Rooftop Romance (Chapter 09) – Shaekiran

rooftop-romance-1-jpg.jpeg

Rooftop Romance

By: Shaekiran

 

 Main Cast

Wendy (RV), Chanyeol, Sehun (EXO)

Other Cast

Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene (RV), Taeil (NCT), Jinwoo (WINNER), and others.

Genres

Romance? Family? Frienship? AU?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea. Happy reading!

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | [NOW] Chapter 9 |

“Bisa kau saja yang jadi ‘orang itu’?”

 

 

-Chapter 09-

 

 

“Jomblo? Lalu bagaimana dengan Solar eonnie?”

“Kau masih lama? Cepat buat alasan dan bawa aku kabur dari oppa-ku ini.”

 

Author POV

Jinwoo mengaduk-aduk coffe di depannya sambil sesekali melirik ke luar café. Meja sudut yang tadinya berisi 3 manusia itu kini tinggal dirinya sendiri. Namja itu sedikit tertawa mengingat alasan Chanyeol yang notabene pacar adiknya itu membawa kabur Wendy, “Ada janji kencan hyung.” Kencan? Tak adakah alasan yang lebih logis lagi? Mungkin itu yang sedang dipikirkan oleh kakak tiri Wendy itu.

“Ah, kau sudah datang? Mau pesan apa?”, kata Jinwoo kemudian menyudahi tawa kecilnya saat Taeil, bodyguard adiknya sudah duduk tepat di depan lelaki itu.

“Terserah hyung saja.” Jawab Taeil pasrah. Tak lama kemudian Jinwoo menyebutkan pesanan yang sama dengan  pesanannya saat seorang pelayang wanita menghampiri mereka berdua, lalu namja Kim itu kembali beralih pada Taeil.

“Ngomong-ngomong  hyung, kenapa kau memanggilku ke sini? Bukankha kau tau kalau aku harus mengawasi nona Wendy 24 jam sehari?”, tanya Taeil dengan senyum menyelidik. Mendengarnya Jinwoo hanya tertawa kecil, kemudian menatap Taeil serius.

“Kau tidak boleh mengganggu kencan mereka, lagipula aku rasa sebentar lagi Wendy akan mengatakan sesuatu yang tiak boleh kau dengar.”, jawab Jinwoo misterius, membuat Taeil yang notabene tidak tahu apa-apa itu menyerngitkan dahinya seakan berkata, “Terserah hyung saja, yang penting aku tidak dipecat.”

“Oh, satu lagi. Kau tidak bilang kalau kemarin kau menemuiku kan?”, lanjut Jinwoo sambil mengaduk coffe-nya. Taeil hanya menggelengkan kepalanya, kemudian beralih mengaduk coffe-nya sendiri yang baru saja tiba di meja sudut itu.

“Baguslah.”, batin Jinwoo dengan senyum yang sangat sulit diartikan oleh Taeil sekalipun.

“Sekarang jawab. Kenapa kau menyuruhku membawamu kabur, hmm?”, desak Chanyeol saat dia dan ‘pacarnya’ sudah duduk di pinggir sungai Han. Ah, sepertinya lelaki tinggi itu sangat menyukai sungai Han, atau jangan-jangan Chanyeol ingin menyeburkan Wendy ke sungai itu seperti isi batinnya selama ini?

Ya! Diamlah. Kau membuatku mood-ku semakin memburuk sunbae.”, bentak Wendy yang kini menendang bebatuan ke arah sungai. Kesal. Lelaki tinggi itu kemudian menarik Wendy duduk paksa di sebelahnya.

“Jangan melempar batu, ini tempat umum. Bagaimana kalau nanti ada orang yang lewat dank au membuatnya masuk IGD? Sebenarnya kau meletakkan otakmu dimana sih?”, ejek Chanyeol tak mau kalah. Wendy hanya mengurucutkan bibirnya kesal, kemudian duduk sambil memeluk kakinya sendiri.

Ya! Kau masih pakai seragam bodoh.”, lanjut Chanyeol marah-marah sambil membuka jaket hitamnya lalu menyampirkan benda yang tadinya dia pakai itu menutupi kaki Wendy. Melihat itu Wendy malu sendiri, dia benar-benar lupa kalau dia masih menggunakan rok seragamnya.

Hening. Chanyeol kemudian menatap gadis yang kini melamun itu dalam diam. Angin sepoi-sepoi berhembus perlahan ke arah kedua manusia itu, membuat anak rambut mereka kini beterbangan nakal tak jelas. Wendy merapikan rambutnya, menarik helaian surai kecoklatan itu ke belakang telinganya sementara Chanyeol kini asyik menengadah ke langit sore.

“Aku menyukainya.”, ucap Wendy lirih tapi masih terdengar oleh Chanyeol. Namja itu reflek menatap Wendy sambil memegangi kedua bahu gadis itu, meminta penjelasan.

“Jinwoo oppa, aku menyukainya. Dia adalah alasan kenapa aku bisa kabur ke Korea.”, lajut gadis itu sambil menatap Chanyeol intens.

“Jadi karena itu kau menyuruhku membawamu pergi?”, Tanya Chanyeol seperti orang bodoh. Ya, bodoh. Dia masih menanyakan pertanyaan yang sudah dia ketahui jawabannya, bukankah itu bodoh? Dan lagi dia tidak bisa mempercayai telinganya sendiri. Son Wendy menyukai kakaknya? Yang benar saja.

Mmm..”, guman Wendy yang kini semakin memeluk lututnya sendiri. Chanyeol diam, semua teka-teki kenapa gadis itu risih berdua saja dengan kakak tirinya kini terungkap. Itu menyedihkan, dan tentunya Chanyeol sangat hafal bagaimana perasaan gadis itu sekarang.

