EVENING SKY – Slice #4 — IRISH’s Story

irish-evening-sky

   EVENING SKY  

  EXO`s Chanyeol & OC`s Sarang  

   with EXO & Lovelyz Members  

  dystopia, fantasy, romance story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

Reading list:

〉〉 TeaserSlice #1Slice #2Slice #3 〈〈

Slice #4

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Sarang’s Eyes…

Satu tahun aku sendirian. Satu tahun aku seperti orang gila di gedung ini. Aku mulai berpikir, apa tujuanku disini? Kenapa aku besar dan tumbuh selama delapan belas tahun di tempat seperti ini?

“Sarang, makanlah,” Jongin meletakkan piring berisi makanan di depanku.

Aku mengabaikannya, mengabaikan semua manusia kejam yang membunuh Chanyeol satu tahun lalu.

“Semoga kau cepat sembuh …” Jongin mengusap kepalaku pelan, membuat leherku seolah tercekik.

Aku meringis menahan rasa sakit yang mencekikku. Jongin tidak boleh tahu ini, setiap kali ia menyentuhku rasa sakit akan menyiksa, dan jika ia tahu ia akan semakin khawatir padaku dan sakit itu menyakitiku lagi.

Jongin keluar dari kamarku. Aku bahkan tidak berniat menyentuh makananku. Aku jarang bertugas sekarang, dan Jiae tidak pernah lagi menugaskanku di ruangan vampire laki-laki. Sejak insiden Chanyeol. Mereka berpikir bahwa vampire itu mempengaruhiku. Padahal tidak.

Bicara soal tugas, aku ingin bertugas hari ini. Aku mengenakan sweater putihku, lalu berjalan keluar kamar menuju gerbang kamar. Jiae yang tadi sedang bicara dengan Jongin sekarang tersenyum ke arahku.

██║│█║║▌ Evening Sky │█║║▌║██

  Slice 4

“Sarang, kau mau kemana?” tanya Jongin.

“Bertugas,” jawabku tanpa memandangnya.

“Jiae, aku minta kertas tugasku,” kataku.

“Ini Sarang, kertas terakhir yang belum di ambil,” kata Jiae sambil memberikan selembar kertas padaku.

“Bisa aku menemaninya bertugas noona?” tanya Jongin.

“Tentu Jongin, kalau tidak salah ada dua vampire laki-laki di kertas itu, kau bisa menjaga Sarang,”

“Aku tidak butuh dijaga.” potongku, aku tidak suka di ganggu saat bertugas.

“Sarang, kami tidak ingin kejadian tahun lalu terjadi, Jongin akan menemanimu, jika tidak, kertas tugas itu kuambil,” kata Jiae.

Aku diam. Percuma membantah ucapan mereka. Mereka tidak akan pernah mau menerima pendapat siapa pun! Kusadari keegoisan mereka sekarang. Astaga. Delapan belas tahun aku hidup dalam keadaan menyedihkan di bawah perintah mereka.

Jongin tidak banyak bicara. Ia hanya mengamatiku saat aku bertugas. Dan aku sedikit bingung saat melihat vampire yang tidak pernah kulihat sebelumnya.

Vampire baru?” tanyaku pada Jongin.

Ia mengangguk.

“Di tangkap 5 bulan lalu, aku dan noona yang memindahkannya, kau tahu, kami keluar malam hari,” kata Jongin bangga.

Bisa kukatakan, aku iri padanya. Aku selalu ingin melihat dunia luar saat malam. Aku masuk ke kamar vampire itu, ia duduk diam, tapi ia mendesis, membuatku bergidik.

“Dia memang begitu kepada siapapun,” kata Jongin, Jongin akan menungguiku di pintu. Aku meletakkan troliku tak jauh dari vampire baru itu.

“Aku akan membersihkanmu,” kataku sambil membasahi kain yang kubawa.

“Kau tidak akan bisa menyentuhku,”

“Apa?” aku menyernyit bingung, ku lirik Jongin, ia mengawasi vampire itu lekat-lekat. “Kau sudah di tandai. Kau tidak akan bisa menyentuh yang lain.” ucapan itu membuatku teringat pada Chanyeol lagi.

“Di tandai? Apa maksudnya?” kusadari Jongin sudah ada di sebelahku.

“Tidak. Aku tidak tahu,” bohongku, aku melirik vampire itu, ia tengah menatapku, membuatku mengalihkan pandangan.

