[EXOFFI FREELANCE] Ebenbild (Chapter 3)

PicsArt_06-25-11.03.20.jpg

Title : Ebenbild

Author :ย  shellytriu

Length : Chaptered

Genre : Mystery, School life, romance

Rating : PG

Main cast :

Kim Jongin as Kai

Park Eun Bi as Park He Ra

Park Bo Young as Oh Ri Jin

Kim Jong Dae as Chen

Park Chanyeol as Chanyeol

 

Additional cast:

Byun Baekhyun as Baekhyun

Oh Sehun as Sehun

Do Kyung Soo as Kyung Soo/D.O

Park Jiyeon as Jiyeon

 

Disclaimer : cerita biasa, fiktif belaka namun asli dari pemikiran dan imajinasi yang berkembang dari diri saya sendiri. Selamat membaca ๐Ÿ˜Š jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar.

 

.

.

Selepas keluar dari ruang perpustakaan, Ri Jin melempar lengan Chanyeol menjauh dari bahunya. Lagi-lagi Ri Jin merasa kesal dengan tingkah Chanyeol yang seenak jidatnya. Beberapa jam yang lalu namja itu membekap mulutnya, sekarang merangkulnya. Mau apa dia sebenarnya dengan Ri Jin.

“Jadi, di mana aku harus menemui Kim saem?” tanya Ri Jin tanpa basa basi.

Chanyeol menghela nafasnya kasar seraya melempar wajahnya ke arah lain lalu kembali menatap Ri Jin dengan tatapan dingin seperti biasa. Selang beberapa detik, Chanyeol membalikkan badannya kemudian melengos pergi tanpa menjawab pertanyaan Ri Jin.

Yak!”ย  teriak Ri Jin

Chanyeol tidak menoleh, ia terus melangkah menjauh sambil melambaikan tangannya pada Ri Jin. Ri Jin mengacak-acak rambutnya frustasi, bagaimana bisa di hari pertama di sekolah barunya ia bertemu dengan namja menyebalkan seperti Chanyeol? Ri Jin membalikkan badannya, ia lihat seonsaengnim dengan map di tangannya berjalan menuju pintu masuk ruang perpustakaan. Ri Jin lebih memfokuskan pandangannya pada objek yang ia lihat saat ini, bukan kah itu guru yang mengurus surat-menyurat pindah milik Ri Jin?

“Kim Ssaem?” ucap Ri Jin ragu-ragu

Seonsaengnim”ย  panggil Ri Jin dari jarak sekian meter.

Ri Jin berlari kecil menghampiri namja paruh baya itu. Wajahnya tersenyum ketika tebakannya ternyata benar. Dia adalah Kim Ssaem yang menjadi penanggung jawab kesiswaan di sekolah ini.

“Ada apa, Oh Ri Jin?” Tanya Kim Ssaem seraya membenarkan posisi kacamatanya yang kedodoran.

Ada apa?” gumam Ri Jin heran, bukankah Chanyeol bilang Kim Ssaem memanggilnya?

“Chanyeol bilang Anda memanggil saya, benar?” tanya Ri Jin

Kim Ssaem meluruskan tubuhnya menghadap Ri Jin sepenuhnya. Sebelah tangannya memegang salah satu sudut kaca matanya lalu ia diam menatap dasar lantai sekolah.

“Bagaimana ya, Oh Ri Jin saya menjelaskan.” tangan Mr. Kim kini beralih berkacak dipinggangnya seraya menatap Ri Jin lurus.

Ri Jin termangu menyaksikan wajah Mr. Kim dengan seburat keseriusan di sana.

“Pertama aku tidak memanggilmu.โ€ Ucap Mr. Kim memecahkan keheningan.

โ€œKedua Chanyeol berbohong padamuโ€ lanjutnya

โ€œAigo, anak itu kapan dia tumbuh dewasa? Di sangat pandai menjahili orang lain.” ucap Mr. Kim lagi, nada bicaranya berubah menjadi santai, kelihatan bahwa Mr. Kim dengan Chanyeol sudah akrab.

Oh, aku harus menyampaikan ini.” tutur Mr. Kim seraya mengancakkan beberapa tumpukan map di tangan kanannya.