“Pasti menyakitkan.”, lanjut Chanyeol sambil menepuk-nepuk Wendy pelan. Yeoja itu hanya mengangguk pelan, menerawang ke masa lalunya. Ntah dorongan darimana, kini Wendy mulai menceritakan masa lalunya pada Chanyeol. Bermula dari eomma kandungnya yang meninggal, kemudian berlanjut ke appa Wendy yang memilih menikah lagi dengan rekan bisnisnya yang adalah eomma Jinwoo.

Wendy menghela nafasnya sebentar, kemudian melanjutkan ceritanya.

Appa dan eomma tidak pernah di rumah. Mereka terlalu sibuk dengan dunia mereka sendiri. Yah, mereka berdua memang cocok, gila kerja dan lebih menyukai bisnis ketimbang melihat anaknya di rumah, benar kan? Dan itulah sumber masalahku sekarang.”, lanjut Wendy sambil menggigit bibir bawahnya sendiri. Kesal.

“Jinwoo hyung?”, Tanya Chanyeol penasaran. Wendy mengangguk.

Oppa selalu di rumah. Aku heran, padahal waktu itu oppa sudah tahun ketiga di SMA dan tentunya pergaulan anak seumurnya sangat berbeda dengan pergaulan anak seumurku, apalagi aku adalah anak rumahan. Heol. Tapi dia berbeda. Dia bilang dia lebih suka dirumah ketimbang bermain dengan teman-temannya yang lain. Oppa bilang dia lebih suka menghabiskan waktu denganku. Dia sering memainkan piano di ruang tamu dan bernyanyi layaknya seorang penyanyi terkenal. Suaranya lumayan bagus dan permainan pianonya tidak buruk. Meski begitu aku suka menghinanya setiap kali dia mulai duduk di kursi depan piano. Dia hanya akan tersenyum, lalu balas memberikan ejekan balik padaku. Semuanya normal, aku dan dia kakak adik yang akur sampai..”, Wendy menggantung kalimatnya, menunggu respon Chanyeol. Lelaki disebelahnya menghela nafasnya sebentar sebelum memberi pendapatnya sendiri.

“Kau sadar kau menyukai oppa-mu?”, terka Chanyeol kemudian. Lagi-lagi Wendy mengangguk.

“Beberapa bulan yang lalu, appa membuat sebuah keputusan yang sangat membuatku kesal. Dia menjodohkan Jinwoo oppa dengan Solar eonnie, anak rekan kerjanya yang kebetulan satu kampus dengan oppa. Aku kesal. Aku meminta kepada appa untuk membatalkan pertunangan itu dengan dalih aku tidak menyukai calon iparku. Kau tau apa jawaban appa-ku?

“Berhenti melihatnya. Dia itu kakakmu.”

“Tapi appa, aku..”

“Lupakan dia. Lebih baik persiapkan semua keperluanmu. Kau tidak akan SMA di Kanada, kau akan kembali ke Korea bulan depan dan melanjutkan studi-mu disana.”

Dan saat itulah aku sadar, appa menjodohkan oppa karena dia tau kalau aku menyukai kakak tiriku dan berusaha menjauhkan aku dari oppa. Tragis bukan? Dia pikir selamanya aku akan menjadi penurut, selamanya menjadi boneka appa. Karena itulah aku memutuskan kabur dari bandara Incheon saat tiba di Korea dan..”

“Tinggal di rumah atap?”, potong Chanyeol cepat dan Wendy hanya bisa mengangguk sambil tersenyum kecil.

“Setelah itu appa-mu menyuruh seorang bodyguard mencarimu dan mengikutimu kemana-mana. Karena tak suka diawasi terus-menerus , akhirnya kau membuat kesepakatan dengan appa mu dan lahirlah peranku sekarang. Benar?”, selidik Chanyeol yang lagi-lagi mendapat anggukan dari Wendy. “Lagi-lagi tepat sasaran, dasar.”, batin gadis itu kemudian.

Hening. Lagi-lagi tidak ada yang bersuara diantara Chanyeol dan Wendy. Mereka berdua seakan sibuk dengan urusannya masing-masing, padahal sebenarnya mereka bingung mencari topik pembicaraan.  Bosan, Chanyeol lalu memandang siluet samping Wendy, sempurna. Gadis itu cantik meski sikapnya bisa dibilang diluar kata waras, tipe manusia yang tak pernah namja itu pikir memiliki masa berliku-liku.

“Lalu Jinwoo oppa datang, menemuiku dengan senyumannya seperti biasa. Seakan tak ada yang salah kalau kami berdua bertemu dan mengobrol seperti dulu. Aku berusaha bersikap normal. Bagaimana pun juga dia adalah kakakku. Cukup normal sampai dia bilang kalau pertunangannya putus dan…”, Wendy terisak, tanpa sadar sebuah aliran bening tercipta karena air mata gadis itu yang mulai berjatuhan. Dia menangis. Gadis itu kemudian langsung menyeka air matanya yang tiba-tiba turun tanpa komando itu, malu.

“Menangislah. Tidak ada orang yang melihat.” kata Chanyeol cepat sambil menarik kepala Wendy ke dadanya, menutupi wajah gadis itu dari keramaian. Dia mengelus rambut belakang Wendy dengan sebelah tangannya. Mendapat perlakuan seperti itu, Wendy semakin memperkuat tangisnya, membiarkan cairan bening yang sedari dulu dia tahan itu turun membasahi wajahnya.

“Dia masih menyukainya.”

Irene melangkahkan kakinya memasuki arena taman yang Sehun maksud. Kakinya yang berbalut sneakers pink itu kini mengetuk-ngetuk tanah pelan saat Irene menghubungi Sehun karena tak bisa menemukan batang hidung hoobae-nya itu.

“Aku tepat di pinggir sungai. Di sebuah bangku taman. Perlu aku yang menemui noona?”, tawar Sehun kemudian. Irene cepat-cepat menggeleng meski seribu kalipun gadis itu melakukannya Sehun tidak akan pernah melihat gelengan kepala Wendy. Tentu saja, mereka hanya bicara di telfon, itupun bukan video call. Poor Irene.

