[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me – (Chapter 3)

cover bgbm 2.jpg

Bad Guy Beside Me (Chapter 3)

Β 

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : PG-15

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun, Byun Baekhyun,Kim Yeri

Additional cast : Park Chanyeol, Do Kyungsoo,Kang Jihye (OC)

 

 

Malam ini Sehun terlihat tengah duduk santai sambil minikmati film action yang sedang ditampilkan layar televisinya. Nayeon mondar mandir didalam kamarnya masih memikirkan bagaimana caranya mengutarakan keinginannya untuk pulang le flatnya. Gadis itu membuka pintu kamarnya lalu melangkah pelan menuruni tangga. Dilihatnya Sehun seperti dalam mood terbaik malam ini.

 

“Oh Nayeon-a kemarilah!”ucap Sehun setelah menyadari kehadiran Nayeon.

 

“Ada yang ingin kubicarakan.”ucap gadis itu pelan. Sehun tersenyum tenang.

 

“Duduklah dulu.” Pria itu masih terfokus pada film kesukaannya.

 

“Hun…”panggil Nayeon seusai duduk disamping Sehun.

 

“Aku ingin pulang.”ucap Nayeon dibarengi suara tembakan pada film yang tengah diputar.

Sehun menoleh memandang Nayeon.

 

“Kenapa tiba-tiba?”

 

“Aku ingin pulang ke flat karena ibuku akan mengunjungiku.”dusta Nayeon namun Sehun jauh lebih pandai. Pria itu tahu bahwa Nayeon tengah berbohong.

 

***

 

Nayeon terduduk pasrah diatas sofa kecil didalam kamarnya. Wajahnya benar-benar pucat, suhu tubuhnya sangat dingin dan ia merasakan panas yang luar biasa pada tubuhnya. Keringat terus saja mengaliri tubuhnya, 15 menit yang lalu dia menelepon Jihye namun gadis itu belum datang jua sampai saat ini. ‘Sehun tolong datang ke flatku, kurasa aku demam tinggi’ sebuah pesan berhasil diketiknya pada ponselnya dengan sisa tenaga yang mungkin sekarang sudah nyaris habis.

 

“Nayeon-a!”teriak seorang gadis yang baru saja membuka pintu flat Nayeon dengan kasar. Jihye melanglah tergesa menuju kamar Nayeon.

“Omo!”Jihye terperangah ketika melihat sahabatnya terkulai lemah disofa.

“Kenapa tidak diranjang saja?”tanya Jihye sambil memapah Nayeon keatas tempat tidur.

“Badanmu sangat dingin Nayeon.”Jihye kemudian meraih selimut diujung ranjang.

“Tapi rasanya panas sekali.”ujar Nayeon lemah.

Jihye semakin kebingungan dengan keadaan ini, haruskah dia menelepon Kyungsoo? Dia lebih tau masalah seperti ini.

 

‘Brak’ terdengar pintu depan dibuka dengan kasar dilanjutkan pijakkan mantap langkah kaki seseorang.

Betapa terkejutnya Jihye ketika orang itu memasuki kamar Nayeon. Sehun, pria itu memadang Jihye sebentar lalu beralih menatap cemas Nayeon. Pria itu menghampiri Nayeon sembari meletakkan telapaknya didahi Nayeon. Sangat jelas raut wajah Sehun begitu mengguratkan kekhawatiran.

 

“Apa yang dikeluhkannya?”tanya Sehun.

“Dia merasa badannya panas tapi tubuhnya sangat dingin.”jelas Jihye dengan sedikit takut.

‘Racunnya telah bereaksi’batin Sehun dengan penuh kemenangan. Yeah! Sebelum Nayeon pulang Sehun sempat membuatkannya ramen, tentunya bukan ramen biasa. Ramen dengan racun didalamnya…

 

“Bawa barang barang yang sekiranya perlu, kita harus membawanya kerumah sakit.” Sehun kemudian menggendong Nayeon, membawanya kedalam mobil.

