SILHOUETTE | 6

Cover2

SILHOUETTE

Starring by :

Oh Sehun |  Kang Mirin | Xi Luhan | Song Yerin

PG-17

Sad  | Romance | Lil hurt

Chapter

A.N :

Hai lagi !! Maaf ya buat chapter 5 yang ga maksimal. Semoga yang ini lebih baik.. Disini dikasih flashback dulu dikit di awal-awal yang miring-miring tulisannya /awas otaknya jangan ikutan miring..

BTW kita hampir masuk akhir… mungkin dua atau tiga chapt lagi?

hmmm… Langsung baca aja yaa ~~

Cekidot !!

 

*****

Previous Part    PROLOG |1 | 2 | 3 | 4

 {Last Mirin- Sehun Valentine’s Day }

Terhitung limabelas menit Mirin mendongakkan kepalanya. Menatap satu-satunya boneka orang-orangan salju mirip Olaf yang dipajang diantara tumpukkan coklat batang. Seperti sengaja untuk menarik perhatian, boneka itu diletakkan ditengah supermarket, diatas tumpukkan coklat, dan dibawah penerangan lampu. Jika memang menarik perhatian adalah tujuan mereka, maka usaha mereka bisa dipastikan berhasil pada Mirin.

“Kau lihat apa sih?”sebenarnya Sehun tahu apa yang gadis itu perhatikan sejak tadi. Dia hanya memastikan kalau jiwa Mirin masih disampingnya. Didalam tubuh yang saat ini sedang ia rangkul pinggangnya.

“Dia…” jawab Mirin lirih tanpa menengok Sehun disampingnya. Matanya berbinar antara kagum dan gemas ingin menyentuh. Sehun masih memperhatikan mata berbinar Mirin dari samping sampai akhirnya Mirin memutar kepalanya tiba-tiba dengan wajah penuh harap. Tidak sadar jika apa yang dilakukannya tadi membuat darah Sehun naik kesekitar pipinya hingga pipi tirus itu jadi semerah tomat karena wajah Mirin yang terlalu dekat.

“Tidak bisa.. terlalu tinggi,” bibir Mirin otomatis melengkung sedih. Meminta Sehun untuk mengambilkan boneka itu ternyata masih tidak bisa.Sehun masih menetralkan warna merah pipinya dan denyut jantungnya sampai matanya menangkap seorang pegawai mendekat kearah mereka.

“Permisi, apa boneka itu dijual?”

“Maaf, itu tidak dijual. Itu dipajang sebagai hadiah,”

“Hadiah apa?” Mirin yang sedari tadi mengabaikan sekitarnya mendadak tertarik. Sehun tersenyum singkat sebelum kembali menatap si pegawai yang sekarang menunjuk kertas pengumuman kecil didekat tag harga coklat. Tiba-tiba Mirin menoleh kearahnya dengan wajah memohon. Berbanding terbalik dengan Sehun yang menahan geraman dan kata-kata kasar keluar dari mulutnya. Mencoba membentengi sisi dirinya yang kasar dengan senyum luar biasa manis –dimata Mirin- yang dihadiahi kecupan singkat dipipinya tanda terima kasih.

Saatnya berjuang untuk Mirin.

***

 

“AYO SEHUN KAMU BISA!!!” disana, dibelakang pita merah yang berjarak lima meter didepannya Mirin berteriak heboh menyemangati dirinya yang tengah mati-matian memasukkan kembali potongan coklat kemulutnya sementara yang didalam perutnya minta dikeluarkan.

Untuk pertama kalinya dalam hidup Sehun, ia menelan hampir 1 kg coklat manis disaat biasanya minum Americano tanpa gula? jika pun dia makan permen, yang ia makan adalah permen jahe atau Mint dengan rasa pedas. Siapa juga kalau dipikir-pikir yang membuat lomba tidak berguna semacam ini?

Memakan satu kilogram coklat dalam waktu kurang dari tiga menit. Demi menatap wajah berbinar Mirin saat menggendong boneka manusia salju dipojok sana –katanya untuk menambah semangat peserta lomba. Bullsh*t, kata Sehun dalam hati. Nasibnya dan empat pria lain disamping kanan dan kirinya sama. Sama-sama menderita dengan coklat penuh dimulut masing-masing dan mata yang mulai berair. Mata yang berteriak minta ini semua berakhir tapi tidak berani bersuara karena wajah memohon dan berharap dari gadis-gadis dibelakang pita merah itu.