“Tidak. Aku yang akan datang kesana.” Putus Irene sebelum akhirnya mematikan panggilan telfon itu dan mengembalikan handphone-nya ke dalam tas kecil yang tersampir di bahu gadis itu.

Irene kemudian berjalan ke tempat yang Sehun maksud. Setaunya taman di pinggir sungai Han hanya punya 2 bangku taman yang langsung menghadap ke sungai sehingga tidak sulit tentunya bagi Irene mencari Sehun diantara 2 bangku taman itu. Akhirnya setelah 5 menit berjalan Irene bisa melihat batang hidung Sehun yang duduk di sebuah bangku panjang. Gadis itu mempercepat langkahnya, ingin segera menyelesaikan urusannya dengan Sehun.

“Kau datang? Padahal aku pikir noona tidak akan datang dan membiarkanku menunggu tanpa kepastian disini.”, celoteh Sehun saat Irene mendudukkan tubuhnya di bangku sebelah Sehun.

“Aku hanya tidak mau kau menjadi orang bodoh disini. Sekarang, kenapa kau memintaku kemari Oh Sehun?”, lanjut Irene kemudian tanpa berbasa-basi. Sehun mengembangkan senyumnya, menatap jauh ke arah sungai Han yang beberapa meter di depan mereka.

“Aku hanya ingin menawarkan kerja sama. Simple dan saling menguntungkan.”, balas Sehun dengan mata yang tidak bergeming sedikitpun dari sungai Han. Irene menghembuskan nafasnya kasar. Kerja sama katanya?

“Jangan bermain-main denganku Oh Sehun. Kerja sama apa yang sekarang sedang kau bicarakan?”, lanjut Irene dengan nada tak suka. Sehun kemudian menghela nafasnya sebentar, lalu mengalihkan matanya dari sungai Han ke mata gadis yang lebih tua 2 tahun darinya itu.

Noona, aku tau kau menyukai Chanyeol dan aku…..aku menyukai Wendy.” Aku Sehun kemudian. Irene memutar matanya malas, lalu beranjak berdiri dan hendak meninggalkan Sehun. Tapi naas, Sehun lebih dulu menahan pergelangan tangan Irene dan memaksanya duduk kembali.

“Jangan naïf. Kau menyukai Chanyeol, lebih dari yang kau pikirkan. Kau tau, kadang..”

“Tapi cinta tak harus memiliki Hun. Aku merelakan Chanyeol, dia sudah bahagia dengan pacarnya sekarang. Lalu apa? Kau menawarkan kerja sama merusak hubungan mereka berdua karena kau menyukai pacar Chanyeol? Yang benar saja! Tidak, aku tidak mau.”, bantah Irene sambil menatap kedua manik Sehun tajam. Sehun diam, lebih memilih menatap wajah Irene yang terbilang sempurna. Jengah, Irene kemudian berdiri, ingin pergi secepat mungkin dari pertemuan konyol dengan Oh Sehun.

Noona tau, kadang manusia menjadi serakah.”, ucap Sehun penuh arti pada Irene yang sekarang terpaku di tempat setelah berjalan selangkah meninggalkan bangku taman itu. Irene berbalik, kemudian menatap Sehun serius.

“Kau sengaja?”, Tanya Irene marah dengan nada berusaha terlihat tenang. Sehun yang tengah duduk hanya tersenyum simpul, lalu memalingkan wajahnya ke kanan.

“Tidak, ini kebetulan. Aku tidak tau kalau mereka juga kencan disini.”, lanjut Sehun sambil memandangi 2 manusia yang berdiri sambil tertawa riang memainkan sebuah layangan di tempat yang tak begitu jauh namun juga tak begitu dekat dari bangku taman yang Sehun duduki, setidaknya mereka berdua bisa mengenali kedua orang itu dengan baik.

“Apa ini?”, Tanya Wendy polos saat Chanyeol menyodorkan sebuah benda berwarna warni dengan benang. Lelaki itu memutar matanya tak percaya.

“Kau tidak kenal layang-layang?”, Tanya Chanyeol setengah percaya, dan Wendy dengan polosnya menggeleng. Demi Tuhan, sebenarnya dimana gadis itu tinggal hingga dia tidak mengenal ‘layang-layang’?

Wendy menatap Chanyeol dengan pandangan curiga. Tiba-tiba saja Chanyeol datang dengan 2 buah benda berwarna menyolok dan memiliki benang setelah pamit pergi ke kamar mandi tepat sedetik setelah Wendy melepaskan pelukan Chanyeol karena sudah puas menangis. Apanya yang kamar mandi kalau nyatanya kini Chanyeol membawa benda yang katanya bernama ‘layang-layang’ itu. Lama-lama Wendy berpikir, “Apa toilet umum di Korea kini memberikan layang-layang sebagai souvenir?”

“Tadi aku membelinya setelah dari toilet. Jangan bilang kau sedang berpikir kalau layang-layang adalah souvenir toilet umum di Korea.”, lanjut Chanyeol yang kini menggulung-gulung benang di sebuah kayu kecil berdiameter kira-kira 3 cm. Wendy cepat-cepat menggeleng. “Bagaimana bisa dia menebak pikiranku?”, batin Wendy kemudian.

Kajja. Sudah selesai. Sekarang kau pegang layangannya.”, perintah Chanyeol kemudian yang membuat Wendy bingung bagaimana cara memegang layangan itu. Alhasil, Wendy memegang layangan berwarna merah bercorak orange hitam itu dengan posisi bagian ekor di atas.

“Sudah?”, kata Wendy yang lebih mirip pertanyaan. Chanyeol menepuk kepalanya pelan. “Gadis ini benar-benar.”, batin Chanyeol yang kini menghampiri Wendy.

