[EXOFFI LINE@] Is It Painfully Love? (Oneshot)

is it

Is It (Painfully) Love?

Author: Cheryl.
Main Cast: Park Chanyeol, You
Genre: School life, First Crush, Sad Painful Love
Rating: PG
Length: Oneshot

Awas typo bertebaran dimana mana ^^

Entah sejak kapan kau menyukai namja itu, rasa suka dimana kau tidak bisa mengontrol tingkah mu setiap kali ada dirinya didepanmu banyak kata yg ingin kau ucapkan padanya, namun tiba tiba mulutmu selalu membisu saat didepannya.

Kau selalu saja memandangi namja itu dari kejauhan, dengan otomatis kau selalu tersenyum saat memandang wajahnya, dan jantungmu selalu saja berdetak lebih kencang lagi saat berpapasan dengannya ataupun saat dia hanya lewat didepanmu.

Walaupun kau tahu dia sangat dingin padamu tapi kau tetap saja mencari perhatian dari namja itu dan mencoba mencairkan hatinya yg sangat dingin itu, saat mata kalian saling bertemu, pipimu dengan cepat berubah menjadi warna merah dan kau tidak bisa mengatur tingkah mu, yg kau lakukan hanya bisa tersenyum malu dengan tingkah yg sangat sangat aneh.

Kau selalu saja bertanya tanya dengan perasaanmu itu.
‘Is It Love?’

….

“Menyusahkan sekali sih! Aigoo!! Kalau saja dia bukan guru, sudah ku omeli balik dia! Aishh!”

Gerutu mu disepanjang koridor sekolah sambil membawa bertumpuk tumpuk buku tebal dan buku tipis, entah buku apa saja yg kau bawa itu.

“Kalau begini kan namanya menyusahkan murid! Dasar! Guru macam apa dia! Menyebalkan”
Sepanjang perjalanan menuju perpustakaan yg kau lakukan hanyalah mengomel ngomel sendiri tanpa menghiraukan jika ada yg mendengar omelan mu itu atau tidak.
.
.
.
“Permisi..”

“Iya? Masuk lah ada perlu apa?”

“Aku ingin menaruh buku buku ini, aku disuruh oleh Kwang Seonsaengnim”
Ucapmu yg akan menaruh buku buku tebal itu dimeja penjaga perpustakaan, namun tertahan karena omongan penjaga petugas itu.

“Baiklah, tapi jangan kau taruh dimeja ini, silahkan kau rapikan sendiri di rak rak buku yg itu, rak belakang itu. Ya”

Mulutmu sedikit terbuka karena kesal dengan omongan sang penjaga perpus itu, dengan wajah yg sangat kusut kau mengangkat kembali buku buku itu dan berjalan ke arah rak buku bagian belakang.

‘Astaga! Kukira sudah cukup penderitaan ku hari ini! Ternyata masih ada lagi? Aishh..’
Kau hanya bisa membatin didalam hatimu dengan raut wajah yg kesal.

Tiba tiba langkahmu terhenti karena melihat seorang namja yg sedang menaruh buku buku di rak.

‘I-itu.. dari belakang seperti Chanyeol? A-Apa I-itu di-dia?’
Gumam mu yg masih meneliti lebih baik wajah namja itu dari belakang dan samping.

Kau pun menghiraukannya dan berjalan kembali ke rak tempat buku buku itu akan ditempatkan.

Kau sedang menyusun buku itu di
rak rak sambil masih penasaran dengan namja itu, sesekali kau melirik ke arah namja di belakangmu itu, namun dia masih menghadap ke rak untuk menyusun buku, maka itu kau tidak bisa melihat wajahnya jelas.

Saat kau kembali menghiraukan itu dan kau menghadap ke rak buku didepanmu, namja itu menengok ke arah mu dan mencoba melihat wajahmu namun tertutup oleh rambut panjangmu, kau terus menghadap ke rak dan tidak membalikkan badanmu lagi, jadi namja itu pun menghiraukan mu lagi.

“Fiuuhh.. akhirnya selesai juga! Ahh~ semoga tidak ada lagi hal macam macam hari ini! Amin~”
Gumam mu sambil menggesek gesek tangan mu untuk menghilangkan debu di tangan mu itu.

Kau pun pergi ke meja penjaga perpustakaan untuk memberitahu penjaga kalau kau sudah menyusunnya dengan rapi.

