[EXOFFI FREELANCE] Apology (Chapter 7)

New poster APOLOGY

Author : @intanelfs

Tittle : A P O L O G Y

Range : Sad,Romance,School life,Family

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka yang berdasarkan pemikiran murni dari otak saya sendiri,jika kalian menemukan FF dengan cast yang sama,cerita yang sama,itu hanya kebetulan,dan saya minta maaf saya tidak tahu menau mengenai hal itu dan mohon di maklumi, Posted On https: http://fanfictionside.wordpress.com/

Rating : PG 16-17

Cast :

– Han Jia (OC/readers)

– Byun Baekhyun (EXO)

-Kim Hanbin (IKON)

– Other cast

-Oh sehun

-Shin nayoung

 

Happy Reading ***NeedComment***Typo Every Where

***

“sepertinya aku…. Menyukai mu” jia menelan ludahnya. baekhyun tidak kaget sama sekali ia hanya menatap jia datar

“ini pasti mengangetkan mu. Kau tau alasan aku menentang pernikahan ayah ku dan ibumu karena aku sudah dari dulu menyukai mu” ucap jia diakhir katanya dengan wajah tertunduk.

“hentikan omong kosong mu. keluarlah”kata baekhyun ketus . Jia mencoba untuk tidak kesal

“aku serius”jia mendekat ke wajah baekhyun,yang hanya menampakkan wajah dinginya ke jia.

“aku sudah menyimpan perasaan ini sejak lama”lirih jia dengan wajah sendunya

“jangan mengganggu ku,  Aku sedang membuat laporan”ucap baekhyun beranjak dari meja belajarnya. Jia mendengus kesal. Menahan lengan baekhyun menatap wajahnya lekat

“kau tidak percaya padaku?”

“bagaiman aku bis..”perkataan baekhyun terpotong saat jia mendindihnya diranjang miliknya. Jia mulai terlihat bingung. Jia mengutuk dirinya bersikap seperti ini.

“aish. Seharusnya tidak seperti ini” lirih jia . baekhyun menompang kepalannya dengan kedua tanganya menatap jia dengan wajah santainya yang sudah terlihat frustasi.

“aku bisa berteriak untuk membangunkan penghuni rumah”ancam baekhyun dengan seringai khas miliknya.

“yak kenapa kau harus berteriak seolah aku hendak melakukan sesuatu padamu”

“tapi kenyataaanya memang begitu,kau malam-malam begini ke kamar ku”ucap baekhyun enteng. Jia terdiam. ‘Benar juga’ pikirnya

“aish”umpat jia kesal hendak berdiri namun baekhyun langsung menariknya memperdekat jarak mereka. Baekhyun hanya menatapnya datar,sedangkan jia terlihat kikuk ia melirik kiri kanan. “jia kau harus melakukan sesuatu agar baekhyun bisa luluh” jia mulai memikirkan sesuatu. Jia menunjukan senyum manisnya pada baekhyun.

“apa kau sedang menggoda ku?”Tanya baekhyun dingin. Jia langsung mengerucutkan bibirnya kesal

aakh andwe-gaeta(ini tidak akan berhasil)” ucap jia kesal melepas dekapan baekhyun,kemudian duduk disamping baekhyun yang masih berbaring.

“apa kau tidak kasihan pada ku?”menatap sendu baekhyun yang hanya menggelengkan kepalanya.

“baekhyun kau harus menikah dengan ku” kata jia menatap depan dengan tatapan kosong.

“bagaimana aku bisa menikahimu?” ucap baekhyun duduk disamping jia. jia menoleh menatap baekhyun. Jia menelan ludahnya karena gugup dengan ucapan yang akan ia lontarkan ke baekhyun

“mungkin kau bisa meng-ha-mili ku” ia sendiri tidak sadar kenapa kata-kata jahanam itu bisa keluar dari mulut busuknya. Baekhyun tersenyum

“ baiklah jika itu mau mu. aku akan membuat mu hamil”ucap baekhyun enteng. Jia melotot kaget . baekhyun mulai mendekatkan wajahnya,ia menyelipkan rambut jia yang teruntai kedepan. Jia mulai menampakkan wajah panic. Baekhyun semakin mendekat menatapnya lekat. “beoyaa,? kenapa dia menanggapnya serius!” jia mengutuk dirinya sendiri. Hanya berjarak beberapa centi baekhyun mulai menutup matanya.

