EVENING SKY – Slice #5 — IRISH’s Story

irish-evening-sky

   EVENING SKY  

  EXO`s Chanyeol & OC`s Sarang  

   with EXO & Lovelyz Members  

  dystopia, fantasy, romance story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

Reading list:

〉〉 TeaserSlice #1Slice #2Slice #3Slice #4 〈〈

Slice #5

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Sarang`s Eyes…

Aku tidak bisa tenang di kamar setelah tadi aku mengantar Mijoo. Pikiranku berkecamuk ingin menemui Jin. Mengapa ia mencariku?

TEEETTT!

Itu bel pergantian tugas. Aku melesat keluar kamar, untuk pertama kalinya dalam hidupku aku ingin memanipulasi tugas.

Aku memandang ruang kerja Jiae, kosong. Aku punya waktu 5 menit sebelum petugas shift malam datang.

Aku berlari merapat di dinding lalu masuk ke ruang kerja Jiae. Lalu aku mencari file tugas sore ini. Aku menemukan file itu di komputer, belum di print. Aku mencari nama Jin di sana, dan ku ganti nama petugasnya dengan namaku. Setelah menyimpan datanya aku langsung menyelinap keluar.

Seperti inikah rasanya saat menjadi Sujeong, Yein atau yang lain yang sering menukar shift kerja mereka? Seumur hidupku aku tidak pernah melakukan hal ini, dan rasanya aneh … saat aku mengkhianati bangsaku sendiri.

Aku berlari ke kantin dan makan dengan cepat. Aku tidak ingin berlama-lama disini. Aku tidak melihat Jongin. Mungkin ia bertugas keluar dengan dokter Soojung lagi.

Setelah melihat beberapa pekerja yang bersiap, aku ikut bersama mereka.

██║│█║║▌ Evening Sky │█║║▌║██

  Slice 5

“Aku minta kertas tugasku,” kataku pada seorang gadis di gerbang.

Ia memberikan kertas tugas itu padaku, aku langsung melesat, melakukan semua pekerjaanku dengan super cepat. Dan untuk pertama kalinya aku tidak banyak bicara dengan mereka. Jin ada di list terakhir tugasku. Dan aku sekarang dalam perjalanan menuju ruangannya.

“Kau datang, pikiranmu sangat berisik sedari tadi,” kata Jin saat aku masuk ke ruangannya. “Apa?” aku memandangnya bingung.

“Duduklah, aku tidak ingin apapun sore ini, aku ingin bicara denganmu,” ucapnya membuatku melangkah mendekatinya, berdekatan dengan vampire tidak membuatku takut sekarang. Setelah aku tahu aku tidak mungkin disakiti oleh mereka?

Jin tertawa pelan.

“Kurasa bukan itu, kau tidak merasa takut karena kau menganggap bangsamu dan bangsaku sama,” kata Jin.

“Aku … dulu aku takut pada kalian,” aku berucap.

“Aku tahu, duduklah, aku sudah menunggumu dari tadi,” kata Jin.

Aku duduk di sebelahnya. Tidak perlu kugambarkan seperti apa dia. Sudah jelas. Seperti vampire yang lain. Ia sempurna.

“Terima kasih,” Jin tersenyum.

“Kau mendengar pikiranku?” tanyaku.

“Ya, dulu aku tidak begitu peduli, tapi sejak kejadian itu, aku selalu mengawasi pikiranmu,” kata Jin.

Aku terperangah.

“Aku bahkan sudah lupa bagaimana aku melakukan hal itu dulu,” ucapku, teringat pada kejadian yang hampir merenggut nyawaku tiga tahun lalu.

“Aku sering mengenang kejadian itu, terima kasih Sarang, aku berhutang nyawa padamu,” kata Jin. “Kau mengucapkan itu seolah aku melakukan sesuatu yang besar,” kataku, aku menolong mereka bukan karena ingin mereka memiliki hutang padaku.

“Mau mengenang kejadian itu bersamaku sekarang?” tanyanya.

“Bagaimana caranya?” aku memandangnya.

“Cukup diam, lihat, dan dengarkan,” ia menyentuh bahuku, membuatku merasa pusing dan—

Aku mengintip dari atas, ada puluhan vampire di aula sekarang. Mereka tidak tampak berbeda dengan manusia. Mereka tersenyum dan bicara satu sama lain setelah seharian mereka di kurung.

Sarang-ah, bisa panggil Jongin dibawah? kata dokter Soojung membuyarkan lamunanku.

Tentu dok, aku tersenyum lalu berjalan ke aula.

