[EXOFFI FREELANCE] Only U – (Oneshot)

Only U (oneshot).jpg

Title : Only U

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast : Kim Kai (EXO) | Im Yoonji (OC) | Oh Sehun (EXO) | Oh Hayoung (Apink) | Park Chanyeol (EXO) | Kim Sejeong (I.O.I) | Lay (EXO)

Genre : Romance, Friendship, Hurt.

Rating : G

Length : Oneshot

Disclaimer : Ff ini murni buatan saya selaku Author. Don’t copy without permission. Sebelumnya ff ini sudah di post di EXO Fanfiction (facebook).

 

HAPPY READING!

 

“Yak! Yak! Pangeran-mu akan lewat, Yoonji-ya.” Sejeong menyenggol pelan lengan Yoonji.

Yoonji langsung menatap Pangeran yang dimaksud Sejeong. Mata Yoonji berbinar-binar sambil tersenyum.

“Kim Kai benar-benar mempesona. Seperti yang diharapkan dari Pangeran-ku.” Tutur Yoonji.

Hayoung yang ada disampingnya langsung tertawa. Kemudian Hayoung ikut memandang orang itu. Lelaki disamping Kai tersenyum dan melambaikan tangannya pada Hayoung, orang itu adalah Sehun.

Kai juga ikut menengok ke arah mereka. Saat mata Yoonji dan Kai bertemu, Yoonji langsung salah tingkah dan bergegas mengalihkan pandangannya.

“Kenapa mereka bertiga selalu bersama?” Tanya Sejeong, “Kim Kai, Park Chanyeol dan kekasihmu, Oh Sehun.” Sejeong menatap Hayoung.

“Mereka sudah berteman sejak kecil. Mereka selalu bersekolah disekolah yang sama dan menakjubkannya lagi mereka selalu sekelas. Aku benar-benar kaget saat Sehun menceritakan itu padaku.” Tutur Hayoung.

Yoonji masih shock karena matanya dan Pangeran-nya itu bertemu tadi, “Yak! Aku pasti benar-benar menyukainya.” Ucapnya.

Hayoung dan Sejeong langsung menatap Yoonji, “Aku tahu itu.” Ujar Hayoung sambil tertawa kecil.

“Dia menatapku dan jantungku langsung berdebar. Heol! Ini selalu terjadi saat aku menatapnya.”

 

*****

 

Pertandingan basket antar sekolah dimulai. Kai, Sehun dan Chanyeol ikut bermain. Yoonji, Hayoung dan Sejeong duduk dikursi penonton. Penampilan Yoonji sedikit berbeda. Dia membawa kotak kesehatan, dia adalah petugas kesehatan sekolah.

Mereka bertiga dan semua penonton terus bersorak untuk Kai cs. Di tengah-tengah pertandingan, Kai terjatuh karena dorongan dari tim lawan. Kai meringis sambil memegangi pergelangan kakinya.

Yoonji langsung berlari sambil membawa kotak kesehatannya. Yoonji sampai didepan Kai yang sudah dikerubungi oleh pemain lainnya. Yoonji berlutut dan memeriksa kaki Kai. Yoonji langsung menatap tajam pemain lawan yang sudah mendorong Kai.

“Terlihat sekali kalau kau sengaja, Lay.” Lay memutar bola matanya malas saat mendengar itu.

Dia mengenal orang ini? –Batin Kai.

“Tolong tandu!” Teriak Yoonji pada petugas kesehatan yang lain.

Tandu datang dan langsung mengangkut Kai ke pinggir lapangan. Yoonji menatap tajam Lay, “Kalau sampai terjadi apa-apa padanya, aku benar-benar tidak akan memaafkanmu.” Yoonji meninggalkan Lay yang masih berdiri disana sambil menatap punggungnya.

Kau menolakku karenanya yang bahkan tidak akrab denganmu? Im Yoonji, kau benar-benar keterlaluan. –Batin Lay.

 

*****

 

Yoonji dengan telatennya mengobati kaki Kai. Yoonji memasang gips pada pergelangan kaki Kai. Yoonji membersihkan luka di lutut Kai, kemudian meniupnya setelah mendengar Kai meringis. Yoonji memberi plester pada luka itu. Kai menatapnya.

