[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 4)

cover bgbm 2

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : PG-15

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun, Byun Baekhyun,Kim Yeri

Additional cast : Park Chanyeol, Do Kyungsoo,Kang Jihye (OC), & Kris Wu

🎬🎬🎬

Kris Wu, agen terpenting bagi Sehun. Meskipun usianya 4 tahun lebih tua dari Sehun tapi Kris menetapkan aturan bahwa Sehun tidak boleh menganggapnya kakak, dia tidak suka tua kekeke. Kris adalah orang terdekat kedua seteleh mendiang ayahnya. Kris tahu semua tentang Sehun, bahkan hal yang tidak diketahui Sehun sekalipun. Dan pagi ini dia membuat Sehun harus meninggalkan Nayeon karena sepatu.

 

“Harusnya kau bisa mengambilnya sendiri Kris!”gerutu Sehun kesal sambil melemparkan sepasang sepatu kearah Kris.

 

Kris memang selalu begitu, dia akan meminjam barang-barang Sehun untuk mengencani gadis-gadis cantik. Sehun tidak perah mempermasalahknnya, hanya saja Kris selalu mendadak menelpon dengan alasan yang menakutkan dan Sehun dengan bodohnya akan percaya.

 

“Memangnya kau dimana tadi?”

 

“Menjenguk Nayeon, dia sakit.”

 

“Apa kau yang membuatnya sakit?”tanya Kris mengintimidasi.

Sehun tersenyum tanpa dosa menjelaskan bahwa jawabannya adalah ‘ya’

 

“Kau gila ya?”Kris menjitak kepala Sehun membuat Sehun mengaduh sakit.

 

“Salah siapa pergi dari rumahku.”

 

“Dia kan punya rumah sendiri.”

 

“Tapi kalau dia pergi rumahku sangat sepi Kris, apa kau pernah merasakan betapa bahagianya ketika melihat seorang gadis yang menyirami bunga dihalaman rumah ketika bangun pagi? Memakan masakannya atau melihat senyum cerianya” jelas Sehun. Ya, pria itu jatuh cinta. Kris paham betul tentang itu. Ini kali pertamanya Sehun berbicara dengan perasan yang sangat bahagia sampai kebahagiaannya terpancar jelas diwajahnya.

 

“Kau jatuh cinta hun.”

Sehun terkekeh sambil memukul pundak Kris.

 

“Hei aku hanya mencintai Yeri.”

 

“Kau harus bisa membedakan yang mana cinta yang tulus atau hanya sekedar ambisi untuk memiliki.”ucap Kris Wu tegas. Sehun menoleh kearah pria cina itu sambil berusaha mencerna kata-kata yang baru saja diucapkannya.

 

“Sehun-a perasaanmu pada Yeri itu kurasa hanya sebuah ambisi saja, tapi kulihat jika dengan Nayeon kau sangat tulus.”jelas Kris Wu, Sehun menyerahkan sekaleng soda untuk sahabatnya itu.

 

Ya memang seperti itu, Sehun tidak pernah sebahagia ini sebelumnya. Yeri tidak pernah membuat Sehun untuk selalu menjaga gadis itu dan membiarkan gadis itu disisinya. Harus Sehun akui bahwa setelah mendapatkan Yeri kembali perasaan Sehun kembali hambar.

 

“Hei aku ini sangat mencintai Yeri, Kris.”elak Sehun.

Kris Wu tersenyu simpul mendengarnya. Sehun jelas-jelas berdusta kali ini.

“Kau mencintainya namun kau bersikeras untuk membiarkan Nayeon tinggal dirumahmu, bagaimana jika Yeri tau? Bagaimana jika Yeri memutuskanmu?”

 

Sehun diam sebentar mencari kekhawatiran didalam hatinya jika saja Yeri benar-benar pergi. Mencari rasa takutnya jika kehilangan Yeri. Dan tidak ada…

 

“Yang penting Nayeon tetap bersamaku.”

 

“Dan kau masih tidak mau mengakui bahwa kau mencintai Nayeon?”

“Bicara apa kau ini man”Sehun meneguk sodanya.

 

“Nayeon juga punya kehidupan, dia punya kekasih.”

 

Sehun tersenyum kecut sambil menatap sepasang sepatu yang dilemparkannya tadi.

 

“Aku akan melenyapkan Baekhyun, dan Nayeon akan bersamaku.”

 

“Nayeon kekasihnya Byun Baek?”Kris melongo tak percaya.

 

“yeah, aku sudah merencanakan pembunuhannya sejak 3 bulan lalu.”

