SILHOUETTE | 5

Cover2

SILHOUETTE

Starring by :

Oh SehunKang Mirin | Xi Luhan | Song Yerin

T

Sad  | Romance | Lil hurt

Chapter

A. N :

hai  lagi… belum bosen kan? gak nyangka rasanya udah sampai chapt 5… Sebelumnya maaf kalau ada typo atau bahasa yang aneh karena cuma sekali dibaca ulang.

karena sekarang udah malem… langsung deh baca aja /apa hubungannya?

Happy Reading ^^

*****

PROLOG |1 | 2 | 3 | 4

“Ji Ae, masih marah, ya?”

Melihat Ji Ae yang terdiam seperti patung es begini membuat Mirin frustasi. Hampir dua hari Ji Ae mengabaikannya. Mungkin salahnya –atau memang salahnya acara makan-makan kemarin batal. Padahal kata Yixing, Ji Ae sudah mati-matian memesan tempat terbaik –menurut Ji Ae. Iya, memang salahnya, kalau saja Sehun tidak mampir dalam mimpi siang bolongnya, ia tidak akan dipangil Mrs. Yoon keruangannya. Kalau saja Sehun tidak mampir dalam mimpinya siang itu, tidak ada alasan untuknya berbicara lagi dengan Sehun yang akhirnya malah gagal dan dia menangis hingga lelah sendiri.

 

Eh? Kalau begitu bukankah Sehun yang salah?

 

Terlalu banyak penyesalan kemarin, dan keberuntungan baru datang bersama Luhan. Kalau saja laki-laki itu tidak datang, entah apa jadinya dia. Mungkin menjadi bangkai di sisa-sisa tembok itu, lalu berlumut. Hilang dan hancur bersama kepingan hatinya yang tersisa untuk Sehun. Atau dikremasi matahari sore musim panas yang abunya akan tertiup kesegala arah dan dengan tragis terinjak pasangan itu. Kalau saja saat itu Luhan tidak ada, siapa yang akan menutup matanya, membangunkannya dari mimpi buruknya?

Luhan. Laki-laki mengesankan karena auranya yang berhasil membuat Mirin nyaman dipertemuan kedua mereka.

Drrtt…drrtt

Mirin mengalihkan matanya dari Ji Ae ke ponselnya yang bergetar diatas meja. Menandakan adanya satu pesan di aplikasi chattingnya. Mirin Tersenyum. Nama orang yang sejak tadi Mirin pikirkan terpampang di notifikasi ponselnya.

 

Luhan : Ji Ae masih marah?

Kebetulan sekali. Orang ini mengkhawatirkan hal yang sama dengan Mirin.

 

Mirin : dia masih belum mau bicara denganku.. aku harus bagaimana? L

Mirin memajukan bibir merah mudanya. Merajuk. Seakan Luhan memang ada di depannya.

 

Luhan : berikan ponselmu padanya

Belum sempat Mirin menjawab pesan terakhir dari Luhan, ponselnya sudah berdering dengan nama penelepon yang sama, Luhan. Tanpa basa-basi, Mirin menyerahkan ponselnya kedepan wajah Ji Ae. Seperti perintah Luhan tadi. Dengan wajah bingung Ji Ae mengambil ponsel itu dengan wajah datarnya.

“Halo?”

“…”

“Menurutmu?”

“…”

“Tidak,”

“…”

“Tetap tidak,”

“…”

“Baiklah,”

“…”

“Iya…”

Ji Ae membuang nafasnya lewat mulut. Meyerahkan lagi ponsel Mirin ke pemiliknya. Entah hal apa yang dibicarakan mereka di telepon. Yang pasti, Luhan mengalahkan emosi Ji Ae. Wajah Ji Ae sudah mulai melunak ketika menatap Mirin yang masih menatapnya bingung dan penasaran. Sesaat kemudian, Ji Ae tersenyum penuh arti. Tepat ketika ponselnya sudah kembali berada ditangannya.

“Kau harus mengucapkan terimakasih pada Luhan,”

 

 

***

 

Ting..tong..

Sudah kesekian kalinya bel apartemennya berbunyi tapi Sehun sama sekali tidak berniat membukanya. Seakan sofa yang ia tiduri saat ini dan TV yang menyala didepannya mengurungnya untuk tetap diam ditempat. TV itu memang menyala, dengan volume yang membuat telinga pengang dan cahaya yang menyilaukan di ruangan yang sengaja Sehun buat gelap. Tapi isi kepala Sehun tidak disana. Dia menerawang kedepannya. Kesebelah TV. Tempat dimana selembar foto berbingkai silver bertengger disana, dan selembar gambar siluet wanita tertempel didindingnya.

