[EXOFFI FREELANCE] Sunflower (Chapter 2)

tumblr_static_exo_m_luhan_edit_hd_by_death_by_v.jpg

Judul         : Sunflower Chapter 2

Author        : Himawari

Length        : Chapter

Genre        : Sad Romance

Rating        : PG-17

Main Cast    : Xi Luhan, Lee Dae Ah

 Oh Sehun, Lee Sora

Disclaimer    : Ini fanfiction murni dari pemikiran saya sendiri terinspirasi dari kehidupan sehari-hari.

Karena ini fanfiction pertamaku yang aku publish, tolong tinggalkan komentar setelah membacanya ya, agar saya tahu kelemahan saya dan akan memperbaikinya. Terima kasih

Author’s Side

Suasana malam kota Seoul memang tidak pernah padam, lalu lalang kendaraan masih saja terlihat, gedung-gedung pencakar langit yang tinggi menjulang senantiasa setia memancarkan kerlap-kerlip lampu di dalamnya. Waktu mungkin sudah hampir tengah malam, memang saat inilah seharusnya para manusia-manusia itu untuk beristirahat dari kerja sehariannya. Tapi memang begitulah kota metropolitan siang dan malam tidak ada bedanya, orang-orang seperti tidak pernah lelah berkerja. Termasuk salah satu siswi SMA Haesung ini, ia bahkan masih mengenakan seragam sekolahnya. Berjalan sendirian diatas trotoar jembatan  yang berada di atas sungai yang sangat besar, airnya tenang terlihat sendu sesuai dengan suasana hatinya. Ia terlihat letih, kesal dan sedih berbaur pada air mukanya. Ia merasa menjadi orang baik dan pintar tidak ada gunanya, toh orang yang ia suka malah menyukai gadis murahan yang suka membully temannya. Ia berusaha keras akhir-akhir ini, tidur 4 jam sehari untuk belajar. Karena ia bukanlah siswi poluler nan cantik, ia pikir dengan menjadi siswi yang pandai bisa menarik perhatian Luhan, selain itu ia bersikeras untuk sekolah ke luar negri itu adalah cita-citanya dari dulu. Tapi kenyataannya tidak sesuai harapan. Ya memang itulah hidup, kita tidak bisa mengaturnya sendiri.

“Akan kucabik-cabik mukamu Lee Sora. Kau membuat hati Luhan sakit. Benar juga kau menolaknya karena ia tidak pantas untuk tukang bully sepertimu.”umpatnya untuk melampiaskan amarahnya pada gadis itu. Ia bisa saja rela jika Luhan menyukai gadis yang lebih baik darinya. Tapi untuk Lee Sora ia benar-benar tidak rela sampai mati.

Tak lama setelah  Dae Ah terhanyut akan kekesalan dan sakit hati yang tak berujung. Netranya menangkap sesosok yang tak asing baginya. Ia terlihat berjalan berlawanan arah dengannya. Ia masih mengenakan pakaian yang sama dengan yang gadis itu lihat saat pertemuannya di ruang musik tadi, tapi sedikit berbeda dengan dasi dan kemeja yang sudah tak tertata rapi. Ia adalah Sehun sahabat orang yang ia cintai.

Sehun terkejut melihat Dae Ah yang pulang sendiri tengah malam, begitupun Dae Ah ia terkejut melihat Sehun karena sebelumnya ia sudah melihatnya pulang bersama Luhan tadi. “Dae Ah-ya, kenapa selarut ini kau baru pulang, dimana Eun Joo?” tanya Sehun khawatir. “Eun Joo pulang duluan tadi soalnya aku ada urusan. By the way kenapa kamu baru pulang? Bukannya tadi sore kau sudah pulang dengan Luhan ya?” timpal Dae Ah penasaran. “Ini gara-gara si rusa itu, ia meninggalkan catatan biologinya di bis jadi aku membantu mencarinya, dia benar-benar ceroboh.”ucap Sehun dengan nada kesal.”Sudah ketemu?” “Belum”dengus Sehun “Apa berharga sekali  ya? Dia bisa meminjam punyaku untuk di fotocopy kok?” “Kalau dia mau aku pasti udah tidur sekarang.” “Ah begitu ya, ya sudah Sehun aku pulang dulu. Annyeong.” Pamit yeoja itu dengan membungkukkan badan.”Kau tidak apa pulang sendiri? Aku bisa mengantarmu.”tawar Sehun karena khawatir, ia tau Dae Ah tinggal di daerah sepi di Seoul. “Tidak usah, aku sudah biasa pulang jam segini, kau tidak perlu khawatir. Lagi pula kita berlawanan arah Sehun-ah.” “Kau yakin? Kalau begitu hati-hati ya,” “Iya, terima kasih.”

