Stuck On You! (Chapter 02) – Shaekiran & Shirayuki

stuck-on-you.jpg.jpeg

Stuck On You!

A Colaboration FanFiction By Shaekiran & Shirayuki

Main Cast

Bae Irene, Oh Sehun, Park Chanyeol, and  Son Wendy

Genres

School life, romance, funny, friendship, AU etc.

Length: Chapetered

Rating: Teenagers

Disclaimer

Ada yang kenal dengan author dengan pen name Shaekiran atau Shirayuki?

Cerita ini adalah hasil buah pikiran kami berdua.Merupakan sebuah kerja keras dari dua buah otak yang terus saja bersinergi untuk merangkai ratusan kata demi kata hingga menjadi sebuah cerita utuh.Hope you like the story. Happy reading!

Previous Chapter

Prolog | Chapter 1  | [NOW] Chapter 2 |

“Love is insane, and also I am.”

 

(CHAPTER 02)

Author’s Side

Matahari bersinar terik, setidaknya cukup menyengat setiap orang yang berani bertarung langsung  dengan sang raja siang. Langit cerah diikuti hilangnya arak-arak awan seputih salju yang biasanya nampak  di langit, menyisakan hamparan lukisan biru muda yang setia menaung di angkasa luas. Singkat kata, siang ini panas. Bahkan bisa dibilang sangat panas. Jika kemarin Wendy bilang sedang musim dingin, itu salah besar karena saat ini setiap orang ingin melepas seluruh pakaian sakin panasnya. Poor Wendy.

Seorang lelaki keluar dari rumahnya dengan langkah malas. Sesekali dia menyeka bulir keringat yang mulai muncul di pelipisnya, membuat deretan poninya mulai acak-acakan tak karuan. Dia memperbaiki letak tas sport berukuran cukup besar yang bertengger di bahunya, nampaknya tas hitam itu menambah alasan banyaknya bulir keringat yang dia keluarkan siang ini.

Panas..” batin Chanyeol sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke arah leher. Bahkan baju basket bernomor punggung 61 yang sedang lelaki itu pakai sudah penuh keringat sebelum Chanyeol sampai ke sekolah dan mengikuti latihan basket seperti biasanya.

Chanyeol menghentikan langkahnya, lalu asyik memandangi seorang gadis yang berjalan sambil membaca sebuah buku. Dia tersenyum miring, sepertinya dia mengenal gadis kutu buku itu.

Wendy?” batin Chanyeol. Entah kenapa sosok gadis yang wajahnya tertutup buku itu nampak sangat mirip dengan Wendy, gadis nerd yang tadi menangis di kantin karenanya.Penasaran, Chanyeol kemudian mempercepat langkahnya dan mendekati gadis itu.

Brugh.

Chanyeol menganga. Gadis yang tinggal semeter di depannya itu kini jatuh tersungkur akibat tidak melirik polisi tidur, tentu saja karena gadis itu asyik membolak-balik bukunya. Wajah Chanyeol memerah, rasanya dia ingin menendang gadis ini ke planet Mars sekarang juga.

YA!” teriak Chanyeol kesal sambil menarik celananya yang baru saja ditarik Wendy hingga menyisakan pemandangan boxer hitam yang menari-nari di depan mata si gadis.

Chanyeol’s Side

YA!” teriakku marah karena gadis yang semula mau kutemui dengan niat baik itu kini jatuh di depanku yang berimbas dengan tangannya yang mungkin sengaja atau tidak sengaja menarik celanaku hingga melorot, menyisakan boxer hitam yang kini menyambut mata gadis kurang ajar itu.

Bisa ku lihat Wendy masih mengerjap-ngerjapkan matanya, mungkin dia masih belum sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan pada celana basketku itu. Persetan dengan Wendy, sedetik kemudian aku sudah menarik celanaku yang melorot dan memperbaiki letaknya seperti semula.

YA! KALAU JALAN ITU PAKAI MATA!!” bentakku lagi setelah yakin letak celanaku sudah kembali seperti semula. Wendy kemudian berdiri kikuk dan sedetik kemudian kemudian dia berlari meninggalkanku yang masih marah-marah dan mengumpat tak jelas.

YA! JANGAN LARI KAU!” bentakku lagi sambil memandangi Wendy yang sudah berlari dengan kecepatan maksimal. Aku memperbaiki letak tasku kemudian berusaha mengejar Wendy. Enak saja dia lari dari–

Brugh.

Sial. Aku memungut buku keparat yang baru saja membuatku jatuh dan menggores aspal yang kasar dan tentunya panas. Tak ambil pusing, aku langsung berdiri setelah memungut benda bernama buku itu dan lanjut mengejar Wendy. Enak saja dia lari dari TANGGUNG JAWAB!.

“WENDY” teriakku lagi lebih keras, tak disangka sekarang kami sudah masuk area taman komplek. Bisa ku lihat beberapa orang kini menertawakan tingkah kami berdua yang kejar-kejaran.

“Masa muda.” bisa kudengar seorang kakek mengomentari tingkah kami berdua pada kumpulan manula lainnya yang duduk di bangku yang sama dengannya.Dan anehnya kumpulan kakek-nenek itu kemudian tertawa dan mulai membicarakan masa muda mereka.

