[Oneshoot] I’m not a Perfect Wife | by L.Kyo

25. im-not-a-perfect-wife

Title: I’m Not A Perfect Wife | Author: L.Kyo [IG: ireneagatha_] | Artworker: Jo Liyeol Artworker | Cast: Shin Gaeun (OC/YOU), Park Chanyeol (EXO) | Genre: Life!Au, Marriage Life, Hurt, Angst | Rating: G | Lenght: Oneshoot | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

 

[ https://agathairene.wordpress.com/ ]

.

Summary: Aku tidak sempurna. Lara ini terlalu besar bagiku. Maafkan aku. Tolong maafkan aku yang gagal menjaga mereka Chan.

_____

 

H A P P Y R E A D I N G

 

Mempunyai keturunan merupakan hal terindah bagi setiap keluarga baru diseluruh dunia. Keluarga merupakan objek dari bagian terkecil dari suatu impian dan awal untuk mengenal dunia yang sebenarnya. Park Chanyeol yang awalnya seorang DJ, pekerja serabutan kini ia mengenakan jas hitam berdasi.

 

Yang awalnya memberontak karena tak mau meneruskan perusahan Ayahnya kini berubah saat belahan jiwanya membujuknya, semudah seseorang membalikkan telapak tangannya. Dan istri tercintanya, yang kini sedang berbadan dua, yang sibuk menyiapkan sarapan pengisi perut sebelum mencari nafkah.

 

“Sayang. Kenapa kau masih repot-repot bangun pagi untuk membuatku sarapan? Kau istirahat saja! Aku bisa memasak dan membawa bekal”. Chanyeol mencomot kimchi yang memang merupakan masakan favorit buatan sang istri.

 

Gaeun duduk, menatap sang suami dengan perasaan bahagia. “Tentu saja aku harus membuatkanmu makanan. Apa kata gadis-gadis kecil ini saat mendengar Ibunya pemalas?” Chanyeol menghentikan aktivitas makannya dan menatap Gaeun sedang membelai perutnya lembut.

 

Sudah 8 bulan Gaeun merasakan suka dan duka sebagai calon Ibu. Bahkan Chanyeol yang lebih bingung dan khawatir daripada sang pembawa keturunannya. Mendapatkan seorang anak benar-benar tak mudah bagi mereka. Mereka butuh perjuangan ekstra dan kepercayaan.

 

Kenapa kepercayaan? Selama umur pernikahan selama 2 tahun, mereka akhirnya dikarunia sebuah mujizat hebat. Bahkan mereka mendapat anugerah double, sebuah suprise yang tiada tara. Gaeun didiagnosa tak bisa hamil, kandunganmya kering saat diperiksa.

 

Wanita itu berjuang untuk mendapatkan anak. Memakan semua makanan bergizi yang dirasa sangat pahit dilidahnya, tapi ia pun sanggupi. Chanyeol yang awalnya tak terlalu memikirkan 100% keluarganya, kini benar-benar mencari uang dengan sungguh-sunguh. Biayanya tak murah, ia harus menjadi penerus perusahaan dan mendapatkan uang banyak.

 

Membuka berbagai cabang kecil ditiap kota Seoul dan pria itu benar-benar sudah bertubuh dewasa. Dan ia juga mencari berbagai informasi untuk Gaeun, rutin memeriksakan kandungan Gaeun. Dan siapa sangka jika Tuhan memberikan hadian terhebat atas perjuangan dan kesabaran mereka?

 

Seorang Dokter duduk dihadapan mereka. Membuat perasaan pengantin muda itu was-was. Ini sebuah harapan. Dan mereka saling bergandengan tangan, bahkan saat Dokter memperbaiki peletakan kacamatanya pun sudah membuat darah Chanyeol dan Gaeun berdesir.

 

“Bagaimana Dok? Aku tidak datang bulan 2 bulan ini. Apa aku ….” Gaeun terdiam, takut jika prediksi ia hamil menjadi sebuah bom untuk dirinya sendiri. Tidak salah memang jika ia berharap seperti itu, tapi melihat kondisi kandungannya membuatnya untuk membatasi kepercayaan itu.

 

Pria disampingnya menepuk bahu Gaeun lembut. Ia tahu, ia harus melakukan sesuatu sebelum berita buruk terjadi. “Tak apa. Ada aku disini Shin!” Sebelum pikiran Gaeun memburuk, Chanyeol membisikan sesuatu. Membuat Gaeun segera memasang senyum dan nafas dalam untuk siap mendengarkan semua penjelasan Dokter.

 

“Kalian sudah berusaha. Dan untuk anda, Shin Gaeun-ssi! Perjuangan anda membuahkan hasil. Selamat. Kalian akan menjadi orangtua 7 bulan lagi”. Dokter setengan baya itu menjulurkan tangannya, bermaksud mengucapkan selamat. Tapi mereka terlalu terkejut untuk sekedar membalas jabatan tangan sang Dokter.

 

“Aku hamil?” Satu pertanyaan pertama membuat Dokter menurunkan tangannya. Dokter mengangguk, mengartikan bahwa ia sedang tak berpura-pura sekarang. Sejenak pelukan hangat dan kecupan indah menjadi hadiah kecil yang didapatkan Gaeun. Pria itu lama mencium keningnya. Lelaki itu sangat bangga pada istrinya. Tentu saja istrinya mempunyai pendirian teguh dan berusaha keras.