 

Byun Baekhyun adalah putra satu-satunya Byun Jang Wook, musuh ayahnya yang berhasil melenyapkan keluarga satu-satunya yang Sehun punya didunia ini.Maka Baekhyunlah yang harus membayar semua perbuatan Jang Wook. Sehun akan segera membalaskan dendam mendiang ayahnya.

 

“Aku akan membuat mereka bertengkar lalu setelah itu Baekhyun akan mati.”ujar Sehun enteng.

“Dan Nayeon akan disalahkan dalam kasus ini, bodoh!”ucap Kris yang kesal dengan ide jahat sahabatnya.

 

“Jika dia disalahkan maka ia akan sangat terpukul lalu-“kata-kata Sehun terhenti karena Kris langsung memotongnya.

 

“Lalu kau akan datang seperti malaikat penolong”

Sehun tersenyum mendengar pernyataan Kris.

 

“Kau cerdas Kris”

 

“Dan kau Gila”

 

Kris melenggang kearah dapur untuk sekedar mengambil minuman dingin agar tenggorokannya bisa sedikit terasa lega. Lupakan soda yang diberikan Sehun tadi, bisa saja Sehun memberinya minuman kadaluarsa.

 

Sehun benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Dia bahkan menghalalkan segala cara agar bisa terus bersama Nayeon.

 

***

 

“Pulanglah kerumahku!”ucap Sehun diikuti tatapan ngeri ketiga sahabat Nayeon.

Nayeon menghela nafasnya lalu mengangguk pelan.

 

“Bolehkah temanku juga mengantar kesana?”tanya Nayeon. Jihye tidak menginginkan ini, dia tidak mungkin bertamu kerumah pria psikopat itu.

 

“Tentu saja, temanmu itu temanku juga.”Sehun tersenyum sambil membawakan tas besar berisi baju-baju Nayeon dan berjalan menggandeng Nayeon keluar dari rumah sakit.

 

“Hell? Apa yang dia bilang tadi? Kita ini temannya? Tidak sudi aku berteman dengannya”rutuk Kyungsoo kesal.

 

“Dasar sinting, phsyco, orang jahat”umpat Chanyeol.

 

Mau tidak mau ini semua demiΒ  Nayeon.

 

Mereka sampai dipelataran rumah Sehun dan ketiga manusia itu ternganga kagum. Bak istana tersembunyi ditengah kota Seoul. Ya, hanya ada beberapa orang yang tau ada tempat seindah rumah Sehun di Seoul dan mereka adalah salah satunya.

 

“Ajak temanmu masuk aku akan membuatkan mereka minuman.”ujar Sehun.

 

“Sehun-ssi kurasa tidak perlu.”ucap Kyungsoo, laki-laki yang memiliki tinggi sebatas pundak Sehun itu mempunyai spekulasi mengerikan tentang minuman disini.

 

“Susu kotak? Sekaleng soda? Aku tak akan menaruh apapun disana oke?”tawar Sehun ramah. Chanyeol meringis horor dan Jihye masih bersembunyi dibalik punggungnya.

 

Sehun meletakkan beberapa kaleng soda dimeja berbahan marmer mengkilap ruang tamunya. Lalu ia sendiri menenggak sebotol wine seharga jutaan won.

 

“Jangan bersikap seperti itu, anggap saja ini rumah Nayeon”ujar Sehun santai. Nayeon baru saja turun dari kamarnya dilantai dua setelah mengganti pakaian dengan yang lebih santai. Gadis itu melangkah menuju dapur yang terletak disamping ruang tamu. Gadis itu terlihat sangat santai memasak didapur yang tidak memiliki pembatas dengan ruang tamu kecuali kitchen set mewah itu. Sehun beranjak dari duduknya lalu melangkah mendekati Nayeon.

 

“Nayeon kau ini baru saja keluar rumah sakit jika kau mau makan aku kan bisa memesan makanan”ujar Sehun.

 

Jihye benar-benar tak mengerti apa yang ada difikiran sahabatnya sekarang. Begitu santai dirumah menyeramkan ini, yeah Nayeon memanglah gadis pemberani. Tapi bukankah keberaniannya itu kini kelewat batas?

 

***

 

“Sehun-a”panggil Nayeon sambil menghampiri Sehun yang masih duduk disofa ruang tv.

 

“Kemarilah apa yang kau buat hari ini?”tanya Sehun.

 

“Aku membuat pudding, kau mau?”Nayeon duduk disamping Sehun dengan sepiring kecil pudding strawberry.