“Aku tidak minta yang lain untuk Valentine, Hunnie. Aku Cuma mau Moe,” Rengekan Mirin sesaat yang lalu berputar dikepala Sehun. Menjadi penyemangat sendiri untuknya. Bahkan Mirin sudah menyiapkan nama untuk benda putih setinngi pinggang yang tersenyum mengejek –dimata Sehun- diujung ruangan.

Coklat dipiringnya tinggal segenggam lagi. Sehun menarik nafas. Membuangnya perlahan. Menggengam coklat terakhir dipiringnya sebelum…

Teettttt…

Bunyi panjang tanda permainan berakhir mengehentikan gerakan semuanya. Mereka yang lega karena berhenti memasukkan benda kelewat manis itu kembali tegang saat juri mulai menimbang sisa coklat mereka. Disaat yang sama, Sehun tidak lagi fokus. Matanya berkunang-kunang, kepalanya pusing. Ada yang bergejolak diperutnya minta dikeluarkan. Rasa coklat tadi masih berkeliaran dimulut Sehun yang mau tak mau membuat Sehun tambah mual hingga berkeringat dingin.

“…0,01 kg !” teriakan entah siapa tak jauh dari tempatnya adalah yang terakhir dia dengar dengan jelas karena setelah itu semua terdengar samar-samar. Semua terasa buram kecuali Mirin yang menggigit kuku jarinya gemas. Dengan mata yang memburam itu juga, ia melihat tiba-tiba Mirin melompati pita merah, berlari kearahnya yang sudah menutup mulutnya dengan tangan. Secepat yang dia sadari, Mirin sudah memeluknya ,menenggelamakan wajahnya di dada bdang Sehun. Gerakan yang semakin mendukung gejolak diperutnya.

Mirin melepas kontak mereka karena harus menyambut Moe –boneka orang-orangan salju- yang disodorkan MC. Sehun terlalu fokus pada Mirin. Tidak tahu apa yang MC itu katakana pada Mirin, tapi melihat mata Mirin berair terharu, Sehun sedikit menangkap apa yang diminta MC itu,

“Terimakasih,” Sehun terhipnotis melihat wajah Mirin dengan mata berkaca-kaca dan senyum tulus. Senyum…Sehun terpaku sesaat pada lengkungan merah muda di wajah Mirin. Magnet yang membawanya mendekatkan wajahnya ke wajah Mirin. Ia tahu bagaimana menghilangkan mualnya.

“Mirin… pinjam ini sebentar,” belum sempat Mirin menjawab Sehun sudah mengambil apa yang ingin dia pinjam. Mirin mengeratkan pelukkannya pada Moe saat Sehun melumat bibir atas dan bawahnya bergantian. . Sekuat tenaga dia mendorong dada Sehun karena sadar mereka masih ditempat umum. Mirin sadar dan tahu pasti dirinya dan Sehun sekarang menjadi perhatian karena suara dibalik punggungnya begitu berisik. Tapi sayangnya, dia tidak bisa melawan, Sehun merengkuh tubuhnya, menekan tengkuknya semakin dalam hingga tubuhnya seakan berubah jadi agar-agar dipelukan Sehun.

Mirin diam, rasa coklat. itu berarti dia tidak sedang bermimpi kalau bibir Sehun menempel di bibirnya. Ini dia. Sehun, mengambil ciuman pertamanya.

Dan Sehun, ia tidak peduli. Jika pun seluruh dunia melihatnya tajam sekarang, dia tidak akan peduli karena Mirin sudah lebih dari cukup untuk jadi dunianya. Buktinya, bibir Mirin berhasil menahan gejolak diperutnya yang isinya minta dikeluarkan. Mirin satu-satunya yang dapat mengalahkan Sehun.

 

***

 

Mirin mengerjap beberapa kali karena tangan yang melambai-lambai didepan wajahnya. Luhan menatap bingung kearahnya, dengan beberapa bungkus ramyeon dipelukannya. Setelah yakin Mirin sudah ‘kembali’, Luhan meletakkan ramyeon-ramyeon dan beberapa camilan dipelukkannya ke trolly mereka yang masih kosong.