 

“Terimakasih Shin, aku benar-benar sangat mencintaimu. Ayo kita berjuang!” Senyuman bangga dan usapan tangan Chanyeol pada perut datar Gaeun membuat ia tahu, ia akan menjadi calon Ibu. Ia tak percaya jika ada nyawa lain hidup didalam rahimnya.

 

Perjuangan yang begitu melelahkan. Gaeun berusaha memakan semua makanan bergizi nan pahit untuk menguatkan kandunganya. Demi jabang bayi mereka hingga lahir. Berusaha makan walaupun Gaeun merasakan mual yang sangat. Tapi semua dapat dilaluinya jika Chanyeol berada disisinya.

 

Suami penyabar dan benar-benar mengayominya. Chanyeol telaten menyuapinya saat di trimester pertama. Rasa mual dan muntah yang berkepanjangan, pria itu mengelus punggungnya, membuatnya ikut berjuang untuk memberikan makan didalam janinnya.

 

Gaeun menikmatinya. Hingga kehamilan menginjak 5 bulan, rasa bahagia semakin memuncak. Pemeriksaan kehamilan bulan ke-5 membuatnya senang bukan kepalang. “Selamat Nyonya Shin, janin anda kembar. Keduanya perempuan”.

 

Dan mereka saling menatap, sebuah kejutan yang sangat luar biasa. “Kembar?” Chanyeol dan Gaeun bertanya bersamaan. “Iya. Calon bayi kalian kembar. Ini luar biasa. Aku turut bahagia untuk kalian”. Dan saat itu semua menjadi waktu yang paling berharga.

 

Menjaga semua hal dengan baik, mempersiapkan sesuatu dengan sempurna. Hingga sebulan sebelum melahirkan, tendangan dari sang jabang bayi semakin menjadi. Chanyeol pun tak akan pernah bosan untuk menyentuh perut Gaeun. “Gaeun-ah, apa yang kita beri nama untuk mereka. Aku ingin nama yang sangat cantik. Aku yakin, mata anakku sama sepertimu”.

 

Chanyeol semakin memeluk istrinya erat, menikmati dinginnya malam dibalkon atas. “Nama? Aku belum memikirkannya Chan”. Gaeun merengkuh, semakin memeluk tubuh Chanyeol meminta kehangatan. Tangan Chanyeol tak henti menyentuh perut Gaeun yang semakin membesar.

 

“Kita sudah menyiapkan beberapa baju dan kamar untuk mereka. Yang pasti kita juga harus mempersiapkan nama mereka, kan?” Chanyeol mencubit hidung mungil Gaeun. “Aku bahagia sekaligus takut Chan”. Gadis itu memejamkan matanya, memeluk Chanyeol semakin erat seakan tak ingin melihat pria itu melihat wajahnya.

 

“Apa yang kau takutkan? Hei, lihat aku!” Chanyeol melepaskan pelukan Gaeun, menangkup pipi istrinya untuk menatap bola matanya. Dan mata gadis itu sayu, menatap Chanyeol penuh perhatian. “Apa yang kau pikirkan sayang? Ada aku disisimu. Kau tidak perlu takut!” Chanyeol mencium singkat bibir Gaeun.

 

“Nama?” Gaeun melepas tangkupan tangan Chanyeol dipipinya. Chanyeol mengangguk, antusias mendengarkan ide dari sang istri. “Sana dan Hana?” Alis Gaeun terangkat, meminta persetujuan Chanyeol tentang nama anaknya. “Sana Hana? Tidak buruk!” Dan satu kecupan singkat kembali Gaeun dapatkan.

 

“Apa kau bahagia Chan?” Gaeun kembali merengkuh memeluk suaminya. “Tentu saja. Kita akan mempunyai anak sebulan lagi. Sungguh, aku tidak sabar ingin memandikan mereka, mengganti baju mereka. Dan aku melihatmu sangat ahli saat memandikan keponakan kita, jika Yoora noona tak memberitahukanku keahlianmu, mungkin aku tak akan meminta cara-cara memandikan mereka nanti kepadamu. Kau harus berbagi ilmumu itu Shin.”

 

Bangga mempunyai suami Park Chanyeol. Pria idaman para wanita. Ia selalu menuruti kemauan Gaeun bahkan morning sickness, mengidam yang bahkan tak lazim. Ia menyukainya. Sangat. “Kau tahu Chan? Aku sangat bahagia kau menjadi suamiku. Akan kupastikan anak-anak kita akan sangat bangga punya Ayah sepertimu”.

 

Dan lelaki itu tersenyum, mencium perut buncit Gaeun. “Tentu saja mereka bangga punya Ayah tampan sepertiku. Apalagi mereka perempuan, bukan? Akan kupastikan mereka akan lebih suka dekat denganku daripad dirimu”. Dan timpukan lembut mengarah pada kepala Chanyeol. “Kau tahu apa soal itu? Berhentilah seperti itu. Kau akan menjadi Ayah!”

 

Dan mereka tertawa bersama. Seakan membayangkan betapa bahagia jika kedua bayi mereka lahir didunia, merasakan kerepotan saat mereka menangis bersama. Membeli baju kembar dengan warna yang sepadan. Memandikan di dua bak berbeda. Mereka akan melakukannya sendiri. Sebagai orangtua. Sebagai keluarga kecil yang penuh kebahagian.