 

Chanyeol POV

“Sudah?”, aku menatap Wendy saat gadis itu mengatakan ‘sudah’ memegang layangan dan ntah kenapa aku merasa itu lebih mirip pertanyaan, kata-kata Wendy ragu, tidak seperti biasanya.

Well…Kau seharusya memegangnya seperti ini.”, kataku sambil membalik posisi layangan di tangan Wendy. Ternyata gadis itu benar-benar tidak tau tentang layang-layang.  Liat saja, kalau aku tidak membalikknya tadi, ditunggu 100 tahun pun layangan ini tidak akan terbang-terbang.

“Sekarang, lepas layangannya dalam hitungan 3, arra?”, perintahku lagi dan bisa kulihat Wendy dengan kikuk mengangguk.

Hana…..dul…..set…lepas!”, perintahku sambil berlari kecil. Kini layangan itu sudah naik sampai ke atas. Aku tertawa  kemudian aku mendekati Wendy, tentunya masih dengan layanganku.

“Nah, sekarang pegang sambil tarik benangnya seperti ini.”,kataku pada Wendy sambil memeragakan menarik benang sedikit demi sedikit. Gadis itu kemudian mengangguk paham. Aku menyerahkan tongkat kayu berisi benang layangan itu pada Wendy. Dia Nampak bersemangat sampai 2 detik kemudian layangannya jatuh ke bawah.

“Chanyeol sunbae, bagaimana ini?”, tanyanya bingung sambil memandangi layang-layang yang jatuh. Aku mendengus. Sepertinya aku rugi membeli 2 layangan karena Wendy tidak tau cara…ah..bahkan dia tidak mengenal layang-layang itu apa.

Gwenchana.”, jawabku pasrah lalu mengulang langkah demi lagkah menerbangkan layangan dari awal. Wendy benar-benar tidak bisa diandalkan.

“Kau akan memberikannya lagi padaku? Bagaimana kalau..”

“Aku akan mengajarimu. Tenang saja.”, potongku saat Wendy dengan tidak yakin menarik tongkat kayu lagi dariku. Dia meneguk salivanya kasar, lalu menerima tongkat itu dengan tidak yakin. Wendy mempraktekkan yang kuajarkan, sampai 2 detik layangan itu masih utuh terbang di langit, namun pada detik ketiga..

“Bagaimana ini sunbae?”, setidaknya ada peningkatan 1 detik. Dengan sigap aku kemudian berdiri di belakang Wendy, menggerak-gerakkan benang layangan yang sedang ‘oyong’ di langit itu sementara Wendy tetap memegangi tongkatnya.

“Kau harus melakukannya seperti ini.”, nasihatku sambil memainkan benang layangan dan 5 detik kemudian layang-layang itu kembali terbang dengan baik di langit. Wendy mengangguk-angguk mengerti sementara aku terus memainkan layangan itu dari belakang Wendy.

2 menit berlalu dengan posisi yang sama. Wendy mulai mahir, setidaknya layang-layang itu tetap terbang di langit. Mungkin hanya perasaanku saja atau..banyak orang yang memperhatikan kami berdua?

Ekhmm…Son Wendy, bukankah sekarang kita terlihat seperti sedang kencan?”,Wendy memutar kepalanya agak ke belakang, bertatap muka denganku.

“Eh?”, lirihnya polos saat sadar kalau ternyata kami sedang terlihat bermain layang-layang dengan romantis dan aku yang seperti memeluk Wendy dari belakang.

“Ah….oppa dan eonnie itu cocok sekali. Romantis.”

“Iya, ah…romantis sekali. Aku jadi ingin cepat-cepat SMA dan mencari pacar seperti oppa itu.”

Aku dan Wendy seketika menatap sumber suara  yang sedang membicarakan kami itu. Nampak disana 2 orang siswi SMP yang sedang menyatukan 2 pasang tangan mereka dan melompat-lompat histeris melihat kami, persis seperti tingkah kartun anime jepang yang sering muncul di TV.

Sedetik kemudian aku dan Wendy saling berpandangan, dan ntah kenapa kini kami berdua tertawa lepas. Mungkin lucu melihat tingkah anak SMP itu atau malah karena malu sudah jadi bahan tontonan.

 

***

 

Author POV

Langit yang tadinya berwarna cerah kebiruan kini berganti menjadi jingga kemerahan. Tak lama kemudian nampak sang raja siang yang sepertinya kelelahan dan ingin pensiun sejenak dari tugasnya menyinari dunia. Matahari kemudian turun ke peraduannya, tergantikan oleh si cantik rembulan yang kini menghiasi malam hitam nan gelap. Tapi tenang saja, bulan tak akan berjaga sepanjang malam sendirian, dia masih punya milyaran kerlip bintang yang setia menemaninya mewarnai malam itu.

“Baekhyun-ah…”, Baekhyun mengangkat kepalanya dari keasyikan membaca buku lalu langsung menatap eomma yang baru saja memanggilnya.

Wae eomma?”, Tanya Baekhyun yang duduk di meja makan sambil membaca buku.

“Itu.. Adikmu si Chanyeol menghilang lagi? Sebentar lagi waktunya makan malam.”, Baek yang  mengerti arah pembicaraan eomma-nya itu hanya memutar mata malas. Dia sangat yakin nantinya dia akan berakhir mencari Chanyeol ke seluruh komplek seperti kemarin malam.

“Jadi eomma menyuruhku mencarinya?”, Tanya Baekhyun to the point. Yang ditanya langsung tersenyum, seakan mengagumi betapa cepatnya Baekhyun tanggap situasi.

“Lupakan. Aku sedang sibuk dan kupastikan si giant itu sedang di rumah atap sekarang.”, lanjut Baekhyun tanpa menunggu jawaban eomma-nya sendiri. Sedetik kemudian namja Byun itu merogoh saku celananya, kemudian menekan beberapa tombol sebelum mengangkat benda persegi panjang itu mendekati telinganya.