“Apa yang kau pikirkan?” Luhan bukannya tidak sadar sejak Mirin melewati rak berisi beragam jenis dan merk coklat Mirin terlihat seperti tersedot entah kemana. Matanya kosong memandang coklat-coklat itu. tidak ada yang dia lakukan selain menggigit bibirnya sendiri beberapa detik yang lalu sebelum Luhan memutuskan untuk menyadarkannya. Tidak dapat dihindari juga kalau mata Mirin berkaca-kaca karena kenangannya dengan orang-yang-berusaha-dia-lupakan tiba-tiba kembali teringat. Tentang ciuman pertamanya yang juga sedang ia coba lupakan.

“Oh… Aku tahu,” jika Luhan adalah tokoh dalam sebuah film kartun maka saat ini ada lampu kuning menyala di atas kepalanya. Mirin menatapnya bingung. Dia mengikuti arah gerak Luhan. Dari sebelahnya, berpindah kehadapannya masih dengan senyum penuh artinya. Belum sempat Mirin bertanya, semua yang dilhatnya mendadak gelap. Hangat menjalar disekitar matanya. Penyebabnya satu, sebelah tangan Luhan ada disana. Seperti hari itu.

“Aku tahu pasti ini karena ‘dia’ kan?” Mirin mengiyakan pertanyaan Luhan dengan diam. Mendadak takut karena jawaban Luhan yang tepat sasaran.

“Aku pernah bilang ‘kan sebelumnya? Kau tidak boleh melihat kebelakang lagi Mirin. Jika kau minta aku menolongmu, maka turuti apa kataku,”

“…saat aku turunkan tanganku, kau tidak boleh menunjukkan tatapan kosong menyedihkan itu lagi. Setelah ini, kita tinggalkan apapun yang kau ingat tentang tempat ini disini. Tapi sebelumnya kalau kau ingin menangis, menangis dulu sekarang,” kali ini Mirin menggeleng dengan tangan Luhan yang masih menutupi separuh wajahnya. Tidak mau, Mirin sudah lelah menangis. dan sekarang dia sedang memasuki tahap beristirahat .

“Bagus, kalau begitu aku turunkan tanganku sekarang ya,” Mirin merasakan cahaya perlahan mengganti ruang gelap yang tadi diciptakan Luhan. Senyum Luhan, adalah hal pertama yang dilihatnya dengan jarak kurang dari satu meter. Senyum yang seakan mencoba mengalihkannya dari kenangan masa lalu dibelakang Luhan. Mirin menatap Luhan lekat. Memperhatikan setiap detail wajah Luhan yang ternyata memang sangat berbeda dengan Sehun.

“Nah..begitu. Sekarang ayooo,” dan hari ini. seiring dengan genggaman tangan Luhan di tangan kirinya, Mirin mencoba melangkah satu kali lagi untuk menjauhi masa lalu.

Masih mencoba. Belum tahu ia berhasil atau tidak.

 

 

***

 

Hari ini, untuk pertama kalinya setelah berhari-hari menekuk wajah, Mirin bisa tersenyum lepas selepas-lepasnya. Menyapa setiap orang yang lewat dengan ‘hai’ meski beberapa orang tidak dia kenal –hanya sering melihatnya disekitar sekolah.

“Selamat pagi,” sapa Mirin pada gadis dengan cepol asal yang masih sibuk menyalin tugas –Ji Ae. Gadis itu mengangkat kepalanya ragu. Tidak ada jawaban, Ji Ae masih memperhatikan Mirin seperti melihat hantu sampai Mirin mendudukkan diri dikursi sebelah Mirin.

“Aku tidak apa-apa Ji-ya. Aku hanya bahagia,” Mirin menjawab pertanyaan yang terpancar lewat mata Ji Ae. Gadis itu masih menatap Mirin minta penjelasan. Membuat Mirin mau tak mau kembali buka mulut.

“Semalam. Bersama kau, Yixing, dan Luhan. Makan Ramyeon. Main games aneh. Curhat. Diceramahi. Ahhh…pokoknya aku senang !!” Mirin mengakhiri penjelasannya dengan gerakkan meregangkan tubuh. Dia tidak bohong. Semalam memang sukses membuat tidurnya nyenyak. Tapi sebenarnya, omongan Luhan di perjalanan menuju apartement Ji Aeyang paling berpengaruh untuk moodnya hari ini.

