[EXOFFI FREELANCE] Malang – Chapter 1 of 3

IMG_20160710_133013

Malang

by

RedShirayuki

Maincast

Bae Irene & Oh Sehun

Genres

Comedy, romance/?, school life, friendship, etc.

Length: Threeshot

Rating: Teen

 

Disclaimer

FF ini tercipta murni berasal dari otak author yang gesrek. Jika ada kesamaan tokoh, latar, alur, dan sebagainya itu adalah unsur tidak kesengajaan. Semoga kalian suka ceritanya dan selamat membaca.

1 OF 3

Kau benar-benar malang, Irene-ah!”

Irene’s side

Memang, cinta itu menyakitkan. Tapi setiap orang pasti jatuh cinta, iyakan? Tidak usah naïf, akui saja jika kau memang pernah diam-diam menatap seseorang dengan waktu cukup lama dan tanpa kau sadari kau telah kepergok olehnya. Aku mengaku pernah mengalami hal seperti itu.

“Irene-ah, ke kantin yuk.” aku menanggapi ajakan Seulgi dengan cuek, malas rasanya aku sekedar menggeser pantatku yang sudah pas posisinya dengan kursiku.

“Tidak, kau saja. Aku sedang tidak lapar.” Aku menelungkupkan wajahku kemeja dengan tanganku sebagai alasnya.

“Temani aku, siapa tahu kau nanti bertemu dengan Se–”

“Ayo.” lekas aku berdiri karena gadis bermarga Jung ini telah membawa-bawa nama Sehun.

Sehun adalah orang yang kusukai sejak aku masih kelas sebelas dan sekarang aku sudah kelas dua belas akhir. Berarti itu sudah hampir dua tahun tepatnya dua puluh bulan. Aku menyukai seorang pria bertampang lumayan dengan otak dibawah rata-rata. Ya, aku mengatakan seperti tentu punya alasan.

Aku adalah penghuni tetap kelas A mulai dari aku kelas sepuluh hingga sekarang kelas dua belas. Bukannya sombong, tapi aku memang pintar. Tolong jangan bayangkan bahwa aku adalah seorang kutu buku yang memakai kacamata tebal karena aku jauh dari ungkapan itu. Aku adalah seorang fangirl sejati, aku mengoleksi semua album, music video, performance video, dvd concert, lightstick, poster, maupun barang-barang yang berhubungan dengan boyband EXO.

Aku yakin kalian pasti tahu EXO jadi aku tidak akan lagi bercerita panjang kali lebar mengenai boyband dengan anggota yang memiliki wajah super duper tampan itu. Aku juga cukup eksis di instagram, twitter, snapchat, line dan sebagainya. Dan aku akui, aku memang populer. Jika kau bertanya “Apakah kau mengenal Bae Irene?” pada seluruh siswa maupun siswi di sekolahku baik itu kelas berapa pasti mereka akan menjawab “Tentu saja!”

Aku tidak sombong hanya saja aku terkesan cuek orangnya. Jarang tersenyum, tidak suka tebar pesona meskipun aku ehm … cantik. Jika kalian meneliti tentang diriku lebih dalam mungkin cerita ini tidak akan selesai karena aku benar-benar orang yang penuh dengan kejutan.

Baiklah kita lanjut mengenai pria yang aku sukai.

Bertolak belakang denganku, pria itu adalah penghuni tetap kelas bawah yang merupakan penyebab utama nilai rata-rata di sekolah kami menjadi rendah. Dia hanya tahu makan, tidur, bermain, makan, tidur, bermain dan begitulah siklusnya. Orangnya seperti yang kukatakan –lumayan tampan–, tinggi, putih, senyumnya menawan, tidak terlalu populer dan parahnya namanya sama dengan salah satu member EXO, Oh Sehun. Sebenarnya hampir semua member EXO memiliki kembaran di sekolah kami, daebak bukan?