“Aku tidak suka keramaian di kamarku.”

Aku menyikut Jongin, dengan menahan rasa nyeri di leherku. Jongin merengut, ia tidak ingin meninggalkanku sendirian di kamar ini.

“Kumohon,” kataku membuatnya menyerah.

“Aku ada di depan pintu.” kata Jongin sambil keluar ruangan.

Aku melangkah mendekati vampire itu, ia tidak bicara apapun. Aku menyentuh lengannya dengan tangan kiriku, dan rasa sakit itu mencekikku lagi, lebih menyakitkan di banding saat Jongin menyentuhku.

“Ah …” rintihku pelan, refleks aku menjauhkan tanganku dari vampire itu.

“Sudah kukatakan kau tidak akan bisa menyentuh vampire lain,” vampire itu mengambil kain yang ada di tanganku, lalu membersihkan tubuhnya sendiri.

“Siapa yang menandaimu?” tanyanya.

“Dulu ia disini, tapi setahun yang lalu mereka membakarnya,” kataku pelan.

“Kau bertukar darah dengannya?”

“Apa?” aku menyernyit bingung.

“Dia meminum darahmu, dan kau meminum darahnya,”

Aku terdiam. Berpikir dan berusaha mengingat. Oh. Saat Chanyeol akan pergi, ia menciumku dan umm, memaksaku menelan darahnya.

“Sekali, sebelum ia di bakar,” kataku pelan.

“Kalian sudah terikat, rasa nyeri di lehermu adalah tanda keterikatan kalian. Kau tidak akan bisa menyentuh pemuda mana pun, dan ia tidak akan bisa menyentuh gadis mana pun. Siapa nama vampire yang menandaimu?”

“Chanyeol,” kataku, jadi, rasa sakit saat aku berdekatan dengan Jongin adalah karena tanda yang di buat Chanyeol di leherku?

Vampire itu diam. Seolah menyadari sesuatu, ia memandangku.

“Kenapa?” tanyaku.

“Tidak, mana darah untukku?” katanya sambil mengembalikan kain.

Aku memberikan kantong darah itu padanya, ia juga di ruang isolasi, aku tidak mengerti mengapa mereka tidak menaruh patung manusia di ruang isolasi. Vampire itu menghabiskan darahnya dengan cepat. Aku kemudian membereskan tugasku.

Gomawo Sarang-ah,”

“Kau tahu namaku?” aku berbalik, tak percaya, ini pertama kalinya aku bertemu dengan vampire itu, dan ia tahu namaku

“Tentu. Banyak vampire disini bicara tentangmu,” katanya.

“Tentangku?” apa yang mereka bicarakan?

“Kau satu-satunya di antara mereka yang tidak pernah melukai kami. Kau satu-satunya yang merespon keluhan kami.” Katanya.

“Kupikir yang lain juga begitu,” bukankah kami memang seharusnya peduli pada mereka? “Yang lain tidak begitu. Setiap hari mereka datang hanya membersihkan kami, menaruh darah itu, dan pergi. Mereka mengabaikan semua perkataan kami, terkadang malah meledek kami. Seharusnya kau sering melihat bagaimana yang lain saat bekerja,” ucapnya membuatku terdiam.

“Aku akan lihat nanti,” ucapku sambil mendorong troliku keluar.

“Lama sekali kau di dalam,” kata Jongin

“Seperti ini aku setiap hari,”

“Kau bicara dengan makhluk itu,

“Kau tidak pernah bicara dengan mereka? Terkadang bicara dengan mereka bisa menghibur,” kataku.

“Itulah mengapa makhluk itu sangat mudah mempengaruhimu,” aku bisa tahu Jongin menekankan kata-katanya.

“Kau bicara ‘makhluk itu’ seolah mereka bukan bagian dari bumi.” sindirku.

“Mereka memang bukan bagian dari kita,”

“Mereka juga hidup seperti kita. Mereka juga punya perasaan, pikiran, dan keluarga. Tidak ada perbedaan spesifik diantara vampire dan manusia, selain taring itu.” kataku, memandang Jongin.

Aku bosan mendengar hinaan mereka. Kenapa mereka selalu bertindak seolah vampire itu terhina? Vampirevampire itu bahkan tidak bisa menyentuh mereka dalam borgolan itu.

“Terserah kau, bagiku, mereka tak lebih dari mahkluk tak bernyawa yang hidup dengan menghisap darah.”