“Kau sudah dewasa. Gadis dewasa tahu mana yang baik dan tidak. Coba sekarang pikirkan baik-baik. apa berlarut dalam kesedihan itu hal yang bijak?”

Jadi, hari ini dia akan menyimpan kesedihannya.

“Luhan…heh? Jadi bagaimana malam bersama Luhan?” Ji Ae tersenyum antara menggoda dan usil yang dibalas tawa renyah Mirin. Ia masih ingat segala petuah yang diberikan laki-laki itu panjang kali lebar selama Luhan mengantarkannya pulang. seperti Luhan memang sudah sangat berpengalaman.

“ Bisa dibilang menyenangkan. Mulai hari ini, aku menganggap Luhan sebagai –“

“Bisa kita bicara?”

Mirin menoleh kearah suara yang menginterupsi obrolannya dengan Ji Ae. Bisa ia rasakan moodnya turun begitu mendengar dan melihat orang yang saat ini ingin dia hindari.

“Kalau maksudmu bicara adalah melihatmu dan ‘dia’ bermesraan maka jawabannya TIDAK,” Mirin mengatakannya dengan tegas. Masih hangat kejadian ditaman belakang itu. Saat dia luluh dengan wajah memohon Sehun yang dihadiahi luka tak kasat mata yang semakin dalam.

Sehun mencelos. Seperti ini rasanya ditolak. Selama ini dia tidak tahu perasaan itu karena selama ini dia yang menolak. Dia menatap Sehun datar. Matanya menatap Sehun tak kalah sengit. Semakin memojokkan Sehun karena Mirin kembali mengungkit kejadian ditaman belakang.

“Sebentar saja. Ada yang ingin aku bicarakan,” ini tentang kita, lanjut Sehun lirih dalam hatinya. Berbanding terbalik dengan wajahnya yang biasa saja.

“Sekali tidak. Tetap tidak,” lagi, perih di hati Sehun semakin menjadi-jadi. Dipikirnya, Mirin benar-benar sudah melupakan semua tentang ‘kita’ antara dirinya dan Mirin yang mereka ukir selama hampir dua tahun. Terbukti dengan terucapnya nama laki-laki ditengah percakapannya dengan Ji Ae tadi. Tidak tahu dia kalau diam-diam Mirin meremas bagian bawah rok sekolahnya sambil mengulang kata-kata Luhan di kepalanya.

 

Kau kuat. Lawan masa lalumu dan jangan menangis. Jangan lemah didepannya…

 

Matanya yang masih beradu sengit dengan Sehun beralih menatap seorang gadis yang berjalan anggun ke kelas. Tidak tahu apa yang ia pikirkan. Dia lupa dia pernah atau masih membenci gadis itu. Tiba-tiba saja Mirin ingin memanggil gadis itu.

“Hai Yerin!” dia sedikit berteriak agar gadis itu menyadari keadaannya disela-sela kegiatannya. Dan berhasil, Yerin melihatnya, berjalan mendekati mejanya. Mirin menunggu kedatangannya, sementara Sehun terlihat tidak suka.

“Kau mencari ‘dia’ kan?”

Yerin menjawabnya dengan anggukkan kecil dan senyum di bibir mungilnya. Dia menoleh kearah Sehun. Tangannya terkepal. Meski wajahnya masih biasa saja, tapi genggaman tangan dan sorot matanya memancarkan emosi.

“Sehun ayo,” Yerin mencoba menarik Sehun menjauh. Mirin benar, kedatangannya kekelas ini memang untuk Sehun. Belum ada selangkah ia berjalan tapi ia harus berhenti karena Sehun sama sekali tidak bergerak dari tempatnya tadi.

“Aku bilang, aku ingin bicara denganmu, Kang Mirin,” Sehun geram. Seperti hari itu, urat-urat dileher Sehun mulai menampakkan dirinya.

“Dan kuharap kau tidak lupa bahwa beberapa saat yang lalu aku bilang TIDAK, Sehun-ssi” Mirin menekan kata-kata terakhirnya terutama dibagian ‘tidak’. Selesai dia mengatakan itu, segera ia tarik Ji Ae yang sedari tadi menonton dramanya dan Sehun tanpa berkedip. Meninggalkan Sehun yang masih menggeram tertahan dengan urat yang semakin menonjol.