 

Drrakk drakk

“Aishh…” Suara bel yang mengalun lembut berganti jadi suara pintu kayunya yang digedor sadis. Mau tidak mau Sehun bangun. Dengan langkah gontai ia melihat layar intercom.

Rambut hitam panjang. Berarti dia…

“Selamat malam Sehun,” Yerin langsung masuk begitu Sehun membuka pintunya. Wajahnya ceria, dia tersenyum tanpa beban saat memeluk Sehun dan mencium pipinya sekilas. Berbanding terbalik dengan Sehun yang berwajah datar dengan bibir lurus dan tangan yang bergerak sendirinya menghapus jejak bibir yerin dipipinya.

“Kau sudah makan?”

“Kau mau apa?”

Yerin tersenyum miris. Sehunnya tidak berubah. To the point. Tidak peka. Tidak berperasaan. Tidak ada hangat-hangatnya.

“Memang salah kalau aku mengunjungi kekasihku sendiri untuk membuatkannya makan malam?” ucap Yerin ketika selesai berdamai dengan hatinya. Berusaha menutupi keinginannya untuk menangis dengan senyum samar dan gerakan tangan yang tidak berhenti mengeluarkan barang-barang dari kantung plastik yang tadi dibawanya. Yerin melirik Sehun ketika barang terakhir berhasil dikeluarkan dari kantung plastik. Orang yang dia tunggui jawabannya itu sekarang sudah berbaring lagi disofa denga mata yang menatap lurus televisi didepannya.

Diam artinya setuju. Yerin mengedikkan bahunya. Dia harus mulai memasak. Dianggap atau tidak dirinya sebagai kekasih, dia tetap harus menjalankan perannya itu.

 

 

***

 

Mirin memberengut kesal disebelah Luhan yang tersenyum tanpa beban. Seperti biasa. Mirin bisa mendengar Luhan bersenandung pelan seiring langkahnya dan dorongannya pada trolly yang masih kosong. Kalau saja dia tidak sedang kesal, dia pasti akan ikut bersenandung hanya saja suasana hatinya sedang sebaliknya. Sekarang, Mirin tahu maksud dibalik senyum aneh Ji Ae tadi.

“Kita mau beli apa?” Mirin menghentikan langkahnya masih dengan sudut bibir melengkung kebawah. Jujur saja kalau sudah kesal begini yang diingankannya hanya menenggelamkan diri dalam selimut. Luhan berhenti tiga langkah didepannya. Terlihat berpikir dengan bola mata menatap langit-langit sebelum akhirnya masih dengan senyum tanpa dosanya menjawab, “Barang yang kita butuhkan untuk masak,”

Mirin menghela nafasnya. Ini masalahnya yang membuat dia kesal.

“Memang kita mau masak apa?”

“Yang bisa kau masak,”

“Siapa bilang aku bisa masak?”

Luhan terdiam setelahnya. Garis melengkung dibibir Luhan mengatup sempurna. Mata berbinarnya meredup. Terkejut. Dan sekarang ia tahu kenapa Mirin memberengut sejak tadi. Sial, rencananya gagal.

Mirin makin menunjukkan wajah kesal bercampur bingungnya. Dari awal memang dia tidak setuju dengan ide ‘kelewat cemerlang’ Luhan yang ingin mengganti acara makan-makan yang gagal kemarin dengan makan-makan hari ini dengan Mirin sebagai kokinya hitung-hitung tanggung jawab karena acara yang gagal itu disebabkan oleh Mirin.

 

Belum sempat Mirin menolak, Luhan sudah menarik tangan Mirin dan berjalan semangat masuk ke supermarket.

Pertama dan terakhir kali dia memasak, adalah ommelette gosong yang ia suguhkan untuk Sehun. Dan bodohnya laki-laki itu karena terus memakannya dan berbohong kalau ommelete itu enak.

“Jadi sekarang bagaimana?” sekarang gantian Luhan yang bingung. Matanya menatap kosong jejeran yoghurt didepannya. Menghentikan putaran memori bersama Sehun yang pernah terekam di kepala Mirin tanpa diminta.

“Kau bisa masak?” Luhan menengok ke arah Mirin. Mirin menahan bibirnya yang berkedut. Ekspresi bingungnya lagi-lagi membuat Mirin ingin tertawa. Butuh beberapa detik sebelum Luhan menjawabnya dengan gerakan kepala yang bergerak naik turun.

“Nah!! Kau saja yang masak !!” Mirin menjawab semangat.

kau penyelamat Luhan. Ucap Mirin dalam hati.