Aku memandang Jongin. Tidak percaya ia bisa mengatakan hal sekejam itu.

“Jangan ikuti aku lagi. Bersama vampirevampire itu jauh lebih baik daripada bersama kalian.” kataku sambil mendorong troliku ke ruangan vampire lain.

Seorang gadis. Namanya Seo Jisoo. Ia cantik. Sangat sempurna. Aku sadar, semua vampire secara fisik sangat sempurna. Baiklah, tugasku berlanjut.

“Kami akan bebas,”

“Apa?” aku menoleh kaget saat Jisoo bicara padaku.

“Kami akan bebas setelah ini, terima kasih karena sudah merawat kami disini,”

“Mereka tidak akan membakar kalian kan?” aku mulai gemetar, cukup tahun lalu terakhir kalinya aku melihat vampire di bakar.

“Tidak. Satu pasukan vampire sedang kemari …” Jisoo memejamkan matanya, lalu kembali bicara “ …nanti malam, nanti malam adalah puncaknya …” ia memandangku, matanya berkilau berwarna biru laut.

“Jangan berdekatan dengan manusia-manusia itu nanti malam, kami tidak ingin melukaimu,” kata Jisoo.

“Apa maksudmu?” aku memandangnya bingung.

Jisoo tersenyum—lebih tepatnya menyeringai, tapi bagiku ia tersenyum—padaku, lalu meringkuk di pojok ruangannya, membuatku teringat ucapan vampire yang tadi bicara denganku.

Aku membasahi kainku, lalu berjalan ke dekatnya dan membersihkan lengannya.

Hey, boleh aku bertanya?” kataku sambil memandangnya, ia menatapku dengan mata biru yang begitu indah itu, lalu mengangguk

“Apa kalian … benar-benar membenci kami?” tanyaku tanpa berani menatapnya, aku lebih memilih membersihkan lengannya.

Sebenarnya, vampirevampire ini punya kesempatan untuk bertemu satu sama lain karena setiap harinya selama tiga jam di siang hari mereka dikumpulkan di aula—dengan pengawasan ketat petugas tentunya—dan mereka bisa melakukan semua hal yang tidak kami lakukan untuk mereka. Mereka bisa mandi, mengganti pakaian, dan bicara pada bangsa mereka.

“Secara umum, ya, kami sering bicara tentang bagaimana membunuh kalian semua yang ada disini, karena kalian semua memperlakukan kami seolah kami sampah. Tapi pandangan itu sedikit berubah karena kau menolong Jin waktu itu, masih ingat? Insiden di aula yang hampir membuatmu terbakar hidup-hidup?” katanya membuatku teringat akan satu peristiwa

“Aku ingat …” kataku pelan, sekarang aku beralih membersihkan kakinya.

“Kurasa, sejak itu kami sadar, tidak semua dari kalian berpikir bahwa kami adalah sampah. Kau menganggap kami sama dengan kalian, dalam arti—”

“Kalian juga punya perasaan, pikiran, sama seperti kami,” kataku, itulah pandanganku tentang vampirevampire ini, aku bergerak membersihkan wajahnya, membuatnya bicara lebih pelan.

“Ya … Kau lah yang berpikir berbeda, yang lain hanya menganggap kami mayat hidup penghisap kehidupan orang lain. Dan jika kau bertanya apa pandangan kami mengenai kalian sekarang, kami membenci orang-orang disini, tapi tidak termasuk kau,”

“Kurasa … tidak hanya aku orang yang berpikiran seperti itu …” ucapku pelan. Aku tidak mungkin jadi satu-satunya orang yang punya pikiran baik tentang mereka bukan?

“Memang tidak, Sujeong, dan Yein, mereka 2 orang yang juga berpikiran sepertimu, itulah mengapa kami membawa mereka,”

“Tapi … Sujeong dan Yein sudah—”

“Kau tidak pernah tahu kekuatan apa yang kami miliki Sarang,” Jisoo tersenyum penuh makna padaku.

“Jadi … Mereka masih hidup?” tanyaku tak percaya.

“Masih, mereka hanya tertidur, kau beruntung karena Chanyeol menandaimu, dia salah satu pemimpin bangsa kami,”

“Aku tidak mengerti …” kataku bingung.

“Kau akan mengerti nanti, kembalilah Sarang, aku tidak ingin darah hari ini, dan ini sudah hampir jam 11, sudah waktunya kami kembali memikirkan cara untuk kalian,” ia tersenyum lagi,

Aku mengangguk dan membawa kainku ke troli.

