Le Dernier Arret [Chapter 3]

LDA.jpg

Le Dernier Arret

Kim Minseok / Oh Sehun / Reen / Runa / Park Chanyeol / Other

Minichapter / AU / Comedy / Fantasy / Friendship / Romance / Sad / School-life / Teen

anneandreas & l18hee

we own the plot

.

.

Hanya manusia kolot yang tidak sadar jika vampir benar-benar ada di sekitar mereka

.

⇓ PREVIOUS ⇓

Teaser – Chapter 1 – Chapter 2

.

.

= Chapter 3 =

.

Angin sepoi yang seharusnya menenangkan sama sekali tak berefek untuk Reen. Dia gugup setengah mati. Semenjak kakinya menapak lantai atap sekolah, Chanyeol bahkan belum membuka mulut sedikit pun. Membuat Reen tersiksa sendiri akibat hipotesis gila yang serasa akan meledakkan otaknya.

Mengabaikan Chanyeol yang tak kunjung berucap, Reen akhirnya yang pertama membuka suara, “A-ada yang ingin sunbae tanyakan?” suaranya bergetar. Namun masih mending daripada harus tenggelam dalam pemikiran yang semakin menggila sementara Chanyeol diam saja. Diam-diam ia menyimpan kotak jus makan siang di saku jasnya. Sedikit berjaga supaya Chanyeol tak bertanya.

Ada kerutan jelas yang Chanyeol tunjukkan. Terkesan heran sekaligus penasaran. Ia mengeluarkan sebuah bungkusan dari dalam kantung celana sebelum perlahan mengeluarkan isinya.

“Ini milikmu?” Kini, bekas kotak jus tomat yang jatuh tempo hari menyapa pandangan Reen. Membuat gadis ini mati-matian mengenyahkan keinginan untuk mengambil langkah dan bergegas pergi.

“Reen-ssi?” Bariton Chanyeol terdengar seolah mengintimidasi. Jika Reen benar-benar manusia, dia yakin titik keringat sudah menjamah keningnya. Perlahan dibulatkannya tekad untuk membalas pertanyaan Chanyeol, “A-ak-u tidak punya benda seperti itu.” Gagapnya Reen bukanlah hal yang lewat begitu saja dalam ketelitian Chanyeol. Lelaki ini mengendus bau tak asing bernama kebohongan─mungkin juga ketakutan.

Satu langkah lebih dekat pada si gadis pelan-pelan Chanyeol ambil. Disodorkannya kotak jus dalam genggaman ke depan paras panik sang gadis, “Lihat baik-baik. Aku tak mungkin salah, ini milikmu ‘kan?”

“Memangnya hanya aku yang punya jus tomat di dunia ini?” Inginnya, Reen berlari saja. Bersembunyi di balik punggung Minseok hingga ia merasa nyaman sempurna sebelum terlelap nyenyak. Tapi sudut lain dirinya mengelak, menyadari jika ini memang tanggung jawabnya. Itu semua menjadikannya kuat secara tiba-tiba.

Kalimat bernada sarkas yang Reen layangkan tadi memicu Chanyeol mengembus napas panjang, “Tapi tak ada yang menjatuhan jus tomat di depanku selain kau.” Dia mengedar pandang sekilas sebelum kembali menatap gadis di hadapannya, “Jawab saja dengan sederhana. Ini punyamu? Ya atau bukan?”

“Sudah kubilang bukan!” Reen mengepalkan tangan diam-diam. Dia tak bisa terus menahan Chanyeol sendirian. Tapi meminta bantuan bukankah akan menimbulkan kecurigaan lain?

“Baiklah jika kau tidak ingin mengaku.” Chanyeol seolah menyerah, namun selanjutnya ia kembali berkemam, “Mungkin aku harus mencari pemilik jus tomat ini lewat radio sekolah.” Dia baru saja menutup mulut kala sebuah gerakan cepat tak dapat ia hindari. Reen merebut kotak jus bekas dalam genggaman Chanyeol dan melemparkannya ke udara. Dalam beberapa detik saja kotak jus itu sudah mencium rumput halaman sekolah di bawah sana.