Baru saja Mirin ingin berlari kearah Luhan. Mengekspresikan ucapan hatinya tadi dengan menghadiahi Luhan pelukan hangat khusus darinya. Sebelum Luhan kembali berbicara dengan wajah polosnya.

“…tapi hanya bisa masak air,” niat hati Mirin berbelok. Tangan yang sudah ia rentangkan ia turunkan satu sementara yang satunya ia gunakan untuk mendaratkan bogem dipuncak kepala Luhan.

Luhan meringis mengusap kepalanya sambil bersusah payah mengimbangi tarikan Mirin yang menyeretnya ke rak sebelah.

Setidaknya kemampuan Luhan bisa digunakan untuk masak ramyeon.

 

 

***

 

 

“Sehun, kau masih suka pedas, ‘kan?”

Yerin berbicara tanpa melihat Sehun karena posisi kompor yang mengharuskannya memunggungi ruang tengah. Tangannya masih sibuk memotong sayuran, memasukkannya kedalam air yang mendidih sambil menunggu Sehun menjawab pertanyaannya.

Terhitung satu menit Yerin menunggu jawaban Sehun. Ketika sadar hanya suara air mendidih dan suara dari TV yang ia dengar, Yerin membalikkan tubuhnya. Mendapati Sehun yang masih berbaring di sofa. Kali ini dengan mata yang terpejam. Salah satu tangannya menjuntai kebawah dengan pensil tumpul di genggamannya. Sementara tangan yang satunya memeluk sketch book diperutnya. Yerin tersenyum. Ternyata Sehun masih bertahan dengan hobinya yang satu itu.

Yerin mematikan kompornya. Berniat membangunkan Sehun untuk makan malam. Tangannya yang terangkat ingin mengguncang tubuh Sehun berhenti. Matanya menatap lurus sketch book dipelukan Sehun.

Apa yang digambar Sehun beberapa saat yang lalu? Pertanyaan dalam hatinya yang memberanikan dirinya untuk mengambil buku itu perlahan dari pelukan Sehun.

Tidak ada yang aneh. Hanya beberapa gambar perspektif*, landscape, dan gambar abstrak yang sebagian hanya dia arsir tapi tetap menarik. Senyum Yerin yang sedari tadi menguar tanpa sadar meredup perlahan. Semakin jauh dia membuka lembarannya, semakin redup senyum itu.

Hanya beberapa gambar siluet dengan warna hitam pekat. Siluet seorang gadis dari berbagai sudut. Tidak butuh waktu untuk tahu siluet siapa itu.

Yerin sudah sampai dihalaman terakhir kali Sehun menggambar. Siluet lagi. Seorang gadis berambut pendek yang digambar dari samping. Hati Yerin serasa ditusuk-tusuk. Berlebihankah kalau saat ini ia merasa tercekat dan ingin menangis? Dia tahu dirinya bukan siapa-siapa. Tidak berarti apa-apa selain pelampiasan Sehun. Bagian dari masa lalu yang ditarik kembali hanya karena satu nama.

Kang Mirin.

“Belum bisa melupakannya, ya?” mati-matian Yerin menjaga suaranya agar tidak bergetar. Tangannya bergerak mengelus pipi tirus Sehun yang sekitar rahangnya kasar.

“Aku juga waktu itu seperti ini, Sehun. Hari itu. Saat kau lebih memilih gadis ini daripada aku,” seperti film. Kilasan masa lalu berputar tanpa terlewatkan di kepala Yerin. Sama seperti Sehun yang mengabaikan keadaan tubuhnya sendiri. Saat itu, rasanya Yerin ingin mati saja karena melakukan apapun rasanya tidak mampu.

“Tapi sekarang kau kembali. Aku senang kau kembali,” satu tetes air mata mengalir dari mata Yerin. Perwakilan dari rasa senang, perih, lega dan gelisah yang sejak hari itu menyelimuti hati Yerin. Ditatapnya mata terpejam Sehun lekat-lekat. Jeda sesaat sebelum melanjutkan kembali monolognya.

“Kali ini apapun alasannya aku tidak akan melepaskanmu. Tidak akan pernah. Jangan berharap bisa kabur lagi ya, Sehun,” Yerin menggenggam lengan Sehun. Pelampiasan karena saat itu, ia gagal menangkap lengan Sehun dan meyakinkannya untuk tinggal. Ia mengandalkan suaranya yang berteriak memanggil nama Sehun. Tapi akhirnya ia terpaksa berhenti karena suaranya tidak bisa keluar lagi, tenggorokkannya sakit. Tinggal air mata yang memohon. Tapi saat itu Sehun lebih dulu berlari hingga air matanya tidak terlihat. Tangannya semakin erat menggenggam. Hingga perlahan Sehun membuka matanya. Memaksa Yerin menurunkan tangannya dari wajah Sehun.