“Sehun…” itu suara Yerin yang susah payah ia keluarkan diantara perasaan takutnya melihat Sehun yang seperti ini. Diusapnya lengan Sehun dengan perasaan sayang -berhatap apa yang dia lakukan ini berguna untuk Sehun. Hingga pria itu menghadapkan wajahnya pada wajah Yerin.

Leave me alone..” akhirnya yang dibayangkan Yerin terjadi. Sehun menyentak tangannya. Lalu pergi entah kemana meninggalkan Yerin yang gantian menggeram tertahan dengan tangan yang mengepal disamping tubuhnya.

 

***

 

Brakkk

 

Mirin melonjak kaget mendengar pintu toilet dibanting keras. Membuat bebrapa percikan air dari kran washtafel mengenai seragam bajunya karena gerakkan refleksnya.

“Sialan kau Ji Ae!! Tidak usah mengagetkanku bisa?” Mirin masih sibuk menunduk. Mengeringkan bajunya dengan sapu tangan. Tangannya baru menepuk sisi basah itu duakali. Tiba-tiba rambutnya ditarik kebelakang. Mirin dipaksa mendongak, menatap kaget orang  -yang jelas bukan Ji Ae- menarik rambutnya keras hingga rasanya rambutnya hampir lepas.

“Kau…”

“Jauhi Sehun,” orang itu tidak peduli dengan apa yang ingin Mirin katakan. Yang dia inginkan saat ini, Mirin menjauhi Sehun. Kalau bisa, gadis ini hilang dari peredaran.

“Kalau aku tidak mau?” entah keberanian darimana yang Mirin dapatkan hingga ia menatap menantang gadis yang menarik rambutnya. Tantangan yang diterima baik gadis itu karena cengkramannya dirambut Mirin semakin kasar.

“…. aku tidak akan pernah menjamin apa yang akan terjadi padamu,” Bersamaan dengan itu tarikan dirambut Mirin terlepas dan tubuhnya didorong hingga menabrak tembok dengan dagu mendarat lebih dulu.

Sakit dan takut. Tapi rasa tidak rela lebih mendominasi suasana hatinya sendiri.

“Kami putus. Jadi seharusnya kau tidak perlu takut apa-apa lagi. Dan lagi, Sehun yang menghampiriku tadi. Jangan salahkan aku jika Sehun belum rela melepasku,’’kata-kata Mirin sukses membuat langkah gadis itu berhenti tepat di tempat pintu toilet. Mengeratkan genggaman tangannya.

“Sekedar informasi untukmu, Mirin. Ketika aku bilang aku akan menyakitimu, maka aku tidak akan ragu melakukannya,”

Yerin berlalu begitu saja setelah mengatakannya. Meninggalkan Mirin dengan dagu membiru dan jantung yang sempat beberapa detik terhenti.

 

Keberaniannya terkikis seiring dengan bunyi sepatu Yerin yang bergema dikoridor sekolah.

 

-to be continued-

 

P.s : like what I said before.

Bagi yang meminta perpanjangan setiap chapnya lagi lagi aku minta maaf karena jawabanya tetap tidak  /gomen :(… ini ak coba panjangin lumayan lah nambah dikit hohoho….

Agak susah. Karena di page ke 5 aja rasanya udah pegel p*ntat. /ga ngaruh

Mungkin tinggal beberapa chapt lagi menuju ending /horeeee /lempar laptop / peluk sehun-Luhan

Udah kali ya.. Segini aja.. silahkan krisarnya dibawah ini…

Mau kritik, mau saran, mau galau, mau curhat, mau uneg-uneg, mau marahin Sehun, mau hujat Yerin, keluarin aja dibawah sini ntar aku bales kok hohoho. Asal jangan nembak karena aku udah punya dia /gandeng Luhan.

Dari pada aku makin gila.. kita akhiri sesi capruk ini..