 

***

 

“Bawakan tasku Chan!” Gaeun menyerahkan tas nya manja saat turun dari mobil. Hari ini adalah pemeriksaan kehamilan ke delapan Gaeun. Dan yang lebih spesial untuk bulan ini, suaminya sendiri yang mengantarnya. Karena sebelumnya ia diantar Ibunya ataupun mertuanya. Gaeun tahu bahwa kesibukan Chanyeol luar biasa hingga selalu pulang larut malam. Tapi entah kenapa lelaki itu dengan suka rela ingin mengantarkan Gaeun ke Rumah Sakit.

 

Ya! Apa yang sebenarnya kau bawa? Ini berat!” Dan Chanyeol menenteng tas yang sebenarnya tak terlalu berat. Gaeun berhenti, memperhatikan suaminya dengan pandangan mengejek. “Apa? Aku hanya membawa dompet dan minuman mineral. Apa lengan berotot mu sudah tak berguna lagi?” Dan Chanyeol melongo, memperhatikan istrinya yang telah berlalu dengan tawa terkikiknya. “Dia sudah berani mengejekku sekarang?” Namun Chanyeol tak peduli, ia tetap mencintai Gaeun apapun itu.

 

Mereka terus berjalan pada koridor yang terbilang masih sepi. Karena mereka datang pada pukul 7 pagi. Terlalu awal untuk memeriksakan kehamilan. Karena yang pasti dokter akan datang pada pukul 8. Tapi mereka tak sabar, termasuk Chanyeol yang sebenarnya hanya melihat anak kembarnya lewat foto USG yang dibawa oleh Gaeun pada saat kehamilan 5 bulan. Dan untuk pertama kalinya ia ingin melihat kedua anaknya bergerak lincah dibalik layar. Ia ingin melihatnya secara langsung.

 

“Apa Dokter belum datang?” Chanyeol meletakkan tas diruang tunggu, bukannya duduk melainkan lelaki itu terus mondar-mandir didepan poli kandungan. Dan istrinya sedari tadi duduk tenang menarik celana Chanyeol untuk duduk disisinya. “Ada apa denganmu? Lihat, tingkahmu seperti khawatir aku akan melahirkan sekarang!” Dan pada akhirnya Chanyeol terdiam, hanya saja kedua kakinya sama sekali tak bisa diam. “Aku begini karena aku bahagia Shin. Apa kau sudah mendaftar?”

 

Dan Gaeun hanya mengangguk malas. “Sudah sayang”. Lelaki itu mengangguk. “Kau sudah membawa buka periksa kehamilan. Aku akan memeriksanya!” Dan Chanyeol menyambar tas yang ada dipangkuan Gaeun untuk mengeceknya, namun gadis itu kembali menariknya. “Aku sudah membawanya, Chan. Tenanglah!”

 

Gaeun menarik tasnya kembali dan menatap kedepan. Sudah beberapa menit kemudian, jam sudah menunjukkan pukul 8. Waktunya untuk penantian Chanyeol berakhir. “Nyonya Shin, silahkan masuk!” Seorang perawat mempersilahkan mereka untuk segera masuk. Dan sudah dipastikan jika Chanyeol yang paling bersemangat disini. “Ayo sayang!”

 

Dan lebih menyebalkan lagi, bukannya Chanyeol membantu dan menuntun Gaeun masuk, justru lelaki itu mengutamakan tas milik Gaeun. “Ya! Kau tidak membantuku?” Gaeun menengadahkan tangannya seakan merajuk hingga Chanyeol menarik tangannya. “Baiklah tuan putri. Silahkan masuk!” Dan pada akhirnya Chanyeol menjaga istrinya, seakan ingin memeluknya dari belakang, tapi niatan ia urungkan karena seorang Dokter sudah duduk tegak dihadapan mereka.

 

“Selamat pagi nyonya, seperti biasa kita akan memeriksakan kandunganmu. Silahkan anda berbaring disana! Ahh, dia suami anda? Lama tak bertemu Tuan Park.” Hanya cengiran konyol yang Dokter itu dapatkan. Gaeun mengangguk dan segera berbaring tak jauh disana. Disisi lain terdapat alat USG yang merupakan alat yang pertama Chanyeol lihat. Dan hari ini ia ingin melihat kedua anaknya bermain dalam perut istrinya.

 

***

 

Chanyeol terduduk lemas di rawat inap. Menatap istrinya denga mata memerah dan bengkak. Tangannya tak henti meremat tangan istrinya yang teraba dingin. Bahkan tak ada niatan memandang perut Gaeun yang sudah mengempis. Mengempis? Yeah! Anak kembarnya sudah tak berada disana. Chanyeol letih dan tak bisa membayangkan bagaimana saat Gaeun tersadar.

 

Seharian Gaeun tertidur lelap, masih terpengaruh oleh obat bius yang ia dapatkan. Takdir kejam memang. Awal sebuah kebahagian yang tanpa ada waktu dan jeda, sebuah musibah datang semudah membalikkan telapak tangan. Ia baru saja pulang, mengubur putrinya yang sudah tak bernyawa. Kepalanya terasa pening. Ia lelah dan shock secara bersamaan.

