[EXOFFI LINE@] My Daughter’s First Period (Oneshot)

my daughter

[FF from adders] My Daughter’s First Period

Tittle: My Daughter’s First Period
Author: BrownieBear14
Cast: Kai EXO, Yeri Red Velvet & Krystal f(x)
Genre: Family, Comedy
Rating: General
Lenght: Oneshot

Kai bangun pada pukul 6 pagi, tapi sebenarnya ia akan bangun pada pukul 7 pagi pada hari biasanya. Mungkin jika orang-orang terdekatnya tau, mereka akan bertanya-tanya ‘Tumben sekali seorang Kim Kai bisa bangun tidur cepat’.

Ya, hari ini dengan besok Kai akan menghandle seluruh pekerjaan rumah tangga karna Krystal-istrinya sedang pergi ke Guangzhou untuk mengunjungi kakanya yang baru saja melahirkan.

Flashback.
Kai memasuki rumahnya dengan wajah yang sumringah dengan sebuket bunga mawar di genggamannya. Sepanjang perjalanan ia terus bersenandung ria, Kai sedang bahagia. Tentu saja ia bahagia!

Hari ini, Kai pulang dari kantor lebih cepat dari biasanya. Ia berencana mengajak Krystal untuk dinner di sebuah restoran bintang lima yang baru saja Kai pesan.

Namun, saat Kai memasuki rumahnya, raut wajah bahagianya seketika berubah saat ia tak menemukan Krystal di rumah. Ia menyusuri seluruh ruangan hingga ia berhenti di ruang makan. Disana ia menemukan secarik kertas yang di timpa oleh piring berisikan 3 buah cupcake strawberry. Kai membuka dan membaca isi kertas itu, dan raut wajahnya menjadi lesu.

Kai-ah, aku harus pergi ke Guangzhou selama 2 hari. Lusa nanti aku akan pulang. Jangan lupa! jemput Yeri di sekolah dan Taeoh di daycare. Urus juga seluruh keperluan mereka selama aku tidak ada. Aku membuatkan 3 buah cupcake strawberry untuk kalian. Hope u like it!

From your beauty wifey, Krystal.

Flashback End.

Setelah ia selesai menyiapkan lunch box untuk Yeri, memandikan Taeoh dan menyiapkan dirinya sendiri, Kai segera menyiapkan mobil untuk mengantar Yeri ke sekolah dan menitipkan Taeoh di daycare. Namun langkahnya terhenti saat mendengar teriakan dari Yeri.

“APPAAAAAA!!!!!!!!”

Kai segera berlari dan mencari Yeri. Kemudian, ia menemukan Yeri di dalam toilet sedang terduduk di closet dengan raut wajah yang cemas.

“Ap-Appa.. Aku.. A-anu.. itu.. Aisshh”

Kai mengerti maksud Yeri. Anak gadisnya ini ternyata baru saja memasuki masa datang bulan pertamanya. “A-ah.. appa akan ke minimarket dulu untuk membelinya, tunggu sebentar” ucap Kai sembari meninggalkan Yeri sendiri. Ia mengantarkan Taeoh terlebih dahulu ke daycare dan segera pergi ke minimarket untuk mencari pembalut untuk Yeri.

Kai memasuki minimarket dengan ragu. Ia terus berpikir tentang bagaimana seorang pria tampan dengan predikat hot daddy memasuki rak berisikan pembalut. Ia bingung harus mementingkan yang mana, gengsinya yang setinggi langit atau putrinya Yeri yang baru saja memasuki masa datang bulan pertamanya. Namun kegiatan berpikirnya terhenti saat seseorang menepuk bahunya.

“Hey Kai, sedang apa kau disini eoh?”

Dia adalah Luhan. Teman Kai semasa Kuliah. “Aku ingin membeli sesuatu” ucap Kai ragu. Luhan menerka-nerka apa yang ingin di beli Kai. Dari raut wajahnya, Luhan dapat menebak jika Kai ingin membeli sesuatu yang berhubungan dengan wanita.

“Apa.. Apa Yeri baru saja memasuki masa datang bulan pertamanya?” tanya Luhan hati-hati yang langsung di sambut wajah terkejut Kai.

“Ba-bagaimana kau bisa tau?”