Ada yang bilang dia dan Sehun EXO mirip sekali. Ya … begitulah, aku bahkan sempat berpikir bahwa dia adalah kembaran Sehun EXO yang hilang atau lebih pantas dibuang. Karena mungkin eomma Sehun telah mengetahui bahwa Sehun yang ini berotak bodoh.

 

Iya dia sangat bodoh malahan. Tapi jangan ragukan kemampuannya dalam bermain game online dan bidang olahraga. Dia juga bukan tipe pria sok dingin dan cuek. Dia adalah pria yang gampang bergaul dengan pria dan wanita.

Dan sebenarnya aku tidak pernah lagi berbicara dengannya semenjak dia mengetahui bahwa aku menyukainya. Iya, dia tahu aku menyukainya dan semenjak itu kami tidak pernah berbicara lagi. Paling hanya saling melirik –ralat– aku yang melirik atau menatapnya saat kami berpapasan di sekolah.

Padahal sewaktu kelas sebelas kami lumayan akrab. Tiap berjumpa pasti saling meledek, menendang, memukul, bahkan jambak-jambakan. Aku tidak bohong, karena semenjak itulah aku menyukainya –Oh Sehun gadungan. Dia dulu sering meminjam uangku dan tidak pernah mengembalikannya dengan alasan ‘kita ‘kan teman’. Yah .. karena aku dulu sudah sedikit menyukainya, maka kurelakan saja uang itu.

“Irene-ah, apa kau hanya akan menontonku makan? Kau yakin tidak beli apapun?” maaf, pertanyaan Seulgi mengganggu ceritaku.

“Hm, makanlah sepuasmu.” aku menatapnya singkat lalu menopang daguku dengan lesu.

Kita lanjutkan,

Eoh? Irene-ah? Seulgi-ah? Kalian disini?” lagi-lagi maaf ya, kali ini sahabatku yang kelasnya lain dengan kami – Son Wendy– tiba-tiba muncul dan langsung duduk disampingku.

Mereka berdua sahabatku semenjak aku berusia lima tahun kalian hitung saja sendiri itu sudah berapa tahun. Seulgi memiliki kualitas otak yang sama denganku sedangkan Wendy sedikit di bawah kami makanya dia duduk di kelas XII-B. Kalau masalah wajah, kami bertiga sama-sama cantik. Hanya saja, kami sampai sekarang belum laku alias tidak punya pacar.

“Irene-ah, tidak biasanya kau hanya menonton Seulgi makan di kantin. Apakah kau sedang galau?”

Ugh.. memangnya salah jika aku frustasi mengenai cintaku yang bertepuk sebelah tangan ini?

“Memikirkan Sehun, ya?” Wendy menyikutku dengan ujung siku tangannya namun hanya dibalas dengan tatapan malas dariku.

“Sudahlah Wendy-ah, biarkan saja dia berimajinasi sebentar.”

Terimakasih, Seulgi-ah karena setelah ucapanmu Wendy tidak mau bicara lagi dengan begini aku bisa melanjutkan ceritaku lagi.

Sehun itu jago main basket, kelas sebelas dulu kami pernah main basket bersama atau lebih tepatnya berdua. Iya, itu adalah kenangan indah yang tidak akan pernah kulupakan apalagi waktu itu perasaanku terus bertumbuh setiap harinya dan sampai saat ini juga. Aku masih mengingat suara tawanya yang mengelegar di lapangan basket saat itu. Dia tertawa karena aku yang terlalu serius main basket sampai lupa jika celana yang kugunakan saat itu longgar dan akhirnya melorot sehingga menunjukkan segitiga bewarna pink bermotif stoberi dengan secara cuma-cuma kepada Sehun. Sampai sekarang aku masih memakai celana dalam itu karena semenjak hari itu celana dalam itu menjadi celana dalam favoritku.

“Sehun-ah, kau mau minum apa? Hari ini aku yang traktir!”