Namja yg sedang menyusun buku tadi itu menengok ke arah mu di meja petugas, kali ini wajahmu terlihat jelas olehnya, namun dia hanya tersenyum miring (smirk) melirik mu lalu kembali menyusun buku buku itu.
.
.
.
Kau pun berjalan keluar perpustakaan dan kembali menuju kekelas mu, karena kelasmu dan kelas namja yg kau sukai bersampingan, kau selalu menengokkan kepalamu ke arah kelasnya untuk melihat dirinya dikelas.

Namun saat kau melihat kelasnya, dia tidak ada di dalam kelas, kau langsung menyadarinya karena dia duduk didepan, namun saat itu kau melihat bangkunya kosong dan hanya ada tas dia di bangkunya.

‘Eoh? Kenapa dia tidak ada dikelas? Kemana dia?’
Batin mu dengan bingung melewati kelasnya.

“Ak! Aishh tali sepatuku..”
Kau pun tersandung karena kau menginjak tali sepatumu sendiri yg terlepas.

Kau pun menundukkan badanmu untuk mengikat tali sepatu di posisi pertengahan kelasmu dan kelas dia.

Saat kau mengikat tali sepatumu, kau merasa ada langkah kaki yg menaiki tangga dan berjalan ke arahmu, kau pun menengok ke belakang, dan mendapati namja itu yang berjalan untuk masuk ke kelasnya, dia pun menatapmu dingin, dan dia langsung memasuki kelasnya tanpa berekspresi apapun padamu.

“Aishh! Apa tidak bisa tersenyum sedikit padaku? Sedikiiitt.. saja! Apa susahnya sih?! Aku hanya ingin dekat denganmu, itu saja…”
Gumammu kecil, dari kau marah marah dan suara mu menjadi pelan dan agak sedih.


(Waktu pulang sekolah)

“Chanyeol!” Ucap mu sambil menghampiri nya dengan sedikit berlari di koridor sekolah.

Chanyeol pun menengok ke arah mu dan menghentikan langkahnya menunggu mu sampai didepannya.

“Kau habis dari mana?”

Kau selalu mencoba basa basi untuk hanya bisa dekat dengannya.

“Mau tau saja sih..” Ucap Chanyeol yg dingin kepadamu

“Iihh kau ini! Yasudahlah terserah! Aku pulang dulu!”

Kau pun langsung meninggalkannya dan pergi ke halte untuk menunggu bus.

Kau dan Chanyeol memakai jenis transportasi yg sama, maka itu Chanyeol juga menunggu bus namun ia berdiri agak jauh darimu mungkin karena dia canggung padamu.

Namun kau selalu memandangi nya setiap waktu, saat mata mu tertangkap oleh matanya, kau pun langsung mengubah arah tatap mu ke objek lain dan bertingkah agak aneh.

Kau tidak pernah pulang dalam satu bus yg sama dengannya, kau selalu membiarkan dia untuk menaiki bus lebih dulu, atau pun kau yg lebih dulu.

Kau pun hanya memandanginya menaiki bus dan membiarkan bus itu pergi.

Kau pun selalu mengamatinya semenjak itu, kau sudah mulai menyerah untuk berbicara langsung padanya, dan beralih ke chat di media sosial.
Percakapanmu dengannya di media sosial pun berjalan lancar walaupun kau sering bertengkar lewat chat di media sosial.

Sampai saatnya kau melihat Chanyeol sedang berduaan dengan seorang yeoja didepan kelasnya, lebih tepatnya mereka berdiri dibalkon depan kelas Chanyeol, mengobrol saling bertatapan dan kau baru kali itu melihat Chanyeol yg tersenyum malu bercampur bahagia didepan seorang yeoja.

‘Apa mungkin itu pacarnya’ kata itu langsung tertuliskan di dalam hatimu namun kau tidak bisa mengucapkannya, kau pun juga tidak mungkin bertanya langsung padanya, dia itu sangat dingin padamu.

Sejak saat itu kau selalu memperhatikan yeoja yg dekat sekali dengan Chanyeol. Kau memperhatikan penampilannya dan apapun yg ada di diri yeoja itu.

Saat sampai dirumah kau pun memberanikan diri untuk menanyakan soal perempuan itu pada Chanyeol, tentunya lewat chat di media sosial.

“Apa aku harus tanyakan pada Chanyeol? Tapi.. dia mau menjawabku tidak ya?”
Ucap mu sambil terus memegang handphone.