“Yeoboseyo, Chanyeol-ah. Dimana kau? Eomma mencarimu.”, kata Baekhyun yang kemudian meletakkan handphone di meja lalu menekan tombol speaker di handphonenya.

“Aku di rumah atap hyung, katakan pada eomma aku akan pulang sebentar lagi.” Puas, Baekhyun langsung mematikan panggilan telfon itu tanpa perlu repot-repot lagi untuk sekedar mengatakan ‘iya’ pada adiknya. Baekhyun kemudian menatap eomma-nya seakan berkata, “Benar kan kataku? Dia pasti di rumah atap.”

“Kenapa kau mematikannya? Setidaknya tanya adikmu sedang apa di rumah atap itu.”, celoteh eomma-nya kemudian yang kini asyik menumis sayur. Baekhyun langsung memutar matanya malas untuk kesekian kalinya.

“Untuk apa? Toh aku sudah tau kalau si bandel itu sedang pacaran dengan Wendy di atap.”, lanjut Baekhyun dengan  nada datar yang mengakibatkan Nyonya Park menjatuhkan kecap yang sedang dia pegang yang untungnya dalam keadaan tertutup. Wanita berumur 40 tahunan itu kemudian buru-buru memungut botol kecapnya.

“Bagaimana bisa? Bukannya jam kencan Chanyeol paling lama sampai jam 6 sore? Sekarang hampir setengah delapan Baek..”, bantah eomma tak percaya. Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

Eomma, reaksiku juga sepertimu tadi, tapi Seunghwan itu bukan sekedar teman kencan Chanyeol, dia itu pacar sah Chanyeol. Arra? Chanyeol sudah tobat.”, kata Baekhyun kemudian.

“Apa?”, kini bukan hanya suara eomma dan botol kecap yang jatuh untuk ke dua kalinya ke bumi, tapi juga diikuti suara bass berat khas lelaki.

Appa, kau sudah pulang?”, sapa Baekhyun saat menyadari appa-nya yang masih menggunakan pakaian kerjanya itu kini duduk manis di depan Baekhyun.

“Serius Chanyeol punya pacar?”, Tanya appa-nya pensaran. Baekhyun mendecakkan lidahnya, kenpa orang tuanya tidak percaya kalau adik playboynya itu sudah bertobat?

Ne. Bahkan Chanyeol mengumumkannya di sekolah lalu menutup lowongan menjadi teman kencan 2 jamnya. Eomma dan apppa seharusnya lihat bagaimana wajah nelangsa siswi di sekolahku saat Chanyeol mengumumkan itu.”, terang Baekhyun panjang lebar.

“Siapa nama pacar Chanyeol tadi kau bilang?”, Tanya appa penasaran.

“Son Seunghwan, penyewa rumah atap kita. Bukankah dulu dia pernah makan malam disini?”

Chanyeol merebahkan badannya di sebuah meja kayu pendek berukuran cukup besar di depan rumah  atap Wendy yang biasanya dipakai sebagai tempat duduk. Namja itu mendongakkan kepalanya ke atas langit, sama seperti gadis yang tidur di sebelahnya. Mereka berdua hanya diam, tanpa sepatah katapun yang terucap. Sepertinya terlalu larut memandangi langit malam penuh bintang di atas sana.

Drttttt…..drtttt…..

Namja Park kemudian merogoh saku celananya, kemudian menggeser tombol hijau yang muncul di layar handphone-nya.

“Aku di rumah atap hyung, katakan pada eomma kalau aku akan pulang sebentar lagi.”, jawab Chanyeol kemudian menutup panggilan telfon itu, lalu meletakkan handphone-nya sembarang di atas meja kayu pendek tempatnya dan Wendy berbaring sekarang.

“Pulanglah.”, kata Wendy kemudian. Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Sebentar lagi.”, jawab Chanyeol sambil terus asyik menatap langit yang terbentang jauh di atasnya.

 

Wendy POV

“Pulanglah.”, kataku kemudian pada Chanyeol setelah dia memutus panggilan telfon itu. Ku tebak , itu pasti dari Baekhyun sunbae.

“Sebentar lagi.”, jawabnya yang masih tetap asyik memandangi langit nan jauh di  atas sana. Sepertinya dia benar-benar terlena dengan langit malam ini.

“Wendy-ah..” aku menatap Chanyeol yang barusan memanggilku.

Wae?”, tanyaku yang kini merubah posisi tidurku menghadap Chanyeol sementara dia tetap asyik menatap langit.

“Kalau kau bisa memilih, mana yang kau pilih antara bulan dan bintang?”, tanyanya yang membuatku bingung. Apa maksud pertanyaannya barusan?

“Dalam hal apa?”, tanyaku balik. Bagiku pertanyaannya barusan sangat ambigu.

“Dalam segala hal.”, lanjutnya. Aku semakin bingung dengan arah pembicaraan kami sebenarnya.

Hmmmm.. kalau sunbae bilang begitu..mungkin aku memilih bulan.”, jawabku asal. Dia kemudian merubah posisi tidurnya menghadapku, sehingga sekarang mata kami saling beradu. Mata coklatnya benar-benar indah untuk ukuran namja, besar dan jernih.

“Wae?”, tanyanya meminta penjelasan. Aku menghembuskan nafasku perlahan. Ntah kenapa ditatap dalam posisi seperti ini membuatku sedikit gugup. Kenapa bulan? Aku juga tidak tau karena sebenarnya aku hanya asal menjawab.

“Orang bilang bulan itu membuat orang bersatu. Maksudnya, saat 2 atau lebih orang saling merindukan dan terpisah jarak,  mereka tinggal melihat bulan yang sama dan rindu mereka akan tersampaikan. Bukankah itu kedengarannya bagus?”, lanjutku yang ntah berasal darimana. Mungkin efek sering menonton film mellowdrama selain film action di akhir pekan selama 10 tahun belakangan.