“Kau mengenalnya?” Tanya Kai.

Yoonji langsung menatapnya tanpa menjawab.

“Lawan yang membuatku seperti ini. Kau kenal dia?” Ujar Kai.

Yoonji mengangguk, “Apapun alasan dia membuatmu seperti ini, apa kau bisa memaafkannya?”

“Memaafkan?”

Yoonji mengangguk, “Dia sudah membuatmu pincang untuk sementara waktu. Apa kau bisa memaafkannya?” Ujar Yoonji.

“Kau memintaku untuk memaafkannya?” Tanya Kai.

“Aniya, sebenarnya aku juga tidak bisa memaafkannya.”

“Wae?” Tanya Kai.

Yoonji menghela napasnya. Kenapa aku harus berkata seperti itu? –Batinnya.

“Kenapa kau tidak bisa memaafkannya?” Tanya Kai.

“Kau adalah ace bagi tim sekolah kita. Kalau kau tidak main, itu akan berbahaya.”

“Ah, karena itu? Aku kira karena dia sudah mencelakaiku.”

Yoonji langsung menatap Kai. Ada apa dengannya? –Batin Yoonji.

“Karena dia sudah mencelakai pemain basket terhebat di sekolah kita dan kau mengenalnya. Kau harus rawat pemain terhebat ini sampai sembuh, Im Yoonji.”

 

*****
Yoonji menatap Hayoung dan Sejeong, begitupun sebaliknya, “Yak! Dari mana dia tahu namaku?” Ujar Yoonji.

“Dia men-stalk-mu?” Tebak Sejeong.

“Yak! Tidak mungkin.” Ucap Hayoung.

“Wae? Karena aku tidak pantas di stalk oleh Pangeran sepertinya?” Kesal Yoonji.

“Bukan begitu, dia tidak pernah menunjukan bahwa dia tertarik padamu. Bahkan Sehun juga tidak pernah mengaitkanmu dengan Kai.” Tutur Hayoung.

“Kau benar juga.” Ucap Sejeong.

“Lalu bagaimana dia tahu namaku?” Heran Yoonji.

Mereka bertiga terus berpikir. Setelah 5 detik mereka saling melempar tatapan, “Name tag?” Ucap mereka bersamaan.

Hayoung dan Sejeong langsung memukul Yoonji dengan bantal yang mereka pegang, “Dasar bodoh! Itu pasti dari name tag yang kau pakai tadi.” Kesal Sejeong.

“Yak! Kalian juga tidak menyadarinya ‘kan?” Balas Yoonji.

“Tapi seharusnya kau tahu karena kau yang pakai benda itu. Ah, jinjja!” Hayoung mendecak kesal.

 

*****

 

Yoonji menaruh tasnya diatas meja, “Apa kau tahu rumah Kai?” Tanya Yoonji pada Hayoung.

“Woah! Kau bergerak cepat rupanya, Im Yoonji!” Goda Sejeong.

“Aku harus merawatnya karena perbuatan Lay, tahu.”

“Bilang saja ini juga kesempatanmu.” Goda Hayoung.

“Ah, sudahlah. Kau tahu tidak rumah Kai?”

“Untuk apa ke rumah Kai? Dia ada disini.” Ujar Hayoung.

“Disini? Di sekolah?” Kaget Yoonji.

“Aku melihat Sehun dan Chanyeol memopongnya ke ruang UKS.” Balas Hayoung.

“Apa yang dipikirkan ke sekolah dengan keadaan seperti itu? Dasar bodoh!” Gerutu Yoonji yang langsung pergi ke ruang UKS.

Sementara itu, Kai berbaring diatas ranjang ruang UKS. Sehun dan Chanyeol menatapnya, “Kenapa kau bersikeras ingin masuk sekolah padahal kakimu seperti ini?” Tanya Chanyeol.

“Tidak ada yang merawatku di rumah. Aku ke sini untuk perawatan.” Balas Kai.

“Memangnya siapa yang akan merawatmu?” Tanya Sehun.

Pintu ruang UKS terbuka. Yoonji terlihat disana.

“Perawatku sudah datang.” Ucap Kai.

Setelah melihat Yoonji, Sehun dan Chanyeol saling melempar tatapan.