“Aku coba tanya sajalah”
Kau pun menyalakan handphonemu dan membuka chat room dirimu dan Chanyeol.

Berharap Chanyeol membalas chat mu dengan baik.

Kau pun memulai chat padanya.

‘You: Chanyeol..’

Kau menunggu balasan darinya namun sangatlah lama, entah apa yg dia lakukan sampai lama membalas chatmu.
Akhirnya setelah beberapa menit, Chanyeol pun membalas chat mu.

Chan: Ya?
You: Yeoja tadi itu.. siapa?
Chan: Yeoja siapa?
You: Yeoja yg tadi mengobrol bersamamu diddepan kelasmu itu.
Chan: Oh dia? Namanya Yoomin, dia yeojachingu ku

Matamu langsung terasa panas dan akan mengeluarkan air mata, kau mencoba menahannya namun itu sangat sulit bagimu, dan akhirnya air mata menetes dari
matamu.

Kau hanya membaca balasan dari Chanyeol tadi dan tidak membalasnya lagi, Chanyeol pun juga tidak memperdulikan mu membaca chat nya atau tidak membalasnya.

“Apa dia baru punya pacar lagi? Mi-Mina? Kemana dia? Apa Chanyeol memutuskannya dan berpindah ke hati Yoomin? Ya Tuhan, kumohon hilangkan rasa suka ku ini pada Chanyeol, terlalu sakit bagiku melihat cinta pertama ku bersama perempuan lain, dan sedangkan aku tidak pernah ada didalam hatinya.”
Ucapmu sambil menitihkan air mata, mulai saat itu kau selalu berjanji didalam benak mu, bahwa kau akan menghapus Chanyeol dari hatimu.

Kau pun sudah tidak pernah memandangnya dari kejauhan lagi walaupun itu sulit bagimu, kau sudah tidak pernah mengirim pesan padanya, walaupun sangat berat bagimu.

 

~1 Month Later~

Sudah satu bulan kau berusaha menghilangkan namja itu dari hati dan pikiranmu.
Kau sudah tidak pernah lagi memandangi Chanyeol dari kejauhan, walau mungkin Chanyeol heran mengapa dirimu semakin menjauh darinya dan tidak pernah ingin melihat wajahnya, karena Chanyeol sudah tau kalau kau sering menatapnya dari kejauhan, kau suka tersenyum senyum sendiri kalau dia lewat didepanmu, kau selalu bertingkah
aneh saat Chanyeol berada didekatmu.

Namun saat itu kau berbanding balik dengan kau yg dulu.
Kau sudah tidak pernah menatapinya dari kejauhan, kau berusaha untuk tidak tersenyum saat Chanyeol lewat, walaupun wajahmu masih terlihat merah.
Kalau kau sedang berjalan di koridor sekolah dan berpapasan dengannya, kau langsung menundukkan kepalamu dan memutar balik arah jalanmu, wajah Chanyeol selalu terlihat heran melihat mu seperti itu, namun kau tetap berusaha untuk menghilangkan dirinya dari dalam hatimu.
.
.
.
.

13.40 kst at school~
Ditengah keramaian lapangan sekolah, kau sendirian berjalan menuju gerbang sekolah untuk pergi ke halte untuk menunggu bus arah rumahmu.

Kau mencoba mengambil handphonemu di tas sambil terus berjalan menuju gerbang, saat kau mengutak atik tas mu untuk mengambil handphone, dompetmu jatuh kebawah.

“Ck! Jatuh lagi!” Ucapmu sambil mengambil dompetmu yg terjatuh, kau mengambilnya lalu kau melihat sekilas ke arah depanmu, kau melihat Chanyeol yg seperti sedang ingin menghampirimu.

Kau pun bergegas cepat mengambil dompetmu lalu memasukkannya kedalam tas, lalu pergi berbalik arah dengan langkah yg lebih cepat.

“Ya! (memanggil namamu) tunggu!”
Ucap namja itu sambil berlari menghampirimu.

‘Ke-kenapa dia memanggilku? Astaga apa yg harus kulakukan?’
Batinmu sambil terus berjalan cepat tanpa tahu tujuan mu akan pergi kemana.

Sampai akhirnya Chanyeol bisa menghampiri mu dan membuatmu berhenti dengan kata kata yg dia ucapkan.