“Apa saja boleh asalkan bukan rasa stoberi!” aku menoleh diam-diam ke arah Sehun dan sahabatnya –Byun Baekhyun– yang duduk di belakang kami.

“Baiklah, aku ambil dulu ya.” pria bertubuh pendek dan berwajah baby face itu berlari menuju tempat minuman di kantin ini.

“Irene-ah, dibelakang kita ada Se–”

“Aku tahu.” potongku cepat, Son Wendy selalu yang paling cerewet jika Sehun tiba-tiba berada di dekat kami.

“Hum.. jangan galau terus Irene-ah, nanti wajahmu keriput.” Wendy yang tadinya asyik dengan ddeoboki-nya kini ­ mencubit kedua pipiku dengan keras sehingga aku segera berusaha menjauhkan tangannya dari pipiku. Apa dia tidak malu dilihati oleh Sehun?

“Lepaskan Wendy-ah, sakit tahu!” Aku menarik-narik tangan Wendy dan ternyata cukup berhasil karena dia segera melepaskannya tepat ketika Baekhyun lewat.

Dia kembali memakan ddeoboki-nya dan bertingkah seolah bukan dia yang mencubit pipiku barusan.

“Ini, cola tidak masalah ‘kan?” kali ini aku tidak berani menoleh lagi, nanti bisa-bisa Sehun pergi dari tempat ini. Mendengar suaranya saja aku sudah cukup senang, aku malah berharap dia cukup lama disini.

“Hm, asalkan tidak berasa stoberi.”

“Ada apa dengan stoberi? Kau alergi dengan stoberi?”

Aku mendengarkan dengan simak, ini adalah informasi yang baru aku ketahui kalau Sehun tidak suka sesuatu yang berasa stoberi.

“Bukan alergi, hanya saja jika ada sesuatu yang berhubungan dengan stoberi aku jadi ingat sesuatu yang tidak baik.” Aku bisa mendengar perkataan Sehun itu dan suara tutup botol yang dibuka, berarti Sehun sedang minum.

“Tidak baik? Stoberi ‘kan manis meskipun terkadang asam. Warnanya saja sudah menggugah selera kenapa kau malah menghubungkan stoberi dengan sesuatu yang tidak baik? Apakah terjadi sesuatu di masa lalu yang menyebabkan kau tidak suka stoberi?” Tunggu, jangan-jangan stoberi yang tidak baik itu ada hubungannya dengan–

“Jika melihat kata stoberi atau sesuatu yang berhubungan dengan stoberi, aku jadi ingat celana dalam seseorang.”

–celana dalamku.

Demi apa? Demi apa sehingga Sehun masih mengingat itu?

“Celana dalam stoberi? Bukankah itu yang sering kau pakai, Irene-ah?” Terkutuklah kau Kang Seulgi!

“Eeh? Tidak! Aku tidak punya … celana dalam stoberi.” aku memelankan suaraku di kalimat ‘celana dalam stoberi’ mengapa kau membuka aibku di depan mereka Kang Seulgi?!

“Kau bohong, kemarin sewaktu kita ganti pakaian olahraga aku tidak sengaja melihat celana dalam stoberimu.”

“Aku mau ke toilet.” aku segera beranjak dari tempat sialan itu. Mengapa Kang Seulgi tidak bisa menjaga sedikit saja mulutnya yang indah itu?

Tidak kupedulikan panggilan Seulgi dan Wendy begitu juga tatapan menusuk Sehun.

Aku memben– bukan aku menyukai pria itu. Tapi kenapa dia jadi benci dengan stoberi setelah melihat celana dalamku?

Ah iya ceritaku terputus tadi jadi kita lanjutkan saja dan lupakan celana dalam stoberi.