Mr. Kim berangsur pergi meninggalkan Ri Jin, tapi sebelum ia menghilang dari balik pintu, Mr. Kim lagi-lagi berucap pada Ri Jin yang bergeming di depan pintu perpustakaan.

Geunde, sebenarnya Chanyeol adalah orang yang sangat baik dan penuh perhatian. Semoga kau beruntung Oh Ri Jin” Kata Mr. Kim lalu mengedipkan sebelah matanya, kemudian sosoknya kini hilang di balik pintu.

Wajah Ri Jin memerah karna amarahnya kini sudah memuncak. Kedua tangan Ri Jin ia kepalkan kuat-kuat, bahkan urat-urat di punggung tangannya sedikit menonjol. Ri Jin melangkahkan kakinya lebar-lebar menuju arah Chanyeol pergi, tepatnya mengarah pada kafetaria. Sesampainya di perbatasan antara koridor dan kafetaria, Ri Jin bisa melihat Chanyeol sedang memasukkan beberapa koin pada Vending machine, Ri Jin berhenti sejenak, ia memandang geram pada Chanyeol yang sedang membuka pop tab kaleng minuman yang barusan ia ambil dari mesin minuman itu. Ri Jin lalu bergegas dan mempercepat langkahnya supaya cepat sampai pada Chanyeol sebelum ia menyadari kedatangan Ri Jin. Sesampainya tepat di belakang Chanyeol, dengan kepalan tangan kanan Ri Jin, ia memukul keras pada punggung Chanyeol ketika ia sedang asik menyeruput minuman kalengnya. Chanyeol tersedak ketika punggungnya tiba-tiba dipukul cukup keras. Namja itu terbatuk-batuk, ia memegangi idungnya yang terasa pedih, faktanya bahwa minuman Chanyeol yang ia teguk masuk melalui tenggorokan, bukan kerongkongannya. Chanyeol berbalik dan mendapati wajah Ri Jin yang penuh amarah. Kening Chanyeol yang semula mengkerut kini berangsur mengencang kembali, ia tau betul apa yang membuat Ri Jin gusar seperti ini. Belum sempat Chanyeol berucap sepatah kata, Ri Jin lagi dan lagi memukuli Chanyeol. Terdengar suara Chanyeol merintih kesakitan, ketika Ri Jin sudah puas ia lalu bergegas pergi meninggalkan Chanyeol yang sedang mengelus-elus tubuhnya yang barusan dipukuli Ri Jin. Chanyeol termangu, ia tidak berpikir bila Ri Jin sampai memukulnya berkali-kali dan sekeras ini, dia pikir Ri Jin akan sekedar mengomel saja.

Ri Jin sudah melengos menjauhi kafetaria, beberapa detik kemudian Ri Jin sadar, amarahnya sudah sedikit mereda, emosinya sudah bisa dikendalikan, Ri Jin meratapi kedua tangannya yang baru saja meninju teman sekolahnya, bukan, mereka bahkan belum berteman. Mata Ri Jin merekah ketika dilihatnya Chanyeol berlari mengejar dirinya, Ri Jin tak punya pilihan lain selain berlari menghindar dari namja itu.

Yak!ย  Oh Ri Jin-ssi!”ย  teriak Chanyeol seraya terus berlari.

Ri Jin belum begitu mengenal seluk beluk dari sekolah barunya ini, Ri Jin tak tau arah lain selain berlari menuju jalan yang tadi ia telusuri, perpustakaan. Pikiran Ri Jin melayang, seburat ide muncul dari otaknya, ia lebih baik berlari ke perpustakaan dan berlindung pada Kim Ssaem, bukankah itu cukup? Ketika Ri Jin hampir sampai ke perpustakaan, tepat satu langkah jarak antara Ri Jin dengan pintu, seseorang dengan terburu-buru keluar dari balik pintu perpustakaan. Ri Jin tidak bisa mengendalikan dirinya supaya cepat berhenti, Ri Jin tau kalau dia akan menabrak seseorang namja yang ada di depannya itu namun ia pasrah, pasrah apabila ia jatuh akan tersungkur. Tubuhnya membentur tubuh namja itu, lalu Ri Jin merasakan lengannya dicengkram, Ri Jin tidak jatuh, dia masih berdiri meskipun sedikit terhuyung-huyung. Ri Jin menoleh ke belakang, Chanyeol masih setia berlari mengejarnya, cepat-cepat Ri Jin bersembunyi di balik punggung namja yang belum ia ketahui siapa.