Luhan Side

Kedengarannya hanya buku catatan memang, aku bisa saja meminjam punya temanku untuk aku fotocopy. Tapi kalau seperti itu aku tidak akan mencarinya sampai saat ini. Buku itu sangat berharga bagiku. Memang catatan biologi, tapi didalamnya aku selipkan surat dari ibuku dan beberapa lirik lagu buatanku. Aku memang suka menulis lirik lagu saat bosan apalagi saat pelajaran biologi.

Kaki ini masih saja setia menelusuri terminal bus. Bus-bus yang terparkir rapi menjadi target pencarianku. Aku memang mengingat bus mana yang aku tumpangi tapi di sini banyak sekali bus-bus yang mirip, jadi aku terpaksa masuk kedalamnya satu-persatu. Jam sudah menunjukkan pukul 1 pm. Tapi aku tak kunjung menemukan catatanku. Aku menyerah, kalau jodoh pasti bertemu lagi. Aku pun memutuskan untuk pulang. Karena sudah lewat jam 12 terpaksa aku harus naik taksi.

Tanpa sengaja saat mobil taksi ini melewati gedung sekolahku, aku melihat sosok yeoja yang tak asing di mataku. Ia berdiri di pinggir jalan seperti ingin mencegat tumpangan untuk pulang. Sontak aku menyuruh pak sopir untuk menepikan mobilnya dan menghampiri temanku itu.

“Dae Ah-ya, ayo masuk kamu mau pulang kan?”suruhku pada gadis ini

“I-iya Luhan-ah.” Ia langsung membuka pintu dan duduk disampingku.

“Kenapa kau ada di sini?” tanyaku penasaran melihatnya masih mengenakan seragam dan berdiri di depan sekolah.

“Tadi handphoneku ketinggalan, jadi sehabis les tadi aku mencarinya di sekolah.”

“Sampai selarut ini?”

“Iya, tapi syukurlah sudah ketemu.”Jawabnya dengan menyunggingkan senyumnya sambil menaruh genggaman handphone-nya di depan dada. ‘Taukah kamu kalau kita sedang bernasib sama, Dae ah-ya. Tapi kau masih beruntung bisa menemukannya’batinku.

“Aku pulang dulu ya, tenang saja aku yang membayarnya. Pak tolong antarkan dia sampai di depan rumahnya  ya, Annyeong” Pamitku pada Dae Ah. Aku harus turun karena sudah sampai. Tak lupa aku membayar taksi itu lebih untuk Dae Ah, katanya rumahnya masih agak jauh.

Author’s Side

Dae Ah segera melangkahkan kakinya cepat-cepat memasuki rumahnya.Belum di kunci ternyata. Ia mendapati appanya  masih terjaga. Matanya senantiasa terfokus di depan layar kaca tak menyadari keberadaan anak sulungnya. ‘Pertandingan sepak bola ternyata.’batin gadis itu. Karena merasa kedatangannya tidak dianggap iapun segera menyuarkan suaranya.”Aku pulang.”. “Dari mana saja kau? Apa terjadi sesuatu?” tanya appanya mengintrogasi. “Tadi handphoneku tertinggal di sekolah, appa.” “Huh, dasar ceroboh.”gumam ayahnya mendengar pernyataan anaknya.

Setelah mandi dan mengganti pakaiannya gadis itu tak langsung tidur, ia membuka tasnya mencari sesuatu. Ia mengambil sebuah buku dan memandanginya lekat-lekat.’Apakah yang membuat buku ini sangat berharga bagi Luhan?’ batinnya. Ia kemudian membuka satu persatu halaman, yang ia dapati hanyalah catatan tentang DNA, sintetis protein, Hukum Mendel, Teori Evolusi.’Tidak ada yang aneh, apa ia sangat menyukai biologi?’batinnya kembali. Matanya mengernyit penasaran melihat ada halaman yang terlipat dan di lekatkan dengan staples. Tanpa pikir panjang ia membukanya dan membaca tulisan yang tertera. Hatinya tersentuh saat membaca kata-kata yang terangkai disana tapi tak berapa lama setelah ia menangkap sebuah nama yang baru saja membuat moodnya kacau ia langsung menggenggam tangannya menahan rasa sakit dan segera menutup buku itu lalu menaruhnya dalam laci.