“bwahahahaa,,aigooo aku hanya bercanda” jia langsung mendorong baekhyun. Jia berdiri,mulai menarik nafas mengibaskan kedua tangan diwajahnya yang sudah memanas. Baekhyun hanya tersenyum

“otak ku akhir-akhir ini pasti sedang bermasalah”jia melangkahkan kakinya hendak keluar dari kamar baekhyun

“byun baekhyun. Setelah nanti kau berstatus menjadi kakak ku apa kau akan tetap jahat? Itu membuatku takut”jia akhirnya beranjak keluar.

Sejahat apapun aku itu tidak sebanding dengan yang telah kalian lakukan pada keluarga ku” baekhyun menunjukan wajah dinginnya,yang lebih terlihat sepeti iblis di neraka

#Flashback * 3 tahun yang lalu…….

Baekhyun POV :

Tepat 3 tahun yang lalu sampai saat ini aku belum bisa melupakan kejadian yang amat pahit menimpa keluarga ku. Saat itu aku masih sibuk ujian sekolah menengah untuk persiapan masuk perguruan tinggi. Malam itu aku pulang agak telat dari biasanya. Aku masuk kedalam rumah dalam keadaan hancur berantakan. aku melihat ayah ku tergelatak dengan banyak luka pukul ditubuhnya. Sudah sangat jelas aku mengetahui ini perbuatan siapa.Hal itu dikarenakan Pemberhentian para pekerja secara paksa dilakukan oleh Nega Network Group yang mendapat banyak protes dari para pekerja yang salah satu diantara mereka adalah ayahku . ayahku  ketua dari aksi demonstarasi membuat pihak perusahan geram.  Ayah ku menjadi pesakitan yang membuat ibuku jenuh dan meninggalkan rumah.

Author POV :

Hanya baekhyun yang mengurus ayahnya sampai tuan byun menghembuskan nafas terakhirnya. Selama setahun penuh baekhyun tidak mengetahui keberadaan ibunya, ia tau dari temanya bahwa ibunya bekerja sebagai sekretaris. Tapi setelah mengetahui hal itu baekhyun enggan untuk bertemu dengan ibunya,baekhyun mengambil cuti kuliah setahun penuh untuk bekerja. Tapi tidak selang beberapa lama ibunya datang mencari baekhyun mengabari baekhyun bahwa ia akan menikah lagi dan meminta baekhyun tinggal bersamanya. Awalnya baekhyun menolak dengan keras tapi setelah ia mengtahui calon suami ibunya ia menerima ajakan ibunya karena alasan tertentu. Tidak mudah bagi baekhyun untuk bernafas lega seperti sekarang ini. Dinobatkan sebagai anak dari simpanan pengusaha sukses harus kuat lahir batin, direndahkan banyak orang membuatnya merasa miris pada dirinya sendiri. Apalagi ia harus selalu berurusan dengan han jia. saat baekhyun pertama kali bertemu gadis itu,baekhyun sudah mengetahui gadis seperti apa dia, kasar,sombong,egois, manja itulah kesan pertama yang jia berikan pada baekhyun. Dari awal memasuki rumah ini niat baekhyun hanya :

’mengambil semuanya kemudian menghancurkanya’.

#flashbackEND

Paginya jia bergegas menuruni tangga. Ia merutuki dirinya yang bangun terlambat.”SIAL!!!” Jia kembali menginjak tali sepatunya membuat keseimbangan tubuhnya terhuyung kedepan dan hampir mematahkan hidungnya jika bukan karena baekhyun yang sigap menahan pinggangnya. Baekhyun menatap jia datar “kau berat” ucap baekhyun, jia langsung menegakkan kembali tubuhnya,jia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari memikirkan sesuatu

“perasaan canggung macam apa ini” ucap jia melewati baekhyun menenangkan detak jantungnya, jia menarik nafas pelan kemudian duduk untuk sarapan. Jia melirik sekitar,meja panjang ini hanya terdapat dirinya dan baekhyun yang baru mendaratkan pantatnya untuk sarapan.

