SILHOUETTE | 4

Cover2

SILHOUETTE

Starring by :

Oh SehunKang Mirin | Xi Luhan | Song Yerin

T

Sad  | Romance | Lil hurt

Chapter

A. N : { Read First }

Heii ~ /sok asik

Aku update subuh HAHAHA.. Buat yang kemaren bertanya-tanya. ‘Itu Sehun sama siapa?’ ‘ Kenapa Luhan dateng tiba-tiba’ ‘Kenapa Sehun Jahat banget?’ ‘Masa lalu Sehun tuh siapa?’ Nah.. di part ini semoga kejawab pertanyaannya. Aku bikinnya sambil denger lagu Sheila on 7 yang ‘Dan’. Boleh sambil dengerin. Tapi takut ga ngefeel sih kalau baca denger lagu yang itu –“

Langsung Cekidot aja dehh

Happy Reading ~

Previous part    :  PROLOG | 1 | 2| 3

***

“Jadilah pacarku,”

Gadis didepan Sehun lantas terkejut. Entah angin darimana, entah setan apa yang merasuki Sehun sekarang hingga berbicara sesuatu yang aneh –ditelinga gadis itu.

“Kau sakit?” kesal tidak mendengar jawaban yang ia inginkan, Sehun menahan tangan gadis itu yang hampir menyentuh keningnya. Yerin bingung. Haruskah ia senang?

Kenyataannya, ia senang. Jika perlu ia akan menambahkan kata sangat didepannya. Hanya saja ada yang aneh. Wajah Sehun salah satunya. Apa ada orang yang menembak seorang gadis dengan tampang datar tanpa ekspresi seperti itu. Belum lagi pernyataannya yang tanpa basa-basi. Yerin yang hampir blushing pun jadi ragu.

“Kau ini kenapa, sih?”

“Kau mau tidak jadi pacarku? Kau suka padaku, ‘kan?”

Yerin membuang nafasnya kasar lewat mulut. Kebiasaan Sehun. Bukannya menjawab malah bertanya balik. Dia heran kenapa Mirin bisa tahan bertahun-tahun dengannya. Dia saja yang sempat mampir dihati Sehun, pada akhirnya lelah juga karena sifatnya yang satu ini.

“Iya, aku memang suka padamu. Masih suka, tepatnya,” Yerin melipat tangannya didepan dada. Kenyataan lainnya, dia tidak bisa melupakan laki-laki keras kepala ini.

Bahkan dengan sekali tarikan Sehun dia berhasil dibawa ketaman belakang sekolah tanpa sama sekali ada niat untuk melawan.

 

“Jadi kau harus mau jadi pacarku,” rahang Yerin mengeras. Matanya terpejam. Gemas dengan Sehun.

“Iya..iya..terserah apa maumu. Tapi jawab aku kenapa kau tiba-tiba begini?”

Jujur saja, ini pertama kalinya Yerin menjumpai Sehun yang seperti ini. Sehun bukan tipe orang yang suka menengok kemasa lalu. Dan nyatanya dia adalah bagian dari masa lalu Sehun. Dia memang suka, cinta, atau apalah itu namanya pada Sehun. Sehun bukan yang pertama buatnya, tapi dia yang terbaik sampai saat ini. Meski sifat kekanakannya itu kadang harus siap membuat orang-orang disekitarnya mengelus dada dan memasang wajah tidak apa-apa.

Itu selama bersamanya. Tapi sikap itu mulai berkurang saat Yerin melihat Sehun sedang bersama Mirin. Saat bersama gadis itulah Sehun memulai proses jadi pria dewasa. Saat itulah Yerin perlahan merelakan Sehun.

Yerin mengangkat sebelah alisnya karena mulut Sehun tidak juga bergerak memberi jawaban.

“Baiklah kalau kau tidak mau jawab,” Yerin mengedikkan bahunya acuh. Tidak ingin lebih banyak berpikir karena sekarang yang terpenting Sehun sudah ada didepannya. Kalau sudah begini, usahanya untuk merelakan Sehun jadi sia-sia.

“Aku –“

“Aku –“

Sehun dan Yerin sama-sama merapatkan lagi bibirnya setelah mengucapkan kata yang sama diwaktu bersamaan. Sehun masih diam. Hingga Yerin memutuskan untuk kembali berbicara.

“Jadi, Sehun. Kau tadi mau bilang apa?”