Chanyeol terkesiap, bergegas memandang bukti miliknya dari atas atap. Pergerakan Reen terlalu cepat untuk ukuran seorang gadis biasa. Tadinya ada rasa takut dalam diri si lelaki, namun sedetik kemudian ia mencoba bersikap biasa. Kembali menghadap Reen yang terlihat menahan emosi. Chanyeol menyandarkan lengan ke birai atap sebelum kembali berucap, “Yah, buktiku hancur deh.” Dia begitu karena tidak mungkin ‘kan sekarang ia harus bergegas turun ke bawah, hanya untuk mengumpulkan cairan merah yang sudah lebih dulu meresap ke tanah?

Reen diam saja.

“Padahal di dalamnya ada darah hewan loh,” ucapan santai Chanyeol mengundang detak tiba-tiba yang menyerang Reen. Gadis ini terperangah. Menyadari jika perkataan Sehun tentang Chanyeol yang katanya punya keingintahuan yang terlalu besar itu benar adanya. Buktinya saja Chanyeol sampai rela mencari tahu perihal jus tomat Reen. Sialan, jika begini apa yang harus Reen lakukan?

“Jangan bodoh!” seruan tegas Reen ditanggapi kekehan ringan Chanyeol.

“Kau terlihat tidak santai. Rileks saja hobae.” Chanyeol sengaja menekankan kata terakhirnya sebelum kembali terkekeh remeh. “Siapa kau sebenarnya?” Mendadak saja dia berubah serius. Seolah keberadaan Reen adalah ancaman besar dalam kelangsungan hidupnya.

“Kalian sedang apa?”

Sontak keduanya menoleh pada sumber suara. Kwon Runa?

“Oh, Reen? Aku bisa melaporkan pada Minseok jika kau sedang selingkuh.” Kilatan yang Runa tunjukkan entah kenapa berbeda. Menjadikan Reen tahu jika Runa mengetahui keadaan sebenarnya.

“Runa? Sedang apa kau di sini?” Chanyeol terlihat sedikit terganggu. Baiklah, sebenarnya, sangat terganggu.

“Kalian sendiri? Sedang apa?” Berlagak sebal, Runa bercacak pinggang. Dia berjalan menuju karibnya, “Jangan bilang sedang pacaran! Reen, aku benar-benar akan melaporkan ini pada─” Gadis itu terhenti kala tangan besar Chanyeol menarik lengannya.

“Kenapa sih?” Ditatap khawatir oleh Chanyeol, Runa justru semakin sebal. Dia menyingkirkan tangan si lelaki dan beralih pada Reen, “Hampir masuk kelas, tahu! Aku bisa terlambat masuk karenamu. Ayo, cepat!” Begitu saja ia menarik Reen untuk segera pergi. Keduanya langsung berlari begitu jauh dari lingkup pandang Chanyeol. Mereka baru berhenti ketika sampai di ruang kesehatan. Tempat persembunyian paling aman.

“Apa yang dia lakukan padamu?” Entah di mana rasa percaya diri yang tadi Runa tunjukkan. Dia sepenuhnya khawatir sekarang.

“Darah hewan… dia tahu, Runa.” Rasa-rasanya Reen ingin berteriak kesal sekarang. Merutuki kembali tindakan cerobohnya tempo hari. Sekaligus mengumpati Chanyeol si manusia berkeingintahuan tinggi.

Di sisi lain, Runa jelas saja terkejut. Dia tak habis pikir kenapa bisa Chanyeol menemukan bukti secara tiba-tiba seperti ini? Dan lagi, kenapa lelaki itu menghampiri Reen? Apa Chanyeol benar-benar mencurigai tentang indentitas Reen sebenarnya? Ah, sialan. Jika begini ujungnya Runa tak akan pernah mengidolakan Chanyeol sebelumnya.

“Jangan beritahu kantor pusat. Kau bisa dihukum.” Runa menggenggam tangan karibnya erat, dalam hati merapal doa sebisanya untuk mereka. “Mari diskusikan ini dengan Sehun dan Minseok. Kurasa mereka bisa─”

“Jangan!” Reen menolak tegas. Dia menggeleng seraya menggigit bibir pelan, “Jika Minseok tahu ini, dia akan melindungiku. Aku tidak bisa membiarkannya dihukum lagi.”