Chanyeol berhenti di depan namja itu, ia bedercak dan berkacak pinggang di depannya.

Yak, keluarlah sebelum aku menyeretmu keluar.” ancam Chanyeol pada Ri Jin

Kai lagi?” batin Chanyeol ketika bayangan Kai tepat jatuh di retina matanya.

Ri Jin tak bergerak, suasana hening sesaat. Chanyeol kemudian beralih menatap Kai.

“Kai” Sahut Chanyeol

Ri Jin termangu, apa yang baru saja Chanyeol katakan adalah Kai. Namja itu ternyata Kai, pupil Ri Jin tiba-tiba melebar.

“Aku jadi penasaran…” lanjut Chanyeol, ia memasukkan tangan kanannya kedalam saku celananya, lalu melanjutkkan lagi ucapannya.

“Kau danย  Ri Jin… sebelumnya, apa kalian sudah saling kenal?” pertanyaan itu sudah sempurna dilontarkan Chanyeol pada Kai.

Chanyeol memang penasaran, karena sejak jam makan siang di koridor sekolah, Chanyeol melihat ada sesuatu pada Ri Jin ketika melihat Kai, lalu ia mendengar Ri Jin menyebut nama Kai di balik tangga, kemudian kejadian di perpustakaan, sekarang, Ri Jin bersembunyi di balik punggung Kai. Jelas itu bukan sekedar kebetulan kan, bukankah itu aneh?

Ri Jin terdiam, akhirnya pertanyaan Ri Jin yang tertahan sejak beberapa jam lalu berhasil dilontarkan walau bukan dari mulutnya sendiri. Begitu pula dengan Kai, Kai diam sebentar, bola matanya melirik ke samping, menangkap samar-samar bayangan yeoja yang berdiri dibelakangnya, Kai lalu menatap Chanyeol lagi. Kai diam, dia hanya diam, wajahnya sama sekali tidak tampak sedang memikirkan sesuatu, Kai hanya diam saja. Tangan Kai bergerak meraih pergelangan tangan Ri Jin yang berdiri di belakangnya. Ia mencengramnya cukup keras, mata Ri Jin memekar, ia melirik pergelangan tangannya yang kini digenggam oleh Kai.

Aniya.” jawab Kai seraya menarik tangan Ri Jin sehingga yeoja itu keluar dari balik punggungnya, Kai menghempaskan Ri Jin agak kasar ke hadapan Chanyeol sampai Ri Jin terhuyung. Bila saja bahu Ri Jin tak buru-buru ditahan oleh Chanyeol, mungkin Ri Jin sudah tersungkur ke bawah.

Mata Ri Jin sudah membulat sempurna. Pergelangan tangannya terasa sedikit pedih, cengkraman namja itu benar-benar kuat. Kai melihatnya tanpa rasa bersalah, ia lalu melengos pergi tanpa berkata apa-apa. Chanyeol yang melihat tingkahnya menjadi geram, tanpa ia sadari rahangnya pun mengeras.

Yak!ย  Kai, kau tidak harus melakukan ini, tidakkah kau terlalu berlebihan?” teriak Chanyeol, namun Kai tak mengubrisnya. Memang begitu sifat Kai. Seperti monster bila di belakang orang-orang tertentu.

Ri Jin masih menatap punggung Kai yang kian menjauh, mata Ri Jin semakin menajam hingga keningnya mengkerut. dadanya jadi sesak di perlakukan kasar oleh Kai, nafasnya memburu,rusuknya turun-naik dengan cepat.

Aniya?”ย  kata Ri Jin mengulangi ucapan Kai beberapa detik yang lalu.

 

Park He Ra yang sedari tadi berdiri pada jarak sekian meter dari pintu perpustakaan menyaksikan semuanya. Ia tau persis bagaimana mimik masing-masing dari mereka. Salah satu sudut bibir He Ra sedikit naik, ia tau ada kejanggalan di antara mereka. Matanya , pergerakan alisnya, getaran suara mereka, He Ra bisa membacanya.