“Sarang-ah …”

“Ya?” aku menoleh padanya

“Ada satu hal lagi yang harus kau tahu,” katanya.

“Apa itu?” aku menyernyit bingung.

“Alasan utama kami untuk tidak menghancurkan tempat ini adalah kau. Jin yang kau tolong, punya kemampuan membaca pikiran. Saat kau menolong Jin, ia membaca semua pikiranmu tentang kami, dan sebenarnya, kami sudah tahu jalur keluar dari tempat ini dari pikiranmu,”

Aku mengerjap kaget. Mereka tahu itu karena pikiranku?

“Tapi kenapa kalian tidak … pergi?” tanyaku tak percaya.

“Tanyakan pada Jin, dia akan menjawabmu, aku harus sedikit mengubah masa depan, kuberitahu kau, kemampuanku adalah melihat dan mengubah masa depan,”

Aku terperangah. Benar-benar tidak percaya jika vampire yang selama ini ada disini adalah vampire yang benar-benar hebat.

██║ │█║♪ ║▌♫ │█║♪ ║▌♫ ║██

Sudah jam 2. Sebentar lagi vampirevampire itu akan kembali ke kamarnya.

Aku berjalan ke lorong panjang menuju aula, sebenarnya, pintu keluar darurat dari gedung ini adalah pintu mungil yang ada di bawah tangga aula. Sementara pintu utama ada di bagian depan gedung.

Pintu darurat terkunci rapat. Puluhan gembok kecil dan beberapa gembok besar ada di sana, sampai berkarat. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana susahnya membuka kunci-kunci itu.

Terkadang meletakkan pintu keluar di depan mata musuh adalah cara terampuh untuk membodohi mereka,

Itu kata dokter Soojung. Ia mendesain pengamanan gedung ini. Ia sangat pintar. Hanya saja, ia termasuk satu di antara banyak orang—termasuk Jiae dan Jongin—yang berpikir bahwa vampire hanyalah mayat hidup penghisap kehidupan orang lain. Itulah mengapa ia jahat di mataku.

“Kau mau kemana Sarang-ah?” tanya Jiae yang ada di belakangku.

“Ke aula, kau sedang apa?” tanyaku, Jiae tengah bersama Mijoo yang terborgol.

“Aku juga mau ke aula, dia butuh kamar mandi.” kata Jiae.

“Mereka semua tidak ada di aula?” tanyaku, sedikit bingung.

“Tidak ada perkumpulan untuk hari ini. Mereka akan ada di kamar sepanjang hari.” kata Jiae.

“Boleh kutemani kau?” tanyaku.

PIP. PIP.

“Sebentar Sarang-ah, jaga dia,” kata Jiae sambil menyerahkan Mijoo padaku.

Tinggi kami hampir sama. Dan kurasa, aku tidak tumbuh terlalu pendek atau tinggi. Mijoo adalah salah satu di antara beberapa Vampire disini yang berparas sempurna.

“Seharusnya kau tidak disini,” kata Mijoo.

“Apa?” ucapku bingung sambil memandangnya.

Mijoo diam. Seolah berdebat dengan pikirannya. Sementara sekarang Jiae berjalan ke arah kami.

“Sarang-ah, bisa antarkan makhluk ini ke kamar mandi? Dokter Soojung memanggilku,” kata Jiae.

“Tentu,” kataku sambil tersenyum.

“Berhati-hatilah Sarang,” pesan Jiae sambil meninggalkan kami berdua.

Kajja,” kataku pada Mijoo, tapi ia enggan beranjak.

“Ada apa?” tanyaku.

“Seharusnya kau tidak disini Sarang. Kau merusak rencana kami,” kata Mijoo.

“Maksudmu?” aku menyernyit bingung.

“Seharusnya dia menerima telepon saat di aula, jadi aku punya kesempatan untuk menghancurkan pintu darurat. Ayo kembali ke kamar, aku tahu kau tidak akan setuju,” kata Mijoo sambil menarik lenganku, membuatku terdiam.

Inikah perubahan masa depan yang dimaksud Jisoo? Ia mengubah masa depan sehingga tidak ada perkumpulan vampire dan Mijoo punya kesempatan untuk merusak pintu darurat? Apa ini ada hubungannya dengan sesuatu yang akan terjadi nanti malam?