“Aku mencintaimu. Terimakasih sudah membantuku melepaskan diri dari Kang Mirin,”

Sehun mengucapkannya dalam sekali hentakan nafas. Seketika itu juga Yerin hanya bisa mematung dengan nafas tercekat. Sejauh inikah Kang Mirin sudah merubah Sehun-nya ? Bahkan sekarang Sehun sudah bisa merubah pernyataan cinta jadi rasa patah hati hanya dengan menambahkan nama wanita lain disela-sela ucapannya.

Yerin tersenyum meremehkan. Senyum yang ia tunjukkan pada dirinya sendiri. Fakta kalau dia tidak berarti apa-apa selain pelampiasan menamparnya untuk kembali sadar. Dia harus memainkan bola matanya kesegala arah agar cairannya tidak menetes. Saat itu juga, matanya menangkap sesosok gadis yang duduk bersandar dengan setengah wajah tertutup. Matanya yang menatap lekat kearahnya tidak berkedip, tapi terus meloloskan air mata.

Grepp

Sehun memeluknya. Lebih tepatnya mengalihkan matanya dari pemandangan gadis itu ke dada bidang Sehun.

Woahh….. Sejak kapan Sehunnya berubah jadi pria jahat?

Sehun menutup matanya. Ia sadar sekarang dirinya benar-benar jahat. Dia membohongi Mirin didepan wajahnya, lalu sekarang dia memanfaatkan Yerin hanya karena dia tahu gadis itu masih punya rasa padanya. Dosanya sangat besar, kan?

Harus berapa kali ia ditampar kenyataan?

Kenyataan Mirin yang masih menyebut namanya dalam tidur membuat hati Sehun menghangat. Rasanya, saat itu juga Sehun ingin berlari kesana. Mengusir Mrs. Yoon dengan caranya seperti waktu itu. Lalu mengulang semuanya dari awal. Hanya saja, fakta Sehun bukan siapa-siapa lagi untuk Mirin menahan niatannya yang sangat ingin merengkuh Mirin. Ia takut jika Mirin semakin jauh dari jarak pandangnya.

Dan sekarang, karena ketakutan lainnya Sehun membawa satu nama lainnya untuk dikorbankan. Berapa harga yang harus dia bayar karena berani memainkan cinta gadis didalam rengkuhannya ini, sementara gadis satunya berjongkok menahan nyeri didadanya?

Brengsek? Memang.

Bahkan sebelumnya Sehun sudah merusak kedua hati gadis ini.

Dia meninggalkan Yerin untuk bersama Mirin. Lalu sekarang dia kembali pada Yerin untuk membuat Mirin menjauhinya. Padahal ia yakin Mirin sudah lama tidak tidur –hampir sama seperti dirinya.

Jika Mirin punya Ji Ae untuk meringankan bebannya. Maka kali ini Sehun memilih Yerin untuk mengangkat sedikit bebannya.

Sehun mengeratkan pelukannya. Menumpukan dagunya dipuncak kepala Yerin hingga ia bisa menghirup wangi shampoo Yerin yang ternyata tidak berubah.

 

 

Dia harus melupakan Mirin.

 

Walaupun mustahil, tapi dia akan mencoba.

 

***

 

 

“Terimakasih,” Mirin sempat mengerjap merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipi kirinya. Luhan berdiri disebelahnya, menyerahkan satu kaleng soda dingin. Lengkap dengan senyumannya. Setelah minuman berpindah tangan, Luhan memutari tubuh Mirin untuk duduk disebelah kanannya.

“Tidak apa-apa,”

“Umm.. Itu…”

Luhan kembali menoleh dengan kaleng yang masih ia tempelkan kedepan mulutnya. Matanya berkedip beberapa kali karena bingung dengan apa yang ingin Mirin katakan. Wajahnya tertunduk. Luhan memang tidak melihatnya, tapi ia takut Mirin menangis lagi. Jadi, ia mengangkat tangannya, merengkuh tangan Mirin yang menggenggam kaleng soda utuh.

“…terimakasih..” lanjut Mirin akhirnya. Meski tanpa mengangkat kepalanya. Luhan terdiam dengan senyum sebagai jawabannya. Tangannya melepas genggaman di tangan Mirin. Meninggalkan sensasi dingin yang membekas ditangan Mirin.

“Aku lelah…” Luhan kembali menoleh. Dilihatnya Mirin yang masih tertunduk dengan tangan yang sekarang mencoba membuka kaleng soda.

“Kau ini lucu, ya?” Jawaban Luhan datang sebelum Mirin menyelesaikan kata-katanya. Semakin kesal karena jawaban yang tidak diharapkan datang di waktu tidak tepat dengan ekspresi Luhan yang mengatakan kalau ini masalah kecil.