Runa terdiam. Dia sadar benar akan kehawatiran yang Reen rasakan. Tapi karibnya itu tetap bersikeras tak ingin mendiskusikan masalah Chanyeol pada Minseok. Melihat Reen dan Minseok yang selalu saling melindungi rasanya membuat Runa sedikit iri. Oh, astaga, sangat iri.

“Baiklah.” Runa mengedik bahu, “Aku bisa apa melihat kalian begitu romantis seperti ini, sementara aku baru saja merasa patah hati.” Keduanya bertatapan sesaat, sedetik kemudian kekeh mereka terdengar.

“Patah hati bagaimana? Jelas-jelas Sehun ‘condong’ padamu.” Kendati hatinya masih dirundung gulana, Reen mencoba terlihat baik-baik saja. Setidaknya Runa masih menghiburnya.

“Bukan Sehun, tahu! Ini tentang Chanyeol. Ugh, aku benar-benar tidak bisa melanjutkan perasaan pada lelaki seperti itu.” Runa kembali mendengus sebal, “Ya sudah. Kau mau kembali ke kelas atau di sini saja?”

Setelah mengambil jeda untuk berpikir sejenak, Reen akhirnya memutuskan, “Di sini dulu sepertinya tak masalah.” Mendengar ini, Runa langsung menuju salah satu ranjang. Ia segera membaringkan tubuhnya di sana, “Baiklah, ayo tidur saja.”

-0-

Terlalu banyak berpikir sepanjang akhir Minggu ditambah perdebatannya barusan dengan Chanyeol─makhluk penuh rasa ingin tahu yang baru saja mendapat cap sebagai manusia paling menyebalkan sedunia darinya─membuat Reen benar-benar lelah. Akibatnya, tak butuh waktu lama bagi dirinya untuk tertidur pulas di atas salah satu ranjang ruang kesehatan. Di sisi lain, Reen bisa tertidur pulas seperti ini karena ia merasa aman, ada Runa di sampingnya.

Sedangkan Runa yang tidak sepenuhnya tertidur hanya memandang sang karib seraya menyungging senyum, walau raut khawatir sendiri masih tampak di garis wajahnya. Bagaimana tidak? Runa tahu hal kecil ini─tentang Chanyeol─pasti akan berbuntut panjang. Hanya tinggal menghitung mundur saja sampai kantor pusat mengetahui semuanya.

“Reen kenapa?” sebuah pertanyaan tanpa basa-basi menyentak pendengaran Runa sesaat setelah pintu ruang kesehatan terbuka secara mendadak. “Sepertinya ia hanya tidur,” sahut suara lain kemudian, membuat Runa mengalihkan atensinya ke pintu tempat kebisingan tersebut berasal.

“Reen baik-baik saja. Dan yah, benar ia hanya sedang tidur. Jadi kenapa kalian datang ke sini?” sahut Runa menjawab sekaligus pertanyaan dan asumsi dua orang murid laki-laki yang tengah berdiri menjulang di sana, Minseok dan Sehun.

“Kalau ia memang baik-baik saja lalu kenapa kalian bolos jam pelajaran dan tidur di sini?” intonasi curiga keluar dari suara Minseok. Lelaki ini melangkah ke sisi ranjang Reen yang masih terlelap, tidak terganggu sama sekali oleh kebisingan yang ada.

“Kami hanya ingin sekali-kali tampak seperti manusia. Tidak ada apa-apa, santai saja,” jawab Runa sambil terkekeh, berusaha menyembunyikan getar dusta di balik suara cerianya.

Sedangkan vampir lainnya, Sehun, yang sejak tadi masih berdiri menghalangi pintu ruang kesehatan melangkahkan kakinya ke dalam lalu menutup pintu, membuat mereka berempat kini ada di dalam ruangan tertutup. Detik kemudian ia menghela napas lalu tertawa, dengan suara yang tampak jelas seperti sebuah ejekan, “Supaya tampak seperti manusia. Ha! Sepertinya kau memang benar-benar sudah terkontaminasi sifat manusia, Runa-ssi. Atau jangan-jangan karena kau sudah jatuh cinta sungguhan pada manusia yang bernama Park Chanyeol itu?”