Ok, jangan tanya kenapa aku bisa mendengar percakapan mereka. Kalian tau kenapa? Tentu saja karena sekarang Wendy sedang menggunakan bangku para manula itu sebagai tameng. Dia memegangi kedua ujung bangku itu sambil melangkah ke kiri atau ke kanan. Sementara aku yang berdiri di depan bangku manula itu hanya mengikuti gerakannya ke kiri atau ke kanan. Demi Tuhan, ini adalah hal paling kekanak-kanakan yang pernah ku lakukan.

YA PARK CHANYEOL! Berhenti mengejarku! ” bentak gadis itu kemudian. Aku mendengus. Aku baru tahu kalau gadis ini bisa mengeluarkan suara yang sangat keras seperti barusan.

YA! Kau harus minta maaf dulu bodoh!” bentakku lagi pada Wendy. Bisa ku lihat kumpulan manula itu kini memegangi telinganya yang sakit karena teriakan kami berdua. Aish. Detik kemudian aku sudah mengejar Wendy ke belakang bangku para manula itu. Bisa dipastikan kami menjadi tontonan sekarang.

Ya! Apa yang mau kau lakukan?” tanya Wendy sambil bergerak mundur ke belakang.

“Diamlah. Suaramu itu cempreng.” balasku yang kini menangkap dan menggendongnya seperti mengangkat karung beras. Ah, gadis ini berat juga ternyata. Habis sudah sisa-sisa kesabaran yang aku tahan tiap kali gadis ini tidak minta maaf atas kelaukan bejatnya padaku.

Ya! Apa yang kau lakukan?!” ronta Wendy sambil memukul-mukul bahuku. Aish, sejak kapan si nerd  ini menjadi heboh seperti sekarang?

Wendy’s Side

Demi para ilmuwan yang sudah menemukan ilmu genetika yang tadi membuatku jatuh tersungkur sakin asyiknya membaca hasil teori ilmuan-ilmuan itu, What The Hell is he doing now?

Aku berteriak meronta-ronta di atas bahu kunyuk yang beberapa hari ini selalu bermasalah denganku itu. Persetan dengan telinganya yang sebentar lagi pecah karena mendengar teriakanku atau seluruh penghuni taman yang menonton kami sambil tertawa. Tapi, inilah pertama kalinya aku berbicara keras seperti sekarang dan itu semua karena seorang kunyuk bernama Park Chanyeol!

“PARK CHANYEOL, TURUNKAN AKU KUNYUK!” teriakku tepat ke telinga kanannya. Sekalian saja gendang telinga peri pria ini pecah hingga tuli, siapa suruh dia menggendongku seperti karung beras.

“JANGAN BERTERIAK DI TELINGAKU, BODOH!” balasnya kemudian tak kalah keras. Mungkin dia juga ingin merusak telingaku. Dasar kunyuk satu ini. Bodoh katanya? Apa dia tidak salah ucap, hah?

“Kalau begitu turunkan aku KUNYUK!” teriakku lagi. Tak lama kemudian kudengar Chanyeol mendengus. Sedetik kemudian dia sudah mendudukkanku dengan kasar di sebuah bangku panjang.

“Es krim coklat 2 cup, Hyung!” pesannya kemudian. Ternyata kami duduk di depan sebuah truk es krim mini. Chanyeol kemudian duduk di sebelahku sambil memegangi bahunya. Melihat dia lengah, aku kemudian berdiri dan berusaha kabur. Siapa pula yang mau makan es krim dengannya?

“Mau kemana kau?” katanya kemudian sambil menarik ujung rokku. Astaga, pria macam apa yang menarik-narik rok seorang gadis? Aku menatap Chanyeol tajam dan seketika berubah semakin tajam saat tangannya yang satu lagi mengibas-ngibaskan sebuah buku yang sangat ku kenal.

Ya! Kembalikan bukuku Park bodoh dan jauhkan tanganmu dari rokku!” lanjutku sambil berusaha mengambil buku yang sedang dipegang Chanyeol. Harus kuakui, tangan kunyuk satu ini lincah sekali.

Brugh

Demi segala dewa, kenapa Chanyeol harus jatuh dalam posisi tidur di atas bangku panjang yang sedang kami duduki, dan aku yang berada di…atasnya?

Ya~ Kau mau melakukan itu di sini Wendy-ssi?” kata Chanyeol kemudian sambil mengedip-kedipkan matanya genit.  Otakku sempat memikirkan sesuatu yang tidak-tidak namun lekas aku berdiri dan duduk cukup jauh dari lelaki yang ternyata mesum itu.

“Dasar modus!” balasku kemudian setelah Chanyeol duduk dan.. demi penemu rumus pythagoras dan segitiga pascal, kenapa dia menyembunyikan bukuku dibalik punggungnya? Ini semacam modus minta dipeluk, menjijikkan.

“2 cup es krim cokelat datang~” ucap seorang laki-laki umur 20 tahunan yang cukup…tampan.

Thanks,  hyung.” balas Chanyeol sambil tersenyum dan mengambil kedua cup es krim itu. Kalau saja lelaki Park itu tidak menyebalkan, mungkin aku bisa memuji kalau senyumnya cukup….manis. Tapi sedekat apa Chanyeol dengan pria penjual es krim itu sehingga dia memanggilnya hyung? Ah, masa bodoh dengan Chanyeol.

