[EXOFFI FREELANCE] Crying

Crying

Park Jihyo (OC) and Oh Sehun (EXO)

Fluff, Romantic, School Life, Friendship | PG:16

Ficlet

Desclaimer: Ff ini dari pemikiran asli otak sendiri, typo tercecer dimana-mana, jika ada kesamaan dalam alur, tokoh, kata, dan lain-lain mohon maafnya karena hal itu tidak sengaja. Sekali lagi, ini benar-benar hasil payah sendiri!.

Annonwoo presents a fanfiction

CRYING

©2016

.

.

.

“Lihat, kau tidak menangis lagi.”

.

.

.

::::::::::

Jihyo tertawa miris.

Ia sadar betul Chanyeol bukanlah satu-satunya pemuda yang hidup di dunia ini. Banyak di luar sana lelaki sejati yang lebih baik daripada pemuda itu. Terang saja dia juga sudah muak dengan pongah kutubnya sang lelaki, maka ia berucap ‘Oke, aku juga setuju. Ini sudah tak semanis yang dulu’ ya… seperti itu, tapi… apa boleh Jihyo jujur? Sebenarnya Ia sedikit munafik. Menjalin hubungan selama setengah tahun kemudian putus bisa merasakan sakit hati bukan? Tidak memungkiri kalau dia akan bersedih juga bukan?.

Seperti sekarang, dirinya benar-benar dibuat berantakan dengan satu kalimatnya, harus menelan pahit-pahit kenyataan yang di buat pemuda itu. Dengan bodohnya air terkutuk melenggang turun dari pelupuk, dadanya sudah pengap, urat leher dan rahangnya sudah pegal menahan tangis, tapi ia ingin menangis terus-menerus alih-alih sadar jika menangis karena seorang lelaki adalah salah! Sangat memalukan lagi. Tetapi memang tak bisa di pungkiri sih, jika sudah putus hubungan akan ada waktunya drama menangis (walau tidak semua orang seperti itu) apalagi dengan Jihyo, dia sangat lemah kalau dalam masalah perasaan.

Jujur saja doa-doa yang sudah di rapalnya pun sama sekali tidak ada khasiatnya. Jadi, demi kebaikan diri sendiri Jihyo berusaha menangis sepuas-puasnya tidak peduli dengan suaranya yang setengah jadi serak, tidak peduli matanya yang akan membengkak, juga tidak peduli dengan seseorang yang tiduran_pada bangku taman atap sekolah_di belakangnya. Benar, Jihyo tidak sendirian. Dan tanpa harus Jihyo putar kepala pun ia tahu siapa sosok di belakangnya sekarang. Siapa lagi kalau bukan pemuda bermarga Oh yang pedulinya terlalu kentara tapi tak ingin mengaku.

“Ck, berisik sekali!” Pemuda Oh itu berusaha mengalihkan atensi gadis di depannya dengan cara omong kasar. Namun tetap saja gadis itu tak kunjung menoleh, dia lebih memilih meneruskan isakannya yang tak ada ujung.

Sejemang kemudian gadis Park itu membuka suara di sela-sela isakan.  Padahal ia berjanji akan mengacuhkan apapun, tapi ia melakukannya juga sih.

“Hei, Apa kau tuli? Kubilang jangan mengikutiku!”

Seperkian sekon pun kelopak mata milik Oh Sehun terbuka lebar, dirinya antusias saat Jihyo sudah mulai bersuara. Namun ia kembali menutupnya, menghalau iris miliknya agar tidak terkena paparan matahari yang silau. Karena itu sangat sakit.

“Bukankah kau sudah paham?”

Ah, Jihyo ingat. Seperti  yang Sehun bilang, Jangan aneh dengan kebiasaan Oh Sehun kalau di hari sabtu jam pelajaran pertama maka dia akan selalu membolos. Entahlah, pemuda Oh itu punya alasan tersendiri, ia tidak ingin bagi jawaban walau pada Park Jihyo seorang pun.

“Terserah kau!”

Sedetik kemudian Sehun menyesal telah membuat gadis Park itu acuh kembali. Ah, seharusnya dia lebih memilih kata-kata yang topiknya bercabang-cabang, buat gadis itu tak terisak lagi. Sehun pun mulai berfikir, mencari cara lain agar sang gadis menoleh dari atensinya_jangan menoleh deh, mendengar suaranya pun Sehun sudah sangat bersyukur.