***

 

Chen berdiri di depan pintu kelas sambil bersandar pada dinding. Kedua tangannya ia masukkan ke saku celananya. Pandangannya menyebar, barang kali sosok yang sedari tadi ia tunggu datang.

“He Ra-yah!”ย  panggil Chen ketika sosok He Ra muncul dari balik dinding kelasnya.

Chen menghampiri He Ra, ia merangkul bahu yeoja itu.

Yak! Kau ke mana saja, huh?”ย  protes Chen.

Terakhir He Ra bilang akan pergi ke toilet, tapi lebih dari 20 menit He Ra baru kembali ke kelasnya.

Yeojaย  itu memandangi wajah Chen yang khawatir, entah makhluk apa yang ada di depannya saat ini, namjaย  ini benar-benar peduli pada He Ra. Dia sungguh menjadi sosok sahabat untuk He Ra. He Ra mengatupkan matanya sebentar, ia merasa bersalah pada Chen karna selama ini ia tak pernah memperlakukan Chen sebagai sahabatnya, maksudnya, semua yang terjadi pada He Ra ia jadikan rahasia untuknya sendiri, bukankah sebenarnya itu membuat hati Chen cabik? Bukankah jika He Ra menganggapnya sahabat, ia seharusnya mentiadakan rahasia antara mereka? Well, kelakuan He Ra membuat perasaannya sendiri menjadi pedih.

“Chen” sahut He Ra.

Chen menoleh “Oh, wae?

“Akan ku ceritakan sesuatu padamu”

 

Musik instrumen lembut melantun meramaikan isi ruangan cafe. He Ra menyeruput es cappuccinonya di sela pembicaraannya, sedangkan Chen tidak berkedip mendengarkan cerita He Ra dengan serius. Semua He Ra ceritakan hanya pada Chen. Mulai dari mimpi buruknya yang datang hampir setiap hari semenjak dua tahun belakangan ini, kejadian di perpustakaan antara dirinya dan Kai, sampai kejadian antara Ri Jin dan Kai.

“Tapi, kenapa kau menceritakan soal Haksaeng dan Kai?” tanya Chen tak mengerti.

Molla..” He Ra menghela nafasnya “Hanya saja aku merasa ada yang aneh”

Chen diam, ia memikirkan sesuatu. Beberapa bulan yang lalu Chen ingat kalau ada seseorang mendatangi sekolahnya.

2 bulan yang lalu

Yak palli kajja!”ย  teriak He Ra

Chen berlari-lari kecil dengan beberapa tumpukan kardus di tangannya sehingga sedikit menghadang pandangannya.

“Lima menit lagi jam delapan tepat, kalau begitu aku masuk duluan menyiapkan alat-alat lainnya!” teriak He Ra seraya lari kencang masuk ke dalam gerbang sekolah.

Sesampai Chen di gerbang sekolahnya, seseorang mencegatnya, langkah Chen berhenti. Seseorang itu adalah lelaki dengan perawakan tua berusia sekitar lima puluh tahun. Lelaki itu tersenyum pada Chen yang sedikit kesusahan menahan barang-barangnya.

“Sebentar nak, nanti jika kau bertemu Jongin, katakan aku sudah lama menunggunya di sini”

Chen mengkerutkan dahinya “Jongin? Maaf Ajhussi, saya tidak punya teman bernama Jongin, saya kelas 2. Mungkin yang Ahjussi cari siswa kelas 1 atau 3.” jawab Chen

“Saya permisi, Ahjussi”ย  lanjut Chen seraya berangsur meninggalkan lelaki itu.

Lengan Chen terasa pegal, sebelum ia memasuki gedung sekolahnya, ia meletakkan kardus-kardus itu di atas lantai, merenggangkan sejenak otot-otot lengannya. Chen menoleh ke arah pintu gerbang, ia menangkap bayangan teman sekolahnya yang tengah berbicara dengan lelaki paruh baya itu, Chen mengenalnya, Kai, Chen tidak tau pasti apa yang mereka saling ucapkan, lagi pula Chen tidak begitu peduli, yang ia pikirkan kini barang-barang untuk tugas kelompoknya harus segera di persiapkan sebelum jam pelajaran Cho Seonsaengnim dimulai.. Pukul 8 tepat, bel otomatis berbunyi. Chen harus segera membawa tumpukan kardus-kardus itu naik ke atas sebelum He Ra memberanginya.