Ok, bukannya aku ge-er Chanyeol memesan 2 karena satunya lagi mau diberikan padaku. Jujur saja, siang ini panas dan es krim itu nampak sangat menggiurkan. Jika tadi pagi aku memakai mantel ke sekolah maka sekarang mantel itu sudah kumasukkan kedalam tas. Orang gila mana yang memakai mantel di terik hari seperti ini? Dan si lelaki bodoh ini dengan seenak jidatnya memegang 2 cup es krim itu dan memakannya di depanku. Dasar tidak peka!

“Kenapa? Kau mau?” tanya Chanyeol sambil menyodorkan satu cup es krim coklat itu ke arahku. Oke, akhirnya lelaki Park itu peka juga. Tapi masa aku harus mendekat ke arahnya dan mengambil es krim itu? Yang benar saja, tentu saja aku GENGSI.

“Tidak mau?” tanyanya lagi yang kini sudah duduk dekat di sebelahku. Yah, dia mendekatkan duduknya ke arahku. Peka juga ternyata. Baiklah, sepertinya aku harus makan es krim dengannya.

“Ya sudah kalau kau tidak ma–” secepat kilat aku merebut cup es krim tadi dari tangannya. masa bodoh dengan gengsi. Lagipula ini gratis, manusia mana yang tidak mau?

Dia terkekeh sendiri melihat tingkah bodohku. Iya, tentu saja tingkah bodoh. Seumur hidupku aku tidak pernah merebut sesuatu dari orang lain. Tapi, pria yang notabene teman sekelasku dari tahun pertama ini membuatku terpaksa merebut es krimnya. Eugh.

“Jadi kenapa kau ada di sekitar sini, hmm?” tanya Chanyeol kemudian. Dengan malas aku menjawab pertanyaan si kunyuk itu, yah..hitung-hitung balas budi atas es krim yang sedang aku nikmati ini.

“Rumahku di komplek ini.” jawabku singkat.

Chanyeol’s Side.

“Rumahku di komplek ini.” jawaban Wendy membuatku menghentikan aktivitas memakan ice creamku dengan lahap. Rumah katanya?  Lalu kenapa aku tidak pernah melihat Wendy di sini?

“Rumahmu di Blok mana?” tanyaku lagi. Gadis itu nampak sedikit berpikir.

“Blok A no.23” aku semakin menganga saat mendengar jawaban Wendy.  Blok A no.23?  Rumahku Blok A no.25, tepat di sebelah rumah gadis itu. Jadi dia putri tetangga baruku? Wow, kebetulan yang luar biasa. Aku bertetangga dengan si nerd.

“Jadi kenapa kau disini?  Jangan bilang rumahmu juga di sekitar sini.” balas Wendy kemudian. Aku tertawa renyah, lebih baik aku berbohong.

“Tidak, rumahku di komplek lain. Aku ke sini karena mau main basket, kau tidak lihat bajuku?  Ku dengar lapangan disini sangat bagus.” Okey, setidaknya aku jujur soal lapangan basket yang bagus. Dan nampaknya Wendy percaya- percaya saja.

Tak lama kemudian aku membayar es krim kami lalu menarik Wendy berdiri. Gadis itu nampak seperti bertanya-tanya karena aku menarik tangannya. Untung saja dia sedikit jinak setelah disogok dengan es krim, kalau tidak bisa kupastikan dia sudah menamparku.

“Mau kemana? Kenapa kau menarikku kunyuk?!” lagi-lagi Wendy mengumpat padaku. Gadis ini ternyata pandai sekali mengumpat orang.

“Wah, ternyata nerd sepertimu pandai mengumpat juga.” kataku mengalihkan perhatian. Gadis itu mendengus dan kembali meronta.

Aish, ayo ke rumahmu.” jawabku jujur kemudian.

“Rumahku? Kenapa?” tanyanya penasaran.  Aku menghentikan langkahku dan berdiri tepat di depannya sambil menunjuk lututku.

“Karenamu aku terancam tidak  bisa main basket lagi. Lihat lututku yang mengenaskan ini.” lanjutku kemudian sambil menunjukkan lututku yang memar. Bisa kulihat Wendy mendecak seperti berkata, “Terus kau mau apa?”

“Jadi, cepat obati kakiku sebelum aku memberitahu eomma-mu kalau putri nya baru saja berbuat tidak senonoh dengan menarik celanaku. Pilih mana?” lanjutku kemudian dengan senyum kemenangan.  Wendy kini memutar matanya malas lalu mulai berjalan di depanku.

Aish, kasar sekali. Rumahmu ada kotak P3K kan?” gurauku lagi. Jelas-jelas kemarin aku yang mengangkat kotak P3K super lengkap ke rumahnya saat membantu keluarga  Son pindahan. Begini-begini aku adalah tetangga yang baik.

“Ikut, sebelum aku berubah pikiran.” lanjut Wendy dengan nada datar. Aku tersenyum miring,  ternyata gadis ini bisa cerewet juga. Dan aku, entah mengapa cukup merasa nyaman dengan lengkingannya itu.