Kita? Jihye harus ikut masuk kedalam mobil Sehun dan mengantar Nayeon kerumah sakit? Ini gila. Jihye tak bisa berfikir jernih sekarang,gadis penakut itu benar-benar ingin kabur sekarang juga jika bukan Nayeon yang sedang dibawa Sehun.

Mobil mewah itu melaju dengan kecepatan tinggi, seolah ingin cepat sampai kerumah sakit agar Nayeon segera mendapat perawatan medis. Jihye duduk dibelakang sambil mendekap tubuh sahabatnya, sesekali matanya memandang kearah Sehun lalu berfikir ‘pantas saja Nayeon jatuh cinta’. Lalu pandangannya beralih pada kursi disebelah Sehun. Sebuah pistol warna hitam tergeletak disana dan beberapa benda tajam lainnya.

“Gila.”gumam Jihye pelan.

 

Jihye duduk disamping ranjang tempat Nayeon dirawat. Wajahnya masih terlihat cemas, sesekali dia megarahkan punggung tangannya ke dahi Nayeon.

“Aku harus pergi, tolong jaga Nayeon.”ucap Sehun saat masuk kedalam kamar rawat Nayeon. Pria itu lalu merogoh sebuah dompet saku celananya dan mengambil salah satu kartu kredit diantara banyaknya kartu sejenis yang berjajar disana membuat Jihye takjub.

“Pakai ini jika ada yang perlu dibeli, Hubungi aku jika Nayeon sudah sadar!”Sehun mengulurkan kartu kreditnya untuk Jihye.

 

“Ya.”balas Jihye singkat dan pria itu menghilang dibalik pintu lalu Jihye bisa bernafas lega. Gadis itu segera mengambil ponselnya dari dalam tas untuk menelepon kedua sahabatnya.

Tak butuh waktu lama untuk menunggu, Chanyeol dan Kyungsoo kini sudah berada didalam kamar rawat vvip Nayeon.

 

“Sungguh! Tadi Sehun mengantar Nayeon kerumah sakit, dan kau tau betapa tampannya dia? Wajahnya itu sempurna dan dia-“ucap Jihye pada kedua sahabatnya.

 

“Jihye-ah!!”potong Chanyeol yang sudah tidak tahan menahan ocehan Jihye.

 

“Apa kita perlu menghubungi Baekhyun?”tanya Kyungsoo sambil meletakkan telapak tangannya didahi Nayeon.

 

“Tentu saja, si pendek itu akan marah jika kita tak memberitahunya”jawab Chanyeol.

“Kalau begitu telepon dia”goda Jihye pada Chanyeol, oh ayolah Chanyeol bahkan tidak sudi menyimpan nomor Baekhyun.

 

***

 

Baekhyun tertidur disamping tempat tidur Nayeon. Gadis itu sejak tadi belum juga bangun mungkin pengaruh obat tidur dari dokter. Genggaman tangan Baekhyun tak terlepas sejak tadi. Sesaat kemudian pria itu membuka matanya lalu melirik kearah sofa, Jihye masih pulas dipundak Kyungso. Pukul 2 dini hari,entah kemana perginya Chanyeol.

 

Baekhyun bahkan rela meninggalkan pesta besar bersama teman-temannya malam ini. Dia lebih memilih menunggui Nayeon.

 

“Nayeon-a bangunlah”ucap Baekhyun lembut sambil mengelus puncak kepala Nayeon. Baekhyun mengecup singkat kening Nayeon, penuh kasih. Pria berandalan sekelas Baekhyun itu tak sepenuhnya urakan buktinya dia begitu mencintai Nayeon.

 

Dan seseorang mengamatinya dari balik pintu kamar rawat Nayeon. Sehun, pria itu mematung didepan pintu yang memiliki bagian kecil kaca transparan membuat Sehun dengan mudah melihat apa yang terjadi didalamnya. Sehun menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya pelan. Usai kerusuruhan tadi ia berharap melihat Nayeon membuatnya merasa lebih baik, tapi nyatanya dia malah mendapati Baekhyun disamping Nayeon. Sehun berbalik arah berniat untuk kembali kerumahnya atau kemarkas menghabiskan berberapa botol wine. Ia melangkahkan kaki panjangnya pada mobil hitam mengkilap yang terparkir tak jauh dari pintu utama rumah sakit.