Beberapa vampire itu tersenyum padaku, aku membalas senyum mereka, walaupun bisa kudengar beberapa petugas mencibir, aku tidak peduli. Aku disini selama lima belas tahun. Usiaku sama dengan gedung ini. Dan sekarang, tidak banyak orang-orang yang tinggal disini yang seumuran dengan gedung ini.

Jadi, bisa kukatakan bahwa aku senior disini. Dan aku punya hak berkuasa yang sama dengan Jiae, dokter Soojung, Jongin, dan beberapa orang penting yang lain. Aku adalah orang yang hafal isi gedung ini. Apapun yang terjadi di gedung ini, aku tahu. Dan aku bisa memecahkannya. Hanya saja, aku lebih suka bertugas merawat vampire-vampire ini.

“Auw langkahku terhenti melihat seorang gadis terduduk di lantai, kakinya melepuh, rantai itu memang berefek seperti itu pada mereka.

“Neo gwenchana? tanyaku sambil menghampirinya, ia vampire baru disini, dan aku tahu ia tidak terbiasa dengan luka itu

Sakit … ucapnya sambil memandangku, beberapa vampire lain memandangku.

Aku diam. Aku punya kunci borgol mereka, tapi jika aku melepaskan borgol gadis ini, yang lain juga pasti ingin aku melepas mereka. Dan hal lain, dokter Soojung akan sangat marah jika tahu ada vampire yang dilepas.

Aku hanya akan melepaskannya, bolehkah? aku seolah bicara pada diriku sendiri, tapi sebenarnya aku bicara pada vampire-vampire di sekitarku

Ya …

Tentu …

Lakukanlah Sarang,

Kau satu-satunya yang berniat menolong,

“Gomawo, aku tersenyum, mereka tidak akan mempermasalahkan hal ini.

Aku melepaskan borgolan di kaki dan tangan vampire gadis itu. Ia tersenyum memandangku. Ia tidak akan menyerangku tiba-tiba kan?

Kau bisa berdiri? Kau butuh istirahat, ucapku sambil membantunya berdiri.

Takut? Ya. Aku takut. Vampire bisa membunuhku dalam hitungan detik. Tapi, entah mengapa, aku yakin gadis ini tidak akan melukaiku.

Siapa namamu? tanyaku.

Jin,

Aku Sarang, kataku padanya sambil mendudukkannya di kursi yang ada di pinggir aula

Terima kasih Sarang-ah, katanya.

Istirahatlah disini dulu, aku harus mencari seseorang, nanti kau kuhampiri lagi, arraseo? kataku.

“Arraseo ia tersenyum.

Aku melangkah meninggalkan Jin. Kuharap Ia akan baik-baik saja nanti. Aku menemukan Jongin di luar aula, astaga. Begitu melelahkan mencarinya.

Jongin-ah, Noonamu mencarimu, kataku.

Eh? Jinjjayo? Dimana dia?

Di lantai dua, kataku.

Aku memandang sekilas ke arah beberapa petugas yang membawa pipa pembakaran. Aneh. Tidak biasanya mereka membawa pipa itu siang hari begini.

Apa ada vampire yang akan di musnahkan? tanya Jongin.

Entahlah, perasaanku tidak enak, aku duluan oh? kataku.

“Arraseo, aku akan menyusul nanti, kata Jongin.

Aku segera melangkah kembali ke aula. Aku harus menemukan Jin. Astaga. Ternyata tidak hanya Jin vampire baru di sini. Aku menemukan satu vampire lagi, tidak kalah cantiknya dengan Jin, dan ia juga terluka.

Kenapa kau lepaskan aku? tanyanya saat aku melepas borgolnya.

Kau terluka, ikutlah denganku, nanti kuobati, ucapku.

Ia mengangguk lalu melangkah mengikutiku. Ia dan Jin akan kuobati nanti. Aku sampai di tempatku meninggalkan Jin tadi, tapi ia tidak disana. Borgolnya ada disana, tapi tidak dengannya.

Sarang-ah! Mereka mau memusnahkannya karena ia di pikir melepaskan diri, seorang vampire berkata padaku, membuatku membelalak.

Keterlaluan! Tunggu disini, kataku pada vampire yang baru kulepaskan, lalu aku berlari mencari Jin.

Jadi pipa tadi untuk memusnahkan Jin!? Aku terbelalak melihat Jin sudah terduduk di pojok ruangan dan pipa itu mengarah padanya. Ia tertunduk dan aku melihat hitungan dari petugas.

“Andwae!

Aku berlari, menutupi tubuh Jin saat api terlihat di pangkal pipa. Aku memejamkan mataku, aku bisa merasakan panas di dekatku.

Sarang!

