[EXOFFI LINE@] Retro (Ficlet)

retro

[FF BY ADDERS]

♘ Retro ♘

Title: Retro
Author: Kay
Cast: Kim Joon Myeon (Suho), Bae Son Jin (OC), Ji Chae Yoon (OC)
Genre: Historycal, Friendship
Rating: PG
Length: Ficlet
♘♘♘♘♘♘♘♘♘♘

Aku duduk disebuah ayunan tua. Mencoba menggoyangkannya. Bunyi khas nya mulai terdengar.

Suasana damai nya kota Seoul membuatku tenang. Aku menghirup nafas ringan. Lalu membuangnya.

Seketika aku mengingat masa lalu.

Masa kecil ku di Jerman bersama seorang sahabat wanita.

Aku tertawa kecil.

Kejadian itu 17 tahun yang lalu.

Seorang anak perempuan bernama Bernadette yang suka memanggil ku ‘Mr. Kim’. Itu hal wajar untuknya karena akan susah baginya jika menyebut namaku Kim Joon Myeon atau Joon Myeon. Sama hal nya denganku. Aku kesusahan menyebutkan nama khas Jerman nya itu. Namun ternyata ia punya nama Korea. Namanya Ji Chae Yoon.

Orangtua Chaeyoon selalu mengajakku jalan-jalan, makan bersama, beternak, bahkan pergi ke kebun milik mereka.

Suatu hari aku duduk dipinggir kolam ikan seperti biasanya. Menunggu Chaeyoon datang. Jika dia sudah datang, dia akan menampakkan pantulan dirinya di air kolam dan aku akan tertawa senang.

Namun hari itu dia tak kunjung datang. Aku sudah menunggu nya hampir seharian.

Entah apa yang terjadi, sejak saat itu sampai kepulanganku ke Korea dia tidak pernah muncul lagi.

Aku masih mengingat-ingat kejadian bersama Chaeyoon.

Masa kecil yang bahagia.

Aku tidak akan melupakannya.

Karena kenangan adalah separuh jiwa.
♘♘♘♘♘♘♘♘♘♘
Pagi ini aku bangun lebih awal dan aku pun menyempatkan waktu untuk membuat sarapan.

Tiba-tiba handphone ku berdering. Aku akan membiarkannya walaupun itu penting sekali. Itu sudah kebiasaanku. Aku sedang tidak ingin diganggu. Aku ingin yah…. sekedar menikmati hidup.

Selesai sarapan aku akan segera mandi. Berlama-lama di kamar mandi sudah menjadi ciri khas ku.

Memang, aku terkenal pemalas dan cenderung suka bersantai.

Aku melirik handphone ku.

‘Panggilan tak terjawab : Bae Son Jin’.

Cih, dia lagi.

Aku tertawa kecil.

Bae Son Jin adalah rekan kerja ku di kantor. Kami akan segera menikah 2 minggu lagi.

Aku merasa, dia terlalu repot menyiapkan pernikahan kami. Sedangkan aku, hanya bersantai sepanjang waktu.

Hari ini aku memutuskan untuk tidak kerja. Aku ingin pergi ke taman bermain untuk melihat komedi putar.

Entah kenapa aku selalu mengingat masa kecilku.

Aku pun pergi ke taman bermain.

Musik-musik, suara anak kecil, para badut. Aku tertawa melihatnya.

Benar-benar…

Retro.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku.

Sonjin. Dia selalu mengagetkanku. Entah bagaimana dia bisa tahu aku disini. Yang jelas, aku akan kerepotan sendiri bila dia disini.

Aku menaiki beberapa permainan dengannya. Aku sudah cukup lelah sekarang. Aku pun memutuskan untuk pulang.

Piring bekas makanku belum sempat ku cuci. Baju-baju ku masih ada yang kotor.

Haaaah….kurasa aku akan lelah malam ini.
♘♘♘♘♘♘♘♘♘♘
Aku membulatkan mataku.

Terkaget-kaget tentang apa yang sedang terjadi.

Aaaah…mimpi buruk lagi.

Aku melirik handphone ku.

‘Panggilan tak terjawab: Bae Sonjin’.

Dia lagi. Selalu saja dia. Aku pun melanjutkan tidurku.

Namun rasanya seperti ada yang janggal.

Aku lupa hari ini aku harus kerja.

Aku pun segera mandi dan sarapan lalu berangkat ke kantor.

Tetapi Sonjin malah mengajakku ke sebuah toko baju.

Ia ingin fitting gaun pernikahan katanya.

Kulihat-lihat semua gaun pernikahannya, semuanya cocok dengan Sonjin.

Lalu dia pun memperlihatkan gaun terakhir yang ada di toko itu.