****

Sudah dua hari Dae Ah tidak bertemu dengan Luhan paska hari dimana ia pulang bersama. Kali ini gosip tentang Luhan dan Sora semakin panas bahkan di kelas Dae Ah-pun pada membicarakannya. Karena tidak tahan ia pun pergi ke kamar mandi sekedar membasuh muka untuk menjernihkan pikiran. Tiba-tiba saat memasuki toilet ia melihat pemandangan yang sangat membuat tekanan darahnya naik.

Gadis itu dengan brutal menjambak surai panjang teman di depannya tanpa ampun. Teman-teman segengnya membantu melancarkan aksi bullying nya. Ada yang membawa tepung, telur busuk, bahkan spidol  untuk siap di bubuhkan layaknya adonan kue pada targetnya. Di belakang mereka terlihat sesook gadis manis berambut sebahu lebih dengan jepit rambut berbentuk pita kecil bertengger manis di surai hitamnya. Ia sangat geram melihat adegan layaknya drama di depannya. Matanya menelusuri sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menghentikan gadis jahat di depanya.

‘BYUUURR’ dengan pasti Dae Ah mengguyurkan air kotoran bekas pel yang terdapat di sudut toilet tadi. Ia sudah tidak tahan dengan yeoja di depannya ini. ‘Bagaimana bisa Luhan menyukai  wanita jalang sepertimu?’umpatnya dalam hati.Sontak saja mereka langsung menoleh ke arah Dae Ah.“Apa? Mau marah padaku sekarang?” tantang Dae Ah.

“Ternyata ada yang mau jadi pahlawan kesiangan.Lee Dae Ah” Ucap yeoja itu meremehkan Dae Ah sambil melirik name tag gadis itu.

“Siapa yang mau menjadi pahlawan? Aku bahkan mau menjadi malaikat pencabut nyawamu Lee Sora.” Timpal Dae Ah membuat Sora geram.

“Berani-beraninya kau gadis jalang. Aaakhh” teriak Sora pada Dae Ah langsung menyerbu gadis itu dengan menjambaki rambutnya.

“Kau yang jalang bodoh.”Dae Ah tidak terima dikatai jalang oleh perempuan di depannya. Maka, iapun membalas menjambak rambut gadis sialan itu. Maka, adegan jambak-jambakan oleh kedua gadis ini.

“Mati kau Lee Dae Ah”

“Tidak akan, dasar wanita tidak tau diuntung.”

Sementara itu, teman-temannya Lee Sora hanya bengong melihat adegan itu, Hye Na salah satu temannya mau menghentikan mereka malah terkena amukan Lee Sora. Semakin lama malah makin banyak murid SMA Haesung yang menyaksikan adegan itu, mereka seperti menonton drama gratis bahkan ada yang merekamnya.

Cyntia gadis korban bully yang kabur setelah Dae Ah mengguyur Sora dengan air pel berlari ke ruang guru untuk mencari Park Songsaenim guru ketertiban di sekolah ini. Sementara itu, Luhan yang mendengar bahwa pujaan hatinya terlibat perkelahian segera berlari menuju lokasi.

“HENTIKAAAN” Sontak dua gadis yang saling memegang kepala lawannya itu perlahan menoleh lalu melepaskan cengkramannya dengan perlahan. Mereka menunduk takut kepada pria di depannya. “Kalian berdua silahkan ikut saya.” Ucapnya dengan tegas. “Ne songsaenim.”ucap mereka dengan lemah. Park songsaenim pun segera mninggalkan ruangan itu dengan diikuti oleh dua muridnya. Setelah beberapa langkah, Luhan datang dengan derap kaki berantakan segera menghampiri Sora. “Sora ya, gwaencanha ?” ucap Luhan diiringi deru nafasnya yang tak beraturan. Melihat itu Dae Ah segera melanjutkan langkahnya menyusul Park songsaenim  yang terhenti karena kedatangan siswa yang disukainya. Sejujurnya hatinya sakit melihat perhatian Luhan pada gadis itu.