 

“Huh?”Chanyeol bergumam pelan ketika Sehun berpapasan dengannya. Sehun melewatinya begitu saja, yeah Sehun belum begitu mengenal semua sahabat Nayeon. Chanyeol masih berdiri ditempatnya seraya terus memandangi Sehun sampai Sehun mengeluarkan tangan kanannya dari dalam kantong celana untuk membuka pintu mobil. Tangan putih pucatnya penuh darah, membuat Chanyeol bergidik ngeri.

 

“Nayeon!”Chanyeol teringat sesuatu yang membuatnya harus segera kembali ke kamar rawat Nayeon. Tangan Sehun penuh darah dan dia pasti baru saja dari kamar rawat Nayeon.

 

“Ini gila”gumam Chanyeol, pria itu mempercepat langkahnya agar segera sampai dikamar rawat sahabatnya itu.

 

“Brak!”Chanyeol membuka kasar pintu kamar rawat Nayeon membuat Jihye,Kyungsoo dan Baekhyun terperanjat kaget.

 

Chanyeol lalu membuang nafasnya yang sempat tertahan, lega. Nayeon baik-baik saja ditempat tidurnya.

 

“Ada apa?”tanya Kyungsoo setengah sadar.

 

“Apa tadi ada yang bertamu?”tanya Chanyeol memgintimidasi.

 

“Kau gila ya, selarut ini kau bertanya seperti itu dasar idiot!”umpat Jihye kesal, bagaimana tidak? Chanyeol telah merusak tidurnya.

 

“Aku terjaga sejak setengah jam yang lalu, tidak ada yang masuk kesini.”imbuh Baekhyun.

Chanyeol kembali bernafas lega mengekspresikan ‘Syukurlah’.

 

‘Jika bukan Nayeon lalu siapa korban Sehun? Darimana dia?’otak Chanyeol berputar mencari spekulasi sementara sebelum dia menanyakannya pada ayahnya besok pagi.

 

***

 

“Ayah, apa tadi malam ada keributan?”tanya Chanyeol pada ayahnya yang baru saja duduk dihadapan Chanyeol dimeja makan.

 

“Keributan?”ayahnya menyerit bingung maksud pertanyaan putranya.

 

“Misalnya Sehun si mafia tak berhati atau-”

 

“Ya Oh Sehun berulah lagi, dia terlibat pertengakaran hebat dengan mafia penerus Byun. Sehun bahkan melukai beberapa lawan berkelahinya dengan pisau, pisau yang tidak terlalu tajam.”jelas ayahnya setelah memotong penuturan Chanyeol dengan mengucapkan kalimat terakhir penuh penekanan.

 

“Kenapa?”tanya Chanyeol penasaran. Sebagian orang aka berfikir pisau yang tajam akan lebih cepat menghabisi korbannya tapi tidak untuk seorang psikopat seperti Sehun. Pisau yang tidak terlalu tajam akan lebih menyakitkan. Pisau itu akan mengoyak dengan kejam daging sang korban dengan perlahan.

 

‘Bingo!’ Chanyeol sudah menemukan jawabannya sekarang.

Chanyeol tak berani bertanya lagi, misalnya kenapa Sehun dan anak buahnya tidak ditangkap saja. Yeah! Itu menjadi rahasia perdana mentri dan putri tunggalnya. Laki-laki 20 tahun itu bergidik ngeri membayangkannya.

 

Pria berambut merah terang itu lebih memilih untuk segera kembali kerumah sakit. Nayeon sudah bangun dari tidur panjangnya dan Chanyeol ingin segera mengajaknya berkelahi lagi.