Mendengar nama Chanyeol disebut, hati Runa mencelos dan secara tidak sadar ia mendelikkan matanya tajam ke arah Sehun. Tidak tahukah Sehun bahwa Runa hanya sedang mencoba menutupi kebenaran dari Minseok? Dan vampir sialan itu malah memperkeruh suasana–hati Runa tepatnya–dengan menyebut-nyebut nama Chanyeol. Lengkap dengan panggilan ‘Runa-ssi’ yang membuat Runa sungguh ingin menjambak rambutnya sekarang juga.

Sehun ikut bungkam karena Runa tidak menjawab, ia lebih suka Runa mengomelinya panjang lebar. Ketimbang seperti ini; hanya mendapat lirikan tajam dari gadis yang entah sudah berapa lama telah mencuri hatinya. “Aku hanya bercanda, nona jus. Kau tempramen sekali hari ini. Sedang datang bulan, ya? Seperti manusia saja,” sahutnya kemudian, berusaha menghancurkan es tak terlihat yang membekukan mereka, dibalas dengan pemandangan bantal terbang di dalam ruang kesehatan, yang mendarat tepat di wajah Sehun. “Dasar vampir sialan!”

“Tak bisakah kalian diam sebentar? Reen sedang tidur.” Sebuah kalimat dari Minseok membuat Runa dan Sehun otomatis menghentikan tingkah kekanakan mereka, berganti dengan saling lirik dan decak sebal seolah menentukan siapa yang paling bersalah.

“Mengapa berisik sekali?”

Sebuah kalimat bernada lemah yang diucapkan Reen barusan membuat Runa dan Sehun semakin menundukkan kepala mereka. Sebentar lagi Minseok pasti marah karena pertengkaran mereka membuat Reen terbangun dari tidur siangnya. Runa menoleh tajam ke arah Sehun, “Ini semua gara-gara kau, vampir sialan!” omelnya dengan suara pelan yang terdengar seperti cicitan sementara Sehun hanya mengangkat kedua bahunya.

“Kau baik-baik saja?” suara Minseok terdengar lagi, kali ini membuat Runa dan Sehun bersamaan mengangkat kepala mereka, meskipun mereka tahu pertanyaan itu tidak ditujukan pada mereka.

Reen mendudukkan dirinya di atas ranjang, dibantu Minseok yang tidak berniat menghilangkan raut khawatir yang tergaris jelas di wajahnya. “Aku baik-baik saja, oppa. Aku hanya lelah karena kurang tidur sejak akhir Minggu. Dan aku minta Runa menemaniku di sini supaya aku bisa tidur dengan tenang, iya ‘kan Runa?” tutur Reen yang langsung disambut anggukan semangat oleh karibnya.

Sebenarnya Minseok masih curiga, entah mengapa ia merasa ada yang tidak benar, namun apa yang bisa ia lakukan ketika gadisnya sendiri yang menyangkal hal tersebut? Minseok hanya bisa tersenyum sambil mengulurkan tangannya membelai puncak kepala gadisnya, “Nona pipi merah, lain kali jangan membuat aku khawatir lagi, ya.”

“Uh. Sangat romantis.” desis Runa yang membuat Sehun yang berdiri di sampingnya tergelak sempurna, “Apa kau mau aku melakukannya untukmu, nona jus?”

“Dalam mimpimu!” sahut Runa galak, lalu melangkah ke luar dari ruang kesehatan.

-0-

“Jadi apa yang akan kita lakukan di sini?” suara Reen memecah keheningan, sedangkan yang ditanya hanya melempar tatapan bingung. “Hmm, tujuan sebenarnya agar meminimalkan kecurigaan karena kita tidak pernah datang ke sini sejak menjadi murid baru. Yang harus kita lakukan untuk merealisasikannya, memakan makanan manusia mungkin?” jawab Runa setengah berbisik. Mendengar jawaban dari lawan bicaranya membuat Reen menyapu pandang ke seluruh kantin, tempat mereka berada saat ini. Tapi apa yang bisa mereka makan di sini? Reen harap bukan bawang. Baunya sungguh tidak enak.

“Apa yang pernah kau coba?” tanya Reen lagi.