“Jika kukatakan aku akan menemanimu ke aula dan membiarkanmu merusak pintu darurat, bagaimana?” tanyaku, aku bisa menebak arah kejadian nanti malam.

Kalau terjadi sesuatu dengan gedung ini, manusia disini tak akan menyelamatkan vampirevampire ini, dan mereka akan menutup pintu utama setelah semua manusia keluar.

“Kau bercanda kan?”

“Tidak, kajja, gembok di pintu itu sangat banyak, bagaimana caramu merusak semuanya?” tanyaku.

“Aku bisa merusaknya dalam hitungan detik,” Mijoo mengikuti langkahku dengan ragu.

Aku berpikir. Ini sama saja aku mengkhianati bangsaku sendiri dalam perang bangsa ini bukan? Kenapa? Apa alasanku mendukung vampirevampire ini? Dan apa alasanku mendukung bangsaku?

“Itu pintunya,” kataku, menunjuk pintu berwarna merah dengan banyak gembok di bawah tangga aula.

Bodohnya bangsaku, mereka tidak menaruh kamera pengintai yang mengarah pada pintu ini, karena sebenarnya pengamanan di gedung ini sangat luar biasa.

“Tunggu disini,” kata Mijoo.

Ia mendekat ke pintu itu, dan seolah melihat keajaiban. Hanya dengan menggerakkan tangannya, gembok itu terbuka bersamaan. Menyebabkan bunyi “KLIK” keras karena puluhan gembok itu terbuka begitu cepat.

“Cepat sekali,” kataku takjub.

“Kalian terlalu meremehkan kekuatan kami,” kata Mijoo sambil tersenyum.

Aku diam. Aku tahu mereka kuat. Bahkan pengamanan gedung ini tak sebanding dengan mereka. “Kenapa bangsamu yang ada diluar tidak merusak gedung ini?” tanyaku.

“Karena kami ada disini, kami juga tidak ingin memusnahkan manusia.” kata Mijoo. Aku terdiam. Mereka tidak ingin memusnahkan manusia. Sedangkan kami ingin memusnahkan mereka. Siapa yang harus kupihak?

“Ayo kembali Sarang, oh, Jin mencarimu tadi,” kata Mijoo.

“Mencariku?” ucapku bingung.

“Ya, dia ingin bicara denganmu, cobalah untuk mendapat tugas sore ini,”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

Ada alasan yang ngebuat aku gak bercuap-cuap ria di chapter sebelumnya. Dan ada alasan juga yang bikin aku terpaksa bercuap-cuap panjang di sini.

Pertama, ada rasa kecewa yang aku rasain ketika fanfiksi ini menuai protes. Aku rasa, dari awal publishnya Evening Sky, aku udah bilang fanfiksi ini bertujuan sebagai sarana permintaan maaf aku karena udah posting beberapa fanfiksi lain (re: Kajima, One and Only, True Lies, Code Name LIV, Springflakes) begitu lama. Perlukah aku ingetin kalian? Aku manusia, kawan. Aku punya batasan kekuatan buat ngetik fanfiksi dalam sehari, dan semua fanfiksi di atas gabisa aku ketik satu chapter (YANG SERINGKALI kalian minta buat lebih ‘panjang’ lagi) dalam sehari.

Karena Evening Sky sudah selesai, aku berbaik hati ngepost tiap minggu, biar ada yang sedikit ngehibur kalian. Tapi aku malah diprotes.

Kedua, aku sebenernya engga mau bercuap-cuap panjang di Evening Sky. Karena Evening Sky ini fanfiksi kado, yang harusnya gak usah disertain apa-apa. Tapi ternyata, alhamdulillah ada yang kangen cuap-cuapku.

Ketiga, saat chapter empat ini publish, timbul keinginan aku buat ngeberhentiin publishnya Evening Sky. Kenapa? Karena aku engga mau keberadaan fanfiksi baru kayak gini bikin kalian berpikir kalau aku engga nganggep fanfiksiku yang lain, atau berpikir aku engga pengen publish fanfiksi lain.

Sekali lagi, aku manusia, teman. Aku aja bisa pengertian sama kalian yang seringkali baca diem-diem, atau mengkritik aku. Apa aku engga boleh buat nyelesein fanfiksi aku? Entahlah … karena efek puasa aku jadi lebih gampang baper … hiks. Mungkin ini efek karena ngetik cuap-cuapnya pas laper.