 

Impian bermain bersama anak kembarnya seolah menjadi khayalan Chanyeol. Sekarang yang ia harapkan, putri satunya akan bertahan hidup didalam inkubator. Melawan kerasnya udara di Bumi. Sehari lalu, saat Gaeun memeriksa kandungan. Betapa shock nya Dokter saat memeriksa kandungan istrinya. “Anak anda yang satu tidak terdengar denyut jantung janinnya Nyonya!” Dokter itu menatap USG nya penuh seksama, menekan alat yang terasa dingin menekan perut Gaeun.

 

“Maksud Dokter? Ada apa dengan anak kami?” Nada Chanyeol meninggi. Bahkan Gaeun terlihat panik mendengar itu. “Sepertinya jika aku lihat, anak anda terlilit tali pusar. Sebaiknya kita harus melakukan operasi caesar”. Dokter itu pun memanggil perawat didepan untuk menyiapkan operasi sekarang setelah Chanyeol mengangguk dengan anggukan bodoh. Sungguh, ini terlalu mengejutkan bagi mereka. Bahkan Gaeun terdiam, bahwa ia tak percaya dengan apa yang ia dengar. Beberapa detik kemudian, airmata Gaeun turun.

 

“Cha … chanyeol-ah!” Gaeun meremat lengan Chanyeol erat. “A … apa yang Dokter katakan? Bu … bukankah anak kita tidak apa-apa? Kenapa operasi? Bukankah anak kita lahir sebulan lagi?” Gaeun menangis, berharap jika itu hanya ilusi pendengarannya saja.

 

“Tenanglah. Percaya dengan mereka. Dia akan baik-baik saja!” Chanyeol mengecup dahi Gaeun singkat lalu beranjak saat Dokter memanggil untuk menandatangi surat persetujuan tindakan caesar. Setalah Chanyeol selesai membubuhkan goresan tanda tangannya, ia mendekat. Mendekati istrinya yang sudah kalang kabut dipenuhi rasa khawatir yang sangat. “Kau akan baik saja!” Ucap Chanyeol sembari mengecup kening Gaeun sayang.

 

***

 

Chanyeol memandang pintu kamar inap dengan pandangan melayang. Matanya merah membengkak, rambutnya acak-acakan. Bahkan ia tak peduli dengan penampilannya dini hari ini. Dadanya seakan hancur, sangat hancur. Lelaki itu lebih memilih diam saat keluarga besar Shin dan Park berbondong-bondong menjenguk. Ia lebih memilih duduk diruang tunggu pojokan dan menutup matanya menenangkan diri. Bahkan suara dokter kemarin masih terus terngiang-ngiang ditelinganya.

 

“Tuan Park, kami sudah melakukan sebaik mungkin. Tapi, anak anda tidak bisa diselamatkan karena terlilit tali pusat dan bersyukurlah karena salah satu dari anak anda sedang berjuang hidup di inkubator. Kita berdoa saja semoga tidak terjadi hal buruk lagi”.

 

Perkataan Dokter yang dikatakan kemarin tak membuat Chanyeol lega. Pasalnya beberapa jam lalu, ia baru saja mendapatkan berita buruk lagi. Putri kembarnya yang masih tersisa, berjuang melawan maut diinkubator kini sudah tiada. Chanyeol ingin berteriak lantang rasanya.

 

Ia meremat rambutnya frustasi. Apa yang ia katakan pada istrinya jika ia sudah siuman? “Chanyeol-ah, kau tidak masuk?” Park Yoora, kakak Chanyeol menepuk bahu adik semata wayangnya penuh sayang. Masalah pelik yang dirasakan Chanyeol membuat Yoora ikut merasakan kesedihan mendalam.

 

Harapan besar dan bayangan indah menuju keluarga kecil bahagia, yang selalu diidamkan Chanyeol saat anaknya nanti lahir. Menceritakan semua itu dengan senyum lebar dan perasaan antusias. Kini ia melihat adiknya terduduk lemas, bahkan lelaki itu tak berani menatap matanya.

 

“Aku ingin sendiri noona!” Yoora terdiam, menatap adiknya iba. Ia mengambil sebotol air mineral yang ia bawa dalam tasnya. Ia letakkan disisi bangku Chanyeol dan meninggalkannya tanpa ada sepatah katapun. Bukan waktunya untuk mengatakan hal lain selain meninggalkan Chanyeol dalam ketenangan.

 

Bahkan ia sempat tak ingin Gaeun secepatnya siuman. Ia terlalu lelah untuk menerima semua airmata dan frustasi yang ia rasakan. Suara pintu terbuka membuat Chanyeol mendongak. Adik Gaeun, Shin Jiho mendekati Chanyeol ragu. “Hyung!” Suara serak Jiho tak membuat Chanyeol tenang.

 

Ia paham jika suatu masalah besar akan terjadi setelah ini. “Noona sudah sadar”. Seakan detak jantung Chanyeol berhenti berdetak. Jiho terdiam setelahnya, rasanya ia tak bisa membayangkan bagaimana kakak dan kakak iparnya menghadapi hal memilukan ini. Bahkan ia bisa melihat suatu basah berada disekitar wajah sembab Park Chanyeol.

 

Chanyeol mengusap wajahnya dengan kedua tangannya lalu beranjak mantap. Dia seharusnya siap menjadi penopang istrinya. Ia seharusnya menjadi penguat untuk hal seperti ini. Chanyeol membuka pintu kamar dengan wajah tertunduk, lalu mengangkat kepalanya ragu.