Aku membuka mataku. Hal yang pertama kali kupastikan adalah memastikan bahwa Jin baik-baik saja. Ia meringkuk ketakutan di belakangku.

Jangan sentuh dia. ucapku sambil membantu Jin berdiri.

Dia berusaha melepaskan diri! Dia merusak borgolnya.

Aku yang melepaskan borgolnya. kataku sambil memandang dokter Soojung.

Apa? Sarang! Kau berusaha membunuh kita semua? kata dokter Soojung.

Dok, dia terluka. Kaulah orang yang tengah berusaha membunuhnya. kataku dingin sambil merapikan rambut Jin.

Kau melanggar peraturan Sarang! sentak dokter Soojung.

Cukup.

Dokter Soojung! Kau hanya dokter disini. Kau bekerja disini baru 2 tahun. Aku besar disini selama 15 tahun. Dan aku lebih berhak daripadamu. Jangan sebutkan soal aturan di depanku. Aku lebih tahu aturan itu daripadamu. ucapku.

Usiaku dan dokter Soojung tidak terpaut jauh. Dan ia sungguh keterlaluan.

Satu vampire lagi tidak di borgol, Jiae muncul dengan membawa vampire yang tadi kulepaskan.

Aku juga yang melepaskannya, kataku ringan.

Jangan biarkan makhluk itu mempengaruhimu!

Tidak ada yang mempengaruhiku! Kau hanya mencegahku karena kau ingin melihat mereka mati! teriakku.

Pahit memang. Tapi memang itulah yang di inginkan semua manusia disini. Mereka ingin vampire-vampire ini mati.

Mereka juga menginginkan kematian kita, dan kau tidak bisa tidak menghitung dirimu masuk dalam hitungan orang-orang yang ingin dibunuh oleh makhluk-makhluk ini.”

Dan jangan salahkan aku jika tindakan bodohmu ini akan membuatmu terbunuh suatu saat.

Aku diam. Ia benar. Bagaimanapun, vampire ini tidak mungkin tidak ingin melenyapkan kami. Dan aku masuk dalam hitungan itu.

Cukup. ucapku memotong.

Apa? Kau kalah dalam perdebatan ini, Sarang.

Kau berani berkata begitu hanya karena kau disini di lindungi oleh pipa-pipa ini. Jika kau jadi aku. Beranikah kau menyentuh mereka walaupun seujung jari seperti yang kulakukan? ucapku sambil menunjuk tanganku yang menggenggam lengan Jin.

Aku tidak suka menyentuh makhluk-makhluk itu. kata dokter Soojung kasar.

Kau bukan nya tidak suka. Kau takut dok. Walaupun kau dokter disini, tapi aku yang paling tahu tentang mereka. Jika kau mengatakan bahwa suatu hari aku bisa terbunuh oleh mereka, kau salah.”

Kesempatan membunuh sudah ada di depan mata mereka setiap hari saat aku bersama mereka, tapi mereka tidak melakukannya. Aku percaya mereka tidak akan menyakitiku, karena aku juga tidak ingin menyakiti mereka seperti yang kau lakukan dengan jarum-jarum dan kertas penelitianmu.”

Satu hal lagi dok, jangan menyebut mereka dengan kata makhluk itu seolah mereka bukan bagian dari bumi. Mereka punya nama, dan mereka bagian dari bumi, mereka vampire, tandasku sambil membawa Jin pergi.

Ikut aku, aku membawa vampire yang tadi kutolong.

Aku benci mereka. Aku benci saat mereka dengan semena-mena berusaha memusnahkan vampire-vampire ini.

Ini kamarku, masuklah, biar kuobati luka kalian di dalam, kataku sambil membuka pintu kamarku.

Dua vampire itu masuk. Aku menutup pintu kamarku, ingin membuktikan ucapanku. Akankah mereka membunuhku saat sekarang aku sendirian sementara mereka berdua?

Kau hampir terbunuh tadi, kata Jin pelan.

Kau juga bisa terbunuh tadi, kataku.

Mengapa kau menyelamatkanku? tanyanya.

Aku diam. Kenapa?

Karena, aku yakin kau masih punya keluarga, dan mereka menginginkanmu untuk bebas, itu alasanku.

Dan kau?

Aku tinggal disini sejak kecil, dan aku tidak pernah benar-benar menganggap mereka keluargaku, mereka umm, kejam, kataku sambil mengobati lukanya.

Siapa namamu? tanyaku pada vampire lain yang kutolong tadi.

Seo Jisoo,

Kurasa setelah ini mereka akan membatasi wilayah kerjaku, kalian harus jaga diri baik-baik, arraseo?

“Gomawo Sarang-ah kata Jin.