“Bagus juga, tapi kalau memang begitu..aku lebih memilih bintang.”, kata Chanyeol bertolak belakang denganku. Mau tak mau aku kemudian bertanya alasannya pada namja tinggi itu.

“Bulan hanya ada 1. Jadi saat dua orang yang saling merindukan itu melihat bulan, tentu itu adalah bulan yang sama dan rindu mereka tersampaikan. Tapi bintang berbeda. Ada milyaran bintang di langit yang tak pernah terhitung jumlahnya. Lalu, bukankah sangat berkesan saat 2 manusia yang saling merindukan itu melihat bintang yang sama diantara milyaran bintang lainnya di langit?”, aku melongo mendengar jawaban Chanyeol barusan. Pemikiran namja ini benar-benar…luar biasa. Harus kuakui, aku bahkan tidak berpikiran sama sekali ke arah sana. Satu diantara milyaran tentu lebih berkesan dibanding satu diantara satu.

“Aku….Aku ingin menjadi satu dari 2 orang itu. Melihat bintang yang sama diantara milyaran bintang lainnya di langit meski terpisah jarak yang sangat jauh dengan yang seorang lagi. Bukankah itu artinya aku dan orang itu sangat merindukan satu sama lain?” , Chanyeol menatapku seakan meminta jawaban. Tentu saja aku langsung mengangguk kikuk, meng-iya-kan pertanyaan Chanyeol.

“Pasti sangat indah kalau benar-benar ada 2 orang yang menatap bintang yang sama.”, kataku polos. Chanyeol tersenyum, lalu memperbaiki posisinya hingga matanya lurus menatap ke langit lagi.

“Son Wendy..” lirih Chanyeol lagi,

“Wae?”, tanyaku lagi sambil memperbaiki posisiku seperti Chanyeol.

“Bisa kau saja yang jadi ‘orang itu’?”

 

-To Be Continued-

 

 

Curcolan Eki ^^

Ada yang nunggu chap ini? (*Kagak ada yang nunggu Ki, jangan ke-pede-an ente -,-) Special tanpa konflik, cuman sweet kajol😄 , itupun kalo sweetnya dapet (*kalo gak dapet haha-in aja, authornya receh soalnya -,-)

Thanks for reading untuk readers hitam maupun putihnnya Eki (?)

Salam hangat dari istrinya bang tiang yang kini lagi ngelirik Chittapon dari negeri tetangga *PLAKKKK/ OPEN YOUR EYES EKI! JJJ ^^

56 thoughts on “Rooftop Romance (Chapter 09) – Shaekiran

  1. Yahhh aku bingung sama si sehun, dia plinpaln atau gimana?
    dia kan suka sama sunbae nya, irene. tapi skarang, dia suka sama wendy.
    dia mau kerjasama sama irene?

    aku harap sih itu cuman pura-pura aja. sehun pura-pura suka sama cewek lain, karena dia terlalu lelah mngharapkan irene. iya kan? hehe

    • Sehunn plinplan atau gimana yak? Susah ngejelasinnya chingu, heheh..pokoknya dia suka Irene, tapi dia nurut sama bapaknya, wkwkw..singkat nya sih gitu chingu..😂😂
      Soal rencana hunrene masih rahasia yakkk/plakk/😂
      Thanks for reading, cintakuh padamuh.❤

    • Yalord, gombalan ceye, wkwk…bikin baper yak?😂
      Hayoo, mau wendy sama sehun atau chanyeol? Wkwk..😆😆
      Baca next chap yaw,thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

      • Duduh, bingung yak? Eki juga jadi bingung ini mah..😂😂
        Tenang chingu, sama siapapun wendy ntar, yg tersakiti eki usahain dapet yg terbaik biar jlebbnya gak jlebb banget, /paan sih ki..😂😂/
        Hayoo, udah baca next chap blm chingu? Udah sampek chap 16 lo,wkwk..😆
        Thanks for reading sekali lagi, Cintakuh padamuh chingu.❤❤

  2. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 14) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

    • Manis yak? Serius nih? Syukur deh kalo gitu, kiraiin feelnya recehan jadi sweetnya gak kerasa /plakk/😂
      kata mutiara hari ini,’ Chanyeol juga bisa gombal ‘ /plakk/😂
      Thanks for reading, Cintakuh padamuh.. ❤

  3. Apa banget dah si cunyul-_-
    Kena karma kan lu cunyul!!! Aduh malah pake acara cheasy cheesy-an lagi…
    Tapi sweet kok…
    Keep writing and fighting ekiw!

  4. Woaaaa gw baru tau kalo cerita ini baru Update

    Dannn ternyta tempt kencan yang chanyeol datengin itu tmpt dimna sehun ama Irene janjian ya?
    Wkwkwkwkw cliché banget
    Jadi jeleus deh

    Btw sehun beneran suka apa cuman karena mereka dijodohin?

    Segitu kagetnya ya ortu chanyeol ngeliat chanyeol punya pacar yg bener wkwkkwkw

    • ini udah update lo chingu~
      Iya, kok bisa samaan yah? apa Seoul sekecil keteknya ceye?, wkwkwkw…:D
      Aduh, aku juga jeleus lho sama mereka yang bisa mesra-mesraan trus cemburu-cemburuan, /PLAKKK/😄
      Iyaw, anak tobat bikin kaget emak bapak, waks…:D😄

      Thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤

  5. Wawawa ini judul yg ditunggu (?)
    Kangen sm wenyeol yg manisnya ngalahin coklat #apaansih
    Trus sehun suka wendy ternyata? Oh ya CY kok tau nama wendy nih?

