak akan bisa tidur dalam keadaan seperti ini. Ia takut jika mereka berdua sama-sama tertidur, akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Semakin Sehun menahan, semakin berat rasanya. Kelopak matanya perlahan tertutup dan posisi mereka masih berpelukan di atas ranjang, persis seperti sepasang pengantin yang sedang berbulan madu.

 

oOOo

 

Krystal tak akan bisa membayangkan bagaimana rasanya tidur dengan ‘kekasih’ Ibunya saat ini. Pagi menjelang dengan cepat dan burung bercicit merdu di jendela kamarnya. Ia baru saja bermimpi sangat aneh. Oh Sehun tidur dengannya malam itu. Tidak mungkin, pikirnya.

Kelopak matanya terbuka perlahan. Menyaksikan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Dengan rambut yang berantakan dan selimut yang menutupi tubuhnya, Oh Sehun terlihat sangat tampan sedang tertidur pulas di sisinya. Senyum tipis mengembang di bibir Krystal sebentar. Lalu mengerjap tak percaya bahwa tubuhnya juga berselimut yang sama dengan Sehun. Ia tidak berteriak. Lengannya terangkat menyentuh wajah Sehun dengan jari-jarinya. Ini nyata. Semua yang ia saksikan adalah nyata.

“Oh Sehun?”

Sehun membuka matanya dan memicing melihat Krystal berada di sisinya dengan wajah bingung. Merasa jemari Krystal menyentuh pipinya, Sehun seakan raganya masih di alam mimpi. Mereka berada di posisi seperti itu beberapa menit sampai Krystal akhirnya tersadar.

“Oh Sehun? Kau? A—Apa yang sedang kita lakukan?”

“Krystal, ini bukan seperti yang kau pikirkan.”

 

-to be continue-

 

 

A.N : Don’t forget to leave a comment and like because I will protect the next chapter. I give a password via email : juliasudiantari97@gmail.com or Line (id line : juliasudiantari). Thank you for support and see you next chapter ❤

Regrads, Juls ❤

 

 

42 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Midnight Sun – Chapter 2”

  1. Pertama, aku nemu ff ini udah lama banget. Setiap hari aku nge-cek blognya author sapa tau udah di up chap selanjutnya kan. Tapi kok di lanjut yah. Ku pikir author udah gak mau up lagi. Dan hari ini aku tiba-tiba kepikiran sama ff ini. Jadinya aku cari lagi (bersyukur masih hafal betul sama judulnya) berharap udah di lanjut dan ternyata emang udah. Aku mau baca chap selanjutnya dong. Jadi aku minta passwordnya lewat email atau line nih kalau boleh?

  2. keren, ngeri kalo liat krystal lagi mabok. di tunggu chap selanjutnya ya, jan lama” ya keburu lumutan ini /g :v

  3. Aahhh jadi ini ff yg baru dateng setelah hiatus toohhh. Pantessss aku baru tauu. Dan aku sukaaaaaaa!!! Ijin baca mundur yaaa hehehe.
    -XOXO-

  4. Lg berkelana disini taunya nemu ff ini seruuu, kukira sehun masih polos taunya suka sama emak2 wkwk
    Kutunggu updatenya yaa

  5. apa yg akan Krystal lakukan pada Sehun kali ini? Menendang kah? atau meninjunya? 😀 😀
    aku malah baru tau ff ini, hiatus nya lama juga, tapi gpp
    next fighting 🙂 😀

    1. mungkin krystal mau menenggelamkan sehun #plak xD
      iya aku sempet long hiatus tp tetep ngelanjutin ff ini kok
      btw thanks udh baca dan komen yaa ^^

  6. aku nunggu ff ini udah lama banget. aku pernah baca ini di blog author, kirain ga bakalan ada lanjutannya.
    ok di. tunggu chapter selanjutnya author fighting 😉 😀

    1. huhu maaf ya udh nunggu lama soalnya aku long hiatus juga :”

      sip makasih yaa udh baca dan komen ^^

  7. tambah keren aja deh thor.. sehun kok krystal nya gak diapa apain sih.. ???? // hlo emang mau nya diapain.. // ya diapain gitu..
    #plakkkk ..
    cepetan ya thor chapter 3 nya..