“ahjumma appa-eodiseo?”tanya jia pada asisten rumah tangga

“tuan dan Ny. Yoon ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi kesehatan tuan han”jelasnya . jia diluputi rasa khwatir “apa penyakitnya kambuh lagi” pikir jia .

Jia keluar diikuti baekhyun dibelakangnya yang akan berangkat kuliah. Jia melirik jam tanganya.

“kau mau ku beri tumpa…”ucap baekhyun terpotong,melihat jia melesat begitu saja dari padanganya.

“kim hanbin” ucap jia langsung berlari ke depan rumah yang sudah terdapat hanbin sedang menyenderkan punggung di mobilnya. Baekhyun mendengus kesal.

“niat baik macam apa ini” ucap baekhyun tengah memperhatikan mereka dari pekarangan rumah.

“kau menuggu lama?” Tanya jia yang sudah ada dihadapan hanbin

“anya. Apa tidur mu nyenyak”ucap hanbin mengacak rambut jia

“aku mengalami insomnia” dengan wajah kesalnya

“arraseo. Kajja”

Akhirnya mereka menghilang dari pandangan baekhyun.

“hubungan mereka tidak akan bertahan lama”ucap baekhyun berjalan menuju mobilnya.

***

Baekhyun keluar dari mobil menuju gedung kuliahnya,langkahnya terhenti ,ia tengah melihat seorang gadis tengah menunggunya tepat didepan gedung. Baekhyun menarik nafas pelan,kini gadis itu tengah berlari kearahnya.

“oppa” panggilnya.

“eoh”jawab baekhyun datar melanjutkan perjalannya. Gadis itu mendengus kesal,walapun ia sudah biasa diperlakukan dengan sikap dingin baekhyun tapi hari ini kesabaranya cukup terkuras karena pagi-pagi sekali ia harus menunggu baekhyun. Gadis itu menahan lengan baekhyun.

“oppa beuseun-ireseo?”

“hwayoung-a mian. Aku harus bertemu dosen pembimbing. Nanti kita bicara”ucap baekhyun hendak berlalu namun gadis bernama park hwayoung ini masih menahan lengan baekhyun.

“aku sudah menunggu lama bisakah kau meluangkan waktu untuk ku”

“aku sibuk”ucap baekhyun melangkahkan kakinya

“byun baekhyun kau benar-benar keterlaluan”teriaknya. Baekhyun menghentikan langkahnya menghadap gadis itu. Hanya menatapnya tidak mengeluarkan suara sedikit pun ia ingin mendengar apa yang akan gadis ini katakan selanjutnya.

“aku sudah lelah dengan sikap mu. Cukup sampai disini saja aku ingin mengakhirinya”hwayoung menatap tajam baekhyun

“dari awal aku tidak pernah menghendaki hubungan ini,kau yang terus mengikutiku kemana-mana. Aku juga sudah lelah dengan sikap kekanakan mu. Carilah namja yang lebih baik dariku. Mianhe”baekhyun akhirnya berlalu meninggalkan gadis itu yang menundukkan wajahnya. Ia menangis.

***

“kau sudah berkencan dengan han jia,gadis terlaknat itu?” taehyung bertanya yang kedua kalinya. Sedangkan junheo hanya berdecak kagum sembari menepuk pelan punggung hanbin. Ekspresi hanbin bertolak belakang dengan mereka,bukannya senang telah memenangkan hati hanjia tapi hanbin menampakkan wajah hampanya.

“kau tidak terlihat bahagia”ucap junheo menatap prihatin ke hanbin

“tentu saja. Hanbin bukan berstatus sebagai kekasihnya melainkan budak han jia hahaha” sambung taehyung mendapat tatapan tajam dari hanbin.

“dalam hidupku ini pertama kalinya..aaa”perkataan hanbin terpotong seorang gadis kini berada dihadapn hanbin

“sunbae” panggilnya . hanbin langsung menunjukan senyuman andalanya.