“Raut wajahku juga sama sepertimu sekarang ini saat tau Tzuyu baru saja memasuki periode pertamanya. Tapi aku tetap terlihat tampan” ucap Luhan santai.

Kai memutar matanya malas. “Apa kau pernah membelikan pembalut untuk Tzuyu?”

“Pernah, tapi tidak dengan tanganku langsung”

“Bagaimana bisa?” Kai bertanya.

“Tentu saja aku meminta tolong pada kasir untuk mengambilkan pembalut itu. Aku tidak mau reputasiku sebagai pria tampan hilang hanya karna pembalut”

“Sepertinya boleh di coba”

‘Tentu harus di coba. Ini demi reputasiku sebagai hot daddy!’ pikir Kai sambil menghampiri seorang kasir yang sedang menunggu pelanggan untuk mambayar belanjaannya.

“agassi..” tegur Kai hati-hati. Si kasir yang merasa di panggil segera menoleh. “Ne? Ada apa? Ada yang bisa saya bantu tuan?”

“Bisakah kau ambilkan pembalut? Ini untuk putriku yang baru saja datang bulan pertama”

 

-o-

Kai memasuki rumah dengan kantung plastik berisikan pembalut di dalamnya. Ia segera memberikannya pada Yeri dan menunggunya di meja makan. Tak butuh waktu lama, Yeri sudah keluar dari toilet dengan tangannya yang terus meremas perutnya.

“Yeri-ah, ada apa eoh?” tanya Kai sembari menghampiri Yeri khawatir.

“Perutku.. perutku sakit sekali” Yeri merintih dan kemudian tubuhnya limbung yang langsung di tahan oleh Kai agar tidak jatuh.

“Sebaiknya, kau hari ini tidak perlu pergi ke sekolah. Kau istirahat saja di rumah” Kai memapah Yeri menuju kamarnya.

“Ne appa”

Setelah Kai memberikan obat pereda nyeri dan menidurkan Yeri, Ia segera menelepon Krystal untuk meminta saran agar ia tau tanda-tanda dan gejala datang bulan. Khususnya untuk yang baru pertama kali mengalaminya.

“yeoboseyo?”

“Sayang.. aku mau bertanya”

“Pasti tentang Yeri, tadi Luhan memberitahuku jika kau pergi ke minimarket untuk membeli pembalut”

Kai dapat mendengar jika Krystal sedang menahan tawanya. Iapun mendengus dan mempoutkan bibirnya.

“Kau tak perlu panik. Wajar saja Yeri panik, ini pertama kalinya. Yeri sudah berumur 14 tahun, sudah waktunya”

“Sayang.. apa kau bisa memberiku saran jika ada gejala-gejala datang bulan pertama?”

“hmm.. kau beri saja obat pereda nyeri untuk Yeri. Juga kau buatkan teh hijau hangat untuknya. Itu saja”

“Okay.. Sayang.. kapan kau pulang? I miss you so bad”

“Aigoo.. aku baru saja kemarin pergi, hahaha. I miss you too my hubby. Kai, aku tutup dulu telefonnya ne? Jess unnie sepertinya butuh bantuanku”

“Krys-…”

Tuuut…

Saat Kai belum menyekesaikan kalimatnya, Krystal sudah menutup telfonnya. Iapun memasukin smartphonenya ke dalam saku dan segera pergi ke kantor.

Kai memasuki ruang pribadinya dan segera menduduki kursi kebesarannya. Di mejanya terdapat tulisan CEO Kim Kai. Ya, Kai adalah seorang CEO dari KK groups. Katanya, alasan mengapa ia memberi nama perusahannya dengan nama KK adalah sebagai dedikasi cintanya terhadap Krystal. Sungguh romantis bukan?

Kedatangannya sudah di sambut dengan setumpuk file yang harus ia periksa dan tanda tangani. Di tambah sebelum ia memasuki ruangannya, Chanyeol-sekretarisnya sudah memberinya jadwal dengan sejumlah meeting yang harus ia hadiri. Tugas sebagai seorang CEO memang sangat berat.

Seorang pria dengan telinga besar dan rambut berwarna merah memasuki ruangan Kai tanpa permisi. Ia menduduki kursi di hadapan Kai lalu memberikan segelas iced americano untuk Kai. “Ini cocok untuk memperbaiki wajahmu yang kusut bung”.