“…kau sudah tigakali bicara seperti itu. Dengan wajah yang sama-sama ingin menangis,” tanpa sadar Mirin meremas kaleng soda ditangannya. Sementara Luhan memutar-mutar kaleng soda yang isinya sudah setengah. Luhan tertawa kecil.

“Kalau kau lelah, istirahat saja. Kalau ingin menangis, menangis saja. Kalau ingin berhenti, boleh-boleh saja. Tapi jangan menoleh lagi kebelakang. Nanti usahamu sia-sia. Kau akan mencoba untuk istirahat lagi, lalu menangis lagi dan begitu lah seterusnya. Bagaimana? Aku benar, ‘kan?” Lagi, Luhan memutar kepalanya agar bisa menatap wajah Mirin. Ia melirik sebentar kaleng soda ditangan kanan Mirin yang satu sisinya sudah tertekan ke dalam. Lalu menatap lama mata Mirin. Jawaban atas pertanyaannya tadi ternyata ada didalam matanya.

“Tapi, kalau Sehun, rasanya mustahil,” Luhan mengangkat dagu Mirin saat lagi-lagi Mirin hampir menundukan kepalanya. Tidak perlu penjelasan langsung. Luhan sudah tahu sebagian kisah Mirin. Laki-laki yang dilihatnya tadi adalah Sehun dan Mirin sangat mencintainya hingga dia pernah memanggilnya –atau mungkin menuduhnya- Sehun dipertemuan pertama mereka.

“Kalau matahari saja bisa terbit dari barat, kenapa Mirin tidak bisa melupakan Sehun?”

Mirin tidak bisa memalingkan wajahnya. Jari-jari Luhan masih ada di dagunya.

“…kau hanya perlu waktu..” lanjut Luhan lagi. Tangannya turun dari dagu Mirin dan beralih lagi pada sodanya sebelum kembali menatap manik Mirin yang masih berkaca-kaca.

“Kalau begitu, bantu aku,” air muka Mirin berubah. Luhan tidak lagi melihat airmataa yang menggenang karena gadis disampingnya ini sudah mengusap matanya kasar untuk memperlihatkan wajah seriusnya.

“…bantu aku melupakan Sehun. Buktikan kalau itu tidak mustahil,” untuk kesekian kalinya Luhan tersenyum sebagai jawaban. Tapi kali ini senyumnya berbeda. Jika dilihat wajahnya secara keseluruhan, laki-laki didepan Mirin ini merasa tertantang.

“Baiklah.. coba kita lihat..” Luhan mengambil ponsel disaku jaketnya. Melirik tanggal yang tertera di pojok layar . “Masih ada dua minggu lagi. Kurasa itu lebih dari cukup,”

“Dua minggu?” kening Mirin berkerut. Meminta penjelasan dari kata-kata Luhan yang barusan ia dengar.

“Waktuku sebelum kembali ke Cina. Aku hanya liburan disini,” jawaban Luhan disusul dengan anggukan kepala Mirin. Ada jeda hening karena keduanya kembali berfokus pada soda ditangan masing-masing sebelum Mirin kembali membuka pembicaraan.

“Lalu, kenapa kamu tiba-tiba ada disini?”

Akhirnya, setelah berpikir cukup lama Mirin menyadari ada sesuatu yang janggal sedari tadi.

“Ohhh.. Itu.. Tadi aku datang bersama Yixing. Dia bilang Ji Ae ingin mengajak kita jalan-jalan –“ Omongan Luhan terpotong sendiri. Mirin memperhatikan ekspresi Luhan yang berubah-ubah. Belum lama dia menjelaskan dengan gaya santainya yang membuat Mirin seakan sudah lama mengenalnya, sedetik kemudian dia berubah. Matanya membulat dan wajahnya serius.

“Astaga aku lupa! Tadi aku ingin mencari kamar mandi dulu sebelum melihatmu disana!” Wajahnya berubah panik. Mirin juga kaget. Dia lupa Ji Ae masih menunggunya. Tapi melihat ekspresi Luhan yang lucu membuatnya mengesampingkan kemungkinan dirinya dan Luhan dipenggal Ji Ae.

Luhan melempar kaleng sodanya ke tempat sampah terdekat. Menarik tangan Mirin yang masih duduk ditempat dengan bibir berkedut menahan tawa melihat Luhan mendadak panik. Bibirnya mengucap kata-kata yang tidak dapat Mirin mengerti, mungkin dia mengumpat. Dan semua yang dilihatnya ini tanpa sadar membuat Mirin lupa kalau beberapa saat yang lalu dia menangis.