“Aku hanya ingin cek keadaannya. Kalian bisa mengobrol lagi setelah aku selesai.” Ujar Yoonji.

“Kenapa kalian tidak kembali ke kelas? Bukankah kalian bilang kalian belum mengerjakan tugas dari Lee Saem? Cepat selesaikan!” Kai mengusir kedua temannya itu.

“Tugas? Lee Saem?” Sehun tidak mengerti.

Kai mengisyaratkan dengan matanya, “Ada tugas ‘kan? Cepat selesaikan!” Kai mengusir mereka dengan tatapan mata.

“Arraseo, arraseo. Kajja, Sehun-ah.” Chanyeol dan Sehun meninggalkan mereka berdua disana.

Setelah mereka berdua pergi, Yoonji langsung memeriksa kaki Kai.

“Kau ke sekolah naik apa?” Tanya Yoonji.

“Mobil.”

“Kau tidak menyetir sendiri ‘kan?”

“Aku berangkat bersama Sehun dan Chanyeol. Tidak usah khawatir!” Ujar Kai.

Yoonji menatap Kai yang tersenyum padanya. Wajah mulai memerah, dia langsung pura-pura membersihkan obat-obatan.

“Apa perban ini tidak perlu diganti?” Tanya Kai.

“Tidak perlu. Aku akan melakukannya jika perlu. Istirahatlah!”

 

*****
Yoonji menatap kaki Kai yang masih di gips. Sudah 2 minggu gips itu membalut pergelangan kaki Kai. Kai menatapnya heran, “Apa yang kau lakukan?” Heran Kai.

“Cederamu tidak parah, tapi kenapa kau masih pincang?” Yoonji masih menatap kaki Kai, “Apa benar-benar masih sakit?” Yoonji menatap Kai.

Kai mengangguk cepat, “Aku tidak bisa berjalan.” Keluh Kai.

Yoonji menghela napasnya, “Seharusnya sudah sembuh. Kenapa masih sakit, ya?” Heran Yoonji.

Kai menatap Yoonji, “Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” Heran Yoonji.

“Aku ingin ke toilet.”

“Kau menyuruhku mengantarmu?”

Kai mengangguk.

“Kau bisa pakai tongkatmu.” Ujar Yoonji.

“Aku ingin kau yang mengantarku. Kau ‘kan perawatku.” Balas Kai.

“Baiklah. Kajja!” Yoonji meraih tangan Kai dan mengalungkannya dibahu kecilnya, “Bawa tongkatmu!” Perintah Yoonji.

Yoonji memopong Kai melewati kelasnya dan kelas Kai yang bersebelahan. Sehun, Hayoung, Chanyeol dan Sejeong menatap mereka.

Sehun menatap Kai, “Huh, dasar pembohong besar!” Gerutunya.

Yoonji dan Kai berhenti didepan toilet, “Kenapa berhenti?” Tanya Kai.

“Kau pikir aku gila mau masuk ke dalam sana? Masuklah pakai tongkatmu!” Ujar Yoonji.

“Kau benar juga.” Kai langsung masuk ke dalam toilet.

Kai melihat ke arah luar toilet. Yoonji tidak terlihat dari sana. Kai langsung menyandarkan tongkatnya di dinding, kemudian menapakan kedua telapak kakinya dengan baiknya. Kakinya yang di gips bisa berdiri begitu tegak tanpa rasa sakit.

 

Flashback On.

Saudara Kai yang merupakan seorang Dokter datang ke rumah Kai setelah mendengar Kai cedera. Kai mendudukan dirinya dikursi sambil menatap Saudaranya yang melepas gips-nya.

“Kakimu sudah tidak apa-apa. Tidak perlu pakai gips lagi.” Ujarnya.

“Gomawo, Hyung.”

“Kalau begitu aku pamit.” Ucapnya, “Tolong jaga dia!” Saudara Kai menepuk bahu Sehun dan Chanyeol.

“Hati-hati dijalan, Hyung!”

Saudaranya sudah pergi. Mereka langsung saling melempar tatapan.

“Ayo main basket!” Mereka langsung keluar dari rumah Kai dan bermain basket di pekarangan rumah Kai.