 

***

 

“Chanyeol-ah memangnya apa kau lihat semalam sampai kau bersikap aneh seperti itu?”tanya Jihye. Oh shit! Jihye tidak seharusnya membicarakan topik menakutkan itu didepan Nayeon yang masih sakit. Seandainya Jihye bukanlah anak cengeng Chanyeol pasti sudah memukul kepalanya keras-keras. Chanyeol hanya diam bersandar dibibir pintu.

 

“Memangnya apa yang dilakukan Chanyeol?”tanya Nayeon. Kyungsoo memandang tajam Jihye dengan mata bulatnya, oh tidak! Ini buruk.

 

“A ani dia tidak melakukan apa-apa.”dusta Jihye dan Nayeon tidak akan percaya begitu saja.

 

“Chanyeol-ah katakan padaku!”teriak Nayeo. Gadis itu sakit namun masih saja berteriak dengan suara segandang itu. Ketiga sahabatnya itu saling berpandangan hingga akhirnya Chanyeol membuka mulutnya.

 

“Kemarin sekitar jam 2 dini hari aku pergi ke mini market sebentar dan saat aku kembali sampai didepan rumah sakit aku bertemu Sehun, aku terus mengamati gerak geriknya hingga ia sampai dimobilnya. Kalian tau saat laki-laki itu akan membuka pintu mobil dia mengeluarkan tangannya dari dalam kantong celana”jelas Chanyeol panjang lebar, selebar mulutnya saat tertawa ketika Nayeon mengalami hal yang buruk.

 

“Kau ini idiot ya?”Jihye mendelik kesal dengan cerita Chanyeol yang tak berbobot sama sekali.

 

“Aku belum selesai bercerita, ketika tangannya itu keluar dari kantong celana tangannya itu benar-benar merah. Penuh darah mengerikan sekali. Ku kira dia melakukan sesuatu padamu jadi aku berlari kemari. Kyungsoo ternganga imut mendengar penjelasan Chanyeol. Jihye? Dia mungkin sebentar lagi akan menangis ketakutan berbeda dengan Nayeon yang masih penasaran dengan kelanjutannya.

 

“Dia semalam tidak masuk kemari karena Baekhyun ada disini jadi dia pulang sebelum menjengukmu, Kata ayahku kemarin malam Sehun dan anak buahnya terlibat perkelahian digangnam dengan penerus Byun. Sehun sempat mengoyak lengan lawannya dengan pisau yang tidak tajam dan pria jahat itu suka sekali menggunakan pisau seperti itu.”tutur Chanyeol.

 

“Psikopat akan lebih memilih pisau yang tidak tajam untuk melukai korbannya karena pisau seperti itu akan lebih menyakitkan jika digunakan untuk merobek kulit dan mencabik-cabik luka korbannya”jelas Kyungsoo membuat Jihye bergidik ngeri.

 

“Dasar pria gila.”umpat Nayeon.

 

Sejak mengantarnya kemarin Sehun belum kembali lagi kerumah sakit. Nayeon sudah meneleponnya tapi Sehun hanya berkata bahwa dia akan kesana sebentar lagi dia bilang masih ada urusan yang perlu dia selesaikan.

 

Merampok perampok, perampok rampok atau apalah itu yang jelas itu adalah salah satu kegiatan para mafia. Ketika satu mafia berhasil merampok sesuatu maka itu bukan jaminan untuk memilikinya karena bisa saja ditengah perjalanan kembali ke markas ada kelompok mafia lain yang merampoknya. Yeah, kelompok Sehun selau berhasil melakukannya dengan rapi, Sehun adalah mafia terkuat di Korea.

 

Apa yang akan terjadi selanjutnya selalu telah difikirkan oleh otak licik Sehun. Membunuh, merampok, meretas sistem keamanan negara, bandar narkoba seperti itulah pekerjaan Sehun dan mungkin tadi pria itu masih mengurus salah satunya sebelum datang kerumah sakit dengan parsel buah dan seikat bunga untuk Nayeon.