 

“Aa!”Sehun membuka mulutnya, mengisyaratkan bahwa ia ingin disuapi Nayeon.

 

“Aigoo manja sekali”ucap Nayeon gemas sambil menyuapkan pudding buatannya.

 

“Hei lihat itu, pejabat negara jaman sekarang masih saja korupsi, bagaimana akan memajukan negara kalau begini?”ucap Nayeon kesal setelah melihat televisi. Sehun tersenyum simpul pura-pura tidak tahu menahu tentang itu. Padahal Sehun berperan banyak didalamnya, dunja politik terlalu banyak meminta campur tangannya, menjadikan orang-orang yang haus kekuasaan menjadi pejabat negara lalu memeras mereka, jadi jangan salahkan jika mereka korupsi. Itu semua salah Sehun. Pria semuda itu bahkan dipercaya banyak pihak untuk ikut andil dalam berbagai bisnis kotor negara. Mengerikan…

 

Ponsel Sehun berdering mengalihkan perhatian Nayeon.

“Yeoboseyo?”

 

“….”

“Tunggu disana aku akan datang”

 

Setelah itu Sehun menutup teleponnya.

 

“Siapa?”tanya Nayeon, hanya untuk memastikan bahwa tebakkanny benar.

 

“Yeri, mengajakku makan malam”ucap Sehun datar. Nayeon mendesah lesu, benar rupanya tebakkannya.

 

“Pergilah, Yerimu akan marah jika kau terlambat”ucap Nayeon. Tidak mungkin Nayeon mengatakan bahwa ia tidak suka Sehun bertemu dengan Yeri, siapa Nayeon? Apa haknya?

Nayeon tersenyum simpul usai mengantar Sehun hingga kedepan rumah.

 

***

 

Seperti biasa Yeri selalu saja menawan lengkap dengan barang-barang branded yang melekat ditubuh proporsionalnya. Jika disandingkan dengan Sehun keduanya memang sangat serasi dalam hal fisik, namun dalam hal latar belakang kehidupan mereka bahkan seharusnya tak boleh saling kenal. Gadis itu duduk dengan ekspresi datarnya menatap kedatangan Sehun.

“Kau sudah memesan makanan?”tanya Sehun membuka pembicaraan.

Yeri hanya mengangguk, sejak 3 tahun lalu gadis itu tidak banyak bicara. Seingat Sehun kalimat terpanjang yang pernah diucapkannya adalah saat Sehun tertembak oleh Byun Jang Wook bersama ayahnya. Saat itu, 3 tahun yang lalu Sehun sempat tertembak di bagian pundaknya. Tembakan yang menelan nyawa keluarga satu-satunya yang dimilik Sehun. Yeri menangis ketika menunggui Sehun saat menjalani perawatan pribadi dirumahnya. Gadis itu terus mengomel meminta Sehun berhenti dan meninggalkan kehidupan gelap yang sampai saat ini masih dijalaninya. Sejak saat itu ia tak pernah lagi bergelayut manja pada Sehun, ia juga tak pernah merengek pada Sehun seperti saat SMA. Mungkin karena dia memang sudah dewasa saat ini.

 

“Aku membawakan sesuatu untukmu.”ucap Sehun sambil mengambil sesuatu dari kantong celana jeansnya. Cincin emas putih berhiaskan berlian swarovski. Yeri tersenyum manis ketika Sehun menyematkannya dijari manisnya.

 

“Kau suka?”

Yeri mengangguk cepat.

 

“Apa kau melamarku?”tanya Yeri. Kepala Sehun terasa berat kali ini. Ingatannya berputar, sekelebat bayangan Nayeon tersenyum ceria begitu jelas dibenaknya.

 

“Sehun-a”panggil Yeri.

 

“Ah ya?”

 

“kau melamarku?”tanya Yeri lagi. Mata indahnya berbinar penuh harap.

 

“Aku belum memikirkan hal itu.”

 

‘Aku tidak ingin menikah denganmu.’lanjut Sehun dalam hati.

 

***

 

Gadis anggun berwajah dingin itu memasuki rumah Sehun dengan santainya. Ia membawa beberapa makanan kesukaan Sehun. Hari ini adalah hari jadi mereka yang ke 8 jadi Yeri ingin memberikan kejutan untuk Sehun. Gadis itu dengan riangnya menata makanan yang ia bawa kedalam piring. Tak lupa dengan beberapa lilin yang di pasangnya disudut meja makan menambah kesan romantis.