^^

Author’s side

Jam berlalu dengan sangat cepat, tak terasa kini telah waktunya istirahat. Jika semua orang sibuk memikirkan apa yang akan dimakan, maka tidak dengan Irene. Gadis itu kini tengah mengobrak-abrik tasnya berusaha menemukan sesuatu di dalam sana. Entah mengapa, sepulangnya dia dari toilet ia lekas mengobrak-abrik tasnya.

“Ah iya–” dia menepuk jidatnya karena telah mengingat sesuatu.

“Aku memberikannya pada si cerewet itu semalam.” Dia berdecak menyesali kelakuannya yang berakibat fatal seperti ini.

Akhirnya dia memutuskan untuk ke kantor OSIS. Menemui siapa lagi kalau bukan Sehun. Sesampainya disana, dia langsung masuk tanpa permisi namun hampir saja dia kayang ketika mendapati Wendy disana. Hanya Wendy dan Sehun tepatnya.

Uppss, aku mengganggu, nih.” Ucapnya namun dia tetap menyerobot masuk mengabaikan pandangan Wendy dan Sehun, apalagi Sehun yang kini sudah melotot seram padanya.

“Kalau begitu aku permisi, Sehun-ah.” Wendy melenggang, meninggalkan Irene dengan siulannya dan Sehun yang menatap ke arah Irene seakan ingin menelan Irene bulat-bulat.

“Mau apa kau kemari?” Irene hampir lupa tujuannya ke kantor yang ia rasa paling kumuh sedunia ini.

“Sebelumnya, apa kau pacaran dengan Son Wendy?” Irene memicingkan matanya penasaran.

“Apakah aku harus memberitahu semua kenalanku padamu?” Sehun berucap jengkel, lagipula tak ada angin tak ada hujan mengapa gadis urak-urakkan itu datang ke kantornya?

“Dasar cerewet!” Irene memeletkan lidahnya pada Sehun membuat pria itu semakin jengkel saja.

“Jika kau tidak ada keperluan kemari jangan kemari. Kau membuat atmosfer di ruangan ini berubah.” Sehun mencibir, namun bukan Irene jika mempedulikan cibiran orang lain.

“Mana pembalut yang kuberikan semalam padamu?” perkataan Irene membuat sesuatu meledak di dalam kepala Sehun. Kenapa sekarang Irene mempermasalahkan pembalut?

“Sudah aku buang.” jawab Sehun cepat membuat mata Irene membelalak.

“Ya ampun Sehun, kenapa kau buang?” Kali ini raut wajah Irene berubah menyedihkan, Sehun menautkan kedua alisnya heran.

“Untuk apa aku menyimpannya? Toh, aku juga tidak perlu.” Balas Sehun lalu segera duduk ke kursi kebanggaannya.

Ya! Lalu aku harus bagaimana, eoh?” Irene menghentak-hentakan kakinya ke lantai membuat Sehun menggertakan rahangnya kesal.

Ya! Gadis urak-urakkan, hentikan kelakuanmu itu!” Sehun berjalan ke arah Irene dengan cepat, membuat Irene segera menghentikkan aktivitasnya.

“Kau sudah gila, ya?”

“Oh Sehun, aku sangat memerlukan benda itu sekarang.” Irene memasang tampang lesu yang tidak dibuat-buat kali ini.

“Apa? Pembalut? Kena– astaga jangan bilang kau datang bulan?” Sehun segera menjauhi Irene, membuat Irene menatapnya sebal.

“Itu kau tahu, makanya cepat belikan aku benda itu.” Rahang Sehun hampir saja terlepas mendengar ucapan Irene barusan.

“Kau suruh aku membeli benda menjijikan itu?” Sehun menunjuk dirinya dengan telunjuknya dan mendapat balasan anggukan yakin dari Irene.

“Kau sudah gila, ya? Aku tidak mau! Lagipula, bukannya kau bisa membelinya sendiri?” Sehun menolak dengan cepat, bagaimana mungkin gadis itu menyuruhnya membeli pembalut yang tidak bakal pernah mau ia beli?

“Masalahnya benda itu tidak dijual di kantin sekolah, dan jika aku keluar pasti akan dikira bolos. Tapi kalau kau yang keluar, tidak ada yang bakalan curiga.”

“Aku tidak peduli, yang pasti aku tidak akan melakukannya.”

“Kumohon Sehun, apa kau mau lantai sekolah ternoda kare–”

“Hentikan perkataanmu! Kali ini aku tidak mau mengabulkan permohonan tidak masuk akalmu.” Sehun menarik nafas perlahan karena benar-benar naik darah saat ini.

“Baiklah, jangan salahkan aku jika seisi sekolah akan heboh karena pengumumanku.” Irene tersenyum simpul ke arah Sehun.

“Lakukan sesukamu saja, Bae Irene.” Sehun tersenyum miring ke Irene seakan menantang Irene dan dibalas senyuman yang sama oleh Irene.

Kau bakal mati berdiri setelah ini.” batin Irene penuh kemenangan.

“Persiapkan mentalmu, Oh Sehun.” Irene merajut langkahnya meninggalkan ruang OSIS. Masalah pembalut belakangan saja, dia bisa mengatur hal itu nanti. Kali ini Irene harus membuat Sehun menyesal karena telah menolak permintaannya.