Aku tersenyum. Vampire ini bahkan lebih berperasaan di bandingkan kami yang manusia. Itulah mengapa kurasa jika terjadi peperangan nantinya, aku akan lebih memihak vampire ini, walaupun mungkin … mereka tidak akan menginginkan dukunganku.

Aku tersadar. Ingatan itu begitu kuat. Seperti nyata.

“Aku mengenang kejadian itu setiap malam,” kata Jin.

“Benarkah?” aku memandangnya.

“Bagaimana mungkin aku bisa lupa?” ia tersenyum.

“Sejak itu mereka benar-benar membatasiku,” aku tertawa pelan.

“Dan kau setiap harinya memberontak dan menyelinap untuk mengecek keadaan kami,” Jin ikut tertawa bersamaku.

“Rasanya aneh,” kataku pelan.

“Mengapa?”

“Kita … jelas berbeda kan? Dan kurasa, banyak bangsamu yang ingin membunuh manusia, begitu juga sebaliknya, tapi aku, yang kulakukan selama ini adalah melindungi kalian,” kataku.

Jin tersenyum.

“Itulah kelebihanmu dari yang lainnya Sarang. Kau menghargai perbedaan, kau menghargai peperangan bangsa ini, itulah mengapa kau bisa membedakan, mana di antara kami yang pantas kau lindungi, dan mana yang tidak,” kata Jin.

“Tidak juga, aku … dulu aku selalu takut pada kalian,” kataku pelan.

“Tapi kau tidak pernah mengenakan gelangmu saat bersama kami,” kata Jin.

“Aku memakainya,” ucapku sambil menunjukkan gelangku.

“Jangan membodohi kami Sarang, kami semua tahu gelang itu tidak berfungsi,” kata Jin membuatku teringat bahwa aku memang tidak pernah mengisi baterai gelangku.

“Jin, tadi Jisoo bilang saat aku menolongmu, kau membaca semua pikiranku tentang kalian, dan sebenarnya, kalian sudah tahu jalur keluar dari tempat ini dari pikiranku, kenapa kalian tidak kabur?” tanyaku.

Jin tertawa pelan.

“Karena kami ingin membawamu bersama kami Sarang, kau tidak pantas untuk berada disini bersama mereka, bangsa kami bisa menjagamu,”

“Tapi aku seorang man—”

“Kau memang manusia, tapi kau sudah di tandai oleh vampire, kau akan bisa hidup bersama kami, akankah kau ikut dengan kami?” tanya Jin sambil menyentuh tanganku.

Pertanyaan yang pernah di ungkapkan Chanyeol.

“Ah, tenang saja, kau akan bertemu dengannya juga,” Jin tersenyum.

“Dengan Chanyeol?”

“Ya, dia satu pemimpin kami disini,” kata Jin.

“Tapi ia sudah—”

Vampire hidup abadi, saat kami di bakar, saat itulah kami bebas, karena jiwa dan abu tubuh kami akan terbang kembali ke keluarga kami, dan kami bisa hidup kembali,” kata Jin membuatku tercengang.

“Jadi … Chanyeol masih hidup?” kataku tak percaya. Ia mengangguk dan tersenyum.

TOK. TOK.

“Mereka pasti tahu aku terlalu lama disini,” kataku sambil berdiri.

“Sampai bertemu nanti malam …”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

EH AKU GALAAAAUUU. MAS PECEYEH ENGGAK MUNCUL SAMA SEKALI DAN AKU JADI BENERAN GALAU. SERIUS. WKWKWK. HARUS GIMANA INI DIRIKU? MAUNYA AKU JADIIN INI CHAPTER TERAKHIR …

Tapi enggak bisa. Nanti rabu depan enggak ada fanfiksi hadiah lagi … Maaf ya ~ Chanyeol aku simpen di sini ~ ;3; jangan hujat aku, hujat Sarang yang terlalu banyak mendominasi cerita.

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

212 tanggapan untuk “EVENING SKY – Slice #5 — IRISH’s Story”

  1. KAK IRISHHHHHH…. CEYE KU MANAAAAAA
    Si Ceye jangan di simpen dong kakkkk….. Bebaskan ceye kakkkk…. Huhu….

    Aku bingung mau ngomong apa lagi. Ternyata Sarang baik banget. Adakah manusia yg berfikir seperti di?? Aku pengen jadi sahabat nya Sarang. Tapi itu hanya khayalan belaka. Kapan si ceye muncul? Di chapter selanjutnya kah? Selanjutnya lagi kah?