 

Ia bisa melihat senyuman lemah terpancar diwajah Gaeun. Sungguh, Chanyeol ingin menangis. Rasa sesak yang sangat membuatnya tak bisa menahan. Dan pada akhirnya, lelaki itu tak bisa menahannya. Airmatanya jatuh saat melihat wajah istrinya dengan banyak peluh diwajah.

 

Tentu saja Gaeun tahu, tahu bahwa suatu hal besar terjadi. Ia tahu dan paham. Ia bisa melihat Chanyeol menangis tertunduk, membuat airmata yang sedari tadi ia simpan dipelupuk matanya terlepas sudah. Gaeun menarik tangan Chanyeol lemah dan mengengamnya kuat. “Tolong maafkan aku yang gagal menjaga mereka Chan.”

 

Dan kata Gaeun membuat Chanyeol terhenyak. “Aku sudah tahu dari Jiho. Aku gagal Chan.. Aku gagal. Maafkan aku!” Dan pada akhirnya tangis Gaeun terlepas. Ia tahu, ia seharusnya tak memperkeruh suasana. Namun rasa bahagia saat membayangkan saat menimang bayi mereka suatu hari nanti membuat Gaeun teramat sakit.

 

Seharusnya ia lebih peka dengan minim nya pergerakan janinnya, seharusnya ia tak selamanya sibuk dengan pekerjaan rumahnya, seharusnya ia menuruti semua apa kata Chanyeol dengan makanan yang bergizi, seharusnya ia banyak istirahat dan mengurangi kegiatan yang tak perlu.

 

Penyesalan itu seakan muncul dalam otaknya. Chanyeol memeluk Gaeun erat. Tak lagi membiarkan Gaeun menangis hebat karena ini. Perjuangan mereka tak berakhir disini. “Jangan menangis. Mereka sudah terlahir didunia walaupun itu hanya beberapa detik dan jam. Kita sudah punya 2 putri yang lucu. Bahkan mereka sudah berada ditempat indah disana, kan? Kau sudah melakukan hal hebat Gaeun-ah

 

Chanyeol tak hentinya mengelus rambut lurus Gaeun, berusaha menenangkan Gaeun yang semakin tak terkontrol. “Kau membenciku, kan? Aku wanita lemah dengan daya tubuh yang lemah juga. Bahkan aku tidak bisa menjaga mereka. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki kesalahanku, aku…” Bahkan pengucapan Gaeun semakin tak jelas karena isakan yang sulit terkontrol.

 

“Tidak. Aku mencintaimu. Aku menerimamu apa adanya. Mari kita kembali berjuang”. Dan kata Chanyeol yang terdengar seperti sebuah energi membuat Gaeun berusaha menghentikan isakannya. “Aku sangat paham jika kau sedang merasakan sakit dan pedih yang sangat. Kumohon, jangan kau simpan sendiri. Kau tidak melakukan hal salah apapun. Justru aku sangat bangga padamu”

 

Gaeun mengigit bibir bawahnya. Kebanggaan apa dengan membuat putrinya tak lahir dengan selamat? “Kau mencoba menghiburku? Bahkan rasanya aku ingin mati”. Chanyeol semakin memelut Gaeun erat. “Tuhan pasti memberikan kesempatan yang lebih baik Shin. Percaya padaku. Ia tak akan membiarkan kita mengalami hal terpuruk lebih dari ini. Kuatkanlah dirimu dan tatap aku!” Chanyeol menegak bahu Gaeun.

 

“Apa wajahku tak terlihat serius saat mengatakannya?” Gaeun memejamkan matanya kuat. Membayangkan betapa rasa sakit menyelimuti dalam kegelapan dibalik matanya. “Aku ingin sendiri”. Gaeun merebahkan tubuhnya dan menyelimuti dirinya dengan selimut. Bahkan ia masih terlihat lemah dan kesakitan sangat saat akan tertidur.

 

“Aku akan menjagamu disini”. Chanyeol menepuk nepuk lembut bahu Gaeun. Membiarkan Gaeun tidur terlelap dan melepaskan semua penat dan masalah pelik dalam keluarga kecil mereka. Ia bisa merasakan bahu Gaeun sedikit bergetar. Tapi apa yang ia lakukan? Mereka hanya butuh waktu untuk menerima ini semua. Membiarkan rasa sakit dan kepedihan menutupi mereka. Tapi Chanyeol yakin, akan ada secercah dan senyuman indah Gaeun terlihat hidup suatu saat nanti. Memulai awal dan semangat baru. Ini bukan akhir, ini adalah awal untuk memulai sebuah kehidupan indah dimasa depan.

 

Chanyeol menatap jendela kamar dengan pandangan ribuan bintang diatas sana. Chanyeol tersenyum, menatap 2 bintang besar diutara sana. Ia percaya, kedua putrinya sedang tersenyum padanya. “Selalu bahagia, nak. Ibu dan Ayahmu ini akan terus berjuang. Terimakasih kalian sudah hadir dikehidupan kami walau itu singkat”.