 

Semua perawat menatapnya takjub, wajah sucinya itu berhasil mengelabuhi semua orang. Tidak akan ada yang menyangka bahwa pria itu adalah Oh Sehun karena semua orang hanya tahu namanya dan tidak pernah tau seperti apa wajahnya. Sehun terlihat sangat berbinar memandangi bunga lili ditangannya, membayangkan betapa bahagianya Nayeon nanti. Senyumnya merekah membuat semua gadis yang melihatnya nyaris mimisan. Benar-benar flower boy yang sempurna, itulah yang difikirkan para perawat yang sejak tadi memperhatikannya.

 

Bukan Sehun yang semalam telah membuat anak buah penerus Byun nyaris kehilangan satu tangannya, bukan Sehun yang baru saja berhasil mendapatkan milyaran uang hasil rampokan. Gila…

 

“Nayeon-ah”sapa Sehun usai menutup kembali pintu kamar rawat Nayeon. Jihye meremas kuat jari jari kekar Chanyeol, tangannya dingin dan gemetar.

 

“Bagaimana keadaanmu?”tanya Sehun. Nayeon hanya tersenyum mengamati Sehun yang tengah memasukkan tangkai bunga lili divas bunga.

 

“Hei, bagaimana keadaanmu hah?”Sehun berbalik menatap Nayeon.

 

“Sudah lebih baik”jawab Nayeon singkat.

Sehun tersenyum manis tanpa dosa.

 

“Aku membawakanmu buah, kau mau memakannya?”tanya Sehun lembut.

 

“Aku mau apelnya.”balas Nayeon. Sehun segera mengambil pisau dinakas dekat tempat tidur Nayeon dan mulai memotong apel.

 

Jihye memejamkan matanya setelah memandang tangan Sehun memegang pisau. Mengingat apa yang telah dilakukan psikopat itu semalam membuat Jihye berfikir bagaiman jika pisau itu tiba-tiba menancap diperut Nayeon?

 

Ketika Jihye kembali membuka matanya gadis itu malah mendapati Sehun tengah menyuapkan potongan apel untuk Nayeon tanpa menggubris pandangan aneh ketiga sahabat Nayeon.

 

‘Drrttt’ ponsel Sehun bergetar menandakan ada panggilan masuk.

“Yeoboseyo?”

“….”

“Ne, aku akan kesana sekarang”

 

Oh andainya tiga manusia itu berani bertanya apa yang dikatakan penelepon tadi. Sayangnya mereka lebih memilih dihantui rasa penasaran daripada dihantui tatapan tajam Sehun.

 

“Aku pergi dulu, tolong jaga Nayeon ya”tutur Sehun sopan pada tiga manusia yang duduk berjajar disofa dengan kesadaran yang diambang lenyap.

 

“Ne!”jawab mereka bersamaan.

 

“Aku pergi ya”Sehun mengusap puncak kepala Nayeon lalu pergi.

 

“Kau lihat dia tadi? Benar-benar berbeda, aku sulit percaya bahwa Sehun yang tadi dengan Sehun yang tak berhati adalah orang yang sama”ujar Kyungsoo.

 

“Dia penuh kasih, benar-benar seperti malaikat”tambah Jihye dengan tatapan kosong.

 

“Psikopat!”Chanyeol menggeleng tak percaya. Nayeon hanya tersenyum mendapati tingkah ketiga sahabatnya itu. Seperti biasa, Nayeon memang sudah sangat tau sikap psikopat Sehun.

Ingin sekali rasanya menceritakan pada ketiga sahabatnya itu bahwa ia pernah melihat Sehun membunuh mantan kandidat perdana mentri dengan cara yang begitu kejam. Saking kejamnya Nayeon bahkan masih sering bergidik takut ketika tak sengaja mengingatnya. Mantan kandidat perdana mentri itu kedua tangannya digantung keatas dan Sehun terus menembaknya tanpa henti. Oh ayolah Jihye akan menangis seharian ketika dia menceritakannya. Kyungsoo akan menjauhkannya dengan Sehun. Lalu Chanyeol? Dia akan melaporkan keberadaan Sehun kepada ayahnya dan itu buruk.