“Lama-lama rambutmu bisa rusak jika kau terus saja mengganti warnanya Chanyeol-ah. Dan gomawo untuk kopinya”. Kemudian, Kai segera meminum iced americano miliknya dan dia hampir menghabiskannya setengah gelas. “Aku hanya mengikuti tren. Kai.. ini bukan air putih. Minum kopi itu harus penuh penghayatan”.

“Chanyeol-ah, apa Dahyun sudah datang bulan?” tanya Kai yang kembali meminum iced americanonya. Chanyeol yang sedang menyesap hot macchiato miliknya langsung menyemburkannya hingga membasahi meja kerja Kai. “KAU INGIN APAKAN ANAKKU HUH??!!”.

“Yak! Santai saja.. Aku ini bukan pedofil ataupun gigolo yang akan memperkosa anakmu. Yeri baru saja memasuki masa datang bulan pertamanya” Kai menjelaskan agar Chanyeol tidak salah paham. Wajah Chanyeol yang tadi tampak terkejut kembali menjadi santai saat mendengar penjelasan Kai.

“Kau harusnya bilang sejak awal bodoh! Kau membuatku berfikiran yang tidak-tidak”. “Kau saja yang otaknya tidak benar. Bagaimana dulu Dahyun saat datang bulan pertamanya?” Kai bertanya dengan penasaran. Ia ingin tau, apakah yang dia rasakan saat ini sama dengan Chanyeol dulu saat menghadapi Dahyun.

“Seharian itu, Dahyun terus marah-marah tidak jelas. Kemudian tiba-tiba saja ia bersikap manis padaku. Lalu marah-marah lagi. Malahan, ia pernah menghindariku karna katanya dia kesal setiap melihat wajahku. Moodnya bisa berubah hanya dalam hitungan 1 detik saja” Chanyeol bercerita panjang lebar hingga kini iced americano milik Kai hanya tersisa es batunya saja.

“Yeol-ah, mengapa kita mengalami hal yang sama?”

Flashback.
Kai mengantarkan nampan berisikan susu, roti isi dan obat pereda nyeri menuju kamar Yeri. Namun saat ia baru saja akan memutar knop pintu kamarnya, Yeri mengusir Kai secara ‘sopan’. “Appa, bisakah kau taruh nampan itu depan pintu kamarku saja? Mianhae, hari ini aku benar-benar tidak ingin melihat wajah Appa”.

Kai memasang wajah bingung. ‘Apa hari ini aku terlihat jelek? atau aku berbuat salah?’ pikir Kai. “Yeri-ya, ada apa eoh? Apa Appa melakukan kesalahan?”

Yeri membuka pintu kamarnya sedikit dan menyembulkan kepalanya. “Appa tidak melakukan kesalahan. Malah Appa sangat baik. Tapi, hari ini moodku sedang sangat buruk”

Kai yang mengerti segera menaruh nampan yang di bawanya ke depan pintu kamar Yeri. “Okay jika itu yang kau mau. Appa akan pergi ke kantor. Jika butuh sesuatu, telfon saja Appa. Arra?”. Kai berjalan meninggalkan kamar Yeri dan segera bersiap untuk pergi ke kantor. Namun langkahnya terhenti saat mendengar panggilan dari Yeri.

“Appa, bisakah kau temani aku sarapan dan tidur?”

Flashback End.

“Hey, setidaknya Yeri mengusirmu secara ‘sopan’. Sangat berbeda dengan Dahyun” ucap Chanyeol.

“Memangnya bagaimana saat Dahyun datang bulan pertama kali?” Kai bertanya dengan antusias.

Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar dan kembali melanjutkan ceritanya. “Ia melempariku dengan bantal saat aku memasuki kamarnya untuk memberinya hadiah. Lalu ia meminta Seulgi untuk tidur bersamanya dan aku harus tidur bersama Chansoo. Dahyun juga memintaku untuk membelikannya potato twister tapi saat aku sudah membelikannya ia malah memberikannya pada ddabong anjingnya. Ia benar-benar seperti ibu hamil” Chanyeol mengakhir ceritanya dengan wajah yang kesal. Mungkin ia kembali terbayang bagaimana anaknya Dahyun yang menurut Chanyeol secantik Miss Korea dapat berubah menjadi monster saat datang bulan.