“Aku ingin bicara sesuatu padamu!” Ucapnya dan dengan otomatis kau langsung menghentikan langkahmu.

“Menghadap lah ke arahku”

Kau pun mengikuti instruksi nya.

“Jangan tundukkan kepalamu, tatap lah aku seperti dulu kau yang selalu menatapku dari kejauhan”

Wajahmu langsung memerah karena ucapan Chanyeol, kau pun mencoba untuk mengangkat kepalamu walaupun wajahmu masih terlihat merah.

“A-ada apa?”
Kau mulai membuka mulutmu dan bertanya pada Chanyeol

“Justru seharusnya aku yg bertanya seperti itu padamu. Kau itu kenapa? Ada apa sebenarnya? Kenapa kau menjauh dariku? Dulu kau selalu mencoba dekat denganku tapi.. tapi kenapa sekarang kau malah berusaha untuk menjauh dariku, bahkan rasanya tidak ingin melihat wajahku?”

Kau mulai berkaca kaca dan menitihkan air mata mu.

“A-aku..”
Kau sangat ragu untuk mengatakan yg sebenarnya pada Chanyeol.

“Kenapa?” Chanyeol sangat heran dengan jawabanmu.

“Aku memang sengaja menjauhimu!”
Dengan lantang kau mengucapkan itu didepan Chanyeol.

“Ta-tapi kenapa?”

“Aku.. sebenarnya aku juga tidak tahu perasaan apa ini? Aku tidak mengerti. Setiap ada didekatmu aku merasa sangat bahagia walaupun aku dan dirimu tidak pernah berbicara apapun, saat kau lewat didepanku jantungku berdebar lebih kencang dan dengan otomatis wajahku berubah jadi merah, dan entah kenapa wajahmu, senyummu dan semua ekspresimu selalu ada didalam pikiranku, aku selalu menatap wajah mu dari kejauhan, entah kau sadar atau tidak. Aku pun selalu bertanya tanya pada hatiku, perasaan apa ini? Sebelumnya aku tidak pernah merasakan ini pada namja lain, tapi pada dirimu.. aku juga tidak mengerti.” Jelas mu pada Chanyeol.

“Tapi saat kau bersikap seperti ini, aku juga merasa hal yg aneh, seperti ada sesuatu yg hilang dari hidupku, aku juga sadar. Aku selalu bersikap dingin padamu dan aku selalu menghiraukanmu padahal kau selalu perduli padaku, kau selalu memperhatikan kesehatanku, kau selalu mengirim pesan padaku dan membuatku tersenyum melihat chat itu.
Mulai sekarang aku sudah berubah padamu, aku janji tidak akan bersikap dingin lagi padamu.
Dan satu lagi yg ingin aku sampaikan padamu..
Aku mengerti dengan perasaanmu itu dan aku. A-Aku baru menyadari perasaanku ini saat kau merubah sikapmu itu, kupikir aku mulai jatuh cinta padamu”

Mendengar kata kata dari Chanyeol. Kau pun terkejut dan wajahmu mulai memerah menatap Chanyeol didepanmu.

“Aku tidak pernah merasakan kehilangan seperti ini pada seorang yeoja selain padamu saat ini, aku pun merasakan hal yg sama padamu, aku tau kenapa kau menjauhi ku.. karena kau ingin melupakan ku dan menghilangkan rasa sakit dalam hatimu itu karena kau melihatku dengan pacarku kan? Tapi ternyata aku salah memilih seorang pendamping, aku sekarang sudah tidak ada hubungan lagi dengan Yoomin”

“Jadi maksudmu?” Tanyamu yg begitu bingung.

“Aku merasakan rasa nya cinta pada pandangan pertama, yaitu pada mu (memanggil namamu)… setelah kau mulai bersikap menjauhi ku, pada saat itu juga aku merasakan rasanya kehilangan seseorang yg aku cintai, aku bermaksud untuk menjadikanmu masa depanku kelak.”
Baru kali itu kau melihat Chanyeol berbicara seperti itu padamu.

“Aku juga baru kali ini merasakan..
Yang namanya sangat sakit mencintai orang, dan orang itu adalah kamu. Aku pun selalu mencoba untuk melupakanmu namun sangat sulit bagiku. Dan yg kau katakan barusan? Aku tidak bisa menerima mu sebagai masa depanku Chan.. aku tidak ingin bernasib sama seperti Yoomin, Mina, atau siapa pun yg pernah menjalin hubungan denganmu.. aku tidak ingin.”
Ucapmu sambil menundukkan kepalamu dan menangis.
Dan kau pun langsung ingin cepat cepat pergi dari hadapannya itu.