Kaki Kai sudah kembali seperti semula. Mereka dengan semangatnya bermain basket, “Yak! Berarti Yoonji tidak akan jadi perawatmu lagi, kau sudah sembuh.” Ujar Chanyeol.

“Kau benar. Eotteokhae?” Panik Kai.

“Huh, kau benar-benar menyukainya, rupanya.” Ujar Sehun.

“Apa aku pura-pura masih sakit saja? Kalian bisa pasang gips di kaki-ku lagi ‘kan?”

Flashback Off.

 

“Ini aku lakukan karena aku tidak ingin kau berhenti merawatku, Yoonji-ya.”

 

*****
Kai dan Yoonji duduk di Taman, “Ini bagus untuk pemulihanmu. Kau harus lebih sering ke sini.” Ujar Yoonji.

“Kalau begitu temani aku selalu!” Balas Kai sambil menatap Yoonji.

Yoonji juga menatap Kai. Jantungnya berdebar. Gadis itu langsung mengalihkan pandangannya. Kenapa kau berkata seperti itu, Kim Kai? –Batin Yoonji.

Kai menghirup udara, kemudian tersenyum, “Ini benar-benar menyejukan!”

Yoonji melihat ada penjual ice cream, “Aku beli ice cream, ya. Tunggu disini!”

Tak berapa lama, Yoonji hendak kembali. Tapi dia terjatuh dan meringis disana. Kai yang kaget langsung berlari dengan kakinya yang masih pura-pura di gips.

Kai berlutut didepan Yoonji, “Gwenchana?”

Yoonji menatap kaki Kai yang terbalut gips, kemudian beralih menatap mata Kai, “Kau sudah sembuh?” Kai hanya diam. Dia bingung harus menjawab apa.

“Sejak kapan?” Tanya Yoonji.

“3 hari yang lalu.” Kai menundukan kepalanya.

“Kenapa kau membohongiku? Kenapa kau bilang kakimu masih sakit? Wae?” Kesal Yoonji.

“Karena aku ingin kau tetap didekatku.” Kai menatap Yoonji.

Yoonji membulatkan matanya.

“Aku ingin tetap bersamamu. Ini satu-satunya cara.” Tutur Kai.

Kai mengeluarkan plester dari sakunya, kemudian memakaikannya pada luka di lutut Yoonji. Yoonji masih menatapnya, “Mianhae.” Ucap Kai.

 

*****
Yoonji pulang seorang diri karena Hayoung pulang bersama Sehun. Sejeong sudah pulang lebih dulu karena ada urusan mendadak. Yoonji berjalan seorang diri menuju halte bus. Lay menghadang jalannya. Yoonji menatapnya malas.

“Minggir!”

“Kau selalu mengacuhkanku karena kau menyukainya?” Ujar Lay.

“Bukan urusanmu.” Yoonji hendak pergi tapi Lay tetap menghadang jalannya.

“Jawab pertanyaanku!” Pinta Lay.

“Kau benar, selain itu aku memang tidak menyukaimu, terutama sikapmu. Kau menyelakainya karena aku menyukainya ‘kan? Kau benar-benar kekanakan!” Tandas Yoonji.

“Aku melakukan semua itu untukmu, karena aku menyukaimu. Kenapa kau tetap mengacuhkanku?”

“Apa kau tidak mengerti yang aku maksud? Aku sudah bilang bahwa aku tidak menyukai sikapmu. Aku bertambah mengacuhkanmu sejak kau menyelakainya karena aku. Aku semakin malas melihatmu. Sungguh!” Ujar Yoonji.

Yoonji hendak pergi tapi tangannya ditahan oleh Lay. Yoonji memberontak, tapi dia tidak punya cukup kekuatan.

“Lepaskan aku!”

Kai datang dan menyingkirkan tangan Lay dari tangan Yoonji, “Bukankah dia bilang lepaskan? Kenapa kau tetap memegang tangannya?” Kai menatap tajam Lay.

“Tidak usah ikut campur. Ini bukan urusanmu.” Balas Lay.

“Semua yang menyangkut Yoonji adalah urusanku juga. Dia milikku.” Kai dengan mantap mengatakan itu.

Yoonji menatap Kai tak percaya.

“Jangan ganggu dia lagi! Aku peringatkan kau.”