Sehun mengerjap beberapa kali. Sedikit bingung karena hal pertama yang dilihatnya adalah Yerin dengan apron yang sedang tersenyum kearahnya. Sekilas, Sehun melihat mata Yerin yang berkaca-kaca.

 

“Makan malam sudah siap, Sehun,”

 

 

 

 

 

-to be continued-

p.s : *gambar perspektif : gambar sebuah benda atau ruang secara nyata di atas sebuah bidang datar

hai haii…

Keyo mau minta maaf karena beberapa hal

  1. berasa part yang ini dipaksain keluar TT.. Berasa ga maksimal nulisnya.. kalau kurang ngefeel maaf yaa.. entah ada konflik atau tidak disini /hmmm
  2. Ternyata ehh ternyata.. aku ga bisa nulis panjang-panjang kawan… maafin lagi ya.. mungkin ini rada panjang dikit /6 halaman lohhh. tapi sebagai gantinya, ff ini diusahakan keluar seminggu dua kali.. setuju atau tidak?
  3. Komentar kalian telat dibales karena kuota modem habis TT.. mau beli tapi udah pada tutup karena mau lebaran semua T.T
  4. SEKARANG LEBARAN!!!.. jadi aku minta maaf kalau ada salah-salah kata.. buat Sehun terutama yang dijadiin orang jahat disini wkwkwk

Udah segitu aja ._. /aku ngantuk

Makasih yang udah ngikutin sampai sini ya… Semoga ga bosen dehh Aamiin

Love,

Keyo ❤

67 tanggapan untuk “SILHOUETTE | 5”

  1. Woo jdi ini ff setaun yg lalu yaa haha bntar lgi uda lebaran lgi 😀
    Luhan ama Mirin akrab nya cpet bgt yaa, uda main tempelengan gtu wkwk
    neexxttt

  2. Tuu kan perasaannya yerin dh tumbuh lagi buat sehun.. lagian si kalo emg masi saling suka kenapa gengsi amet tauu.. sehun juga aaaaaa😭😭

  3. minal aidzin wal faidzin keyo-ssi, hahaha nggak papa ya walaupun lebarannya dah kelewat, kekeke.
    gakpapa lah pendek” yang penting nggak bacet ditengah” thor. ceritanya makin menguras air mata, fighting author-nim.

  4. Maaf maafan dulu deeh. Maaf lahir batin yaa keyo-ssi ^^

    Kadang aku masih bingung sendiri sama hun-rin. Mereka cuma kurang komunikasi aja kayanya. Kan samasama masih sayang kaan. Cuma sehunnya aja yg mikir sendiri dan serba negatif. Terusan jadi mirinyg kena imbas. Dan datanglah luhan yg akan menolong mirin. Disaat mirin sudah bahagia dengan luhan dan mencoba untuk menyukai luhan, sehun datang dengan penyesalan. Itu imajinasi yg aku buat ._. Yah semoga mirin berakhir bahagia yaah. Sehun jugaaaa. Semangat yah mas hun {}

    Buat keyo-ssi juga semangat yaah. Semangat karena update jadi seminggu duakali. Itu bonus thr yg membahagiakan hehe. Semangaatttt!!!
    -XOXO-

    1. wahhh keren !!! aku suka analilis nya luar biasa !!!!
      makasih y duhh seneng deh ada yang nyemangatin /ketauan jomblo
      syukur deh kalau pada seneng 🙂

      xoxo balik /mmuachh

  5. Ko gue jadi seneng banget ya liat moment Luhan-Mirin :’v
    Minal Aidzin walfaizin juga ya eonn, maaf baru bisa bca sekrng 🙂 izin baca chap selanjutnya yaa eonn 😀

  6. Oh wowww oke si yerin bnrn ambisius bgt buat jdi.in sehun pcr deh.
    Wahhh sminggu 2x? Daebak blh deh blh tp klo gtu mlh cpt buyar dong heummm q harap ada ff lain klo bsa gantian luhan jd cast utama oke ;):D

    1. Oh maaf hmpr kelupaan.
      Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lhr btin ya eonnn maaf bgt kalo telat ngucapinnya

    2. wkwkwk keren kan si yerin? /gampar keyo
      iya sengaja biar ntar pas masuk sekolah aku ga bikin ff ini lagi hhehehe
      Luhan? ga janji deh ya ^^
      terimakasih untuk semuanya 🙂

  7. Minal Aizin jugaa Thorr
    Ditunggu next chapternya lo,jangan Lama lama yaa,ini bakalan rumit nih ceritanya,bikin Penasaran aja nihh