Lebih baik Nayeon menyimpan rahasianya sendiri saja. Kadang memang ada beberapa hal yang harus disembunyikam dari ketiga sahabatnya. Meskipun kadang ia merasa sangat bersalah pada mereka.

 

“Oppa!”senyum Nayeon merekah cantik ketika melihat seseorang yang baru saja muncul dari balik pintu dengan senyum innocent-nya.

 

Baekhyun, syukurlah Sehun sudah pergi.

“Ada yang menjengukmu ya?”tanya Baekhyun usai mengamati bunga lili segar divas bunga dekat ranjang Nayeon.

 

“Ya, tadi teman kampusku.”dusta Nayeon.

 

Chanyeol keluar dari kamar rawat sesegera mungkin. Sepagi ini dam Baekhyun sudah bau asap rokok. Chanyeol tidak suka itu. Dia alergi asap rokok dan Baekhyun maniak rokok. Oh mungkin mereka ditakdirkan untuk tidak mengenal satu sama lain.

 

Baekhyun membawakan makanan kesukaan Nayeon dan menyuapkannya penuh kasih. Sesekali pria itu membuat candaan konyol dan membuat Nayeon tertawa. Baekhyun ada disana selagi ketiga sahabat Nayeon berangkat kuliah.

 

“Yeoni, apa kau mau membersihkan wajahmu?”tanya Baekhyun.

 

“Memangnya aku terlihg jelek ya sekarang?”

 

“Kau itu sangat cantik, hanya saja kau terlalu lama berbaring disini, bagaimana kalau aku merawat wajahmu?”tawar Baekhyun riang. Dan ya! pria itu benar-benar melakukannya, membersihkan wajah Nayeon, memijatnya dengan cleansing oil hingga menempelkan masker sheet diwajah Nayeon.

 

To be continued…

 

 

52 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me – (Chapter 3)”

  1. Gk nyangka sifar baekhyun yg bad boy bngt di ff ini ternyata tidak menghilangkan sifat lembut nya ke nayeon 😱😱
    Karakter bad boy di ff ini keren ada versi dari baekhyun dan ada versi dari sehun
    Lucu bngt wktu liat ekspresi tiga sahabatnya saat sehun dteng kr rmh sakit jenguk nayeon γ…‹γ…‹γ…‹γ…‹πŸ˜πŸ˜πŸ˜

  2. Author yg chap 2 kok engga bisa kebuka ya?
    sehun tega bngt ngasih racun di ramennya nayeon
    klo bukan sehun yg celakain penerus byun terus siapa?
    kok tngnnya berlumuran darah?
    aaa mkin penasaran

  3. Gila bner2 psikopat handal #apasihgue
    Baek knp kalem bgt sih ama nayeon ,, predikatny padahal badboy
    Kya ny yg trlibat kerusuhan itu kluarga ny baek dehh
    Jgn2 nnt mereka musuhan
    Lanjut baca aaahhhhh

  4. Jadiiiii sehun itu sebenernya ada rasa sama nayeon tapi belom sadar sama perasaannya sendiri. Gituuh? ._.
    Aku lebih milih nayeon sama sehun aja hahahah. Ah dan lagi itu penerus keluarga byun. Byun baekhyun kah? Tapi baek masih baik baik aja tuuh?
    Baca nextnya aja deehhh hehe. Semangaat!!
    -XOXO-

  5. kurang panjang kak, hehehe….
    itu sehun licik jg ya caranya, dia kasih racun ke nayeon mungkin supaya nayeon balik lagi kerumahnya….
    jadi sehun juga musuhan sama kluarga byun??? mereka sama” mafia gitu….
    ditunggu chapter selanjutnya kak ^_^
    terutama sweet moment sehun-nayeon πŸ™‚