“aku ingin mengembalikan ini”ucap gadis itu memeberikan CD lagu ke hanbin dengan senyum yang sangat manis membuat taehyung dan junheo saja seperti meleleh. Namun tidak berselang lama taehyung langsung menyenggol lengan hanbin. Han jia kini tengah berjalan kearah mereka. Hanbin menjatuhkan CD karena terkejut,junheo pura-pura sibuk sendiri mengurus standnya meladeni pengunjung. Kini jia sudah berada dihadapan mereka menatap gadis disampingnya dengan tatapan datar.

“sun-sunbae aa-anyeo-haseo”sapa gadis itu dengan wajah pusat pasi.

“eoh anyeong” sapa jia dengan SENYUM diwajahnya *ZONK* ekspresi yang berbanding terbalik dari yang diperkirakan mereka bertiga.

“kau kesini untuk mencar…”hanbin tidak melanjutkan kata-katanya

“kim junheo”panggil jia,junhoe langsung menoleh kaget. Hanbin mendengus kesal.

“panitia sedang berkumpul apa yang kau lakukan disini?” ucap jia dengan wajah datar khas miliknya.

“m-mian,aku akan kesana” junhoe langsung berlari kearah aula.

“boehae-e? lanjutkan kegiatan mu” ucap jia cuek hendak berlalu namun lenganya ditahan paksa hanbin.

“waah kau memang berbeda dari yang lain. Kau tidak marah?” tanya hanbin dengan wajah yang  kesal

“kenapa aku harus marah?” jia memandang hanbin dengan wajah datarnya yang sulit dipercaya bagi hanbin

“kau itu pacar ku atau bukan huh?” hanbin terlihat frustasi. Jia tersenyum mendorong kasar kepala hanbin.

“dasar bodoh. Aku kan bukan istri mu,lakukan saja sesuka mu aku tidak akan melarang mu”

“jinja?” Tanya hanbin meneyelidiki wajah jia.

“eoh. Hanya untuk dua hari ini. bersenang-senanglah” ucap jia tersenyum manis kemudian berubah datar dan berlalu meninggalakan hanbin yang terlihat bodoh.

“daebak”taehyung bertepuk tangan

“apanya yang daebak? Huh ? akh aku bisa gila”

“dari awal kau memang sudah gila”ujar taehyung sembari mengusap pelan kepala hanbin. Hanbin hanya meratapi nasibnya

***

“bagaimana menurut kalian, itu hanya pendapatku saja”ujar marie saat semua panitia tengah berkumpul di aula

“malam terakhir bertema prom night,aku menyetujuinya” ucap jeyeon yang disambut anggukan dari lainya.

“ketua? Kami butuh persetujuan mu” jia masih sibuk pada pikiranya,marie langsung menyenggol lengan jia membuatnya tersadar

“eoh,? Ehm terserah kalian jika banyak menyetujinya lakukan saja”ujar jia

Jia dan marie berjalan keluar aula

“dress apa yang akan kalian gunakan nanti?” tiba-tiba jiyeon ikut berjalan menghampiri mereka.

“bukankankah akan sangat aneh jika nanti kita menggunkan dress yang sama”sambung jinni. Jia hanya menggelengkan kepalanya. “gadis-gadis ini benar-benar menyebalkan “pikir jia

“jia bagaimana dengan mu?” Tanya marie

“yak jia jangan ditanya,ibunya pasti sudah menyiapkan berbagai jenis brand ternama untuknya” ucap jiyeon yang mendapat tatapan tajam dari marie seakan memberi kode pada jiyeon agar ia menjaga ucapanya. Jiyeon hanya tersenyum kikuk mengigit bibirnya. Di otak jia hanya satu ia merindukan eommanya.

“aku pergi duluan”ucap jia berlalu meninggalkan mereka

“haruskah aku menghubungi eomma” lirirhnya. Jika berkaitan dengan mengurus diri, eommanya jauh lebih tau dibanding jia,masalah penampilan eommanya sangat memeperhatikan detail brand yang akan anaknya gunakan,dari atas sampai bawah semua harus sempurna tapi itu dulu sekarang ia jarang bertemu eommanya.

***

jia menghempaskan tubuhnya di ranjang miliknya,kamarnya sekarang terlihat seperti kandang babi,semua pakaian di lemari besar miliknya ia keluarkan,namun tidak ada yang menarik perhatiannya sedikit pun,dress,gaun,aksesoris semua berterbaran dimana-mana.