Seminggu sebelum libur musim panas tahun lalu, aku mengatakan kepada Seulgi dan Wendy bahwa aku menyukai Sehun. Seulgi dan Wendy sempat syok karena aku menyukai pria bodoh tapi akhirnya mereka menyemangatiku juga. Karena aku telah dibutakan oleh cinta, aku mau-mau saja saat Wendy meminta Kim Kai agar mendekatkan aku dengan Sehun, berhubung Kai itu orangnya friendly jadi bisa dekat dengan siapa saja. Kai juga semangat menjodohkanku dengan Sehun tapi setelah itu apa yang kudapat?

Tiga hari setelah itu, Kai menceritakan bagaimana hasil percakapannya dengan Sehun mengenai permintaan Wendy –sebenarnya– yang meminta agar aku di dekatkan dengan Sehun yang sebenarnya sudah cukup dekat.

Aku masih ingat percakapanku dengan Kai saat itu.

“Irene­-ah, aku sudah bilang pada Sehun.”

“Apa? Apa yang kau bilang padanya?”

“Aku bilang padanya bahwa aku punya teman wanita yang tertarik padanya.”

“Lalu?”

“Lalu dia menjawab seperti ini ‘Jangan bilang bahwa teman wanitamu itu adalah Bae Irene?’ dia menjawab seperti itu.”

“Terus.. terus kau bilang apa?”

“Aku bilang ‘Bagaimana kau bisa tahu? Apa seseorang mengatakannya padamu?

“Apa jawaban Sehun?”

“Dia menjawab bahwa dia sudah merasakan ada yang berbeda dari matamu setelah kalian bermain basket. Semenjak saat itu dia merasa kau agak menjaga jarak dengannya dan mulai cari perhatian di depannya.”

“Dia bilang begitu?! Aku tidak seperti itu!”

“Dan parahnya Irene­-ah, dia bilang begini ‘Tolong kau katakan pada Bae Irene bahwa aku sama sekali tidak tertarik padanya.”

“Dasar sialan! Mati saja kau!”

Ya, aku mengumpat setelah mendengar cerita Kai. Sungguh saat itu rasanya dunia mengejekku dan mengatakanku bodoh. Bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada pria bodoh yang kerjanya hanya tidur di kelas dan membaca manga hentai di saat ujian?

Saat itu aku sangat membencinya, bahkan aku ingin bunuh diri saat tahu kalau libur musim panas akan berakhir karena itu berarti aku harus melihat wajahnya. Dan setelah itu … kami tidak saling berbicara lagi. Aku memfollow akun instagram-nya tapi tidak di follback hingga sekarang. Saat dia sadar aku ada di dekatnya dia pasti pergi atau segera menjauh. Tatapannya juga berubah, tidak lagi seramah dulu.

Sejak saat itu aku mempelajari satu hal bahwa ‘Cinta mengubah segalanya.’ Aku memang pernah menangis karena perbuatannya. Dia berpacaran dengan gadis paling nyentrik di sekolah kami. Bahkan gossip beredar bahwa merka sudah tidur bersama. Mereka pacaran cukup lama, sekitar dua bulan.

Tidak hanya sampai disitu, Sehun juga jadian dengan mahasiswi yang sedang PPL di sekolah kami. Berita beredar cepat karena guru PPL itu adalah idaman semua pria sekolah kami. Tapi ternyata itu kebohongan belaka.

Aku hanya diam, menahan rasa perih yang disebabkan oleh pria berotak udang itu! Dia tahu aku menyukainya tapi semenjak dia putus dengan gadis nyentrik tadi dia selalu memasang seringaian yang menyeramkan di wajahnya tiap kali berpapasan denganku.

Tiga bulan yang lalu, aku ditembak oleh teman sekelasku yang merupakan sepupu Seulgi –Jung Jaehyun– tapi segera ku tolak dengan alasan aku maniak celana dalam pria. Jaehyun memang pingsan saat itu juga tapi sekarang kami sudah akrab. Dua bulan yang lalu seorang pria yang merupakan anggota klub menyanyi –Moon Taeil– mengirim surat cinta padaku dan kutolak juga dengan alasan aku punya alergi terhadap bulan, aku benar-benar tidak waras lagi.