“Oh iya.. aku lupa,” Luhan berhenti mendadak. Hampir saja Mirin menabrak punggungnya kalau saja sedetik dia telat mengerem. Luhan berbalik, “ Kalau kau mau menangis karena orang tadi, segera hubungi aku, Oke?” ucapnya dengan ibu jari dan kelingking yang mengisyaratkan telepon digerak-gerakkan diudara.

Mirin mengangguk dan tersenyum. Membuat Luhan tanpa sadar meletakkan tangan yang tadi mengisyaratkan telepon untuk mengacak puncak kepala Mirin.

 

Dan tanpa sadar, Mirin tersenyum lagi.

 

Mungkin ini saatnya aku istirahat

 

 

 

 

 

 

-To be continued-

 

Heii lagii..

Buat yang ngeship Mirin-Sehun plis jangan gebukkin aku TT… Masih ada lanjutanya kok… Maaf bikin Sehun jadi gini TT… Tapi minggu depan ga janji update cepet yaa… Mian 😦

Kalau ceritaanya mulai menye-menye /?  langsung bilang aja yaa.. Aku takut terpengaruh sinetron ramadan wkwkwk

Sekian aja dari Keyoo /aku ngantuk –z

Karena selebiihnya yang aku omongin pasti sama..

Salam manis Ketjup basah

XOXO ❤

75 tanggapan untuk “SILHOUETTE | 4”

  1. Mreka nyari pelarian msing” ya, dan yerin uda tau klo cma djadiin pelarian, kasian :’
    msih blm ngeh ama mslah mreka, knpa sehun lelah ama mirin? Neexxtttt

  2. Haaaaaa…..!!!!!!!😭😭😭😭
    Sehun ga boleh jadian sama yerin. Mirin ga boleh jadian juga sama luhann ga boleh pokonya😭
    Sehun cuma punya mirin dan mirin cuma punya sehun titik.!
    Yerin sama luhan cuma boleh jadi pemanas cerita inih. Yah hanya pemanas biar ff nya tambah greget

  3. Yahhh gk ada ftonya luhan lg acak2 rmbtnya cwek ya?? Pingin liat wjh imutnya gmana.
    Ya udadeh istirahat aja ngapain jga mikiri sehun yg udh gk peduli ama dia

  4. Di awal rada nyesek juga tau kenyataan sehun-yerin. Dan diakhiri dengan manis oleh mirin-luhan. Suka banget yaampuuuunnnnn! Dan menurut aku dengan chapter yg panjangnya segini pas kookkk hehehe. Dan alurnya pun jelas.
    Ditunggu chapter selanjutnyaaahhh keyo-ssi. Semangaatttttt!!
    -XOXO-

  5. Heuum sesuai dugaan hahahahaha vangke emg
    Yahahahaha mau ketawa evil dulu laah
    Sehun-mirin shipper don’t worry be happy aja
    Ini hanya proses dari takdir yg melilit keduanya hahaha jangan lupain ramalannya yaa krn ini cerita jadi percaya ramalan nggk apa” kan demi kelangsungan ceritanya hahahahahahahahahahahaha

    1. /ikutan ketawa evil
      HAHAHA… daripada percaya ramalan mending percaya pada cintanya yang disebrang sana /tamparsaya
      aduh aku jadi ngakak sendiri hahaha
      thanks ya ^^

  6. Chap 4 nya udah keluar,
    Sehun Kamu tegaaaa,thor kenapa pendek ceritanya,gak Papa deh,Ditunggu Next Chapternya 🙂

  7. Ah aq luhan mirin shipper jadinyaaa.. 🙂
    Ntar endingnya siapa ama siapa nih jadinya???
    Aku serahkan pada Keyoo sang writer 🙂 🙂
    Next yaaa 🙂

  8. Lulu pigi aja, Yerin menghilang aja, Sehun-Mirin balikkan cepet 😭 kok jadi sdih gini sih? 😂 Kak pliss balikin lulu ke kampungnya 😂

  9. Jiahhh… mirinn.. awass yahh kalo kamu sampe berpaling ke luhan.. hikss.. hikss.
    Sedih banget.
    Sehun kenapa sih… kalo masih suka bilang aja.. kalo masih cinta bilang aja.. malah jadi manfaatin cewe’ lain biar bisa move on..
    Ahh sebell.. bagus kakk.. konfliknya bikin greget..
    Aku tunggu next chapter..
    Semangat

  10. Ya aku sendiri Sehun-Mirin Shipper, tapi kan Sehun “lagi jahat” , yaudah ngeship Luhan-Mirin aja dulu :v
    Ditunggu chapter 5 nya!!!