“eomma akau butuh bantuan mu”ucap jia mengacak rambutnya. Jia memegang perutnya,ia belum mengisi perutnya dari pulang sekolah hingga menjelang makan malam ia terlalu sibuk mengacak isi lemarinya.

“aghasii,tuan menyuruh turun untuk makan malam bersama” panggil asisiten rumah tangga dari luar pintu. jia keluar dengan wajah lesunya.

“tolong rapikan kamar ku” ucap jia yang dibalas anggukan dari asisten rumah tangganya kemudian jia berlalu menuju meja makan.

Jia langsung duduk tanpa basa basi dengan ayahnya,ia saat ini lebih baik mendiamkan ayahnya. Jia makan seperti biasanya hanya saja ekspresinya kurang bersahabat,jadi untuk dilihat saja kalian akan enggan untuk mengajaknya berbicara.

“saya menikmatai makan malamnya”ucap jia memberi hormat pada ayahnya. Berlalu dari meja makan.

“aggashii” panggil park ahussji berjalan kearah jia.

“waeyeo?”

“ini ada titipan“park ahjussi menyerahkan dua kado besar yang telah dihias sedemikian rupa. Jia menyipitkan matanya.

“eomma?” Tanya jia pada park ahjussi yang dibalas anggukan. Jia tersenyum sedikit mengintip isinya.

“eomma benar-benar bisa diandalkan dalam keadaan apapun” ucapnya berlari menuju kamarnya.

Jia membuka kedua kado dari eommanya itu dengan antusias. Jia terseyum kagum melihat dua dress yang dikirim ibunya. Perhatian jia teralihkan ke ponselnya. Jia tersenyum saat eommanya menelpon.

“kau sudah menerimanya?”

“nde. keduanya sangat bagus aku bingung”ucapnya sembari memperhatikan kedua dress diatas ranjangnya.

“eomma benar-benar menyita banyak waktu untuk mendapatkannya,brand itu belum keluar kau yang pertama akan mepublikasikannya,eomma sampai beradu mulut dengan beberapa orang”

“eomma gumawoo,,aku membongkar semua isi lemari ku namun tidak ada yang menarik perhatian ku”

“kau coba saja keduanya,nanti perlihatkan hasilnya ke eomma. Sayang eomma sedang ada urusan nanti eomma hubungi lagi” eommanya langsung menutup telpon. Jia tersenyum kecut menatap layar ponselnya.

Jia melihat mini dress yang lumayan meyita matanya “haruskah aku gunakan ini, tapi yang ini juga bagus tapi apa tidak terlalu panjang aku seperti akan menghadiri acara pernikahan” tawanya melihat dress panjang yang dibayangan jia akan menutup semua jalanan.

Dua gaun yang dikirim ibu jia memiliki warna yang sama. Biru navi warna yang tidak terlalu kontras akan memberikan kesan tersendiri bagi yang menggunakannya. Bedanya terletak dari ukuran dan desian model yang dirancang oleh tiffany&Co. gaun panjang yang langsung menutup seluruh punggung dengan dihiasai beberpa permata dibagian atasnya,sedangkan mini dress satunya akan mengekspos bebas bagian bahunya dan kakinya. Jia menatap keduanya dengan perasaan hampa.

“kita lihat saja besok mana yang akan aku gunakan diantara kalian berdua”.

***
setelah satu hari tidak pulang karena sibuk dengan kegiatan di kampus baekhyun langsung menghempaskan tasnya dan langsung bergabung untuk makan malam.

“apa jia belum turun?” Tanya ayahnya

“malam ini aghassi akan ke acara di sekolahnya” jelas park ahjussi, ayah jia hanya mengangguk pelan.

Jia menarik nafas pelan melihat pantulan dirinya di cermin. Tatanan rambut messy bun menampakan leher putihnya,beberapa anak rambut ia biarkan teruntai membuat kesan tersendiri bagi yang melihatnya, make up yang tidak terlalu tebal ,lipstick pink peach agar bibirnya tidak terlihat pucat dan dibaluti mini dress yang semakin membuat jia terlihat cantik malam ini.