 

*****

 

Yoonji dan Sejeong terus mengunyah makanan mereka. Sesekali mereka menengok keluar kantin, “Kemana Hayoung? Bukankah dia bilang akan menyusul?” Ujar Yoonji.

Sejeong mengangguk. Sejeong terus mengutak-atik ponselnya. Yoonji menatapnya, “Apa yang kau lakukan?” Tanya Yoonji.

“Aku memang benar-benar teman yang baik, kau tahu? Tanpa kau pinta, aku men-stalk semua akun pribadi Pangeran-mu, Kim Kai.” Tutur Sejeong.

Yoonji menyenggol lengan Sejeong, “Yak! Jangan keras-keras! Kau mau mengumumkan bahwa aku menyukainya?” Panik Yoonji.

Sejeong langsung menutup mulutnya, “Mian.” Sejeong tertawa kecil.

“Tapi kau sudah dekat dengannya bahkan dia mengatakan bahwa kau miliknya, kenapa kau tidak tahu akunnya?” Heran Sejeong.

“Kami tidak pernah membicarakan itu.” Ucap Yoonji, “Apa namanya?” Penasaran Yoonji.

“Sebentar. Aku masih mencari.” Sejeong terus menatap ponselnya.

Yoonji menunggu sambil terus menatap Sejeong, “Ketemu!” Heboh Sejeong.

Sejeong membuka akun itu, kemudian menunjukan wajah masam. Sejeong menatap Yoonji yang penasaran, “Wae? Kenapa ekspresimu seperti itu?” Tanya Yoonji.

“Akun-nya di privasi.” Yoonji langsung menatap layar ponsel Sejeong dan ikut memasang wajah masam.

Dari luar kantin, Hayoung menatap punggung kedua temannya itu. Dia menghela napasnya saat melihat punggung Yoonji.

Yoonji-ya, eotteokhae? Kau pasti sangat sedih jika mendengar ini. –Batin Hayoung.

 

Flashback On.

Hayoung menatap pantulan dirinya di cermin toilet. Dia mengingat perkataan Sejeong sebelumnya, bahwa dia sedang mencari akun Kai, “Ah, aku baru ingat. Akun-ku yang lama saling follow dengannya.” Gumamnya kemudian membuka akunnya yang lama.

Dia men-stalk akun Kai. Dia membelalakan matanya saat melihat postingan di akun Kai, “Kai punya kekasih?”

Flashback Off.

 

Hayoung melangkahkan kakinya menghampiri kedua temannya itu. Hayoung tersenyum cerah seolah tidak terjadi apa-apa. Yoonji dan Sejeong langsung menatap Hayoung.

“Hayoung-ah, apa kau saling follow dengan Kai di Instagram? Akun-nya di privasi.” Ujar Yoonji.

Hayoung menatap Yoonji dan Sejeong bergantian, kemudian menundukan kepalanya.

“Wae? Apa yang terjadi?” Heran Yoonji.

“Kau tidak putus dengan Sehun ‘kan?” Tanya Sejeong.

Hayoung masih diam.

“Hayoung-ah?” Yoonji menggenggam tangan Hayoung.

Hayoung menatap Yoonji, “Kai… Dia sudah punya kekasih.”

Yoonji dan Sejeong membelalakan mata mereka. Yoonji menundukan kepalanya.

“Yoonji-ya, jangan terlalu kecewa, ya?” Hayoung memegang tangannya Yoonji yang masih menggenggam tangannya.

Yoonji langsung bangkit dari kursinya, “Yoonji-ya?” Panggil Sejeong.

Yoonji berpas-pasan dengan Kai, Sehun dan Chanyeol. Ketiga lelaki itu menatapnya. Matanya dan Kai bertemu, kemudian Yoonji langsung melarikan diri.

“Matanya berair. Ada apa dengannya?” Heran Chanyeol.

“Yoonji-ya?” Teriak Kai.

Mereka bertiga menatap punggung Yoonji yang semakin menjauh. Hayoung dan Sejeong hendak mengejar Yoonji, tapi Kai menghalangi mereka.

“Apa yang terjadi?” Tanya Kai.

“Dasar lelaki jahat!” Sejeong menatap Kai.

