RETOUR

RETOUR

RETOUR

a school life fiction with romance-sad taste in ficlet length rated by T

starring by

EXO Byun Baekhyun – OC Lee Misa & Lee Miseol

.

.

I own the plot
Do NOT Repost or Plagiat without My Permission

 

Andai saja waktu dapat berjalan mundur.
Mundur melewati kemarin, lalu empat tahun yang lalu,
mundur sampai semua ini belum terjadi.
Dan kami bisa memulai semuanya lagi...

..

©anneandreas2016

Annyeong!

Sopran yang menggema itu mengalihkan atensi sepasang murid laki-laki dan perempuan yang duduk di pojok ruang kelas. Senyum cerah mengembang di bibir mereka, menyambut si gadis ceria yang mendekat lalu dengan santainya mendudukkan diri di salah satu bangku di hadapan mereka. “Kalian tidak mau ke kantin?”

Yang ditanya menggeleng.

“Misa, kau sakit?” tanyanya lagi.

“Tidak.”

“Kok kau diam saja?”

 

“Bukankah dia memang biasanya diam?”

Bariton murid lelaki yang sedari tadi diam akhirnya terdengar. Lontarannya itu membuat Misa menyunggingkan senyum, sedangkan si gadis ceria mengangkat sebelah alisnya dan melempar pandang sebal.

“Aku ‘kan hanya mengkhawatirkan kembaranku. Ya ‘kan eonnie?”

“Aku hanya lahir sepuluh menit lebih cepat darimu. Jangan panggil aku eonnie, Lee Miseol!” jawabnya dengan penuh penekanan pada tiap suku kata di kalimat terakhirnya.

 

“Wow, ini pertama kalinya dalam hari ini seseorang berahsil membuat Misa berbicara sepanjang itu. Kau memang hebat, Miseol!” bariton si lelaki kembali terdengar, kali ini disusul suara lenguhan pelan akibat gumpalan kertas yang mendarat sempurna di dahinya, pelakunya Miseol. “Dasar kau, Byun Baekhyun!”

 

RETOUR

 

“Anak laki-laki memang selalu seperti itu ya?” ucap Miseol memecah keheningan. Sebelah tangannya memeluk guling dan sebelahnya lagi menopang dagu di atas kasurnya, sementara atensinya menatap saudara kembarnya yang sedang duduk di meja belajar.

“Siapa?”

“Itu. Si Byun Baekhyun itu.” sebuah senyum sumringah tak dapat dicegah dari bibir Miseol. Membuat Misa merundung tanya, “Kau menyukainya?”

“Entahlah.” jawabnya sambil mengangkat bahu, namun senyumnya tetap tidak pudar.

“Kau menyukainya Lee Miseol. Iya ‘kan? Mengaku saja.”

“Mengapa saudara kembarku yang biasanya pendiam ini jadi menyelidik seperti ini?” jawaban Miseol yang bernada menggoda itu disambut Misa dengan senyum.

“Sudah ah, aku mau tidur saja.” tanpa menunggu jawaban, Misa mematikan lampu kamar lalu bergelung di kasurnya, membiarkan pertanyaan Miseol menggantung tanpa jawaban.

 

RETOUR

 

Miseol melangkah ceria dari kelasnya menuju kelas Misa dan Baekhyun. Kegiatan ini memang sudah rutin dilakukannya selama dua tahun terakhir, setiap hari -setiap jam istirahat. Namun kali ini langkahnya berhenti di tepi pintu kelas Misa, ia menyingkir selangkah ke samping sebuah jendela terbuka dan membiarkan pandangannya lurus ke arah kursi di pojok belakang.

 

Miseol tahu tidak seharusnya ia seperti ini, namun ia merasa seperti ada sebuah batu besar yang dihantamkan dengan kuat tepat ke dadanya. Byun Baekhyun sedang menggenggam tangan Misa. Pun Misa menyambutnya dengan senyum manis yang mengulum di wajah, dan senyum itu tentu saja menular pada Baekhyun.

Bermenit berlalu namun kakinya masih terpaku di lantai, bahkan sampai Baekhyun berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan keluar kelas.

“Miseol? Mengapa kau tidak masuk?” Tidak biasanya sapaan ramah Baekhyun terdengar menyakitkan di telinga Miseol.

“Sedang mencari udara segar.” jawabnya. Tentu saja sambil memaksakan sebuah senyum terulas.

Baekhyun tertawa cerah, mengulurkan tangannya dan mengacak pelan poni Miseol, “Ada-ada saja. Cepat masuk sana. Aku mau ke ruang guru sebentar.” Sebuah tepukan ringan di bahu Miseol dan Baekhyun melangkah pergi.