  11. kyaaaaaa
    sehun , kau memang benar benar !!
    okeh, beralih ke luhan
    untung ada luhan, jadi mirin gak kelarut sama yang namanya galau
    karna galau itu gak enak /eaaakk/
    luhan bantuin mirin, kalo mirin jdi suka sama luhan gimana, kan luhan cuma sebentar, terus balik lagi ke china.. kyaaaa… bakalan galau lagih dong
    dan kalau kebalikannya, luhan yang suka sama mirin, sehun mulai beraksi lagi sama mirin.. waduhhh pertengkaran sehun dan luhannn, tidak terbayangkan
    kyaaa, mirinnnn, sehun, luhan bakalan sakit hati kalau gituhh
    tapi, bakalan seru.. wkwkwk
    next ya kak^^
    fighting^^

  12. Ehhh ko rasanya pinginn gebukin wajah sehun yahh?? :3 kesel sumpah sama sehunn u,u btw, gue senyum” liat luhan sama mirin 😂😂 udah dehh gue ngeshiperin mereka aja 😁😁 next kaa and faighting^^

    1. gatau kenapa Sehun bisa jahat TT Sehun anak siapa sih.. Sehun pacar siapa sih ? /gapenting
      biar takdiryang menentukan jodoh Sehun/?
      Makasih udah baca 🙂

  13. ihh sumpah aku geregetan banget sama sehun-mirin, kalo mrk masih saling cinta knp gak balikan lagi cobaa,, ihh gemesss bangett

  14. Sehuuuuuunnnn sumpah pen gua bejek bejek tu bocah. Astaga kalo lihan bikin melt gini lama lama ngeship mirin-luhan?😂😂😂
    Oke oke sumpah ini penasaran greeget bleh bleh bleh pokoknyaaaaaa terud
    S semangat ya keyoo💕💕💕💕💕
    Minal aidin wal faidzin jugaaa💕💕💕💕

  15. kok sehun jahat banget sih, sengaja bohongin mirin terus manfaatin yerin, hmm
    tapi kayaknya luhan mirin juga cocok sih, hihi

  16. wah Hun kamu jahat sumpah😭😭😭 sakit tahu hun😭😭😭Ini ngingetin aku sama mantan gebetan kak….
    Bisa bisanya kau jadikan Yerin sebagai alat…
    Ya udah lah Mirin istirahat aja deh dari Sehun

  17. Widih udh ada penggantinya aja setelah putus, sehun jahat bgt ya lu, bikin anak org mewek 😂 untung ada luhan yg baik .. wkwk

    Next!!

  18. Aahh luhan lucuu tingkahnya bikin gemesin wkwk
    Jadi ceritanya sehun itu masih syg bgt ama mirin cuma karna uda ga samasama lagi bikin dia nahan diri buat ga ngedekatin mirin huu padahal kan kenyataannya mereka masih saling suka duh kasian yeri cuma jadi pelampiasan huhu.. ditunggu ya kak kelanjutannya ^^
    Fightingg!!

  19. Kata-kata luhan itu lohhh, semangat nonton sinetron ramadhannya kak kali aja dapet inspirasi wkwk oke aku tunggu lanjutannya keep writing and fighting yooo 😉

  20. Aku mau jadi mirin-sehun shipper😃😃
    And luhan baik bnget yah.. Bru ktemu aja udah ramah😄😄

    Duh itu sehun maunya apa dah??cinta ama mirin tpi mlah kembali ke Yeri..
    Cpetan ambil mirin hun!! Keburu dilahap Luhan entar😂😂 hihihi

    Lanjut keyoo!!!
    Fighting

    1. Keyoo!! Ampe lupa mau ngomong..
      Poster bagus dah!! Hihihihi
      Super bagus!! Keren!! Luhan nya kyak kliatan gmba gtu😆😆

    2. Boleh boleh… daftar ke Luhan nya langsung ya /?
      Maunya kamu :3
      okayy.. kucoba update secepatnya ^^
      Duhh malu posternya di komen wkwwk
      aku masih pemula bikin gituan /shy
      tapi makasih ya OWL
      XOXO ❤

Tinggalkan Balasan ke anisa Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s