    • Judul yang ditunggu? waks, kumawo…:)
      Duh, ngalahin coklat yak ,wkwkwk..^^
      hayo, suka wendy ternyata,❤
      cy jelas taulah chingu, kan dia udah buka kedog ama ceye, namanya juga pacar /plakkk/ ^^
      baca next chap yaw (*chap 10 udah nongol ^^) , thanks for reading. ^^❤

    • KALO ITU MAH SAYA JUGA RELA, IKLAS LAHIR BATIN MALAH! yuk change, kita nyanyi OPEN YOUR EYES bersama-sama untuk kita bedua. (plakkk><)
      dibaca yaw next chapnya, thanks for reading.❤

  6. WHAT???!!!!!!!! (0o0)
    Sehun suka Wendy? Terus si Chanyeol juga suka ama Wendy? Kayaknya si Jinwoo juga suka ama Wendy? Lah napa jadi berabe? ‘-‘
    Dan jangan bilang kalo si Taeil juga suka ama si Wendy e.e

    • Duh kak Ana segitunya kagetnya sampek pakek kepslock😂😂
      Semuanya suka wendy yak? Tapi tetep aja ada cerita dalam cerita kak (*sok misterius kemudian digampar.. 😂😂)
      Semuanya memang berabe kak, orang yg ngetik aja berabe + urakan😂😂
      Betewe, chap 10nya udah nongol lo kak, (*promosi..😁)
      Baca next chap yaw, thanks for reading.😉☺😊

  7. Wah waahhh penutup yg indah. Mungkin wendy ditanya begitu cuma bisa merek melek polos kebingungan. Ane gitu juga soalnya wkwkwk.
    Jadiiii, mas cahyo ada rasa rasa strawberry gitu sama wendy (?) Kok minta wendy jadi ‘orang itu’ hmmmmm.
    Ahh terus ituu baekhyun bukannya gatau nama amerikanya wendy yaa? Dia taunya seunghwan kan? Apa itu typo? Hehehe.
    Sip deehhh gapapa yg manis manis. Konfliknya nantian dulu. Siapin gula yg banyak biar abis dikit dikit kalo kena konflik hahah.
    Syemangaaaatttttt!! {}
    -XOXO-

    • Closingnya berbunga-bunga. 😳
      Melek” kebingungan yak, polos” begituh.😂 chingu jugak kesensem yak sama ceye😆
      Stawberry apa nih? Wkwkwk, hayoo…ngaku lo CEYE..😂😂
      Hayoo, kenapa baekhyun tau nama asingnya wendy? Masih rahasia yaw, nanti ada ceritanya tersendiri.. bukan typo kok. 😆
      Eki beri tepuk tangan meriah buat chingu 👏👏, soalnya chingu orang pertama yg sadar kode” dari eki, selama ini gak ada yg sadar soalnya.😆😆
      Iya, manis” dulu nanti yg pait”, awas diabetes kalo kebanyakan gula 😉😆😆😋
      Ditunggu ya next chapnya, thanks for reading.😉☺😊

    • Makasih lo chingu udah bilang ff abal” ini Bagus dan suka ceritanya , Terhura eki.😳😳
      Ah, bagiab gombalannya CEYE yak? 😆😆
      Gombalannya maut bah..😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya.😉☺😊

  8. Yeaayy asikkk akhirnyaa dipanjangin chapternya feelnya bener bener dapet aku sukaa wkwkwk
    Itu chanyeol-wendy bikin aku gregetan deh kak satuin mereka dongg yayaya?? Aku sukaaa liat moment mereka berdua lucuu dan bikin aku ngeflyy apalagi adegan mereka di sungai han wkwk
    Ditunggu yaa kelanjutannya semangat kak ekii!!

    • Syukur deh kali feelnya dapet 😳, eki udah kapok bikin chap pendek” soalnya, wkwk..😆
      Greget yah? Orang yg ngetik ngakak sendiri pas baca ulang, ngefly gak jelas gegara ceye ngegombal. Mana back hug lagi pas main layangan di sungai Han,😳😳😳
      Satuin gak ya? Satuin gak ya? 😆😆
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading.😉☺😊

    • Satuin gak ya, satuin gak ya? 😂😂😂 (*plakk/ dan besoknya kepala eki ditemukan ngambang di kalj ciliwung.😂😂)
      Mereka lagi lope” chingu, gombal-gembel eui..😆
      Ditunggu aja yaw next chapnya, thanks for reading.

    • Satuin gak ya, satuin gak ya? 😂😂😂 (*plakk/ dan besoknya kepala eki ditemukan ngambang di kalj ciliwung.😂😂)
      Mereka lagi lope” chingu, gombal-gembel eui..😆
      Ditunggu aja yaw next chapnya, thanks for reading.😉☺😊

    • Syukur deh kalo feelnya dapet.😆
      Iya, chanyeol sunbae idaman, suka bikin hati hoobae dad dig dug gak jelas, 😆😳andai aja ada satu cem itu di sekolah eki..(*PLAKK/ 😂)
      Thanks for reading. Ditunggu yaw next chapnya.😉☺😊

  9. Ingin ku rasanya teriak tapi takut dikira orgil…. Siapapun tolong berentiin saya gigitin selimut saking ngeflynya/? Yg bagian terakhir itu loh… Bikin pingin orang teriak teriak macem orang tenggelem/eh/
    Wendy, kamu saya restuin ama Chanyeol yeye
    Sehun tobatlah, Irene aja udah mengikhlaskan (?) mereka lagi lebaran bang /udah lewat/
    Itu kakaknya Jinwoo macem tau sesuatuh? Jangan jangan dia sudah tau klo Wendy suka ama dia… Jeng jeng..
    Mari kita menunggu next chap :’