 

Sepeninggal Baekhyun, Miseol melangkah masuk menghampiri Misa. Sejenak ia duduk diam di samping Misa, namun Miseol bukan tipe orang yang bisa diam berlama-lama seperti saudara kembarnya itu. “Misa, kau juga menyukai Baekhyun ‘kan?”

Pertanyaan tiba-tiba itu serta merta membuat Misa mengalih pandang pada Miseol, “Iya ‘kan?” tanya Miseol lagi.

“Dia menyukaimu, Miseol.” jawab Misa.

“Dia menggenggam tanganmu.” tuntut Miseol, membuat Misa menatap Miseol tepat ke matanya. “Aku sedikit pusing dan tanganku dingin, jadi dia bilang aku harus menggenggam tanganku seperti ini.” jawabnya sambil memperagakan gerakan menggenggam tangan.

“Dia menyukaimu, aku tak pernah melihatnya tersenyum secerah setiap kali ia ada di dekatmu.” lanjut Misa lagi.

Miseol terdiam sebentar sebelum akhirnya berkomentar, “Begitukah menurutmu?”

Misa mengangguk sambil tersenyum, ia harap senyumnya dapat meyakinkan Miseol.

 

RETOUR

 

“Kau serius tidak mau ikut jalan-jalan ke taman bersama kami?” tanya Miseol sambil berputar-putar mematut tampilan diri di depan cermin, “Bagaimana menurutmu? Apa baju ini terlihat manis kupakai?”

“Kau manis memakai baju apapun, Miseol.”

Ehee, kau berbicara begitu karena kita kembar identik ‘kan? Jadi, jika aku manis maka kau juga manis, begitu ‘kan?” ledek Miseol yang membuat Misa tertawa.

“Anggaplah seperti itu. Sudah sana pergi kencan dengan Baekhyun, kepalaku pusing, aku mau tidur.”

“Tunggu aku pulang ya, saudara kembarku.” Miseol tertawa, tak lagi malu-malu menunjukkan rona merah yang tergambar jelas di wajah.

 

RETOUR

 

“Misa… Aku pulang.” jerit Miseol dari depan apartemen mereka, menyalakan lampu lalu melangkah masuk ke dalam.

“Misa, kau dimana? Mengapa tidak menyalakan lampu? Hari sudah gelap, lho.” kata Miseol lagi.

 

Tak kunjung mendapat jawaban, membuat Miseol melangkahkan kakinya lebar-lebar ke arah kamar, tiba-tiba saja ada perasaan tidak enak yang mengganjal di dadanya. Dengan terburu-buru ia menyentak pintu, dan menemukan puluhan pil berceceran di lantai kamar mereka. Juga Misa yang terbaring di lantai, dengan mulut yang mengeluarkan busa.

Miseol kalut, ia berlari dan menarik Misa ke dalam pelukan, mengguncang tubuhnya dan memanggil-manggil namanya, berharap gadis kembarannya itu kembali membuka matanya. Namun Misa tetap diam, ia tidak pernah membuka matanya lagi.

 

RETOUR

 

Tahun berlalu sejak Misa meninggalkan Miseol, juga dunia ini. Miseol tak pernah datang ke sekolah lagi sejak sejak kejadian itu, ia memilih ikut orang tuanya tinggal di Beijing setelah Misa dikremasi. Miseol tak pernah lagi melihat teman-temannya, termasuk Baekhyun. Bahkan ia bersembunyi ketika teman-teman sekolahnya datang ke rumah duka Misa, dan memilih mengurung diri di kamar ketika upacara kremasi Misa dilakukan.

 

Namun, waktu telah membuat Miseol tumbuh menjadi gadis dewasa. Ia tidak mau bersembunyi lagi, menguatkan dirinya dengan datang kembali menjajaki kakinya di tanah Seoul, tepat di peringatan empat tahun kematian Misa. Berjalan mantap sambil mengurai tiap kenangan yang pernah ia buat bersama saudara kembarnya itu, dan berhenti tepat di depan guci abu Misa.

 

Bermonolog sendirian, menahan isakan keluar dari mulutnya akibat terlalu banyak cairan hangat yang tumpah dari kedua pelupuk matanya, mengeluarkan semua ganjalan yang selama ini menyesakkan rongga dadanya. Hingga semua perasaan yang menganjal tersampaikan dan tangisnya reda, Miseol masih betah berdiri di sana.

 

“Akhirnya kau datang.”

Sebuah bariton yang sangat familiar menyambangi telinga Miseol. Ia sudah tau pasti siapa pemilik suara itu, namun ia enggan untuk menoleh.