***

“Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian berdua?” Tanya Park songsaenim memulai pembicaraan. “Dia menyiramku dengan air kotor, lihat bajuku basah songsaenim.” Sora memperlihatkan penampilannya. Seragamnya yang basah kini tengah terbalut jaket biru. ‘Milik Luhan’ batin Dae Ah saat melirik jaket yang membalut tubuh rivalnya. Park songsaenim melihat ke arah Dae Ah seolah-olah meminta penjelasan. “Aku tidak akan melakukannya kalau dia tidak berbuat jahat kepada Cyntia.” “Kenapa kau marah? Aku tidak berbuat apa-apa padaku.” “Aku hanya tidak tahan melihat orang jahat di depanku.” “Sekarang apa? Ultrawomen? Catwomen? Power Rangers?” “ Sudah kubilang aku malaikat pencabut nyawa.” “Oh my god, lihatkan pak? Dia berniat membunuhku. Kurasa aku harus melaporkannya ke polisi.” Park Songsaenim hanya memijit pelipisnya mendengar pertengkaran mereka berdua. “Kurasa kalian terlalu berlebihan. Sebenarnya apa yang kalian pertengkarkan?” tanya Park songsaenim sambil menopang dagu. “Aku hanya membela diri karena diriku terancam.” Ucap Sora meyakinkan Park Songsaenim kalau ia tidak salah. “Aku memberinya pelajaran pak, dia itu sudah membully Cyntia.” Timpal Dae Ah tidak terima. “Benarkah itu Lee Sora?” tanya Park Songsaenim. “Tidak, aku hanya bermain dengannya.”jawab Sora bohong. “Bermain katamu?”ujar Dae Ah tidak percaya pada wanita di depannya. “DIAAM!” Teriak songsaenim marah. “Aku beri waktu 30 menit untuk kalian berdamai. Jadi, gunakan waktu ini dengan sebaik mungkin.” Ucap Park songsaenim lalu meninggalkan ruangan.

“Memangnya siapa yang mau berdamai denganmu.” Ucap Sora sambil memalingkan wajahnya dari Dae Ah.

“Jujur saja aku tidak mau terlalu lama terlibat masalah denganmu. Jadi, aku menganggap perkataanmu sebagai permintaan maaf. Ok, kita damai.”Jawab Dae Ah yang langsung meninggalkan ruangan. Ia memang sudah tidak tahan dengan gadis disampingnya.

“Ya! Gadis tidak tau diri aku belum memaafkanmu.”teriak Sora kepada gadis itu.

***

Luhan Side’s

‘Cinta itu buta’ itulah slogan yang cocok untukku saat ini. Aku tidak tau kenapa bisa menyukai Sora, padahal dia mempunyai kepribadian yang buruk. Tapi aku yakin bisa merubahnya. Dia hanya biutuh perhatian.

“Sora-ya.” Teriakku memanggil namanya. Aku memang sengaja menunggunya untuk mengajak pulang bersama. Aku juga ingin menanyakan kejadian tadi.

“Luhan-ah? Kau menungguku? Bukanya kau sibuk mengurusi organisasimu itu.” Ucap Sora cemburut. Memang sudah beberapa kali aku menolak atau membatalkan pertemuan kita karena aktivitasku yang bisa dibilang sibuk.Selain menjadi ketua tim sepak bola di sekolah aku juga menjadi ketua band amatir dari teman kelasku.  Itulah yang membuat Sora kadang jengkel padaku. Aku memang belum menyatakan perasaanku padanya, aku berencana setelah semua urusanku selesai aku akan menyatakannya. ‘Maaf Sora jika aku membuatmu menunggu.’