Runa menggeleng pelan, “Tidak pernah. Tapi aku sering melihat murid-murid perempuan meminum itu. Bagaimana jika kita juga mencobanya?” jawabnya sambil menunjuk kotak susu yang berjajar rapi di dalam lemari pendingin.

Sedikit kerutan samar tercipta di dahi Reen sebelum akhirnya ia berdiri dari tempatnya duduk. Diambilnya dua kotak susu vanila dari dalam lemari pendingin, membayar sejumlah won pada kasir lalu kembali ke kursi di sudut tempat Runa duduk. “Kau duluan,” kata Reen seraya menyodorkan sekotak susu ke hadapan Runa, sedangkan yang ditunjuk hanya tertawa. “Kau berniat curang, ya?” sahut Runa kemudian, membuat karibnya terkekeh tiba-tiba. “Ah, aku ketahuan.”

Gelak tawa Reen memudar kala ia mendapati seorang laki-laki berjalan ke arah mereka, lalu dengan tenangnya duduk di samping Runa─yang berada tepat di hadapannya.

“Sedang makan siang?” pertanyaan itu sesungguhnya ditujukan pada Runa, namun entah mengapa Reen justru merasa tak nyaman. Runa sendiri juga kaget dengan kehadiran tiba-tiba manusia yang kini duduk di sampingnya ini, manusia yang beberapa waktu lalu sempat ia kagumi setengah mati, Park Chanyeol.

“Hanya minum susu, sunbae. Kami sedang hmm.. diet. Apa yang kau lakukan di sini? Jangan bilang kau benar-benar berpacaran dengan… Reen? Aku sungguh akan melaporkan ini pada Minseok,” cerocos Runa santai, juga berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Tentu saja tidak,” sahut Reen kemudian. “Iya ‘kan, sunbae? Waktu itu kita hanya tak sengaja bertemu, ‘kan?” Chanyeol mengangguk, namun sebuah senyum simpul tercipta di bibirnya. Seperti yang ia perkirakan, gadis di hadapannya ini menyembunyikan kejadian sebenarnya yang mereka alami tempo hari di atap sekolah. Artinya benar ada yang salah dengan gadis bernama Reen ini ‘kan? Mari beri satu poin untuk Park Chanyeol.

Chanyeol memang sempat merasa ragu pada kecurigaannya sendiri, karena gadis itu ternyata berteman dekat dengan Runa. Tentu saja Runa seorang manusia, ‘kan? Namun jika Reen memang manusia, mengapa ia harus membawa kotak jus berisi darah hewan?

“Ya, waktu itu aku tidak sengaja bertemu dengannya dan melakukan suatu kesalahpahaman—“

Huh?” potong Runa cepat.

“Hanya sebuah kesalahpahaman kecil. Dan waktu itu sebelum aku sempat meminta maaf, kau sudah datang dan menariknya pergi.” Chanyeol buru-buru melanjutkan ketika mendapati dahi Runa berkerut samar, ia tidak mau gadis ini benar-benar mencurigai dirinya menyukai Reen. Pemikiran singkat yang membuat bahunya bergedik pelan, bagaimana bisa ia menyukai seorang gadis yang bahkan tidak jelas seorang manusia atau bukan?

“Lalu?” pancing Runa lagi.

“Hari ini aku tidak sengaja melihat kalian di sini, dan aku langsung membeli dua buah hamburger untuk kalian. Satu untukmu, dan satu sebagai permintaan maafku untuknya. Maafkan kesalahpahaman yang terjadi kemarin, ya.” Sahut Chanyeol seraya menyodorkan dua buah hamburger, masing-masing untuk Runa dan Reen.

“Terima kasih, sunbae,” jawab Reen dan Runa bergantian.

“Kenapa kau tidak memakannya?” sebuah pertanyaan menohok disarangkan Chanyeol untuk Reen yang ada di hadapannya. “Kau bisa memakannya, ‘kan? Aku ingin melihatmu memakan hamburger permintaan maafku itu. Ah ya, aku lupa bilang. Aku meminta bibi penjual hamburger itu untuk memasukkan banyak bawang bombai. Karena hamburger dengan banyak bawang rasanya sangat enak!” lanjut Chanyeol lagi dengan mata berbinar, kecurigaannya mungkin akan terjawab sebentar lagi.