P.s: MAAF YA, AKU PUBLISH HARI SENIN. HARI RABU KATANYA LEBARAN, AKU ENGGAK MAU PUBLISH FANFIKSI PAS LEBARAN. MAAF YA.

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

207 tanggapan untuk “EVENING SKY – Slice #4 — IRISH’s Story”

  1. Maaf ya kak irish… Aku baru sempet baca sekarang. Tapi, hati ku tersayat saat mengetahui bahwa Evening Sky hanya 6 chapter T-T

    Huaaaa… Di chapter ini gk ada Chanyeol…. Huhu…. Chanyeol eodi??? Di umpetin ama kak irish ya?? Dimana??? Di dalam sapu ijuk kah???

    Kak, aku boleh gk minjem vampire yg namanya Jisoo? Aku pengen mengubah masa depan. Boleh minjem ya kakkkkk…. Nanti dikirim lewat JN*(sensor) aja si Jisoo

    Ternyata Vampire baik ya? Manusia kok jahat ya? Kak irish lebih memihak pada Vampire kah? Abisnya kak irish membuat manusia terlihat jahat disini. Aku juga bingung, padahal kan Vampire nya ganteng ganteng. Tapi kenapa mereka benci sama Vampire? Emng mereka gk mau ya dikelilingi oleh cogan cogan Vampire?

    Aku banyak nanya ya-_-
    Ok lah, sekian dulu komen ku. Kurang panjang ya? Nanti aku panjangin lagi. Sepanjang anu nya ceye (otak ku mulai berfikir liar)
    Figthing kak^^

    1. XD gapapa santai aja aku sudah biasa dianiaya kok XD wkwkwkwkwk CHANYEOL KUSIMPEN BUAT CERITA KEDUA, YANG LEBIH PANAS TENTUNYA XD XD WKWKWKWKWKWK
      engga eh XD engga XD aku memihak manusia doong, buktinya Sarang aku kembaliin ke manusia tuh XD wkwkwk

  2. Setelah sekian lama gak baca ff, pas ada mood langsung cari ff kak IRISH wkwk

    Sebenernya aku udah baca ini tadi siang. Aku simpen buat dibaca pas di sekolah. Dan karena gak ada kuota, nyampe rumah baru mampir sini lagi buat ninggalin komen 😂😂

    Aku udah baca sampe ending Evening Sky ini. Dan sekarang kumau jalan-jalan menebar jejak dulu di ff ini baru mampir ke Kajima 😆😆

    Bye Kak IRISH~ *ngilang

  3. Waah, yg protes gmn siih.. buat ff kn gak segampang bikin telur, hargai penulisnya dong. hikmah ceritanya diambil deh, jgn baca aja, trus cuma dapet senengnya aja. kn di sini hikmahnya menghargai siapapun, walau ia seorang yg berbeda, karena ia punya perasaan, dan pikiran. semua manusia punya perasaan dan pikiran, posthink aja. lebih enak

  4. masa sih ada yg protes? bkn aq kn ya?? hehehe…
    Sdh lanjutkn aja dah.. yg protes kan gk sbyk yg dukung.. 😀 Jgn sampai berhenti tgh jln ya… lama pun tk pa lah yg ptg lanjuut…

  5. Kukira sarang cuman nggak boleh berdekatan sama jongin aja
    Ehhh ternyata sama semua pria yaaa
    Hmm kasihan dia tercekat terus tiap nggak sengaja berdekatan dengan pria

    Seprotektif itu ternyata efek bertukar darah hmm

  6. Kak irih.. ceritanya keren kok.. bneran deh.. kalo ada yg suka / banyak protes tendang aja kak.. *ups..
    emm.. kayak nya banyak vampire yg baik nih.. udah baik.. cantikk.. ganteng.. jadi pengen.. *apaan sih ?
    Keep Writing kak

  7. Siapa yang protes irish?? Mana orangnya..
    Sini aku saku in..
    ^^ :p
    Tiap orang beda beda yang sabar ya dear..
    Selesein ceritanya,jangan gantung ya..
    =*

  8. Kak irish jangan sedih dong. Biarin dehh mereka yang protes sma kakak jangan di dengerin mereka kan nggak sebanding dengan kakak yang belum tentu bisa bikin epep sebagus kakak. Pokoknya fighting buat kak irish