Dan sebulan yang lalu, seorang murid pindahan asal Jepang yang bernama Nakamoto Yuta menyatakan perasaannya padaku dengan posisi menunduk sembilan puluh derajat di tengah lapangan sepak bola yang ditonton oleh seribu pasang mata, dan dengan alasan yang semakin tidak bisa dicerna akal sehat aku menolaknya. ‘Aku ini aslinya pria bukan wanita.’ seminggu setelah kejadian itu Yuta segera kembali ke Negara asalnya, Jepang.

Sepuluh bulan terakhir ini selalu ada yang menembakku setiap bulannya. Mau kusebutkan satu-satu? Jeon Jungkook, Lee Taeyong, Lee Taemin, Park Chanyeol (Kembaran Chanyeol EXO) , Nam Joo Hyuk, Seo Youngho, Ji Hansol, Jung Jaehyun, Moon Taeil, dan yang terakhir Nakamoto Yuta. Mereka yang menembakku sepuluh bulan terakhir. Itu semua adalah pria idaman seluruh gadis di sekolah ini dan aku menolak mereka dengan alasan yang eung … gila. Dan siapa tahu bulan ini ada yang menembakku lagi. Dan aku berharap itu Sehun.

Aku tidak menyangka jika aku tengah duduk di kursi taman sekolahku. Padahal niatku ke toilet untuk membasuh wajahku agar sedikit segar. Tak apalah, disini juga cukup segar.

Kita lanjut lagi kisah malangku ini. Dua puluh bulan kujalani dengan memendam perasaan yang gengsi kuungkapkan ini. Aku hanya menatapnya, mendengarkan cerita orang lain mengenai dia, memperhatikan dia dari jauh.

Musim gugur tahun lalu, dia tiba-tiba datang ke kelasku dan berjalan ke mejaku. Dadaku berdegup cepat karena di depanku, tersenyum tipis sambil menggaruk tungkuk kepalanya.

“Irene-ssi, bisa pinjam kamus bahasa Inggrismu?”

“Eh … apa? Kau bilang apa?”

“Aku bilang, bisakah aku meminjam kamus bahasa inggrismu? Kau tuli ya?”

“Bi-bisa, jika kau menarik kata tuli barusan.”

“Baiklah aku minta maaf, jadi mana kamusnya.”

“Iya sabar, ini.”

“Terimakasih ya Irene, nanti kukembalikan saat pulang sekolah.”

Lalu dia lekas pergi meninggalkanku dengan perasaan berbunga-bunga dan pipi memerah.

Pulang sekolah dia mendatangiku ke kelas lagi.

“Ini kamusmu Irene-ssi, terimakasih banyak.”

“O-oh, sama-sama.”

“Oh iyakenapa ada namaku, dikamus itu?”

“Eh? Namamu?”

“Hm, Oh Sehun dengan gambar hati di sampingnya.”

“Eeh … kau percaya diri sekali, itu untuk Oh Sehun EXO.”

“Oh … begitu ya? Padahal aku sudah menulis sesuatu dibawahnya. Aku pergi dulu.”

Dia pergi, aku sempat merutukki diriku sendiri karena aku lupa menghapus tulisan itu. Sebenarnya itu untuknya tapi aku mengaku itu untuk Sehun EXO. Yah.. jika kalian jadi aku, kalian juga pasti melakukan itu ‘kan? Setelah dia pergi aku membuka kamusku dan segera mencari tulisan yang dimaksud Sehun. Aku menemukannya dan setelah membacanya aku merobek kamusku dan membuangnya ke tempat sampah. Tulisannya,

CIH! JANGAN BERHARAP YANG TINGGI-TINGGI BAE IRENE!”