 

-FIN-

 

Hi L.Kyo back setelah sekian lama tidak nge post di EXOFFI. Hikkseu. Terakhir posting itu akir bulan lalu :””” Bukannya mau lari tapi beneran malas buka PC. Malas juga buka internet walaupun saat itu kuota melimpah sampai batas waktu habis dan akhirnya ludes. Kkkkk~

 

Btw terakhir post kemarin FF Chap Heart Attack Chap 11. Padahal aku janji mau posting cepet, karena 1 Chap lagi sudah FINAL. Namun takdir berkata lain. Ada beberapa hal yang kadang membuatku nge blank karena ada suatu masalah yang buat aku marah luar biasa. Aku tahu kok, aku sebenernya tiap hari nengok Blog buat balesin komenan kalian. Aku tahu dari kalian banyak yang sampai searching ke blog EXOFFI ataupun blog pribadiku Cuma sekedar cari Heart Attack Chap 12 dan setelah sebulan g update.

 

Aku nyebelin kah? Ada alasan yang buat aku blank yang awalnya aku pikir matang-matang buat FINAL. Tapi ada satu orang dengan tak bertanggung jawab memplagiat, mencopas dan mengganti nama author di akun wattpadnya dengan tak tahu malu. Oke, mungkin tak sampai dia posting sampai Chap11. Tapi hei, ini adalah karya yang keluar dari otak dan imajinasi yang dibuat ga semudah membalikkan telapak tangan. Tapi yasudah, maslaah sudah selesai. Dan aku makasih sekali banyak teman-teman yang bantu buat kasi pelajaran kedia.

 

So, buat kalian yang selalu setia ama FF Heart Attack mohon untuk bersabar. Aku masih berusaha membangun ide lagi. Berusaha menulis walaupun satu paragraf sehari. Karena sungguh aku tidak mood tapi hei ini kurang satu Chap. Aku harus selesain ini. Dan aku sempet mikir buat FINALnya aku protect. Bukannya aku haus akan komenan, aku bukan tipe yang mencak-mencak marah ama siders. Yah walaupun itu sakit sih karya susah payah Cuma dibaca tanpa timbal balik. Aku sih Cuma ingin kesadaran kalian aja hei para siders tanpa aku beritahu. Sesungguhnya membuat FF itu susah. Dan maaf sekali untuk FINAL H.A nanti aku bakal kasih pw dengan reader aktif tanpa kusuru komen. Bukan readers dadakan karena ingin dapat pw H.A 12. Mianhae~ Aku usahakan Heart Attack maksimal minggu depan aku posting.

 

Oke kita kembali ke laptop dengan FF Oneshoot I.m Not a Perfect Wife. Kita tinggalkan sejenak FF Heart Attacknya. Kalian tahu? FF ini benar-benar real, kisah nyata. Bukan tentangku karena L.Kyo masih unyuk, masih belum rasain hamil /plak/ Oke ini serius. Ini terjadi 3 bulan lalu. Pengalaman nyata dari kakak sepupu. Wanita muda berumur 25 tahun. Sudah menikah 2 tahun dan sempat didiagnosa kandungan kering oleh dokter. Sama seperti cerita diatas.

 

Dia sangat suka anak-anak. Saat dia hamil, dia suka rmain dengan anaknya Tante-tanteku yang pasti masih unyuk umur kurang setahun. Sumpah, aku bisa melihat matanya berasa bersinar kalau dia benar-benar gak sabar lahirin anaknya. kalau aku lihat betapa bahagianya dia ngemongin anaknya orang. Beneran? Aku aja bayangin lo gimana ga seneng, yang awalnya didiagnosa susah hamil trs dapat mujizat di USG anak kembar? Senenglah? Aku bayangin gimana ga lucu 2 bayi cewe unyuk dengan pakaian pink kemana-mana.

 

Tapi ya setelah umur 8 bulan kehamilan, kita gatau lah kehendak sang Kuasa gimana. Sama seperti FF diatas. Semua hilang dalam satu hari. Miris. Harapan akan sebuah masa depan sekejap hilang. Aku yang jenguk kakak sepupu rasanya ikut sakit. Mau nangis soalnya beneran lo ga boong, mata nya sembab, tapi dia selalu tersenyum saat beberapa tamu datang jenguk dia. Benaran, rasa nya sakit. Gimana hatinya selalu teguh dan membunyikan kesedihan dengan senyuman palsu? Entahlah. Yang jelas aku minta doa kalian buat kakak sepupuku aja. Semoga diberi ketabahan dan semoga ada mujizat lagi semoga isi yah :3 AMIN!

 

Ahh sudahlah, kok cuap-cuap ku udah semacam ficlet begini :3 gak apalah, soalnya aku kangen EXOFFI, kangen juga kalian. Jadi sekali muncul sekalian curhat yekan? Kalo kebanyakan gosah baca. Kkkk~ Okay see u next time guyss :*

 

57 tanggapan untuk “[Oneshoot] I’m not a Perfect Wife | by L.Kyo”

  1. Keren. Sumpah.
    Aku jarang nangis saat baca novel apalagi ff. Tapi kali ini bener² tumpah. Yang dapat aku ambil dari kisah ini. ‘Se-pelik apapun keadaannya, kita harus tetap berjuang sampai akhir. Bahkan jika gagal kita harus tetap kuat dan terus berjuang bahkan memulai dari awal.
    *pletak/ditimpuk kak author. Sok bijak dah tuh diriku.
    Tapi. Kak author, jjang!! Ceritanya mengharukan.