  9. Kak rishhh jangan sedih dongggggg
    Aku tu sukanya kak orih cuap2 ceria yanga stral2 kayak biasanyaaa
    Kalok kak orish baoer kan aku jadi baper jugaaaa

    Okoknya aku tau ini berat karena bersangkitan sama harga menghargai jarya, tapi kak irish jangan terlaku fikirin mereka yang gak menghargai juga, mending liat yang manis2 aja kmennya heeh ( aku tau gak gampanh huhu )
    Tapi setidaknya utu bikin kaknirish gak sedih lagii
    Semangat yaaa, aku bakal terus baca kok ♥♥

  10. Oh, cm smp chap 6 ya, kirain bakal panjang, udah worry aja. etapi bakal da season 2nya kan ya? Please jgn di stop a.k.a di end gt aja 😥 tolong di publish sesuai on schedule yg udah kamu buat/plan itu, ya.. abaikan aja reader yg udah bwt kamu terluka dg paksa2an & su’udzon mrk, lbh bnyk reader yg sayang & suka sm semua karya2 kamu. saya jg ga2l phm sm Jin, dy itu sopo? blm ada di previous vers, tolong pencerahan’ny../pk bahasa email org2 kntr/
    Aah.. saya blm bc Kajima, Sehun-i sabar ya.. bentar lg noona merapat, gidaryo..

    Fighting Irish.. 🙂

    1. XD iya sampe enam chapter aja ini wkwk nanti ada season II juga ~ biar agak panjang kerasanya XD wkwkwkwk pfttt ~ kembali aku dibikin baper di sini ;3;

  11. Ini keren sekaliiii hwwaaaa ;_;
    aku harus bagaimana? chanyeol jadi vampir dan kayanya bakal sweet banget sama sarang ;_; diriku rindu muka ogebmu mas~ O.O

    jangan diberhentikan dong kak ;_;
    aku liat di teaset cuma 6 chapter kan? nanggung banget kalo distop disini ;_;

  12. Yish yish iyiissshhhhh jangan di setop pelis ini epepnyaaahhhh. Ini bagus looh shungguh!!! Aku nungguin banget ffnya. Penasaran sama ceritanya. Jangan kau gantung aku begitu saja rish. Aku gakuat hikseu :”
    Ah iyaaa itu jin yg mana yaak? Apa udah diceritain kah? Aku lupaa hehehe.
    Pokoknya ditungguin kelanjutannya. Jangan sampe berenti. Semangat iriisshhhhhh!!
    Aku setia menunggu kok hahah.
    -XOXO-

  13. Andweeeeeeeeeee !!!!!!!!!!!!!
    Iriseu jangan stop ff dong,, ini ff bagus bgt sumpah aq pnasaran bakal kek apa klanjutan sarang sma chanyeol,,, ini ceritanya seru bgt,, klo aq sih nunggu bgt sama chap selanjutnya dari ff ini,, berharapnya sih nih ff bisa panjang dan banyak plot twicenya haha

    Ganbatte irish

  14. aakh… chandal kasian kakak. klo epep ini udahan chandal bakalan nangis kakak😭 diakan baru muncul jadi main cast, baru empat ep lagih, dia nanti kadar kepedeannya ilang gimana.
    ini udh keren banget, penasaran gimana chandal nyamperin sarang.
    lanjut kakak, fighting fighting fighting

  15. kak Irish udah ah epep ini dilanjut ajin.. ihh ini udah terlanjur bikin gregetttzzz yg ada nanti readers nya pada galau kalau diberintiin. pokoknya kamu mah slalu warbyazahhhh kak!

  16. ANDWE..jangan berhenti donk thor.. ini juga kado pling keren..
    aahhh…aku telat baca karena ane bru kembali dri daerah antabranta yg slit dpet sinyal.. heheheee..

    Minal’aidin Walfaizin Kak IRISH.

    disini engga ada Part..chanyeol. lalu siapa vampire yg bicara sma sarang..??
    kayaknya tragedi jin blum diceritain yah thor.?

    Next Chap. thor.. terus SEMANGAT.