  8. Haloo kak juliaa 🙂
    Salam kenal yaa hihi..
    Aku sukaa posternya dan tertarik dg ff ini akhirnya aku mulai baca dari chapter satu berhubung aku dsini juga masih readers baru hehe waah kak aku suka sama alur ceritanya bgss. Ditunggu kelanjutannyaa kak
    Fightingg!!

    1. Hai juga Putri! ^^

      huhu btw makasih banyak yaa udh suka berhubung ini ff lama dan aku sempet long hiatus aku kira udh gak ada yg suka sama ff ini lagi 😂

      btw makasih udh baca dan komen~

  9. aku kembali kesini setelah keluyuran nyari chap 1 nya,,
    kaget eh ternyata ini ff lanjutan ff jaman bahula hehe, seriously ff ini keren, sayang banget kalo ampe gak lanjut
    krystal nya santai aja itu pas bangun2 ama sehun, hihihi udah ah klee mabok aja terus biar gitu terus ama sehun wahahahaha *ketawanista*
    udh pasti deh ini ff bakal aku tunggu2, next chap aku tunggu bgt 😍😍😍😍😍😍

    1. hai! ^^
      huhu btw makasih bnyk udh mau nungguin ff nista ini sungguh gak update hampir kukira sudah ada yg lupa :”
      jujur aku juga gemes banget liat hunstal macem itu ya 😂

      btw thanks udh mampir baca dan komen ❤

  10. uwaaahhh, sehun sama krystal pelukan saat tidur,,
    sehun bilang nggak mau nyakiti krystal ya,,?? jangan2 sehun suka ma krystal,,

    di tunggu next nya thor,,

  11. aq merasa bhwa sebenarnya mereka brdua saling menyukai tp terhalang oleh kenyataan yg ada…
    sehun kelihatan begitu tulus menyayangi krystal 🙂
    aq kasihan dgn sehun yg memiliki masa lalu kelam brsama keluarganya….
    mereka brdua sama” haus akan kasih sayang dr orang tuanya…
    ngomong” dimana ayahnya krystal ya?
    sudah meninggal kah atau pergi karna telah bercerai dgn sica?
    aq tunggu chapter selanjutnya kak 🙂
    fighting….jangan lama” ya updatenya ^__^

    1. wah wah pendapatmu luar biasa sekali aku terharu huhu thanks banget ya 😘

      kalau mau tau tunggu aja di next chap yaa ^^

  12. Buat aku krystal itu lucu deh. Dalam keadaan normal dia bisa kayak srigala datang bulan(Hah?). Tapi dalam keadaan mabuk jadi aneh gitu 😀 hahahaha. Aku kira chapter ini bakalan terwujud yg “dewasa”nya. Kan mumpung jessica-nya enggak ada 😀 oke deh, aku tunggu kelanjutannya kakak 🙂

    1. ((serigala datang bulan))

      huwaa pasti km nungguin adegan “anu” nya yaa #plak 😂

      oke thanks udh baca dan komen yaa ^^

  13. kok bisa halusinasi mommy.nya sih krystal? kan udh jelas itu sehun. pft,efek soju yaa. aku izin baca chap 1nya ya authornim. ntar aku komen disana jga deh.. :))
    ditunggu next chapternyaa. Fighting authornim ^^

  14. Akhirnya comeback juga dari long hiatusnya kkkk
    Krystal mikirnya kalian gk ngelakuin apa” loh, emang Sehun mikirnya apa? kkk
    Miris sih liat kehidupan Krystal. Andai pas mabuk itu Jessica marahin/nasehatin dia, mungkin hatinya sedikit menghangat.
    Fighting buat lanjut FFnya kak!

    1. hai! ^^
      hoho iya nih long hiatusnya bener” ampe gabisa update sorry banget yaa :”

      sipp makasih udh baca dan komen yaa ^^

    1. ayo dong baca dulu part satunya #plak 😂
      di tunggu aja ya next nya~

      makasih udh mampir baca dan komen ^^

    1. hoho makanya krystal gaboleh mabok kan harus ada yg memantau 😂

      btw thanks udh mampir yaa~

  15. Yaaa, ampun lama banget ff in di update XD
    Mereka selalu aja bangun dalam kondisi tidak terduga XD untung aja sehun gk khilaf #padahalNgarep XD
    Ditunggu nextnya

    1. Hai! ^^
      hehe iya kayanya udh setahun aku gak update ff ini akhirnya bs update juga :”D

      sipp makasih udh mampir dan komen yaa~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s