 

“Mengapa kau menghilang tepat setelah Misa meninggal? Tidak tahukah kau berapa banyak pertanyaan yang terus menggangguku? Mengapa Misa memilih jalan ini? Mengapa kau pergi tanpa kabar? Setiap tahun aku datang ke sini berharap bertemu denganmu dan mendapatkan penjelasan, namun kau tak pernah datang.” lanjut lelaki itu lagi.

 

“Setelah Misa pergi, bahkan mengetahui bahwa diriku masih bisa bernapas membuat hatiku sakit. Aku tidak bisa menjelaskan apapun padamu, Byun Baekhyun. Namun, mungkin kertas ini bisa menjelaskannya padamu.” jawab Miseol sambil mengambil sebuah kertas yang sudah terlihat usang dari dalam tasnya, lalu menyerahkannya pada Baekhyun.

 

“Aku harap kita tak usah bertemu lagi, Byun Baekhyun, selamat tinggal.” lanjutnya.

Miseol berjalan meninggalkan lelaki itu, lelaki yang sedang membaca kertas usang darinya itu, yang entah mengapa membuat dadanya terasa sesak lagi. Andai saja waktu dapat berjalan mundur. Mundur melewati kemarin, lalu empat tahun yang lalu, mundur sampai semua ini belum terjadi. Dan kami bisa memulai semuanya lagi…

.

.

.

Aku akan menjawab pertanyaanmu yang tak pernah kujawab sebelumnya Miseol-ah

Kau benar, aku juga menyukai Byun Baekhyun.

Dan aku yang biasanya pendiam menjadi menyelidik karena aku tak ingin memiliki perasaan pada laki-laki yang sama denganmu. Aku tak ingin merusak kebahagiaanmu. Aku harap kau melanjutkan hidupmu dengan bahagia.

-Saudara kembarmu, Misa.

 

-fin.

 

Cuit-cuit bahagia:

Annyeong!

Nongol lagi dengan ficlet absurd
demi merayakan EXOFFI Line@ 11.000 adders.

Chukkaaeee!!
*tebar confetti*

Seperti biasa, nomu nomu makasih
untuk yang udah baca + like + komen,
kalo belom, KOMEN DONG :3
*dibalang

Sampe ketemu di FF laennya,
ada 2 judul chapter-an yang masih on going loh :v
*promosi

Kamsahamnida
*bow*

 

18 tanggapan untuk “RETOUR”

    1. Mungkin si baver sedang lapar makanya dia datang.. /emangnya ini restoran wkwk/

      Misa emang suka bikin sedih #eh
      Makasih sudah mampir dan komen yaaahh.. >.<

  1. huhuhu sad ending
    ff ini sma kaya gw yg pnya saudara walaupun bukan saudara kembar,,,
    gw suka cowo itu kkak gw jga, stlah gw ngalh dan menyukai cwo lain dia pun tak sengaja curhat ke gw dia suka cwo itu *knpe malah curhat /plak
    misa knpa mati? untuk ngebahagiain adik nya kan ada cara lain ?misa orng yg baik dia rela meninggalkan orang yg ia cintai demi kebahagian saudaranya
    daebakk ka karennn ceritanya

    1. Huaaahhh, ada yg mengalami..
      Aku ini ide absurd ada tibatiba nongol gitu, bukan pengalaman pribadi hihih..
      Jadi akhirnya gimana? Siapa yang dapetin cowo itu? #loh kok kepo wkwk#
      Iya, Misa pikirannya gak panjang..
      mungkin di satu sisi Misa juga ngerasa ga butuh hidup kalo ga sama Bekyun /plak
      Makasih sudah komen panjaaangg.. hihihii.. >.<

    1. kamu jangan mikir hal yang sama kaya Misaaaa.. Misa itu salaah.. :3
      Kita harus hidup supaya samasama bahagia /terus kenapa bikin ff begitu /plak.
      Makasih ya sudah komeen.. >.<

  2. Lah ko misa mati cepet bgt sih? Dia mati karena gamau ngerusak kebahagiaan adiknya.. omo..
    Keren ka ceritanya, dpt bgt ceritanya 😀
    Hehehe..

  3. hai kak anne ^^
    lah sayang sekali misanya mati semudah itu saja… kasian sih tapi yah, storyline kan punya kak anne aku mah bisa apa ehe
    oya kak tadi nemu ‘senyum yg mengulum’ itu bukan ‘senyum yg terkulum’ kah harusnya? entahlah sih tapi menurut kakak yg lebih pantas yg mana
    keep writing!

    1. Halo Lianaa..
      Hooh, entahlah aku juga sebenernya gaktega Misa mati cuma garagara itu, cuma Misanya milih begitu /plak
      Iya itu sepertinya aku salah ejaan hihi..
      Makasih koreksi sama komennya yaaa.. ^^

Tinggalkan Balasan ke Violin Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s