Kai tertawa dengan keras. Jika saja Chanyeol tak ingat bahwa Kai adalah atasannya, mungkin dia sudah menjitak kepala Kai sampai yang tersisakan hanya hidungnya yang pesek saja.

Kai memasuki rumahnya dengan membawa kotak besar berisikan kue. Sebelum ia pulang, Yeri mengirimnya pesan jika ia menginginkan opera cake dengan ukuran besar. Setelah menjemput Taeoh di daycare, Kai segera pergi ke toko kue langganannya untuk membeli pesanan Yeri.

Namun saat ia baru saja menidurkan Taeoh, ia mendengar isakan keras dari kamar Yeri. Kai segera berlari menuju kamar Yeri, takut sesuatu yang buruk terjadi. Saat ia sampai di kamar Yeri, ia di sambut dengan pelukan Yeri.

“Appa..” Yeri terus menangis hingga kemeja yang Kai gunakan sedikit basah. “Yeri-ya, ada apa eoh?” tanya Kai dengan nada khawatir. Yeri melapas pelukannya pada Kai dan menariknya menuju meja belajar di kamar Yeri. Raut wajah Kai yang tadi khawatir seketika berubah menjadi malas saat melihat sesuatu dari laptop milik Yeri.

“Lihat Appa, kapten Yoo Shi Jin dan Kang Mo Yeon akhirnya bersatu lagi. Sungguh mengharukan bukan?” Yeri bercerita dengan air mata yang masih mengalir. Ternyata putrinya terkena ‘demam’ dari drama Descendants Of The Sun.

Kai mengacak rambutnya frustasi dan meninggalkan kamar Yeri untu beristirahat. ‘Ya ampun, ia persis seperti Krystal saat datang bulan. Mengerikan’ gumam Kai dalam hati.

Jam sudah menunjukan pukul 1 malam. Kai masih terlelap dengan Taeoh dalam pelukannya. Namun ia terbangun saat merasakan seseorang mendorongnya dari ranjang hingga terjatuh. Ia segera terbangun untuk melihat siapa yang berani membangunkan harimau yang sedang tidur.

“Yak! Yeri-ya! Apa yang kau-… Krystal? Kapan kau pulang sayang? Kenapa tidak minta aku untuk menjemputmu? Bukankah kau akan pulang besok?” tanya Kai bertubi yang langsung di sambut lemparan bantal dari Krystal bukannya sebuah pelukan hangat.

“Yak! Kau berisik sekali! Tidurlah di ruang tengah. Aku ingin tidur berdua saja dengan Taeoh!” ucap Krystal ketus dengan matanya yang tertutup. Kai memasang wajah heran.

‘Apa Krystal sedang datang bulan juga?’gumam Kai dalam hati. Akhirnya, ia segera meniggalkan kamarnya dan Krystal dengan kesal, kemudian ia membaringkan tubuhnya di sofa ruang tengah rumahnya.

“Ya tuhan… Aku harus menghadapi 2 monster sepertinya” gumam Kai sembari mengusap wajahnya frustasi.

Mungkin sejak saat itu, Kai sangat membenci wanita yang sedang datang bulan…

END.

8 tanggapan untuk “[EXOFFI LINE@] My Daughter’s First Period (Oneshot)”

  1. tapi walau diawal kayak kayak dideskripsiin kayak pemalas tp kim kai emank hot dady deh..!aw mau dong puny appa appa kayak kik kai..hehe..buay kakakny semangat ya!!

  2. Krystal lebih kejam dari Yeri. Kalo Yeri cengeng dan manja tp Krystal malah sadis gitu wkwkwk Chanyeol juga kasian bgt

  3. Ngakak banget sama ceritanya chanyeol pas anaknya datang bulan hahahah xD Buat kai sabar yah, udah mah yeri datang bulan, krystal juga sama :”) goks lah ku suka ceritanya min;))

  4. Ahahahahaha…….puk puk jauh ya kai. Tapi aku beda ko. Aku gk gitu wkt dapet. Cuman cepet badmood aja. Parah tuh. Kasihan kai. btw mana chanyeol pake acara nyembur lagi…hahahaaaa keren authornim!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s