Selepas perginya Irene, Sehun segera bernafas lega. Ia lekas duduk ke bangku tahtanya, memijit pelipisnya pelan.

“Memangnya sejak kapan aku menjabat sebagai pelayannya?” gumam Sehun pelan. Dia melirik jam yang melingkari pergelangan tangannya.

Masih ada lima belas menit lagi.” Pikirnya. Dengan tenang, Sehun memejamkan matanya, berusaha tidur meskipun hanya lima belas menit. Entah mengapa energinya sedikit terkuras setelah berhadapan dengan Irene tadi.

Namun suara yang keluar dari speaker sekolah menghancurkan ketenangannya.

“Ya! Jangan sentuh itu!”

“Ssst diam! Aku hanya meminjamnya sebentar, ini permintaan ketua OSIS.”

“Astaga…”

“Cek..cek.. Selamat siang untuk semua siswa dan siswi SMA Hannyong.”

Tunggu dulu, Sehun mempertajam pendengarannya. Mengapa hatinya tidak tenang?

“Aku ingin mengumumkan sesuatu, tolong dengarkan baik-baik karena ini adalah permintaan ketua OSIS kita tercinta.

Sehun keluar dari kantor OSIS dan menemukan banyak siswa dan siswi sedang fokus mendengarkan yang katanya sebuah pengumuman dari speaker sekolah. Dia sudah tahu ulah siapa ini.

“Bagi para siswi yang memiliki pembalut, harap segera mengantarkannya ke kantor OSIS karena ketua OSIS kita sedang memerlukan benda itu sekarang. Aku tidak tahu alasannya apa, tapi dia terus memaksaku mengumukan hal ini. Yang pasti dia sangat memerlukan benda itu sekarang.”

Dengan kecepatan kilat Sehun berlari ke ruang siaran. Tidak memperdulikan tatapan dan gelak tawa seluruh penghuni sekolah. Sehun terus mengumpat dalam hati, dia sudah salah besar meremehkan seorang Bae Irene.

“Terimakasih atas waktu kalian, hihihi maafkan aku ya ketua Oh.”

Irene’s side

“Terimakasih atas waktu kalian, hihihi maafkan aku ya ketua Oh.”

Aku tertawa puas ketika menekan tombol off .

“Terima kasih Kang Seulgi-ssi.” Aku tersenyum manis ke arah Seulgi yang merupakan seorang penyiar di sekolah kami.

“Dan apakah kau punya pembalut?” Aku tersenyum lagi, dia mendesah pelan lalu menunjuk tasnya yang tergeletak di atas meja. Aku menuju tasnya, membongkar isinya dan mendapatkan yang aku perlukan sedari tadi.

“Irene-ssi kau dalam masalah besar.” Seulgi mendekatiku lalu merapikan tasnya yang sudah aku acak-acak.

“Tidak apa-apa, ada ketua Oh, kok. Maaf meepotkanmu.” Aku segera keluar ruangan dan lekas menuju toilet. Meninggalkan wajah pasrah Seulgi disana. Aku berjalan dengan penuh senyum kemenangan dan membayangkan wajah murka Oh Sehun.

“Jangan meremehkan kekuatan pembalut yang kau bilang menjijikan itu, Oh Sehun.”

Sepanjang koridor yang aku lewati, aku mendapati semua siswa dan siswi tengah tertawa terbahak-bahak. Apalagi para haters Sehun, pasti mereka tertawa hingga berguling-guling.

Mampuslah kau, ketua Oh.”

Sehun’s side

Aku membuka pintu ruang siaran dengan sedikit keras. Aku mendapati Seulgi yang menatapku dengan penuh ketakutan.

“Kemana gadis itu?” Tanyaku cepat, Seulgi hanya menggeleng pertanda dia tidak tahu.

Sungguh, jika aku menemukan gadis urak-urakkan itu ku pastikan aku akan membuatnya menyesal telah melakukan hal ini. Aku berbalik segera menutup pintu dengan kasar dan berlari menuju kelas.

Sesampainya di kelas, aku tidak menemukan gadis itu juga, malah aku mendapat ejekan yang luar biasa dari pangeran picisan, Park Chanyeol.

“Aku tidak menyangka kau benar-benar ingin jadi sales pembalut.” Tawa pria itu mengundang tawa yang lainnya.

Cukup sudah, reputasiku sudah hancur. Aku menyerah. Hanya karena aku meremehkan ancaman Bae Irene.

Dan tiba-tiba speaker berbunyi lagi. Sontak kami semua beralih fokus.

“Maaf atas keributan barusan. Aku ingin meluruskan sesuatu disini. Pengumuman yang tadi jangan diambil serius. Itu merupakan ulah seseorang yang membenci ketua OSIS kita. Jadi tolong, berhentilah menertawai ketua OSIS kita. Dan untuk ketua OSIS kami, ingatlah kalimat ini. Haters gonna hate.”

Aku tersenyum tipis, aku mengenal suara itu. Aku  melirik ke arah bangku Wendy yang kosong, itu pasti Wendy. Kini gelak tawa tidak lagi terdengar, aku tersenyum lega.

Haters gonna hate. Terima kasih,  Son Wendy.”