Kalimatnya membuatku ingin berkata-kata kasar. Apalagi Seulgi dan Wendy mengolokku saat aku menceritakan itu pada mereka.

“Kau benar-benar malang, Irene-ah.”

Perkataan Wendy melekat jelas di otakku. Karena itu benar-benar menusuk sekali.

Dan yah.. sebut saja sekarang aku gadis gagal move on. Aku tidak bisa melepaskan orang yang kusukai, tapi tidak bisa menggapainya dan itu konyol. Orang yang kusukai tidak pernah menyukaiku.

Aku hanya selalu diam, memendamnya sendirian. Aku tidak mau menangis lagi karena cinta, apalagi sekarang aku harus fokus karena aku akan menghadapi ujian masuk universitas sebentar lagi. Tapi yang namanya berpaling hati itu sulit dilakukan.

Dan jika kalian mau mendengarkan nasihatku ini maka kemungkinan kalian mengalami patah hati akan semakin kecil. Yaitu,

Jangan jatuh cinta.”

 

To be continue

 

Hiks..hiks.. :”) Akhirnya aku membuat threeshot yang judulnya enggak banget ini. Malang, kaya gak ada judul yang lain aja ye kan? Sebenarnya cerita ff ini separuh kisah nyata separuh fiksi, hiks. Kisah nyata hiks :”) /mojok di kamar sambil meluk bantal guling / Shiraa juga gak ngerti ini sebenarnya gimana. Mana mungkin semua member eksoh punya kembaran di sekolahnya Irene? Gak mungkin banget ‘kan? Jadi pelis maafin aku yang aneh ini. Oke sampai jumpa di shot selanjutnya, hiks.

32 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Malang – Chapter 1 of 3

  1. Shiraaaa ini seriusan real life? Bagian real life gasampe insiden ‘daleman stroberi’ kan? Itu bagian dari fiksi kaan? Huehehehe
    Dan sehun fix jahat banget. Pengen di gigit itu rasanya bisa jahat begitu 😐
    Lanjut baca next chapter deh. Semangaatttt!!
    -XOXO-

    • Iya Ini real life aku, hiks. :”( Tapi dalemannya gak dong 😀 Itu pure fiksi 😀
      Silahkan Sehunnya digigit 😀 Tapi ajakin aku yaah 😀
      Thankyouu ❤

  2. Haloo kak shiraayuki :))
    Salam kenal yaa hehehe..
    Awalnya aku tertarik sama posternya doang ehh pas liat judulnya aku ketawa sendiri kayanya lucu deh jadinya penasaran apalagi castnya ada sehun-irene aku sukaa karna bias wkwkw pas uda dibaca sumpah ngakak anjirr lucu bgt aku suka adegan irene gak sadar kalau celananya uda melorot trs gbr celana dlamnya stroberi huahaha jd penasaran ama kelanjutannya ditunggu yaa fightingg!!

    • Hai Putri ❤ salam kenal juga 🙂
      Hihihi, posternya gimana atuh? Ciee… bias kita sama dong 😀 kekekeke aku juga ngakak baca komenan kamu, thankyou yaaa ❤

  3. huft… jadi keinget masa lalu deh 😥
    sehun tega bgt dsini….
    kata”nya kejam euyyy….
    sabar ya irene 🙂
    sesuatu akan indah pada waktunya ^_^

    • Ciee.. keinget masa lalu 😀 aku juga, hiks 😦 Sehun mah selalu tega dimana-mana 😀 Irene sabar, Authornya juga sabar 🙂 iya betul banget, sesuatu bakal indah pada waktunya 😀 thankyouu yaa ❤

  4. Permisi, numpang ngakak. Aduh kak shira kau membuatku speechless… yah, intinya ceritanya bagus dan aku akan menunggu kelanjutannya… keep writing! Fighting!😘