Cantik. Sangat cantik.
♘♘♘♘♘♘♘♘♘♘
Tiba lah saatnya pernikahan ku dengan Sonjin.

Kini aku berdiri di altar dan mengucapkan janji ku kepada Sonjin.

Ku akui, Sonjin sangat cantik sekarang ini. Memakai gaun putih, dan riasan di wajahnya membuat aku luluh.

Akhirnya selesai juga resepsi pernikahan nya. Aku begitu gugup saat di dalam tadi.

Aku pun pergi ke taman untuk menenangkan diri.

Aku menemukan sebuah kolam kecil. Aku berkaca di airnya.

Tiba-tiba seorang perempuan ikut terpantul air itu. Persis seperti 17 tahun lalu.

Perempuan itu lalu tersenyum. Senyumnya khas sekali.

Aku melihatnya.

Dia Chaeyoon! Iya betul, ini mirip sekali dengan Chaeyoon.

Aku segera menengok ke belakang untuk melihat perempuan itu.

Ternyata yang kulihat adalah Sonjin.

Aku merasa ada rasa sedikit kecewa.

Namun,
Aku merasa, Chaeyoon ada disini. Dia hadir di sini bersamaku.

Aku tertawa kecil, aku memang bodoh. Chaeyoon tidak mungkin ada disini.

Chaeyoon tidak mungkin kembali ke dunia ini.
♘♘♘♘♘♘♘♘♘♘
1999, Jerman.

Hari ini adalah hari yang paling menyenangkan. Aku dan chaeyoon bermain salju bersama.

Aku bermain lempar bola salju bersamanya, kita tertawa gembira, tidur di salju bersama dan membuat boneka salju bersama.

Dia pun kembali ke rumah sebentar. Katanya, ia ingin mengambil coklat panas untukku dan dirinya.

Aku menunggunya.

Lalu aku pun mulai bosan menunggunya. Jadi aku memutuskan untuk menjemput dia ke rumah nya.

Dalam perjalanan menuju rumah Chaeyoon, aku melihat pemandangan yang tidak ingin ku lihat.

Chaeyoon berada di tengah jalan bersimbah darah.

Aku pun menangis kencang melihat kejadian tragis yang menimpa temanku.

Dia ditabrak oleh mobil yang sedang melaju kencang. Nampaknya supir mobil tersebut tidak ingin bertanggung jawab.

Chaeyoon meninggal hari itu.

Hari paling menyedihkan dalam hidupku.
♘♘♘♘♘♘♘♘♘♘
Semua yang kulihat tentang Chaeyoon, semuanya adalah delusi.

Delusi karena aku terlalu memikirkannya.
****
Hari ini aku dan Sonjin akan berlibur ke Jerman.

Aku memilih Jerman karena aku ingin ke suatu tempat yang sangat berarti bagiku.

Siang ini aku dan Sonjin pergi ke bandara dan kami pun segera terbang ke Jerman.

Aku sangat tidak sabar.

Beberapa jam kemudian akhirnya aku dan Chaeyeon sampai di Jerman.

Kami menaiki taksi dari bandara ke tempat hotel kami.

Aku segera pergi ke sebuah taman bermain.

Aku menangis mengingat masa laluku.

Aku melihat komedi putar yang sering ku naiki bersama Chaeyoon.

Seketika aku teringat seseorang.

Aku pun meminta Sonjin untuk menngantarku ke tempat pemakaman Chaeyoon.

Tak lama kemudian, kami sampai disana.

Aku menangis di depan makam Chaeyoon.

‘Bernadette Latsvieschuer 1992-1997’.

Aku meminta Sonjin untuk meninggalkanku sendirian.

Aku mencium nisan Chaeyoon.

Chaeyoon, aku tidak akan melupakanmu.

Karena kenanganku adalah separuh jiwaku.
♘♘♘♘♘♘♘♘♘♘
Kini aku mempunyai keluarga kecil yang bahagia.

Anakku bernama Kim Chaeyoon.

Chaeyoon. Agar aku selalu merasa dia disampingku.

Tapi aku tidak boleh terus menerus terhanyut dalam kesedihan.

“Yeobo, apakah kau sudah siap?” tanya Sonjin.

Dia memberikan tas kantor ku.

Aku pun segera keluar rumah. Berangkat menuju kantor ku.

Kau lihat, Chaeyoon? Joonmyeon kecil sudah besar sekarang.

♘♘♘♘♘♘♘♘♘♘
Uwaaaa 🙌 ini ff ketiga ku(gada yg nanya) gimana menurut kalian? Mian kalau jelek. Berikan kesan dan pesan di kolom komentar yaaaaa…..
LIKE AND COMMENT JUSEYO 🙇🙇
#EXOFFI #kaysgoodstory

Yours, Kay♥

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s