“Disini panas…”

Tak ada tanggapan.

“Tamannya bagus…”

Masih sama.

“Oh, aku tak tahu ada burung bersarang disini…”

“Coba kau hirup dalam-dalam, udara di sini sangat segar…”

“Guru Park belum kesini? Pantas kita belum ketahuan membolos…”

Huh!

Sehun menyerah! Otaknya sudah buntu!. Apalagi kali ini? Bagaimana cara mengambil alih perhatian seorang Jihyo?. Kendati walau dirinya sudah menyerah, irisnya masih tetap mengekori presensi dihadapannya.  Lalu berikutnya…

“Lihat ada bintang jatuh!”

“Kau bodoh atau apa?”

Yes berhasil!. Sehun tersenyum. Walau di tanggapi dengan ucapan tak enak pun Sehun merasa bahagia. Gadis itu masih melanjutkan ucapannya.

“Mana ada bintang jatuh di siang bolong!?” Telak gadis itu. Sehun pun hanya bisa menahan tawa.

“Permisi Nona… sekedar menjawab. Bukan kah yang bodoh disini adalah Nona sendiri?”

Sangat tidak membantu Oh Sehun!. Malah sekarang Jihyo berbalik dengan mata menajam, tentu dirinya agak tersinggung. Dia ingin membantu atau apa sih? Pikir Jihyo. Yeah, seperti biasa… pemuda Oh itu selalu menyebalkan memang. Tapi kali ini Jihyo sedang tak nafsu untuk berteriak marah dan meladeninya.

Jihyo sudah berbalik lagi, ia tak peduli akan pertanyaan Sehun barusan. Tapi tangisnya sedikit mereda, omong-omong.

“Kau bodoh Jihyo! pantas saja lelaki itu meminta putus…”

Sehun menghela nafas.

Benar-benar tak ada tanggapan secuil pun. Apa ia harus meluruhkan pertahanannya untuk lebih kentara lagi agar Jihyo tahu kalau ia sangat khawatir padanya.

“Iya, seharusnya kau blak-blak’an saja bicaranya!.”

Eh?

Bak cenayang di pagi hari, Mungkin Jihyo terlampau jengah karena menghadapi Sehun yang peduli tapi tak ingin ketahuan. Jadi, sekarang dia bisa menebaknya, begitu?. Walau Sehun masih di posisi terlentang dengan kedua tangan dilipat sebagai bantalan, ekor matanya masih bisa menangkap gadis dihadapannya tengah menghirup udara pagi dalam-dalam, lalu sekon berikutnya ia hempaskan.

“Hei…Kau seharusnya mengelus punggungku, atau meminjamkan bahumu, atau mengusap air mata di pipiku, atau setidaknya memberi sehelai sapu tangan milik mu!. Yah…begitupun akan ku terima. Dengan senang hati pula. Dasar Sehun bodoh!”

Sehun jatuh terjerebam ke dalam larva. Bak dihantam baku oleh petinju. Bagai di banting pesumo. Perumpaan yang bodoh kalau di sangkut pautkan dengan perasaan Sehun sekarang, karena hati Oh Sehun kan terbuat dari batu, Itu yang ada di pikiran Jihyo sekarang. Namun tidak dengan Sehun, dia merasakannya kok. Sebegitu kah patah hatinya seorang Jihyo? Sebegitu kah keinginan yang melekat di pikirannya saat ini?. Beberapa pertanyaan lain muncul di benak Oh Sehun. Dia sedikit sadar, maksudnya. Benar kata gadis itu, seharusnya ia lebih perhatian lagi. Tidak selalu menjunjung tinggi gengsinya. Atau setidaknya mungkin ia bisa menunjukan beberapa kepedulian pada sahabat nya ini, dengan baik tentunya. Tidak selamanya ia harus gengsi untuk sahabatnya, bukan?

“Benar katamu, aku gadis bodoh, cengeng, bertubuh pendek, bermata bola, berwajah le_”

“Hei…Hei…” Sehun bangkit dari tidurnya, merasa protes kalau Jihyo berucap seperti tadi. Lalu menarik lengan Jihyo agar menghadap dirinya.