Inginnya Runa langsung melempar hamburger di tangannya ke muka Chanyeol, melontarkan makian paling keras dan kejam yang sudah ia pikirkan. Tapi jika itu dilakukan, hanya berefek pada semakin menggunungnya kecurigaan. Diliriknya Reen sebentar. Reen sama tidak santainya dengan Runa. Lihat saja genggamannya yang semakin mengerat pada makanan pemberian Chanyeol.

Cepat-cepat Runa memasang tampang kesalnya, “Sunbae serius memberi junkfood pada dua gadis yang sedang dalam progam diet?” Mendengarnya, Chanyeol terkekeh, “Oh, ya ampun. Aku tidak tahu kalian sedang diet saat membeli ini. Tapi tolong lewati progam diet kalian hari ini saja, oke? Aku tidak mau hamburgerku sia-sia.”

“Kalorinya bayak, tahu!” Runa masih berusaha untuk terlihat sangat kesal. Sangat mudah karena toh dia memang sedang kesal. Di sisi lain Reen memutar otak, sementara kepalanya mulai pening karena aroma bawang tercium kuat. Ugh, di saat seperti inilah dia benci hidung vampir yang terlalu peka.

“Ayolah, sekali saja.” Chanyeol menangkupkan tangan sebelum melirik Reen, “Hanya hamburger dengan bonus bawang bombay tak akan membuat kalian tercekik ‘kan?”

.

.

.

to be continue.

re.
= ANNOUNCEMENT =

untuk Jumat depan, 8 Juli 2016. Le Dernier Arret akan diliburkan,
dengan alasan masih libur Lebaran -3-

22 Juli 2016 Le Dernier Arret akan lanjut lagi,
dengan side story yang akan menjawab pertanyaan sebagian besar readers.
yuhuuu~
So, tungguin kami kembali yaaa..

Runa, Sehun, Reen, Minseok, Chanyeol, Junmyeon, seluruh kru di balik kertas dan tak lupa anneandreas & l18hee mengucapkan:
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437H
Mohon Maaf Lahir dan Batin, yeoreobun~

42 tanggapan untuk “Le Dernier Arret [Chapter 3]”

  1. wew Chanyeol rese juga ya disini hadeeeh, untung ganteng! *eh
    btw, aku baru bilang ini sekarang, tapi aku suka banget dengan nama “Reen”. It fits with this vampire concept! hehe

    again, you did great, author! well done^^

  2. Samaan sm Reen, ga sk bawang! -_- Reen tinggal bilang aja ga sk bawang, jd ga bs mkn tu hamburger. Chan bneran tertarik sm Runa? Mo jd rival Sehun? Tp Runa bukan manusia Chan, kamu cari cewe manusia laen aja mendingan. Pa kbr kegiatan band’ny? Mending nyiptain lagu gih dr pd kepo ga ketulungan bgitu. Apa sekalian menggali info dr Reen trus modus p-d-k-t ke Runa? Pasti bentar lg Sehun & Umin muncul tuh di tengah2 mrk. Umin bkl jutek ke Chanyeol krn maksa Reen utk mkn tu hamburger, trus Umin yg mkn tu hamburger bwt gantiin Runa /iya ga seh?/ & Sehun blak2an nunjukin rasa ga sk/aura permusuhan ke Chanyeol. And.. bikin Chanyeol tambah kepo!!

    1. Reen takut kalo dia bilang begitu nti canyol malah makin curiga sama dia, reen mah gitu orangnya wkwk..
      Buahahahha iya chan itu emg, mendingan dia nyiptain lagu daripada kepo ya, nanti kubilangin sama si canyol supaya dia gak kepo #eh
      Hihihihi akankah xiumin dan sehun datang menolong? Apakah mereka akan makan hamburger? *soksok an iklan padahal udah dipublish jawabannya wkwkkw

  3. jngan makan entar sakit perut…
    ihh chanyeol jg ada” aja kepo bngt sih jd orang..
    jngan gtu yeol tak baik.. nanti mommy marah loh..kkkk

  4. Chanyeol makin kepo… Jangan dimakan… Semoga tiba tiba bel berbunyi :v
    Sehun ama Runa emang cocok banget dah, pacar an saja biar gk cemburu liat Xiumin ama Reen romantis 😂
    Ditunggu nextnya!