    Pasti ceye muncul di chapter depan karena chapter 6 udh final T-T
    Kak irish bikin lagi dong fanfic yg main cast nya Chanyeol. Chapter nya yg panjang…. Kaya KAJIMA gitu… Ampe 18 chapter. Bahkan ada season II nya.
    Btw, Gidaryeo kapan di publish kak? Ini udh bulan Agustus kak…. Kapan kak? Kapan? Kapan? Kapan?

    Aku mau lanjut baca chapyer selanjut nya. Penasaran. See yaaa kak

  2. Aku ngocehnya di chapter akhir aja ya kak 😁😁
    Abisnya aku udah baca sampe ending bingung mau komen apa di sini 😂😂
    Yang penting aku jadi reader baik yang meninggalkan jejak wkwk

    *ngilanglagi

  3. tak pikir Jin itu cowok, ehh ternyata cewek ya..
    cieee yang bentar lagi ketemu sama kekasih tercintahhh.. /pakek hhh biar greget/
    kok cepet amat TBC-nya sih kak, kakak bikin greget dehh.. /kok aku jadi alay gini?/
    lohh, dimana mas Ceye? kok gak ada? wihh diambil semua bagiannya sama Sarang..
    .
    maaf kak baru bisa baca.. huhuhu, lagi sibuk kenalan sama cowok sekelas.. /eyakk/ lagi adaptasi kak sama kelas baru heheh..
    .
    keep writing ya kak!!!!

  4. eaak eaak, chan pemimpin vampire. pulang perang bawa istri ya chan, wkwkwkwkk. sempet ngira si jin laki, trnyta eh trnyataa prempuan tho. okeeh, w mau lanjut.

  5. Aq jd ikut galau nulis komennya.. Gimana ini….??? Knp justru vampire yg lebih manusiawi daripada manusianya? Kaepsoong….

    Kyanya chanyeol lg terjebak macet berkilo2 meter makanya dy blm nongol sampai skr. hahaha… #candaLohh… #efekMudik 😀

  6. Haduh haduh.. Sarang nya memihak vampire.. tapi itu lebih baik daripada sarang memihak Dr. Soojung dkk.. mereka ternyata jahat banget ya sama vampire.. wah.. harus dimusnahkan tuh manusia.. *tapi aku juga manusia lo..
    Nah loh…

  7. Huwaaaa aku curi” waktu buat baca ff kakak… ahhh aku suka baca ini kekeke~~ sarang kamu terlalu baik cocok banget sama yeollie wkwk jadi begitu ceritanya sarang hmm hmm… aku kiran jin BTS, pas baca perempuan itu baru ngeh wkwk… ditunggu moment chansa nya kak keep writing and fighting!!!

  8. Meskipun disini cuma ada wanita wanita cantik aku masih baik baik saja kookk. Tanpa mas cahyo aku baik baik saja kok rish hahah.
    Ditunggu kelanjutannyaahhhh. Syemangaattt!!
    -XOXO-

  9. Sebenernya aku gk terlalu memperhatikan ff yg kak irish bikin tapi karena teman2 maksa aku ngebacq ff dari kak irish akhirnya aku coba baca ff ini ehh malah aku kepincut (?) Baca nih ff :v maaf kan aku yg baru baca sekarang wkwk

    Di tunggu kelanjutan ff ini dan karya2 terbaru dari kakak

    FIGHTING !!!

  10. ini beneran dari slice4 aku tuh udah ngiranya jin disini itu jin bts, aku rada seneng gitu karna bias di bts disini muncul eh gatau nya… haha..
    oke gpp lah walau ceye juga disini kaga muncul aku jdi tambah gak sabar sama kelanjutannya, plis lah kak rish ini masih lama end nya kan? yeekan?

  11. Ahhhhhhhh sedih deh ff ini mau end,, padahal aq suka banget sama ff ini karna chanyeol jadi main cast disini,, irish buat ff lagi dong yang main castnya chanyeol oke

  12. Daebakkk…. Ini ff yg paling suka..entah kenapa setiap tokoh punya peranan yg saling menguatkan satu sama lain sehingga cerita ini jadi the best.. Kangen kisah romantis nih… Selamat thooor!!💪💪💪💕💕😀😀😀

  13. LOH.. MAS PECEYE MANA? mana dimana mas pcy dimana? mesti di kantongin mba irish nih, kantong ala doraemon gitu. ya pan? hayo ngaku.
    Minggu depan ditunggu… wush.. /terbang/

  14. TBCmu itu bener bener jahat hikksszz, mana pcy belom muncul hikkzz.
    Sarang baik banget sama vampire² itu, ayoo sarang kamu ikut jin dkk kabur aja biar ketemu sama ceye. Fighting kak!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s