[EXOFFI FREELANCE] Stumble Upon (Chapter 3)

image

Title : Stumble Upon Chapter 3
Author : Galaxy Fan (@SalzaaFernindaa)
Length : Chaptered
Genre : Romance , Gaje
Rating : PG – 17
Main Cast : Kris, Sowon (OC))
Disclaimer : JUENG!!! Idihh lagi ngapain hayo? Baca FF yak? Mmm, nih aku punya cerita lama yang aku pendam berbulan-bulan didalem disk laptop tapi belum kepublis sama sekali. Aku dulu suka sama Kris oppa, eh malah hengkang T_T. tapi tak apa lah. Start now!!!

Meskipun menunggu bukan hal yang mudah,tapi disini seseorang menunggu dengan tulus karena dia yakin impiannya akan terwujud dan tujuannya akan tercapai sebentar lagi.Seberapa lamakah dia harus menunggu?
Setelah menunggu beberapa menit, dua gelas soda, dua mangkuk nasi, soup seafood , dan makchang yang siap dipanggang datang. Kris yang tidak sabar ingin memakan makchangnya buru-buru memotong makchang dengan gunting dan membakarnya diatas panggangan. Dia ingat ketika shooting bersama Tao, Sehun, Chanyeol, dan Baekhyun ditempat ini dan dimeja yang sama pada acara EXO Showtime. Sowon tidak terlalu suka makanan china, jadi dia hanya makan soup seafood yang masih panas.
“Setelah ini kau mau kemana?” Kris bertanya dengan yeoja yang ada dihadapannya sambil memakan makchannya.
“Nega? Pulang.” Menjawab dengan santai.
“Wae? Ini masih sore, kenapa kita tidak…” Kris menghentikan perkataannya.
“Tidak apa? Oppa mau kemana lagi? “ Sowon sedikit melirik Kris dan melanjutkan makan soup seafoodnya.
“Sebenarnya aku tidak memaksamu untuk ikut denganku.. hanya saja aku butuh teman..” Kris menatap Sowon dengan tatapan cold stylenya.
“Kajja…”