  8. Entahlah aku bingung mikirin hubungan sehun ama mirin
    Yang satu galau badai halilintar membaha tak terhingga
    Yang satunya adem ayem aja karena ada penolong
    Dududuh entah bagaimana caranya nanti mereka balik lagi hahahaha
    Kemungkinan buat balik ada nggak ya….kalo aku bilang sih ada soalnya kalo nggak balik knp meski ceritanya lanjut….yaah itu pendapatku sih
    Uuum soal update tiap minggu?? Oke lah tak masalah sih kalo aku mah
    Nggak rugi kok….yang ada dpt kepuasan secara bacanya gratis nggk perlu bayar jadi buat apa komplain kan….

    1. yahhh begitulah… kalau jodoh gk kemana… kita liat aja ntar akhirnya gimana tu pasangan /smirk
      okayy deh.. ditunggu next nya ya ^^

  9. Sehun gmna sih!
    Aduh kakk.., buat sehun balikan lg sma mirin yayaya^^v
    Jgn sma yerin
    Sehun oppa cepet balikan aja sma mirin, nanti klo mirin ada suka sma luhan oppa gmna hayooo??? ..kyanya sia iya sedikit, tpi nanti ujung-ujungnya pasti sma sehun oppa lg kan???#sotoyy^^v

    Setujjuuuu, sminggu 2x Ok^^

    Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir & batin jga kak Keyoo 🙂 . Walaupun telat tpi gpp deh ya kak^^..hihihi

    Dtunggu klanjutanya^^

    1. ntar aku coba jodohin lagi ya wkwkwk
      aku coba realisasikan 2x seminggunya..
      Minal aidzin wal faidzin 🙂 telat gapapakok.. masih ada bau lebarannya ini wkwkwk..
      siapp… selamat nunggu ya ^^

  10. Sehun kamu jahat banget/bias sendiri diamuk
    Kasihan Mirin sama Yerin😢😢
    Tuhkan Yerin dah mulai ngeyakini kalau dia bakal ambil Sehun dari Mirin
    Awalnya saya kasihan sama si Yerin but…ternyata eh ternyata dia malah pengen ngambil Sehun lagi…
    Btw itu benih benih cinta udah mulai tunbuh antara Mirin sama Luhan

  11. Sehun jangan mau sama yeriiinn sama mirin aja sih-_-, yerin nya ngeseliinn pergi ajaaa aku setuju kalo ff nya di update seminggu dua kali /plak/ selamat lebaran juga eonn

  12. Sehun balikan aja sih sama mirin. Jadi namja jangan tengsin hun, nanti mirin keburu diambil luhan. Yerin mah buang aja jauh2 wkwkwk

    Update seminggu 2x ya eonn hahaha

  13. Sehun munafik ini -,- kenapa gak balikan aja sih? Gengsi ya bang del? 😂 Gengsi berujung sakit loh :v

    Eh, selamat lebaran kak ❤

  14. Wajah datar oh sehun, sumpah ini klo dibayangin ngukuk thor 😂😂datar tanpa ekspresi yg blm bisa moveon dri mirin.. hmm..
    Oke lah thor!! Tpi klo bisa panjangin lagi biar seru..

    Next!! Fighting thor!!

  15. Dasar Sehun sementang punya wajah datar jadi nya bisa sembunyi kalo sebenernya belum bisa move on dr Mirin–”
    Seminggu 2 kali update? Setuju bgt!!!
    Tapi kalo bisa dipanjangin lagi 😀
    Fighting^^

  16. Haloo kak keyoo!!
    Jujur aja nih yaa di chapter ini aku ngerasa biasa biasa aja gaada konflik trs rada cepet juga mungkin kk lagi kurang ide tapi gak masalah justru aku makin penasaran gimana cerita kedepannya, jadi bakal tetap aku pantengin trs ff nya maaf yaa kak klau aku terlalu jujur hehe.. tapi gapapa kak aku ngerti mungkin kk lagi sibuk atau ada kegiatan lain kk uda update aja aku uda seneng kok 🙂 semangatt trs ya kak!!

    Minal aidin walfaidzin, selamat hari raya idul fitri kak keyo 🙂

    1. HALO PUTRI…
      sebenernya sihh aku lagi punya hobi baru, baru belajar jadi gitu deh, yang ini di duakan wkwkwk.. gapapa kok say.. jujur itu baik.. thanks buat buka pikiran aku… gausah ragu buat jujur.. selama kamu punya niat yang baik sama pake kata-kata yang baik..

      Selamat hari idul firi juga putri 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s