  6. Luar biasa critanya. Aku pasti dilema kalo jd nayeon. Sehun mafia paling kuat tp kalo sama nayeon lembut bgt. Trus gmn donk sama pacarnya sehun. Masak mau d putusin. dan si baekhyun ini, apakah baekhyun jg dr kluarga mafia. Mengingat td marga mavia byun. D tunggu ya next nya

  7. Byun?
    Jangan jabgan keluarganya baekhyun(?)
    Baekhyun tau belum ya kalo nayeon deket sama sehun(?)
    Penasaran nih nanti nayeon bakal pilih siapaaa
    Kalo sekarang sih masih besar kemungkinannya sama baekhyun☺️

  8. menurut aku sih sehun bakal manfaatin nayeon buat ngalahin baekhyun. tapi sehun ama baekhyun bener” sweet banget, perhatian bnget ama nayeon. ya itu sih pemikiran gila aku dari tadi sliweran mulu di otak, hehehe. oke thor lanjut, bikin penasaran gimana ending nya. fighting!!

  9. Menurut gue sehun itu jahat karena ngasih racun ama nayoen tapiiiiiii…….karena perlakuannya yang super super romantis ke nayoen sehun jadi gak jahat deh#hehehe

    Oh ya baekhyun tambah romantis juga nih..
    Ternyata dibalik sifat dan sikapnya itu dia mempunyai hati bak malaikat.Buktinya dia mau nungguin nayoen walaupun ada orang yang patah hati melihatnya XD.
    Sehun itu sebenarnya suka ama yeri atau nayien sih?rasa gue sih nayoen#sok tau.
    Eonni lanjutttttt
    Fighting

  10. Ooohhhh so sweet baek, beda jauh sm sehun yaahh sehun mukanya yg cakep tapi pembunuh eh baekhyun yg urakan tp lembut, penasaran knp sehun kaya gitu ngelakuin pekerjaan kotor heeeemm next next sukaaa bgt

  11. akhirnya bikin pikiranku melayang kemana mana. baekhyun rawat wajah nayeon berasa kayak pegawai salon. :v njiirr.. image cabenya nyelinap dikit πŸ˜€ :v
    sehun benar benar pria psycho o_O

  12. Akhirnya bisa baca juga lanjutan ceritanya, dan yg ingin aku katakan adalah Waaaah daebak!!
    Sehun kejaam banget, tapi tunggu apa sehun udah tau kalau baekhyun itu penerus keluarga byun?? Apa yg akan terjadi nanti?? (tambah penasaran)
    Keep writing thor!!(teriak)
    FIGHTING^^

  13. Hei tbc menganggu aja ini..
    Aku sedih mungkin postan selanjutnya gak bakalan bisa ngikutin…
    Udah balikan pondok mungkin…huhuhu ah makin kerasa komplikasinya di tunggu kelanjutanya…

  14. Duh..duh..duh.. sehun oppa beda bgtt ya klo sma nayeon..kkk
    Sehun ngasih racun d ramen nayeon itu apa tujuan and maksudnya???

    Aduh kak aku ngeri loh pas bayangin pisau yg tdk tajam menggores kulit, ugh pasti sakitt

    Eitss.. dsini baekyeol gx dsatuin ya..wkwkwk
    Uhmm kakk, sbenernya sehun ngapain ya yg waktu mau masuk mobil itu tnganya penuh darah??

    Eii baekhyun oppa perhatian deh..kkk

    Next kakk dtunggu klanjutanya^^

  15. Hahaha baekhyun pacar yg baik merawat wajah nayeon πŸ˜‚
    Chanyeol, kyungsoo, jihye segitunya ngeliat sehun πŸ˜‚ wkwk ketakutan..

    Next thor!

  16. Aigooo~ lucu yah, dimana2 chanbaek itu dibikin temenan, tp disini mereka bertolakbelakang ckckck
    Sehun jg ngapain pake masukin racun ke ramen buat nayeon? Bingung aku x_x
    Kapan nih acara sehun rebutan nayeon sm baek wkwkwkwk
    Ditunggu nextnya eonn XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s