Ketjup jauh dari Keyo depan lappy ~~~

 

 

XOXO ❤

74 tanggapan untuk “SILHOUETTE | 6”

  1. Mirin bhong, dy blm bsa move on dr sehun, yakin …
    Valentinenya mreka sweet bgt sih, pngen jga jdi mirin klo gtu mah :’)
    n yerin, sumpek bgt sih pngen gundulin dy, apa”an cba jambakin rmbut anaknya org -,-
    sehun bner” gbsa move on dr mirin, yeaayy nextttt

  2. Maaf kak baru sempet komen lagi. sinyalnya udah tua jadi susah buat internet. Aku gak masalah soal chapter pendek karena aku tahu buat ff itu ngak semudah ngetik status di sosmed. Perlu ide dan yang lainnya. So tetep semangat kak keep writing and fighting 😉

    1. hwaaaaa kamu paling mengerti
      aku kassih hadiah cium… /mmuachh
      gapapa kok.. kamu nongol aja aku udah bahagia lahir batin
      makasih semangat nya!!
      XOXO ❤

  3. Gilakk.. tadinya ga begitu ngeh yg dibagian flashback itu ada kiss scenenya. Tp pas baca ulang parahh deg deg an akuhh😅

  4. Kenangan manis emg ga bisa dilupain gitu aja, apalagi mereka udah brg hampir 2thn 😦
    Apalagi sehun sgala deket2 yerin-_- nappeun yeoja
    Kasian mirin yg tahap istirahat n lg pdkt ama luhan..

  5. Kyaaa! Kiss Scene-nya bikin gemetar >_< aduh aku telat baca nih, hiks 😥 kak Keyo itu si Yerin boleh aku bunuh gak? Dasar cewe gak tahu diri -_- capcuss ke chap tujuh 😀

  6. annyeong~
    aku suka sama ff ini, gemes sama sehun dan mirin, sama masih suka tapi sama sama gengsi juga,
    yerin di sini bakal jadi cewek jahat ya, terobsesi banget tuh sama sehun,
    lanjut ya ff nya 🙂

  7. sehun mirin kalau masih sama” cinta ngapain putus coba. si yerin juga sadar dong kamu cuma dijadi’in pelampiasan aja, kenapa sekarang malah neror mirin,hih kesel deh aku jadinya. hehehe.
    kayaknya authornim suka yang pendek pendek, diminta panjangin dikit eh malah tambah dipendekin, hihihihi. tapi keren thor. ditunggu part selanjutnya. fighting!!

  8. Mbak yerin, mending hati hati dehh. Kalo sehun tau, mungkin mbak yetin bisa ditinggalin giu aja karena udah nyakitin mirin. Mending dipikir lagi sebelum bertinfak ._.
    Huaaaaahhhhh geregetan sama yerin dan sehun. Kalo masih sayang ya bilang sayang dan terus perjuangin.jangan tarik ulur gitu mas. Sakit looh :”
    Ditunggu kelanjutannyaahhh. Semangaattt!!
    -XOXO-

  9. Ihhh Yerin udah obsesi bangett sama Sehun, Demi dewa rasanya gue pingin cakar wajahnya :3 merekakan udah putus kenapa malah jadi neror Mirin?? Sehun kudu tanggung jawab tuhh :v

    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .

    Udah segitu ajahh :’v :’v

  10. Tuh kan emg pada dasarnya sehun-mirin itu masih belum bisa saling melupakan uda deh kak satuin aja mereka kembali yayaya? Wkwkwk
    Yahh klau tinggal beberapa chapter berarti bentar lagi mau ending dong huhuu.. ntar kalau bisa happy ending ya kak sehun-mirin harus balik lagi okeoke? Hehe
    Ditunggu next chapternya semangattt kak keyoo!!

  11. Duh sehun emg bener bener ya dua itu cocok bgt jadi anggota trio bangsd. Kelakuannya bejd abiisss😂😂😂😂😂😂😂
    Oke ini keren bgt, kelanjutannya ditunggu keyooo

  12. Duh sehun emg bener bener ya dua itu cocok bgt jadi anggota trio bangsd. Kelakuannya bejd abiisss😂😂😂😂😂😂😂
    Oke ini keren bgt, kelanjutannya ditunggu keyoo💕💕💕

  13. Tuh kan sama” gak bisa melupakan. Ishh udah kuduga dah. Btw Luhan baik deh, udah mau bantuin Mirin. Sehun bilang aja kamu gak rela ninggalin Mirin. Dan itu si Yerin jahat banget, dan itu terbukti di chapter ini.