“baekhyun makan mu sudah selesai?” Tanya ibunya yang melihat baekhyun beranjak dari duduknya.

“aggashi anda sudah siap?” Tanya park ahjussi yang membuat kesibukan dimeja makan terhenti. Semua menatap ke jia yang sedang menuruni tangga. Baekhyun tertegun melihat penampilan gadis itu,ia tidak bisa mengalihkan perhatiannya pada jia. mata mereka bertemu,jia tersenyum manis ke baekhyun. “terpesonalah byun baekhyun”ucapnya dalam hati

“jia-ya kau sangat cantik” puji Ny. Yoon

“kangshaminda”

“waah putri ayah benar-benar cantik,siapa yang tidak akan jatuh hati padamu huh”

“appaaa,,,jebal jangan terlalu berlebihan”

Baekhyun masih menatap jia dari atas sampai bawah “dia sempurna” itulah yang ada diotaknya baekhyun.

“kau terlihat cantik” ucap baekhyun kemudian berlalu melewati jia. Ny. Yoon memperhatikan kepergian baekhyun dengan tatapan aneh.

“tidak biasanya ia memuji seseorang” pikir Ny. Yoon.

Didalam mobil jia masih belum bisa untuk tidak tersenyum. Kata-kata baekhyun masih menggema diotaknya

“kenapa aku begitu senang ia mengatakan aku cantik”

“Agassi kita sudah sampai” perkataan park ahjussi membuyarkan lamunan jia. ia turun dari mobil.

“hanjia” panggil marie setelah ia turun dari mobilnya kemudian menghampiri jia. marrie manatap jia

“tiffany&Co?” Tanya marrie memperhatikan penampilan jia lebih tepatnya gaun yang digunakannya

“bagaimana kau tau? Ini padahal belum keluar”

“dari ibuku,ia mengatakan jika ibumu dan ibu jeyeon berperang sengit untuk dress ini”

“tapi ibuku menang, bukan gaya ibuku jika ia kalah”

“heol, aku harus memastikan jeyeon datang atau tidak” marrie kemudian berlalu memasuki aula diikuti jia di belakangnya.

“kau terlihat cantik” jia langsung menoleh kebelakang yang sudah terdapat hanbin dengan penampilan yang sangat “wow” apalagi dengan tatanan rambut yang ia naikan menambah aura ketampanan namja gila ini. hanbin berjalan menghampiri jia

“kau juga “ sambung jia

“kau harus berbangga memiliki kekasih yang tampan sejagat raya seperti ku”ucapnya melewati jia begitu saja, jia tersenyum kecut

“yak tampan” teriak jia,hanbin menoleh

wae?

“bukankah kau harus menggandeng tangan ku. Dasar bodoh” jia berjalan kearah hanbin

heol”hanbin langsung menggamit jemari jia. sekarang semua pasang mata tertuju ke mereka.

“lihatlah pasangan itu, benar-benar sempurna” ucap salah satu gadis disana

“aku sangat iri” sambung gadis satunya

Taehyung dan junhoe melihat itu hanya berdecak kesal

“aish. Entah kenapa aku ingin memiliki seorang pacar” gerutu junhoe,taehyung yang mendengar itu hanya menampakkan wajah herannya pada junhoe.

“yak apa kau ketularan hanbin” ucap taehyung kemudian meneguk minumanya. Marie melintas di depan mereka, tiba-tiba taehyung mulai berpikir

“yak lee marie”panggil taehyung,marrie menghadap mereka

“mwo?”

“apa kau memiliki kekasih?”ucap taehyung,junhoe hanya menoleh ke taehyung . diotak junhoe hanya satu “apa dia menyukai marie?”

“huh?!!!”

“junhoe bilang ia ingin berkencan dengan mu” taehyung dengan tampang santainya,junhoe langsung terbatuk-batuk. Rasanya ia ingin mengggampar keras kepala taehyung

“bagaimana?”taehyung terlihat antusias berbanding terbalik dengan junhoe dan marie

“LEBIH BAIK AKU MATI!!”teriak marie manatap junhoe tajam kemudian berlalu.