(TO BE CONTINUE)

72 thoughts on “Stuck On You! (Chapter 02) – Shaekiran & Shirayuki

  1. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 3) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 4) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 5) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping-balik: Stuck On You! (Chapter 06) – Shaekiran & Shirayuki | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ya ampun aku ngakak. Sumpah ni ff lawak banget. Mulai dr part irene minta pembalut ke sehun ampe part akhir g bisa nahan tawa…
    Good job author-nim 😆😆😆

  6. Wuih sehun wendy hubungannya apa ya kok intim bgt keknya, apa ada suka sukaan diantara mereka?
    Ceye gw tebak aslinya benci2 suka ama ce wendy, uh so sweetnya klo mereka pacaran (Now playing pacar 5 langkah)😂
    Masya Allah irene dirimu bener2 somvlak ga ketulungan, bisa2 nyaa gituin (?) ketua Oh yg idupnya gakuna😗
    Joah thor joah

    • hayooo, apa hubungan wenhun chingu? monggo ditebak ><
      Irene mah somvlak mula, macam 2 authornya yg always somvlak (plakkk?)
      baca next chap yaw chingu, thanks for reading.❤

    • KYAAA 😄😄 komen kamu greget banget nih 😄😄 Wendynya cocokan sama siapa nih? 😄😄 KYAAA (2) thanks yaa kakak ❤❤

  7. Aduuuh ngakak, masalah pembalut aja jadi panjang hahahaha….

    Cieee kayanya bakal ada Cinta segi empat nieeh…

    Ditunggu yaa lanjutannya, penasaran nih

    • Iya chingu, masalah pembalut aja bisa sepanjang ini, kurang kerjaan mereka ber-4..😂
      Duh, Cinta segi empat, wkwkw…😂
      Ditunggu next chap ya chingu, thanks for reading.😉😊

  8. Baru nemu FF kek gini. Ini keren thor, serius (⊙_☉) itu Irene kebangetan euy, kasian mas Sehun. Wendy dirimu bijak sekaleh. ditunggu kelanjutannya ya Thor , semangat ^^

    • Baru nemu ya chingu? Maklum, authornya punya otak sengklek nan somplak yg recehan,😂
      Irene tobatlah nak, kasiham mas sehun,😂 wendy, betapa bijak dirimu nak..😂 (*niru ala” umi..😂)
      Ditunggu next chap ya chingu, thanks for reading.😉☺😊^^

    • Rasa apa nih chingu? Coklat? Vanila? Atau nano-nano? (*digampar readers😄 ). Yeol, ada saingan katanya, wkwkwk 😀
      Ditunggu ya chap selanjutnya chingu, thanks for reading ^^

  9. Waaahhhh buku keramatnya wendy beneran ada di chanyeol ternyata hahah. Bang, jangan dibalikin dulu bang! Kerjain duluuu wkwkwk. Biar kalo jalan jangan baca buku mulu. Nanti nabrak kan kasiaan. Daaannnnn chapter ini pun berakhir dengan tanda tanya. Ada apa dengan sehun dan wendy??? ._. Aku penasaraaaaannnnnn ._.

    Ah iyaah wahai dua author fav, mau req untuk cerita yg lebih dipanjangin sedikit? Hehehehe. Kalo tak bisa pun tak apaa. Aku sabar kookkk huehehe. semangat authors badaayyyyyy {}
    -XOXO-

    • Iya yeol, kagak usah dibalikin, biar wendy naik pitam. Xixixix..😂 itu baiklo wen, biar jangan nabrak. Perasaan scene ente nabrak mulu disini.😂
      Hayoo, ada apa coba antara wenhun? Masih rahasia yaw. Tunggu next chap, hehehe..😂
      Duh, author fav lagi, terhura kami..😳, kumawo..😘
      Nanti dipanjangin lagi yah, wkwkwk.di usahain makin panjang.😉☺
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading, kami padamuh😉😊😘. (*mode alay on.😂)

  10. Itu yang diawal diksi buat cuaca panas aja bisa sampe muter muter gitu,wah keren banget,
    Gak nyangka aja ternyata yang ditarik celananya sama si wendy tuh si Pangeran Picisan kkk… dan mereka itu ternyata tetanggaan.wah pasti si Chanyeol bakal tambah jahil sama Wendy,

    Ternyata masalah pembalut si Irene bisa sampe sepanjang itu ya? Kkk sampe sampe si Sehun kena malu kayak gitu,

    Tapi ada urusan apa ya si Wendy sama Sehun? Kenapa Wendy ada di kantor a.k.a singgasana sang Ketua OSIS yang terhormat? Kenapa juga Sehun mikirin si Wendy? Penasaran sama kelanjutannya

    • Diksi receh macem ituitu dibilang keren, duh..makasih lo chingu.😳😊
      Iya, itu celana chan dan mereka tetanggaan. Bayangin aja ntar chanyeol ngapain wendy, si picisan minta disembelih(?) ntar, wkwkwk.😂
      Iya, jangan remehkan masalah pembalut, apalagi pembalut irene. 😂😂 (*plakk)😂
      Hayoo, kenapa hayoo? Wendy sehun ada apa cobak? Hayoo???
      Ditunggu aja ya next chapnya chingu, nanti disana dibocorin wenhun kok, wkwkk. Thanks for reading.😉☺😊^^