  14. Luhan bijak amat ciih.. :3
    eh sehun lu mah aneh banget.. Lu yg mutusin lu jga yg gak bisa move on.. Gmna siiih??

    Cepet amat ya udah mau end??
    Yaudah next keyoo.. Penasaran ama endingnya nanti.. 🙂

  15. Uhh demi apa pengen bgt ada momen Sehun ngeliat Mirin-Luhan “kencan” … biar cemburu gitu trus ya pengen narik Mirin supaya balikkan :v



    Buat Yerin, udah tau mereka putus kenapa marah nya sama Mirin mulu sih–” Ya marahin aja si Oh Sehun :3

  16. Aku kok ngerasa Sehun lebih sekit hati putus sama Mirin, ketimbang Mirin..
    Yerin kok Jahat sihh…Penasaran apa nanti yang Sehun lakukan Kalau tau Yerin nyakitin Mirin.

  17. Aiishh.. yerin ko’ gtu sih. Nyebelin ihh.
    Sehun jga mau bicara apa sma mirin???
    Aduh nanti gmna jadinya nih klo kya gni?

    Aduh kakk aku pnasaran nih..
    Eoh dkit lg mau ending?? / smoga happy ending / laptopnya aku tangkep kak / sama deh tpi peluk sehunnya aja..wkwkwk^^
    Dari pada nanti aku ikut”an gila#lah/becandakak^^v Ok.. paii paii

    Next kakk dtunggu klanjutanya^^

    1. Iya nihh dikit lagi kayanya… wkwkwk
      eii awas gila aku menular lohh.. udah sampe sana belum virusnya ?
      wkwwkwk makasih ya:) selamat penasaran 🙂

    2. Aduh kak aku berharap happy ending^^

      Menular?? Kyanya bru dikit deh kak..wkwkwk^^v
      Yehett..
      Ok ok^^

  18. Sehun mau ngapaaiinn, itu tuh yerin segala sok galak iyuh. Tapi eonn mirinnya jangan sama luhan:( sama sehun aja yayayayaya pliss:((( aku tunggu next chapnya yaa, tapi kalo bisa panjangin dikit ya eonn hehehehe hwaiting eonnii❤

    1. YErin teteh-teteh yang suka labrak itu lohh makanya galak /?
      panjangin ya? hmmm ga janji ya wkwkwk
      terimakasih ditunggu ya next nya 🙂

  19. Sehun mah gitu,yg ninggal siapa yg gamon siapa😐mirin-luhan faiting😘
    Kok aku sedih ya denger ff ini mau end😢😢next keyooo

  20. sebel sama sikap yerin:)
    dan sehun sama aja kaya cowo lainnya,yg suka jol dateng pas cewenya lagi berusaha moveon atau udah berhasil moveon haha

  21. Oh oke. Yerin dia(perempuan) yg super5 ambisius. Supernya 5x lo jd dia melebihi super ambisius.
    Haha maka eonni pnya catatan bahwa slain tgn & mata ada anggota tbh lain yg mrasa lbh capek disaat ngetik yaitu pantat. Hahaa 😀

  22. Oh oke. Yerin dia(perempuan) yg super5 ambisius. Supernya 5x lo jd dia melebihi super ambisius.
    Haha maka eonni pnya catatan bahwa slain tgn & mata ada anggota tbh lain yg mrasa lbh capek disaat ngetik yaitu pantat. Haha 😀

  23. Oh oke. Yerin dia(perempuan) yg super5 ambisius. Supernya 5x lo jd dia melebihi super ambisius.
    Haha maka eonni pnya catatan bahwa slain tgn & mata ada anggota tbh lain yg mrasa lbh capek yaitu pantat. Haha 😀

    1. iya nihh sampe sekarang aja pantat aku masih pegel wkwkw..
      apasih udah ya aku malu
      kamu udah baca sampe sini ternyata /terharu
      makasih ya 🙂

  24. Huaaa… yerin jahat.. iya jadi yerin bisa setega itu..
    Wahh.. cinta memang buta ya..
    Sehun cemburu yahh denger mirin cerita2 ttg luhan.. hahaaa
    Next chapter aku tunggu smengat yahh kakakkk.. fighting

  25. Astogeh.. apa yg mau sehun lakukan? Weh weh harusnya sehun gaush pacaran sma yerin klo ga bisa moveon aigoo.. kan kasihan mirinnya jdi korban yerin

    Next next! Fighting tho!! 💪

  26. Astaga sehun mau apa lagi? Kenapa nyamperin mirin lagi,mirin kan lagi berusaha move on :v wkwk luhan hebat bisa buat mirin jadi happy lagi,,
    Kependekan thorr, tambah panjangin lagi ya 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s