“dasar gila,kenapa kau berkata seperti itu padanya?” ucap junhoe kesal

“heol. Kenapa dia harus berteriak seperti itu,apa yang dia tidak suka dari mu ?,padahal kau cukup tampan” taehyung memperhatikan penampilan junhoe dari atas sampai bawah. Junhoe menarik nafas kesal

“lee marrie mantan kekasih ku”junhoe melotot ke taehyung, yang hanya mengerjapkan matanya beberapa kali.

“kapan kalian berpacaran? Kenapa hubungan kalian berakhir?”

“aish. Waktu SMP. Aku yang memutuskannya. Jangan bertanya lagi. Menyebalkan” junhoe langsung meninggalkan taehyung menghampiri hanbin

***

nayoung-a, kim hanbin-aniya?(bukankah itu kim hanbin?)”

eodi? (mana) Huh!! Apa yang dilakukan si brengsek itu disini?” gerutu kesal gadis yang bernama shin nayoung.

deo-molla?(kau tidak tau?) Ia bersekolah disini”

“dasar brengsek ia meninggalkan ku begitu saja dan sekarang ia kembali tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Pitchin-saeki (brengsek gila!)”gadis itu menatap tajam hanbin dan berjalan gontai kearah hanbin dan teman-temanya

chalcinaeaseo-kim hanbin?(bagaimana kabar mu kim hanbin?)” ucapnya saat sudah di hadapan hanbin yang terlihat terkejut.

deo!!!” hanbin hanya mengerjapkan matanya ,ia masih belum percaya dengan penampakan di depannya. Shin nayoung gadis yang membuatnya harus meningalkan korea kini ada dihadapanya.

TBC

Nb : ANYEOOOONG (teriak pake toa) . saudara-saudari sekalian bagaimana menurut kalian,kurang greget kah? Gk ada feelnyakah? Makin anehkah? (Autor makin stress). Ekhm2 !! tolong perhatiannya !!! Author lagi gas pol ni buat nulis,tapi bener2 susah cari gambaran yg pas karena saking banyak FF yg belum kelar kyk Apology,Love Yourself,summer day kim dani and more !! hadeh tu ff semua belum ada yg kelar jadi mau fokus nyelesin satu cerita dulu biar otak author gak tabrakan (sedaaaap). Jujur untuk apology bener2 susah untuk dapetin adegan yg  pas, apalagi baekhyun-jia (pusiiiing). Niatnya mau nyelesain Love yourself dulu,Apology terus yg terakhir Summer day kim dani abis itu hiatus deh (santai banget lu ngomong).mian mian mian ! bagi yg belum baca ff yg tertera diatas silahkan cek dan jangan lupa feedbacknya berupa comment . saranghe we love you muaaah (abaikan)

25 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Apology (Chapter 7)”

  1. Seriusan thor aku udah ngikutin ff ini dari chap. 1 and finally ini ff bikin aku senyum senyum sendiri 😆😆😆 daebak banget >_< btw kapan dilanjut thor?? Aku menunggumu 😆 btw aku penasaran banget gimana kisah antara baek sama jia selanjutnya 😍😍

  2. halo.. q reader baru aku udh baca dari chap 1 tp q cm bisa komen di chap terakhir ini serius sukaaaaa bgt sm ff ini karena selain cast nya baek ceritanya juga seru banget next chapter soon please aku udah ga sabar sm moment2 dari baek-jia lagi

  3. behhh… baekbaek mulai ke cantol yahh
    hehe
    habin,, apa yang akan terjadi padamu
    jia-ya… tentukan hatimu…
    hehe
    next kak author, fighting^^

  4. Uwa nambah seruu nih kak^^
    Kliatanya baekhyun mulai suka ya sma jia..kkk
    Sbenarnya seorang kim hanbin itu seprti apa sih?

    Next kak dtunggu lanjutanya^^

  5. Aku penggemar semua fiksimu,jd pasti d tunggu lanjutanya,,dan moga APOLOGY nya bisa dapet inspirasi buat kelanjutanya,, semangat semangat

  6. Bagus kok minn
    feelingnya juga dpt klo menurutku
    Wah ini pertanda baekhyun mulai menyukai jia (?)
    Nextt and fighting minn 😊😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s