“…aku tidak bilang begitu, aku cuman bilang kau bodoh saja…” di usapnya air mata Jihyo dengan pelan, lalu sedikit menepuk-nepuk pipi mulusnya “…kau tidak seperti itu, kau cantik kok

Jihyo mendecih sekaligus tertawa geli melihat tingkah sahabatnya. Ada saatnya pemuda Oh serius, dengan alis menaut juga kulit dahi mengerut, Khasnya.

“Kau harus tanggung jawab Oh Sehun, aku terharu.” Sejemang kemudian dahi pemuda itu bertambah mengerut-ngerut. Memangnya kenapa kalau gadis dihadapannya terharu?.

“Kau tidak tahu?” Jihyo menatapnya jengah.

“Kalau aku terharu pasti aku akan menangis terisak, tahu!?” Dua sekon kemudian Air mata Jihyo mengalir kembali dari balik mata kecilnyanya. Sehun cepat-cepat mengusapnya sedikit kasar, tak rela untuk jatuh kebawah walaupun sedikit. Air mukanya menapakan bahwa ia sangat terkejut.

“Aku benar-benar tak tahu, loh!”

“Kau sahabat macam apa?”

“Berarti benar katamu, kalau kau memang cengeng.”

“Dasar bodoh!…” Tanggap nya seraya memukul pelan lengan pemuda Oh yang telah beralih memegang pagar besi di belakang Jihyo . Sehun hanya bisa tertawa ria mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari sang gadis.

“…Hei, aku tak tahu cara menghentikan tangisan ini.” Ucapnya dalam sesegukan. “Biasanya aku harus meminum latte kalau ingin berhenti. Tapi itu ada di bawah sana.” Imbuh Jihyo.

“Bagaimana Sehun…?” Yang ditanya hanya memandang gadis Park tanpa kedip. Mungkin dia juga pusing. Jadi artinya sang gadis harus merelakan kakinya yang kram_karena puluhan menit ia harus menangis tanpa duduk_untuk melewati tangga agar sampai kantin.

“Minggir hun! aku ingin kebawah.” Kalian tahu, kali ini Sehun belum juga menyingkirkan tangannya dari besi pagar di belakang Jihyo(artinya Jihyo sedang terkunci di antara lengan besar itu)jadi ketika dirinya hendak menyingkirkan tangan besar itu, butuh tenaga kuat untuk melepaskannya karena sedari tadi tangan Sehun belum juga menyingkir.

“Hei aku tidak bisa keluar kalau begini, jangan main-main Oh Sehun!” Kali ini Jihyo mungkin sudah naik pitam karena Sehun membalasnya dengan senyuman bodoh. Ada apa dengan orang ini? Pikir Jihyo.

Tiba-tiba mata gadis tersebut membelalak dengan seiringnya jarak di antara wajah mereka menipis. Lalu sepertiga sekon kemudian pemuda itu sudah mengecup bibir Pink milik Jihyo dengan cepat. Jihyo jadi bungkam olehnya. Tangan besar itu sudah lepas dari besi pagar selagi menunggu beberapa jeda untuk pembuktiannya.

“Kurasa hal ini sangat ampuh.” Sehun membuka suara. Sedangkan Jihyo kembali pada alam bawah sadarnya. “A-apa?”

“Lihat, kau tidak menangis lagi.”

“…..”

“….Sebentar…tapi kau masih sesegukan, apa ciumannya harus ku perdalam?”

.

.

.

.

.

.

“YAKK DASAR OTAK MESUM, MATI SAJA KAU OH SEHUN…!!!”

 

|Fin…

 

Annonwoo’notes

Hai..hai… sebelumnya mau bilang, dulu username Aku adalah Nano 2 tapi akhirnya aku ganti menjadi ‘Annonwoo’. Karya aku yang menggunakan nama Nano 2 hanya ‘Drink’ dan ‘Give Love (2)’ saja, maklum author baru disini… #gak,nanya woy!. Tapi terimakasih yaa para reader udah sempet baca ff absurd ini kkkk ^^ See you next time…

Mohon tinggalkan jejaknya yaa… ^^

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Crying”

  1. Ahh Sehunn sweet banget.
    Pengen deh di buat berhenti nangisnya kayak Jihyo /apaini:3\.
    Kereen, di tunggu cerita selanjutnya ya :):)

  2. Hahaha asyik kali ya kalo punya sahabat kaya Sehun 😄 oke kutunggu ff selanjutnya keep writing and fighting 😊😉🙌

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s