“Ta-tapi (memanggil namamu) tunggu!”
Chanyeol pun menghampiri dirimu yg tengah mencoba pergi dari tempat itu. Lalu Chanyeol menarik tanganmu dan langsung memeluk mu erat saat itu, kau pun hanyut dalam kesedihan di pelukan Chanyeol.

“Kenapa kau memelukku? Wae? Lepaskan aku!” Ucapmu sambil terus meronta ronta agar Chanyeol melepaskan pelukannya, namun Chanyeol malah mempererat pelukannya itu.

“Karena aku telah sadar akan kesalahanku! Aku tidak ingin kehilanganmu! Kau mengerti?”
Ucap Chanyeol yg masih memelukmu erat

Mendengar ucapan Chanyeol itu kau langsung terdiam dipelukan Chanyeol dengan wajah yg merah (kebiasaanmu saat berada bersama Chanyeol).

“Tapi aku tidak bisa menjadi masa depanmu Chan.. aku tau, aku sadar aku akui memang aku tidak bisa melupakanmu dan jauh darimu, mungkin ini yg namanya cinta.. awalnya aku merasa seperti itu tapi semakin lama aku semakin sakit untuk mencintai orang yg tidak pernah peka akan perasaanku, itu hanya menyiksa perasaanku.”
Jelasmu didalam pelukan Chanyeol.

“Tapi.. ta-tapi aku tidak akan bersikap dingin lagi padamu.. aku janji, aku ingin selalu bersamamu.”

“Ini sudah terlambat Chan.. aku telah menutup rapat rapat hatiku, yg dulu selalu terbuka hanya untukmu. Aku tau kau mencintaiku dan aku juga mencintaimu, tapi walaupun kita saling mencintai saat ini, tapi pada akhirnya bisa saja kita berpisah? Itu akan membuat kita berdua merasa aneh, dan perlahan kita akan menjauh seperti dulu lagi.. aku memang tidak bisa menjadi kekasih mu dan sebagai pendamping masa depan mu kelak. Tapi aku bisa menjadi seseorang yg selalu ada saat kau membutuhkan, aku akan selalu berada didekatmu Chan..”
Kau masih dalam pelukan Chanyeol dan mengucapkan kata kata yg kau saja tidak menyangka kau sendiri bisa mengucap kata kata seperti itu.

“Kau akan selalu disampingku? Tapi bukan sebagai pasanganku? Lalu apa namanya itu?”

“Sahabat.. kau tau arti sahabat yg sebenarnya? Walaupun kita tidak bisa tinggal dalam satu atap kelak, tapi aku akan selalu berkunjung kerumah mu dan keluarga kecilmu nanti, sahabat yg akan selalu mendukung mu dan tidak membiarkanmu terjatuh dalam kesedihan, aku pasti akan menghiburmu agar senyummu bisa kembali seperti semula, menurutku sahabat adalah hubungan yg paling baik bagi aku dan dirimu.”

“Ta-tapi.. baiklah. Tapi kau harus berjanji padaku kalau kau akan selalu menemaniku dan selalu menjadi semangat ku ya?”
Ucap Chanyeol sambil melepas pelukan nya darimu.

“Iya.. aku berjanji padamu. Mulai saat ini, aku akan selalu ada didekatmu lagi dan tidak akan menjauhimu.” Janji mu pada Chanyeol sambil memegang kedua pipi Chanyeol didepanmu.

Chanyeol pun merangkul pinggangmu dan mencium dahimu.

~END


Thank you all readers! Gomawo udah baca ff yg menurut gue kurang greget ini 😐. Ada yg ngerasain kyk di ff ini gk sih? ada yg pernah merasakannya? Coba deh readers, klo ada yg pernah merasakannya please comment down below
Annyeong!

-from the author of “My Answer”-

2 tanggapan untuk “[EXOFFI LINE@] Is It Painfully Love? (Oneshot)”

  1. Saya sih gk pernah ngerasain.. Tapi.. Ngebayangin ada cowok macam ceye, pasti aku bhagia bangettt!!!

    Emang author sendiri pernah gtu ngadepin situasi kyak ff itu? Atau… Ff ini emang dari pengalaman pribadi author sendiri??

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s