Chapter 3
Sore diSeoule memang sangat indah dan menyenangkan. Banyak pasangan yang pada sore hari melepas canda tawa mereka. Sowon dan Kris juga begitu. Meskipun hubungan mereka hanyalah sebatas idola dan fans, tetapi semakin sering mereka bertemu sejak itulah hati tidak bisa berbohong. Mereka duduk direrumputan taman. Meskipun banyak orang, Kris dan Sowon tidak canggung sama sekali untuk saling menatap dan sesekali tersenyum.
“Apa yang oppa lihat?” Sowon melihat arah depan yang sesekali melirik Kris yang sejak dari tadi melihatnya.
“Ani.. hanya saja kau berbeda saat pertamakali bertemu denganku.. kau mengikutiku dan sampai-sampai mengikutiku sampai rumah. Tapi sekarang, kau seperti tidak peduli lagi dengan itu..”
“Apa oppa ingin aku seperti itu?” Menatap Kris.
“Bukan begitu.. hanya saja kau sangat berbeda..”
“Aku memang seperti ini, tidak ada yang berubah sedikitpun. Kau hanya melihatku dari kelakuan luarku saja, tapi kau tidak tahu sifatku yang sebenarnya. Jika aku menyukai sesuatu aku akan berusaha untuk hal itu apapun yang terjadi, tapi jika aku sudah bosan dengan sesuatu, maka aku akan berusaha membuangnya jauh-jauh..”
“Memangnya apa yang tidak kau sukai?” Kris bertanya serius.
“Sesuatu yang tidak bisa menghargai usahaku, atau sesuatu yang tidak akan pernah bisa aku dapatkan.. itu membuatku bosan dan putus asa, oleh karena itu aku ingin membuangnya jauh-jauh dari hidupku.” Sowon menatap Kris yang sejak dari tadi hanya diam mendengarkan Sowon bicara. Kris memikirkan sesuatu tentang apa yang dibicarakan Sowon barusan. Sepertinya dia mengerti apa maksud perkataan yeoja itu.
“Oppa, ini sudah malam.. aku akan pulang sendiri.. gumawo.” Sowon beranjak dari tempat dimana dia duduk dan meninggalkan Kris. Baru beberapa langkah Sowon berjalan, Kris menarik tangannya dan membuat langkahnya terhenti.
“Apa yang barusan kau katakan? Bosan? Maksudmu aku tidak merespon semua yang kau lakukan untukku? Lalu apa artinya aku mengajakmu makan bersamaku dan menemaniku sekarang ini? Kau pikir ini hanya tentang balas budi? Lalu apa arti seorang Kris dimatamu?” Kris perlahan melepaskan tangan Sowon.
“Oppa hanya bias yang aku kagumi selama ini, tidak akan bisa lebih dari itu. Kurasa otakku mulai gila karena mengharapkanmu.” Sowon kembali melangkah pergi dan untuk kedua kalinya langkahnya terhenti lagi karena kata-kata yang keluar dari mulut Kris.
“Bagaimana jika aku ingin kau tetap menemaniku? Aku butuh teman disini. Seorang turis akan tersesat dinegara asing. Apa kau akan tetap bosan?” Kris sedikit berteriak dan berhasil membuat Sowon menghentikan langkahnya. Kris mendekati Sowon dan membalikkan badannya untuk memeluknya sejenak.
“Jangan pernah bosan denganku..” Kris memeluk yeoja itu dengan memejamkan matanya untuk merasakan hangatnya tubuhnya. Sowon yang terkejut, perlahan juga ikut memeluk Kris.
Sebenarnya, mengungkapkan perasaan kepada seseorang bukanlah style Kris. Image yang selama ini orang ketahui tentang dirinya hanyalah Kris yang cold dan jaim. Tapi apa boleh buat, hati tidak bisa berbohong. Sowon menyandarkan kepalanya dipundak Kris dengan memejamkan kedua matanya. Yeoja itu tampak cantik ketika memejamkan matanya. Kris membelai rambut panjang Sowon dan membuat Sowon benar-benar tertidur.
“Sowon-ah.. apa kau tidur?” Kris sedikit menggoyangkan badan Sowon. Tapi yeoja itu tidak merespon.
Kris menggendong Sowon kedalam mobilnya. Yeoja itu tampak kelelahan. Kris membawa Sowon kerumahnya, karena Kris tidak tahu passwoard apartemen Sowon. Dia meletakkan Sowon dikamar tamu dan menyelimuti yeoja itu dengan selimut tebal yang hangat. Tidak sengaja Kris menjatuhkan tas milik Sowon dan membuat setumpuk kertas berisi pekerjaan Sowon keluar dari tas.
“Lee Sowon? Pasti kau sangat bosan mengerjakan semua ini? Benarkan? “ Kris merapikan setumpuk pekerjaan Sowon dan memasukkannya kembali kedalam tas.
“Jaljayo Lee Sowon.” Kris keluar dari kamar itu dan menutup pintu perlahan.
Pagi hari yang cerah, Kris sudah menyiapkan sarapan untuk Sowon. Dua telur mata sapi setengah matang, roti panggang, salat sayuran, dan susu sudah tertata rapi diatas meja makan. Sowon masih tertidur pulas karena kelelahan. Kris membangunkan Sowon dengan hati-hati agar yeoja itu tidak terkejut.
“Sowon-ah.. Lee Sowon, iroena palli..” Menarik selimut dan Sowon terbangun dari tidur pulasnya.
“Kenapa oppa membangunkanku sepagi ini?” Melihat Kris dengan matanya yang masih terlihat mengantuk.
“Ini sudah siang… cepat mandi. Aku akan menunggumu dimeja makan.” Kris melempar handuk dan segera pergi.
Setelah mandi, Sowon menyusul Kris dimeja makan dan sarapan bersama. Kris memandang Sowon dengan gelisah. Semalam Kris mendapat panggilan dari managernya. Ternyata besok Kris harus pulang ke China untuk menandatangani kontrak dan shooting selama beberapa bulan.
“Sowon-ah.. ada yang ingin kukatakan padamu..”
“Wae?” Berhenti makan dan focus kepada Kris.
“Besok aku harus kembali ke China untuk beberapa urusan, dan mungkin aku akan ke Korea beberapa bulan lagi..” Kris menggenggam tangan Sowon. Yeoja itu hanya terdiam setelah mendengarkan Kris.
“Sowon-ah.. uljima…” Kris mendekati Sowon dan memeluk yeoja itu.
“Aku tidak akan lama.. aku akan kembali dan menemuimu..jebal..uljima..” Kris memeluk Sowon semakin erat.
“Oppa… apa kau akan melupakanku? Jangan membuatku menunggu terlalu lama, atau nanti aku akan bosan karena lelah menunggumu..”
“Apa yang kau katakana barusan? Itu tidak akan terjadi. Dengarkan aku, Krismu ini akan kembali.. tunggulah aku…”
Kris pergi kebandara tanpa Sowon, karena pagi ini Sowon ada kelas pagi di Inha. Kris hanya bisa berpamitan lewat telepon saja. Meski begitu, Sowon sudah merasa tenang. Beberapa jam kemudian pesawat yang ditumpangi Kris landing. Kris kembali ke China dengan selamat dan langsung menemui managernya untuk membahas kontraknya.
“Bagaimana? Kau setuju?” Manager menyodorkan bolpoin kepada Kris.
“Tapi.. apa ini tidak terlalu berlebihan? Ini bisa menjadi sorotan media..”
“Justru itu.. Jimin AOA sudah setuju dengan settingan ini.. ini hanya untuk menunjang karir saja Kris.. Korea adalah salah satu penunjang karirmu nanti.. ini kesempatan..” Manager terus-menerus membujuk Kris dan akhirnya Kris setuju dengan kontraknya.
Dua bulan Kris dan Jimin menjalani shooting diChina. Mereka begitu terlihat dekat dan seperti taka da jarak. Media yang selalu mengabadikan gambar setiap mereka beraktifitas, tak jaran Sowon selalu menahan diri untuk menunggu Kris. Sowon selalu mendengar desas desus bahwa Jimin AOA dan Kris telah menjalin hubungan. Sowon yang mendengar kabar itu hanya bisa menahan tangis dan berusaha melupakan semua yang terjadi. Didalam kabar menjelaskan Jimin dan Kris akan melakukan shooting diKorea sekaligus jumpa pers untuk mengkonfirmasi hubungan antara Kris dan Jimin AOA.
Setelah selesai diChina, Jimin dan Kris pergi ke Korea dan langsung disambut oleh sorotan media dan fans AOA. Kris merasa tidak nyaman dengan Jimin yang selalu menggandeng tangan Kris. Memang ini hanya settingan belakang dan Kris harus prfesional , tapi entah apa yang akan Kris jelasakan nati pada Sowon saat mereka bertemu nanti.
“Kris.. kau kenapa?” Jimin melihat namja yang ada disebelahnya sambil berjalan menuju mobil yang sudah menunggu dibandara.
“Bisahkah kau melepas tanganku? Aku merasa tidak nyaman.”
.
.
.
~TBC~

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Stumble Upon (Chapter 3)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s