  2. Sumpah, ini sedih banget ceritanya.diangkat dari real Story, duh….bikin nangis deh rasanya.
    Ditunggu karya karyanya yang lain kak,semangat

  3. Ur new reader here, salken ya. Trnyt based on true story dr kk spupu sndiri ya 😢 sedih.. Mg kk spupu kamu n suami’ny di bri ktabahan & mukjizat lg dlm wkt dkat, amin.. 찬 keren! Blm prnh bc H.A tp nanti pngn bc. Mg yg plagiat cpt dpt karma! Smngt trus berkarya ya..

  4. Ini keren bikin terenyuh bgt yaa semoga chan sm shin punya anak lg, trs buat kaka sepupu L.kyo jg smoga dpt anak lg amin.

  5. Turut berduka cita yaahhh. Suatu saat nanti pasti dikasih dede yg unyu lagi kookkkkk :”’ semoga cepet dikasih hadiah lagi yaah sama Tuhan :”
    Aku sedih baca ini. Nyesek dan netes pula ini air matanyaa. Pas baca note, ternyata real story. Makin nyesek pulaa.
    Semangat buat author dan tantenya yaa. Semangat buat ngelanjutin chapter final H.A-nya. Semangat buat tantenya biar bisa bikin dede yg unyu lagiih hehe
    -XOXO-

  6. Yaampun ceritanya ngena bgt😢😢dan ternyata ini kisah nyata😱😢😢sedih banget huhuhuhuhu😭😭pasti kan lucu bgt tuh anak kembar perempuan,tp ternyata Allah berkehendak lain😢😢turut berduka juga kak😢semoga jadi peri kecil disana😊

  7. Sedih parah, ini cerita nyata ya 😥
    Tinggal 1 bulan padahal tapi tuhan berkehendak lain 😢😢. Semoga tante sepupu kakak diberi ketabahan, di balik itu ada hikmahnya pasti
    Semoga cepet dapet dedeq bayi lg yah :’
    Aku kira kakak sibuk jadi gk sempet bikin chap lanjutannya ternyata diplagiatin, semoga yg plagiat dapet balesan setimpal
    Ditunggu ya HA chap 12 nya penggemar setiamu menunggu :’

  8. Ff ini bikin nyesek , gak nyangka ceritanya kayak gini kirain chanyeol ninggalin istrinya karna gak bisa hamil …
    Semoga ff author gak ada yg plagiatin/COPAS lagi dan semoga kakak sepupunya author bisa diberi anak yg banyak -hehehe-
    fighting!!dan terus berkarya

  9. Sebagai sesama wanita meski belum nikah apalagi hamil, sedih bgt lah denger/baca cerita diatas. sedih soalnya di lingkungan rumah aku malah rela ngasih anaknya ke org lain (kasarnya ngebuanglah) gara” dia kecelakaan dan malah lebih ngebela ngurusin kucing”. Disaat ada org yg bner” mengharapkan kehadirannya(anak) justru di persulit jalan, sedangkan yg ga mengharapkan malah sangat dipermudahkan. *eh malah curhat* Semoga sepupu kakak di kasih kemudahan oleh Tuhan. aamiin

    1. Haaa? Lebih ngurusi kucing? Kok lucu dear? G manusiawi sekalii?? :” yodah lah,, biarkan begitu. Dia hanya tak tau anak iti adalah titipan Tuhan dana anugrah.. kalo dia macam buang2 begitu yodah, biar dosa yg tanggung. Gtau apa diluar sana byk nangis drah cuma ingin seorang anak :”””””
      Iya makasih, semoga diberi kesadaran jg buat lingkungan d rumah km itu

  10. Nangis nih kak….. Huhuhuhuuuuu sedihhhhhhhhh, ga bisa bayangin gimana rasanya jadi kakak sepupunya kakakk, dia kuat banget yaaa
    Mudah-mudahan dia diberi anak lagi ya kak Aamiin
    Sedih asli serius, aduh gabisa berkata-kata lagi deh huhuhuhuuuuu
    Tanggung jawab nih kak udah bikin nangissss ekwkwkwk
    Oh iya kita belum kenalan, kenalan dulu yuk kak! Ini seruuuu pokoknya di tunggu karya-karya selanjutnya ya kak! SEMANGAT! Salam kenal ya kak! ^^

    1. Amin aminnnnm… :”””
      Ih jan nangiss, batal lo puasanya :”v yodah kenalan. Ini L.Kyo isti nya chan :”si milkyhan enak dipanggil apa?
      Iya iya, maacih. Maacih ud baca ff absurd nya :v

  11. Ya ampun,,aku sedih banget bacanya,,sebagai wanita walaupun belum pernah nikah apalagi hamil /masih jauh,lupakan/ aku ngerasain banget sedihnya,,kakak sepupunya L.Kyo ,oke walaupun ini visualnya Gaeun,tapi aku mau komen ke kakak sepupunya L.Kyo aja… jadi merinding bayanginnya,,,Tuhan memang selalu punya kehendak lain yang pasti terbaik buat umatnya,,semoga kakak sepupu L.Kyo dapat sesuatu yang lebih baik nantinya…

    Tentang Heart Attack nya,,aku uda ngikutin dari dulu jaman masih di post di facebook,yg dulunya cast nya kakak si eunji beda.. aku seneng aja ada versi baru dari Heart Attack,,tapi ya gitu,karena akunya sibuk un,dulu,,jadinya belum baca lagi kelanjutan HA juga agak lupa uda baca sampe chap. Berapa,,tapi yang jelas aku kalo baca komen kok,dan seneng bgt kalo L.Kyo bales komennya,,kayak ada manis manis nya gitu hehehe uda cuap cuap nya..ditunggu ff lainnya dari L.Kyo bye….