  5. Duh ff ini bikin aku nginget orng yg prnh aku suka jga pas smp, sama kaya irene cuma ngeliatin aja. Tadi awalnya pas baca judulnya malang, aku pikir ini kisah tentang kota malang. Wkwk ternyata malah tentang nasib irene yang malang. Puk puk. Bikin ngakak yang cara irene nolak member nct 127, kwkwkwk. Itu semua irene lakuin buat sehun. Duh manisnya. Celana dalam stroberi, ucul sekali. Sehun jahat ugh, nolak sih nolak. Tpi gk usah gitu jga, nulis di kamus irene itu bikin hati terenyuh/? Ugh pokoknya aku suka ffnya, gk sbr nunggu kelanjutannya,

    • Idih.. yang flashback cieee 😀 wkwkwk.. memang judulnya aneh ya chingu? 😀 Wkwkw.. Irene antimainstream orangnya :D. Kamu punya gak celana dalam stoberi? Wkwkwkw.. Sehun jahat? Iya emang Sehun jahat bikin hati serasa diremes-remes yakan? Thankss yaaa ❤

  6. Astaga celana dalam setroberi???..hahahahaha ya ampun..wkwkwk
    Semua member exo punya kembaran d skolah? Adub itu buat aku ktawa

    Woww woww wowww.. irene-ahh knapa kau tolak semua itu namja demi sehun..wkkkk cinta memang buta
    Tpi kau benar” malang irene knapa sehun tdk mau dgn mu?? Pdahal bnyak namja yg suka pdamu..kkkk

    Ehh itu jga ada sedikt kisahku yg terselip..wkwkwk

    Next kak dtunggu klanjutanya^^

    • Kamu punya gak celana dalam stoberi? 😀 hihihi syukur ini buat kamu ketawa 😀
      Namanya juga cinta, membutakan semua orang, padahal yang nembak Irene cakep-cakep ‘kan? 😀 Ciee.. kisah kamu yang mana nih? 😀 Thanks yaaa ❤

      • Enggaxx.
        Wkwkwk..
        Iya pdahalkan cakep” kan, tpi pesona abang sehun jauh lebih kuat ya#scarasehunbiaskudiExoslainbaek/apasih/abaikan..wkwkwkwk^^v
        Yg d awal itu kak..wkwkwkwk liatin diem” ..hahaha
        And yg dkantin dduk berdekatan dgn- ya gtulah#malahcurhatt o_O ..hihihi^^

      • hihi aku juga gak punya 😀 Sehun emang menggoda sekale 😀
        ia aku ngelakuin itu tiga tahu lohh ~ /eh curhat?/ kamu ngelakuinnya berapa tahun, hayo? 😀

      • Wkwkwkw, siapa tahu ya kan? 😀 Iya mungkin gak jodoh, hihi 😀 kalo jodoh ntar gak kemana yakan?

      • Wkwkwkwk..
        Ya bner klo jodoh emg gx kmana nantinya..hihihi/lah kok malah ngomongin jodoh ya? o_O

      • iya kok kita jadi ngomongin jodoh ya? 😄 Kelihatan banget jomblonya 😂 kamu jomblo gak? 😄

  7. Yaelah cuy, ente kata pengen diganti catatannya, napa gak jadi? 😂
    Akhirnya dipost juga nih si ‘malang’, 😆
    Ntah kenapa ane masih ngakak aja ngebaca ini meski udah ke sekian kalinya (*secara ane kan pembaca beta maksa. /plakk/😂), mungkin karena ane baca sambil ngebayangin scene dalam kisah nyata ente yak? 😆/Plakkk/😂😂
    Itu poster nista amat, sama kayak yg buat.😂 kenapa kagak jadi yg pink /plakk/ atau moodboard?
    Okedeh, next shot yaw, meski ane udah tau gimana nextnya, /plakk/😂
    Keep writing garem, cintakuh padamuh dari ujung pedalaman.. 😘😘

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s