    • Waks, baek in ha juga Gesrek sih chingu, sebelas duabelas lah sama karakter irene disini, setidaknya di cheese in trap baek in ha gak permasalahin soal pembalut.😂😂
      Makasih lo udah suka karakter ama alur di ff ini…😊😊
      Ditunggu yaw next chapnya, Thanks for reading.😉😊

      Btw chingu, kok baca ff malem” tengah 3, xixixi…(*lo sendiri napa balasnya jam segitu? 😂)

  11. Jujur dari hati yg paling dalam. Karakter dari keempat tokoh utama ini benar2 unexpected banget sumpah. Sampai mikir ada aja org kaya mereka berempat ( emang sih kan nothing is inpossible). Bener2 suka pokoknya. Really love it! And thank u author yg akhirnya wenhun dah muncul disini hehe….. makin penasaran hubungan seperti apa antara wenhun…. wkwk….

    • Karakter mereka ber-4 memang aneh bin ajaib chingu, Gesrek nan somplak pun tak cukup mendeskripsikan ke-4 tokoh di ff ini,wkwkwk😂😂
      Syukur deh kalo chingu suka, nothing is impossible lho, kali aja ntar nemu salah satu kayak mereka di tepi jalan (?)😂
      Hayoo, wenhun hubungannya di ff ini apa hayoo? Monggo ditebak chingu.😂😉
      Iya, akhirnya wenhun punya relasi. Makasih lo chingu komentarnya di chap1, itu jadi masukan penting buat kami.😉 (*eaaakkk..😂)
      Thanks for reading chingu,ditunggu yaw next chapnya.😉😊^^

      • Wah, haha jadi malu, author-nim memang hebat kalian berdua.
        Author-nim, btw aku penasaran sama wenyeol di rumah wendy gimana, alnya hunren yg masalah pembalut itu hari setelah kejadian wenyeol kan….. hehe… i am really curious….. tetep semangat author2-nim….. hihi…..

      • Wkwk, malu kenapa nih chingu?😉
        Duh, author dikatain hebat, 2 authornya jadi.. 😂😂😂 kumawo..😊
        Iyaw, itu kasus pembalut terjadi setelah wenyeol di rumah wendy, nanti ada deh ceritanya. Flashback gitu, wkwkwk, ditunggu aja ya next chapnya. Nanti gak seru lagi kalo diceritain sekarang.😂
        Thanks for reading, ditunggu next chap yaw. Kami berdua semangat kok, demi kamuh..😘 (*mode alat kumat/ plakkk/ abaikan.😂)

      • Makasih banget buat masukkan kamu ya –aku gak tau manggil apa– 😍 /maaf mendadak muncul disini 😂/ terus aku terhura banget sama pujian kamu and aku jadi tersipu 😚 aku senang kalo ternyata ff kami yang recehan ini bisa disukai beberapa reader exoffindo 😆 thanks a lot yaa ❤ /gemes sama kamu, kyaa!/

    • Why? *Nyanyi lagu Why Taeyeon* recehan ‘kan bahasa kita bersama so tidak usah protes, shut up! *Nyanyi lagu shut up UNNIES* 😛

      • Iye deh iye..😂
        Semua terserah padamu, aku begini adanya, kuhormati keputusanmu, apapun, yang akan, terjadi…
        (*nyanyi lagu indo yg gak tau siapa penyanyi dan judul nya.😂)

    • Kelakuan irene emang gimana chingu? (*sok polos trus dilempar ke jurang.😂)
      Bukan sehun yg pakek pembalut chingu, tapi irene atas nama sehun, wkwk..yakali rene. Jangan Gesrek napa, kasihan babang thehun. (*authornya bisa gak sarap?😂)
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya.😉😊^^

  12. Yaampunn irene! Plisdeh! Malumaluin banget!
    Tapi ini cerita bener2 bikin ngakak wkwkk
    Lanjutnya cepet ya kak ! Fighting!

    • Plisdeh Irene, lo malu”in, wk wk wk..😂😂
      Maafkeunlah karakter irene disini chingu itu adalah hasil nista dari 2 author dengan otak geser ini.😂😂
      Silahkan ngakak chingu, dan updatenya kami usahakan secepatnya, xixixi..😉😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya.😉😊^^

    • Syukur deh ceritanya makin seru chingu.😊
      Ngakaknya jangan keras” ya chingu, nanti dikira gila sama yg duduk disebelah (*pengalaman pribadi.😂)
      Thanks for reading, tunggu next chap yaw.😉😊^^

  13. Bwahahaha jadi yg clananya dtarik wendy itu chanyeol..hahaha astaga chanyeol-ah mimpi apa kau semalam Bang?..wkwkwk
    Chanyeol apes banget ya udah clananya d tarik sma wendy jatuh pula karna bukunya wendy..hihihi

    Aishh.. irene kirain ke kantor osis mau apa ehhh taunya minta pembalut sma sehun..wkwkwkw

    “Bagi para siswi yang memiliki pembalut, harap segera mengantarkannya ke kantor OSIS karena ketua OSIS kita sedang memerlukan benda itu sekarang. Aku tidak tahu alasannya apa, tapi dia terus memaksaku mengumukan hal ini. Yang pasti dia sangat memerlukan benda itu sekarang.”
    Aigoo..aigoo irene eonnie kau sungguh keterlaluan sma sehun oppa..huhu tpi gila aku ngakak banget kak sma pengumumanya..hahahaha

    Ehm kak, sbenernya sehun sma wendy ada hubungan apa ya?? sepupu / apa ya? Aku pnasaran nih..