“Sora-ya, sebenarnya apa yang terjadi padamu dan Dae Ah?”dia langsung menoleh padaku saat aku melontarkan pertanyaan ini. “Aku tidak tau apa salahku padanya tapi dia malah menyiramku dengan air kotor.” Lihatlah tingkahnya seperti anak kecil ‘Imut sekali.’ Batinku. “Kurasa Dae Ah gadis yang baik, dia tidak mungkin melakukannya tanpa alasan.” Ia menatapku tajam ‘kau cemburu aku membelanya?’. Aku memang tidak terlalu dekat dengan Dae Ah tapi dari sikapnya selama ini aku menilai dia itu gadis yang baik. Aku tidak pernah melihatnya punya masalah dengan orang lain, dia gadis yang lembut, dan penyabar aku pernah melihatnya di bully teman-temannya saat ia ulang tahun dan dia tidak marah, bahkan aku sering melihatnya membantu temannya entah itu dalam belajar atau hal kecil lain seperti membelikan air minum, jajan atau apalah. “Tapi kenyataannya begitukan? Lihat bajuku basah tadi.” Timpalnya lalu mendahuluiku. Aku pun segera mengikutinya. “Apa yang kau lakukan sehingga membuatnya marah? Apa kau membully lagi? Sora-ya sudah kubilang-“ “Jangan membully lagi. Itukan yang mau kau katakan? Kenapa kau mengurusi hidupku? Kita bahkan tidak punya hubungan apa-apa.”ucap Sora menginterupsi perkataanku. “Sora-ya, ini demi kebaikanmu. Ini semua kulakukan karena aku menyukaimu.” Tuturku padanya. “Apa? Kau menyukaiku? Kalau kau menyukaiku seharusnya kau mendukung apa yang aku lakukan, bukannya membela gadis itu. Apa kau malu punya pacar sepertiku? Baiklah kenapa kau tidak pacaran dengan gadis sialan itu saja.”ucap Sora yang langsung meninggalkanku.’Apa dia benar-benar marah karena hal sepele?’ batinku. Aku pun segera mengejarnya. Aku rasa dia menuju halte.

Author’s side

Dae Ah sedang dalam perjalanan menuju halte bus saat ini. Ia tidak ingin pergi les karena merasa lelah akibat kejadian tadi. Tidak menyangka ia bisa melakukannya begitu kata teman-temannya. Sebenarnya ia juga tidak tau kenapa dia bisa seberani itu. Sekarang dia takut, apakah Luhan akan membencinya? Apa dia tidak akan disapa oleh Luhan lagi. Ia merutuki kebodohannya sekarang. Menyesal memang selalu datangnya diakhir.

Kau membuatku tau apa itu cinta

Cinta yang menyenangkan saat bersama

Hatiku berdebar hanya karena memikirkannya

Kau juga memberitahuku cinta yang lebih dalam

Aku terkejut ternyata cinta yang dalam sungguh menyakitkan

Deg!. Belum sembuh lukanya kemarin malah muncul luka baru. Ia melihat pemandangan yang ia pikir hanya ada di dalam drama korea saja.Luhan dan Sora bak aktor dan aktris dalam drama tersebut yang sedang berpadu kasih lewat tautan bibir yang dibuat oleh keduanya. Ia tampak mengepalkan kedua telapak tangannya menahan sakit hati yang menghujamnya tanpa henti.

‘Gelap’batinnya ia merasa ada sebuah tangan yang menutupi indra penglihatannya .”Adik kecil tidak boleh melihatnya.”ucap seorang namja tepat di telinganya. Ia menebak-nebak siapa namja itu dari suaranya. Satu nama terbesit dalam benaknya. ‘Tapi masak dia sih?’ batinnya

Namja itupun memutar tubuh Dae Ah dan menghadapkan kepadanya. ‘benar dia, aku sungguh tidak percaya’ batin Dae Ah.

 

To Be Continue

 

 

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Sunflower (Chapter 2)”

  1. aku kesal ama luhan. memang udah dibutakan oleh cinta luhannya. sampe sampe sora si tukang bullying disukai ama dia x-(
    prihatin ama dae ah yang nggak pernah dipandang oleh luhan. luhannya jadi bikin gemes ><
    itu yg nutup matanya dae ah sehunkah?

  2. Iya ih luhan nggak peka banget..malah sukanya sm tukang bully gitu?😡
    Ah itu sehun ya? Sehuuun..kau datang tepat pd waktunya😘😂😂
    Next kak jgn lama2 keyy?😂fighting💪

  3. Luhan kok gak peka sih? Poor dae ah~ gantung~ siapa laki2 yng nutup mata dae ah? Penasaran weh aku -_- sehun atau bukan ? Ditunggu nextnya aja.. Keep writing

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s