 

“Sehun-a”panggil Nayeon dari lantai dua. Yeri mengadahkan kepalanya sambil menyerit heran.

 

“Ada perempuan disini?”gumam Yeri. Lalu gadis itu segera melangkah menaiki tangga namun belum sampai keatas Nayeon sudah menampakan dirinya. Memakai kemeja Sehun yang kebesaran dengan rambut yang basah, membuat Yeri tersulut emosi.

 

“Siapa kau?”tanya Yeri dengan nada datarnya.

 

Nayeon masih diam, Ia menutup mulutnya rapat-rapat.

 

“Siapa kau?!”tanya Yeri lagi kini dengan sedikit berteriak dan itu membangunkam tidur Sehun yang sangat nyenyak.

 

Pria itu masih setengah sadar ketika keluar dari kamarnya.

 

“Sehun!”panggil Yeri penuh kemarahan. Sehun tersentak menyadari siapa yang datang.

 

“Yeri”

 

“Kau membawa wanita jalang kerumahmu?”

 

Nayeon mulai tersulut emosi mendengar hinaan Yeri. Gadis itu bisa saja menjambak rambut Yeri dengan kencang jika dia bukanlah putri perdana mentri.

 

“Hei aku bukan wanita jalang!”elak Nayeon.

 

“Jika bukan jalang lalu apa? Kau ada dirumah pria yang punya kekasih dan memakai bajunya!”

Shit! Nayeon kalah. Pertengkaran terjadi begitu saja. Mungkin ini adalah pertengakaran terhebat antara Sehun dan Yeri selama mereka berpacaran.

Yeri bahkan menghancurkan semua makan pagi yang dia siapkan tadi. Semua piring terpecah tak berbentuk. Sarapan pagi yang romantis dalam bayangan Yeri sudah benar-benar hancur.

 

Wajah Sehun sudah memerah karena dibanjiri tamparan dari Yeri namun pria itu tetap diam. Dia hanya mematung sambil menatap kosong Yeri yang tengah meluapkan emosinya karena Sehun menyadari dia memang salah. Hingga akhirnya gadis itu pergi setelah mengatakan bahwa ia mengakhiri semuanya.

 

Usai kepergian Yeri dari rumah Sehun sejak pagi tadi Nayeon belum menampakan dirinya. Dia mengurung diri didalam kamar meskipun Sehun berulang kali memintanya keluar, tapi gadis itu tak bergeming.

 

“Yoo Nayeon!”panggil Sehun sambil mengetuk pintu Nayeon keras-keras.

 

“Kumohon keluar lah”pinta Sehun lalu tak lama kemudian Nayeon keluar, masih sama dia masih memakai kemeja Sehun. Wajahnya datar tak mengekspresikan apaun.

“Nayeon!”

 

Gadis itu dengan sigap berlari keluar rumah. Hujan sangat lebat siang ini, Sehun akan lebih mudah menangkapnya jika seperti ini.

 

“Kau mau kemana hah?”tanya Sehun setengah berteriak.

Nayeon berontak didalam pelukan Sehun yang menahannya. Hujan turun makin lebat disertai kilatan petir yang menyambar-nyambar.

 

Sehun meletakkan handuk dimeja lalu kembali duduk disofa dan Nayeon hanya diam mematung sambil memandangi handuk warna putih yang masih terlipat rapi itu. Wajahnya pucat, dia terlihat begitu kedinginan. Oh jangan lupakan bra hitam dibalik kemeja tipisnya itu. Sehun berusaha keras untuk tak memandangnya tapi apa daya, Sehun adalah pria yang tidak mudah menahan dirinya. Apalagi kaki jenjang Nayeon yang basah itu juga rambutnya yang basah pula. Hingga akhirnya Sehun memberanikan diri untuk berdiri dan mendekat.

“Cepat ganti pakaianmu jika tidak mau berakhir ditempat tidur bersamaku.”tukas Sehun sambil melemparkan handuk tadi pada Nayeon.

 

“Coba saja kalau berani”

 

Hei! Kenapa Nayeon berani sekali? Apa dia mau bunuh diri?

Emosi yang sejak kejadian pagi tadi terus mengganggu otak Sehun, membuat pria itu sulit berfikir lurus. Kepalanya begitu pening dan berdenyut sakit. Sehun menyunggingkan senyumnya seraya memandang Nayeon seolah ingin memakannya.