    1. Iya benar. Mungkin bukan saatnya sekarang. Pasti ada mujizat dibalik itu semua. Org yg berusaha pasti akan mendapatkan mujizat yg setimpal pasti. Doakan aja prjuangan mereka g akan berenti.

      Kkk~ jaman HA di fb masih jelek.. kata2nya alay. Kkkkk~~ tapi nakasih klau km masih inget. Sampe kk hyerim dulu sapa jg km inget. Jdi trharu.

      Ohya, makasih lo y sdh baca

  12. Sumpah thor ini ff keren banget, aku yg baca smpe terharu, endingnya bikin nyesek, tpi salut chanyeol jdi suami yg sejati nerima istrinya

    Ditunggu ff berikutnya ya thor! Fighting

  13. Chan suami sejati . hoho
    mau dong punya suami kayak Chan, satu aja . wkwkwk
    Turut berduka cita yaa, semoga keularga yang di tinggalkan diberi kesabaran. Amiin
    author-nim fighting untuk karya selanjtnya 🙂
    love love ❤

    1. Jangan harap. Baru kemarin sudah bikin acara nikah d seoul sebelah tukang tahu petis. L.kyo uda taken ama chan. Jan berani sentuh2. Kkkk~
      Iyaaa. Amin amin

  14. Baru baca summary nya Ja udah nyesek, sepanjang baca ceritanya berasa degdegan takut banget kalo keguguran apa gimana, padahal diceritain mereka bahagia banget, ending emang ketebak kalo bagal sedih tapi tetep aja syok ah sudah lah tak bisa diungkap cuma dengan kata2, huffttt moga sepupunya diberi ketabahan Dan moga Tuhan memberi mereka anugrah Dan kesempatan buat jadi orang tua hmmm good job, keren banget 😢

  15. duh memang miris banget ceritanya. aku ikutan sedih atas kejadian yg menimpa kakak sepupunya author. yang sabar ya 😥

  16. duh memang miris banget ceritanya. aku ikutan sedih atas kejadian yg menimpa kakak sepupunya author. yang sabar ya 😥

  17. Sedihh 😦 nyesek..
    Chanyeol pria idaman, aku kira chanyeol bakal ninggalin gaeun.
    Semoga kaka sepupunya author dikasih momo lagiii dan jadi keluarga yang bahagia. Aminn :3
    Ditunggu ff selanjutnya, fightingg!! :3

  18. Jadii itu diangkat dari cerita real? Sedih banget ceritanya:( yang sabar ya kakak sepupunya author:( semoga di kasih momongan lagi deehh aamiin

  19. So sadd.,hiks cobaan yg berat.aku bca ff ini nyesek loh kak..
    Mreka udah bahagia mau mnyambut kdatangan malaikat kcilnya tpi takdir berkata lain.. 😥
    Ini kisah nyata kakk???
    Yaampun gx kbayang deh kakk 😥 ya tpi aku do’ain smoga kakk sepupunya kakk dberi ktabahan, smoga cepet d beri momongan & smoga nantinya bisa jdi kluarga kecil yg bahagia..amiiinn 🙂
    Kakknya jga yg sabar pasti ada blsanya untuk org yg kya gtu

    Dtunggu crita yg lainya kakk

    Fighting!! Fighting!! 🙂

    1. Ini nyata.. tepat 3 bulan lalu berduka :” yg satu kelilit tali pusat yg satu meninggal di inkubator. Coba tinggal sebulan lo la kok bisa begini :”
      Amin amin. Makasih ud baca dan doanya :””””

  20. hay kak irene sugeng enjing #plakdigampar kak irene. aku nanti pakek jawa kekeke :v ehh kak. irene aku tuh entah sejak,kapan suka sama ffnya kak irene 😮 padahal aku tuh ngk kenal loh kak sama cast-castnya ff buatannya kak irene apa lagi exo? wkwkw. kenalnya. cuma sama lu han & kris hihihi ini aku penuhin dulu yah kak ren komenan sebelum baca ffnya kak irene 😀

    1. Wkwkwk beneran kak irene :-* kenalnya cuma sama bang Lu, bang Kris sama bang Tao, kenalnya aja pas mereka udah out dari bbnya wkwkw 😀 taunya sama yang laun juga jelajah2 ffnya orang2 #bhuwakk keke #ciuskakireneirene ❤

  21. hay kak irene sugeng enjing #plakdigampar kak irene. aku nanti pakek jawa kekeke :v ehh kak. irene aku tuh entah sejak,kapan suka sama ffnya kak irene 😮 padahal aku tuh ngk kenal loh kak sama cast-castnya ff buatannya kak irene apa lagi exo? wkwkw. kenalnya. cuma sama lu han & kris hihihi ini aku penuhin dulu yah kak ren komenan sebelum baca ffnya kak irene 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s