Kai bingung, begitupun juga dengan Sehun dan Chanyeol.

“Kau benar-benar keterlaluan, Kim Kai.” Hayoung menatap tajam Kai, “Ajari temanmu bagaimana seharusnya memperlakukan seorang gadis!” Hayoung menatap Sehun, kemudian pergi meninggalkan mereka.

Kai, Sehun dan Chanyeol saling melempar tatapan.

“Ada apa sebenarnya? Kau melakukan kesalahan?” Sehun menatap Kai.

“Kesalahan apa? Dia marah karena aku bilang dia milikku kemarin? Tidak mungkin ‘kan?”

 

*****
Hayoung dan Sejeong berjalan beriringan. Kai, Sehun dan Chanyeol menghadang jalan mereka. Hayoung dan Sejeong menatap malas mereka.

“Minggir!” Tandas Hayoung.

“Sebenarnya ada apa dengan Yoonji? Dia tidak mengangkat telepon dan membalas pesanku.” Ujar Kai.

“Sebaiknya kau berkaca, Kim Kai. Kau memang popular, tapi bagaimana bisa kau melakukan ini pada Yoonji? Kau melayangkannya ke atas awan dan menjatuhkannya begitu saja. Kau benar-benar tidak berperasaan.” Sejeong menatap tajam Kai.

Ketiga lelaki itu kebingungan. Mereka memikirkan hal yang sama. Apa salah Kai? –Pikir mereka.

“Minggir! Aku tidak suka melihat wajahmu.” Hayoung dan Sejeong hendak pergi, tapi mereka bertiga tetap menghadang jalan.

Hayoung mendecak kesal, “Minggir atau aku akan putus denganmu, Oh Sehun! Aku serius sekarang.” Hayoung menatap tajam Sehun.

Sejeong menatap kaget Hayoung. Sehun membelalakan matanya, “Yak! Yak! Minggir, minggir! Biarkan mereka lewat!” Sehun menyingkirkan kedua temannya yang menghadang Hayoung dan Sejeong.

Hayoung dan Sejeong berjalan pergi, “Yak! Kenapa kau membiarkan mereka pergi?” Kesal Kai.

“Yak! Aku tidak mau putus dengan Hayoung.” Balas Sehun.

Kai menghela napasnya, kemudian kembali menghadang jalan Hayoung dan Sejeong. Kedua gadis itu memutar bola mata mereka malas.

“Aku benar-benar tidak mengerti. Kenapa kalian mengatakan itu? Apa salahku?” Ujar Kai.

“Aku sudah bilang untuk berkaca ‘kan? Sebaiknya kau pikirkan apa kesalahanmu.” Balas Sejeong.

“Aku benar-benar tidak mengerti. Katakan saja apa salahku! Selama ini aku tulus pada Yoonji, apa yang salah dengan itu?” Tutur Kai.

“Tulus? Kau tulus menyukai Yoonji? Tulus saat kau bilang bahwa Yoonji adalah milikmu di depan lelaki yang menyukai Yoonji? Heol! Kau benar-benar keterlaluan!” Hayoung tertawa meremehkan.

“Huh, aku semakin tidak mengerti. Tak bisakah hanya katakan padaku? Apa sangat sulit untuk mengatakan apa yang terjadi?” Kai mulai emosional.

Sehun dan Chanyeol langsung menenangkannya. Sehun menatap Hayoung, “Hayoung-ah, apa salah Kai? Kenapa kalian terus menyudutkannya?” Tanya Sehun.

“Aku tidak suka lelaki yang membuat temanku menangis.” Balas Hayoung.

“Apa alasan Yoonji menangis? Kami bertiga tidak mengerti. Tolong katakanlah!” Pinta Sehun.

Hayoung tidak menjawab.

Sehun meraih tangan Hayoung, “Hayoung-ah, jebal!”

Hayoung menatap Sehun, kemudian beralih pada Kai, “Yoonji sudah melihat postingan Instagram-mu, postingan bersama kekasihmu.”

Ketiga lelaki itu membelalakan matanya, “Aku tidak punya kekasih.” Ucap Kai.

Hayoung dan Sejeong menatap Kai, “Kami sudah melihat postinganmu, kenapa kau masih mengelak?” Kesal Sejeong.