    • Iya, jangan teriak, nanti disangka orgil macam pengalaman pribadi Eko, jang, daripada malu sendiri macam ane..😂😂
      Dih, selimutnya jangan digigitin chingu, itu bukan biskuit selimut yg rasa keju itu loh..😂😂😂 lah, kok malah teriak cem orang tenggelem? Masa ceye dah capek” ngegombal malah diteriakin “tolong, tolong, gue tenggelem, blub..tolong!” Sih? 😂
      Wen, direstuin noh sama kyuntong, istrinya kyungsoo yg lumpuh gegara ceye dan blm ketauan nasibnya gimana sekarang.😂
      Tobat Hun, tobat, masa baru lebaran udah buat dosa aja? (*PLAKK/) Tiru tuh si irene,.ikhlas..😂😂
      Iya chingu, jinwoo itu masih rahasia isi otaknya apaan,.dia baik apa nggak aja kita blm tau..😂
      Ditunggu yaw next chapnya, gak lama kog.😂 thanks for reading.😉☺😊

    • Maen layangan berdua cie….😳😳😳😳
      Itu diatap si ceye ngegombal ih, wkwkk..modus mah si bang tiang, bikin hati yg ngetil aja deg-degan sendiri..😂😂 (*Plakkk/😂)
      Ditunggu yaw next chapnya,thanks for reading chingu.😉☺😊

  10. Cie tepat janji nieh :v dipanjangin chapternya 😂 aku greget nih sama kamu Ki :v yang mau pulang cie :v 😂😂aku suka adegan sungai Han :v 😄 next my Eki ❤

    • Tepat janji dong, eki kan orangnya Setia, (*Plakkk/😂)
      Iya, eki kapok bikin chapter pendek” ,gak kelar” ceritanya, satu scene bisa 2 chap kan minta ditabok..😂😂
      Greget apaan ra? Bahasa ente greget mulu dari kemaren..😂
      Jangan ingetin soal pulang pliss, ntar ane malah kebayang ada primata disuruh merayap sama ketua suku, bukannya kebayang gimana wajah bias atau kelanjutan nih ff -,-😂
      Sungai Han? Layangan?😂
      Ditunggu yaw nextnya my garem, thanks for reading.😉😘❤

  11. Yg nungguin? ada dong.. Akuu#angkatsehun/eh

    “Sebenarnya kau meletakkan otakmu dimana sih?” dmna ya???..wkwkwk
    Aduh abang tiang dsni mau jdi cenayang ya? kok tepat sasaran mulu ya apa yg mau d omongin sma wendy..wkwkwk

    “Liat saja, kalau aku tidak membalikknya tadi, ditunggu 100 tahun pun layangan ini tidak akan terbang-terbang.” ..masa sih bangg😉 #astaga perumpamaanya..kkk smpe 100thn Aigoo..ckckck

    “Bisa kau saja yang jadi ‘orang itu’?” Omo.. chanyeol-ah apa yg barusan kau katakan eoh? #kedipkedip , nanti Ekinya gmna?#plakk/bcanda ok^^v

    Next dtunggu klanjutanya ya^^

    • Akhirnya kamu kembali kak ly, terhura eki..😘😉, itu sehun jangan diangkat-angkat, kesian anak orang..😂
      Iya, kayaknya ceye keturunan cenayang kak, makanya nebaknya bener mulu..😂
      Perumpamaan nya kebangetan, yakali 100 tahun masih main layangan aja, gak tua” nih? Ntar eki ngubah genre jadi fantasy lagi..😂😂
      Iya, si ceye kayaknya marah sama eki, soalnya waktu itu eki nyuekin dia kak, makanya dia capcus ngegombalin si wendy..😞 (*PLAKKK/OPEN YOUR EYES EKI, EKI NGIMPI TUH!😂😂)
      Ditunggu next chap ya kak ly, thanks for reading.😉☺😊

      • Im comeback??..wkwkwk
        Emg aku hbis dri mna humm?..kkk
        Bukan sehun yg di angkat tpi aku yg gendong#plak/kaburr sbelum jdi lalapan/eh/bcanda” loh ya^^v
        Huahahaha..
        Yosh..Canyeol itu vampire jdi gx tua”..wkwkwk^^v
        Mkanya lain x jgan dcuekin..kkkk

        Ok, Ok^^

      • IYA, COMEBACK,WKWKWK (*KOK JADI KEPSLOCK?)
        kamu habis dari hati sehun kali yah /plakk/
        cieee yang digendong, ekinya kapan? /plakkk/
        yeol, sepertinya aku bener-bener ngubah genrenya jadi fantasy, orang chanyeol vampir ternyata😄
        Aku gak nyuekin lo kak Ly, cuman ga pernah buka line lagi. cius deh…XD
        Thanks for reading ^^

      • Eoh..hahaha..kkk
        Nanti dgendong sma chanyeol dlm mimpi ya..kkk
        Kliatanya sih kudu gtu..hihi

        Ehh.. pantesan gx buka Line lg 😦

      • Iya, kayaknya harus buru” tidur, biar digendong ceye meski hanya dalam mimpi..😂
        Iya, kudu begitu ,wkwkk.😂
        Gak buka line, kuota sekarat soalnya (*plakkk/😂)

  12. Aseek akhirnya comeback
    Astaga, appa Wendy jahat banget ya ‘-‘
    Wendy juga jdi suka sama oppa tirinya, kukira oppanya yang menyukai Wendy😀
    Bagian akhir…modus ye, Chanyeol? :v

    • Eakkk..macam exo aja comeback-comebackan..😂😂
      Iye, appa wendy jahat, minta digampar yak..(*sebenernya authornya yg minta digampar..😂)
      Wendy yg suka, kalo oppanya kita blm tau chingu, blm ada cerita oppa jinwoo soalnya..😂
      Iya, ai chanyeol modus tuh, udah gede dia..udah tau modus gombal-gombalan.😂
      Bang, gombalin adek dong bang.(*Plakkk/ seketika eki ditemukan mengambang di sungai dekat rumah..😂)
      Thanks for reading chingu, baca next chap yaw. Kali ini 2 kali seminggu lo..(*Plakkk/gadak yg nanyak woi..😂) 😉☺😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s