 

“A-apa yang akan- hhmmph” Nayeon tak mampu lagi melanjutkan kata-katanya karena Sehun telah membungkam bibirnya dengan bibir Sehun. Gadis itu terlonjak kaget setelah menyadari bahwa Sehun telah melumat bibirnya.

 

“Hun mmh”Nayeon berusaha kuat untuk menghindar namun sayang, Nayeon tidak sekuat Sehun.

 

Hingga tubuh mungilnya sudah direbahkan oleh Sehun disofa dan Sehun terus saja menghabisi bibirnya. Ada sensasi aneh dihati Nayeon ketika pria itu terus menciumnya dengan kasar, Nayeon menikmatinya. Sehun turun pada leher putih Nayeon dan gadis itu kembali menggeliat.

 

“Sehun-a”panggil Nayeon pelan pada pria yang tengah menindih tubuhnya. Nayeon merangkum pipi Sehun dengan tangan dinginnya. Menempatkan wajah itu tepat dihadapannya.

 

“Kau tidak akan meniduriku, janji harus ditepati.”ucap Nayeon tegas. Meskipun gadis itu tidak bisa berbohong jika ia menginginkan lebih dari ini. Sehun menghela nafasnya lalu segera turun dari tubuh Nayeon.

 

“Cepat ganti bajumu, kau akan sakit”ucap Sehun kemudian dia mengambil kunci mobilnya dan pergi. Kemana lagi jika tidak mencari pelampiasan nafsunya yang sudah diujung kepala itu.

Nayeon tidak peduli itu, dia punya Baekhyun dan sehebat apapun Sehun dalam hal ‘itu’ dia tidak boleh melakukannya. Nayeon hanya mencintai Baekhyun dan tidak untuk yang lainnya.

 

***

 

Nayeon berlari menuju flatnya. Baekhyun akan datang kesana sebentar lagi. Pria itu tidak boleh tau kalau Nayeon tidak tinggal disana selama ini.

Nafasnya terengah-engah dan keringatnya bercucuran. Terlebih ketika melihat mobil Baekhyun sudah terparkir rapi didekat gedung flat Nayeon.

Tidak! Baekhyun tidak boleh tau tentang ini.

 

“Oh jadi kau tinggal dengan pria lain tanpa sepengetahuanku?”tanya Baekhyun dari arah belakang. Nayeon menggigit bibir bawahnya, hidupnya berakhir sampai sini. Gadis itu berbalik memandang Baekhyun.

 

“D-dari mana kau tau?”tanya Nayeon takut.

 

“Hebat ya, kau bahkan merebut kekasih Kim Yeri”Baekhyun memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana jeans sambil menyebar pandangan kelangit sore Seoul yang indah. Tapi tidak seindah suasana hatinya sejak Yeri tiba-tiba datang memperkenalkan diri lalu mengatakan semuanya.

 

“Aku bisa menjelaskannya.”ujar Nayeon, menjelaskan apa? Bahkan Nayeon sendiri sangat sulit untuk mengurutkan semua kejadian yang telah ia alami saat ini. Berawal dari pertemuan konyolnya dikedai kopi Kyungsoo lalu semua menjadi rumit setelah itu. Semuanya berubah dengan alur yang sedemikian indahnya, membuat Nayeon nyaman didekat Sehun. Meskipun jika akhirnya ia harus memilih maka tentulah ia akan memilih Baekhyun.

 

“Kita akhiri saja.”ucap Baekhyun pelan namun terliat jelas dimanik matanya bahwa pria itu sangat marah. Nayeon mencoba mengatur nafasnya.

 

“Apa kau tidak memikirkan perjuanganku mempertahankan kita meskipun ibuku menentang? Apa kau tidak ingat itu?”tanya Nayeon.

 

Baekhyun menghela nafasnya lalu berlalu meninggalkan Nayeon sebelum Baekhyun melihat gadis itu menangis dihadapannya. Pria itu tidak ingin mengakhirinya, tapi bukankah Nayeon sudah keterlaluan?

 

“Sehun-a aku kembali ke flat, jangan mencariku. Aku tidak ingin berlama-lama mengikuti keinginan konyolmu itu untuk tinggal dirumahmu. Ingat! Jangan mencariku!”tulis Nayeon pada sebuah memo kecil yang ditempelnya didepan pintu kamarnya.

 

To be continued…

 

terimakasih. ❀

80 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 4)”

  1. Hmm… Jadi intinya dua pasangan ini bertengkar di hari yg sama jadi makin rumit nih cerita πŸ€”πŸ€” tpi seru kira kira hubungan mereka bakal gimana nnti ya??

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s