Chen masih diam, ia mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja tepat di samping gelas kopinya. Sebelah alis Chen naik, dia tau, ada yang aneh antara lelaki tua itu dengan Kai dan Chen tau, pasti ada sesuatu di balik laku Kai yang ย sangat berbeda terhadap He Ra dibanding dengan orang lain. Haruskah Chen mulai dari Kai?

 

– To Be Continued โ€“

 

 

 

15 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Ebenbild (Chapter 3)”

  1. belum ada lanjutannya ya?
    di tunggu kisah selanjutnya. penasaran kai sebenarnya kenal ri jin atau engga. terus he ra sama ri jin saling kenal gak? ๐Ÿ˜€

    1. Hallo, aku shellytriu penulis ff ini. Sekarang aku menulis di wattpad, maaf ya tidak bisa lanjut di sini ๐Ÿ™‚
      Bisa kunjungi wattpad aku aja @shellytriu . makasih banyak ya sudah menyukai tulisan aku ๐Ÿ™‚ hehe

    1. Hallo, aku shellytriu penulis ff ini. Sekarang aku menulis di wattpad, maaf ya tidak bisa lanjut di sini ๐Ÿ™‚
      Bisa kunjungi wattpad aku aja @shellytriu . makasih banyak ya sudah menyukai tulisan aku ๐Ÿ™‚ hehe

    1. Annyeong, aku shellytriu penulis ff ini. Sekarang aku menulis di wattpad, maaf ya tidak bisa lanjut di sini ๐Ÿ™‚
      Bisa kunjungi wattpad aku aja @shellytriu . makasih banyak ya sudah menyukai tulisan aku ๐Ÿ™‚ hehe

  2. annyeong…
    aku baca ff ini dari chapter 1-3. dan sekarang nunggu chapter selanjutnya..semoga cepat diupdate ya chapter selanjutnya. thankyu ๐Ÿ™‚

    1. Hallo, aku shellytriu penulis ff ini. Sekarang aku menulis di wattpad, maaf ya tidak bisa lanjut di sini ๐Ÿ™‚
      Bisa kunjungi wattpad aku aja @shellytriu . makasih banyak ya sudah menyukai tulisan aku ๐Ÿ™‚ hehe

    1. Jangan, Chanyeol sama aku ajah *eh
      Sebut saja dia bambang :3 cuman numpang lewat aja kok dia hihi
      Oh ya, berhubung adminnya pada istirahat smpe 10juli jdi aku update dluan chapter 4nya di wattpad aku, cmn buat nyimpan aja sih sebenarnya :3 klau mau liat monggo di kunjungi @Leeseul98 . makasih udh mau ikutin dri chapter satu ๐Ÿ˜‚ neoumu khamsahae hihi

  3. Ri Jin sama Chanyeol jadiin couple aja thor, lucu liat tingkah mereka ๐Ÿ˜€ jadi sebenarnya Kai itu Jongin? #lahemangiya , penasaran, ditunggu lanjutannya ya fighting !๐Ÿ˜‰

    1. Sebenarnya Chanyeol itu suka jg sama He Ra wkwk :3 makanya Chanyeol sm Kai ga berteman haduh ๐Ÿ˜–
      Engga kok, Kai ya Kai , Jongin ya Jongin /lah?
      Oya berhubung admidnya lg istirahat cantik smpe 10juli jdi aku udh update dluan chapter 4 di wattpad, hehe kalau mau baca search aja ya ada kok

  4. wahhh ternyata udh nyampe chap 3. pas ngeliat lgsg ngebut baca dlm 30 menit wakakaka. Kai msh mistery nih. Ri jin couplein sm chanyeol ajalah udh haha. lanjut next chap ya. fighting! ๐Ÿ˜‰

    1. Waduh hati-hati jangan ngebut-ngebut entar nabrak ๐Ÿ˜‚ RiChan couple ya wkwk liat entar deh chanyeolnya pilih siapa buat dijdikan pasangan hidup *eh..
      Ok baca chap selanjutnya ya ya ya?? /maksabgt/ Hehe makasih juga udah mau baca ๐Ÿ˜Š

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s