  5. penasaran next chapternya..
    tp chanyeol itu curiganya masih sama reen aja kan? runa nya belum?
    aku tunggu next chapternya ya

  6. Haii kakk kita berjumpa lg..hihihi^^
    Mohon maaf lahir & batin jga kakk 🙂

    Tuh..tuh kan.. Chanyeol ngomong msalah jus/ralat darah hewan itu, untung aja ada runa..huft
    Ya ampun runa klo kmu iri sma minseok & reen kmu tinggal minta d romantisin aja sma sehun..wkwkwkw
    Astaga chanyeol smpe segitu ingin taunya kah kau sma reen??
    Yaa chanyeol-ahh runa jga sma loh kya reen sma” vampire kmu blum tau kan..kkkk
    Nanti Jgn kaget loh klo runa jga sama sperti reen..hihihi

    Ok dtunggu loh kak klanjutanya tgl 22juli nanti..
    Figting!!

    1. Hai jumpa lagiiii.. >.<
      Canyol mah emang kepo gitu tuh orangnya *baper*
      Runa kan berantem beranteman gitu deh sama Sehun padahalmah kalo ditinggal kangen juga #eh

      Iyah canyol aja gatau kalo runa juga pampiirr,, lihat saja nanti si canyol. huh. wkwkwk..

      Tungguin yaaaa.. Makasih semangatnyaaa.. ^^

  7. Mohon maaf lahir batin jugaa kakak 🙂
    Chanyeol bener bener kepo deh ah jadi penasaran itu reen nya gimana? Jgn sampe deh kena hukuman
    oyaa kak aku pengen bgt ada moment khusus buat sehun-runa soalnya mereka itu lucu bgt liat sehun jailin dan bikin jengkel runa, aku berharap suatu saat nanti mereka bisa jadi pasangan hehe..
    ditnggu yaa kelanjutannya tgl22 nanti
    fighting and keep writing kak!!

    1. Halo Putrii.. ^^
      Iyaah, kalo sampe Reen kena hukuman garagara Canyol awas aja deh /plak
      Hihihii, nanti didiskusiin momen Sehun Runa nya yaaa wkwkwk..
      Tungguin yaaa..
      Makasih sudah komen.. >.<

  8. Tu kan. Chanyeol udah curiga bgt. Yaelah si sehun mah aku suka bgt karakternya. Pecicilan. Gak dingin terus tp kasian ya kalo cintanya bertepuk sbelah tangan. Sini sayang sama aku aja. Hahahahahaha

    1. Tuh kan canyol mah emang gitu.. wkwkwk
      Iyah, Sehun anti mainstream dia di sini hihihihi.. Lagi gakpengen peran dingin katanya gitu kemaren pas audisi peran /plak
      Hihihi..
      Makasih ya sudah komen.. >.<

  9. mohon maaf lahir batin juga kak 🙂
    aduuuh….si chanyoel bner” gk mau nyerah ya,, sebel deh….
    siapapun datanglah buat nolongin reen dan runa 🙂
    entah sehun atau xiumin ayo buruan ke kantin buat nolongin mereka dr chanyoel….
    moment sehun-runa ditunggu ya kak 🙂
    semangat ^_^

    1. Iyaa canyol mah udah kepo pantang menyerah juga, nyebelin emang dia.. /plak /digampar fans canyol
      hihiii..
      akankah sehun dan xiumin datang menolong? ataukah yang nolong soo man ahjussi? #eh #apaapaan wkwk
      Hihi tungguin yaa..
      Makasih sudah komen.. >.<

  10. mohon maaf lahir batin juga authornim~ dan segenap kru di balik kertas….

    Di tunggu kelanjutanya ya ka tanggal 22 nanti, hwaiting….

  11. Huweee.. chanyeol bener-bener bikin greget ya, curiganya tingkat dewa 😂 smpe ngasih hamburger segala sma reen & runa kasihan kan mereka ga bisa makan..

    Keep writing! Next

Tinggalkan Balasan ke andini Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s