  17. Bodo deh kalo ff yg lain ba.ak blum dlnjutin
    yg pnting mah gk ada yg d berentiin seblum ada kata END.
    Saya mah setia nungguin aja kak, semangat buat lnjutin ff” kaka

  18. ANDWAEEEE T.T
    jangan diberhentikan
    ini juga aku tunggu tunggu updatenyaaaa

    tenang kak,ada deya yang slalu nunggu semua karya kak irish

    heuheuheung

    apapun keputusan kakak,aku trima deh hikhikhikseu

    sebenernya aku udah penasaran banget sama ff ini,gimana puncak perangnya terjadi,trus bertemunya kembali yein sujeong sama sarang
    tapi klo kakak pen ngestop,yaudah

    yang penting kakak tetap berkarya X)

    deya tunggu yaaaaaa

  19. Lagi-lagi aku baru nemu fanficmu ini kak*ketinggalanlagi 😂 dan berhubung ini udah slice 4 jdi aku flashback dulu ke slice sebelumnya 😀
    Maaf ya kak irish krn aku gg ijin dikau dulu dan baru sempet komen disini😄 btw critamu kok selalu warbyazah sih kak,gak ngebosenin n selalu mengundang rasa penasaranku akan kelanjutannya jd dicepetin aja ya kak post chapt selanjutnya 😊

  20. Jangan kak! Jangan berpikiran mau stop ff ini, ini juga salah satu ff yang selalu aku tunggu tunggu. Aku selalu sabar kok nunggu ff kakak, mau lamaaaaaaa juga aku masih sabar menunggu hahaha. Fighting kak Irish

  21. JANGAN DIBERHENTIIN KAKKKKKK 😭😭 INI UDAH MENJADI JIWA RAGA KU NOO/alay mendadak/ please jangannn aku gakuat diginiinn/ngeh/
    Ihhhh kangenn chanyeolllll Wkwkwkwk walaupun dia sudah ternodai oleh tante girang/Astagfirullah/
    Btw selamat hari raya idul fitri yaa kakk author mohon maaf lahir dan batin😘🍾🎉😭💜💚

    1. XD INI PAKE KEPSLOK WKWKWKWK udah jadi jiwa raga bahasanya wih wkwkwk XD

      kesian chanyeol mah banyak ternodai sekarang ya XD wkwwkwkkwk

      iyaa, sama-sama yaa, minal aidzin wal faidzin juga ~

  22. eh kalo jisoo ngubah masa depan kok bisa dibatalin sma sarang???
    woahh chanyeol pemimpinnya..cieelahh beruntungny sarang.. udah mau jm 12, mata gk mau merem, aku putusin buat jalan”.. ehh nemu fanfic kak irish..udah chap 4 aja dan aku akui cerita ini astral bngt alias daebak!! ini bakalan jadi favorit ku selain Kajima Kajima eoeaoe hahaha… dasarnya aku emang suka cerita yg berbau” gosong ..ehh fantasy.. bayangin chanyeol sehun(di Kajima) jadi sosok cool dgn wajah pokerface khas vampire” gitu jadi hiburan tersendiri..wlopun aslinya mreka petakilan pecicilan gtu..

    ahhhh…gk nyesel deh melek tengah malem… penghantar tidur yg bagusssss…

    good night~~~ (sing a song ala Chanyeol)
    chuu~~

    1. XD sebenernya masa depan itu tergantung apa yang kita lakuin, konsepnya begitu. XD wkwkwkwkwk

      dan yes XD dua chapter lagi fanfiksi ini habis, bahagia banget kan ya /slapped/ XD wkwkwkwkwk

  23. komentar negatif lebih baik gak usah didengarkan, malah update setiap minggu, aku secara pribadi malah lebihhh seneng. hehehe, soalnya nunggu lama itu gak asyik. hehhe.

    lagian fanfic ini buagus lo, hanya saja moment chanyeol sama Sarang sedikit bgt, aku berharapnya yg banyak. hehehe ^^

    Chanyeol di chapter ini gak keliatan batang hidungnya.. kangen.. hahahaha..dua jempol dehh ^^

    1. XD buakakakakka iya yang ini emang update nya setiap mungki ya XD wkwkwkwkwkwkwk ini di sini masih less banget emang momen mereka XD

  24. Kak irish jangan diberhentiin dong 😞😞 epep ini .. Aku suka epep ini..
    Untuk masalah epep yg lain belum kelar sih kalo aku nggak papa.. Yg penting epep ini jangan distop.. Yaaaaa 🙏🙏

  25. Yaah kak ko ESnya mau di berentiin padahal seru loh.
    Tapi yah kalo maunya kak irish sih yo wes lah. Kak irish kan juga manusia. Hehe:-D
    Pokoknya aku tunggu deh apapun itu yg di post ka irish(y)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s