    Untuk Sehun oppa & Chanyeol oppa yg sabar aja ya..wkwkwk
    Next kakk dtunggu klanjutanya 🙂
    Skarang giliran kak Eki kan ya?..hihihi

    • Yeoli ketiban sial, mungkin semalem dia mimpi ketemu valak di ancol (?)😂😂
      Ganteng” apes mulu gegara wendy, ckckck..😂😂
      Iya, itu si irene juga gesrek abis, gak ada takut”nya sama sekali, wkwkwk..😂
      “Mana pembalut yg kemarin kuberikan?”
      Aish, nanya begituan ama cowok,😂😂
      Pengumuman irene ya Tuhan,😂😂
      Sabar yaw untuk ChanHun, cewek di ff ini memang sarap semua,😂 (*maksudnya author nya sarap..😂)
      Hayoo, itu si wendy ama sehun ada hubungan apa? Masih rahasia dulu ly, tunggu next chap yaw..😉😁
      Thanks for reading ly, ..😉
      Iya ,ini giliran eki. Rindu ya sama eki? (*ngarep..😂😂)

      • Hahahaha.. iya kali ya..kkk
        Takut? Sma sehun?? Kyanya gx bakalan deh kak coz sehunya aja kek gtu..hihihi
        yah rahasia ya?
        Ok ok aku tunggu next chapnya kak🙂
        Ahh iyaa aku rinduu..hihihi^^

      • Wkwk, irene gak punya rasa takut ama Thehun, kan Wibawa babang ntu diremehin, aih..😂
        Sehun nya kayak mana memang? 😂
        Iyaw, masih rahasia. Nunggu next chap aja lah ya.,xixixix..😉😊
        Duh, aku juga rindu,wkwkwk..😉😘
        Thanks for reading ly..😉^^

    • Monggo dibaca chap 1nya dulu chingu, nanti kalo kebalik-balik alurnya jadi gesrek macem otak kami..😂😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya..😉😊^^

  14. Biarkan aku ngukuk guling2 dulu kak~ irene kelakuannya gak ketulungan :v yawla gak bisa bayangin gimana klo beneran ada pengumuman ketua osis mau pembalut? Dan itu laki2? Trus aku *ehem* ciee canyul duaan sama wendy *kedip2* makan ice cream lagi *ehem* like deh couple wenyeol. Tunggu sehun gak suka sama wendy kn? Dia temenan aja kn? Kok aku curiga sama sehun. Ditunggu nextnya ya kak ? Keep writing~

    • Monggo guling” dulu, tapi jangan lama” ya..ntar dikira gila macem ane..😂😂(*pengalam pribadi dikatain gila karena guling” di karpet pas baca ff..😂)
      Irene, tobat irene..😂
      Sempat ada cewek macem irene di sekolahan, ngasih pengumuman, ketua osis yg notabene cowok dinistakan dengan pembalut , kan waks banget..😂😂
      Duh(*kedip”) itu chanyeol romantis yak, cuman sayang dia narik rok wendy. 😂😂😂
      Hayoo, ada hubungan apa antara sehun dan wendy? Teman? Pacar? Gebetan? Mantan? Saudara? Kakek? Emak? Atau apa nih chingu? 😂 sehun patut dicurigai.😂
      Ditunggu next chap aja yaw, thanks for reading..😉😊^^

  15. Jadi emang celananya Chanyeol yg nggak sengaja ketarik ama Wendy di jalan itu ya,sumpah ngakak banget aku bacanyq kak,sampe guling2 karena ketawa,bahkan sanpe sakit perut
    Dan yg paling gilanya lagi,Woahhh masa Sehun disuruh beliin pembalut buat Irene,Irene disini emang benar2 gila ya,dan juga Sehun itu ada hubungan apa sih sama Wendy?
    Next chapternya kak,cerita seru and bikin penasaran
    Semangat💪

    • Iya, itu bang ceye ketiban sial mulu, wkwkwk..😂😂
      Duh, jangan guling” chingu,.nanti udah sakit perut malah dikatain gika sama anggota keluarga yg ngeliat (*pengalaman pribadi. 😂😂)
      Bang cadel dinistakan ama irene, disuruh beli pembalut, wkwkwk. Bukan irene yg gila chingu, tapi authornya yg otaknya geser..😂😂
      Hayoo, wendy ama sehun ada hubungan apa hayoo??
      Ditunggu ya next chapnya chingu, siapa tau nanti hubungan wendy sehun terungkap..😂😉
      Thanks for reading..😉😊^^

    • Makasih lo udah bilang ff kami ini seru, gpp ngakak asal ngakaknya gak sampek ke kantor kelurahan (?)😂 Kami juga ngakak ngebuatnya.😂😂
      Aduh, kok samaan ya chingu? Adek ngatain gila, ane juga sering digituin.. 😂😂
      Ditunggu yas next chapnya,😉
      Thanks for reading..😉😊😀^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s