“Kai tidak bohong, dia memang tidak punya kekasih. Gadis yang ia sukai adalah Yoonji, hanya Yoonji.” Tutur Chanyeol.

“Mwoya? Lalu siapa gadis ini?” Hayoung memperlihatkan akun Instagram Kai yang mereka lihat sebelumnya.

“Jadi karena ini?” Tanya Kai.

Hayoung dan Sejeong mengangguk.

“Aku sudah putus dengannya. Lagipula bagaimana bisa kau menemukan akun ini? Ini akun lamaku, bahkan aku sudah lupa password-nya.” Tutur Kai.

Hayoung dan Sejeong membulatkan mata mereka.

“Akun ini sudah 1 tahun tidak Kai pakai. Kalian salah paham.” Ujar Sehun.

Hayoung dan Sejeong langsung melihat kapan waktu postingan itu. Ya, memang itu 1 tahun yang lalu. Mereka berdua menatap Kai.

“Dimana Yoonji sekarang?” Tanya Kai.

 

*****

 

“MWO? Kai sudah lama menyukai Yoonji?” Kaget Hayoung.

Sehun mengangguk, “Dia bilang padaku bahwa Yoonji adalah gadis tercantik di sekolah kita. Padahal itu ‘kan kau, Hayoung-ah.” Sehun memuji kekasihnya sendiri.

“Dia tahu nama Yoonji…”

“Tentu saja dia tahu. Dia ‘kan menyukainya.” Ucap Sehun.

“Jadi bukan karena name tag?” Gumam Hayoung.

“Name tag?” Heran Sehun.

“Kami kira Kai tahu nama Yoonji dari name tag. Yoonji sangat senang saat mendengar Kai menyebut namanya.”

 

*****

 

Kai pergi ke atap sekolah usai Hayoung mengatakan bahwa Yoonji ada disana. Kai menatap punggung Yoonji. Lelaki itu menghampiri Yoonji. Yoonji menatapnya malas dan hendak pergi.

Kai menahan tangannya dan langsung memeluknya. Yoonji membelalakan matanya, “Lepaskan aku!” Berontaknya.

“Saranghae, Im Yoonji.”

Yoonji menghela napasnya, “Dasar pembohong! Lepaskan aku!”

“Kau salah paham. Aku sudah putus dengannya 1 tahun lalu, itu akun lamaku.” Tutur Kai.

“Aku tidak percaya.”

Kai melepas pelukannya. Lelaki itu menggengam erat kedua lengan Yoonji sambil menatapnya, “Aku tidak bohong. Ini.” Kai menunjukan akun itu dari ponsel Hayoung yang ia genggam sekarang, “Ini postingan 1 tahun lalu.” Ucapnya.

Yoonji melihat itu. Dan memang benar. Gadis itu langsung menatap Kai. Kai tersenyum padanya.

“Kau cemburu, ya? Mianhae.” Kai kembali memeluk Yoonji.

Jantung Yoonji berdebar kencang.

“Aku hanya menyukaimu, Im Yoonji. Hanya kau.” Ucap Kai sambil tersenyum.

Yoonji hanya diam. Kai melepas pelukannya dan menatap Yoonji, “Wae? Kenapa kau diam saja?” Heran Kai.

Yoonji menatap Kai, “Aku juga menyukaimu, Kim Kai. Hanya kau.” Yoonji memeluk Kai.

Kai tersenyum, kemudian mengelus surai rambut hitam Yoonji, “Tetaplah bersamaku!” Tutur Kai.

 

Aku menyukaimu tanpa kau ketahui. Aku tahu namamu karena aku menyukaimu. Aku melihatmu menatapku, kemudian aku tersenyum setelah itu. Hanya kau yang membuatku seperti ini, kau berhasil membuatku terpana. Hanya kau, Im Yoonji. –KIM KAI.

Apapun alasan aku menyukaimu, itu tidaklah penting. Bukan karena kau tampan, popular, dan lucu. Hanya saja… Tidak bisa aku jelaskan. Kau adalah Pangeran-ku sampai akhir. Tetaplah bersamaku, Kim Kai. –IM YOONJI.

 

 

 

FINISH~

 

KOMEN JUSEYO~

 

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Only U – (Oneshot)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s